Title : Pregxperiment

Pair : SiChul, KyuMin, EunHae

Length : 9/10

Author's Note : Segala hal yang tidak mungkin dalam fic ini hanyalah karangan author semata. Dua chapter lagi bakalan tamat ! Yeay Yang tamat cerita SiChul-nya ya, yang dua pair lain masih kepotong-potong. Ada yang nanya kenapa author potong cerita mereka kemarin, nanti bakalan ketahuan cerita lengkapnya di fic khusus mereka yang akan dipublish setelah fic ini selesai. Tapi author ga bisa pastiin cepet atau lambat updatenya, karena tugas kuliah lagi numpukkkkkkk banget. Tapi pasti dipublish kok :)

-Happy Reading-

.


Chapter 9

.

.

"Dear, kau dimana?" teriak Siwon ketika dirinya memasuki kediamannya sore itu namun tidak menemukan keberadaan kekasihnya. Siwon telah memutari seluruh penjuru apartemen sampai ke taman belakang tapi kekasihnya itu tidak terlihat juga.

"Apa dia disana?" gumam Siwon pelan. Siwon melangkahkan kakinya menaikki tangga menuju lantai dua. Sebenarnya sudah beberapa hari belakangan ini mereka -Siwon dan Heechul- tidak lagi menempati kamar di lantai dua karena kehamilan Heechul yang sudah sangat besar dan membuat namja cantik itu cukup kesulitan untuk naik-turun tangga.

Cklek!

Siwon membuka pintu kayu bertuliskan 'Our Babies Room' yang terletak disamping kamarnya. Kamar tersebut memang mereka siapkan untuk kedua bayi kembar mereka yang akan lahir sekitar dua minggu lagi. Kamar tersebut cukup luas, hampir sebesar kamarnya sendiri. Dengan berbagai perlengkapan bayi yang sudah memenuhi area kamar.

Baru saja Siwon menginjankkan satu kakinya di karpet lembut yang memenuhi seluruh kamar, matanya dikejutkan oleh pemandangan yang diberikan kekasihnya yang sedang hamil tua itu.

"YA! Chullie-ya, turun! Astaga, kau tidak lihat perutmu sudah sebesar itu. Cepat turun!" ucap Siwon panik ketika melihat Heechul sedang memasang tirai untuk menutupi kaca jendela dengan berjinjit di atas kursi kayu.

"Ish, Wonnie sebentar, sedikit lagi" jawab Heechul sambil menampik tangan Siwon yang hendak memegang tangannya agar turun dari kursi kayu itu. Bukannya segera turun, Heechul justru semakin berjinjit karena tangannya tidak sampai mengaitkan tirai panjang yang ia pegang itu.

"Turun! Biar aku yang memasangkannya. Cepat turun, Chullie-ya" pinta Siwon sekali lagi.

"Ish, kau ini. Terlalu khawatir. Cha, pegang ini dulu" ujar Heechul sembari menyodorkan tirai panjang berwarna merah muda kepada Siwon. Kemudian Heechul menumpukan tangan kirinya pada bahu Siwon sementara tangan kanannya telah digenggam erat oleh tangan Siwon.

Heechul turun dengan sedikit kesusahan karena perutnya yang begitu besar membatasi segala gerakan yang ia lakukan, Siwon memapah Heechul untuk duduk di sofa di sudut ruangan yang diletakkan serong ke arah jendela besar itu. Sofa tersebut merupakan single sofa dengan dudukan yang panjang hingga kaki Heechul dapat menyelonjor ketika duduk disana. Siwon sengaja memesan sofa khusus menyusui itu agar saat Heechul tidak akan kerepotan saat menyusui bayi mereka kelak.

Disampingnya terdapat sofa kecil tanpa sandaran dengan warna senada yang diletakkan disisi kanan single sofa tersebut, yang tentu saja akan digunakan Siwon sebagai tempatnya untuk duduk ketika menemani Heechul menyusui kedua bayi mereka nanti.

"Ugh, nyamannya" ucap Heechul ketika tubuh beratnya yang terasa begitu pegal menyentuh sofa empuk yang begitu nyaman untuk tubuhnya. Sandaran kursi yang dibuat sedikit melengkung membuat punggung Heechul terasa lebih nyaman ketika bersandar disana.

"Sudah. Kau hanya perlu duduk disini dan memberitahuku apa yang perlu kulakukan, arraseo?" ucap Siwon ketika Heechul sudah mendapatkan posisi yang pas untuk tubuhnya.

