Present

~ JOURNEY ~

EXO FANFICTION

Main Cast : KAISOO COUPLE

Genderswitch

KIM JONGIN A.K.A KAI (NAMJA) X DO KYUNGSOO (YEOJA)

Support Cast : Akan bertambah seiring berjalannya ff

Rated: M

Genre : Family, Romance, Hurt/Comfort, Marry Life

Warning : Genderswitch, Typo(s) anywhere= lazy to edit hhheeee, OOC, cerita gaje,alur kecepetan, penyusunan kata yang tidak berdasarkan EYD, cerita sesuai apa yang dipikirkan hira :D

~Don't Like Don't Read~

Mungkin ini bakalan banyak obrolan dewasanya karena memang hira bikinnya begini kenapa di simpan di rate M karena alasan tadi, tapi mungkin ada anehnya sedikit hhee:D peace.

Mohon maaf untuk segala kesalahan yang terdapat dalam cerita ini

Summary:

"M-MWO?"/ "Bu-bujangnim?"-Krystal/"Mian Jongin-ssi saya lupa memperkenalkan ini.../"Jung Soojung dokter kandungan dan lebih suka disapa Krystal" potong Jongin yang di jawab dengan anggukan" it's Kaisoo as Main pair/GS/DLDR/Hurt/Romance.

Disclaimer : The story is real belong to my imagination, so in the other words it's belong to me :D

It's Kaisoo couple and genderswitch

Hope you like it and Happy Reading ^_^

.

.

Previous Chapter

"Apa? Putriku dirawat di rumah sakit kepolisian?" terdengar nada terkejut dari sesosok yeoja yang kini tengah menerima berita lewat ponsel akan putrinya yang dirawat.

"Benar nyonya, nona Sulli menderita patah tulang hidung dan lebam di wajah akibat pukulan tuan Jongin yang begitu keras"

Jawab seorang pria yang kini tengah menjawab telpon sang nyonya tersebut.

"Jinja, bocah itu sudah mulai berani mengeluarkan taringnya. Baiklah siapkan segala keperluanku lebih baik kita bergerak lebih cepat sebelum Jongin membunuh Sulli, kita harus cepat membunuh wanita bernama Do Kyungsoo untuk membalas pukulan yang putriku alami juga Kim Sehun, bocah itu harus lenyap sesuai dengan permintaan rekan ku" jelas sang yeoja dengan nafas yang memburu karena tersulut emosi.

"Baik nyonya apakah kita akan bergerak sekarang?" sang yeoja berpikir sejenak.

"Tunggu aku sampai dan persidangan Sulli mendapatkan hasil, sekarang kita bersiap saja agar langkah kita lebih mudah nanti".

PLIP

Sambungan telpon terputus.

"Awas kau Kim Jongin, semua yang ada padamu kupastikan hancur tanpa bersisa" gumamnya begitu jahat.

- JOURNEY CHAPTER 9-

Hari berganti hari, tanpa terasa sudah sepuluh hari Jongin dan Sehun tertidur diruangan yang sama dengan posisi yang tak berubah. Sehun tidur disamping kanan Kyungsoo dan tangannya memeluk sang eomma, sedang Jongin tertidur di kursi dengan kepala bertumpu pada lengannya di samping kiri Kyungsoo.

Dan pagi ini mata bulat itu mulai bergerak-gerak mencari cahaya. Setelah segalanya terlihat jelas yeoja itu tersenyum begitu mendapati wajah mungil itu tengah terlelap sambil memeluknya. Kemudian pandangannya beralih kearah yang berlawanan dan menemukan Jongin tengah terlelap dengan wajah yang tertutupi kedua lengannya.

Dengan pandangan sendu ia mengangkat tangannya untuk menggapai kepala Jongin, namun betapa terkejutnya ia ketika Jongin merubah posisi kepalanya menjadi berhadapan dengan wajahnya.

"Aegi...aegi.." gumaman lirih itu masih bisa Kyungsoo dengar walaupun kecil.

"Mianhe..." gumam Jongin lagi dan mata Kyungsoo mulai berkaca-kaca lagi, tangannya kini menyusuri perut ratanya, ya, Kyungsoo ingat penyebab ia seperti sekarang dan Kyungsoo tidak bodoh untuk tahu apa yang telah terjadi pada dirinya dan juga janinnya.

Tes

Tes

Kyungsoo kini menutup bibirnya dengan tangan kanannya yang bebas "T..tuan kau menangis" batinnya miris ketika Jongin mengeluarkan air mata dalam tidurnya. Sungguh entah mengapa kini Kyungsoo merasa bersalah pada Jongin.

"Eomma~~" suara itu sampai di pendengaran Kyungsoo, terlihat kini Sehun tengah menatap matanya dengan tatapan polosnya. "Eomma...apa ini eomma Cehunie?" Tanyanya karena sepertinya bocah itu belum yakin dengan apa yang dilihatnya "Nde, ini eomma sayang, eomma sudah bangun" seketika itu mata Sehun berbinar penuh kebahagiaan, anak itu langsung mengeratkan pelukannya pada Kyungsoo

"EOMMA~~"

teriaknya senang hingga tanpa sadar membuat Jongin terkejut dan membuka mata.

.

.

"Bagaimana keadaanya?" Jongin bertanya pada Krystal setelah ia selesai memeriksa keadaan Kyungsoo "Apa pedulimu?" Krystal berucap sambil melangkahkan kakinya menjauh lebih cepat.

Tak tinggal diam, Jongin mengikuti Krystal hingga keruangannya "hupf~~" Ktystal menghela nafas panjang ia sungguh sebal pada Jongin apa lagi sekarang pria itu sudah duduk manis tak tahu diri dihadapannya.

"Keluar sekarang juga" perintahnya, namun Jongin masih tetap diam "Kau tinggal menjawab tak perlu banyak bertele-tele" ucap Jongin membuat yeoja itu mendengus keras.

"Cih, bagaimana jika aku bilang Kyungsoo tidak bisa hamil lagi?"

Deg..

"Kau seorang dokter hati-hati dengan ucapanmu" ujar Jongin penuh penekanan. Jujur saja ia tak suka ketika Krystal berbicara seperti itu. Dan jika itu benar sungguh Jongin tak akan segan-segan untuk membunuh si pembunuh anaknya saat ini juga.

