My Annoying Boy

.

.

Dhienhie Kyuminshipper Fujoshi

.

.

Genre: Romance, Drama, Friendship.

.

.

Rate: T

.

Lenght: Chaptered

.

.

Disclaimer: KyuMin milik Tuhan. Kyuhyun milik Sungmin dan Sungmin milik Kyuhyun, mereka saling memilki walau sebenarnya saya ingin memonopoli Sungmin untuk diri sendiri *bletak* Tapi yang pasti FF abal ini milik saya seutuhnya. :D

.

.

Warning:YAOI, Typo(s), AngryKyu! SuperInnocentMing! DON'T LIKE DON'T READ! NO BASH! NO PLAGIAT!

.

.

.

enJOY~

CHAPTER 9

.

~(*o*)~

.

This fict is dedicated..

To the world biggest shipper..

The JOYers..

Setelah kembali ke apartemen, Sungmin langsung mendapatkan omelan-omelan tak jelas khas Cho Kyuhyun. Bahkan namja pemarah itu tidak mempedulikan Sungmin yang kesusahan melepas wig atau membersihkan make up yang Eunhyuk poleskan di wajahnya. Sungmin berpikir setelah selesai dengan kegiatan membersihkan wajahnya, bagaimana bisa Eunhyuk meriasnya secantik ini? Eunhyuk kan namja? Apa jangan-jangan Sungmin saja satu-satunya namja yang tidak bisa merias diri?

Sungmin menggelengkan kepalanya. Dia tahu dengan jelas satu orang yang tidak bisa berdandan dengan baik, hyungnya –Donghae juga tak bisa berdandan. Satu senyum konyol terlukis di bibir Sungmin, akhirnya ia tidak menjadi satu-satunya namja yang tidak bisa berdandan. Jadi, kalau suatu saat Kyuhyun mengatakan kalau namja yang tidak bisa berdandan adalah namja yang bodoh, Sungmin bisa mengatakan kalau Donghae juga namja bodoh karena tidak bisa berdandan. Kalau kalian bertanya apa maksud Sungmin berpikir itu, tanyakan langsung pada sosok innocent itu.

"Ming!"

Sungmin yang tengah duduk diam di atas kasurnya langsung terlonjak dari lamunannya. Kyuhyun sudah berdiri di depan pintu kamarnya dengan tampang kesal. Sungmin mengerjab untuk beberapa saat, apalagi ya kesalahannya kali ini? Apa Kyuhyun kalah main game dan ini gara-gara Sungmin? Sungmin menggeleng sejenak.

"Iya hyung?"

"Apa yang kau lakukan disini? Aku lapar."

"Eoh?" Sungmin membeo menyadari sesuatu. Dia belum memasak.

"Itu hyung, aku baru selesai membersihkan wajahku, susah sekali," keluh Sungmin.

Kyuhyun berdecak kemudian melakukan rolling eyes.

"Ini sudah hampir jam 7 malam, apa saja yang kau bersihkan? Ck!"

Sungmin menatap Kyuhyun bingung.

"Tapi kan hyung juga main game dari tadi siang. Hyung main apa saja?"

'Huh?' Kyuhyun menautkan alisnya, secara tidak langsung sosok polos ini tengah membantahnya. Berani sekali bocah 19 tahun ini.

"YA! Apa hakmu bertanya seperti itu? Kau lupa apa saja tugasmu heh?"

Sungmin buru-buru membereskan kapas-kapas yang mengotori kasurnya sebelum Kyuhyun kembali memarahinya.

"Iya hyung, hyung mau makan apa?" tanya Sungmin sambil berjalan keluar kamar.

Kyuhyun hanya menatap Sungmin yang masih sibuk dengan sampah-sampah untuk membersihkan riasannya.

"Terserah kau saja, asal jangan ramen."

Sungmin mengangguk sambil melangkah menuju wastafel untuk mencuci tangannya. Sejenak Sungmin terdiam memikirkan sesuatu yang mengganjal pikirannya sejak tadi.

"Apa ya?" gumam Sungmin sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

Kyuhyun yang masih berdiri memperhatikan Sungmin hanya mengerutkan kening melihat tingkah ajaib Sungmin.

"Apa yang kau pikirkan? Jangan menggunakan air berlebihan, tangan siapa saja yang kau cuci? Kenapa lama sekali?"

Sungmin tersentak saat Kyuhyun kembali mengomelinya.

"Hehe, hanya tanganku hyung," cengir Sungmin sambil memutar kran.

Kyuhyun mendengus kemudian beranjak melangkah.

"Ah hyung! Aku ingat!" seru Sungmin tiba-tiba.

"Apa?"

"Hadiahku. Mana hadiahku? Hyung sudah janji kan?"

'Oh!' Kyuhyun mengiyakan dalam hati.

"Memangnya kau mau hadiah apa?" tanya Kyuhyun.

"Emmmmm –apa ya?"

