Now Playing : EXO – Moonlight

Chapter 9

.

.

Preview last Part

.

.

Tangannya menyentuh dagu Lay dan menariknya mendekat.

Terlalu dekat, bahkan Lay dapat merasakan deru napas Suho di wajahnya.

Perlahan namun pasti.

Bibir Suho akhirnya menyentuh permukaan bibir Lay.

.

.

.

.

.

Lay yang awalnya kaget, akhirnya perlahan menutup matanya.

Merasakan setiap sentuhan lembut Suho padanya,

Suho yang merasa tidak ada perlawanan, menangkup wajah Lay dengan kedua tangannya dan menekannya, memperdalam ciuman mereka.

Suho melumatnya pelan, namun lembut

Akhirnya Suho melepaskan tautan bibir mereka

Dilihatnya wajah Lay yang memerah, napasnya yang memburu

Manis sekali di matanya

"gadis yang mencuri hatiku... ada di hadapanku sekarang..." ucap Suho lembut

Lay yang awalnya menunduk malu, tiba-tiba mendongak kaget

"op...oppa..."

"gadis itu namanya Zhang Yixing... gadis itu kau..." ucap Suho sambil tersenyum lembut

"benarkah?" tanya Lay ragu

Suho mengambil tangan Lay lalu meletakkannya di dadanya

"kau meragukanku?" tanya Suho lagi,

Lay menggeleng pelan

Tangan Suho menyentuh permukaan wajah Lay perlahan,

Kulit pipi Lay terasa sangat lembut di kulit tangannya

"Oppa..." panggil Lay

"Lay... maukah kau... menjadi gadisku? Menjaga hatiku yang telah kau curi?" tanya Suho lagi

Kali ini Lay terdiam,

Memandang kedua mata Suho dalam,

Berusaha mencari kebohongan disana, tapi...

Hasilnya nihil..

Lay hanya menemukan ketulusan disana.

"Lay..." panggil Suho lembut

"ne? Eoh... oppa... aku..."

Lay menatap Suho sekali lagi

Ia takut Suho berbohong, ia takut Suho hanya menjadikannya pelarian

Tapi, ia juga takut kehilangan Suho,

"aku... mau oppa..." jawab Lay lalu menunduk

Suho tersenyum, menarik dagu Lay sehingga menatapnya

"Terimakasih Lay, sudah membuatku jatuh cinta padamu," ucap Suho lembut lalu menarik Lay dalam pelukannya.

.

.

Day 7

.

.

Gadis bermata sipit itu tersenyum dari tempat persembunyiannya

"noona sedang apa disini?"

Gadis itu membalik kaget

"Ya! Kau!" kagetnya

"heheheh... annyeong noona! Noona masih ingat padaku kan?" ucap namja itu sambil tersenyum lebar

"tentu saja aku ingat, kau kan temannya Kai yang paling cerewet, Chen! Aku benar kan?" tebaknya

"ternyata Minseok noona masih ingat padaku!" senangnya

Minseok hanya menggeleng pelan lalu membalikkan badannya tapi Suho dan Lay sudah menghilang

"Noona mencari apa?" tanya Chen lagi

"ah! Gara-gara kau sih Su.."

Minseok membalikkan kepalanya dan ucapannya terhenti

Karena sekarang wajah Jongdae tepat berada di hadapannya,

Terlalu dekat bahkan dengan wajahnya,

Minseok bahkan tidak sadar ia menahan napasnya,

Oh tidak! Kenapa Chen terlihat sangat tampan? Oh sadarlah Minseok! Dia bahkan lebih 4 tahun darimu! Batin Minseok

"Noona, kalau dilihat dekat begini, manis sekali ya," goda Chen

"Ne?" kaget Minseok

"Akh!" teriak Chen tiba-tiba

Minseok menoleh kaget sekaligus bernapas lega

"Jangan coba kau dekati noonaku dasar dino kurang ajar!" kesal Kai sambil menjewer telinga Chen sadis

"Akh! Sakit Ya! Kkamjjong!" kesal Chen sambil berusaha melepaskan tangan Kai dari telinganya

"noona sedang apa disini? Apa noona digoda oleh si dino ini?" tanya Kai

"sudahlah Jongin, noona tidak apa kok..." jawab Xiumin

Kai pun akhirnya melepaskan jewerannya pada Chen

Chen mengelus-elus telinganya yang kena jewer Kai

"Sebenarnya eonni sedang apa disini?" tanya Kyungsoo

"ah... itu... biar nanti aku ceritakan di rumah... ayo kita pulang..." ucap Xiumin lalu mendorong Kai dan Kyungsoo pergi

"Eh! Noona! Aku bagaimana!" teriak Chen sambil mengikuti Xiumin dari belakang

.

.

.

.

.

Suho berjalan sambil tersenyum, menggandeng jari-jari lentik seorang gadis yang kini resmi jadi kekasihnya.

