Di lain tempat, sang ayah marah besar karena ia tidak menjaga Matsuri dengan baik. Ayahnya itu kecewa karena Gaara tidak mau peduli dengan gadis baik hati itu. Kankuro dan Temari melihat adegan itu dan kasihan pada Gaara. Saat itu, Temari memberikan bungkusan kepada Gaara dan mengucapkan selamat ulang tahun pada Gaara. Ow rupanya, Matsuri merencanakan untuk merayakan pesta ulang tahun Gaara, gadis itu bahkan rela membujuk ayah Gaara untuk membatalkan meetingnya agar bisa bersama makan malam keluarga besar untuk ulang tahun tersebut. Gaara menatap hadiah dari ketiga orang di hadapannya itu. Sang ayah walaupun saat itu marah, ia memeluk anaknya itu sambil berkata, "Selamat ulang tahun nak, maaf ayah marah padamu di hari ulang tahunmu ini. Gadis baik itu, mengingatkan ayah pada ulang tahunmu dan memaksa ayah untuk datang. Ayah hanya tidak menyangka kau memarahinya karena hal kecil itu. Ah, sudahlah..ini ulang tahun dari ayah". Saat ia membuka, ia melihat sebuah biola coklat. Yup, dulu Gaara memang senang bermain biola hingga saat kematian sang ibu yang membuatnya membanting biolanya dan menjadi preman seperti saat ini. Hadiah dari Kankuro adalah guci tanah liat yang dulu Gaara sukai namun tak pernah lagi ia sukai sejak sang ibu pergi dan hadiah dari Temari adalah jam tangan yang sama dengan jam tangan yang dulu pernah ia rusak saat sang ibu yang tersisa adalah hadiah dari Matsuri. Ia enggan membukanya. Ia takut kalo hadiah itu berhubungan dengan ibu lagi.
Naruto kesal dan sedih, ibunya itu mendiamkannya seharian. Ia kesal mengapa ibunya lebih berpihak pada Hinata bukan pada dirinya. Sialnya ia tidak bisa tidur mengingat Hinata. Bagaimana sikap malu-malu Hinata, senyum manis Hinata, hingga perkataan Neji tadi sesaat sebelum ia pulang. "Dasar bocah tengik! Beraninya kau menghilangkan adikku yang cantik itu, bahkan setelah dia berkorban banyak untukmu. Apa kau tidak tahu ia menyukaimu sejak lama?" Damn perkataan Neji itu berputar-putar dibenaknya. Lalu ia ingat kejadian 5 bulan lalu dan perlahan-lahan mengulangnya lagi. Astaga,betapa bodohnya…pantas saja Hinata pingsan saat ia berkata ia menemukan Hinata. Ternyata perkataan yang sangat cepat itu, adalah pernyataan cinta. Naruto jadi galau sendiri. Bagaimana dengan perasaannya pada Hinata? Ia pun kabur dari rumah lewat jendela kamarnya.
Gaara memandangi bungkusan ulang tahunnya dari Matsuri. Tulisan selamat ulang tahun bertengger manis di atasnya. Ia ingat gadis itu pasti selalu ada maksud tersembunyi dan hola…ia menemukannya saat ia mengambil buku PR Matsuri yang tertinggal. Di dalamnya terdapat selebaran tentang lomba merancang cosplay yang diadakan besok sore. Matanya memandang horor pada selebaran itu. Ia memandang bungkusan dari Matsuri lagi dan segera merobek bungkusan itu. Betapa terkejutnya ia melihat isi bungkusan itu. Sebuah pakaian berwarna merah kecoklatan beserta jubah putih dan capingnya (liat kostum Gaara di Naruto Shippuden dan jubah kazakagenya…kerennnnn). Gaara geleng-geleng kepala, gadis itu selalu ada-ada saja. Terbersit keinginannya mencoba pakaian itu. Ia pun mencobanya dan tidak sengaja Kankuro masuk. Matanya melotot, mulutnya menganga.
"Kau…seorang otaku?! Tapi pakaian itu keren sekali! Temari!". Gaara langsung menutup mulut kakaknya itu tapi terlambat Temari juga sudah melihatnya. "OMG. Kau terlihat keren. Apa itu dari Matsuri?" Ia juga melihat selebaran itu. "Hmm, Matsuri memang berbakat tapi sayang entah dia masih hidup atau tidak untuk lomba besok". Ckh, Gaara kesal sekali dan merasa bersalah. Ia lalu mengganti bajunya di kamar mandi dan keluar dari rumah tanpa berkata apa-apa lagi. Di tengah jalan ia bertemu Naruto. "Kenapa kau ke sini? Kau mau cari-masalah?"sahut Gaara. "TIdak, aku mencari gadis yang menyatakan cinta padaku"sahutnya kalem. "Gadis berambut panjang itu?"tanyanya. Naruto juga mengangguk dan balik bertanya. "Berarti kau juga mencari Matsurimu?". "Matsuri bukan pacarku Naruto, dia kohaiku." Mereka diam sebentar hingga bertemu dengan Neji yang memimpin beberapa orang. Ternyata Neji diutus oleh Seinen untuk mencari Tenten dengan beberapa anak buahnya sebagai bantuan.
