CHAPTER 9
SUDAH BERAKHIR?
Heechul menutup pintu tokonya dan membalikkan tanda 'open' menjadi 'close'. Ia berbalik, berjalan menuju ke meja kerjanya yang berjarak cukup jauh dari pintu masuk toko. Tak ada semangat yang terukir di wajahnya sejak kematian Kangin. Kekhawatiran menghantuinya setiap hari. Khawatir kalau-kalau hantu Ryeowook mendatanginya, kemudian membunuhnya dengan cara yang lebih kejam dari Kangin. Kemana ia bisa pergi? Tak ada jalan atau cara untuk melarikan diri. Pasrah, mungkin itulah satu-satunya.
Ding! Ding!
Lonceng berbunyi ketika pintu masuk toko dibuka.
Heechul menghela napasnya panjang ketika mendengar suara itu, ia lupa mengunci pintunya. Orang yang masuk tadi pasti seseorang yang buta huruf karena tidak bisa membaca tanda 'close' yang tergantung di pintunya.
"Maaf, Tuan tetapi kami sudah—Jungsoo?" kalimat Heechul terpotong kemudian menyerukan nama Jungsoo ketika ia tahu bahwa orang yang baru saja masuk ke tokonya adalah Jungsoo.
"Aku lihat tokomu sudah tutup, tetapi aku nekad untuk masuk karena aku ingin menemuimu." jelas Jungsoo, "Kau baik-baik saja?" tanya Jungsoo memastikan keadaan Heechul.
"Bisa kau lihat." Heechul menjawab singkat. Penampilannya memang tak tampak baik, "Setiap hari aku mengkhawatirkan diriku." sambungnya menjelaskan.
"Aku—Aku akan membawamu pergi." kata Jungsoo agak ragu.
"Pergi? Pergi kemana?" tanya Heechul tidak mengerti.
"Sejauh mungkin, asalkan makhluk itu tak bisa menemukan keberadaan kita." Jungsoo menjelaskan penuh dengan penekanan.
"Tetapi, bagaimana dengan tokoku?" tanya Heechul.
Jungsoo mendekati Heechul, ia menggenggam kedua tangan Heechul, "Nyawamu lebih penting dari apapun." ujar Jungsoo, "Malam ini juga kita akan ke Kanada. Aku sudah mempersiapkan semuanya. Sekarang kemaslah barang-barang yang perlu kau bawa."
Heechul mengangguk. Mereka keluar dari toko lalu menuju ke apartement milik Heechul.
(The Ghost of The Water)
Kibum dan Donghae menghampiri Siwon yang sedang memeluk Kyuhyun di teras rumah milik Yesung.
Kibum tertegun ketika melihat Yesung yang berdiri di dekat pintu masuk rumahnya menatap Siwon dengan Kyuhyun dengan tatapan yang dapat dikatakan tak biasa. Sesaat kemudian ia menutup pintu rumahnya dengan ekspresi misterius.
Siwon yang melihat mereka datang segera melepaskan pelukannya terhadap Kyuhyun. Kyuhyun berbalik, "Kalian datang kemari?" tanya Kyuhyun ketika melihat Kibum dan Donghae.
"Ya. Kau terlalu membuat kami cemas." sahut Donghae, "Jadi, kami memutuskan untuk ke tempat ini. Bagaimana? Apakah berhasil?" tanya Donghae.
Siwon mengangguk, "Akan aku ceritakan nanti. Ah ya~ Hyukjae, kemana dia?" tanya Siwon menyadari kalau Hyukjae tidak bersama mereka berdua.
"Dia sedang menghampiri Heechul Hyung yang berada di apartementnya." jelas Donghae, "Dia baru saja menelpon Hyukjae. Katanya, dia akan ke Kanada malam ini bersama Park Jungsoo."
Siwon menaikkan alisnya, "Ke Kanada? Bersama Park Jungsoo?"
Donghae mengangguk, "Aku juga tidak mengerti, mungkin Hyukjae akan menjelaskannya nanti."
"Hyung." ujar Kyuhyun pelan. Ia menarik sedikit lengan baju milik Siwon.
