SEBELUMNYA YUTA MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI BAGI YANG MERAYAKANNYA DAN MOHON MAAF LAHIR BATIN JIKA YUTA ADA SALAH SAMA KALIAN SEMUA ^^
FF INI BAKAL YUTA LANJUTIN LAGI SESUAI JANJI YUTA, SEMOGA MASIH PADA INGET YAA~
Bruk!
"Ah maaf" ujar seseorang dengan bahasa mandarin pada Kris karena tidak sengaja menubruk bahu Kris.
Kris segera mematikan sambungan teleponnya dan mengernyit heran menatap pria yang baru saja menabraknya.
"Maafkan aku maafkan aku.." lelaki itu terus membungkuk meminta maaf pada Kris.
Kris terdiam.
Tunggu..
Sepertinya ia mengenal suara ini.
Kris langsung melepas kacamata hitamnya saat lelaki itu menegakkan tubuhnya dari posisi membungkuknya dan Kris langsung melebarkan volume matanya.
"Tao?"
Dan lelaki itu juga langsung membulatkan matanya sama seperti yang Kris lakukan.
.
.
.
YUTA PRESENT
.
.
LIGHT MY FIRE (CHANBAEK)
.
.
Main Cast : Park Chanyeol x Byun Baekhyun
Support Cast : All Official Couples of EXO
Summary : "Buat aku menangis dan menjerit dibawahmu" "kau terlihat seperti kesalahanku berikutnya" . Ciuman menggairahkan dan dusta menyenangkan. "Cinta itu adalah sebuah permainan. Mau 'bermain'?" "Kaulah Rajanya dan aku akan menjadi Ratumu sayang" "Bukankah lelaki hanya membutuhkan ini?" (CHANBAEK) Warning! NC-21 YAOI/BL/SHOUNEN-AI/RATED M!/Mature Content INSIDE! DLDR!
Rated : M++
Disclaimer : 100% MY OWN FICT! DO NOT COPAST! IF U WANT TO REPOST MY FICT OR TAKE OUT, PLEASE BRING THE CR. AND CONFIRM TO ME FIRST. THANKS!
A/N : BACA FANFICT INI DI TEMPAT SEPI! XD
Backsound : Katy Perry - E.T
~~ HAPPY READING ~~
.
.
.
"Tao? Bagaimana ka-"
"Brengsek!"
"Hey tunggu! Tao kau mau kemana?! Tao!"
Tao terus saja berlari menjauhi Kris. Menjauh dari seseorang yang pernah melukai hatinya dan mencampakkannya demi lelaki lain yang tidak jelas asal usulnya.
Tao rasanya ingin menangis jika mengingat hal itu, sungguh menyakitkan, karena dicampakkan oleh seseorang yang sangat kau cintai dan mencintaimu.
Flashback
"K-kris?"
Betapa terkejutnya Tao saat melihat Kris sedang berciuman dengan Baekhyun di kasur Rumah Sakit pada waktu itu.
Apa-apaan ini?
Dan kenapa lelaki itu malah diam saja ketika Kris menciumnya?
Kris langsung menyudahi ciumannya dengan terburu-buru ketika mendengar suara Tao.
"Tao? Dengarkan aku.. aku bisa jelaskan ini semua"
Kris gelagapan saat dirinya tertangkap basah sedang mencium Baekhyun oleh Tao yang notabenenya adalah kekasihnya. Sedangkan Baekhyun hanya bisa menundukkan kepalanya.
Tanpa menunggu lama lagi, Kris langsung beranjak dari posisi duduknya untuk mengejar sang kekasih yang telah lari entah kemana. Meninggalkan Baekhyun sendirian disana yang saat ini ternyata sedang menampilkan senyum miringnya.
"Sungguh lelaki bodoh!" Umpat Baekhyun dan ia kembali membaringkan tubuhnya tidak perduli dengan sepasang kekasih tersebut.
Dan disinilah awal mula Baekhyun semakin melancarkan aksinya.
Ia pun sama sekali tidak ada niat untuk melakukan ini, apalagi sampai merebut Kris dari kekasihnya itu. Sungguh ini diluar dugaan Baekhyun, padahal ia sudah berniat untuk mengakhiri hidupnya dengan terjun dari jendela kamar rawat inapnya. Tetapi Kris malah mengatakan dengan tiba-tiba jika Baekhyun itu sangat cantik bila tanpa kacamatanya dan menciumnya seperti barusan.
Tiba-tiba terlintas di pikiran setannya jika ia harus memanfaatkan kesempatan emas ini. Ia harus memanfaatkan Kris yang seperti nya sudah jatuh hati padanya dan juga merasa bersalah karena telah menabraknya dan membuatnya harus kehilangan bayinya. Bisa saja ia menggunakan alasan itu agar ia bisa memanfaatkan Kris. Dengan begitu ia bisa kembali hidup dan membalaskan dendamnya pada Chanyeol.
Benar, ide yang sangat bagus.
Baekhyun kembali menyunggingkan senyum miringnya saat ia mendengar sepasang kekasih itu sedang bertengkar hebat di luar ruangannya.