"Jadi kita mulai darimana, Mommy?" tanya Siwon sambil mengambil tirai merah muda yang tadi ia letakkan di atas kursi kayu ketika membantu Heechul duduk di sofa itu.

"Itu, pasang tirainya untuk menutupi sebagian jendela. Lalu sebagian lagi pakai tirai yang ada di dalam box itu" ucap Heechul sembari menunjuk box besar yang tertutup kursi kayu tadi.

Siwon segera mematuhi perintah Heechul, ia segera naik ke atas kursi dan mengaitkan tirai pada pengait yang sudah terpasang di atas jendela besar itu. Tidak butuh waktu lama, tirai merah muda itu telah menutupi sebagian jendela kaca tersebut. Kemudian Siwon turun dan mengambil tirai lainnya dari dalam box untuk menutupi sisi lain jendela yang masih polos.

"Eh, kenapa warnanya berbeda?" tanya Siwon ketika tirai yang ia ambil berwarna biru muda berbanding terbalik dengan tirai yang ia pasang tadi.

"Sengaja, hehehe.. Aku kan suka merah muda, dan kau suka warna biru. Jadi aku ingin kedua warna itu ada di kamar bayi kita ini. Lagipula banyak warna dapat merangsang mata bayi" bela Heechul.

Siwon kembali memasangkan tirai berwarna biru itu ke sisi lain jendela, kemudian segera turun dari kursi kayu tersebut.

"Selesai. Sekarang apa lagi?" tanya Siwon seraya menghampiri Heechul.

"Aku rasa sudah cukup. Sekarang Daddy harus buatkan kami makanan, karena kami sudah kelaparan" perintah Heechul dengan nada manja sambil mengelus-elus perut besarnya.

"Arraseo. Kajja" ucap Siwon sembari membantu Heechul beranjak dari posisinya, ia lingkarkan tangan kanannya pada pinggang Heechul kemudian keduanya keluar dari kamar bayi mereka dan berjalan menuju lantai bawah.

.


.

"Donghae hyung" panggil Kyuhyun yang berada beberapa langkah di belakang Donghae.

"Eoh, Kyuhyun-ah" sahut Donghae seraya berjalan ke arah Kyuhyun.

"Hyung, kudengar Eunhyuk hyung di rawat disini. Apa itu benar?" tanya Kyuhyun ketika keduanya berjalan menuju lift.

"Ne. Itu benar. Aku dan Siwon menemukan Eunhyuk sudah dalam keadaan tidak sadar sendirian di apartemen. Maag-nya kambuh" ucap Donghae.

"Kambuh? Bukankah sakitnya Eunhyuk hyung sudah lama sekali tidak pernah kambuh lagi, terutama sejak kalian berhubungan. Kenapa bisa kambuh lagi sekarang?" tanya Kyuhyun bingung.

"Kami bertengkar hebat dan akhirnya kami berpisah. Aku keluar dari apartemen dan tiga hari kemudian menemukan dia disana sudah seperti itu"

"Hyung, bukannya aku mau ikut campur dengan masalahmu. Tapi bukankah kalian sudah berhubungan cukup lama, sebelum itupun kalian sudah bersahabat. Kalian pasti sudah sangat mengerti sifat masing-masing. Kusarankan kalian berbicara dengan kepala dingin dulu. Selesaikan masalah kalian baik-baik" ucap Kyuhyun bijak.

"Eiy, sejak kapan Kyuhyun yang terkenal dengan sikap evilnya berbicara sebijak ini? Hmm? Apa ini karena sebentar lagi kau akan jadi ayah, hm?" ledek Donghae.

Kyuhyun menggaruk belakang kepalanya yang pastinya tidak terasa gatal itu kemudian meringis malu.

"Ah, hyung. Mungkin benar karena Sungmin sedang hamil. Sifatnya berubah ratusan kali menjadi lebih manja dan emosinya cepat sekali berubah-ubah. Aku benar-benar seperti menghadapi anak kecil. Tapi dibalik itu semua aku benar-benar merasa bahagia. Aku tidak sabar menanti anak kami lahir nanti" ujar Kyuhyun dengan senyum lebar yang memancarkan kebahagiaan yang sedang ia rasakan.

Donghae memandang wajah berseri Kyuhyun dengan pandangan iri. Seandainya saja Eunhyuk mau menuruti permintaannya hari itu, mungkin sekarang ia masih bisa bersama dengan kekasihnya itu.

