Will you teach me?

Fairy Tail : Hiro Mashima Property

Warning: Gajenees, Miss Typo, Little crush


(Normal POV)

Esoknya, Lucy masih tertidur di ranjangnya. Matanya yang masih terpejam tak menunjukan akan bangun sebentar lagi. "Lucy, ayolah..Masa aku harus membangunkan mu terus?" kata Aries yang entah sejak kapan sudah berada di kamar Lucy. "Aku ngantuk, Aries~" kata Lucy sambil menarik selimut ke kepalanya. "Kau harus bangun sekarang! Natsu menjemput mu tuh." Kata Aries sambil melipat tangannya. Mendengar nama yang tak asing itu, Lucy langsung loncat terduduk menatap Aries tak percaya. "N-Natsu?!"

Aries terdiam sejenak. "Hahahahahah! L-Lucy! Hahahahahaha, aku tak percaya itu berkerja..maaf maaf, aku bercanda…" kata Aries tiba-tiba sambil tertawa geli dan memegangi perutnya. Lucy terdiam. "Eh? Huah! KAU BOHONG YA?!" Teriak Lucy sambil melempar bantal kearah Aries tetapi berhasil ditangkap olehnya.

"Maaf Lucy, tapi lihat sisi baiknya…kau bangun kan? hahhahaha…ayo mandi terus kita jalan, ya?" kata Aries sambil melempar handuk Lucy ke wajahnya. "Ugh…kau menyebalkan!" teriak Lucy kesal sambil beranjak dari ranjangnya. Setelah mandi, Lucy mengambil tang top berwarna pink dan juga kaus lengan panjang putih dengan bentuk kerah V. Dia memakai rok putih dan juga sepatu boots coklat favorite nya.

"Ehm, boleh juga style mu Lucy." Kata Aries sambil menaruh roti isi selai strawberry didepan Lucy. "Terimakasih~" kata Lucy sambil tertawa kecil. "Ngomong-ngomong, tadi malam kau pulang sama siapa?" tanya Aries tiba-tiba. Lucy menelan potongan roti yang ada dimulutnya lalu tersenyum. "Natsu. Habisnya kami tak sengaja bertemu dan dia menawarkan jasa ojeknya. Yaudah…" Kata Lucy sambil kembali melahap rotinya. Aries tersenyum jahil. "Kau bayar pakai ciuman di pipi ya?" Lucy menganguk lalu kembali melahap rotinya sampai…

"EEH! K-kau t-tau dari mana?!" tanya Lucy saat sadar apa yang baru saja Aries katakan. Senyum jahil mulai muncul di wajahnya yang manis itu. "Dari benda yang disebut, J-E-N-D-E-L-A" ejanya membuat wajah semburat merah muncul dipipi Lucy.


Lucy POV

"K-kau salah liat! I-itu aku cuma mau balikin helm nya dia aja kok. Gak ada yang gitu-gituan!" Kataku mencoba membela diri. Aries tersenyum lalu melambaikan tangannya. "Aku serius!" Aries melihat kearah ku lalu menjulurkan lidahnya. 'Ugh! Dari sekian banyak orang kenapa harus dia yang liat sih!' pikirku sambil melempar tubuhku diranjang dan mengambil ponsel yang terletak dia samping meja. Aku sebenarnya berharap ada pesan dari Gray, tetapi saat aku melihatnya, tak ada satupun balasan darinya. Aku menghela nafas ku lalu menutup ponsel dan memandang langit-langit kamarku. "Liburan musim panas hampir selesai ya…sebaiknya aku mulai mengerjakan resume ku." Pikirku sambil bangun dari tempat tidurku dan mengambil beberapa buku pelajaran.

=Time Skip=

Karena jadwal syuting yang padat, aku terpaksa membawa tugasku ke lokasi syuting walau sebenarnya itu ide yang bagus sih. 'Aku bisa bertanya pada Lisanna tentang kimia dan Erza dalam Fisika…Ada bagusnya juga.' Pikirku sambil tertawa kecil. "Lisa-chan~" panggilku saat melihat Lisanna yang sedang duduk sendirian.