"Pikirkan baik-baik sebelum aku tidak jadi memberi hadiah padamu."

"Loh! Tapi kan hyung sudah janji, namja harus tepat janji, hyung nam-"

"Lee Sungmin apa perlu kubuktikan kalau aku namja?" potong Kyuhyun dengan nada dingin.

Sungmin menggeleng takut-takut.

"Ck! Awas saja kalau kau meragukan-ku lagi," gerutu Kyuhyun sambil melangkah gusar menuju kamarnya.

KLING!

Kyuhyun melongokkan kepalanya dari pintu kamarnya. Dugaannya tepat, Sungmin masih berdiri diam dengan tampang polos menatap bingung ke arah pintu kamar Kyuhyun.

"Ada tamu. Lihat sana!" suruh Kyuhyun.

Sungmin mengangguk cepat kemudian sedikit berlari menuju pintu apartemen. Mengabaikan pesan Kyuhyun untuk melihat intercom sebelum membuka pintu, Sungmin langsung membuka pintu.

"Annyeong~" sapanya ramah.

"Kyu oppa."

Wajah sumringah Sungmin mengeruh perlahan, otot wajahnya yang semula tertarik untuk mengukir senyum langsung mengendur setelah melihat siapa yang bertamu ke apartemen Kyuhyun.

"Silahkan masuk noona," ucap Sungmin singkat kemudian memutar tubuhnya untuk melangkah menuju kamar Kyuhyun. Kepalanya sedikit menoleh untuk melihat apa tamu Kyuhyun sudah duduk di sofa atau masih berdiri di pintu. Sungmin mendadak berharap tamu itu masih berdiri di pintu kemudian Sungmin menyihir pintu itu menjadi tertutup dengan sendirinya, jadi noona menyebalkan itu tidak jadi bertamu pada Kyuhyun. Tapi lagi-lagi Sungmin menghela napas sedih saat menyadari ia tak punya kekuatan sihir seperti di dongeng-dongeng yang sering ia tonton.

CKLEK!

"Hyung."

"YA!" Kyuhyun terlonjak. Tumben-tumben Sungmin tak mengetuk pintu kamarnya lebih dulu.

"Ada noona yang mencari hyung."

Kyuhyun menatap wajah kusut Sungmin sejenak sebelum menghembuskan napas pelan.

"Kau kenapa lagi?"

Sungmin menggeleng.

"Tidak apa-apa hyung, aku mau tidur saja," jawab Sugmin kemudian berjalan menuju kamarnya, mengabaikan Kyuhyun yang masih menatap bingung ke arahnya.

"Kenapa akhir-akhir ini mood-nya sering berubah ya?" gumam Kyuhyun sambil berjalan malas menuju ruang tamu guna menemui noona yang dimaksud Sungmin.

.

.

.

Sungmin menutup pintu kamar kemudian menguncinya. Sebelum mendapatkan kamar seperti saat ini, Sungmin biasa melakukan hal seperti ini di kamar mandi.

Tangannya tampak berkutat dengan ponsel mencari kontak untuk melakukan panggilan pada seseorang yang sangat sering ia hubungi. Sungmin menempelkan ponselnya di telinga, menunggu beberapa saat sampai nada sambung terdengar.

'Yeoboseyo?'

"Yeoboseyo hyung~" jawab Sungmin setelah sosok di seberang sana menerima panggilannya.

'Ada apa Min?'

"Hyung, ada noona yang bersama Kyu hyung di ruang tamu. Aku sudah bilang pada Kyu hyung kalau aku tidak suka dengan noona-noona yang mendekati Kyu hyung, tapi mereka masih saja kesini. Aku kan kesal hyung," cerita Sungmin sambil memukul gemas boneka yang sudah berada di pangkuannya.

Sosok di seberang sana terdengar mengeluarkan kekehan pelan.

'Hei, apa namsaeng hyung yang paling imut ini sedang cemburu eoh?'

Sungmin merengut kemudian mengerucutkan bibirnya.

"Cemburu itu apa sih hyung? Kemarin Kyu hyung juga bertanya itu padaku."

Lawan bicara Sungmin kembali terkekeh.

'Seperti yang kau rasakan sekarang Min, kau tak suka Kyuhyun dekat dengan siapapun yang tidak kau sukai.'

"Oh, begitu ya~" sahut Sungmin sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.

"Hae hyung, kapan sih Kyu hyung mencintaiku? Aku kan sudah sangat mencintainya," ucap Sungmin sambil menjatuhkan tubuhnya di kasur empuknya.

Kali ini lawan bicara Sungmin –Donghae tergelak keras.

'Minnie, memangnya mencintai itu apa?'

"Eung, seperti Aladin yang menikah dengan putri Jasmine," ungkap Sungmin mengabaikan reaksi malas Donghae di seberang sana.