"Eoh, hyung. Ingat perkataanku tadi, bicarakan baik-baik dengan Eunhyuk hyung. Baru saja Jang uisa memintaku menambah dosis untuk obat Eunhyuk hyung karena sampai sekarang keadaannya belum membaik. Tapi aku yakin kau juga tahu dosis setinggi apapun tidak akan membuat Eunhyuk hyung membaik karena yang ia butuhkan bukan itu. Kau pasti mengerti apa maksudku, hyung" ujar Kyuhyun seraya masuk ke dalam lift.

Donghae masih terdiam di depan lift yang sudah tertutup rapat. Beberapa detik kemudian ia segera menekan tombol disamping lift dan menunggu lift tersebut terbuka.

.


.

"Masih nyeri?" tanya Siwon seraya meletakkan jarum suntik yang ia pakai untuk memberikan suntikan pada dada Heechul.

"Tidak lagi. Tapi terasa lebih padat dan berat" jawab Heechul sambil menekan bagian dadanya yang bulat padat.

"Itu bagus, artinya dadamu sudah siap untuk menyusui. Hanya perlu menunggu sampai air susunya siap keluar" ujar Siwon sambil merapikan pakaian Heechul yang tadi terbuka sampai memperlihatkan perut dan dadanya.

"Apa artinya aku tidak perlu mendapatkan suntikan lagi?" tanya Heechul penasaran.

"Ya, tadi suntikan terakhir untukmu. Mulai sekarang kau harus mempersiapkan tubuhmu untuk proses melahirkan nanti" jawab Siwon.

Heechul masih berbaring di tempat tidur setelah mendapatkan suntikan dari Siwon. Tangannya bermain dengan tangan kekasihnya yang duduk menghadapnya di pinggir tempat tidur. Beberapa kali mulutnya terbuka hendak mengatakan sesuatu tapi kembali menutup karena ragu untuk mengatakannya.

"Apa yang ingin kau katakan, hm?" tanya Siwon yang sedari tadi memperhatikan tingkah kekasihnya itu. Tangan kanannya ia arahkan menyentuh pipi Heechul yang lebih berisi namun tidak mengurangi kecantikan Heechul.

"Ehh, b-bukan apa-apa" jawab Heechul sambil menggelengkan kepalanya.

"Kalau bukan apa-apa kenapa bibirmu maju begini, eoh?" ujar Siwon sembari menekan-nekan bibir Heechul yang mengerucut maju.

"Wonnie" panggil Heechul ragu.

"Hmmm?"

"Ish, bagaimana mengatakannya" gumam Heechul berbisik namun masih terdengar oleh Siwon.

Siwon mengangkupkan kedua telapak tangan hangatnya pada wajah Heechul, membingkai wajah cantik kekasihnya dengan tangan besarnya kemudian mendekatkan wajahnya dengan wajah Heechul hingga hanya berjarak beberapa centi saja.

"Ada apa, hmm?" tanya Siwon lembut.

"A-aku ingin.. ingin- ish, susah sekali mengatakannya" ucap Heechul sambil memalingkan wajahnya ke arah lain. Ia menggerutu kesal karena hal yang ingin ia sampaikan begitu susah untuk diucapkan.

Siwon kembali menangkup wajah Heechul dan memalingkan menghadapnya, kemudian mengecup bibir ranum itu singkat.

"Katakan saja" ujar Siwon dengan lembut.

"Aku ingin itu" ucap Heechul ambigu yang membuat Siwon mengernyitkan dahinya bingung. Siwon memandang Heechul penuh arti menanti kelanjutan ucapan Heechul.

Siwon menjauhkan wajahnya dari wajah Heechul saat kekasihnya itu menepuk lengannya, meminta Siwon untuk membantunya duduk. Siwon segera menarik tangan Heechul lembut dan tangan lainnya menarik punggung Heechul agar lebih mudah duduk.

"Sekarang katakan dengan jelas apa yang kau inginkan" ucap Siwon.

"Aku ingin kita melakukan 'itu'. Sudah lama sekali, Siwon-ah. Aku- aku merindukanmu, babies juga merindukanmu. Ayolah" pinta Heechul akhirnya. Selesai mengucapkan kalimat tersebut, wajah Heechul bersemu merah merona, membuat Siwon menjadi gemas melihatnya.

"Kau yakin? Kau tidak takut denganku? Bukankah kau yang melarangku menyentuhmu waktu itu?" tanya Siwon dengan senyum miring yang terpampang pada wajah tampannya.

"Ish, asal kau tidak melakukannya sekejam waktu itu, aku tidak akan takut. Ayolah, aku benar-benar merindukan sentuhanmu" pinta Heechul sekali lagi.