"Hum? Kau memerlukan apa, Kyu?" tanya Siwon.
"Itu—sepertinya ponselku tertinggal di dalam. Aku akan mengambilnya dan segera kembali."
Siwon mengangguk, "Baiklah."
Sementara menunggu Kyuhyun yang mengambil ponselnya ke dalam rumah Yesung, Siwon memulai cerita tentang hipnotis yang dijalani Kyuhyun beberapa saat yang lalu—secara detail kepada Donghae dan Kibum.
Setelah Siwon selesai menceritakannya, Donghae dan Kibum saling bertatapan. Kalau dipikir-pikir itu memang sangat mengerikan. Mungkin, sisa-sisa pembunuhan itu—terutama potongan mayat Ryeowook—masih berada di dalam gudang tua itu dan masih tertanam di dekat kolam karena memang kasus itu tidak di selesaikan sepenuhnya. Belum lagi dengan alasan konyol kalau mayat Ryeowook hilang masuk ke dalam jurang karena sebuah kecelakaan mobil. Padahal menurut masa lalu yang Kyuhyun lihat, Ryeowook tidak menggunakan mobil pribadi saat itu.
"Mungkin sekarang dia mengincar keberadaan Heechul Hyung dan Park Jungsoo." Siwon menambahkan.
"Jadi, bagaimana selanjutnya?" tanya Donghae.
"Setidaknya kita harus bisa menyelamatkannya." sahut Siwon yakin.
(The Ghost of The Water)
Kyuhyun meraih ponselnya yang tergeletak di atas sofa, di ruang tamu rumah milik Yesung. Kyuhyun memasukkan ponsel itu ke dalam saku celanya kemudian segera meninggalkan ruangan itu. Namun, langkahnya terhenti ketika secara tak sengaja Kyuhyun melirik sebuah cermin yang terletak di ruang tamu itu.
Kyuhyun mendekatinya. Tangan Kyuhyun terulur—terangkat menyentuh permukaan cermin yang merefleksikan rupa wajahnya. Tak ada yang aneh.
Grep!
Tangan Yesung melingkar di pinggang Kyuhyun, memeluknya dari belakang. Ah bukan, itu bukan Kyuhyun. Lihatlah refleksinya di cermin! Dia—dia adalah Ryeowook.
"Aromamu, aku masih menyukainya, Wookie." gumam Yesung. Hidungnya menelusuri leher—putih pucat—milik Ryeowook, mengendus aroma khas yang ditimbulkan oleh tubuh Ryeowook. "Ngomong-ngomong, mereka sangat bodoh. Mereka pikir, mereka bisa melarikan diri semudah itu dari kita hum?" Lidah Yesung sedikit menjulur, menjilati tengkuk Ryeowook, sesekali mengecupnya cepat.
Ryeowook hanya membalasnya dengan senyuman tipis yang terkesan dingin. Yesung melihatnya. Walaupun tampak seperti itu, Yesung menyukainya. Setidaknya itu masih dapat mengobati rasa rindunya terhadap Ryeowook. "Semua akan berakhir dengan tragis, Wookie." Yesung—lagi-lagi—mengecup tengkuk Ryeowook cukup lama, "Secepatnya!" tambahnya.
(The Ghost of The Water)
Ting tong ting tong!
Siwon menekan bel pintu apartemen milik Heechul. Ia datang bersama Kyuhyun, Kibum dan Donghae. Ya, Hyukjae sepertinya masih berada di dalam apartemen milik Heechul bersama dengan Jungsoo.
Siwon mencoba beberapa kali. Cukup lama mereka menunggu untuk dibukakan pintu dan setelah beberapa saat akhirnya pintu itu terbuka. Hyukjae muncul dari balik pintu. Ia terkejut dengan kedatangan keempat temannya—emm mungkin bukan karena itu, tetapi karena Kyuhyun yang ikut bersama mereka bertiga.