"Kau brengsek Kris!"
"Tao.. dengarkan penjelasanku dulu"
"Penjelasan apa lagi eoh? Ow atau kau ingin menjelaskan bagaimana manisnya bibir lelaki tidak jelas itu padaku dan menjelaskan bagaimana caranya kau mencium lelaki itu hah?!"
"Astaga Tao.. maafkan aku"
PLAK!
Tao menampar pipi kiri Kris dengan keras sehingga menimbulkan suara nyaring yang menggema di lorong Rumah Sakit tersebut.
"Kau bilang maaf? Semudah itu kau mengatakan maaf?" Ucap Tao.
Kini Tao sudah tidak mampu menahan airmatanya lagi dan ia membiarkan airmata itu jatuh begitu saja membasahi wajahnya.
Untung saja dilorong ini sudah sepi, karena saat ini jam memang sudah menunjukkan pukul 11 malam waktu setempat. Jadi Tao bisa dengan bebas berteriak pada kekasihnya yang brengsek itu hingga ia puas untuk meluapkan rasa amarah, benci, sedih dan cemburunya itu.
Kris terdiam setelah di tampar oleh kekasihnya tersebut. Karena ia merasa jika ini semua adalah 100% kesalahannya.
Kris sungguh bingung saat ini. Jika Tao ingin mengakhiri hubungan mereka yang sudah tiga tahun terjalin ini, Kris hanya mampu membiarkannya. Karena ucapan Tao itu selalu telak, dan tidak dapat di ganggu gugat.
Namun, disisi lain ia juga ingin memiliki Baekhyun yang menurutnya sangat polos itu, di tambah jika tadi Baekhyun mengatakan bahwa ia adalah seorang yang single atau tidak terikat oleh suatu hubungan dengan siapapun. Dan itu membuat Kris semakin tak kuasa menahan nafsunya untuk tidak mencium Baekhyun.
Tapi kenyataan sepertinya sedang tidak berpihak pada Kris karena kekasihnya memergoki perbuatan bejatnya. Sungguh sial Kris hari ini. Di tunjukkan pada suatu pilihan yang sangat berat.
"Kenapa diam?" Tanya Tao lagi.
Kris mengangkat kepalanya dan menatap wajah kekasihnya yang sudah banjir dengan air mata tersebut.
"Tao maafkan aku.." Kris meraih tangan Tao lalu menggenggamnya dengan erat.
"Lepashh! Hiks" Tao mencoba memberontak namun Kris malah menguatkan cengkramannya.
"Tao.."
Tidak ada kata yang mampu Kris ucapkan saat ini. Karena ia yakin semua perkataan yang ia keluarkan pasti akan selalu salah di mata Tao.
"Pilih aku atau dia?" Lirih Tao.
Tiba-tiba Tao menghentikan tangisannya dan kini malah menatap Kris dengan tajam sambil mangatakan itu pada kekasihnya.
Lidah Kris serasa kelu saat pertanyaan yang paling ia takutkan itu akhirnya terlontar dari bibir Tao. Kris menggerakkan bola matanya gusar dan ia bahkan sudah berkeringat. Astaga apa yang harus ia lakukan saat ini? Memilih Tao atau Baekhyun? Ia sama sekali tidak bisa memilih salah satu dari keduanya. Ia ingin memiliki keduanya, tapi itu adalah hal yang mustahil.
Brakk!
Kris yang sudah skakmat tidak tau harus berbuat apa-apa langsung menolehkan kepalanya ke arah suara yang mengganggu tersebut. Kris langsung membulatkan matanya saat ia menyadari jika suara tersebut berasal dari arah kamar Baekhyun.
"Baekhyun?"
Tanpa menunggu lama lagi, Kris langsung berlari memasuki kamar tersebut tanpa memperdulikan Tao yang masih terdiam menantikan jawaban dari Kris.
Sungguh Kris bingung harus melakukan apa. Dan ia pikir bahwa Baekhyun lah yang saat ini lebih membutuhkannya daripada Tao, dan mungkin jika ia meninggalkan Tao pada saat ini, Tao akan mengerti dan akan memaafkannya besok. Ya, Kris yakin.
"Hiks ternyata kau lebih memilihnya Kris.."
Tao akhirnya lari keluar dari Rumah Sakit laknat tersebut karena ia tidak ingin melihat wajah kekasihnya yang brengsek itu lagi. Sepertinya Tao harus menerima jika Kris lebih memilih lelaki itu di banding dirinya.
Oke, Tao akan menerimanya.
"Baekhyun! Kau tidak apa-apa?!" Panik Kris sambil memapah tubuh kurus Baekhyun yang ternyata terjatuh dari tempat tidurnya.
Baekhyun hanya menatap Kris dengan pandangan datar tanpa menjawab pertanyaan dari Kris.
'Berhasil! Dia lebih memilihku dibanding kekasihnya! Ternyata tuhan masih memberimu sedikit keberuntungan, Byun Baekhyun hahaha' jerit Baekhyun dalam hati.
