Helloww minna!
Gomennn karena belakangan saya gak bias buka website ini :')
Akhirnya berhasil update!
Yosshhh chap 9 now. Go ahead!
…
Setelah seminggu Naruto tidak masuk ke sekolah dan sepertinya rasa malas untuk datang ke sekolah mulai masuk dalam benaknya. Namun ini hari pertama Sasuke juga datang ke sekolah untuk sekian lama, jadi Naruto tidak lagi punya niat untuk bolos sekolah.
Naruto membuka pintu kelasnya yang biasa, dan ia sedikit terkejut saat melihat kerumunan di bagian tengah kelas, tepatnya di sekitar meja Sasuke.
"Sasuke-kun, aku sudah menyalin catatanku untuk mu"
"Sasuke, banyak yang mencarimu selama kau tidak ada."
"Sasuke, kau harus main dengan kami nanti siang."
Suara-suara itu terdengar antusias dan saling bersahutan di dalam kelas. kehadiran Sasuke setelah sekian lama tentu akan memberikan dampak seperti ini di kelas Naruto.
Naruto melirik sekilas ke arah Sasuke yang sepertinya sedikit kewalahan meladeni teman-temannya itu. tapi syukurlah, Sasuke sudah benar-benar sehat dan kembali seperti sedia kala. Naruto menghela nafasnya lega dan berjalan menuju bangkunya mengabaikan kerumunan itu dengan cuek.
Pemuda pirang itu seperti biasa langsung memakai headset dan membaca komik kesukaannya di bangkunya yang terletak di pojok belakang kelas. sebelum kelas dimulai Naruto ingin menikmati kedamaian sebentar saja, sebelum seseorang menimpuk pengapus ke kepalanya.
Ck, Naruto memilih untuk mengabaikan lemparan pengapus itu, ia tetap fokus pada komiknya dan tidak mau terlibat dengan sesuatu yang tidak penting. Naruto mengeraskan volume musik yang ia dengar melalui headsetnya.
"oi, cupu kembalikan pengapusku!" seorang cowok berbadan kurus menghampiri Naruto sambil berkacak pinggang.
Naruto mengabaikannya, kenapa ia harus mendengarkan orang ini, toh dia sendiri yang melempar penghapusnya ke arah Naruto.
"hei, kau itu cupu, bukan tuli! Cepat ambil pengapusku!" anak cowok itu merasa sebal dan meninggikan suaranya. Membuat anak-anak kelas jadi mengalihkan perhatian mereka pada Naruto dan anak itu.
Naruto menghela nafas, ia menyerah untuk tidak meladeni anak berisik ini. Jadi Naruto menurut untuk mengambil pengapus dan menyerahkan padanya.
"bagus." kata cowok itu puas.
Naruto hanya berharap anak itu segera pergi meninggalkannya, tapi ternyata setelah beberapa detik anak itu tidak sedikitpun melangkah menjauh.
"kau ini baca buku apa sih?" anak itu malah semakin mengganggu Naruto dengan mengambil komik yang tengah di baca oleh Naruto.
"oh, jangan-jangan itu buku porno." Kemudian ada anak lain yang bergabung dengan niat mengganggu Naruto. Naruto mengernyitkan dahinya, sedikit tidak suka dengan perlakuan dua teman sekelasnya yang bagaikan bocah nakal.
"kembalikan." Kata Naruto singkat, mencoba mengambil buku komik dari salah satu orang yang menjahilinya.
"wah, Naruto kau nakal sekali dalam kelas membaca buku seperti ini." Kata anak itu lagi setelah menghindari tangan Naruto.
Anak-anak sekelas itu termasuk Sasuke, kini semuanya melihat ke arah Naruto yang sedang di ganggu itu.
"bagaimana kalau kami laporkan pada guru ya?" satu demi satu orang berdatangan kepada Naruto untuk mengganggunya.
"wah, lihat di punggung Naruto ada tulisan!" seru seseorang.