Ceklek!

"Oh, bujangnim" Krystal dan Jongin menoleh kearah sumber suara disana berdiri dua orang namja yang satu dengan jas dokter kebesarannya dan yang satu menggunakan kemeja biru dengan jas hitam tersampir di lengannya "Oh, Kim sajangnim" Krystal segera membungkuk hormat ketika Kim Joonmyeon atau biasa disapa Suho masuk lebih dalam kedalam ruangannya.

"Kalian datang bersama?" Suho menggeleng "Aku bertemu suamimu dilorong jadi kami sekalian saja" jawab Suho menjawab pertanyaan siapa pria yang datang bersamanya.

"Bagaimana keadaan istri anda?" Suho bertanya pada Jongin yang dijawab dengan gelengan "Krystal-ssi baru akan memberitahuku" jawab Jongin sambil melikik sinis kearah Krystal.

"Jadi kau belum memberitahu keadaan istri bujangnim?" mata Krystal membulat seketika

"M-MWO?" Krystal reflex berteriak dihadapan wajah Suho.

"Bu-bujangnim?" Ucapnya tergagap dan dijawab anggukan oleh Suho.

"Mian Jongin-ssi saya lupa memperkenalkan ini..."

"Jung Soojung dokter kandungan dan lebih suka disapa Krystal" potong Jongin yang di jawab dengan anggukan "Dia adalah salah satu dokter pindahan yang baru bekerja kurang lebih 3 minggu lalu dan seperti yang anda tahu dia yang menangani Ny. Kyungsoo, istri anda" terang Suho.

"Apa? " kini Changmin yang berkata dengan sedikit memekik, jujur saja ia baru tahu bahwa Kim Jongin yang istrinya sering ceritakan dan telah ia tampar adalah Kim Jongin yang memberi modal padanya.

"Ja-jadi yang kau tampar waktu itu Kim Jongin yang..."

Changmin sudah tak bisa meneruskan kata-katanya dengan anggukan jelas dari istrinya yang berwajah lesu dan serba salah.

"Apa? Kau menampar Kim bujangnim?" tanya Suho dengan nada yang sama seperti Changmin. "Kau tahu dia siapa?" Suho bertanya dengan nada ngotot "Dia adalah orang yang menggajimu disini Krystal kau ini benar-benar.."

"Ta-tapi aku kan tidak tahu Kim uisa, yang namanya Kim Jongin itu banyak bukan hanya dia saja" jawab Krystal tak mau disalahkan. ya, walaupun ia benar-benar terkejut dengan siapa itu Kim Jongin tapi ia tetap teguh pada pendiriannya. Jongin adalah suami Kyungsoo yang menyebalkan.

"Jeosonghamnida atas kelakuan salah satu pegawai kami tuan" Suho membungkuk meminta maaf.

"Ayo Krystal minta maaf? Perintah Changmin, namun yeoja itu malah merajuk menghampirinya dan menarik-narik kemejanya.

"Kau tahu dia adalah penanam modal usahaku" Bisik Changmin penuh penekanan ketika Krystal tak mau meminta maaf.

"Andwae, aku tidak mau minta maaf dia sudah berbuat kejam pada sahabatku" jawab Krystal dengan berbisik pula.

"Baiklah kalau begitu kita harus mengganti modal usaha yang sudah dia pinjamkan pada kita"

"MWO!" Changmin segera menutup mulut Krystal yang berteriak.

"Bagaimana?" Krystal yang mendengarnya terpaksa harus pasrah, ia tidak mungkin mampu mengganti uang yang sudah dipinjam suaminya untuk saat ini.

"Ba-baiklah" ucapnya ragu lalu menghadap pada dua namja yang sedari tadi memandang heran pasangan suami istri ini. Denga enggan Krystal harus meminta maaf.

"Jeo-jeosonghamnida bu-bujang..."

"Tidak perlu, aku hanya butuh keterangan kondisi istriku" jawab Jongin dengan nada dingin sehingga ketiga orang yang ada dihadapannya menjadi gugup. Entah Jongin sekarang sedang marah atau bagaimana.

"Dia baik, semuanya normal hanya saja ia masih harus istirahat seminggu lagi" jawab Krystal lancar "Apakah benar istriku tidak bisa hamil lagi seperti yang kau katakan?" tanya Jongin.

"Apa? Kau ini berikan informasi yang benar Krystal" nasihat Suho dan Krystal hanya menunduk tak berani menatap wajah Suho ketika kesal.

"Tidak Jongin-ssi, istri anda baik-baik saja tidak ada tanda-tanda vital akibat kegugurannya, hanya saja ia harus dihibur agar mentalnya kuat, atau mungkin setelah pulang dari sini anda bisa berduaan dengannya karena wanita yang keguguran akan cepat memberi anda keturunan lagi jika ia benar-benar sudah sehat" nasihat Suho lancar tanpa menghiraukan wajah tiga orang dihadapannya yang terlihat canggung. Ya, Suho sudah membaca laporan pemeriksaan Kyungsoo jadi ia hafal dan tahu harus menjawab apa.

Jongin mengangguk mengerti "Baiklah kalau begitu terimakasih" ucapnya sambil berlalu pergi sebelum memberi seringai pada Krystal dan sunghuh, yeoja itu merasa tidak enak hati sekarang.

"Kenapa anda menganjurkannya?" tanya Krystal begitu saja "Memangnya kenapa? Kurasa itu hal yang lumrah untuk suami istri, apa kau malu? Kau ini kan juga seorang istri jadi untuk apa malu?" Krystal menggeleng kuat "Aku tak mau sahabatku hamil karenanya" jelasnya "Memangnya kenapa? Kau bukan Kyungsoo jadi untuk apa kau mengurusi kehidupan pribadi mereka eoh?" Krystal berdecak atasannya ini memang tidak peka pikirnya.

"Kim bujangnim yang sudah membuatnya seperti sekarang" kalimat Krystal di hadiahi tatapan tidak suka dari Suho "Tahu apa kau tentang mereka eoh? sudah kenal sejak lama?" Suho berkata sinis "Kau tak tahu apapun jadi jangan berulah" peringat Suho tapi Krystal tak ada takut-takutnya sama sekali. Yang ia tahu ia harus melindungi Kyungsoo dari bajingan bernama Kim Jongin.