'Minnie-ah, untuk mengerti suka saja kau masih terlalu polos apalagi mencintai, kau masih belum mengerti chagi. Dengarkan hyung, Kyuhyun hanya menyukai namja sepertimu, yeoja-yeoja yang dekat dengan Kyuhyun itu hanya penganggu. Kyuhyun itu milikmu, kau tenang saja. Arra?'

Sungmin tersenyum lebar sambil mengangguk paham.

"Ne, algesseoyo hyung."

'Nah, ada lagi yang mau kau ceritakan pada hyung?'

"Tidak ada, hanya itu. Nanti kalau ada lagi, aku telepon hyung lagi."

'Good boy. Apa yang akan kau lakukan sekarang?'

"Tidur saja hyung, noona itu pasti lama."

Donghae kembali terkekeh.

"Yasudah, jaljayo~"

"Hyung selamat tidur juga ya? Aku mencintai eomma, mencintai appa, mencintai hyung, mencintai harebeoji, mencintai Hyukkie hyung, mencintai Kyuhyun hyung, mencintai Siw-"

'Tidak! Cukup sampai Kyuhyun,' potong Donghae cepat.

Sungmin menganggukkan kepalanya.

"Yasudah. Bye hyung~"

Line telepon terputus, Sungmin mengamati layar ponselnya. Begitulah, setiap sedang kesal atau merasakan sesuatu yang mengganjal perasaannya, Sungmin akan langsung menghubung Donghae hyung-nya. Hyung yang sangat berjasa bagi Sungmin, hyung yang sudah melakukan banyak hal untuk Sungmin, hyung yang sudah mengenalkannya pada sosok yang selalu membuat harinya berwarana. Cho Kyuhyun, Donghae hyung-nya lah yang mengenalkan Sungmin pada sosok itu.

.

FLASHBACK

OSAKA, Two Years Ago

Donghae tengah menikmati liburannya, namja berwajah komikal itu akan selalu menghabiskan waktu liburannya untuk mengunjungi keluarganya di Jepang. Khususnya untuk mengunjungi adik bungsungnya yang bernama Lee Sungmin.

"Hyung, yang ini siapa? Kenapa tampan sekali?" tanya Sungmin sambil menatap foto keluarga Lee dan keluarga Cho yang memang Donghae bawakan untuk Sungmin. Foto pertunangannya dengan Eunhyuk.

"Oh. Itu namsaengnya Hyukkie, namanya Kyuhyun. Cho Kyuhyun."

Sungmin terdiam beberapa saat, masih dengan mata mengawasi wajah tampan Kyuhyun dalam foto pertunangan hyung-nya.

"Tunangan hyung namanya Hyukkie hyung ya?" tanya Sungmin dengan polosnya.

"Seharusnya kau datang saat itu agar kau bisa melihat langsung betapa manisnya dia."

Sungmin langsung menghela napas sedih.

"Saat itu aku sedang ujian kenaikan kelas hyung. Jadi tidak bisa ikut."

Donghae langsung menepuk-nepuk pelan kepala adiknya.

"Gwaechanayo chagi, nanti setelah kau lulus dari sekolah satu siswamu itu-"

Donghae tergelak saat melihat Sungmin mempoutkan bibirnya mendengar ejekan Donghae. Sungmin memang bersekolah seperti remaja pada umumunya, tapi kita masih ingat kan apa yang Lee Kangin lakukan dengan kelas eksklusif untuk Sungmin.

"Hyung tau tidak? Sebenarnya aku ingin sekolah bersama yang lainnya," keluh Sungmin. Donghae diam mendengarkan, Sungmin memang anak yang sangat baik dan penurut. Tidak pernah sekalipun dia mengeluh akan tindakan appa mereka, dan Donghae-lah satu-satunya orang yang menjadi tempat Sungmin mengeluh.

"Ne, hyung mengerti chagi. Tenang saja, setelah kau lulus dari sekolah satu siswa itu, kita bujuk appa dan harabeoji untuk membiarkanmu kuliah di Seoul bersama hyung. Eotte?"

Sungmin menolehkan kepalanya kemudian tertawa pelan.

"Hyung tidak bohong kan?"

Donghae menggeleng pasti.

Sungmin menganggukkan kepalanya sambil memeluk erat foto yang Donghae berikan padanya.

"Apa hyung yang tampan ini juga ada di sana?"

Donghae langsung menolehkan kepalanya ke arah Sungmin dan mendapati wajah adiknya tengah berbinar-binar menatap foto –khususnya potret adik dari tunangannya.

"Hei~ apa kau suka dengan Kyuhyun?" goda Donghae.

Sungmin langsung mengangguk-angguk semangat.

"Kyuhyun hyung tampan sekali hyung, aku suka."

Donghae hanya tergelak sambil mengangguk-angguk paham, dia cukup tahu kalau adiknya ini senang sekali dengan namja-namja berwajah tampan seperti pangeran dalam dongeng yang sering ia tonton. Jadi, dia biasa saja saat Sungmin mengatakan kalau Sungmin tertarik dengan Kyuhyun.

