Title: Who will be the Father?

Pair: someone - Joonmyun

Other pair: temukan di dalamnya hoho

Genre: comedy, YAOI, M-PREG

Rate: M

Part 9

Who will be the father?

.

.

.

.

.

Jongin duduk di tepi kolam air panas, kakinya ia masukkan ke dalam air sebatas lutut dan disaat itu juga kehangatan menjalar hingga ke seluruh tubuh. Jongin suka suasana seperti ini, terasa seperti kolam air panas di Jepang yang pernah dia datangi saat masih kecil.

"kenapa kau sendirian disini?"

Ia malas menoleh karna itu bukan Joonmyun yang dia harapkan. karna itu Chanyeol, bukan Joonmyun.

Karna Jongin tidak menjawab akhirnya Chanyeol duduk di sebelah Jongin namun tanpa memasukkan kakinya ke dalam air. Ia hanya duduk bersila di atas rumput memperhatikan lekuk wajah pemuda berkulit tan itu.

Menit ke menit terlewati tapi tak satu pun dari mereka yang memulai interaksi. Jongin mengusap keringat yang mulai bermunculan di wajahnya. Sebenarnya sudah berkeringat ke seluruh tubuh, tapi Jongin tidak mungkin mengusap seluruhnya dengan handuk kecil yang dia bawa. Chanyeol memperhatikan itu semua tanpa berkedip yang dia sendiri tidak menyadarinya bahwa Jongin itu memang manis.

"kau tidak berendam di air?" tanya Chanyeol masih asyik memandangi lekuk wajah Jongin.

"tidak, aku lebih suka merendam kakiku saja"

"padahal oppa mau melihat tubuhmu"

Dan Chanyeol menerima pukulan kencang di lengannya dari Jongin, bahkan lengannya langsung terasa panas berdenyut. Tapi mau dipukul sekencang apapun sepertinya Chanyeol tidak bisa menepis.

Menepis bahwa perasaan kecil di hatinya pada Jongin telah muncul.

.

.

.

.

.

Sehun memakan kimbab buatan Baekhyun sambil bersandar pada pintu, memperhatikan Kris yang tengah merapihkan selimut yang dipakai oleh Luhan. kini Dokter bedah itu tertidur pulas setelah tadi muntah diluar, Kris mati-matian menuntun Luhan sampai ke kamar karna Luhan terus saja mengeluh pusing dan lemas.

"sepertinya dia akan bangun besok pagi" ujar Kris.

"ya, dia pasti mengantuk sekali karna obat tidur itu"

"kau tidak merasa ngantuk juga? Luhan saja sampai tewas begini"

"sebenarnya aku ngantuk, tapi jika aku tidur sekarang nantinya pola tidurku tidak akan bagus. Sebaiknya aku tidur malam sesuai jadwal"

"aku heran padanya, dia Dokter tapi bertindak ceroboh seperti ini" Kris kembali menatap Luhan.

"aku juga heran, tiba-tiba dia memberiku obat tidur secara paksa. Sudahlah biarkan dia istirahat"

"Sehun," Kris memanggil sebelum Sehun pergi dari kamar tersebut.

"apa?" ia berbalik.

"maafkan aku"

Sehun menatap ke mata Kris, mencoba menebak apa maksud permintaan maaf Kris. Oh ya, pasti tentang di mobil tadi. "tidak apa-apa. resiko menyukai satu orang yang sama" sebenarnya Sehun hanya malas membahas soal keakraban Kris dan Joonmyun selama di mobil, jadi dia berkata seperti itu kemudian pergi meninggalkan Kris.

Diluar ia melihat Joonmyun yang tengah duduk di sofa memainkan jari-jarinya gelisah, pemuda manis itu menoleh ke arah Sehun dengan tatapan khawatir. "apa Luhan hyung baik-baik saja? apa seharusnya aku buatkan bubur untuknya?"

"dia baik-baik saja, mungkin jika lapar nanti dia akan terbangun sendiri" Sehun mengusap rambut Joonmyun sambil berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sementara Joonmyun melihat Kris yang mendekat padanya dan pemuda itu benar-benar duduk di sebelah Joonmyun sekarang.

"Luhan hyung pasti lapar, seharusnya jangan biarkan dia tidur dulu" Joonmyun memelas.