"Lucy-chan? Sini! Sini!" katanya sambil menunjuk kursi disebelahnya. "Ada apa?" tanya-nya saat aku menghampirinya dengan membawa peralatan tulis dan juga buku pelajaran yang tebal-tebal. "Ano, ehm…Bisakah kau membantuku dengan pr kimia?" kataku setengah memohon. Lisanna melihat kearahku sebentar lalu memperhatikan buku cetakku dan mengambilnya. Dia membolak-balik halaman yang entah mengapa membuat hatiku jadi tegang melihatnya. "Mana yang tak kau mengerti? Biar senpai ajari." Katanya sambil mengedipkan mata kanannya. "YEY! Arigatou Lisa-senpai!" kataku sambil memeluknya erat.

"Yang campuran ini berbahaya kalau bertemu dengan benda yang mudah terbakar. Nah, ini ada jenis-jenisnya kan?" kata Lisanna sambil menunjuk tulisan dan lambang-lambang dibuku-ku. Aku menuliskan jawabanku dibuku tugas sambil mendengarkan penjelasan Lisanna. Tak perlu diragukan kalau dia menjadi sarjana sebelum aku.

"Okay, kau mengerti Lucy?" katanya sambil menutup buku saat aku sudah selesai mengerjakan resume kimia yang segunung. "Yap! Arigatou Lisanna…aku berhutang padamu untuk ini." Lisanna tertawa kecil."Kutunggu traktiran mu ,ya?" kata Lisanna sambil mebuat tanda peace dengan jarinya. "Ahahahahaha..pasti!" jawabku. "Lisanna, bisa bantu aku?" panggil Mira yang sedang memegang naskah ditangannya. "Baiklah nee-chan. Lucy, aku tinggal dulu ya.." Aku mengangguk sambil memperhatikan Lisanna yang sedang membicarakan design yang bagus dengan Mira.

"Dia itu multifungsi, jangan kaget kalau dia bisa apa saja.." kata suara yang berada tepat dibelakangku. Aku menghela nafasku saat mengenali suara yang berada dibelakangku. "Kau tak boleh begitu. Dia itu hebat dan namanya bukan multi-fungsi, tapi multi-talents." Jelas ku pada Natsu yang sekarang sudah duduk disebelahku dengan wajah yang masih tampak bingung. "Ya, intinya sama aja lah.." katanya santai sambil membolak-balik naskah. "Bagaimana PR mu? Sudah selesai?" tanyaku sekalian mengingatkannya.

Natsu menoleh kearah ku lalu kembali memperhatikan naskah yang berada ditangannya. "Nope, aku gak ngerti materi mereka." Jawabnya santai. Aku hanya ber-sweatdrop saat mendengar jawaban singkatnya. "Kau mau mebantuku?" tanya-nya tiba-tiba. Aku moleh kearahnya sambil mengangkat sebelah alisku. "Maksud mu?" Natsu menutup lembar naskah lalu melihat kearahku dengan grin khasnya itu. "Kau kerjain PR ku ya!" katanya santai.

Reflex aku menjitaknya keras. "Aduh! SAKIIT~!" keluhnya sambil memegangi kepalanya. "Rasakan! Dimana-mana orang tuh minta bantuin jelasin atau ajarin! Ini malah disuruh kerjain! Huh!" omelku padanya. "Ya, siapa tahu aja kau mau. Kalau begitu, apa kau mau mengajariku?" Aku tersentak kaget saat dia mengajukan pertanyaan ini. Aku menoleh kearahnya dan bertatapan dengan wajahnya yang sekarang terlihat…serius.

"Kurasa kau bisa menjadi guru yang baik…mau ya?" Dia menujukan grins-nya. Aku tertawa kecil lalu mengangguk. "Baiklah, memangnya materi apa?" Natsu menaruh tangannya dikepalanya mencoba mengingat-ngingat. "Ehm..kalau gak salah, Bahasa deh.." kata Natsu masih dengan pose berfikirnya. 'Kebetulan, aku bisa materi itu!' pikirku dengan senyum kecil. "Okay, aku bantu ya!"