Naruto terkejut, tulisan? Naruto meraba punggungnya dan mengambil tulisan dari sana tulisan itu berbunyi I'm Gay
Naruto melotot horor saat melihat tulisan itu dan semua anak di kelas mulai mentertawakannya. Awalnya hanya mentertawakan, hingga kemudian mereka mulai mencemooh dan mengganggu Naruto lebih dari itu.
Melihat itu Sasuke mengepalkan tangannnya kuat-kuat, ia memandang ke bangku kosong di sebelahnya. Kalau ada Gaara, pemuda merah itu pasti sudah berdiri dan berteriak membela Naruto. Gaara pasti tidak segan untuk memarahi siapa saja yang mengganggu orang lain, meskipun itu adalah Naruto.
"dasar cupu, berlutut dulu padaku baru aku akan mengembalikan buku porno mu ini."
Sasuke menggigit bibir bawahnya. Naruto itu... si bodoh itu... Sasuke tahu kalau Naruto bisa melawan, tapi kenapa dia diam saja sih. Sasuke menatap sebal ke arah Naruto.
"aku tidak sudi, sekarang kembalikan buku ku brengsek." Kata Naruto tiba-tiba. Anak-anak di kelas itu sedikit kaget, namun tidak lama.
"wah, akhirnya kau menggonggong juga ya Naruto." kata salah satu anak.
"uhh.. takut. Hahahaha"
Naruto tahu, bagaimanapun sebenarnya ia mampu melawan, anak-anak itu sudah terlanjur meremehkannya dan akan terus memperoloknya ramai-ramai. Melawan bagaimana pun akan sia-sia.
"ada yang ingin kau katakan, Sasuke?" Sasuke berjengit saat seseorang berbisik seperti itu di belakangnya.
"Neji?" Sasuke tersentak saat cowok yang menggunakan jaket itu telah berdiri di belakangnya.
Neji tersenyum simpul pada Sasuke sambil menepuk pundaknya.
Sasuke menghela nafas melihat Naruto yang diam saja saat dikerjai. Naruto sialan. Sasuke tahu benar kalau mudah bagi Naruto untuk melawan mereka semua, tapi sepertinya pemuda itu sengaja memancing Sasuke untuk turun tangan langsung.
Sasuke berjalan ke arah orang-orang itu tanpa ada seorangpun yang menyadarinya. Ia mendekati salah satu anak yang sedang memegang buku komik Naruto. Sasuke mengambil komik itu tanpa mengatakan apapun.
"Sasuke?" kata anak yang baru saja komiknya di rampas oleh Sasuke.
Sasuke cuek menghampiri Naruto dan memberikan komiknya kembali pada pemuda pirang itu.
"ini komik mu, dobe." Kata Sasuke datar.
"thanks" Naruto menyeringai puas.
Hening sesaat.
Anak-anak di kelas itu mendadak rusuh, Sasuke tidak biasanya ikut campur dalam masalah ini karena dia selalu netral, sasuke itu bukan gaara yang akan merasa sebal bila ada keributan tidak penting dalam kelas. Tapi mengapa tiba-tiba Sasuke kini melotot pada mereka, seperti marah dan ... muak. Mereka semua memandang aneh dan bingung pada Sasuke.
"kalau kalian mengganggu ku terus, pacarku tentu akan marah." Kata Naruto lantas merangkul pundang Sasuke dengan akrab.
Hening sesaat. Jantung Sasuke berdetak teramat kencang. Diakui oleh Naruto sebagai pacar di depan umum ternyata begini rasanya.
"HAAAAAHHH?"
Selanjutnya kelas itu mendadak rusuh dan berisik, mereka tidak percaya seorang Almighty Sasuke berpacaran dengan si Naruto itu.
"Naruto bodoh! Jangan memfitnah sasuke seperti iyu!" seru seorang gadis blonde berkuncit kuda.
"kebohongan mu itu bias mencemari nama sasuke-kun!" sahut gadis yang lain.
"sasuke-kun, jangan diam saja." Kali ini gadis berambut merah muda menuntut sasuke untuk menyangkal semuanya.
perotes terjadi di sana-sini karena tidak terima dengan fakta itu. namun Naruto dan Sasuke cuek saja dengan semua itu.