Siwon benar-benar gemas melihat tingkah kekasihnya yang minta dirasuki seolah hanya minta dibelikan sesuatu.

"Arraseo. Tapi ini yang terakhir. Setelah ini kau harus benar-benar istirahat sampai waktu melahirkan nanti. Ingat, kau tidak boleh kelelahan sama sekali" ucap Siwon seraya mendekatkan wajahnya dengan wajah Heechul hingga hembusan napasnya menerpa wajah Heechul.

Heechul hanya menganggukan kepalanya menjawab nasihat Siwon karena setelahnya Siwon telah menempelkan bibirnya dengan bibir Siwon. Siwon melumat bibir Heechul lembut, tangan kirinya menekan tengkuk Heechul agar memperdalam ciuman mereka, sementara tangan kanannya menyangga tubuhnya agar tidak menimpa Heechul.

Siwon mulai mendorong tubuh Heechul hingga berbaring di atas tempat tidur, sementara bibirnya masih mengunci rapat bibir Heechul.

Siwon menyusupkan lidahnya ke dalam rongga hangat Heechul, menyisir seisi mulut Heechul dengan benda lunak miliknya.

"enghhh" Heechul mendesah pelan ditengah-tengah aktivitas mereka, nafsunya mulai tersulut secara perlahan.

Siwon beralih pada rahang Heechul, memberikan kecupan-kecupan pada rahang itu membuat Heechul memalingkan wajahnya ke kiri agar memudahkan Siwon mengakses bagian favorit kekasihnya itu.

Siwon menurunkan wajahnya hingga tepat di perpotongan leher Heechul, ia membenamkan wajahnya disana, memberikan kecupan serta jilatan pada leher Heechul.

"ngghhh" Heechul kembali melenguh, tangannya meremas rambut Siwon sekaligus menekan kepala kekasihnya agar lebih membenamkan wajahnya.

Siwon menghisap leher Heechul kencang, meninggalkan jejak kemerahan yang tidak akan hilang dalam beberapa hari. Siwon kembali mengunci bibir Heechul, melumatnya serta menghisap bibir atas dan bawahnya bergantian.

Tangannya bergerak mengelus paha dalam Heechul, sedikit menggoda Heechul membuat kekasihnya menggelinjang geli. Siwon menarik terusan yang hanya menutupi sampai paha Heechul, menariknya hingga memperlihatkan perut serta dada Heechul kemudian meloloskan potongan kain itu melewati kepala Heechul dan melemparnya sembarang.

Kini Heechul hanya tertutupi celana dalam berwarna krem, hampir menyerupai warna kulitnya. Siwon menurunkan ciumannya pada dada Heechul, ia membenamkan wajahnya di antara dada besar Heechul.

"Ooohhh" desah Heechul saat merasakan hembusan nafas Siwon turun melewati perut buncitnya hingga sampai di depan kemaluannya yang masih tertutup underware.

Siwon menarik celana dalam Heechul hingga menampakan penis Heechul yang sedikit tegang. Ia menyentuh penis Heechul kemudian menahannya ke atas agar memperlihatkan lubang Heechul yang tertutupi penisnya tadi.

Siwon kembali menghembuskan nafasnya di depan lubang sempit Heechul yang berkedut, membuat kedua kaki Heechul bergetar. Siwon menjilat lubang sempit itu, memainkan lidahnya yang basah pada lubang Heechul hingga kembali berkedut seakan minta diisi.

"Ohhh Wonniehh aaaaahhh eeengghhh" desah Heechul saat merasakan benda lunak yang terus menekan-nekan lubangnya. Heechul mencengkram sprei hingga kusut, melampiaskan kenikmatan yang menerpa seluruh tubuhnya.

Siwon menghentikan aksinya sejenak untuk melepaskan seluruh pakaian yang masih melekat pada tubuhnya, ia melepaskan seluruh pakaian yang ia pakai dengan cepat hingga tubuh polosnya terpampang jelas.

"Aaacckkk" pekik Heechul ketika merasakan satu jari Siwon menyusup masuk ke dalam lubangnya.

Siwon menghentikan gerakan jarinya ketika mendengar pekikan Heechul, kemudian ia memalingkan wajahnya melihat wajah Heechul. Heechul memejamkan matanya erat serta menggigit bibir bawahnya.

"Gwaenchanha?" tanya Siwon ketika melihat wajah kekasihnya yang sepertinya kesakitan itu.

"Aniya, gwaenchanha. T-teruskan.. aku h-hanya terkejut tadi" ucap Heechul susah payah karena nafasnya mulai memburu.