Setelah tubuhnya dibaringkan oleh Kris kembali seperti posisi semula. Bukannya melepaskan pelukannya, Baekhyun justru mempertahankan tangannya terus melingkar di leher Kris dan memandang lelaki blonde itu dengan pandangan polos dan matanya yang sayu.
"Mianhae.." lirih Baekhyun.
Glup!
Kris menelan ludahnya kasar saat melihat wajah Baekhyun yang sangat imut dalam jarak sedekat ini. Terlebih lagi bibir tipis yang baru saja ia kecupnya tadi. Sangat manis dan itu membuatnya ketagihan untuk terus menciumnya.
"Tidak perlu kau pikirka-"
Cup
Mata Kris membulat sempurna saat Baekhyun tiba-tiba mengecup bibirnya.
Wow! Mimpi apa ia semalam?
Walaupun hanya ciuman yang singkat, tapi itu sudah cukup membuat Kris bahagia setengah mati. Apakah seperti ini rasanya berciuman dengan orang lain di belakang kekasih sendiri? Manis sekali dan Kris baru tau itu.
.
.
.
Tao membanting pintu apartemennya -bersama Kris- dan langsung mengemasi pakaiannya ke dalam koper.
Ya, Tao memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya saat ini juga sebelum Kris kembali dan melarangnya.
Tao sudah sangat membenci Kris saat ini. Kekasih yang penyayang, sabar dan baik itu tiba-tiba berubah menjadi seorang lelaki brengsek setelah mengenal lelaki tidak jelas itu. Tao sama sekali tidak menyalahkan Baekhyun, karena mungkin Baekhyun memang masih terlalu polos dan maka dari itu ia hanya diam saja ketika dicium oleh Kris. Dan Kris lah yang seharusnya ia salahkan karena bisa-bisa nya ia melakukan hal bejat itu disaat Tao tidak ada.
Tao sangat berterima kasih pada Tuhan karena ia telah menunjukkan padanya betapa brengseknya Kris. Kekasihya telah berubah dan yang lebih menyakitkan lagi bagi Tao adalah pada saat dimana Kris meninggalkannya untuk menolong lelaki itu. Kris bukanlah Kris yang dulu lagi.
Setelah Tao selesai mengemasi semua pakaian dan barang-barang miliknya, ia langsung bergegas menuju bandara tanpa meninggalkan pesan apapun pada Kris. Masa bodoh! Ia tidak perduli!
Flashback End
Grep!
Kris berhasil meraih tangan Tao dan Kris kali ini tidak ingin Tao lari lagi darinya. Sudah cukup ia menyakiti lelaki yang masih berstatus kekasihnya ini.
"Maafkan aku Tao. Aku masih mencintaimu.. sungguh" melas Kris.
Tao menarik nafasnya lalu menghelanya dengan kasar. Menunjukkan wajah yang sangat datar pada Kris agar lelaki blonde ini tau betapa sakit hatinya ia.
"Setelah sekian lama kau baru bisa mengatakannya sekarang? Tapi maaf.." Tao berbicara dengan sinis daa menjeda kalimatnya.
Kris terdiam dan hatinya mulai merasa tidak enak dengan apa yang akan Tao katakan.
"Aku sudah mendapatkan penggantimu. Jadi, lupakan saja cintamu itu... Kris"
Dan Tao dengan kasar menghempaskan tangannya beranjak dari sana meninggalkan Kris yang masih terpaku atas pernyataan Tao barusan.
Kris terdiam membiarkan Tao beranjak darisana.
"Ck! Kau fikir aku percaya? Kau bahkan masih tidak bisa membohongiku Tao. Dan aku yakin jika kau masih menempati rumah kita.." gumam Kris sambil menyungingkan seringaiannya menatap kepergian Tao.
.
.
.
.
.
.
"Hati-hati Kyung!"
"Aw-"
"Aishh sudah aku katakan jika sedang berjalan itu harus hati-hati.. jadi begini akhirnya"
Kai langsung menyingkap poni Kyungsoo dan langsung mengusap-usap dahi Kyungsoo karena Kyungsoo baru saja menabrak sebuah tiang yang berada di hadapannya dengan tidak sengaja.
"Mana aku jika ada tiang yang tiba-tiba berdiri di hadapanku" gerutu Kyungsoo sambil menundukkan kepalanya.
"Tiangnya sudah berada disana sejak dulu Kyung.. kau ini lucu sekali haha" Kai saat ini sedang meniup-niup dahi Kyungsoo yang sedikit memerah itu.
Kyungsoo hanya terdiam tidak menjawab perkataan Kai, ia saat ini hanya fokus dengan sepatu yang di pakainya karena ia tidak ingin melihat wajah Kai dalam jarak sedekat ini.
Perlakuan Kai pada Kyungsoo semakin lama semakin romantis saja. Apakah Kai sengaja bertingkah seperti ini agar dapat meluluhkan hati Kyungsoo?
"Sudah.. aku sudah tidak apa-apa, sungguh.."
