Sehunnie, Baby Ingin Kita Putus Seperti di Drama Itu

:HunKai-HanKai:

:EXO OT12:

Dorm EXO

Hari demi hari terlalui, dan tak terasa dua bulan penyiksaan Luhan dan Sehun telah selesai. Namun, kini mereka dihadapkan lagi dengan bulan-bulan yang lain, yaitu bulan-bulan ngidam Kai.

"Luhanniee~ aku mau bubur buatanmu!" rengek Kai, Luhan menatap melas. Ia mau melakukan apapun, tapi tidak dengan urusan dapur. Dia bisa dibunuh Kyungsoo kalau merusak dapurnya.

"Err- chagii~ bagaimana kalau yang lain saja? Biar buburnya Kyungsoo yang buat?" bujuk Luhan. Namun, bukannya berhasil, malah Kai menangis.

"Hiks~ babyy~ baba rusamu tak mau membuatkanmu bubur~ hiks! Sehunieee~" Sehun berlari tergopoh, karena dia baru saja selesai buang air kecil, dan dengan susah payah membenarkan resletingnya yang belum tertutup sempurna.

"Ada apa, baby?" tanya Sehun lembut. Luhan menatap malas.

"Luhannie tak mau membuatkanku bubur, bagaimana kalau Sehunnie saja?" Sehun melotot tak senang sambil kakinya menginjak kaki Luhan dengan sengaja.

"Kkh! Ukh! Maknae!" geram Luhan tertahan. Sehun hanya pasang wajah tanpa dosanya dan menatap Kai.

"Kau mau membuat dapur Kyungsoo hyung jadi hitam semua? Kami tak bisa memasak Kai-ya~" bujuk Sehun. Luhan memutar bola matanya malas.

"Hiks~ tak mau ya? Baby appa albinomu tak mau membuatkanmu bubur~ hiks~ umma sedih~ mereka tak sayang kau dan umma lagi~ hiks hiks" Luhan dan Sehun kelabakan. Beruntungnya member lain sedang ada jadwal, kalau tidak? Bisa dijamin dua namja tampan itu kehilangan nyawa mereka saat itu juga.

"Tenang sayang~ sudah ya, k-kami buatkan, tapi nanti kalau tidak enak jangan salahkan kami. Kami sudah berusaha~" bujuk Luhan. Mata Kai berbinar menatap kedua kekasihnya yang sebentar lagi akan menikahinya. Bulan depan katanya.

"Benarkah? Yeeyyy!" Kai terlonjak senang, membuat Sehun dan Luhan dengan sigap menangkap tubuhnya.

"Jangan seperti itu Kai, kasihan babynya~" ingat Sehun. Kai mengangguk lucu.

"Aku cinta Luhannie dan Sehunnie~ chu~ chu~" dua seme itu terpekur sesaat.

"Nah, ayo buatkan bubur dengan penuh cinta kalian untukku!" Luhan dan Sehun mengangguk dengan semangat. Biar nanti dimarahi Kyungsoo, yang terpenting bagi mereka adalah Kai dan baby mereka.

Buburnya matang dan bertepatan dengan member lainnya yang pulang.

"Kami pulangggg!" seru ChanBaekChen.

"Hyung hyung!" panggil Kai, ketiganya langsung mendekati Kai.

"Ada apa?" tanya Chen penasaran.

"Ayo nonton drama. Entah kenapa aku ingin nonton drama!" ujar Kai, Chen mengangguk semangat.

"Ayo! Drama apa? Romance? Horror? Atau lainnya?" Kai nampak berpikir.

"Gimana kalau romance yang agak mellow gitu?" tanya Kai, Chen mengangguk saja. Nurutin orang ngidam.

"Chagii~ buburnya matang!" Sehun menghampiri Kai dengan bubur di tangannya, sedang Luhan membersihkan dapur, takut dilempar pisau daging sama Kyungsoo kalau ketahuan dapurnya ancur.

"STOOOPPPP! Itu buburnya beracun nggak?" tanya Lay nggak nyantai.

"Nggak hyung, ini buatnya dengan penuh cinta!" jawab Sehun.

"Sehunnieee! Mana buburnya?" Sehun mendekat dan memberikan buburnya pada Kai. Namja tan manis itu makan dengan lahapnya, senyum kecil terus terlihat. Membuat Sehun lega karena masakannya dengan Luhan berhasil.

"Kai semuanya sudah siap, jadi menontonya?" tanya Chen. Kai yang baru saja selesai dengan susu yang dibuatkan Luhan mengangguk.

"Sehunnie dan Luhannie cepat ya, nanti duduk di kanan kiriku! Harus!" dua seme sejati itu mengangguk semangat.

Tak lama kemudian setelah kembalinya dua seme itu, drama yang diinginkan Kai pun diputar. Awalnya alur ceritanya membuat mengantuk, terbukti dengan kepala Tao yang berkali-kali terkantuk-kantuk. Tapi masuk di bagian tengah cerita, mereka semua langsung membuka mata, adegan pertengkaran sepasang kekasih yang saling bentak, tampar, membuat mereka tergelak, hingga akhir cerita.

"KITA PUTUS! JANGAN PERNAH HUBUNGI AKU LAGI! KAU PLAYBOY SIALAN! AKU MEMBENCIMU! MENYESAL AKU PERCAYA PADAMU!"

Semua nampak fokus, hanya Kai yang menggelengkan kepalanya. Hingga tiba-tiba sebuah pikiran melintas di benaknya.