Kris mengelus pipi Joonmyun yang merona, "aku tidak bisa mencegahnya, dia mengantuk parah"

"Joonmyun, jangan khawatirkan Luhan hyung.. dia itu Dokter yang bisa mengurus dirinya sendiri" sindir Baekhyun masih sedikit kesal karna Luhan memaksanya berpindah mobil sebelum berangkat tadi, dia menendang kaki Zitao yang masih tidur dengan pulasnya di single sofa.

Joonmyun menghela napasnya, "nanti aku akan membangunkan dia ketika makan malam"

"oh, itu ide yang bagus. Dia bisa kembali muntah dan pusing" Baekhyun mengeluarkan makanan yang dia bawa dari rumah. "tadaaaa! Daging Korea yang akan kita panggang nanti malam" ia menunjukkan satu plastik besar berisi daging berwarna merah yang segar.

"wah, ditambah dengan soju pasti nikmat!" sahut Chanyeol yang baru datang dari belakang bersama Jongin.

"apa? soju? Aku masih dibawah umur!" protes Baekhyun, tapi kemudian dia menyeringai "setidaknya aku akan minum sampai tiga botol" lanjutnya lagi sambil berhigh-five dengan Chanyeol dan Jongin.

Kris saling pandang dengan Joonmyun, "sepertinya mereka akan mabuk berat malam ini" ucap Joonmyun tersenyum kikuk.

.

.

.

.

.

Joonmyun merapihkan poni rambut Luhan yang sedikit menjuntai ke mata. Bahkan Luhan tidak merubah sedikitpun posisi tidurnya sejak awal, mungkin karna dia memang benar-benar mengantuk. Joonmyun lega karna Luhan tidak mengeluh sakit apapun selain hanya rasa ngantuk.

Diluar sana, yang lain sedang mempersiapkan pesta daging Korea yang sepertinya akan berlangsung sampai pagi. Joonmyun sebaiknya tidak ikut serta karna dia pun tidak nafsu untuk makan, seenak apapun daging Korea itu juga bujukan maut dari Baekhyun, Joonmyun tetap tidak nafsu makan.

Dia disini saja, menemani Luhan yang pulas tertidur.

"kau sedang apa? Baekhyun terus memanggilmu sejak tadi. Dagingnya sudah matang" Zitao datang sambil mengunyah daging di mulutnya.

"aku.. menemani Luhan hyung saja disini"

"kenapa? Apa bayimu baik-baik saja?" ia terlihat khawatir dan menghampiri Joonmyun yang sedang duduk di pinggir ranjang.

"a-aku baik-baik saja kok, bayiku juga tenang lebih cenderung senang karna diajak tamasya. Hyung jangan khawatir"

"kalau ada sesuatu, katakan saja. jangan dipendam sendiri"

"terimakasih hyung sudah khawatir padaku" Joonmyun tersenyum hangat sambil mengusap perutnya. Zitao memerah, tapi dia akhirnya juga balas tersenyum pada pemuda manis di hadapannya ini. ia ikut mengusap pelan perut Joonmyun sebelum melangkah keluar dari kamar.

Bicara soal perut, Joonmyun mendengar suara aneh dari perut Luhan. oh, pasti perut Luhan kosong karna dia memang belum makan apapun. tapi kedua mata Luhan masih tertutup serta napasnya teratur menandakan dia benar-benar tidur nyenyak tanpa merasakan perutnya yang lapar.

"Joonmyun, aku membawakan daging untukmu" Jongin masuk ke kamar membawa sepiring penuh daging Korea yang sudah matang. Dari baunya saja sudah menggugah selera siapapun yang menciumnya, tapi itu tidak berlaku untuk Joonmyun.

"maaf hyung, jadi merepotkanmu. Tapi aku sedang tidak nafsu makan" Joonmyun mencicit pelan karna merasa sungkan.

"apa pengaruh dari bayimu? Ini enak sekali loh" Jongin duduk di hadapannya, menyuguhkan satu daging ke arah mulut Joonmyun.

Joonmyun menggeleng, "bayiku baik-baik saja. aku hanya sedang tidak berselera untuk makan"

"Joonmyun-ah, justru kasihan bayimu jika perutmu kosong. Bukan untukmu, setidaknya untuk bayimu.. kau harus makan" Jongin membujuk karna khawatir pada keadaan fisik Joonmyun.

Benar juga, setidaknya Joonmyun harus pikirkan bayinya. Ya ampun dia bodoh sekali. "baiklah, maafkan aku hyung"

Jongin tersenyum maklum, "tidak apa-apa. ayo makan dulu" ia memberikan piring berisi daging itu pada Joonmyun dan memperhatikan Joonmyun makan dengan tenang.

