Title : First Love
Disclameir : Semua cast yang ada di sini bukan milik saya.
Pairing : Yewook, Siwook, kyumin. Sligh little: Haehyuk, little: Zhoury, kim kibum, Tan Hangeng.
Di chap ini dan beberapa chap kedepan kimi bakal memakai nama inggris para cast.
Nathan/Ryeowook
Jeremy/Yesung
Andrew/Siwon
Vincent/Sungmin
Marcus/Kyuhyun
Aiden/Donghae
Spencer/Eunhyuk
Bryan/Kibum
And other cast masih ada yang belum kimi masukin.
Warning : BL,Typo, aneh, abal, gaje, M-PREG, EYD berantakan, alur rada maksa.
Tidak suka jangan di paksakan membaca silahkan klik back aja... warning berlaku jadi No Bash
Previous chapter
"Mr Jeremy, anda saya cari-cari ternyata ada di sini." Ucap seseorang yang datang dari arah belakang namja tampan yang di panggil Jeremy itu.
"Hm." Balasnya singkat.
"Ayo kita harus segera ke vila milik orangtua anda yang ada di sini." Ajak orang itu.
Jeremy mengangguk lalu berjalan mengikuti orang yang mengajaknya, entah kenapa langkah kakinya terasa berat saat meninggalkan taman itu.
Chapter 9
.
Jeremy atau lebih tepatnya Yesung, memperhatikan sebuah bangunan mewah yang kebanyakan orang menyebutnya vila yang akan di tempati jika keluarganya sedang berlibur ke London.
Vila mewah itu adalah peninggalan kedua orangtua Yesung yang di wariskan padanya sebelum keduanya wafat, di langkahkan kakinya masuk kedalam vila setelah berada di dalam di perhatikannya dengan detail seluruh isinya dari mulai sofa, perabot dan beberapa barang yang berada di ruang utama, semua tampak rapi dan terawat.
Yesung kembali menelusuri isi vila itu, dirinya benar-benar merasa kagum ketika tak satu pun dari barang-barangnya yang kotor atau tak terawat, percaya atau tidak vila ini hanya di urus oleh dua orang namja yang sudah di sewa kedua orangtuanya.
Tatapan mata Yesung menyendu saat menyadari hanya dirnya yang akan menempati vila ini, tidak ada Ryeowook juga Donghae anaknya.
"Mr Jeremy, mari saya antar ke kamar yang akan anda tempati." kata orang yang tadi mengajaknya, dia adalah asisten pribadi Yesung yang berada di London, Joshua Tan atau nama lainnya Tan Hankyung.
"Ne." Sahut Yesung singkat lalu berjalan mengikuti Hangeng.
"Joshua, bagaimana dengan pertemuan kita dengan presdir ANNA itu?" tanya Yesung.
"Semua sudah saya atur Mr, dan kita akan datang keperusahaan itu besok tepat pukul 8 pagi." Jawab sang asisten.
"Lalu dengan kerjasamanya?"
"Menurut pemberitahuan bawahan kita yang di kirim kesana, predir ANNA Corp menyetujui kerjasama ini anda hanya tinggal menandatanganinya saja." Jelasnya.
"Hanya itu saja?"
"Yes Sir." Yesung mengangguk paham.
Keduanya kini berhenti di sebuah pintu kamar berwarna coklar tua dengan berbagai ukiran bunga di tengahnya.
"Ini kamar anda Mr, sebaiknya anda beristirahat dulu."
"Ne, sepertinya aku memang butuh istirahat sejenak, bangunkan aku saat makan malam." Yesung membuka pntu kamarnya kemudian masuk dan melihat keadaanya dan sama seperti ruangan lainnya, kamar yang akan di tempatinya pun sangat rapi
"Yes sir." Joshua melangkah keluar dari kamar Yesung lalu menutupnya perlahan.
Yesung duduk di sisi tempat tidur, namja tampan itu termenung di tempatnya, merogoh saku mantelnya lalu mengambil sesuatu di dalamnya, sebuah photo.
Yesung tersenyum ketika melihat photo berisi seorang namja mungil bersurai madu yang sedang menggendong bayi mungil di tangannya, ya itu adalah photo Ryeowook dan Donghae yang pernah diambilnya secara diam-diam saat dirinya datang ke rumah milik Kyuhyun dulu.