"Kenapa ekspresimu seperti itu?" tanya Siwon dengan tatapan sinis. Sangat jelas terlihat oleh Siwon kalau Hyukjae cukup was-was dengan keberadaan Kyuhyun dan ia tahu akan hal itu. Siwon hanya berharap Hyukjae tidak menceritakan semuanya kepada Heechul dan Jungsoo—tentang keterlibatan Kyuhyun dengan makhluk bernama Kim Ryeowook itu. Menurut Siwon, Kyuhyun sudah terlepas dari makhluk itu. Jadi, tak ada yang perlu di khawatirkan.
Hyukjae menarik tangan Siwon, cukup menjauh dari mereka bertiga. Mereka berbicara berdua—hanya berdua.
"Kau mengkhawatirkan kehadiran Kyuhyun kan?" tanya Siwon setengah berbisik.
"Tentu saja. Bahkan setelah Donghae memberiku pesan tentang hipnotis itu, aku yakin Kyuhyun adalah kaki tangan yang digunakan oleh Ryeowook untuk membunuh Kangin Hyung. Kyuhyun adalah inangnya." sahut Hyukjae berbisik—yakin.
"Tetapi menurutku Kyuhyun sudah terlepas sepenuhnya dari Ryeowook. Maka dari itu aku membawanya kemari." jelas Siwon.
"Benarkah?" Hyukjae bertanya sinis. "Walaupun aku sudah mengetahui kalau Heechul Hyung adalah salah satu pembunuhnya, aku akan berusaha membuatnya aman."
Alis Siwon berkerut. "Apa maksudmu huh? Heechul Hyung, dia sudah aku anggap sebagai kakakku. Jadi, aku tidak mungkin melakukan hal yang bisa mencelakakannya."
"Baiklah. Aku akan memegang kata-katamu, Tuan Choi." Hyukjae beranjak menuju ke pintu apartemen milik Heechul. Donghae dan Kibum saling bertatapan tidak mengerti melihat ekspresi Hyukjae. Dapat ditebak kalau baru saja mereka terlibat sebuah perdebatan kecil. Sedangkan Kyuhyun, ia hanya berekspresi datar saat Siwon makin mendekat ke arahnya.
Siwon meraih tangan Kyuhyun—menggandengnya—bermaksud untuk membawanya masuk ke apartemen milik Heechul. Namun sesaat kemudian Kyuhyun menahan tangan Siwon dan membuat Siwon menatap tak mengerti. "Aku akan pulang saja, Hyung." kata Kyuhyun.
"Pulang? Tetapi Kyu—."
"Tidak, Hyung. Lebih baik aku pulang saja. Lagipula kepalaku terasa pusing." jelas Kyuhyun.
"Baiklah, akan aku antar." Siwon menarik tangan Kyuhyun, membawanya keluar dari ruangan itu.
Lagi-lagi Kyuhyun menahan tangan Siwon. "Tidak usah Hyung. Aku akan menyewa taxi."
"Tetapi kau—."
Kyuhyun menempelkan bibirnya di bibir Siwon, segera memotong protes yang akan keluar dari mulut Siwon. "Sekali saja Hyung. Kau harus percaya padaku." Kyuhyun meyakinkan.
"Baiklah. Untuk kali ini saja, hanya satu kali." Siwon menegaskan.
"Ya. Hanya kali ini saja." Kyuhyun tersenyum.
Kyuhyun melepaskan tautan tangannya terhadap Siwon.
"Hati-hati!" kata Siwon setengah berteriak ketika Kyuhyun makin menjauh dari pandangan matanya.
(The Ghost of The Water)
Yesung mengetuk-ngetuk kemudi mobil dengan tangannya. Sesekali kepalanya menunduk melihat—dari dalam mobil—suasana di sekitar apartemen tempat tinggal Heechul.
Tuk tuk!
Yesung membuka pintu mobil—tempat jok penumpang bagian depan. Seseorang masuk ke dalam mobilnya—setelah mengetuk kaca mobil Yesung beberapa kali. Orang—seorang pemuda—itu menutup pintu mobil tanpa berkata sepatah kata. Ekspresinya datar, pandangannya pun lurus ke depan dengan tatapan kosong.
Yesung mengulurkan tangannya, menempatkannya di atas tangan pemuda yang sekarang duduk di sebelahnya. Ia hanya tersenyum melihat pemuda itu kemudian—dengan mobilnya—ia beranjak dari tempat itu.