Siwon segera mendorong masuk satu jarinya kemudian mengeluar-masukan jarinya perlahan hingga ia merasa lubang Heechul mulai sedikit melebar, kemudian ia menambah satu lagi jarinya ke dalam lubang Heechul. Ia mengeluar-masukan dua jarinya yang terbenam di dalam lubang Heechul membuat Heechul kembali mengeluarkan desahan-desahan erotis.

"Aaaaakkkhhh ooohhh wonniee eeenghhh aaaaaaahhh" desahan Heechul semakin bertambah ketika ia merasakan Siwon menambah satu lagi jarinya hingga tiga jari Siwon mengaduk-aduk isi lubang Heechul membuat lubangnya terasa lebih melebar.

"Aaakkhh wooonnnnnieeeeehh oooohhhh" desahan Heechul semakin kencang seraya kecepatan tangan Siwon yang semakin cepat menyodok lubangnya, membuat tubuh Heechul ikut terhentak-hentak.

"eeehhh" lenguh Heechul saat merasa jari-jari Siwon keluar dari lubangnya, membuat lubangnya merasa kosong. Heechul baru saja hendak protes ketika merasa sesuatu yang jauh lebih besar dari ketiga jari Siwon mencoba masuk ke dalam lubangnya yang tetap sempit meskipun sudah dilebarkan Siwon tadi.

"OOOHHHH Akkkhh" desah dan pekik Heechul ketika penis besar Siwon memaksa masuk ke dalam lubangnya.

Siwon sengaja mendorong penisnya secara perlahan agar tidak menyakiti Heechul dan bayi mereka. Namun tentu saja penis Siwon yang sangat besar membuat Heechul tetap merasa kesakitan ketika lubangnya terasa dilebarkan paksa.

"Ooohhh sempithh sekali aaah" desah Siwon ketika kepala penisnya terasa terjepit di dalam lubang Heechul. Siwon kembali mendorong masuk penisnya secara perlahan, begitu sulit setelah sekian lama tidak melakukan aktivitas panas ini. Lubang Heechul terasa berkali-kali lipat lebih sempit untuk penisnya yang berukuran ekstra itu.

"Aaackk sshh Wonnh he-hentikan dulu aackk" ringis Heechul tiba-tiba. Siwon segera menghentikan aksinya mendorong penis besarnya namun ia tidak menarik keluar penisnya. Hanya mendiamkan separuh penisnya yang sudah masuk ke dalam lubang Heechul.

"Waeyo?" tanya Siwon panik ketika melihat Heechul masih meringis kesakitan.

"Aniya, babies menendang sangat kencang tadi. Sakit sekali" keluh Heechul seraya mengusap perut buncitnya.

Siwon turut memandang perut buncit Heechul yang baru ia sadari sedikit bergolak karena gerakan kedua bayi mereka di dalam sana. Siwon mengulurkan tangannya untuk menyentuh bagian perut Heechul yang sedikit timbul dan terasa kencang. Siwon mengusap bagian itu lalu menepuknya pelan seolah menepuk bayi mereka.

"Babies, jangan menendang terlalu kencang, eoh. Daddy dan Mommy senang kalau kalian aktif, karena itu berarti kalian sehat di dalam sana. Tapi jika kalian menendang sekencang tadi, kalian membuat Mommy kesakitan" ucap Siwon lembut sambil terus mengusap-usap perut Heechul yang terasa tegang sampai kembali rileks.

"Kalian pasti sudah tidak sabar ingin melihat dunia, eoh. Bersabarlah sayang, kalian belum boleh keluar sekarang ini. Kalian masih harus menunggu beberapa hari lagi sampai waktunya tiba. Perut Mommy pasti sudah sangat sempit untuk kalian, eoh. Tapi kalian masih harus di dalam perut Mommy supaya tetap sehat. Mommy dan Daddy sudah tidak sabar ingin bertemu kalian, babies" ucap Heechul lembut yang dibalas dengan dua tendangan lembut dari kedua bayi mereka.

Siwon sedikit menundukkan wajahnya mendekati perut buncit Heechul kemudian memberikan dua kecupan yang cukup lama pada perut buncit Heechul dan kedua bayinya kembali membalas dengan dua tendangan lembut yang terasa tepat di bibir Siwon yang masih menempel pada perut Heechul.

"Hohoho… Pintar sekali, babies. Ingat pesan Daddy, jangan menendang terlalu kencang hingga membuat Mommy kesakitan, eoh" ucap Siwon sembari mengusap lembut perut Heechul kemudian kembali menegakkan tubuhnya.