"Yahh~ sudah selesai. Padahal seruu!" keluh Tao.

"Hei, itu tadi bagus waktu si yeoja nampar wajah namjanya! Wuaahhh daebakkk! Bagaimana tadi? Seperti ini ya?" PLAK! Baekhyun melayangkan tangannya ke arah Chanyeol.

"AWWW! YAK!" Baekhyun tertawa kencang saat berhasil menampar Chanyeol, yah meskipun tidak kuat, Baekhyun tetap namja kan?

"Sakitt Baekkkk~" ringis Chanyeol sambil memegang pipinya yang memerah.

"Biarin weeekk!" Chanyeol mendelik kesal.

"Ungh~ aku mengantukkkk!" Kai mengeluh pelan sembari menggeliat di sofa. Luhan menahannya agar tak jatuh dari sofa.

"Ayo ke kamar saja!" ajak Luhan. Kai mengangguk. Dia menempel pada Luhan membuat Sehun kesal karena merasa terabaikan. Sehingga ia memutuskan mengikuti keduanya ke kamar.

"Jalja chagideuull~ appadeull!" Luhan dan Sehun bergantian mencium bibir Kai sejenak sebelum keduanya tidur di kanan-kiri Kai sembari memeluk namja manis yang tengah berbadan dua itu.

.

.

Dorm EXO

"MWOO?!" Kai yang baru saja diam setelah disogok ice cream vanilla oleh Kris dan Tao hanya menatap Sehun polos.

"Aku rasa dia tak perlu mengulang perkataannya, Sehun!" ujar Chen.

"Kau keterlaluan, Sehun!" ujar Luhan. Sehun yang merupakan tersangka hanya menatap memelas.

"Kai-yaaa~" Kai hanya menatapnya acuh. Lebih fokus pada ice creamnya daripada sang kekasih albinonya.

Baiklah kita flashback ke kejadian tadi pagi-pagi sekali.

Flashback

Kai terbangun lebih awal, ia menyingkirkan pelan lengan Sehun dan Luhan yang memeluknya. Ia melangkah menuju kamar mandi untuk mandi.

"Enaknya ngapain ya? Jarang sekali pagi ini aku tak mual. Gomawo babydeul~" ujar Kai sembari mengusap perutnya yang agak buncit itu.

"AH! Bagaimana kalau aku lihat-lihat foto Luhannie dan Sehunnie saja? Hmm? Ponsel ponsel ponsel! EH? Ponsel Channie hyung? Ah pakai saja!" Kai pun mengambil ponsel Chanyeol yang tergeletak di atas meja dekat televisi. Dia buka IG Chanyeol iseng-iseng, tak tahunya ia menemukan foto yang membuatnya kesal dan marah.

"Mereka bilang tidak akan melakukannya lagi! Lalu apa ini SEHUNIEEE?!"

Mendengar teriakkan dari ruang tengah, semua member bangun, termasuk Luhan dan Sehun. Mereka seakan mendapat alarm bahaya.

"OMO! Kai-ah, ada apa? Kenapa kau berteriak pagi-pagi, saengie?" tanya Xiumin setengah mengantuk.

"Hiks hyungieeee huwweeeee" Xiumin dengan segera memeluk Kai yang menangis. Chanyeol menatap aneh pada benda persegi digenggaman sang dongsaeng kesayangangannya. Ponsel.

"Kenapa ponselku ada padamu, baby?" tanya Chanyeol. Ia mengambil ponselnya dan melihat apa yang dibuka Kai. Dan matanya sontak membulat lucu.

"Mampus kau Sehun!" bisiknya pada maknae yang berada di sebelahnya.

"Ada apa, Kai? Katakan jangan menangis, tak baik untuk babymu!" ujar Suho.

"Hiks Sehunnie berbohong padaku hyung!" semua menatap sang maknae tajam meminta penjelasan.

"A-apa? A-aku tak berbohong apapun padamu, Kai-ya~" Luhan mendekat ke arah Kai, mengambil alih Kai dari Xiumin. Kai mau-mau saja, ia kan marah pada Sehun.

"KAU BERBOHONG! KAU BILANG TAK AKAN MELAKUKAN PEMOTRETAN BERDUA DENGAN IRENEEE!" Sehun menelan ludahnya kelu. Padahal ia sudah diam-diam melakukannya, ini juga karena desakan managernya.

"K-Kai a-aku bisa jelaskan. Sungguh! Aku benar tak mau jika saja-" Kai mendelik dalam pelukan Luhan.

"AKU TAK MAU DENGAR PENJELASANMU LAGI! KITA PUTUS SAJA!"

"MWO?!"

Flashback end

"Baby~" Kai tetap menatap acuh, dia menyenderkan kepalanya pada bahu Luhan.

"Diamlah OH SEHUN apa kau mau aku tampar seperti di drama kemarin? Kemarilah!" Sehun beringsut mundur.

"Ayolah sayang~ itu bukan maukuu!" ujar Sehun, namun Kai tak peduli.

"Kita putus saja seperti di drama kemarin Sehun!" Sehun hanya bisa mengeluh pelan.

'Kenapa cobaan untuk bersamanya saja sesusah ini...!' batinnya.

.

.

.

END/TBC


hay hay author comeback dengan ff ini~

siapa yang nungguin? nggak ada ya? nggak apa deh, mian karena ff ini lama updatenya mian

oke big thanks to my readers and reviewers

read and review again ne? fav and follow too

gomawo

paypay^^