"apa acara memanggang dagingnya seru?" tanya Joonmyun sambil memakan daging Korea tersebut.

"cukup seru, kami akan karaoke setelah ini hehe"

"maaf ya aku tidak bisa ikut karaoke, pasti musiknya akan sangat berisik"

"aku memang ingin melarangmu ikut, musik karaoke yang memekakkan telinga bisa berpengaruh buruk pada bayimu"

"apalagi pasti Baekhyun akan bernyanyi.. dia mabuk kan?" Joonmyun memprediksi Baekhyun yang mabuk akan bernyanyi seperti orang gila.

"ya, tadi sebelum aku kesini dia sudah menghabiskan hampir satu botol soju" Jongin tertawa kecil.

"sampaikan pesanku padanya jangan minum terlalu banyak" Joonmyun berhenti makan pada daging ke tiga.

"aku akan sampaikan, sebagai gantinya kau harus makan dagingnya. Aku keluar dulu"

"bersenang-senang lah hyung, nikmati waktu kalian bersama. Terutama dengan Chanyeol hyung"

Jongin terpaku. Kenapa tiba-tiba Joonmyun menyebutkan nama Chanyeol? "terutama dengan dia? Kenapa?" ia nampak bingung.

"menurutku perhatian Chanyeol hyung padamu itu sungguh-sungguh" Joonmyun tersenyum saat mengatakannya karna dia memang mendukung hubungan kedua orang itu.

Tapi Jongin tidak bisa menjawab apa-apa, "haha apa maksudmu? Aku keluar dulu ya, jika butuh sesuatu panggil saja aku.. karna aku tidak akan minum" Jongin pun keluar dari kamar meninggalkan Joonmyun yang saat itu malah tersenyum geli.

Who will be the father?

Zitao menutup kedua telinganya sambil memejamkan mata karna suara Baekhyun yang menggelegar bernyanyi dengan nada tidak beraturan. Dia dengan pipi memerah bernyanyi lagu patah hati akibat mabuk yang berat. Sebenarnya Baekhyun peminum yang ahli, tapi mungkin karna masih merasa patah hati melepas Joonmyun kini dia mengaku kalah pada alkohol.

"BAEKHYUN! HENTIKAN SUARA BEBEKMU ITU!" teriak Zitao yang sudah tidak tahan, dia menghampiri Baekhyun lalu berusaha merebut mikrofon dari tangannya namun Baekhyun menahan mikrofon itu sehingga kini mereka saling tarik-menarik.

Chanyeol tertawa lepas melihat kelakuan absurd dua orang yang tengah mabuk itu, malah sekarang Zitao dan Baekhyun sudah adu otot berguling ke sofa di sebelah Chanyeol. "hei kalau mau bercinta jangan disini" Chanyeol mengolok kedua pemuda berbeda tinggi badan juga warna kulit itu.

"haruskah kita bernyanyi? Lagu apa lagi yang bagus?" Kris mengambil buku daftar lagu yang tersedia di atas meja sementara Sehun dan Jongin duduk di sebelahnya ingin ikut melihat daftar lagu.

"lagu Turbo?" usul dari Jongin.

"Turbo?" Kris menaikkan sebelah alisnya, tidak tau apa itu Turbo.

"grup duo di tahun sembilanpuluh-an" jelas Sehun.

"oh.." Kris mengangguk, "tapi aku tidak tau lagunya" katanya lagi sambil melihat-lihat daftar lagu yang baru.

Jongin menoyor keningnya sendiri. "ah iya, kau kan tidak lahir di Korea.. aku lupa"

"aku suka lagu─"

"LELAH KU MENCINTAIMUUU~" suara Baekhyun kembali menggelegar memotong kalimat Kris barusan.

Di pojok sana Chanyeol berhenti tertawa dan Zitao di sebelahnya juga sudah menyerah untuk berusaha merebut mikrofon dari tangan Baekhyun. sepertinya kali ini Baekhyun serius karna lagu yang ia nyanyikan sebenarnya sudah selesai dari tadi tapi dia tetap lanjut menyanyi tanpa musik.

"AKU TAK PANTAS UNTUK─ mu" di akhir kalimat ia melepas mikrofon dari tangan hingga jatuh ke lantai.

"dia mabuk berat" ujar Sehun dan Jongin mengangguk setuju di sebelahnya.

"aku rasa ini ada hubungannya dengan Joonmyun" sahut Chanyeol menduga dengan tepat.