"Kurasa kau bisa lanjutkan, Wonnie" ucap Heechul setelah kegiatan panas mereka tertunda untuk beberapa saat.

Mendengar ucapan Heechul, Siwon kembali mendorong penisnya hingga masuk seutuhnya. Membuat Heechul memekik nikmat. Siwon segera memutar tubuhnya hingga posisi mereka berbalik menjadi Heechul yang berada di atasnya.

"Hari ini kau yang memimpin, sayang" ucap Siwon seraya meletakkan kedua tangannya pada pinggang Heechul untuk menjaga keseimbangan Heechul nanti.

Heechul segera bergerak menaik-turunkan tubuhnya secara perlahan, membuat penis besar Siwon keluar masuk lubang sempitnya. Siwon sendiri bergerak berlawanan dengan gerakan Heechul, namun tetap menyesuaikan dengan kecepatan Heechul.

"Ooohh Wonniehh uuugghhhh" desah Heechul bersamaan dengan semakin cepatnya Heechul menaik-turunkan tubuhnya.

Tangan Siwon merayap menuju bongkahan bulat padat Heechul yang terasa menepak-nepak pangkal pahanya ketika Heechul menaik-turunkan tubuhnya. Siwon meremas bokong padat Heechul membuat nafsu Heechul semakin tersulut.

"Ooohhh terushh Wonniehhh aaaahh" pinta Heechul dengan desahannya.

Tanpa sadar, Heechul semakin cepat menaikturunkan tubuhnya, membuat perut dan dadanya berguncang kencang. Siwon segera memegang pinggang Heechul, menahan gerakan Heechul agar tidak semakin liar.

"Ssshh uughhh pelan dear aahhh ingat-hh babies uhhh ooohhh" ingat Siwon di antara desahannya merasakan penis besarnya terjepit di dalam lubang Heechul yang terasa meremasnya.

"Arra ughhh oohh Wooonnnniee aaahhh" desah Heechul ketika merasa puncaknya hampir tiba. Penisnya sudah mengacung di atas perut Siwon, lubangnya pun terasa semakin berkedut.

Heechul menggerakkan tangannya meraih kedua tangan Siwon yang masih memegang pinggangnya, ia menautkan jari-jarinya pada jemari Siwon, menumpukan berat tubuhnya pada tangan kekar Siwon.

Suara desahan erotis dan decitan tempat tidur memenuhi kamar luas ini. Sprei putih yang menutupi tempat tidur sudah kusut tak berbentuk, bantal-bantal tidak lagi pada tempatnya.

"Ouuhhh akkhuu sampaiii AAAAAAAHHHHHHH" jerit Heechul ketika penisnya menyemburkan cairan keruh yang membasahi perut dan dada Siwon. Disaat bersamaan Siwon merasakan penisnya yang masih terbenam di dalam lubang Heechul dilingkupi rasa hangat dari cairan lain yang mengalir dari dalam sana.

"Ooouuuhhhhhhhh" lenguh Heechul merasakan sisa orgasme pertamanya. Ia mendongakkan kepalanya meresapi rasa nikmat yang sudah lama tidak ia rasakan.

Siwon mengarahkan tangannya pada dada besar Heechul, meremasnya pelan dan bermain dengan putingnya yang begitu terasa lembut. Mendekati waktu melahirkan memang kedua dada Heechul terasa begitu lembut, padat dan penuh.

Siwon masih terus meremas-remas dada besar Heechul, sesekali ditariknya puting Heechul membuat kekasihnya memekik nikmat.

"Oooh wonnie uhhh nikmat sekalii-hhhhh" lenguh Heechul dengan kedua tangannya yang ikut meremas dadanya sendiri.

Merasa gerakan Heechul terhenti karena ia sibuk bermain dengan kedua dadanya sendiri, Siwon segera menggerakkan tubuhnya dengan tiba-tiba, mengeluar-masukkan penis besarnya dengan tempo yang cukup cepat. Heechul yang tidak siap menerima gerakan tiba-tiba dari Siwon nyaris terjatuh menimpa Siwon namun berhasil ditahan sebelum perutnya benar-benar terhimpit.

"Ohhh Woonieehhhh cepathhhh ohhhhh cepathhhlahhhhh ahhhh" lenguh Heechul ketika gerakan Siwon semakin cepat namun tidak sampai membuat Heechul kesakitan. Tangan Heechul masih sibuk meremas kedua dadanya sendiri, meremasnya kencang hingga tanpa sadar air susunya mengalir melalui putingnya.