'Seandainya kita bisa bersama lagi' batinnya, Yesung merebahkan dirinya di kasur, 'Aku merindukan kalian'.
.
.
Ryeowook tampak merenung seorang diri di kamar berukuran luas yang di tempatinya bersama Siwon, namja mungil itu duduk di kursi yang berada di samping jendela kamarnya.
'Jeremy..'batinnya mengingat satu nama yang pernah di ucapkan suaminya tadi pagi.
"Kau, pergi kemana pun pasti dengan mudah akan ku temukan, walau itu harus mencapai ujung dunia ini."
'mungkinkah'lanjutnya dalam hati.
Cklek
Tap tap tap
Grep
"Appa pulang 'Umma' chagiya."
Lamunan Ryeowook buyar seketika saat sepasang lengan kekar berbalut kemja putih memeluknya secara tiba-tiba dari belakang.
"Ah, Hyung sudah pulang."
Siwon membalikan tubuh Ryeowook menghadap kearahnya, sebelah tangannya menarik tengkuk Ryeowook lalu menciumnya dalam.
"Ne, wae? Kenapa tadi 'Umma' melamun, heum?" tanya Siwon setelah melepas ciumannya.
"Aku tidak melamun Hyung, hanya sedang melihat pemandangan luar saja."
"Jinja? Tadi Appa lihat 'Umma'sedang melamun, sampai-sampai Appa pulang saja Umma tidak sadar."
"Ah, hyung sebaiknya hyung mandi dan ganti baju dulu, sebentar lagi jam makan malam." Ucap Ryeowook mengalihkan pembicaraan.
"Haah~, ne 'Umma' chagiya~." Dengan tampang lesu Siwon berjalan menuju kamar mandi.
.
.
Tok tok
"Masuk."
Cklek
"Aiden." Panggil sang kakak, Kibum.
"Bryan hyung."
"Kau sedang apa?" tanya bocah berusia 11 tahun itu.
"Aku sedang mengerjakan PR, Hyung." Jawabnya tanpa mengalihkan perhatiannya dari soal yang kini tengah di kerjakannya.
Kibum memperhatikan adik kesayangannya, entah hanya perasaannya saja atau memang dirinya memang sudah terpesona pada adiknya hingga setiap kali dirinya berdekatan dengan Donghae dirinya selalu merasakan sesuatu yang berdebar di hatinya, 'perasaan apa ini?' pikirnya.
"Mau Hyung bantu?" tawarnya, Donghae menoleh kemudian menggelengkan kepalanya.
"Anio Hyung, aku bisa sendiri." Tolaknya halus, Donghae sudah cukup pintar di bidang pelajaran maupun olahraga.
"Ya sudah Hyung temani dirimu saja di sini tak apa kan?"
"Terserah Hyung." Ucapnya sebelum akhirnya melanjutkan kembali kegiatannya.
.
.
"Umma, kapan Hyuk masuk sekolah?" tanya seorang bocah berambut blonde pada sang Umma yang juga memiliki warna rambut yang sama.
"Aegya Umma sudah mau sekolah, eoh? Wae?" sang Umma-Sungmin- bertanya balik.
"Hyukk, ingin bersekolah bareng Hae, Umma." Jawab sang bocah dengan wajah malu-malu,Sungmin yang merasa gemas dengan tingkah putra satu-satunya langsung mencubit kedua pipi putranya.
"Dulu waktu Umma dan Appa mau memasukan Hyukk ke TK, kenapa Hyukk tidak mau?" tanya Sungmin, Eunhyuk tampak memasang pose berpikir.
"Uhmm, Hyukk tidak mau masuk TK." Jawab Eunhyuk sambil menggelengkan kepalanya, sekali lagi Sungmin mencubit pipi dan juga hidungnya karena gemas.
"Ne, nanti kita bicara dengan Appa mu dulu ne."
Raut wajah Eunhyuk langsung berbinar dengan gummy smile yang terukir di bibir manisnya, 'Yess, aku akan satu sekolah dengan Aiden, hihihi' batinnya senang.