"Dia membuat sahabatku menderita tuan sampai kandungannya lemah dan keguguran dan apa anda tak melihat banyak memar dibadannya? Dia dianiaya sampai keguguran" ucapnya "Kyungsoo keguguran karena dihajar seseorang yang terobsesi pada suaminya, dan kau tahu apa yang tuan Kim lakukan ketika istri dan anaknya dianiaya?" Krystal menggeleng "Ia meninju tepat di wajah wanita itu dan kurasa hidungnya patah saking kerasnya pukulan tuan Kim dan ia terus mengeluarkan darah" Krystal melotot lebar "Apa benar?" tanyanya dengan nada super terkejut.

Mustahil sekali Jongin membela Kyungsoo, atau mungkin hanya Jongin saja yang boleh menyakiti Kyungsoo hingga Jongin berbuat seperti itu. "Anda seperti sudah kenal lama sekali mengenalnya?" tanya Krystal.

"Ya, aku memang sudah mengenalnya sejak lama sejak ia berada di tingkat 2 universitas. Dan aku sangat, sangat mengenalnya jadi ku harap kau tidak bicara seenaknya karena aku tahu semua yang terjadi dengan hidupnya bahkan itu dengan Kyungsoo, jika kau masih ingin bekerja disini dan membantu banyak orang baik-baiklah dengan tuan Kim, karena ia yang membuat dan merencanakan rumah sakit disini bahkan akan membangun kelinik-kelinik kecil di dalam desa agar orang dalam tak terlalu jauh kemari dan bisa segera ditolong" Krystal terdiam dengan semua penjelasan Suho. Jujur kepalanya terasa berputar-putar dengan semua yang terjadi hari ini.

Kenyataan bahwa Kim Jongin adalah seorang pria dermawan harus ia terima telak ketika mulut Suho berucap, namun segala kekejian yang ia lakukan pada Kyungsoo justru semakin memuakan dan mengacungkan egonya. 'Kim Jongin? tapi, bagaimana bisa?' batinnya bertanya-tanya. Ya Suho menjelaskan segalanya karena Krystal dengan sukarela pndah ke rumah sakit ini bukanlah main-main belaka.

Niatnya datang kesini adalah dengan visi dan misi yang sama dengan rumah sakit ini, memberi pertolongan dengan suka rela pada yang tidak mampu dengan kualitas ilmu terbaiknya.

.

.

"Aihhh..anak eomma lucu sekali" Kyungsoo mencubit kecil hidung Sehun yang kini duduk dipangkuannya, awalnya anak itu tak mau duduk dipangkuan Kyungsoo karena takut Kyungsoo kenapa-kenapa tapi Krystal menjelaskan pada balita itu jika eommanya baik-baik saja jika ia duduk dipangkuannya.

"Eomma cenang?" Kyungsoo mengangguk senang karena sedari tadi Sehun menghiburnya dengan membuat wajah-wajah lucu sambil bernyanyi tiga beruang dan jangan lupakan gerakan-gerakan imutnya membuat Kyungsoo merasa terhibur dan tertawa. Sementara Jongin sedari tadi hanya terdiam disofa dengan tablet dan berkas yang setia berada digenggamannya. Ya, selama Kyungsoo sakit Jongin tak pergi kemanapun selain mengajak Sehun jalan-jalan di taman rumah sakit dan makan lalu pekerjaannya ia bawa ke ruang rawat Kyungsoo.

Sesekali ia tersenyum, entah mengapa dadanya terasa hangat melihat Sehun kembali tersenyum oh, bukan hanya Sehun tapi keduanya. Ia senang Kyungsoo tersenyum, senyum yang begitu menyejukan dan mendamaikan hati –eh?.

"Eomma~~" pangil Sehun "Eum? Wae?" Kyungsoo bertanya namun Sehun hanya terdiam. Tangan mungilnya terulur mengusap perut Kyungsoo "Eomma, adik Cehunie cedang apa cekalang?".

DEG!

DEG!

DEG!

Seketika raut wajah Kyungsoo berubah pucat, oh bukan hanya Kyungsoo tapi namja yang sedari tadi memperhatikan mereka diam-diam ikut berubah. Perasaanya seakan di hempas ke bumi begitu saja setelah melambung ke langit.

Kyungsoo terdiam lama, memang setelah tahu Kyungsoo mengandung Sehun sangat senang dan selalu bertanya bagaimana keadaan adiknya setiap hari dan ia tak bisa menyalahkannya.

"Sayang" panggil Kyungsoo sambil mengusap kedua pipi gembil Sehun yang di tangkup oleh kedua tangannya. "Kenapa eomma? Apa adik Cehunie nakal?" Kyungsoo menggeleng "Apa..apa adik Cehunie pelgi?" kini mata jernih nan mungil itu mulai berkaca-kaca.

"Kenapa Sehunie bilang begitu?" Kyungsoo masih mencoba tenang mengunggu jawaban si anak cerdas putra Kim Jongin ini "Habicnya waktu itu eomma beldalah banyak cekali, imo bilang kan eomma..hikcc..hikc.." kini mata Kyungsoo yang terasa perih dan seketika penuh air mata "Kata imo, eomma tidak boleh beldalah, Cehunie halus jaga eomma cupaya tidak beldalah kalau eomma beldalah..hikc..hikc..adik Cehunie nanti pelgi ke tuhan. HWEEE…..!" tiba-tiba Sehun menangis kencang sambil menjerit-jerit.

Ya, Krystal pernah menasehatinya agar menjaga eomma tidak berdarah tapi kejadian Sulli yang menendang dan menghajarnya mengejutkan Sehun karena ketika sang appa menggendongnya dan membawanya kedalam mobil Sehun melihat banyak darah yang keluar dari eommanya hingga membasahi kemeja sang appa.

Sementara Sehun menangis keras, Kyungsoo terus memeluknya seerat yang ia bisa agar Sehun bisa segera tenang. Mereka berdua sama-sama menangis dengan Kyungsoo yang terus menciumi kepala dan mengusap punggung kecil yang bergetar hebat.

"Mianhae sayang…mianhae.." ucap Kyungsoo merasa bersalah.