Kyungsoo mundur satu langkah kebelakang agar ia dapat menghindari sentuhan Kai.
Kai yang mengerti akhirnya menurunkan tangannya dan tersenyum melihat ekspresi malu-malu yang Kyungsoo tunjukkan padanya.
"Yasudah, sebentar lagi kita akan sampai disana. Hanya beberapa anak tangga lagi saja.."
Kai melangkahkan kakinya menuju ke atas ke tempat yang sangat ia nantikan selama ia berada di China seperti sekarang ini.
Kyungsoo segera mendongakkan kepalanya dan mengikuti jejak Kai dari belakang.
Jantung Kyungsoo semakin berdebar setiap ia menaiki anak tangga yang membuatnya semakin mendekati tempat itu. Pasalnya, ia sangat bingung dengan apa yang akan ia lakukan jika ia dan Kai sudah berada disana.
Jelas saja karena itu adalah tempat yang sangat romantis! Bagaimana tidak? Disana adalah tempat yang paling sering didatangi oleh pasangan kekasih karena tempat ini memang di buat untuk sepasang kekasih yang ingin berwisata sambil menghabiskan waktunya.
Ya, itu adalah gembok cinta.
Tidak hanya di Korea saja yang memiliki tempat gembok cinta seperti ini, tetapi di China pun juga ada.
Dan setelah ia menyadari fakta jika Kai mengajaknya kesini, semakin membuat Kyungsoo berdebar-debar.
"Pegang tangan ku Kyung.."
Kai menyodorkan tangannya pada Kyungsoo yang tengah melamun.
"Tenang saja, aku tidak akan melakukan hal jahat padamu.." Kai tersenyum lebar pada Kyungsoo dan mau tidak mau membuat Kyungsoo meletakkan tangannya di atas tangan Kai.
Deg
Kyungsoo kembali berdebar saat Kai menggenggam tangannya dengan erat dan menarik tubuhnya untuk mendekati pagar dengan ribuan gembok cinta yang berada disana.
"Eung.. Kai"
"Ne?" Kai memperhatikan dengan intens wajah Kyungsoo yang sudah merona itu.
"Ke-kenapa disini sangat sepi?" Lirih Kyungsoo.
"Eum.. karena-aku-sudah-menyewa-tempat-ini-untuk-beberapa-jam-kedepan"
Kyungsoo menampilkan ekspresi O.O saat Kai tiba-tiba memegang wajahnya dan mendongakkannya agar ia bisa melihat wajah Kai dan tidak hanya menunduk terus seperti itu.
"Jika kau terus menunduk, bagaimana aku bisa melihat wajahmu yang cantik itu Kyung?" Ucap Kai dengan santai.
Lagi-lagi Kyungsoo hanya terdiam tidak berani menatap wajah Kai yang sangat tampan itu.
Oh Tuhan tolong jelaskan pada Kyungsoo kenapa lelaki setampan Kai bisa menyukainya sampai seperti ini?!
"Aku tidak tau bagaimana perasaanmu terhadapku jika kau hanya diam saja seperti itu Kyung.." ucap Kai lagi.
Hidung Kyungsoo memerah karena udara disini sangat dingin dan telinganya pun memerah juga.
Kyungsoo itu sungguh cantik dan polos dalam waktu yang bersamaan di mata Kai, ditambah dengan kulitnya yang putih bersih itu sangat mencolok karena penerangan disini cukup redup dan hanya di terdapat cahaya kuning dari beberapa lampu yang mengelilingi tempat tersebut.
Kai jadi tidak tega membiarkannya berlama-lama disini.
"Baiklah jika kau tidak ingin menjawabku.. aku tidak akan memaksa"
Kai tersenyum lalu melepaskan kedua tangannya yang menangkup wajah Kyungsoo tadi dan membalikkan tubuhnya berjalan untuk mendekati pagar yang dipenuhi dengan gembok cinta tersebut.
"Kai.."
Baru saja Kai ingin mengeluarkan sesuatu dari saku celananya tetapi ia menghentikan gerakannya saat mendengar suara lembut Kyungsoo memanggilnya.
Tap
Tap
Tap
Grep!
Kai langsung tersenyum lebar saat Kyungsoo dengan tiba-tiba memeluk tubuhnya dari belakang. Lalu Kai mengangkat tangannya untuk mengusap punggung tangan Kyungsoo yang lembut tersebut.
"Aku tidak menuntutmu untuk mengatakan sesuatu Kyung.."
Kai lalu membalikkan tubuhnya kembali untuk melihat wajah Kyungsoo dan meraih kedua tangan Kyungsoo untuk di di genggamnya.
"Jangan katakan sesuatu jika kau memang tidak ingin mengatakannya. Aku mengerti.." ucap Kai dengan lembut pada Kyungsoo.
"Aku hanya ingin kau tau jika aku merasa seperti bukan diriku setelah aku mengenalmu. Pikiranku hanya tertuju padamu dan hanya dirimu lah yang selalu memenuhi mimpiku.." Kai menjeda kalimatnya dan kembali tersenyum karena tidak ada tanda-tanda penolakan dari Kyungsoo.