"kau nekat" kata sasuke pelan kepada naruto.
"kau yang memancing ku." Bisik naruto lantas terkekeh.
Neji tersenyum kecil, ia melihat ke arah bangku yang biasa di duduki oleh Gaara. Kalau kekasihnya itu melihat kejadian ini, ia juga pasti akan tersenyum lega.
XXX
Gaara duduk terdiam seorang diri di atas kasurnya, ia memperhatikan cahaya silver dari bulan purnama yang masuk melalui celah-celah jendelanya. Rasanya benar-benar sepi, sekarang ini ia seperti mayat hidup karena tak banyak yang bisa ia lakukan.
Pemuda merah itu menelusuri pandangannya ke seluruh kamar. Di malam-malam sebelumnya, dulu Neji selalu diam-diam datang ke kamar ini. Di atas kasur ini mereka bercanda bersama, tertawa, berpelukan, dan berciuman.
Gaara memeluk lututnya, ia benar-benar rindu dengan semua itu. dan dikurung dalam kamar yang penuh kenangan seperti ini benar-benar menyakiti batinnya.
Terlebih lagi hari ini, seluruh keluarganya di undang untuk mendatangi pesta ulang tahun kepala keluarga di kediaman Uzumaki. Pesta itu di adakan oleh keluarga terpandang sekelas Namikaze, meski pada dasarnya mereka merayakan ulang tahun tapi sesungguhnya itu adalah acara bisnis.
Pesta itu akan menjadi ajang bersosialisasi, memperluas jaringan serta bernegosiasi antar pebisnis. Karena itu tentu saja ayah Gaara yang juga seorang pebisnis besar pasti akan mendatanginya dan mengajak kankurou serta temari, agar anak-anaknya itu juga bisa belajar tentang pergaulan kasta atas.
10.30
Sudah sangat larut, hari ini akan berganti menjadi hari esok beberapa jam lagi. Gaara menghela nafasnya, entah sampai kapan ia akan seperti ini.
Pletak!Pletak!
Gaara terkejut mendengar suara sesuatu menghantam jendela kamarnya.
Pletak! Pletak! Pletak!
Bunyi itu muncul untuk yang kedua kalinya dengan suara lebih banyak. Gaara buru-buru berjalan ke arah jendela kamarnya dan membuka pintu yang menuju balkonnya.
Pemuda berambut merah itu memungut batu yang sudah dibungkus oleh kertas. Penasaran, Gaara membuka kertas itu dan membacanya satu persatu.
'Gaara, aku bukan orang yang sempurna. Tapi aku akan mempertaruhkan semua yang aku punya malam ini'
Gaara terdiam membaca kalimat itu. ia beralih ke kertas berikutnya.
'Gaara, mungkin selama ini aku tidak bisa di andalkan, tapi malam ini aku tidak ingin lagi membenci diri ku sendiri.'
Gaara buru-buru mengambil dan membaca kertas yang selanjutnya.
'aku sudah tidak mau berpisah darimu, aku benar-benar mencintaimu. Aku ingin membawamu pergi bersama ku'
Darah Gaara terasa panas, jantungnya berdetak kencang saat ia membaca kalimat di kertas selanjutnya.
'kalau kau setuju, lihatlah kebawah aku ingin menciummu saat ini juga.'
Setelah membaca kertas terakhir itu, Gaara segera berdiri dan memandang ke taman yang ada di bawah kamarnya. Tanpa terasa air matanya mengalir, terharu melihat seseorang yang tersenyum lembut dibawah sana, matanya yang perak seindah cahaya bulan itu begitu menghipnotisnya di bawah langit malam yang sedikit gelap.
Neji tersenyum lembut, lalu berbisik "menikahlah dengan ku" suaranya yang pelan terbawa angin.
Gaara memejamkan matanya, mengangguk mantap saat angin mulai bertiup kencang malam itu.
TBC
Semoga plot nya gak kecepatan deh.
Thanks buat semua feed back sebelum nya. 3
And, I need your reviews to the next chap ^^
See ya!