"Bersabarlah, dua tahun lagi kau bisa bebas menatapnya. Hyung janji!"

Sungmin mengangguk senang, tanpa sadar namja polos itu menaruh harapan besar pada Donghae akan sosok bernama Kyuhyun itu.

FLASHBACK END

.

Kyuhyun terlihat memasuki kamar Sungmin setelah tamu yang ternyata lagi-lagi salah satu dari yeoja incarannya itu sudah pulang ke alamnya.

"Ck! Dia benar-benar tidur ya? Padahal tadi masih merengek minta hadiah. Lagipula aku belum makan dari pagi, ahh laparnya," monolog Kyuhyun sambil menatap wajah damai Sungmin.

"Dia juga belum makan," baiklah tuan pemarah sepertinya mulai menunjukkan perhatiannya.

Antara tega dan tak tega akhirnya tangan pucat itu terulur mengguncang pelan bahu Sungmin.

"Ming, ireona."

"Ming,,"

"Baby Ming, ireona chagiya," Kyuhyun berusaha melembutkan nada bicaranya berharap Sungmin mau membuka matanya. Namun sampai Kyuhyun mengulang panggilan manis itu hampir lima kali, tidak ada tanda-tanda Sungmin membuka matanya.

"MING! AKU LAPAR!" teriak Kyuhyun emosi.

Sungmin yang terkejut langsung terbangun dan memegangi kepalanya yang terasa berdenyut. Namja manis itu terlihat mengaduh kecil sambil menepuk-nepuk pelipisnya.

"Aduh, ini kenapa?" keluh Sungmin sambil mengeraskan tepukan di kepalanya. Kyuhyun yang melihat itu hanya bisa menatap aneh ke arah Sungmin.

"Kenapa kau?" tanya Kyuhyun.

Sungmin menggeleng.

"Tidak tahu hyung, kenapa berputar-putar ya?"

"Tidak tahu, salahmu susah sekali dibangunkan. Aku lapar."

"Hyung, aku tidak bisa berdiri. Bagaimana caranya memasak?"

Kyuhyun berdecak.

"Lalu aku harus bagaimana?"

"Gendong!" nah loh! Uri Sungmin mencari kesempatan dalam kepusingan.

"Ck! Jangan manja! Aku benar-benar lapar, ayo bangun Ming!" suruh Kyuhyun sambil menarik tangan Sungmin agar namja manis itu berdiri dari posisinya.

Sungmin hanya bisa menurut sambil menggeleng-gelengkan kepalanya berusaha meraih fokus sebanyak yang ia bisa. Namja innocent ini berniat melangkah, namun saat melihat punggung tegap Kyuhyun yang ada di hadapannya, insting manjanya bangkit lagi.

"Hyung~"

"Ya Ming, lepas!" kaget Kyuhyun sambil berusaha melepas lengan Sungmin yang sudah melingkari perutnya.

"Ming! YAH! Jangan gesek-gesekkan wajahmu di punggungku, geli babo!" Sungmin mengabaikan omelan Kyuhyun, namja dengan kepolosan overlimit itu mengeratkan pelukannya dan mengendus-ngendus harum maskulin yang menguar dari tubuh Kyuhyun.

"Ming! Aish!"

"Hyung kan punyaku, kata Hyukkie hyung aku bebas memeluk hyung. Jadi, hyung tidak boleh menolak."

Kyuhyun terdiam untuk beberapa saat, bukan karena pasrah mendengar kalimat Sungmin. Namja tampan itu tertarik dengan bagian kalimat yang Sungmin ucapkan tadi.

"Punyamu?" ulang Kyuhyun yang dibalas anggukan oleh Sungmin. Kyuhyun menolehkan kepalanya, tanpa sadar satu senyum penuh arti Kyuhyun lukiskan di bibirnya.

"Hyung, katanya lapar. Ayo jalan."

"Bagaimana cara berjalannya kalau kau masih memelukku seperti ini. Lepas dulu!"

"Tidak mau! Aku mau begini hyung~" rengek Sungmin. Kyuhyun hanya bisa menghela napas, dia kalah. Perlahan namja penyuka warna biru itu melangkah ke dapur dengan Sungmin yang terus menempel di punggungnya.

"Hyung, kenapa punggung hyung hangat sekali?"

"Mana kutahu! Ayolah Ming, lepas sebentar. Aku benar-benar lapar," kali Kyuhyun benar-benar memelas.

Masih dengan cemberut Sungmin melepaskan pelukannya, lalu berjalan ke arah kulkas, matanya tak sengaja menatap bak mesin cuci piring dan menemukan dua gelas orange juice yang terlihat hanya diminum sedikit. Pikiran Sungmin langsung melayang pada beberapa jam yang lalu, Kyuhyun kedatangan tamu ya?

"Buatkan apapun Ming, aku benar-benar lapar," keluh Kyuhyun sambil mendudukkan tubuhnya di kursi meja makan.