Sementara Jongin, ia sudah menghilang masuk ke kamar mandi dan tubuhnya merosot jatuh kelantai dengan kepala menengadah keatas dan bersandar pada dinding. Matanya sudah memerah menahan air yang memaksa matanya untuk menumpahkan segalanya.

.

.

Lama Sehun menangis dan kini balita itu sudah terkulai di pelukan Kyungsoo dengkuran halus dan wajah sedih mengantar tidurnya. Kyungsoo mengusap lelehan sungai kecil itu dengan sebelah tangannya sementara tangan yang satu menyanga kepala si mungil. Jujur, rasa bersalahnya kini makin menggunung dengan Sehun yang seperti ini.

"Mianhae sayang, mianhae.. Eomma akan bercerita pada Sehunie nanti nde. Jaljayo nae saranghaneun adeul. Mimpilah yang indah karena eomma tidak mau melihat wajah putra tersayang eomma sedih seperti ini"

CHUP~~

CHUP~~

Kyungsoo mencium pipi Sehun lalu keningnya dan menidurkannya di ranjang. Mengusap helaian rambut Sehun kecil lalu bangkit turun dari ranjang setelah menyelimutinya. Ia ingin melihat Jongin yang ia tahu pria itu sudah ada didalam kamar mandi begitu lama dan ini membuatnya khawatir.

.

.

"Hiks…hiks.." seketika Kyungsoo terdiam mendengar samar-samar isakan namja yang begitu pilu menahan nyeri.

TES!

TES!

'Kau menangis? tapi mengapa?' batin Kyungsoo berkecauk dengan tanya dan rasa bimbang yang menyesakkan bercampur dengan rasa nyeri dihati yang penuh akan rasa bersalah.

CEKLEK!
Perlahan ia memutar kenop pintu yang ternyata tak terkunci kemudian masuk kedalam dan pemandangan yang begitu mengejutkan baginya melihat Jongin dengan tubuh yang bergetar hebat dan wajah tenggelam diantara kedua lututnya.

Lagi. Matanya harus rabun oleh air mata dengan semua yang ia lihat. Ia berjalan perlahan lalu berjongkok tepat di hadapan Jongin, ia bisa mendengar isakan kecil Jongin dan gumaman-gumaman kata-kata maafnya untuk aegi yang selalu ia panggil dalam tidurnya. Ya, anaknya telah pergi dan Jongin begitu terpukul akan kejadian itu.

Perlahan tapi pasti tangan Kyungsoo terulur mengusap punggung yang bergetar itu dan seketika tubuh itu menegang. Ia berhenti menangis dan menegakkan kepalanya membuat Kyungsoo menyingkirkn tangannya dari tubuhnya.

Kyungsoo tersenyum walau air mata menggenangi pipinya sedikit-sedikit sementara Jongin mencoba berbicara sebagaimana ia yang biasanya. "Kenapa?" Kyungsoo menggeleng atas pertanyaan Jongin malah kini tangannya terulur mengusap jejak air mata dipipi Jongin.

Hangat.

Itulah yang Jongin rasakan ketika Kyungsoo menyentuhnya. "Tuan, mianhae" Kyungsoo meminta maaf dengan tetesan-tetesan air mata yang makin menderas. "Sa-saya tidakmenjaganya dengan baik" ucapnya lagi sarat akan rasa bersalah pada Jongin.

"Sudahlah tak perlu menyalahkan dirimu, aku tahu siapa yang bersalah disini" ucap Jongin dingin dan mulai berdiri dan hendak berjalan menjauh.

GREP!

Tiba-tiba ia merasakan tangan mungil nan kurus itu melingkari pinggangnya lengkap dengan selang infus yang masih menempel di tangan kirinya. Ya, Kyungsoo memeluknya.

Memeluk Kim Jongin yang kejam dengan penuh ketulusan, sementara Jongin mematung ia hanya bisa diam menahan sesak. Jongin tidak tahu apa yang harus ia lakukan, karena jika ingin menyalahkan ia sudah sadar siapa yang harus disalahkan dalam keadaan seperti ini. Yaitu dirinya sendiri bukan Kyungsoo dan bukan yeoja itu yang seharusnya minta maaf.

"Bagilah bersamaku tuan" ucap Kuyngsoo setelah hening cukup lama. "Bagilah denganku rasa sedih, kecewa bahkan terlukamu" ujar Kyungsoo lagi "Walaupun kau tak mencintaiku, walaupun kau menganggapku budak ku mohon berbagilah sedikit saja denganku atas aegi yang telah pergi. Marahi aku yang tak becus menjaganya tuan asalkan tuan merasa lega dan tak serapuh ini hiks.." Kyungsoo mulai terisak lagi.

Perasaan.

Ya, perasaan.

Perasaan Kyungsoo menuntun dirinya berbuat seperti ini pada Kim Jongin, padahal sudahjelas-jelas namja itu banyak menyakitinya dan entah terbuat dari apa hati Kyungsoo hingga ia bisa seperti sekarang. Melihat Jongin rapuh seperti ini sungguh menyakitkan disbanding Jongin yang biasanya dingin, kokoh dan berkuasa.

"Kau tak bersalah, akulah yang paling bersalah. Aegi pergi karena aku, padahal aku begitu menginginkan dan menantikannya". Jongin melangkah menjauh meninggalkan Kyungsoo yang mematung dan terisak pelan.

.

.

.

.

"Kyung kau sudah sembuh?" suara yeoja paruh baya mengejutkan Kyungsoo setelah ia menutup pintu mobil dan menginjakan kakinya di depan rumah mungil miliknya, sementara Jongin menggendong Sehun yang tertidur selama perjalanan pulang dan berjalan menuju pintu.

"Eoh, halmoni" Kyungsoo segera menghampiri dan memeluk yeoja itu "Nde aku sudah sangat sehat sekarang" sang nenek mengangguk "Kau harus kuat sayang demi anak dan suamimu" Kyungsoo mengangguk mengerti atas nasehat sang nenek.