Mereka melihat Baekhyun yang kini duduk di atas meja dengan lemas. Dengan inisiatif, mereka semua menghampiri Baekhyun ingin tau apa yang sebenarnya Baekhyun pikirkan. Biasanya orang mabuk akan jujur jika ditanya.

"kau baik-baik saja, Baek?" Jongin yang paling pertama bertanya. Mereka baru pertama kali melihat Baekhyun yang mabuk, jadi mereka agak sedikit bingung.

Baekhyun menghela napas, tapi dia masih bisa melihat Kris, Chanyeol, Zitao, Jongin, dan Sehun menatapnya menunggu jawaban. "aku melepasnya karna aku tau dia tidak menyukaiku. Aku rela"

Chanyeol mengangguk, benar dugaannya ini pasti karna Joonmyun. Tunggu, barusan Baekhyun mengatakan apa?

"dia.. sudah melepas Joonmyun?" pertanyaan itu terlontar dari Zitao. jelas tidak ada yang bisa menjawab, kecuali Sehun dan Jongin yang memang sudah tau tentang ini. sementara Chanyeol dan Kris saling menatap tak percaya.

Kalimat Baekhyun itu menohok hati mereka semua.

.

.

.

.

.

Joonmyun membuka pintu balkon, kemudian ia langsung melihat pemandangan gunung yang begitu indah. Udara sejuk menerpa kulit dan hidungnya serta balkon yang luas membuat Joonmyun bergumam "luar biasa.." sambil melangkah ke dekat pagar.

Pegunungan hijau yang masih sangat asri. seandainya Joonmyun bisa tinggal disini selamanya, tapi itu tidak mungkin karna Joonmyun saja masih tidak tau masa depannya akan menjadi seperti apa nanti. Ia refleks mengusap perutnya, menyalurkan perasaan nyaman pada si bayi di dalam sana.

"selamat pagi, apa kau juga menghirup udara segar ini?" Joonmyun mengajak bayinya bicara lalu setelah itu si bayi bergerak pelan mungkin menjawab pertanyaan Joonmyun.

"selamat pagi, Joonmyun-ah!" sapa Jongin yang tiba-tiba berada di sebelah Joonmyun.

"astaga!" pekik Joonmyun mengusap dadanya, "Jongin hyung, jangan mengagetkanku seperti itu" sementara Jongin hanya tertawa.

"kau lucu sekali" Jongin mencubit pelan pipi Joonmyun, kemudian tangannya bergerak turun mengelus perut pemuda manis itu. "selamat pagi, apa kau sudah bangun? Hehe" Jongin nampak senang melakukannya, dia jadi seperti seorang Ayah yang menyapa calon anaknya.

"dia sudah bangun, tadi dia bergerak di dalam. Sepertinya dia suka udara sejuk di sini" ia tersenyum dan melangkah duduk di kursi panjang yang sudah tersedia di balkon itu.

Jongin bersandar di pagar balkon ikut menikmati pemandangan gunung di kejauhan sana. "ini bagus untuk olah raga pagi" dia pun merenggangkan kedua tangannya ke atas, memulai senam sederhana yang memang biasa Jongin lakukan saat bangun tidur.

"tapi matahari belum terlalu tinggi, lebih bagus jika tubuh kita berolah raga di bawah sinar matahari" imbuh Joonmyun memperhatikan gerakan-gerakan Jongin.

"benar, tapi jika sudah berkeringat itu juga artinya menyehatkan tubuh"

Mereka berdua menoleh pada Sehun yang ternyata sudah berdiri di depan pintu balkon, ia mengerlingkan mata ke arah Joonmyun. "hai. Selamat pagi"

"kau mulai ketularan Luhan hyung ya?" Jongin melanjutkan aktivitasnya lagi, sekarang dia berbaring di lantai untuk melakukan gerakan sit up.

"selamat pagi hyung" Joonmyun merasakan jantungnya berdegup tidak normal lagi, sama seperti kemarin ketika di dapur bersama Sehun. Ia juga merasa senang jika melihat Sehun berada di dekatnya dan saat ini pemuda itu memang sudah duduk di sebelahnya.

"kau nampak cantik, seperti biasanya" Sehun tersenyum, memandang pada Joonmyun yang begitu indah di matanya.

Joonmyun merona, astaga jantungnya tidak bisa dinormalkan. Dia memperhatikan Sehun dari atas hingga ke bawah. Ia sadar, Sehun sangat tampan dengan hoodie dan celana training berwarna hitam itu. kulitnya yang putih berbanding kontras dengan pakaiannya.

