A_PROMISE_9
Hi guys! Trima kasih udh setia nungguin kelanjutan critaku hehe.. maaf butuh waktu lama update..
Pagi berikutnya, terlihat Yuri sedang berangkat ke sekolah. Dia masih memikirkan apa yang terjadi padanya kemarin. Siapa sangka Sephiroth seperti itu? Apa yang dia maksud dengan cerita? Begitulah isi kepala Yuri. Ketika sampai di gerbang sekolah, dia melihat Sephiroth sedang berjalan memasuki gedung sekolah. Awalnya Yuri hanya terdiam lalu berjalan kembali dengan sedikit gugup. Apakah dia sadar aku dibelakangnya? Kira – kira apa yang dia pikirkan soal kejadian kemarin? Apa dia ada merasa kesal sehingga reaksinya seperti itu? Yuri mulai bingung dan lalu menggeleng – gelengkan kepalanya lalu memasuki gedung sekolah. Beberapa waktu kemudian, dia sampai di kelasnya dan pergi ke kursi duduknya. Ketika sedang berjalan, dia melihat Sephiroth sedang duduk di kursinya sambil memandang keluar jendela. Tampaknya dia sedang memikirkan sesuatu atau mungkin sedang menyegarkan pikirannya. Yuri kembai menggeleng – gelengkan kepalanya dan segera berjalan menuju kursinya. Dia lalu meletakkan tasnya disamping meja lalu duduk. Tiba – tiba, Sephiroth langsung memulai pembicaraan.
Sephiroth: bagaimana keadaanmu sekarang? Sudah membaik?
Yuri: Hah?! Um… baik… terima kasih atas bantuanmu kemarin. Itu sungguh menyelamatkanku.
Yuri langsung kaget ketika Sephiroth tiba – tiba angkat suara.
Sephiroth: bagus.
Sephiroth langsung menyelesaikan pembicaraan mereka lalu memandang keluar jendela lagi. Dia terlihat seperti sedang melihat sesuatu yang seolah – olah menarik perhatiannya. Yuri terlihat penasaran tetapi dia memutuskan untuk tidak mencampuri urusannya. Dia langsung menghadapkan wajahnya kedepan kelas. Salah seorang gadis menghampiri Yuri. Dia adalah Yuffie Kisaragi. Si hiperaktif di kelas.
Yuffie: Hei, Yuri! Mau makan siang bersama?
Yuri: ohh… boleh…
Yuffie: bagus! Ku tunggu kau di kantin ya!
Yuri: baiklah..
Yuffie segera berjalan menuju kursinya dengan semangat. Yuri hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah temannya seperti itu. Tak lama kemudian, guru kelas telah datang. Sekarang adalah pelajaran olahraga. Guru tersebut langsung memberikan instruksi untuk segera mengganti pakaian. Murid – murid segera berdiri dan mulai mengganti pakaian mereka. Para gadis – gadis segera keluar untuk pergi ke ruang ganti. Yuri baru ingat, guru olahraga yang bernama Sid terkenal tegas dan mudah marah. Yuri langsung berjalan menuju ruang ganti pakaian wanita. Ketika selesai, Sid langsung member instruksi untuk membentuk dua barisan. Para murid segera mengikuti instruksi sang guru.
Sid: baiklah. Untuk pelajaran kali ini, aku ingin mengajarkan bela diri. Mengapa aku membentuk dua baris? Karena itu adalah kelompok kalian. Aku ingin kalian berduel satu lawan satu untuk memastikan siapa yang terkuat. Yang kalah, harus menggendong yang menang mengelilingi lapangan 5 kali! Paham?
Murid – murid segera berbisik satu sama lain.
Murid 1: Hei, aku tidak ingin kalah.
Murid 2: kalau kau tidak ingin kalah, kau harus berdoa agar tidak bertemu dengan Sephiroth. Kudengar, dia adalah anak seorang ketua geng di kota ini yang terkenal dengan nama Avalanche. Kudengar juga bahwa guru Sid adalah mantan anggota dari geng tersebut.
Murid 3: wah… bisa kacau bila salah satu dari kita bertemu dengan Sephiroth.
Di sisi lain, regu sebelah mendengar percakapan mereka dan mereka bersyukur karena mereka satu tim dengan Sephiroth.