Sungmin melirik Kyuhyun lewat ekor matanya, insting cemburunya mendadak naik ke permukaan. Dengan sedikit kesal, Sungmin membuka kulkas kemudian mengelurakan segala sesuatu yang ia butuhkan. Kyuhyun tampak menunggu sambil memperhatikan punggung Sungmin. Namja manis itu terlihat berkutatat dengan sekotak susu dan satu buah mangkuk. Makan malam jenis apa yang tengah Sungmin siapkan?

Belum sampai 5 menit-

"Igeo hyung," ucap Sungmin sambil menyodorkan mangkuk berisi makan malam –mungkin-

Kyuhyun menaikkan satu alisnya saat melihat apa yang Sungmin sediakan untuknya.

"Ya! Aku mau makan malam Ming, bukan sarapan. Kenapa kau buatkan sereal sih! Aish!"

Sungmin menatap Kyuhyun sejenak.

"Kenapa tadi hyung tidak makan dengan noona yang tadi kesini? Lagipula aku ngantuk hyung, kalau hyung tidak mau makan kita tidur sekarang saja."

Kyuhyun menatap Sungmin dengan pandangan tak percaya. Oke, abaikan alasan Sungmin mengantuk, tapi kalimat pertama Sungmin menegaskan kalau namja manis itu benar-benar cemburu dan kesal dengan tamu Kyuhyun tadi.

"Tidak jadi makannya? Aku bereskan saja," ujar Sungmin lalu menyambar semangkuk sereal, meletakkannya di bak cuci piring, kemudian melangkah santai melewati Kyuhyun yang masih menatap tak percaya pada Sungmin.

"A-anak itu~" Kyuhyun menolehkan kepalanya dan melihat Sungmin tengah berjalan memasuki kamarnya –kamar Kyuhyun.

"YA! MAU APA!" teriak Kyuhyun lalu menyusul Sungmin yang sudah seenaknya berbaring nayaman di kasur Kyuhyun.

"Siapa yang menginjinkanmu tidur di kasurku bocah? Bangun!" ck, Kyuhyun itu hobi sekali berteriak-teriak ya?

"Tidak mau hyung. Aku mau tidur dengan Kyu hyung," tolak Kyuhyun malah menyamankan diri dengan merapatkan selimutnya.

"Tapi aku tidak mau tidur denganmu bocah!"

"Tapi aku mau tidur dengan Kyu hyung!"

"Tidak bisa!"

Sungmin langsung cemberut dan bergegas bangun rebahannya sambil menggigit gemas selimut Kyuhyun membuat si pemilik Sungmin terkikik dalam hatinya.

"Ayolah hyung~" rengek Sungmin

Kyuhyun langsung membuang muka, kalau matanya bertemu pandang dengan Sungmin yang tengah merengek, bisa-bisa dia kalah lagi.

"Tidak! Ke kamarmu sana!"

Sungmin menggeleng dengan imutnya.

"Ayolah Ming, sudah tak mau membuatkanku makan malam, sekarang kau mengganggu tidurku, kalau kau terus menyebalkan, hadiahmu hilang," ancam Kyuhyun.

Sungmin berdengung kecil untuk sesaat walau sedikit kemudian-

"Yasudah, hadiahnya aku mau tidur disini dengan Kyu hyung. Hyung sudah janji kan?" ucap Sungmin dengan nada ceria, masih dengan tampang polos seribu watt Sungmin menggeser tubuhnya kemudian menepuk-nepuk sisi kosong di sebelahnya seolah menyuruh Kyuhyun segera menempatinya.

"Tapi-"

"Hyung sudah janji kan? Janji namja~"

Kyuhyun berdecak dan memutar bola matanya bersamaan.

'Kau kalah Cho Kyuhyun!' batin Kyuhyun berteria mengejek, namja jangkung itu hanya bisa berjalan menuju kasurnya. Menempatkan diri di sebelah Sungmin, berbaring dalam diam, matanya langsung terpejam setelah Sungmin membagi selimut untuknya.

30 menit berlalu..

"Bocah! Kenapa kau belum tidur sih!" Kyuhyun akhirnya buka suara setelah 30 menit memilih diam dan menuruti keinginan Sungmin.

"Hyung, hadap sini, aku kan mau dipeluk hyung," rengek Sungmin. Kyuhyun mengerang frustasi.

"Hei! Aku sengaja memunggungimu! Asal kau tahu saja, aku bisa meledak kalau menghadapmu!"

Sungmin mengerjab untuk beberapa saat.

"Meledak?"

"Ck! Sudahlah!" ucap Kyuhyun lalu memutar badannya menghadap Sungmin, dan sesuai dengan kemauan Sungmin, namja jangkung itu memeluknya. Sungmin langsung menyamankan posisi wajahnya di dada Kyuhyun sambil tersenyum senang. Sungguh, Kyuhyun mengumpat detak jantungnya yang tak bisa dikontrol saat ini

"Hyung~"

"Hm?" sahut Kyuhyun tanpa membuka matanya.