"jangan menggombal di pagi hari" sindir Jongin yang sudah pada hitungan ke delapan dalam kegiatan sit up-nya.

"itu bukan gombalan, kau tidak mau mengakui bahwa Joonmyun cantik?" Sehun usil menendang kaki Jongin, hanya saja Jongin masih sabar untuk tidak membalas Sehun dan tetap meneruskan kegiatannya.

"tapi aku tidak cantik, aku kan laki-laki" dengan polosnya Joonmyun berkata, membuat Jongin tertawa seketika sementara Sehun mengusap rambut Joonmyun pelan karna merasa gemas. "ah, Chanyeol hyung pernah bilang bahwa Jongin hyung bisa menari"

Jongin terdiam, dia menoleh kaget pada Joonmyun yang sekarang tersenyum dengan mata berbinar ke arahnya. "dia bilang apa?"

"dia bilang bahwa Jongin hyung bisa menari ballet. A-aku ingin melihat hyung menari, apakah boleh?"

Sehun memandang Joonmyun dan Jongin bergantian, ia mengerutkan kedua alisnya karna penasaran kenapa reaksi Jongin seperti kesal begitu? "memangnya kau bisa menari?" akhirnya Sehun bertanya.

Pemuda berkulit tan itu perlahan beranjak dari tempatnya tadi melakukan sit up, "tidak, aku tidak bisa menari. si telinga lebar itu memang suka mengarang cerita"

Joonmyun menjadi bingung. "benarkah?" gumamnya pelan. Padahal Chanyeol bercerita seperti benar-benar bisa dipercaya, "sayang sekali, padahal aku ingin melihat hyung menari" tanpa sadar Joonmyun merasa kecewa dan mengusap perutnya.

Sehun yang melihat jadi merasa bersalah, kala itu dia melirik Jongin yang sepertinya juga menyesal telah membuat Joonmyun kecewa. Jongin mendengus, dia berbalik tidak mau menatap Joonmyun. Sehun menebak Jongin sepertinya memang bisa menari namun mungkin dia malu jika menari di hadapan Joonmyun.

"Jong, mungkin kau bisa─"

"hanya sekali ini saja, dan jangan katakan pada siapapun" tanpa diduga Jongin berbalik lagi memandang ke arah mereka.

Joonmyun berbinar, "hyung bisa? aku tidak akan mengatakannya pada siapapun" ia mengangguk meyakinkan Jongin tapi kemudian melirik pada Sehun, "Sehun hyung juga tidak akan mengatakan apapun pada orang lain kan?"

Sehun mengerjap. Lihat lah tatapan memohon dari Joonmyun itu, pasti ini keinginan bayinya juga untuk melihat Jongin menari "ah? Oh, tentu aku tidak akan membocorkan rahasia ini" ia akhirnya mengangguk.

Jongin memposisikan tubuhnya, kaki kanannya berada di depan kaki kirinya sementara kedua tangannya mulai bergerak anggun bagai diiringi oleh musik yang mengalun indah. Sekarang senyumnya mulai terlihat, senyum yang seperti seringaian.

Sehun takjub, dia tidak pernah tau Jongin bisa menari ballet dan gerakannya bisa sekeren itu. dia melirik Joonmyun yang sekarang fokus pada Jongin dengan mata berbinar serta gumaman-gumaman kagum terhadap Jongin. "waw, Jongin hyung keren!"

Pemuda di depan mereka terus menari, menggerakkan pinggul dan kakinya secara sinkron dan lemah gemulai seperti penari ballet profesional saja. Jongin semakin menikmati tariannya sendiri, meskipun tidak ada musik namun Jongin sudah masuk dalam gerakannya yang memabukkan.

"hyung, Jongin hyung keren sekali.. gerakannya indah" Joonmyun menarik-narik lengan Sehun.

"bahkan aku tidak pernah melihatnya seperti itu" Sehun menyernyit bingung, "kenapa dia tidak masuk jurusan seni saja?"

"berarti Chanyeol hyung tidak bohong" Joonmyun terpukau melihat lompatan Jongin yang teratur dan bagus.

"Chanyeol tau dia bisa menari, wah benar-benar fanboy sejati" ujar Sehun sambil tertawa pelan kemudian menoleh ke arah pintu yang dibuka oleh seseorang.