"Kau tahu, selama tiga minggu kau dirumah sakit disini terasa sepi karena Sehunie tidak ada" keluhnya "Dan tuan Kim terlihat sangat terpukul ketika aku sesekalimelihatnya kerumah membawa pakaian Sehun" Kyungsoo terdiam "Semoga tuhan segera membuatnya bahagia, karena tuan Kim begitu banyak membahagiakan orang lain termasuk kami semua di desa ini" Kyungsoo tertegun mendengar ucapan sang nenek "Sebaik itukah suamiku?" sang nenek mengangguk.

"Dulu, ketika ia masih sangat muda ia didorong keluar dari mobil mewah secara paksa dan mobil itu meninggalkannya sementara tuan Kim berlari mengejarnya" sang nenek mulai bercerita "Waktu itu tubuhnya penuh luka namun karena pengetahuan kami minim jadi kami mengobatinya seadanya saja. seminggu berlalu perlahan ia pulih dan kau tahu apa yang dia lakukan?" Kyungsoo menggeleng.

"Ia berkeliling desa bersama kepala desa dan menemukan kondisi kami yang dalam kemiskinan, miskin uang, miskin pengetahuan karena hampir semua warga buta huruf dan tanah disini hampir sulit ditanami dan ia dengan sabar mengajari kami juga anak-anak membaca dan bercocok tanam yang benar mengingat desa ini minim pendidikan" mata Kyungsoo membulat terkejut.

"Waktu itu tuan Kim masih SMU, ku kira tuan muda kaya sepertinya takkan peduli pada orang miskin di desa ini tapi anggapanku salah. Ia berjuang keras memberi kami hal berharga yaitu membaca berbagai ilmu pengetahuan dan informasi, kemudian menjual bahan pangan yang kami panen dengan harga yang tak boleh merugikan kami. Ya, dia mengajari kami seperti itu hingga jadilah desa ini seperti sekarang tumbuh berbagai tanaman dimana-mana dan perlahan rumah-rumah reot kami berubah kuat, ada yang besar, sederhana ataupun kecil seperti rumah kita hhheeee" ia tertawa ketika melihat keadaan rumahnya dan kyungsoo.

"Dan rumah sakit pusat tempatmu dirawat adalah miliknya juga, bersama rekannya tuan Kim Joonmyeon ia membuka rumah sakit besar dan berfasilitas terbaik pertama walaupun jauh dari sini tapi itulah rumah sakit pertama yang dibangun didaerah dekat desa ini dan mau menampung orang-orang yang tak mampu seperti kami" lanjut sang nenek dan Kyungsoo makin tahu siapa sebenarnya Kim Jongin. "Dan kau tahu Kyung? seminggu lagi tuan Kim akan menjalankan proyek membangun klinik-klinik dekat lingkungan desa agar orang-orang bisa segera ditolong" Kyungsoo tersenyum sendu 'Kenapa? Kenapa aku harus mengetahui semua ini sekarang? Dan mengapa aku harus mengetahuinya dari orang lain?' batinnya miris.

Jadi seperti inilah Kim Jongin yang sebenarnya? Dibalik semua kuasa, arogansi, keangkuhan dan kuatnya seorang Jongin ternyata dia adalah orang yang rapuh dan baik hati?.

"Ta-tapi…apakah…apakah halmoni pernah melihatnya berbuat kejam? Seperti…" Kyungsoo bingung bagaimana menjelaskannya tapi sepertinya senyuman sang nenek menjawab segalanya "Tentu, tentu saja aku pernah melihatnya tapi hanya sesekali Kyung. Dia seperti itu karena marah, marah dengan orang yang hanya bisa merugikan orang lain" jelasnya "Maksud halmoni?".

"Dia akan marah pada orang yang suka berfoya-foya tanpa membayar hutang, juga marah pada orang yang tega menjual anaknya padanya demi tak mau bersusah payah membayar hutang Kyung. Dia benci karena dia merasa orang itu adalah penghianat" jadi dokumen yang Kyungsoo baca waktu itu adalah kebenaran. "Dia pemilih, pemilih jika akan membantu dan menjebak orang Kyung. Setiap bantuan yang ia keluarkan akan diawasi dan orang yang bersangkutan tak akan hilang dari pengawasan pekerjanya untuk mengetahui perkembangan, kegagalan bahkan kesungguhan orang tersebut" Kyungsoo mengangguk paham. Kini ia lebih tahu siapa Kim Jongin itu.

"Oh, sudah sore apa suamimu sudah makan?" Kyungsoo terperanjat ia tahu Jongin belum makan sedari siang "Oh, aku lupa. Halmoni aku pamit nde, gomawo untuk ceritanya" sang nenek tersenyum "Cheonma".

Dan Kyungsoo segera berlari masuk kedalam rumah.

.

.

"Apa yang kalian bicarakan? Kenapa lama sekali?" suara Jongin menghampiri pendengarnnya ketika ia menutup pintu.

"O-oh, kau lapar?" tanya Kyungsoo "Aku ingin mandi" dan Kyungsoo mengerti, ia segera berjalanmenuju kamar mandi menyiapkan air hangat untuk Jongin.

CEKLEK

Terdengar pintu ditutup dan ketika Kyungsoo menolehkan wajahnya Jongin sedang berdiri dengan tubuh toplessnya dan bersandar di pintu "A-airnya sebentar lagi si-siap tuan" jelasnya dengan nada yang gugup. Entahlah ada perasaan takut tapi bingung sekaligus dalam diri Kyungsoo.

Jongin mendekat dan memeluknya dari belakang sambil memaksa menciumi ceruk leher Kyungsoo sementara Kyungsoo terdiam, ia bingung ia ingin menolak tapi ia ragu melakukannya setelah apa yang sudah terjadi "Jo-jongin" panggilnya.

"Eum?" Jongin hanya menjawab dengan gumaman "To-tolong le-lepas" ucapnya berusaha melepaskan tangan Jongin dari pinggangnya.

"Aku lepas tapi kita mandi bersama" Kyungsoo berkeringat sekarang "Ta-tapi aku harus menyiapkan makan malam" tangan Jongin melemah dipinggangnya "Sehun dan anda belum makan" jelas Kyungsoo dan Jongin melepaskan pelukannya "Makanan bisa nanti, aku sudah menyuruh orang mengirim makanan kemari" jelas Jongin.