Murid 4: syukurlah aku satu tim dengan dia!
Murid 5: benar… akupun tidak yakin bahwa kita satu tim dapat mengalahkan dia. Aku juga mendengar rumor bahwa Sephiroth dilatih oleh seorang petarung pedang terkenal yang bernama Angeal.
Sid: HEY! AKU BILANG PAHAM ATAU TIDAK?! BUKAN BERGOSIP!
Murid – murid: PAHAM!
Sid: bagus. Nama yang kupanggil, harap maju kedepan. Sephiroth!
Sephiroth segera maju kedepan dan berdiri disamping Sid.
Sid: yang menjadi lawan Sephiroth adalah….. Genesis!
Genesis langsung berjalan kedepan dan berdiri disamping Sid.
Murid 6: wah…. Lawannya Genesis! Seorang anak jendral dari tentara nasional Gaia!
Murid 7: mari kita lihat apakah keahlian bertarungnya sepadan dengan statusnya.
Sid menyerahkan dua pedang kayu kepada masing – masing petarung. Genesis segera menyiapkan posisi bertarungnya. Tetapi, Sephiroth hanya diam tanpa ekspresi seolah – olah ini bukan apa – apa.
Sid: dalam hitungan ketiga, aku ingin kalian berdua bertarung. Siapa yang jatuh duluan atau keluar dari garis arena yang telah ditentukan adalah pemenangnya. Siap? Satu….dua…..MULAI!
Genesis segera menyerang Sephiroth. Sephiroth langsung menahan serangan Genesis. Sephiroth tidak mengambil langkah untuk melakukan serangan balasan. Genesis langsung melompat mundur dan melancarkan serangan kedua. Kali ini, dia berusaha untuk membuat serangan tipuan. Sephiroth yang menyadari tipuan licik Genesis segera menahan serangan tersebut. Sephiroth terkenal dengan gerak refleksnya yang luar biasa.
Genesis: tidak mungkin! Tidak mungkin dia dapat menahan seranganku tadi!
Sephiroth yang melihat Genesis sedang dalam kebingungan segera melancarakan serangan kepada Genesis. Genesis tidak sempat menahan ataupun menghindar sehingga dia kena serangan tersebut dan jatuh. Sephiroth segera menghadapkan pedang kayunya ke wajah Genesis. Menandakan bahwa pemenangnya adalah Sephiroth.
Sid: hmm… bagus… tidak ku sangka anak kepala geng terkenal di Gaia masih memiliki kemampuan bertarungnya.
Sephiroth: tutup mulutmu.
Sid: hahaha… baiklah… pemenangnya adalah Sephiroth!
Sephiroth segera berpaling, membuang pedang kayunya dan berjalan menjauh dari kelasnya. Mereka yang melihat Sephiroth hanya bisa diam. Ada apa dengan dia? Sombong sekali. Apa dia tidak merasa senang atau bagaimana? Begitulah pemikiran para murid. Yuri hanya bisa diam melihat Sephiroth seperti itu. Yuri cukup khawatir dengan kondisi Sephiroth yang seperti itu.
Yuri: aku khawatir dengan dia. Mungkin sebaiknya aku bicara dengan dia.
Keputusan Yuri sudah bulat. Dia memutuskan untuk menanyakan Sephiroth apa yang sebenarnya terjadi padanya.
AKHIRNYA SELESAI JUGA CHAP 9! Hehe maaf untuk update yang lama. Ohh ya, aku mau member tahu bahwa aku sedang mengerjakan sebuah fic baru. Hmm.. mungkin akan dipublikasikan Oktober atau setelah fic ini dan KH 3: Frozen World selesai. Mungkin ada yang berpikir mengapa aku bisa mengerjakan fic ini sedangkan fic yg KH 3 tidak ku kerjakan? Sekedar info, aku sudah kelas SMA 3, tugas menumpuk, persiapan UN, persiapan kuliah, dan aku punya banyak kegiatan di luar rumah jadi aku tidak punya banyak waktu untuk menyelesaikan fic ini. Tapi, sesuai janjiku, aku akan menyelesaikan fic ini secepatnya. Hehe… thx for reading, please give me your reviews! It might be useful for this fic though.