Jongin memejamkan mata, dia akan melewati gerakan terakhir. Ia menekuk sebelah kakinya ke atas dan ini lah gerakan terakhirnya, yaitu gerakan berputar. Joonmyun dan Sehun sukses menganga karna Jongin dapat berputar dengan keadaan tubuh yang seimbang, bahkan Joonmyun sampai berdiri dan bertepuk tangan takjub.

Ia terus berputar, namun berhenti dan menjatuhkan kakinya saat dirasa menubruk tubuh seseorang. Jongin terbelalak karna ternyata Chanyeol lah yang menangkap tubuhnya, dengan kuat memeluk pinggangnya, menahan agar Jongin tidak terjatuh.

Joonmyun sempat menahan napas karna mengira Jongin akan jatuh, tapi dia lega ternyata ada Chanyeol di sana dengan sigap menangkapnya. Sehun jadi ikut berdiri memperhatikan kedua pemuda itu di depan sana.

Chanyeol tanpa sadar menatap mata Jongin yang kini juga membalas tatapannya. Jongin seperti mencari-cari sesuatu di mata Chanyeol tapi sedetik kemudian dia berpikir ini sangat konyol, sangat-sangat tidak biasa melihat raut wajah Chanyeol yang serius. Dia berusaha melepaskan rangkulan Chanyeol di pinggangnya, "lepas!" geramnya yang menghindari tatapan intimidasi dari Chanyeol.

"akhirnya aku bisa melihatmu menari lagi" ucap Chanyeol tulus.

"lepaskan aku, bodoh!" Jongin memaki karna mulai kesal.

"nanti kau jatuh kalau ku lepas"

"aku tidak akan jatuh, cepat lepas!" tenaga Chanyeol itu sangat besar sehingga Jongin jadi meronta-ronta dalam pelukannya.

"oh bukan, tapi aku yang jatuh"

Sehun merasa ini adegan drama yang menjadi kenyataan. picisan sekali.. dia tidak kuat, sepertinya akan segera muntah melihat ekspresi sok serius Chanyeol. Sementara Joonmyun di sebelahnya terharu karna hubungan kedua pemuda itu yang sepertinya makin romantis menurutnya.

"ha?" Jongin menjadi bingung dengan ucapan Chanyeol yang semakin absurd.

"aku yang jatuh, jatuh cinta padamu"

Serius, Sehun berubah menjadi batu tapi Joonmyun dengan senyuman lebar ikut merasa senang sambil mengelus perutnya menyalurkan rasa senang itu pada sang bayi.

Chanyeol dan Jongin masih saling menatap, mereka terbawa suasana. Ah, Chanyeol berpikir Jongin memang tidak pernah membencinya karna sekarang Jongin pasti terpesona padanya. Namun pemikiran itu berubah ketika Chanyeol mendapat pukulan keras di wajahnya yang diberikan oleh Jongin.

.

.

.

.

.

Luhan menyernyit, dia membuka matanya dengan berat karna kelopaknya terasa masih sangat lengket. Syukur lah dia sudah tidak merasa pusing dan perlahan dia merenggangkan kedua tangannya. Dia ingin mandi tapi ranjang dan selimut ini terasa sangat nyaman jadi dia memutuskan untuk berbaring sebentar lagi.

Ia merubah posisi miring ke arah kiri, tepat saat itu ia mendapati wajah Kris di hadapannya. Kris yang sedang terlelap pulas. "wajahmu kusut sekali.." gumam Luhan dengan suara yang serak. Ia menyernyit bingung, "apa yang membuat wajahmu sekusut ini?"

"Joonmyun.."

Luhan terkesiap. Kris sudah bangun? Atau dia mengigau? Akhirnya Luhan bangun dan duduk, menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal. "Kris?" panggilnya untuk memastikan.

"wajahku jadi kusut karna Joonmyun.." ah, ternyata dia memang sudah bangun.

"astaga, ku pikir kau mengigau" Luhan mengusap kasar wajahnya, dia beranjak dari ranjang karna merasa sudah harus mandi.

"bagaimana caranya, Lu?"

"caranya apa?" Luhan mengambil handuknya yang terlipat di atas koper, mungkin Baekhyun yang sudah menyiapkannya sebelum Luhan bangun.

"agar aku tau apakah Joonmyun juga menyukaiku atau tidak"

Luhan memperhatikan Kris yang sudah membuka matanya tapi masih dalam posisi yang sama di atas ranjang. "sebenarnya apa saja yang terjadi semalam?" heran Luhan.