"Kenapa disini cepat sekali?" tanya Sungmin sambil menempatkan telapak tanggannya di dada Kyuhyun.

"Aku kan sudah bilang, aku bisa meledak kalau menghadapmu. Jangan disentuh, nanti benar-benar meledak!" jawab Kyuhyun asal. Sungmin mengangguk kemudian menarik tangannya dari sana.

Suasana hening untuk beberapa saat.

"Hyung~"

"Apalagi?"

"Hyung, juga belum tidur ya? Kalau tidur dengan appa, biasanya appa menciumku dulu. Hyung tidak ya?"

Kyuhyun membuka matanya perlahan, kepalanya menunduk menatap Sungmin yang juga tengah menatapnya dengan tatapan yang selalu sama, polos dan tulus.

"Apa?" lirih Kyuhyun nyaris tak terdengar. Dia takut salah dengar.

"Tidak ada ciuman selamat tidur?" ulang Sungmin membuat Kyuhyun yakin pendengarannya masih berfungsi dengan baik. Pelukannya di tubuh Sungmin mendadak menguat. Oh Sungmin permintaan macam apa itu nak? Kenapa kau seolah memberi Cho mesum itu kesempatan!

Kyuhyun meneguk ludahnya saat pandangannya beralih antara menatap mata dan bibir Sungmin bergantian.

'Persetan!'

Sungmin melebarkan matanya, namja manis itu terkejut setengah mati saat Kyuhyun bukan hanya menempelkan bibirnya, tapi melumat dan menghisap kuat bibir Sungmin membuat namja manis itu terpejam dan terengah karena keterkejutannya.

Kyuhyun membuka matanya dan mendapati wajah terpejam Sungmin, namja jangkung itu tersenyum sebelum melepaskan bibir Sungmin dari tawanan bibirnya. Sungmin membuka matanya dan mendapati wajahnya tengah berada di depan dada Kyuhyun. Dengan gerakan ragu-ragu namja manis itu menempatkan satu telapak tangannya di dada Kyuhyun dan meletakkan telapak tangannya yang lain di dadanya sendiri.

'Kenapa cepat sekali ya?' batin Sugmin saat merasakan detak jantungnya dan detak jantung Kyuhyun seolah berlomba mencapai garis akhir.

"H-hyung-"

"Itu namanya ciuman selamat tidur versi Kyu hyung-mu," potong Kyuhyun sambil menyeringai konyol.

Sungmin tersenyum kecil, mengabaikan kebingungannya.

"Ne, jaljayo hyung-ah~"

"Jaljado~" balas Kyuhyun kembali mengeratakan pelukan mereka.

.

~(*o*)~

.

Hari terus berlalu menjadi hari yang lain, pagi ini Kyuhyun dan Sungmin kembali ke kampus seperti biasa. Namun bedanya, sosok manis yang biasanya amat penurut itu terlihat menekuk wajahnya sambil menghentakkan kakinya saat Kyuhyun terus mengusirnya.

"Sana ke kelasmu!"

"Tidak mau hyung!"

"Kau ini kenapa sih?" tanya Kyuhyun kesal.

Sungmin menatap Kyuhyun kemudian berujar mantap.

"Aku mau ciuman selamat belajar dari Kyu hyung."

Oh Cho! Inilah akibat bergaul denganmu!

"Jangan meminta yang aneh-aneh, cepat sana!" usir Kyuhyun dengan ketus lalu beranjak meninggalkan Sungmin.

"Ish! Hyung pelit. Kenapa tidak pernah baik padaku? Pada noona-noona genit itu hyung selalu tersenyum. Kenapa padaku tidak?" tukas Sungmin secara tak langsung menuntut keadilan pada Kyuhyun.

Kyuhyun menatap sekitar kemudian meringis pelan saat menyadari beberapa orang menatap ke arah mereka.

"Ming, jangan berulah! Ini kampus! Di rumah saja nanti," ujar Kyuhyun pelan. Matanya terlihat melotot berusaha menakuti Sungmin.

"Ada apa?" tanya seseorang yang selalu muncul di sekitar Sungmin. Melihat sosok itu, Kyuhyun hanya bisa berdecak malas.

"Eopseo! Sudah ke kelasmu sana!" usir Kyuhyun lagi.

"Shireo hyung~" tolak Sungmin masih keras kepala.

"Bocah! Sejak kapan sih kau makin menyebalkan seperti ini?" kesal Kyuhyun sambil menatap marah Sungmin. Sungmin yang mendapat tatapan sekejam itu dari Kyuhyun hanya bisa menundukkan kepalanya.

"Kyu, jangan terlalu kasar."

"Shim Changmin ini bukan urusanmu!" balas Kyuhyun ketus.