(The Ghost of The Water)
Heechul tampak mengemas pakaiannya dan memasukkannya ke dalam koper miliknya. Sedangkan Jungsoo dan Hyukjae membantu mengemas barang-barang Heechul yang dianggap perlu untuk di bawa ke Kanada.
"Kau akan pergi kemana, Hyung?" tanya Siwon terheran.
"Ke Kanada." jawab Heechul singkat dan terkesan ketus.
"Tetapi kenapa?" tanya Donghae sambil menggaruk belakang kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.
"Hyukjae akan menjelaskan semuanya setelah aku pergi." jelas Heechul sambil menarik resleting kopernya. Donghae hanya mengangguk. Sebenarnya tanpa dijelaskan pun, ia sudah mengerti apa maksud keinginan Heechul untuk pergi ke Kanada.
Heechul mengangkat koper itu, bermaksud untuk membawanya keluar kamarnya. Heechul berhenti. Ia memperhatikan Siwon, Kibum dan Donghae. Sepertinya ada seorang yang tidak hadir disana. Kyuhyun, ya dia Kyuhyun.
"Kekasihmu, apa dia tak ikut bersamamu?" tanya Heechul kepada Siwon sembari meletakkan kopernya di depan pintu kamarnya.
"Tadinya ya, tetapi baru saja ia pulang. Kondisi kesehatannya sedang tidak baik akhir-akhir ini." jelas Siwon, "Kau yakin akan pergi, Hyung?" tanya Siwon sekali lagi.
Heechul mengangguk, "Tentu saja. Keberadaanku di tempat ini sedang tidak aman. Bahkan sangat tidak aman."
Siwon menaikkan salah satu alisnya, "Apa itu karena kejadian 10 tahun yang lalu?" celetuk Siwon bertanya. Ketiga temannya menatapnya dengan pandangan tak percaya, sedangkan Jungsoo menghentikan kegiatannya dan menatap Siwon keheranan. Bagaimanapun, seharusnya Heechul tak mengetahui kalau mereka tahu masalah pembunuhan Ryeowook.
"Apa maksudmu?" tanya Heechul dengan nada agak kesal. Heechul sudah mencium gelagat aneh dari Siwon. Pasti mereka tahu banyak tentang hal ini, pikir Heechul.
Tiba-tiba Jungsoo menarik tangan Heechul—dengan tangan lain yang membawa koper Heechul. Mereka keluar dari apartemen milik Heechul tanpa sepatah katapun.
Puk!
Hyukjae menghampiri dan menjitak keras kepala Siwon membuat Siwon melempar tatapan protes atas tindakannya tersebut. "Apa yang kau lakukan huh? Bertanya seperti itu di depannya!" bentak Hyukjae.
"Aku hanya ingin mengetahui alasannya pergi ke Kanada. Tidak salah kan?"
Puk!
Lagi-lagi Hyukjae menjitak kepala Siwon. "Tentu saja salah bodoh!" sinis Hyukjae, "Ah sekarang aku malah berpikir kalau Kyuhyun yang masih dikendalikan oleh Ryeowook akan mencegat Heechul Hyung di perjalanan menuju airport." gumam Hyukjae.
Kibum memiringkan kepalanya, "Jika Kyuhyun masih berada di bawah pengaruh Ryeowook, itu mungkin saja akan terjadi." sahutnya bergumam.
Dan saat itu juga mereka saling menatap satu sama lain, kemudian segera menyusul Heechul.
(The Ghost of The Water)
Citt!
Jungsoo menginjak pedal rem mobil secara mendadak ketika di kejauhan matanya dengan awas melihat seorang yang sedang meringkuk—dengan menekuk kedua lutut dan kepala terbenam—di tengah jalanan malam yang sepi. Mobilnya tepat berhenti di atas sebuah jembatan yang panjang.
Jungsoo menghela napasnya panjang. Mungkin orang itu ingin mati di tabrak, pikir Jungsoo setengah kesal. Jungsoo memutar kemudinya, bermaksud mengambil jalur lain yang kosong. Tiba-tiba orang itu berdiri dan lagi-lagi menghalangi mobil Jungsoo untuk lewat—membuatnya kembali menginjak pedal rem secara mendadak.