"Dan aku ingin meminta izin padamu untuk menggantungkan gembok ini disana.. Jika kau ingin tau kenapa aku meminta izin padamu, maka aku akan menjawab.."
Kai mendekatkan bibirnya pada bibir Kyungsoo.
"Karena aku mencintaimu dan aku menulis namamu juga namaku di gembok ini agar cinta kita abadi tak peduli jika kau memang tidak mencintaiku.. Do Kyungsoo"
Setelah mengatakan itu tepat di depan bibir Kyungsoo, Kai langsung menjauhkan dirinya untuk memasang gembok tersebut disana.
Perlakuan yang sangat romantis!
Kyungsoo baru pernah mengalami hal seperti ini dari Kai. Kyungsoo kini yakin jika Kai adalah orang yang special dan benar-benar tulus mencintainya karena telah berjuang sampai seperti ini untuk mendapatkan cintanya. Terbukti dari Kai yang sama sekali tidak memaksa dan menyentuhnya hingga saat ini.
Bahkan Kai tidak menciumnya karena Kai sangat menghargai perasaan Kyungsoo.
Kyungsoo tersenyum lalu mendekati Kai untuk melihat gembok tersebut yang ternyata sudah terpasang dengan sempurna disana.
Kyungsoo langsung meraih tangan Kai dan sedikit meremasnya, membuat Kai menghadapkan tubuhnya ke arah Kyungsoo.
"Cium aku.." lirih Kyungsoo dan ia bahkan memberanikan dirinya untuk menatap mata Kai.
Kai sempat terdiam mendengar perkataan Kyungsoo, namun setelahnya ia tersenyum dan dengan perlahan mendekatkan wajahnya pada wajah Kyungsoo.
Kyungsoo kemudian memejamkan matanya saat ia merasakan bibir Kai telah menyentuh bibirnya dan menempelkannya dengan sempurna.
Jantung Kyungsoo berdetak tidak karuan saat merasakan Kai telah menggerakkan bibirnya dan mulai menyesap bibirnya.
Ciuman yang Kai berikan padanya selalu terasa aneh dan mendebarkan. Tapi Kyungsoo sangat menyukai ciuman manis ini.
Kyungsoo sedikit tercekat dan kemudian ia membuka matanya dengan lebar saat tangan Kai malah menangkupkan wajahnya guna memperdalam ciuman mereka.
Kyungsoo bisa lihat dengan jelas wajah tampan Kai yang sedang menutup matanya sambil terus menyesap bibirnya. Membuatnya sangat bahagia.
"Mph.."
Kyungsoo sedikit bergumam. Ia pun tidak mengerti kenapa ia mengeluarkan suara seperti itu. Sungguh memalukan.
Cpkh
Akhirnya Kai melepaskan ciumannya pada bibir Kyungsoo dan mengusap sudut bibir Kyungsoo dengan ibu jarinya.
"Kai.. Aku juga mencintaimu.." lirih Kyungsoo kemudian.
Tangan Kyungsoo perlahan terangkat untuk memeluk pinggang Kai dan Kyungsoo langsung memeluk erat tubuh Kai.
Kai bahagia bukan main setelah mendengar pernyataan bahwa Kyungsoo juga mencintainya.
"Katakan itu setiap hari dengan ciuman manismu Kyung.." ucap Kai membalas pelukan Kyungsoo dan Kai mengecup ujung kepala Kyungsoo saat Kyungsoo menganggukkan kepalanya.
Kai berhasil mendapatkan cinta Kyungsoo.
.
.
.
.
.
.
Baekhyun masih bertahan untuk membuka matanya setelah aktivitas panas nya bersama Chanyeol barusan.
Ia membiarkan tubuh telanjangnya ditindih oleh tubuh besar Chanyeol yang tiba-tiba ambruk diatasnya setelah ia orgasme.
Sepertinya lelaki ini memang sungguh kelelahan dan Baekhyun saat ini hanya memperhatikan wajah Chanyeol dalam waktu yang cukup lama.
'Aku hanya ingin bahagia, hanya itu..'
Baekhyun mengangkat tangannya untuk memeluk leher Chanyeol dan menenggelamkan wajah Chanyeol diperpotongan lehernya.
Merasakan hembusan nafas hangat Chanyeol yang teratur menggelitik lehernya.
'Tapi aku selalu menangis jika bersamamu..'
Baekhyun memejamkan matanya bersamaan dengan keluarnya airmata yang mulai membanjiri wajah cantiknya.
Ia bahkan tidak membayangkan akan seperti ini jadinya. Akan kembali pada diri aslinya yang lemah seperti dulu. Sosok lemah yang mencintai Chanyeol dalam diam, harus menerima kenyataan jika Chanyeol sama sekali tidak melihatnya dan menguatkan hatinya untuk menerima kenyataan jika Chanyeol sudah mempunyai kekasih yang sangat cantik.