Changmin hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya, agak susah memang saat harus berbicara flower boy Kyunghee yang sok, cuek, dingin, dan angkuh seperti Kyuhyun.

"Masalah apalagi pagi ini?" tanya Donghae yang tiba-tiba muncul bersama Eunhyuk.

"Kalian urus anak manja ini! Aku malas!" sahut Kyuhyun dengan nada marah.

"Minnie-ah waeyo?" tanya Eunhyuk yang tak tega melihat Sungmin hanya menunduk.

"Gwaenchanayo hyung," jawab Sungmin bohong.

"Ya bocah! Kenapa kau suka sekali berulah!" kali ini Kyuhyun beteriak.

"Kyu hyung kenapa sih! Hae hyung dan Hyukkie hyung bilang hyung itu punyaku. Kenapa hyung suka sekali marah padaku? Pada noona-noona itu hyung bersikap baik, kenapa padaku tidak? Aku hanya minta cium seperti tadi malam saja hyung tidak mau!" Sungmin terlihat ikutan kesal.

"C-I-U-M?" ulang Donghae, Eunhyuk, dan Changmin nyaris bersamaan. Sedang Kyuhyun terlihat menahan wajah malunya.

Bagaimana bisa seorang Cho Kyuhyun yang memiliki sejuta pesona mencium seorang namja padahal ia menyangkal tegas saat Eunhyuk ataupun Donghae mengejeknya 'gay'.

"Yasudah, kalau hyung tidak mau tidak perlu marah. Aku tidak akan minta yang seperti itu pada hyung, aku bisa minta pada Changmin hyung nanti. Ayo hyung," ucap Sungmin seenaknya, mengabaikan tatapan shock orang-orang yang mendengar percakapan mereka.

"Lee Sungmin! Berani kau melakukan itu, jangan harap aku mau melakukan itu lagi!" ancam Kyuhyun.

"Habisnya hyung tidak mau."

"Sudah kubilang nanti dirumah!"

"Tidak mau, aku mau sekarang hyung!"

Kyuhyun megerang tertahan, seperti orang yang sudah kehilangan akal dan seolah tak peduli image-nya, Kyuhyun melangkah tegas, meraih wajah Sungmin sebelum benar-benar menempatkan ciumannya di bibir Sungmin. Donghae dan Eunhyuk langsung melongo, sementara Changmin tampak seperti mayat, dia memucat dengan mata melotot heboh.

"Hyung, kenapa begitu?"

"Apalagi sih Ming!"

"Tadi malam kan begini-"

Donghae melotot shock saat adik polosnya itu meraik wajah Kyuhyun sebelum menghisap kuat bibirnya.

"Aku mau yang seperti itu," ucap Sungmin sambil mengusap bibirnya dengan punggung tangannya.

"Ck! Arraseo!" ucap Kyuhyun lalu menarik wajah Sungmin dan menciumnya seperti tadi malam.

Sungmin tersenyum-senyum kecil setelah Kyuhyun melepaskan tautan bibir mereka.

"Gomawo hyung, aku ke kelas dulu ne? Bye~" kata Sungmin dengan wajah riang sambil menyeret lengan Changmin.

"OMONA! KYUHYUN OPPA!" jerit beberapa yeoja yang melihat langsung kejadian itu.

Kyuhyun yang tadinya tersenyum kecil melihat punggung Sungmin langsung melotot kaget.

'APA YANG SUDAH AKU LAKUKAN!' jerit batinnya.

Ini seolah menjadi akhir dari segalanya, beberapa orang mungkin sudah melihat kejadian itu. Kyuhyun meneguk ludahnya memikirkan Donghae dan Eunhyuk yang sudah pasti bersiap untuk menghantui hidupnya.

Merasa aura di sampingnya agak berbeda, Kyuhyun menolehkan kepalanya dan mendapati dua makhluk aneh yang tengah tersenyum konyol kepadanya.

"APA?" mendengar bentakan Kyuhyun, bukannya takut, senyuman dua orang itu makin mengembang dan lama-lama membentuk seringaian mengerikan.

"YAH! APA?"

"Cho maknae~ apa yang baru saja kau lakukan eoh?" goda Eunhyuk sambil menoel-noel lengan Kyuhyun.

"Ya! Ya! Ya! Apanya!"

Donghae langsung terkekeh dan menarik Eunhyuk.

"Begini," ucap Donghae lalu menyambar bibir Eunhyuk membuat Kyuhyun melotot kaget.

"Hyung! Dasar mesum! Jangan berciuman di depan umum!" bentak Kyuhyun kesal kemudian beranjak pergi.

"Dasar orang gila!" umpat Kyuhyun terakhir kalinya. Sedangkan duo HaeHyuk hanya bisa tertawa cekikikan.

"Siapa yang lebih mesum? Bahkan dia mengajari namsaeng terpolosku," ujar Donghae sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

Siwon masih berdiri disana, sosok tampan yang awalnya berniat menghampiri Sungmin itu terlihat berdiri dengan wajah pias, tangannya terangkat perlahan untuk menekan dadanya kuat-kuat.