"Baekhyun mengakui kalau dia melepaskan Joonmyun, karna dia tau Joonmyun tidak menyukainya"

"Baekhyun mundur dari... persaingan ini?" sedikit risih menyebut tentang persaingan, karna Luhan sejujurnya tidak mau bersaing untuk mendapatkan orang yang dia sukai.

"semacam itu" jawab Kris.

"bukankah itu bagus? Mungkin saja Joonmyun menyukai salah satu dari kita"

"tidak tau pasti. Tapi sepertinya aku akan melakukan hal yang sama seperti Baekhyun jika memang Joonmyun tidak menyukaiku"

"Kris, kenapa kau─"

"ayo kita berendam bersama" Kris beranjak dari ranjang dan langsung menarik tangan Luhan secara paksa.

mereka keluar dari kamar dan Kris terus menyeret Luhan sampai di taman belakang. Keduanya bertemu dengan Baekhyun dan Zitao di sana. Baekhyun sedang akan melepas bajunya sementara Zitao sudah berendam dengan nyaman di dalam kolam.

"Kris hyung? Oh, Luhan hyung juga sudah bangun rupanya. bagaimana keadaanmu?" sapa Baekhyun.

"aku sudah lebih baik, terimakasih" Luhan membuka bajunya dan langsung saja masuk ke kolam.

"ayo gege, kita berendam bersama" ajak Zitao yang melihat kini Luhan berpindah ke sebelahnya, duduk dengan nyaman lalu disusul oleh Kris yang juga sudah masuk ke dalam kolam.

Tersisa Baekhyun di atas sana.

"kau tidak mau berendam?" tanya Luhan.

"eum.." Baekhyun tergagap, dia perhatikan para lelaki di kolam itu yang tubuhnya sangat kekar. Ah tidak, Luhan hyung justru sangat ramping. Tapi Zitao dan Kris.. bahkan kedua orang itu memiliki tatto masing-masing tubuh mereka. Baekhyun merasa ciut karna tubuhnya yang terlalu kecil. "baik, tapi jangan terpesona pada tubuhku" celetuknya sambil tersenyum jahil.

Zitao mendengus, "ya ampun, Baek.. bahkan tubuhmu itu mirip dengan koala"

Baekhyun membuka bajunya, mengundang tatapan kaget dari Zitao yang tidak menyangka tubuh Baekhyun seputih dan semulus itu. "aku tidak kalah seksi dari Joonmyun" ia nyengir bangga.

Kris menyernyit, "Joonmyun tidak seksi, dia manis"

"aku setuju" sahut Luhan.

Baekhyun cemberut, dia masuk ke kolam dan duduk di sebelah Kris. Tapi ketiga pemuda yang lain jadi memperhatikannya lekat-lekat, mereka penasaran kenapa Baekhyun bisa semudah itu mundur dari persaingan.

"Baek" panggil Zitao.

"ya?"

"kau.. sungguhan sudah merelakan Joonmyun?"

Saat itu juga raut wajah Baekhyun menjadi kaget, darimana Zitao tau kalau dia sudah merelakan Joonmyun? "apa maksudmu? Kau tau itu dari siapa?"

"kau yang mengatakannya sendiri semalam" kata Kris.

"aku sendiri?" Baekhyun terkejut, tapi dia mengingat-ingat kejadian semalam. Ya ampun, dia kan semalam meminum banyak sekali soju dan sudah pasti dia mabuk berat. Ia menepuk pelan keningnya, "apa semalam aku mabuk?"

"mabuk berat" jelas Zitao.

Luhan menggelengkan kepala, "kau kuat minum juga ternyata"

"beritau kami, kenapa kau merelakan Joonmyun?" Zitao sepertinya sudah tidak sabar.

Baekhyun menghela napas, ya untuk apa juga ditutup-tutupi? "Joonmyun tidak menyukaiku, sampai kapanpun dia hanya akan menganggapku sebagai sahabat. aku tidak boleh memaksakan perasaanku padanya"

Luhan terhenyak, "darimana kau tau kalau Joonmyun hanya menganggapmu sahabat? Kau belum menyatakan perasaan padanya"

"dia sudah mengatakannya, apa kalian lupa? Di dapur waktu itu"

Sekarang ketiga orang itu yang mengingat-ingat. Ah, waktu Baekhyun bertanya apakah Joonmyun jatuh cinta pada Ahn Jaehyun? "aku ingat, aku ingat. Jadi kau tidak akan menyatakan perasaanmu sama sekali?" ucap Zitao.

"tidak. sebaiknya kalian juga begitu, nyatakan saja perasaan kalian agar kalian lega dan bisa merelakan dia.. seperti aku" Baekhyun menenggelamkan dirinya ke dalam air.