.
.
Tok tok
"Mr Jeremy, ini sudah waktunya makan malam, apa anda sudah bangun?"
Cklek
"Ne, aku sudah bangun, terima kasih sudah membangunkanku." Katanya.
"Mari saya antar keruang makan."
Yesung mengikuti langkah kaki Hangeng menuju ruang makan, setibanya di sana Yesung langsung mendudukan dirinya di kursi.
"Kau tidak ikut makan?" tanya Yesung saat di lihatnya Hangeng yang hanya berdiri di sampingnya.
"Saya sudah makan malam bersama keluarga beberapa waktu yang lalu." Jawabnya.
"Kau punya keluarga?"
"Ne, saya tinggal bersama 'istri'dan anak saya Mr."
"Siapa nama anakmu?"
"Namanya Tan Zhoumi, usianya baru 10 tahun."
"Aku tidak menyangka anakmu sudah sebesar itu." Ucap Yesung, namun dalam hati dirinya sangat miris jika melihat kenyataan bahwa dirinya tidak bisa dekat dengan putranya.
"Haha, saya juga tidak menyangka waktu cepat sekali berlalu, padahal rasanya baru kemaren saya menimangnya tapi sekarang putra saya sudah bisa berlari." Ujarnya, ah andai saja Yesung seperti itu,pikirnya.
Dan keduanya pun terlibat obrolan ringan selama acara makan malam berlangsung.
.
.
Eunhyuk menyambut kedatangan sang Appa –Kyuhyun- dengan wajah yang ceria, bocah berambut blonde itu langsung berlari dari arah tangga menuju pintu masuk dan langsung menerjang sang Appa hingga namja bermarga Cho itu hampir terjungkal kebelakang.
"Appa!" pekiknya senang.
Kyuhyun mengerutkan keningnya, tidak biasanya Eunhyuk sangat antusias menyambutnya saat pulang.
"Ne, anak Appa, wae? Sepertinya senang sekali ne."
"Appa, Appa, Hyukk ingin masuk sekolah besok." Ungkapnya dengan gummy smile yang terukir di bibir mungilnya.
"Jinja? Anak Appa mau sekolah, ini sesuatu yang bagus, besok Appa dan Umma akan mendaftarkanmu di sekolah yang sama dengan Donghae, bagaimana Hyukk mau?"
"Mau, mau, Hyukk mau satu sekolah dengan Aiden." Jawabnya dengan ceria dan semangat.
Kyuhyun mengacak-acak rambut blonde putranya lalu menggendongnya menuju tangga dan naik kelantai dua.
Sesampainya di lantai atas Kyuhyun masuk kedalam kamarnya masih dengan menggendong Eunhyuk.
"Minnie chagie, aku pulang."
"Kyu, sudah pulang?"
Sungmin menghampiri suaminya lalu mengambil tas kerja yang selalu di bawanya, Kyuhyun mengecup kening 'istri'nya hal yang biasa di lakukannya saat pulang kerja.
"Ne, dan coba dengar katanya Hyukk mau sekolah."
Sungmin tersenyum lembut dirinya sudah tau jika Eunhyuk pasti akan berkata pada Appanya tentang keinginannya.
"Ne, tadi Hyukk juga sudah mengatakan keinginannya padaku."
"Umma, kata Appa besok Appa mau mendaftarkan Hyukkie."
"Tentu saja dan Umma juga pasti akan menemani Hyukk." Kata Sungmin.
"Tapi sebelumnya kita harus membeli peralatan sekolahnya dulu." Ucap Kyuhyun.
"Ah benar juga, bagaimana kalau kita pergi belanja sekarang, hari belum terlalu malamkan dan aku yakin masih ada toko yang buka sekarang."
"Apa sebaiknya kita makan malam dulu."
"Kita bisa makan malam di luar kan."
"Ah, benar juga, kalau begitu aku ganti baju dulu." Kyuhyun berjalan kearah lemari pakaian untuk megambil baju ganti yang akan di kenakannya sekarang.
.
.
Suasana ruang makan yang biasanya terisi tujuh orang kini hanya tinggal empat, Kyuhyun dan Sungmin sudah berangkat keluar rumah untuk berbelanja bersama putra mereka beberapa waktu yang lalu dan berencana untuk makan malam di luar.