"Ta..tapi…"

"Arra..arra aku tahu Sehun tidak bisa makan selain masakan buatanmu tapi untuk kali ini saja berilah ia pengertian aku ingin mandi denganmu sekarang" belum sempat Kyungsoo menjawab tangan Jongin dengan cepat bekerja melepas pakaiannya satu per satu.

"Ke-kenapa?" Kyungsoo yang sedri tadi terdiam akhirnya membuaka suara "Kenapa apanya?" Jongin bertanya sambil tangannya tak berhenti membersihan rambut panjang Kyungsoo dengan shampoo. Ya, mereka mandi bersama namun yang mengejutkan Kyungsoo adalah bukan Jongin yangmenyerangnya di bak mandi tapi Jongin yang mengeramasi dan memandikan dirinya.

Awalanya Kyungsoo hanya bisa terpaku, betapa Jongin telaten memandikannya dari mulai menyabuni badannya hingga saat ini ia mengusap sampo pada rambutnya.

"Kenapa anda memandikan saya?" tanya Kyungsoo ketika Jongin mulai membilas rambutnya "Hanya ingin saja, anggap saja ini caraku merawatmu karena kesalahanku" Kyungsoo diam setelahnya.

"Tapi.."

"Apa kau ingin aku menyetubuhimu seperti biasa?" Kyungsoo diam tak bisa menjawab.

"Aku akan melakukannya nanti malam" wajah Kyungsoo memerah mendengarnya apakah ini semacam meminta persetujuan Kyungsoo?.

Entahlah apa yang sedang ada dipikirang Jongin sekarang "Aku memandikanmu karena kau sudah pulang dari rumah sakit dan darahmu sudah berhenti dua hari yang lalu jadi sekalian saja aku memandikan dan membersihkan bagian intimmu agar aku bisa menikmatimu nanti malam" kembali wajah Kyungsoo memerah padam dengan ucapan Jongin.

Namun seketika Kyungsoo menggeleng keras dan menangis keras. Kilasan bayangan Jongin dirumah sakit waktu itu melintas dipikirannya

"ANDWE! KUMOHON JANGAN!"

Kyungsoo menjerit histeris dan Jongin segera memeluknya walau yeoja itu terus meronta hebat.

"Eomma~~~Eomma kenapa? Eomma eodi?" suara Sehun terdengar begitu kencang. Sepertinya anak itu terbangun ketika Kyungsoo menjerit.

TOK!

TOK!

TOK!

Sehun memukul pintu kamar mandi karena hanya kamar mandi yang pintunya tertutup "Eomma! Hikc…hikcc..eomma kenapa? Eomma buka! Hikc…bial Cehunie macuk eomma~~" Sehun berteriak sambil menangis. ia khawatir terjadi sesuatu pada eommanya.

CEKLEK

"Eoh? appa? eomma kenapa?" Sehun berusaha bertanya ketika melihat sang appa tengah menggendong eommanya yang tengah menangis lengkap dengan handuk yang melilit tubuhnya sementara sang appa topless hanya memakai celana panjang saja "Eomma tidak apa-apa sayang tadi ia terkejut karena hampir terjatuh di kamar mandi" Sehun mengangguk "Tapi kenapa eomma menangic?" tanyanya "Oh, eomma menangis karena perutnya masih sakit" Sehun mengangguk mengerti.

"Eomma jangan menangic lagi ya, cini Cehunie obati cakitnya" Sehun naik keatas ranjang Kyungsoo sementara Jongin mengambilkan pakaiannya.

"Sehunie"

"Ya eomma" jawabnya sambil mengusap-usap perut Kyungsoo yang tertutupi handuk "Eomma cudah tidak cakit lagi?" Kyungsoo mengangguk "Jangan menangic ne, Cehunie akan mengobati eomma" Kyungsoo mengangguk dan segera meraih tubuh mungil itu dalam pelukan hangat dan Sehunpun membalasnya.

"Calanghae eomma" Kyungsoo mengangguk. "Cehunie hali ini mau makan yang appa beli caja, kalau eomma cudah cehat Cehunie mau makanan eomma lagi ya" Kyungsoo mengangguk lagi. Ia merasa bersalah pada Sehun, bersalah akan adiknya dan bersalah akan kejadian ini.

.

.

Malam semakin gelap, Sehun sudah terlelap dikamarnya namun Jongin masih sibuk diruang tengah mengerjakan pekerjaan dan Kyungsoo tengah berbaring di kamarnya. Matanya tak bisa terpejam memikirkan semua yang telah terjadi.

KRUUUKKKK~~~
"Aish kenapa aku lapar sekali"

Kyungsoo segera beranjak ketika mendengar gerutuan Jongin tentang perutnya yang lapar "Mau kubuatkan ramyun?" Jongin menoleh dan disana berdiri Kyungsoo diambang pintu kamar "Boleh" tak butuh waktu lama Jongin segera mendapatkannya.

.

.

"Kau takut padaku?" tangan Kyungsoo yang tengah membilas mangkuk terakhir terhenti ketika Jongin bertanya "Kenapa aku harus takut?" Kyungsoo berusaha meyembunyikan kegugupannya "Aku sudah bisa menebaknya" ucap Jongin.

GREP!

Jongin memeluknya dari belakang "Jangan berteriak" ucapnya dingin "Aku menginginkanmu jangan membuat Sehun bangun" peringatnya dan tubuh Kyungsoo harus pasrah ketika Jongin menghisap lehernya kuat-kuat meninggalkan warna merah keunguan disana.

"Ngh~~" Jongin menyeringai ketika Kyungsoo melenguh. Dan tanpa waktu lama Jongin sudah menggendong tubuhnya kekamar setelah menutup pintu dan menguncinya, Jongin merebahkan Kyungsoo diranjang "Aku akan melakukannya pelan-pelan, aku janji".

Kyungsoo diam, ia baru mendengar seorang Kim Jongin berjanji padanya. "Ta-tapi bolehkah aku bertanya sesuatu?" Jongin terlihat berpikir sesaat "Asal kau melayaniku dengan baik" Dan Kyungsoo hanya harus mengerti pada pria muda yang harus dilayani dengan tenaga ekstranya "Tapi anda harus menjawab dengan jujur" dan dengan mudah Jongin mengangguk.