"Sungmin dan Cho Kyuhyun~" lirihnya.

.

.

.

"Hyung kenapa?" tanya Sungmin pada Changmin yang sedari tadi hanya diam. Dia merasa sedikit aneh mengingat Changmin tak pernah begini sebelumnya.

"Tidak apa-apa Min," ucap Changmin sambil berusaha tersenyum.

Sungmin yang merasa Changmin tengah dalam keadaaan kurang baik memilih melepaskan genggamannya di lengan Changmin, namja tinggi itu menoleh ke arah Sungmin yang tampak menundukkan kepalanya.

"Kenapa Min?"

"Aku nakal ya hyung? Kenapa hyung diam saja? Hyung marah ya?"

Changmin tersenyum sejenak kemudian meletakkan tangannya di kepala Sungmin sebelum mengacak-acak lembut surai halus Sungmin.

"Minnie-ah."

Sungmin mendongakkan kepalanya saat mendengar panggilan Changmin.

"Kau tadi mengatakan Kyuhyun milikmu kan? Bagaimana kalau aku mengatakan kalau kau itu milikku?" tanya Changmin serius.

Sungmin membeo untuk beberapa saat.

"Aku punya Changmin hyung begitu?" tanya Sungmin memastikan. Changmin menganggukkan kepalanya.

"Tapi kan hyung, aku sudah punya punya Kyu hyung~"

Changmin hanya bisa tersenyum singkat, ekor matanya bergerak menelisik sepanjang koridor yang mereka tapaki. Namja penyuka berbagai jenis makanan itu hanya bisa menarik satu sudut bibirnya saat mendapati penguntit tunggal bernama Cho Kyuhyun yang lagi-lagi secara diam-diam mengikuti mereka.

'Jadi begitu ya?'

.

~(*o*)~

.

Suasana tenang yang sejak tadi dirasakan Leeteuk sedikit terganggu saat Hong ajushi menghampiri Leeteuk dengan sedikit terburu-buru.

"Jeoseonghamnida, Tuan Lee ingin bicara dengan anda," ujar Hong ajushi sambil menyerahkan ponsel pada Leeteuk.

"Ne, terimakasih. Kau boleh pergi," balas Leeteuk dengan nada lembut.

Setelah orang kepercayaan suaminya pergi, Leeteuk terlihat mengatur napas sebelum mendekatkan ponsel itu ke telinganya.

"Yeoboseyo yeobo~"

'Ne yeobo. Bagaimana kabarmu? Mianhe satu bulan ini aku sangat sibuk sampai tak ada waktu untuk meleponmu.'

"Tidak apa-apa Kanginnie, jangan terlalu lelah, jaga kesehatanmu disana," ucap Leeteuk berusaha mengalihkan kegugupannya.

'Dimana aegideul?'

Leeteuk kembali menghela napas.

"Mereka sudah pergi ke kampus sejak pagi tadi."

Leeteuk benar kan? Walau tidak sepenuhnya benar.

'Ah geurae. Apa uri Sungmin baik-baik saja? Dia tetap dalam pengawasan Tuan Hong dan Donghae kan?'

"Iya yeobo, uri Minnie baik-baik saja," jawab Leeteul lagi-lagi setengah jujur dan setengah berbohong.

'Baguslah, tidak salah aku membiarkan Donghae membawa Sungmin. Ah iya, hari ini aku akan naik penerbangan kedua ke Seoul. Aku sudah sangat merindukan kalian.'

"Oh, jeongmalyo? Kami menunggumu yeobo."

'Ne, yasudah nanti ku hubungi lagi.'

Line telepon terputus. Leeteuk meletakkan ponsel itu perlahan sebelum wajahnya benar-benar berubah pucat pasi. Bukan, bukan karena tak suka dengan kepulangan suaminya. Tapi, nasib dua putranya benar-benar berada di ujung tanduk untuk saat ini.

'Oh Tuhan, ini terlalu cepat!'

TBC

Annyeong~

Chapter 9 datang. Pada bayangin gimana cantiknya Sungmin pas didandanin jadi yeoja ya? Hehe, sama cantiknya kayak aku #PLAK pasti nih banyak yang gak setuju *pout*

Oke, kasih review lagi ya chingudeul~ Oiya, jangan minta maaf kalo reviewnya kepanjangan, aku suka baca review yang panjang-panjang(?) sepanjang punya seme Ming *bletak* Oke! Kesalah bukan terletak pada pembaca FF tapi terletak pada otak mesum yang nulis FF! #LOL

Readers apapun itu! Semangat buat review ya! Kalo yang review 1000 orang chapter sepuluh aku update 1 jam lagi #bletak Becanda ding! Abaikan orang gila satu ini! Sudah dulu cuap-cuapnya. Chu~

NEXT!

RCL please~

Gomawo udah baca \(*o*)/