"OOhhh Chulliee aahhh a-airr ooohh s-susumuu sudah uuuhhhh k-keluarhhh" ucap Siwon ketika matanya melihat tetesan air berwarna putih itu terus mengalir membasahi perut buncit Heechul hingga mengenai perut Siwon.

"Ahhhhh lebih ahhhhhh kencanghh akkkhhhh uuuuaahhhhh" pinta Heechul susah payah karena desahan erotisnya. Heechul masih terus meremas kencang kedua dada berisinya, membiarkan air susunya terus mengalir, sesekali memercik jauh hingga menetes di wajah Siwon.

"Ooohhh sabar Chullie-ya uhhhh ssshh aaahhhhh"

Siwon semakin mempercepat gerakan tubuhnya ketika merasa batangnya sudah semakin membesar dan siap menembakkan sejumlah cairan cinta miliknya ke dalam rahim Heechul.

"OOOhhh Woonieeee ak-hh-ku hham-pirrhh oooohhh ham-ph-piiirrr" desah Heechul ketika dirinya hampir mendekati orgasme keduanya. Kedua tangannya semakin aktif meremas dadanya, membiarkan air susu berwarna putih itu terus mengalir membasahi sebagian tubuh mereka.

"Sebentarr oohhh bersama uhhhh sayang aaaahhh bersamaaaaahhh"

"Oooohhh ssshh AAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK" teriak keduanya bersamaan saat cairan hangat Siwon memenuhi rahim Heechul. Heechul segera menggapai tangan Siwon, mencengkramnya kuat melampiaskan kenikmatan yang sedang menyembur kencang di dalam lubang hangat miliknya.

Penisnya sendiri masih menyemburkan cairan keruh yang membasahi dada serta perut Siwon. Bersamaan dengan itu, kedua putingnya terus menyemburkan air susu dari dalam dadanya.

Beberapa saat kemudian tubuh Heechul mulai melemas setelah menikmati sensasi berbeda orgasme keduanya, tubuhnya nyaris terjatuh jika saja tidak ditahan oleh Siwon.

Siwon segera mengeluarkan penis besarnya dari dalam lubang Heechul, membuat cairan yang tidak tertampung merembes keluar membasahi sprei. Kemudian Siwon mengangkat tubuh Heechul dan memindahkannya berbaring di sebelah dirinya.

"Gwaenchanha?" tanya Siwon sambil mengusap dahi Heechul yang basah karena peluh. Heechul masih sibuk mengatur nafasnya yang terengah-engah, namun ia menganggukan kepalanya memberikan jawaban bagi pertanyaan Siwon.

"Tadi itu benar-benar luar biasa" ucap Heechul setelah nafasnya kembali normal dan ia tidak lagi terengah-engah.

"Kau benar" ucap Siwon, kemudian ia mengubah posisinya menjadi menghadap Heechul. Siwon berbaring miring dengan kepala yang ia topang dengan lengan kirinya yang ia tekuk.

"Sekarang kau harus istirahat, kau dan babies pasti sangat lelah" perintah Siwon lembut.

Siwon menarik tubuh Heechul agar lebih merapat dengan tubuhnya, kemudian menjadikan lengan kirinya sebagai bantalan bagi kepala Heechul. Siwon sedikit mengubah posisi tubuh Heechul menjadi miring ke arahnya dan membiarkan perut buncit kekasihnya itu bertumpu pada perut sixpack-nya.

'Chup'

Tiba-tiba Heechul mendongak dan mendaratkan kecupan pada pipi Siwon, membuat Siwon sedikit terkejut namun tetap memberikan senyuman lembutnya.

"Saranghae" ucap Heechul tanpa suara, hanya gerakan mulutnya yang terbaca oleh Siwon.

"Nado" jawab Siwon juga tanpa suara. Siwon semakin mengeratkan pelukannya namun tidak sampai menyakiti kedua bayi mereka. Heechul mencari tangan Siwon dan meletakkannya di atas perutnya sendiri, menggerakkan tangan Siwon untuk mengusap-usap perut besarnya. Suatu kebiasaan yang selalu mereka lakukan menjelang tidur dan Siwon sama sekali tidak keberatan melakukannya.

.


.

Namja manis itu tengah sibuk di dapurnya untuk menyiapkan cemilan manis yang akan menemaninya malam ini. Perutnya sedikit membuncit di kala kehamilannya yang memasuki 4 bulan.