'Kenapa kau selalu membuatku menangis?'
Lalu Baekhyun menciumi rambut Chanyeol yang sedang dipeluknya saat ini.
Begitu mudahnya Chanyeol membuatnya menangis seperti dulu lagi, setelah sekian lama ia mencoba untuk menjadi seorang yang egois dan berusaha mati-matian untuk mengubah dirinya menjadi sosok yang berbeda seperti sekarang ini.
Tiba-tiba ia teringat dengan Yejin. Membayangkan bagaimana reaksi Yejin jika Chanyeol menyetubuhinya seperti ini. Apakah gadis cantik itu akan marah? Atau malah menangis?
'Maafkan aku Yejin.. aku harus melakukan ini pada kekasihmu. Aku harus membalaskan dendamku padanya'
Baekhyun lalu mendorong tubuh Chanyeol dengan kasar agar menyingkir dari atas tubuhnya dan Baekhyun bangkit dari posisinya.
Ia kembali menatap wajah Chanyeol dan ia terisak dalam diam.
Rambut madunya berantakan, matanya yang cantik menjadi sembab karena terus mengeluarkan air mata, bibirnya membengkak karena terus di lumat oleh Chanyeol selama kegiatan seks mereka, dan lihat tubuhnya..
Kemeja putih yang dipakainya sudah tidak berbentuk lagi, putingnya sedikit membengkak dan memerah, seluruh bagian bahu dan lehernya juga di penuhi oleh bercak merah karena terus di hisap oleh Chanyeol dan pahanya mulusnya sudah penuh dengan cairan putih entah milik siapa.
Sungguh Baekhyun tidak pernah merasa seberantakan ini sebelumnya. Hanya dengan Chanyeol ia akan menjadi kacau dan berantakan seperti ini. Ia tidak bisa mengendalikan dirinya jika sudah berada dibawah Chanyeol. Terus meraung dan meminta lebih pada lelaki ini.
"Kau jahat Chanyeol.." lirih Baekhyun dengan suara seraknya.
Lalu ia bangkit menuruni tempat tidurnya dan membersihkan dirinya untuk menghapus semua jejak Chanyeol yang ada pada tubuhnya.
'Aku akan tetap berpura-pura walaupun kau semakin meruntuhkan pertahananku Chanyeol.. sampai aku benar-benar tidak bisa melakukan apa-apa lagi untuk membuatmu hancur..'
.
.
.
.
.
.
"Selamat pagi.."
"Selamat pagi sajangnim"
Sapaan Chanyeol di balas dengan ramah oleh para pegawainya seperti biasa.
Chanyeol merasa dirinya sedikit bersemangat setelah ia bercinta dengan Baekhyun semalam.
Ia merasa sangat beruntung karena bisa bercinta dengan Baekhyun dan memiliki seutuhnya diri Baekhyun.
Chanyeol lalu memasuki ruangan kerjanya dan meletakkan tas kerjanya di atas meja.
Menyenderkan tubuh tingginya di kaca transparan dan memandangi suasana luar gedung yang sangat indah.
"Chanyeol.. maafkan aku hiks"
"Kau berkata apa Yejin? Bertahanlah.."
"Tidak Chanyeol.. aku sudah tidak kuat"
Chanyeol menangis dan terus menggenggam dengan erat tangan kekasihnya yang sudah terbaring lemah di atas tempat tidur rumah sakit.
"Kau akan selamat, kau akan sembuh dan kita bisa bersama-sama lagi Yejin.. aku mencintaimu"
Yejin menangis dan menggeleng lemah.
"Bukan aku.."
"Kau ini bicara apa eoh?!" Chanyeol berteriak karena tidak mampu membendung rasa kalutnya.
"Berjanjilah.." ucap Yejin lagi.
Chanyeol tidak mengatakan apapun lagi dan mendengarkan ucapan Yejin selanjutnya.
"Carilah dia.. carilah penggantiku. Seseorang yang tepat untukmu. Berjanjilah.."
Setelah mengatakan itu, suara alat rumah sakit yang menempel di tubuh Yejin berbunyi dengan nyaring menandakan jika detak jantung Yejin sudah berhenti bekerja.
Chanyeol langsung panik dan memeluk tubuh Yejin yang sudah tidak bernyawa itu dengan sangat erat.
"Aku berjanji Yejin.. jangan tinggalkan aku"
Dan Chanyeol harus menerima kenyataan jika kekasihnya yang sangat ia cintai itu telah pergi meninggalkannya selama-lamanya.
Chanyeol langsung mengusap airmatanya ketika membayangkan kembali kejadian yang paling menyedihkan untuknya tersebut. Dimana ia harus kehilangan kekasihnya yang telah ia perkosa dan sedang mengandung anaknya.
Chanyeol sangat terpukul atas kematian Yejin pada saat itu. Tetapi sampai ada suatu hal yang tidak ia ketahui selama Yejin hidup yaitu..
Ketika Yura mengatakan padanya bahwa..
Orang yang di perkosanya pada saat itu adalah bukan Yejin, tetapi orang lain.