"Yang harus kau lakukan adalah memuaskanku oke" perintahnya dan Kyungsoo hanya harus mengangguk. "Yeoja pintar".

Ucapnya sebelum melumat dengan lembut bibir penuh Kyungsoo, awalnya keduanya merasa aneh dengan perasaan mereka yang tiba-tiba menghangat namun setelah beberapa saat mereka terbiasa dengan sensasi yang begitu mengejutkan tersebut. Ciuman ini adalah ciuman yang selalu Kyungsoo inginkan, ciuman lembut yang membuat Kyungsoo untuk pertama kalinya menyerah karena terbuai olehnya dan membalas melumat bibir Jongin.

Lama mereka saling berpagut mesra, hingga terasa nafas Kyungsoo yang mulai tak teratur Jongin melepas ciumannya "Kau menikmatinya? Ciuman ini begitu nikmat" Kyungsoo hanya bisa tertunduk malu dan..

"Ngh~~~ahh~~" Jongin mulai menghisapi leher Kyungsoo, meninggalkan jejak-jejak basah nan merah disana. Sungguh suara Kyungsoo begitu mengundangnya untuk segera menyentak tubuh Jongin untuk bersatu dengannya. Tapi Jongin harus bersabar, ia tak mau Kyungsoo sampai menjerit seperti tadi sore.

"Jo-jonginh pelanh~~" Kyungsoo memperingatkan ketika Jongin yang seperti kesetanan menghisap dan meremas breastnya dengan begitu kuat dan tak sabaran mengirim impuls kenikmatan ke tubuh Kyungsoo tanpa ampun.

"Mianhe" Apa? Jongin meminta maaf? Kyungsoo hanya bisa terdiam. Ia merasa hari ini tuannya sangat aneh. Ia begitu lembut memperlakukan Kyungsoo, walaupun disisi lain Kyungsoo sangat senang tapi disisi lain ia jadi bingung sendiri.

"Apakah ada yang sakit?" pertanyaan itu sukses menyadarkan Kyungsoo yang terbengong ria untuk kemudian menggeleng "Apakah aku boleh menyentuhmu?" entah kenapa pertanyaan itu tiba-tiba saja keluar dari mulut Kyungsoo "Tentu saja, bukankah itu yangs eharusnya kau lakukan dari dulu ketika melayaniku?" Kyungsoo diam lagi "Sebut namaku Kyungsoo, aku tak mau kau memanggilku selain namaku" bisik Jongin begitu lembut sebelum kepalanya kembali tenggelam di ceruk leher Kyungsoo.

"Nghh~~Jonginh~" Kyungsoo mendesah "Bagus, seperti itu sayang" bisik Jongin begitu mesra hingga tak terasa sekujur tubuh mereka memanas dengan gairah yang meningkat. Dengan cepat Jongin membuat mereka berdua naked total dan kini tangan kanan Kyungsoo tengah melingkar dilehernya sementara tangan kirinya mengusap punggung Jongin sebagai pelampiasan rasa nikmat yang ia dapatkan.

Dan jantung keduanya berdetak tak karuan, terutama Jongin. Ia merasakan sesuatu yang menyenangkan dan lebih membahagiakan ketika Kyungsoo menyentuhnya. Ia merasa di terima seutuhnya.

"Ngh~~ahhh~~" desah Kyungsoo masih menggema. Kini ia sudah terlentang dengan tangan yang meremas bantal sementara Jongin mencumbu tubuhnya yang sudah terdapat banyak jejak merah dari leher hingga ke perut. Cumbuan Jongin terus turun hingga kepalanya tenggelam dikedua paha Kyungsoo. mengecap bagian inti Kyungsoo dengan panas.

"Ja-janganh~~Jonginh~~ah~~" Kyungsoo sudah tidak bisa berkata apapun lagi ketika merasakan gelombang kenikmatan yang ia rasakan makin menggunung seperti ombak yang bergelung hendak menghantam karang dengan keras dan…

"Ah~~" tubuh Kyungsoo bergetar hebat ia merasa kepalanya begitu pening. "Kau masih kuat?" Jongin bertanya pada Kyungsoo yang terengah dan tanpa menunggu aba-aba lagi Jongin segera meraih Kyungsoo dan menyatukan dirinya dengan begitu hati-hati dan bergerak begitu lembut kemudian.

"Jonginh~~~" Kyungsoo mendesah dan meraih leher Jongin.

"Wae sayangh?~~" Jongin bertanya dengan susah payah dan tak pernah ia duga-duga Kyungsoo menyentakkan pinggulnya dengan begitu keras padanya "Ah~~Kyunghh~~" Kyungsoo mengangguk dan Jongin mendapatkan lampu hijau untuk bergerak sesuka hatinya.

Dan detik itu juga gerakan yang sebelumnya lembut dan lamban berubah mejadi gerakan brutal dan kuat, Jongin sudah tidak bisa lagi menahan dan Kyungsoo mengerti akan kondisinya.

Tak hanya Jongin yang berusaha mencari kenikmatannya sendiri, seperti perintah Jongin bahwa Kyungsoo harus memuaskannyapun terjadi. Kyungsoo benar-benar membuatnya puas sampai ke puncak dengan gerakan pinggul mereka yang seirama.

.

.

.

.

"Terimakasih Kris sajangnim senang berbisnis dengan anda" Kris tersenyum dan menjabat salah satu rekan bisnisnya yangbaru. "Sama-sama tuan semoga kita bisa menjadi parter bisnis yang baik" sang pria tertawa "Tentu saja, sampaikan salamku pada direktur anda" Kris mengangguk dan mereka berpisah di pintu depan meeting room karena arah yang berbeda.

Drrrtt~~~drrrttt~~~~

Ponselnya bergetar dan segera ia menggeser kearah lampu hijau "Yeoboseyo, bagaimana kau hari ini Yeol?" rupanya yang menelponnya itu Chanyeol.

"Berhasil hyung, Tn. Hiroshi akan bergabung dengan kita. Bagaimana dengan hyung?" Kris tersenyum mendengar laporan dari Chanyeol "Sama denganmu" terdengar suara teriakan dari seberang "YES! Bersiaplah si Yuri dan Yoona itu untuk runtuh" Kris mengangguk

"Tapi kau harus tahu, kita dalam bahaya" dan kini suara desahanlah yang terdengar "Arra hyung, kita harus bergerak lebih cepat. Yuri sudah mengetahui identidas Sehun dan Kyungsoo terancam dibunuh karena ketahuan hamil kemarin dan Sulli membuatnya keguguran" Kris mengangguk walau tak terlihat oleh Chanyeol.