"Hoaaammmm.. Minnie-ya, kau sedang apa malam-malam begini?" tanya Kyuhyun yang mengenakan piyama abu-abu. Rambutnya sedikit acak-acakan karena baru saja terbangun dari tidur nyenyaknya.

"Eoh, Kyunie, kau terbangun? Mmm, aku tiba-tiba merasa lapar dan ingin makan makanan manis. Jadi kuputuskan untuk membuat ini" ucap Sungmin sambil menunjuk kotak makan yang sudah terisi penuh dengan kue kering berbentuk bola-bola yang ditaburi gula pasir diatasnya.

Sebenarnya kue itu sudah dibuat Sungmin sejak tadi siang, hanya saja tidak ada gula pasir yang menutupi permukaan kue tersebut. Karena menginginkan makanan manis, Sungmin melumuri permukaan kue dengan mentega dan menaburkan gula pasir diatasnya.

"Kau sudah selesai?" tanya Kyuhyun saat melihat Sungmin akan menutup kotak makan yang ia pegang dan bersiap membawanya menuju kamar tidur mereka.

"Sudah. Kau perlu sesuatu?" tanya Sungmin.

"Tidak. Aku tidak perlu apa-apa. Kau belum minum susu, kan?" tanya Kyuhyun ketika dirinya teringat Sungmin belum meminum susu untuk kehamilannya setelah makan malam tadi.

"Ah, kau benar. Pantas saja ada yang terlupa" ucap Sungmin.

Sungmin segera meletakkan kotak makan yang ia pegang dan meraih gelas kaca yang ada di lemari bagian atas. Baru saja hendak mengambil kotak susu yang ia letakkan di lemari lainnya, Kyuhyun segera menggiringnya untuk duduk di kursi makan yang berada beberapa langkah di belakang mereka.

"Kau duduk disini saja, biar aku yang buatkan susunya" ucap Kyuhyun sembari mendudukan Sungmin di kursi tersebut. Kyuhyun menyempatkan tangannya mengacak pelan rambut Sungmin kemudian meninggalkan kekasihnya sebentar untuk membuat susu khusus kehamilan dengan rasa strawberry itu.

Tidak hanya itu, Kyuhyun juga mengambil buah mangga dan apel yang ada di dalam lemari pendingin di sampingnya, ia memotong kedua jenis buah yang berbeda itu menjadi potongan-potongan kecil dan memasukkannya ke dalam segelas susu strawberry yang sudah ia buat tadi.

Kyuhyun memang sengaja membuat berbagai macam variasi susu untuk Sungmin, karena semenjak hamil Sungmin menjadi sangat mudah bosan terhadap makanan atau minuman tertentu. Karena itu Kyuhyun mengisi lemari pendingin mereka dengan berbagai macam buah yang bisa ia campur di dalam susu yang akan diminum Sungmin.

"Cha, sudah selesai. Kajja, kembali ke kamar" ajak Kyuhyun sambil menghampiri Sungmin.

Kyuhyun merangkul pundak Sungmin dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya membawa segelas susu untuk Sungmin.

Sesampainya di dalam kamar, Kyuhyun meletakkan segelas susu tersebut di atas nakas disamping Sungmin, kemudian segera duduk di samping Sungmin yang sudah sibuk menyantap kue-kue manis berbentuk bola itu. Sesekali Kyuhyun membersihkan sudut bibir Sungmin dari remah-remah kue yang menempel di sana.

"Cepat habiskan lalu minum susunya. Susunya sudah kucampur dengan buah mangga dan apel. Setelah ini kau harus kembali tidur, ini sudah malam" ucap Kyuhyun saat melihat jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam.

Sebenarnya mereka berdua sudah tidur sejak pukul 9 malam, namun ternyata Sungmin terbangun karena lapar dan membuat Kyuhyun ikut terbangun.

"Kyu, setelah susu yang ini habis, belikan susu dengan rasa yang lain, ya" pinta Sungmin sambil menenggak segelas susu strawberry itu.

"Arra. Kau ingin rasa apa lagi, hmm?" tanya Kyuhyun mengingat Sungmin sudah pernah mencoba berbagai rasa susu hamil.

"Nnggg. Nanti setelah kupikirkan, aku akan memberitahumu" ucap Sungmin setelah menghabiskan susu tersebut berikut potongan buah yang ada di dalamnya.

"Baiklah, sekarang tidurlah" perintah Kyuhyun sembari menarik tubuh Sungmin untuk masuk ke dalam dekapannya. Sungmin menyamankan posisinya kemudian memejamkan matanya disusul dengan Kyuhyun yang ikut memejamkan matanya.

.

.


TBC