Dan sepertinya ia telah bertemu kembali dengan 'orang lain' yang di perkosanya dimasa lalu itu.
Yaitu kekasihnya sendiri yang bernama Byun Baekhyun.
"Kenapa kau melakukan ini Baek? Apa kau berencana untuk membalaskan dendammu padaku atas kesalahanku dimasa lalu?"
Chanyeol berjalan lemah menuju kursi kerjanya dan mendudukan tubuhnya dengan lesu disana.
Masalah yang rumit ini seketika membuat semangatnya hilang setelah menyadari alasan dibalik kenapa Baekhyun melakukan semua ini padanya.
Chanyeol lalu mengambil ponsel disaku jasnya dan ia memutuskan untuk menelepon kekasihnya.
Cukup lama Chanyeol menunggu panggilannya diangkat, akhirnya ia mendengar suara Baekhyun pada sambungan teleponnya.
'Yeoboseyo?' Ucap Baekhyun dengan lembut di seberang sana.
Chanyeol tersenyum.
"Bisakah kau datang ke kantorku saat ini juga? Aku membutuhkanmu.." ucap Chanyeol dengan suara beratnya.
Dan Chanyeol menyunggingkan senyum miringnya saat ia tidak mendengar jawaban Baekhyun cukup lama.
'Baiklah.. aku akan segera kesana' lirih Baekhyun.
Bingo!
"Oke, aku menunggumu.." setelah itu Chanyeol langsung memutuskan sambungan teleponnya dan menyandarkan tubuhnya pada kursi kerjanya.
.
.
.
.
.
.
Kring~
"Ne?"
Chanyeol mengangkat telepon kerjanya yang tiba-tiba berbunyi.
"Ada seseorang yang ingin menemui anda sajangnim"
Ternyata telepon tersebut berasal dari resepsionis di kantornya yang memberitahu padanya jika ada seseorang yang ingin menemuinya.
"Jika dia bernama Baekhyun, langsung saja suruh datang ke ruanganku.. dia kekasihku" ucap Chanyeol dengan bangga agar bawahannya mengetahui jika lelaki cantik yang ada di hadapan bawahannya itu adalah kekasihnya.
Chanyeol segera menutup teleponnya saat resepsionis tersebut menyanggupi perintahnya.
Disisi lain, Baekhyun hanya menunjukkan wajah datar tidak semangatnya pada resepsionis yang sangat cantik namun tidak lebih cantik dari dirinya itu.
"Maaf, anda bisa langsung ke ruangan Park Sajangnim.." si resepsionis itu membungkuk hormat pada Baekhyun dan hanya di balas dengan senyum tipis oleh Baekhyun.
'Ck! Reaksinya menjijikan sekali.. Bahkan perempuan itu tidak menyangka jika aku akan semudah itu menjadi kekasih Chanyeol setelah melihatku dengan jelas bercumbu dengan Kris pada waktu itu haha'
Baekhyun melangkahkan kakinya untuk memasuki lift dan menekan tombol lantai paling atas gedung tersebut.
Ia berpakaian normal saat ini. Tidak lagi mengenakan kemeja putih tanpa celananya, melainkan saat ini dia mengenakan kaos putih tipis dengan celana jeans biru yang sobek di bagian lututnya dan ia juga mengenakan kacamata hitam yang sangat kontras dengan kulit wajahnya yang sangat putih.
Baekhyun tidak akan segila itu pergi ke tempat umum di siang hari seperti ini mengenakan pakaian seperti biasanya. Ia tidak ingin kulit mulus dan sempurnanya itu terkena cahaya matahari langsung yang akan membuat kulitnya yang sudah ia rawat selama ini menjadi kusam dan jelek begitu saja.
Ting
Tak terasa Baekhyun sudah tiba di lantai dimana ruangan Chanyeol berada. Dengan angkuh dan wajah datarnya ia kembali melangkahkan kakinya menuju ruangan Sang Direktur Utama tanpa memperdulikan pandangan para pegawai Chanyeol yang menatapnya heran dan kagum dalam waktu yang bersamaan.
'Haha apakah aku semenarik itu?'
Baekhyun tertawa dalam hati ketika melihat beberapa pegawai lelaki Chanyeol yang ehemm lumayan tampan itu menatapnya tanpa berkedip.
Cklek
Baekhyun membuka pintu dengan pahatan elegan tersebut dan melihat Chanyeol menyambutnya dengan senyuman tampannya.
Chanyeol lalu mendekatinya dan memeluk tubuh Baekhyun dengan erat.
"Akhirnya kau datang juga.. aku sangat merindukanmu" bisik Chanyeol.
Baekhyun dengan terpaksa membalas pelukan Chanyeol dan membiarkan Chanyeol melumat bibirnya saat ini.
Tak lama ciuman itu berlangsung, Chanyeol lalu melepaskannya.
Baekhyun menjilat bibirnya sendiri yang terasa basah itu lalu tersenyum pada Chanyeol.
"Secepat itukah kau merindukanku?" Ucap Baekhyun.