"Kau sudah menghubungi Jongin?" tanya Kris "Aku sudah menghubunginya beberapa hari lalu. Dania sudah tahu semuanya" Kris mengangguk lagi.

"Bagus kini saatnya kita bergerak secepat yang kita bisa, jangan sampai mereka mendahului kita. Kau tahu, kita sudah berhasil mengambil setengah pemegang saham penting dari mereka dan mereka takkan mungkin tinggal diam"

"Nde" hanya itulah jawaban dari Chanyeol yang menutup percakapan mereka ditelpon.

Setelah itu Kris menyandarkan tubuhnya kedinding dan perlahan tubuhnya merosot kebawah "Tao-ya, Zifan maafkan appa" ucapnya lirih kemudian tenggelam dalam lamunan yang panjang.

Sementara dilain tempat Chanyeol tengah membasuh wajahnya di toilet restaurant mahal tempat ia mengadakan meeting tadi. Sudah dari 20 menit yang lalu sejak Kris memutus sambungan telponnya ia terus membasuh muka dengan tidak-henti-hentinya. Untunglah toilet tengah sepi jadi tidak ada yang memandangnya aneh.

"Mian Baekhyun aku tak bisa melibatkanmu dengan hal ini, aku..." Chanyeol mengambil nafas sejenak sebelum kemudian menghembuskannya dengan berat, sarat akan rasa bersalah "Aku terlalu mencintaimu" gumamnya pelan.

.

.

"Jongin" panggil Kyungsoo hati-hati takut jika namja itu sudah terlelap, mengingat sesi bercinta mereka yang sangat hebat dan entah berapa kali mereka bergelung melakukannya. Hingga Jongin terasa terpuaskan dan berhenti, mereka benar-benar baru menghentikan kegiatannya. Dan kini keduanya terlihat begitu mesra dengan Kyungsoo yang bersandar di dada JOngin sementara Jongin memeluk pinggang kecilnya yang tertutup selimut.

"Hmm.." satu gumaman sebagai jawaban.

"Kau belum tidur?" Jongin menatap Kyungsoo dengan mata yang segar tanpa ada gurat kelelahan sedikitpun ketika Kyungsoo mendongak dan matanya bertemu dengan mata Jongin "Apa kau tidak lelah?" Jongin menggeleng "Kau boleh bertanya sekarang" ucap Jongin.

Namja itu mengerti jika Kyungsoo tengah berusaha mencari waktu yang tepat untuk menagih janji padanya.

"Sebenarnya…sebenarnya… apa yang terjadi padamu?" Jongin masih terdiam menunggu Kyungsoo menyelesaikan pertanyaannya.

"Kau tau? Aku engetahui sedikit tentang dirimu dari halmoni tetangga kita tadi sore untuk yang ke tiga kali" JOngin mengernyit heran siapa saja yang sudah memberi tahu Kyungsoo sebelumnya? "Pertama aku tahu mengenai dirimu dari Leeteuk ajhuma" Jongin mengangguk ia ingat kejadia waktu ia bertengkar dengan Kyungsoo mengenai Sehun.

"Kedua akumengetahuinya lewat dokumen panti asuhan dan black note di ruang kerjamu" terasa tubuh Jongin menegang Kyungsoo dengan cepat meluruskan ucapannya "Aku sungguh tak sengaja melakukannya ketika aku sedang bosan dan memutuskan merapikan berkas-berkasmu yang berantakan" dan tubuh Jongin kembali rileks.

"Dan ketiga tadi sore dari halmoni. Mengapa aku harus mengetahui semua ini dari orang lain? Aku selalu bertanya seperti itu dan kini aku ingin bertanya bolehkah aku mengetahui semuanya darimu?" Jongin terdiam. Sebenarnya ia sudah menduga suatu saat ini akan terjadi dan ia sudah siap dengan semuanya.

"Yang mereka katakan semuanya benar jadi kau ingin apa lagi?" Kyungsoo memejamkan matanya sejenak "Semuanya Jongin, aku ingin mengetahui mengapa kau seperti ini, siapa itu Yoona, Yuri, dan Sulli" jawab kyungsoo.

"Yoona ibu tiriku, ia…dia yang membunuh ibuku dengan membuatnya seperti kecelakaan. Sebenarnya ibuku tak pernah kecelakaan jika saja orang suruhannya tidak membuat rem mobil eommaku putus dan kedua Yuri adalah pembunuh keluarga Sehun dari mulai Sungmin eommanya yang di tabrak lari dan tanpa saksi, Sehun dan Sohee yang dibuat seperti perampokan dan Kyuhyun yang dibunuh dengan diberikannya obat setiap hari" Kyungsoo begitu terkejut dengansemua penjelasan Jongin. sungguh orang yang bernama Yuri itu begitu kejam dan ini baru kisah tentang keluarha Sehun.

"Dan Yoona juga yang telah membunuh appaku dengan…"

.

.

TBC

Hai-hai…. Mianhae hira baru update lagi hhheeee.. nah disini hira mau kasih kejelasan tentang Jongin lagi, siapa dia dan bagaimana dia. Dan mianhae karena hira ga buat Kyungsoo benci sama Jongin karena intinya chingu semua bakalan tahu seiring berjalannya cerita tentang posisi dan pointnya Jongin disini.

JEONGMAL GAMSAHAMNIDA UNTUK REVIEW, FAV, FOLLOW DAN BACANYA ^_^ hira sangat senang sekali membaca review dan mengetahui rspon chingu semua. Semoga chap kali ini tidak membosankan dan chingu lebih mengenal lagi siapa itu Pak Kim alias Jongin disini. hira cut duluya, masih ada kerjaan masalahnya.

See you in the net chapter ya, hira harap chingu semua tidak bosan mengikuti ff hira ini. Mianhae kalo lama dan chingu mabok karena kepanjangan. :D

Pai pai *dadah bareng KAISOOHUN

*DEEP BOW