"Yey! Thanks Lucee!" katanya sambil merangkulku. Aku bisa merasakan bahwa pipiku memanas tiap kali dekat dengannya. 'T-tidak! Ini Cuma perasaan aja! Iya! Pasti!' Aku mencoba meyakinkan diriku. Aku tak boleh suka sama sibodoh ini!


Normal POV

"Lisanna! Aku duluan ya..ada tugas nih!" teriak Natsu dari jauh sambil melambaikan tangannya kearah Lisanna. "Okay! Aku akan pulang telat!" Natsu menangguk dari jauh lalu melaju dengan motornya bersama Lucy yang sudah duduk manis dibelakangnya. "Kau sudah gak takut lagi?" tanya Natsu saat dia berhenti di lampu merah. "Bukannya takut, tapi ngeri..dan ya, udah biasa aja kok." Kata Lucy dengan percaya diri.

'Kami-sama, jangan biarkan aku mati disini!' doa Lucy dalam hatinya. Dia berpegangan pada Natsu dengan erat sambil menutup matanya. Tak lama setelah itu, mereka sampai disebuah rumah yang terlihat sederhana dengan halaman yang luas. "Okay, kau bisa turun disini. AKu mau masukin motor dulu ya." kata Natsu sambil memasukan motornya kedalam garasi. 'Lumayan besar juga rumahnya.' Pikir Lucy sambil melihat sekelilingnya.

"Okay! Mana yang tak kau mengerti?" tanya Lucy saat mereka sudah duduk rapih di ruang belajar dan di kelilingi berbagai buku dan juga kamus. "Yang ini,ini, sama yang ini." Kata Natsu sambil membuka beberapa bab yang dia tak mengerti. Lucy mengambil buku yang berada ditangan Natsu lalu mulai membacanya, sampai dia menyadari kalau Natsu memakai kaca mata dengan frame tipis.

"Kau pakai kaca mata?" tanya Lucy saat memperhatikan Natsu. Natsu hanya mengangguk lalu membuka buku tulisnya. 'Dia...terlihat keren juga dengan kaca mata.' Wajah Lucy agak memerah lalu perhatiannya kembali tertuju kearah buku yang berada didepannya.

"Ikuti aku ya! Wa-Ta-Shi.." eja Lucy sambil menunjukan mimic yang benar. Dia terlihat imut saat mengatakannya. Natsu terlihat bingung lalu menaikan alisnya. "Ayolaah! Ini mudah… Wa-Ta-Shi" ulang Lucy sambil tersenyum. "Wha-a- shit?" ulang Natsu dan berhasil mendapatkan jitakan dari Lucy.


(3 Jam kemudian)

"YATTA! Akhirnyaa!" kata Natsu senang sambil merenggangkan tubuhnya. "Selesai juga.." bisik Lucy sambil bersandar di sofa. "Arigato Luce..kau yang terbaik!" Lucy hanya tersenyum kecil. "Aye! Sama-sama.." Saat Natsu merapihkan bukunya, Lucy melihat sekelilingnya yang dipenuhi rak buku. "Ehm, boleh aku lihat-lihat?" tanya-nya. "Tentu.."

Lucy beranjak dari tempat duduknya dan menelusuri rak buku yang berjejer. Dia melihat banyak buku pelajaran, penemuan ilmiah, komik, novel, dan juga beberapa album foto. 'Ternyata isinya normal ya..aku berharap menemukan ekspedisi alien disini.' Katanya dalam hati. Perhatiannya tertuju pada satu buku yang terlihat beda dari yang lain. Lucy mengambil buku itu lalu membukanya. Ternyata isinya adalah sebuah diary yang dilengkapi foto.

"Hey, jangan baca buku itu." Kata suara dibelakang Lucy yang membuatnya tersentak kaget. "M-maaf, aku tak bermak-Benda apa itu?" tanya Lucy bingung saat melihat Natsu masih dengan kaca matanya mengelus-ngelus benda biru yang dia gendong ditangannya. "Kucing." Jawab Natsu singkat.

Benda biru itu bergerak lalu melompat dari tangan Natsu. Bentuknya memang seperti kucing, dan itu memang itu kucing. Dia berjalan ke kaki Lucy lalu menggeram manja. "Lucunya…siapa namanya?" tanya Lucy sambil mengangkat kucing biru itu."Namanya Happy. Jangan tanya kenapa warnanya seperti itu." Kata Natsu memotong Lucy yang sudah menganga.