"Ashh orang ini benar-benar." rutuk Jungsoo kesal. "Aku segera kembali." katanya pada Heechul dan hanya di balas anggukan pelan.
Jungsoo membuka pintu mobilnya kemudian keluar. Ia berkacak pinggang sembari melemparkan ekspresi masam dan merasa terganggu. "Tuan! Apa kau tak bisa menyingkir dari sana huh?" tanya Jungsoo—berteriak. Sebenarnya Jungsoo tak terlalu dapat melihat rupa dari orang—yang menurutnya gila—yang sedang berdiri menatap kearahnya tanpa rasa bersalah karena kupluk jaket yang dikenakannya cukup menyamarkan wajahnya.
"Apa kau tuli?" tanya Jungsoo—lagi, sambil menunjuk telinganya sendiri dengan jari telunjuknya.
Orang itu mengangkat wajahnya. Hanya matanya yang dapat dilihat oleh Jungsoo. Mata kosong dengan pelupuk mata yang tampak pucat. Jungsoo terkejut. Ia berniat membuka pintu mobil dan bermaksud segera masuk ke dalam, namun sial, pintu mobilnya tiba-tiba saja macet.
Heechul juga menyadari hal itu. Walaupun ia sedang berada di dalam mobil, tetapi ia dapat melihat mata kosong itu menatap benci ke arah Jungsoo.
Sret!
Tubuh Jungsoo tiba-tiba tertarik begitu saja ke arah orang itu, kemudian tubuhnya terhempas membentur keras kap mobil bagian depan. Jungsoo meringis. Heechul yang melihatnya tentu saja sangat terkejut. Tangannya terulur hendak membuka pintu mobil, namun usahanya gagal. Pintu mobil itu macet. Heechul juga mencoba pintu di bagian belakang dan pintu di jok kemudi, semuanya macet.
"Aku harus melarikan diri sekarang." gumamnya. Yang ia pikirkan sekarang adalah melarikan diri, tanpa Jungsoo. Tidak mungkin ia membantu Jungsoo, itu sama saja membuat dirinya masuk ke dalam masalah.
Heechul men –starter mobil itu. Berhasil!
Bruk!
Tubuh Jungsoo terjatuh saat Heechul memundurkan mobilnya. Heechul mengambil jalur kosong kemudian melarikan diri, meninggalkan Jungsoo yang masih meringis. Tangannya terulur, seakan meminta agar Heechul segere berhenti dan membantu dirinya.
"Kasihan sekali." sebuah suara yang sangat Jungsoo kenal berdengung di telinganya.
Jungsoo menengadah, memperhatikan sosok yang sedang berdiri tegap di hadapannya.
Orang itu melepaskan penutup kepalanya. Salah satu sudut bibirnya tertarik ke atas membentuk sebuah seringaian jahat. "Kau akan segera berakhir di tanganku, sama seperti yang aku lakukan pada Kangin Sunbae." katanya.
Grep!
Jungsoo meraih kaki orang itu. "Kau bukan Cho Kyuhyun." kata Jungsoo.
"Kau benar. Aku Kim Ryeowook." sahut orang itu—Kyuhyun. "Aku hanya menggunakan pemuda ini untuk mempermudah gerak-gerikku."
Sret!
Sekali lagi tubuh Jungsoo terhempas hingga membentur pinggiran jembatan. Kepalanya melongok, melihat ke bagian bawah jembatan itu. Ludahnya tertelan kasar. Tiba-tiba kepalanya terasa pusing ketika melihat ke bawah dan dapat dibayangkan betapa dalam sungai yang berada di bawahnya itu.
"Huk!" Jungsoo tertohok ketika Kyuhyun menekan tengkuknya, membuatnya makin terhimpit dengan pinggiran jembatan.
"A—apa ya—yang akan k—kau lakukan huh?" tanya Jungsoo.
"Membuatmu membusuk di dalam air, Sunbae." Kyuhyun menaikkan salah satu sudut bibirnya. Tangannya bergerak, memaksa kepala Jungsoo agar terangkat, kemudian ia membenturkannya di pinggiran jembatan itu.