Zitao, Kris, dan Luhan juga rasanya ingin menenggelamkan diri mereka. jadi mereka benar-benar melakukannya.

Who will be the father?

Memikirkan bagaimana caranya menyatakan perasaan kepada Joonmyun. Gara-gara perkataan Baekhyun itu membuat Zitao, Kris, dan Luhan berpikir keras. Tentu saja menyatakan perasaan tidak lah semudah itu, ada banyak konsekuensi yang harus diperhitungkan.

"sebaiknya beritau Sehun hyung, Jongin hyung, dan Chanyeol hyung juga" Baekhyun berbisik di telinga Zitao.

"apa maksudmu?"

"beritau mereka agar segera menyatakan perasaan kalian pada Joonmyun, jadi kalian bisa patah hati bersama-sama hahaha" ia tertawa bahagia sekaligus frustasi sebenarnya.

"kita belum tau, mungkin saja Joonmyun juga menyukaiku" Zitao menuding Baekhyun menggunakan garpunya.

"oh, percaya diri sekali.. kenyataan bisa berbeda dengan harapan" Baekhyun balik mencibir, akhirnya mereka jadi saling menatap sinis. "ah, ayo kita potong dagingnya!" seru Baekhyun yang mengambil pisau untuk memotong daging sapi besar hasil masakannya.

"wah, aku ingin daging yang banyak!" Joonmyun terlihat ceria dan itu sudah pasti karna permintaan bayinya.

"kau memang harus makan banyak agar bayimu juga sehat" Luhan mengusap perut Joonmyun dan Joonmyun mengangguk setuju pada ucapannya.

Mereka melihat Baekhyun yang memotong daging itu dengan cekatan lalu membagikannya satu per satu pada semuanya. Joonmyun siap menyantap dagingnya tapi dia melihat Jongin yang sedikit cemberut, Chanyeol yang menyantap daging dengan mata kirinya yang lebam akibat dipukul Jongin, Kris yang sesekali bengong─ oh bukan hanya Kris tapi Zitao dan Luhan pun begitu.

Ini jadi sedikit aneh, "Kris hyung, Zitao hyung, dan Luhan hyung sepertinya sedang tidak fokus" bisik Joonmyun pada Baekhyun yang duduk di sebelahnya.

"hm? Oh, mungkin mereka memikirkan pekerjaan yang mereka tinggalkan untuk tamasya ini" Baekhyun mengunyah dagingnya dengan cuek.

"Zitao hyung kan belum bekerja"

"hahaha mungkin dia memikirkan kuliahnya yang tidak selesai-selesai" bukannya mengatakan dengan berbisik, Baekhyun justru terang-terangan mengeluarkan suara.

"ha? Apa? siapa yang kuliahnya tidak selesai-selesai?" sahut Zitao penasaran.

"kau" Baekhyun menuding Zitao menggunakan garpunya.

Semua yang mendengar langsung tertawa karna Zitao mati kutu akibat tuduhan Baekhyun. Chanyeol tertawa paling bahagia sebenarnya, juga Luhan yang lagi-lagi menasihati Zitao agar lebih rajin untuk masuk kuliah.

Joonmyun jadi ikut tertawa juga, matanya tidak sengaja berhenti pada sosok Sehun di seberang yang masih kalem menyantap dagingnya. Joonmyun berdebar tiap kali melihat Sehun, dia tidak tau kenapa tapi Sehun membuatnya merasa sangat nyaman dengan perlakuan lembut yang biasa Sehun tunjukkan.

Tidak diduga tatapan mata mereka bertemu, Sehun hanya tersenyum dan seperti biasa mengerlingkan sebelah matanya pada Joonmyun yang sebenarnya selalu suka ketika Sehun melakukan hal itu. ia menunduk dengan pipi merona, kembali memakan daging buatan Baekhyun.

"aih, kau pikir aku tidak melihatnya?" gumam Baekhyun menyeringai, dia tau siapa yang membuat Joonmyun merona barusan. Menurutnya, persaingan akan semakin seru.

.

.

.

.

.

TuBerCulosis lagi astagahhh...

Makasih review, follow, dan fav kalian. Gue ga ada berentinya makasih banyak sama kalian karna gue cinta kalian, ayo kalian jadi pacar gue di malam minggu sepi sunyi ababil ini.. *gila*

dan sekali lagi ampuni gue atas typo-typo yang merajalelaahhhh