"Mana Kyuhyun dan Sungmin?" tanya Siwon, sambil melihat kearah tiga kursi yang kosong.
"Minnie hyung bilang, mereka akan pergi berbelanja keperluan sekolah Hyukkie." Jawab Ryeowook.
"Jinja Umma?" Tanya Donghae dengan antusias.
"Ne, katanya Hyukk mau sekolah di sekolah yang sama dengan Hae."
"Yes, berarti aku bisa berangkat bersama dengan Spencer mulai besok." Ucapnya dengan nada gembira.
"Tentu saja Hae, kalian bisa berangkat sekolah setiap hari." Ujar Siwon sambil mengusap puncak kepala Donghae.
Kibum meremas kuat sendok di tangannya, rasa geram muncul saat mendengar Donghae membicarakan Eunhyuk dengan nada yang ceria, dirinya sendiri tidak mengerti kenapa rasa itu timbul begitu saja, cemburu kah?.
"Hae, kalau makan harus tenang chagie, kajja di habiskan." Peringat Ryeowook, Donghae tersenyum lebar sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, Ryeowook memang tidak suka jika anaknya berisik saat makan dan beberapa kali memperingati anaknya itu.
"Ne Umma, hehehe." Cengirnya.
.
.
"Kami pulang!" sebuah seruan dari arah pintu utama terdengar, Donghae yang mendengar itu buru-buru menuruni tangga dan menghampiri Eunhyuk dan kedua orangtuanya.
"Ajussi, ahjumma kalian sudah pulang?"
"Aiden, coba lihat, aku sudah membeli baju seragam dan peralatan sekolah loh."ckata Eunhyuk sambil memperlihatkan kantong belanjaan besar yang berisi peralatan sekolah miliknya.
"Jinja~, bolehkah aku melihatnya?" bocah blonde itu mengangguk.
"Kajja kekamarku." Ajak Eunhyuk, keduanya lalu berlari kecil menaiki tangga dan menuju kamar Eunhyuk.
Kyuhyun dan Sungmin hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah lucu anaknya dan anak sepupunya itu.
"Sebaiknya kita kekamar juga." Kyuhyun menarik tangan Sungmin dan berjalan mengikuti kedua bocah yang mungkin sekarang sedang sibuk melihat barang-barang yang di belinya.
.
.
Pagi hari yang cerah seperti biasa, Ryeowook dan Sungmin sudah terbangun lebih dulu dan menyiapkan sarapan pagi untuk keluarga mereka, namun kali ini ada yang berbeda, kenapa bisa di katakan berbeda, itu karena Donghae yang biasanya harus di bangunkan dulu sekarang sudah duduk dengan manis di meja makan dan oh ternyata di sana juga sudah ada Eunhyuk yang juga duduk manis di kursi meja makan.
"Tumben anak Umma sudah bangun tanpa harus di bangunkan dulu?" Tanya Ryeowook sambil meletakan segelas susu di dekat piring anaknya.
"Ne Umma, hari ini kan Spencer masuk sekolah untuk yang pertama kalinya." Jawab Donghae.
"Tadi Aiden membantuku memakai seragam dengan benar Ahjumma."
"Jinja~, wah anak Umma baik sekali." Puji Ryeowook sambil mengusap rambut anaknya, Donghae tersipu mendengar pujian Ummanya.
"Hehehe." Cengirnya.
Tak lama Kibum datang dan langsung duduk di kursi di susul Kyuhyun dan Siwon yang juga mendudukan dirinya.
"Hyung, hari ini Donghae biar aku saja yang mengantar." Ucap Kyuhyun di sela acara sarapan pagi mereka.
"Wae?"
"Aku akan mendaftarkan Eunhyuk kesekolah tempat Donghae bersekolah juga hari ini." Jelasnya.
"Ne, silahkan saja, lalu pekerjaanmu?"
"Aku sudah mengatakan pada bawahanku kalau aku akan datang agak siang."
Mulut Siwon membentuk huruf 'O' sambil mengangguk, lalu melanjutkan sarapannya lagi.