Kyuhyun melakukannya berulang-ulang hingga pelipis Jungsoo mengeluarkan cukup banyak darah. "Apa kau memiliki kalimat terakhir?" tanya Kyuhyun, "Sebelum aku benar-benar menghabisimu." sambungnya menegaskan.
"Cihh… Apa kau hanya bisa memperalat pemuda yang tak terlibat huh?" bentak Jungsoo lalu tertawa konyol.
Kyuhyun menggertakkan giginya geram. Ia mendorong Jungsoo dengan kasar hingga terjatuh dan masuk ke dasar sungai.
(The Ghost of The Water)
Mobil yang dikemudikan Heechul tiba-tiba saja berhenti. Heechul mencoba menyalakannya beberapa kali, namun usahanya gagal. Heechul memukul kemudi mobil itu kesal. Kepalanya menoleh ke kanan dan ke kiri. Hutan. Bodoh! Seharusnya ia mengambil jalur menuju ke airport. Tetapi kenapa ia bisa sampai di tempat itu? Benar-benar bodoh!
Heechul memutuskan untuk keluar dari mobil itu.
"Kim Heechul Sunbae." Heechul terkejut. Seseorang menyebutkan namanya. Heechul berbalik, menghadap ke arah datangnya suara itu.
"Kyu—Kyuhyun? Kenapa kau bisa berada di tempat ini huh?" tanya Heechul terheran. Di dalam hatinya ia merasa agak lega karena bisa bertemu dengan Kyuhyun. Ada sedikit harapan untuk selamat.
"Kyuhyun? Siapa Kyuhyun?" tanya Kyuhyun balik membuat Heechul kebingungan.
"Hey, apa yang kau maksudkan?" tanya Heechul lagi—ia mendekati Kyuhyun beberapa langkah.
"Kau tak mengenalku?" tanya Kyuhyun. Kyuhyun mengulurkan tangannya, kemudian meraih tangan kanan dengan tangan kirinya.
Puk!
Seakan melepaskan sebuah penutup bolpoin, Kyuhyun melepaskan tangan kanannya menggunakan tangan kirinya. Heechul sangat terkejut. Napasnya memburu melihatnya. Bagaimana bisa? Kyuhyun menunduk melihat tangannya yang terlepas itu. Beberapa saat setelahnya ia mengangkat wajahnya. Bukan! Bukan wajah Kyuhyun yang di dapati oleh Heechul, tetapi wajah Ryeowook dengan mata kosong yang mengeluarkan air berbau soju—dan seringaian kecil.
Plukk!
Heechul pingsan. Ia terlalu terkejut melihat semua itu.
(The Ghost of The Water)
Siwon menggandeng tangan Kyuhyun. Mereka memasuki sebuah ruangan yang di dominasi oleh cat berwarna putih. Kyuhyun mengedarkan pandangannya ke sekitar. Sejak sebulan terakhir, mereka rutin mengunjungi tempat ini. Emm—mungkin bukan mereka, lebih tepatnya hanya Siwon. Hanya Siwon!
Ya. Sudah sebulan selepas kejadian itu. Sangat mengerikan jika diingat kembali, tetapi beruntung Kyuhyun tak mengingat bagian akhirnya. Entah bagaimana ia hanya ingat saat berkunjung ke apartemen Heechul kemudian ia pulang sendirian tanpa di antar oleh Siwon. Ia menggunakan taxi saat itu. Hal tersebut yang ada dan melekat di dalam ingatannya.
Siwon? Pemuda jangkung itu segera mengubur dalam-dalam masa itu dan tak berniat untuk mengingatnya kembali. Sekarang ia juga sudah yakin kalau Kyuhyun terbebas dari parasitnya. Lalu bagaimana dengan Jungsoo dan Heechul?
Heechul, dia ditemukan pingsan di sebuah jalanan yang sepi dekat hutan. Saat itu mereka berempat—Siwon, Kibum, Donghae dan Hyukjae—yang menemukannya. Mereka segera menelpon polisi. Namun apa? Heechul bukanlah Heechul yang mereka kenal sebelumnya. Dia berbeda, sangat jauh berbeda.