"Kau bisa baca pikiran ku ya?" Natsu tertawa kecil. "Semua orang juga melontarkan pertanyaan itu saat melihatnya. Sepertinya kau akrab dengannya." Lucy tersenyum. "Aku memang suka binantang, tetapi aku kurang begitu dengan kucing. Aku lebih suka doggy." Jawab Lucy sambil menaruh Happy dilantai.

Natsu memandang jam dinding, "kita makan yuk! Aku traktir sebagai ganti karena kau mengajariku!" Lucy tersenyum jahil. "Boleh, tapi makan di restoran yaa." Katanya sambil menjulurkan lidah. "Eh! Kau matre juga ya?" Lucy tertawa kecil lalu mengambil tas putihnya yang berada di sofa.

"Kita ke taman E.R.A aja, disana ada makanan yang enak." Kata Lucy saat mereka keluar dari rumah. "Gak jadi ke restoran nih?" tanya Natsu dengan anda menggoda. Lucy menjulurkan lidahnya lalu tertawa kecil. "Gak jadi, takut kau gak bisa bayar, kan repot nanti." Natsu menjitak pelan kepala Lucy lalu berlari ke garasi untuk mengambil motornya. 'Taman E.R.A…aku dan Gray sering makan disitu dan itu menjadi tempat favorite ku sekarang. Bagaimana dengan mu, Gray?' pikir Lucy sambil memejamkan matanya lalu dia menghela nafasnya.


(E.R.A PARK)

Taman terlihat indah dengan lampu-lampu hias yang berada dipinggir jalan ataupun yang menggantung dipohon. Ditengah taman terletak kolam angsa yang lumayan besar dengan air mancur ditengahnya. Di pinggir taman juga terdapat café-café yang lumayan popular. "Wah…kangen juga sama tempat ini." Kata Lucy saat dia turun dari motor. "Memangnya kau sudah berapa tahun gak kesini? Kau terdengar seperti nenek tua,..hahahahhaha" ledek Natsu sambil tertawa kecil. Lucy menyentil dahi Natsu lumayan keras. "S-sakit.." rintih Natsu sambil memegangi dahinya. "RASAKAN! Huh!"


Sesudah berkeliling mencari tempat makan yang enak, mereka akhirnya memutuskan untuk duduk disalah satu meja dekat kolam. Tak lama setelah itu dari datang seorang pelayan wanita dengan membewa note kecil, pulpen, dan juga 2 menu makanan dan minuman.

"Selamat sore, dan selamat datang di café kami. Silahkan ini menunya.." sapa seorang pelayan dengan rambut hitam yang di bando. Pelayan itu memiliki mata berwana coklat dan terlihat ramah. Dia memberikan Lucy dan Natsu masing-masing menu. "Ehm, aku chicken steak well done dan lemon tea ya, Asuka." Kata Natsu sambil memberikan menu pada pelayan yang memiliki tag name 'Asuka'. "Yasudah, aku pesan yang sama saja." Kata Lucy sambil tersenyum. Asuk mencatat pesanan mereka.

"Jadi, 2 chicken steak well done dan 2 lemon. Bagaimana dengan Special Music?" tanya-nya lagi dengan senyum diwajahnya. "Special music?" Asuka tersenyum lebut. "Iya, untuk membuat kencan kalian lebih menyenangkan.." Kata-kata Asuka membuat Lucy dan Natsu terdiam mematung. "Kalian sedang kencan kan?" tanya Asuka dengan wajah khawatir saat melihat Natsu dan Lucy membuang muka mereka dengan wajah yang blushing. 'Ettou..aku salah ya?' pikirnya dalam hati.


Ara-ara~ mereka kawaiii ya~ Tapi sayangLucy masih belum melupakan Gray...Haduh Gray, kamu dimana?!

Mau tau Gray dimana? tunggu next chappy X3 *dihajar*

Mohon review nya Minna-san :D

Arigatou~


Message for guest:

Ren: Hahahahaha..iya maaf atas keterlambatannya, aku senang kau suka :D

: Arigato ne :D