Setelah sarapan selesai Siwon dan Kyuhyun pamit pada Ryeowook, begitu juga anak-anak mereka yang akan berangkat sekolah.
"Umma, Appa berangkat dulu ne, jaga diri baik-baik di rumah." Siwon mengecup kening Ryeowook sekilas.
"Ne, hyung juga hati-hati di jalan ne, jangan suka ngebut."
"Hahaha, tenang saja Appa selalu hati-hati ko." Katanya sambil berjalan menuju mobilnya, Kibum tampak sudah duduk di kursi belakang.
"Wookie, kau tak apakan hyung tinggal sebentar?" tanya Sungmin.
"Tak apa hyung, lagi pula kau kan harus ikut juga untuk pendaftaran murid baru."
"Hyung berangkat dulu ne." Pamit Sungmin.
"Ne, aku titip Donghae, hyung."
Sungmin terkekeh, "Itu pasti." Ucapnya kemudian naik kedalam mobil milik suaminya.
Kedua mobil yang terparkir itu pun kini melaju keluar dari kediaman Choi.
.
.
Siwon turun dari mobilnya, di langkahkan kakinya masuk kedalam gedung perusahaan miliknya, Tiffany sang sekertaris tampak sudah menyambutnya dari dalam.
"Good morning Mr Andrew." Sapa Tiffany halus.
"Good morning, Tiffany." Balas Siwon ramah.
"Ini berkas perjanjian kerja sama dengan J-Clouds yang harus anda tanda tangani."
Tiffany menyodorkan beberapa lembar kertas pada Siwon.
"Apa mereka sudah tiba?" tanya Siwon.
"Ya, mereka sudah menunggu anda di ruangan anda bersama asistennya." Jawab Tiffany.
Keduanya berjalan menuju lift, setelah sampai Siwon menekan tombol lift dan begitu pintu lift terbuka keduanya lalu masuk kedalam.
Keduanya kini sudah tiba di lantai lima tempat di mana ruangan Siwon berada, Tiffany dan Siwon keluar dari lift dan berjalan menuju ruangan Siwon.
"Ah itu sepertinya mereka, saya pikir mereka berada di ruangan anda."
Siwon melihat kearah yang di tunjukan Tiffany, dua orang yang berdiri di depan pintu ruangan Siwon tampak membeku dengan sorot mata terkejut begitu juga dengan Siwon sampai-sampai berkas yang berada di tangan Siwon jatuh berserakan di lantai.
"Kau."
Deg deg
Jantung Siwon berdetak dua kali lebih cepat, tubuhnya bergetar seketika, di depannya berdiri dua orang yang sangat di kenalnya, Jeremy dan Joshua atau Yesung dan Hangeng, adalah dua orang yang sama-sama pernah terlibat dengan pasangan di masa lalunya.
Tbc
Fiuh selesai juga ini chap..
Anyeoooongggg readerrr masih adakah yang ingat ff ini?
Readers: enggak
Kimi :#pundung di pojok kamar...
Gomawo buat all readers yang udah nyempetin buat baca ff gaje bin ancur ini, mian kalo tambah gaje lagi dalam mood yang aneh soalnya pas lagi ngetiknya.. huks kalau bukan karena semangat dari kalian kimi belum tentu mau melanjutkan ff ini, sempat berpikir buat berhenti jadi author juga sih... tapi jika kalian tetap mendukung kimi pasti usahakan untuk membuat ff ini sampai tamat... sekali lagi gomawo all.
Than's to :
Mie2ryeosom, 15falcon, hatakehanahyngry, cloudsomnia88, giietha1212, guest, cartweightelfsuju shawolshinee, girrafe wookie, icigho song, yulia clooudsomnia, ryeohyun09, Ryeong721, lailatul magfiroh (selalu hadir), EternalClouds2421, dheek enha1, YongWook Kim, meidi96, hanazawa kay, dirakyu, sushimakipark, danactebh, WookiePoopz.
Mohon maaf jika kimi jarang bales review kalian, soalnya kimi orangnya sibuk dengan pekerjaan T-T... mohon di maklum..
Sampai jumpa di chap 10 readerr...
Pai pai...
Review plisss