Beberapa hari setelahnya, Jungsoo ditemukan di tepi sungai dekat jembatan dengan keadaan setengah membusuk. Tak ada yang tahu identitasnya saat itu. Tetapi segera ditemukan kalau ia adalah Park Jungsoo, orang yang terakhir kali bersama dengan Kim Heechul. Sidik jari itu—bukan sidik jari Cho Kyuhyun. Cukup lama mereka menyelidiki sidik jari itu dan sampai sekarang pun mereka tak dapat mengidentifikasinya.
"Terakhir kali aku bertemu dengannya, dia berteriak histeris saat melihatku." kata Kyuhyun—makin menggenggam erat tangan Siwon.
"Tenanglah, Kyu. Kita hanya perlu melihatnya sebentar. Hanya dari kejauhan. Jadi, tak ada yang perlu di khawatirkan."
Mereka mengikuti seorang dokter ke sebuah ruangan khusus. Dokter itu membuka kunci jeruji besi bercat putih, lalu mempersilahkan Siwon dan Kyuhyun untuk masuk. Mereka berhenti saat dokter itu membatasi jarak pandang pada pasien yang sangat sensitive. Ia memiliki gangguan kejiwaan—sangat—parah.
"Ia terancam akan seperti itu selamanya." jelas dokter—berbisik pelan—bermaksud agar tak mengganggu pasien yang seharian hanya memandangi wajahnya di cermin.
Siwon tak menjawabnya. Ia hanya menghela napasnya panjang kemudian melirik Kyuhyun. Pandangan keduanya tertuju lagi pada pasien yang sensitive itu. Setelah beberapa lama melihatnya, mereka memutuskan untuk kembali.
"Semuanya berakhir, Kyu." gumam Siwon saat sesudah berada di dalam mobilnya.
"Aku juga memikirkan hal yang sama, Hyung." jawab Kyuhyun tersenyum.
Siwon menarik tangan Kyuhyun hingga jarak keduanya makin mendekat. "Tetapi ini akan menjadi awal yang baru bagi kita." katanya tersenyum simpul.
Kyuhyun yang mendengarnya hanya tersipu malu. Siwon mengecup bibir Kyuhyun. Emm—bukan hanya mengecup, tetapi kecupan itu berubah menjadi lumatan-lumatan manis di antara keduanya.
THE END
(wonkyu)
EPILOGUE
Yesung melangkah, makin mendekati pasien yang sensitive itu—Kim Heechul.
Matanya memperhatikan setiap inch tubuh pria itu, lalu ia menoleh ke arah cermin.
Tidak. Bukan hanya Kim Heechul yang ia lihat, tetapi Kim Ryeowook yang bersandar di punggung Kim Heechul dengan wajah yang menghadap ke arah Yesung.
"Kau nyaman berada disini huh?" tanya Yesung. "Ku kira kau akan jauh lebih nyaman jika bersama Cho Kyuhyun."
(REALLY) THE END
A/N: Annyeong ^.^ huaaaa senang sekali akhirnya ini ff bisa nyentuh chapter akhir :v aku bahagia sekali /plakk/. Maaf kalau endingnya agak ngantung. Biasanya kalau bau-bau (?) horror pasti endingnya gantung kan? /berusaha ngeles/. Maaf juga karena jalan ceritanya ga nyambung atau terkesan sangat pasaran.
Akhir kata aku ingin mengatakan banyak terima kasih pada kalian yang mengikuti jalan cerita ff ini dari awal sampai akhir, yang favorit dan yang follow ff ini. Maaf aku ga bisa sebutin satu persatu. Tanpa kalian, mungkin ff ini ga bakal di lanjut karena sesungguhnya komentar itu motivasi untukku ^.^
Emm untuk selanjutnya mungkin aku cuma mau share ff 2 shot ^.^ entah kapan :D mungkin juga itu mau aku post di blog pribadiku. silahkan mampir ya /eaaaa/
Sekali lagi TERIMA KASIH! /bow/
WONKYU JJANG! '-')9