'Kenapa Chanyeol terlihat biasa saja dan tidak lelah sama sekali?'
"Ne, aku sangat merindukan kekasihku" Chanyeol menekankan kata terakhirnya lalu mendudukkan Baekhyun di sofa yang berada disana.
"Kenapa kau memakai pakaian seperti ini?" Tanya Chanyeol sambil memperhatikan pakaian Baekhyun.
"Apa kau ingin aku memakai kemeja itu dan membuat aku di perkosa selama aku menuju kesini?" Ledek Baekhyun.
Chanyeol tersenyum dan mengusak rambut Baekhyun yang sangat lucu dimatanya saat sedang merajuk seperti ini.
"Mana mungkin? Tidak akan aku biarkan seseorang menyentuhmu barang sedikitpun sayang.."
Ya ampun! Suasana ini mengapa sangat manis? Kenapa Chanyeol memperlakukannya dengan sangat romantis seperti ini? Baekhyun jadi merasa sedikit muak.
"Jinjja?" Baekhyun menampilkan wajah imutnya dan memanyunkan bibirnya menyodorkannya pada Chanyeol.
Cup
"Ne.."
Chanyeol mengecup kembali bibir Baekhyun lalu melepaskan kacamata hitam yang di pakai oleh Baekhyun.
"Kau sangat cantik sayang.." ucap Chanyeol dengan wajah sumringahnya.
"Kau juga sangat tampan Chan mphh"
Chanyeol kembali melumat bibir tipis Baekhyun dan mengusap-usap tengkuk bagian belakang Baekhyun dengan gerakan merangsang.
Baekhyun memejamkan matanya dan mengalungkan tangannya di leher Chanyeol. Jujur saja ia sangat menyukai tindakan Chanyeol yang tiba-tiba melumat bibirnya seperti ini.
"Anghh apah kau ingin bercinta disini Chanh?" Gumam Baekhyun di sela ciumannya.
Chanyeol hanya menggelengkan kepalanya dan masih tetap fokus melumat bibir Baekhyun yang sedikit terbuka.
Setelah puas menghabisi bibir Baekhyun, Chanyeol lalu melepaskan ciumannya dan menjilat bibir Baekhyun.
"Aku hanya ingin bertanya kepadamu.."
Baekhyun menaikkan kedua alisnya menunjukkan ekspresi bertanya pada Chanyeol.
"Maukah kau makan malam dengan keluargaku? Aku ingin mengenalkanmu pada kedua orangtuaku dan juga kakak perempuan ku.."
Deg!
Tubuh Baekhyun seketika menjadi kaku setelah mendengar penuturan Chanyeol.
Jantungnya berdegup dengan keras seolah ia akan di eksekusi mati dan wajahnya juga saat ini sudah mengeluarkan keringat dingin.
Bagaimana jika masa lalunya terbongkar setelah ia bertemu kembali dengan Yura? Tidak! Ia tidak ingin gagal secepat ini. Kedoknya semakin lama akan semakin terbongkar dan membuatnya semakin gagal dalam rencana balas dendamnya.
Apa yang harus ia lakukan? Jika ia menolak tawaran Chanyeol, pasti Chanyeol akan mencurigainya. Dan jika ia menerima tawaran tersebut maka..
Hancurlah semua perjuangannya selama ini.
"Bagaimana? Kau bersedia?"
Tanya Chanyeol kembali pada kekasihnya ini yang sepertinya sangat shock atas pertanyaannya barusan.
Chanyeol menang.
Ia akan membuat Baekhyun mengakui segalanya dan dengan begitu ia bisa memiliki Baekhyun selamanya.
Dan Chanyeol menunjukkan senyum miringnya saat ia tidak kunjung mendapatkan jawaban dari Baekhyun.
'Apa aku harus.. menyerah?'
.
.
.
.
.
.
TBC!
.
.
.
.
.
.
Ohh ternyata begitu masa lalu Kris bisa berpisah sama Tao, huuuu dasar Baek! PHO bhaqq :v
Btw, itu KaiSoo nya so sweet bgt ya wkwk
Yang paling greget itu pas Kyungsoo bilang "Cium aku.." bhahaha pasrah amat kayanya lu Kyung xD
Yejin juga udh ngaku dan nyuruh Chan buat nyari Baekhyun secara tidak langsung sebelum ia meninggal..
Kasian Yejinnya huweee :'3
Dan terakhir,
YAWLAAAAAAA ITU CHANBAEK SO SWEET BINGGO~
BEGITU AJA TERUS SAMPE FF INI TAMAT :V BHAQQ
BERCANDA DENG :V
EH, SI CHAN NGAPAIN NGAJAKIN BAEK KETEMU KELUARGANYA?
MATI KAU BAEK! MATI! *APAINI
OK, ADA YANG BISA NEBAK GA? BAEK NERIMA TAWARAN ITU ATAU NOLAK?
REVIEW JUSEYO~
YUTA TUNGGU REVIEWNYA~
GOMAWO~
SARANGHAE BBUING~!