"Kenapa oppa tersenyum selebar itu?" tanya Lay

"Karena oppa bahagia..." jawab Suho

Lay tersenyum

"kenapa oppa sebahagia itu?" tanya Lay lagi

Suho menghentikan langkahnya lalu memegang pundak Lay

Ia mendekatkan wajahnya pada wajah Lay lalu mengecup bibir Lay sekilas

Lay yang kaget hanya bisa membelalakkan mata diikuti dengan wajahnya yang memerah

"Oppa bahagia... karena oppa bisa melihat wajahmu yang merona ketika oppa cium... oppa bahagia Lay..." ucap Suho lembut

"Oppa..."

"Lay... kau tahu... ada seseorang yang sangat berharga padaku, ia berkata padaku kalau aku jatuh cinta, jatuh cinta pada seseorang yang tak pernah kusangka, dia bilang orang itu adalah kau..." ucap Suho lagi,

Suho menggandeng tangan Lay lalu berjalan kembali

Lay menoleh ke arah Suho

Suho membalas tatapan Lay lalu tersenyum

"dan kurasa... orang itu benar... aku memang jatuh cinta padamu Lay..." ucap Suho lagi

"Oppa..."

"Aku mencintaimu Lay... jangan pernah tinggalkan aku..." ucap Suho lagi

Lay tersenyum

"Aku juga mencintai oppa... aku tidak akan pernah melepaskan oppa... sampai kapanpun!" ucap Lay lalu bersandar pada lengan Suho

Suho tersenyum

Entahlah

Ia bahagia sekali

Sepertinya ia harus banyak berterimakasih pada appa,

Kalau bukan karena appa menyuruhnya mencari gadis yang ia sukai,

Mungkin dia tidak akan pernah sadar, kalau dirinya sudah jatuh cinta pada sosok Zhang Yixing.

Kring

Kring

Suho dan Lay menghentikan langkahnya

Suho merogoh kantungnya lalu melihat ponselnya

-Minseok Noona-

"Siapa oppa?" tanya Lay

"noonaku..." jawab Suho lalu mengangkat teleponnya

"Noona... ada apa?"

"..."

"Apa?"

"..."

Suho menoleh ke arah Lay sebentar,

Lay menatapnya bingung

"Arasseo... aku akan segera pulang..." ucap Suho lagi

Klik

"Kenapa, oppa?" tanya Lay

"Lay... kau harus ikut oppa... kau tidak ingin oppa menikah dengan Kyungsoo, kan?" tanya Suho lagi

Lay terkejut

"tentu saja tidak!" jawab Lay tegas

Suho tersenyum lalu mencubit pipi Lay pelan,

"kalau begitu... tolong bantu oppa, ya?" ucap Suho lagi

"ne? Bantu apa?" tanya Lay

Tapi Suho hanya tersenyum

.

.

.

.

.

.

Lay mematung di tempatnya

Sepertinya ia mengerti perasaan Tao ketika Kris memperkenalkannya pada keluarga

Atau mungkin perasaan Kyungsoo?

Ketika ia harus berhadapan dengan Minho

Atau apapun itu

Demi apa,

Lay gugup sekali saat ini.

Ia bahkan tidak tahu apa yang akan menunggunya di balik pintu itu

Cklek

Tanpa ia sadari, Suho sudah keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Lay, memintanya keluar

"Ayo..."ajak Suho

Lay menoleh

"Oppa... aku..." ucap Lay terbata

Suho melihat keraguan di mata Lay

Suho hanya tersenyum lalu meraih tangan Lay dan menggenggamnya erat

"Oppa akan selalu ada di sampingmu... percayalah.. appa akan menyukaimu..." ucap Suho meyakinkan lalu tersenyum pada Lay

Ya Tuhan!

Senyuman Suho itu sangat tampan

Dan membuat jantung Lay berdetak tak karuan

Tapi kenapa Suho senang sekali tersenyum

Apa ia ingin jantung Lay meledak?

Lay akhirnya hanya mengangguk pelan lalu mengikuti Suho keluar mobil

Tok tok tok

Xiumin langsung melompat dari sofa dan menghampiri pintu depan. Chen yang memang sudah menyukai Xiumin dari dulu, ikut berjalan menghampiri Xiumin.

Sebenarnya tidak ada andilnya Chen ikut dengan mereka.

Tapi entah mengapa Chen bilang dia yang akan menjadi kakak ipar Kai dan Suho, jadi dia mengikuti Kai, Xiumin dan Kyungsoo sampai disini.

Kai sendiri masih diam, duduk di sofa, menampilkan ekspresi dinginnya sambil menggenggam tangan Kyungsoo

Kyungsoo rasanya ingin sekali mengikuti Xiumin, tapi Kai menggenggam tangan Kyungsoo sangat erat, seakan Kyungsoo tidak boleh kemana-mana.

Kyungsoo hanya menghela napas pelan lalu memandang Minho dan Kai dengan ekspresi yang sama.

Taemin di samping Minho hanya tersenyum berusaha menenangkan Kyungsoo, kalau semuanya akan baik-baik saja.

Kyungsoo pun mengangguk dan membalas senyuman Taemin. Beruntungnya Kai punya ibu seperti Taemin.

"Ya! Jangan mengikutiku terus! Sebenarnya apa maumu sih!" teriak suara yang sudah sangat dikenal semua orang yang ada disitu.

Seseorang yang sangat jarang sekali bicara, tapi entah kenapa jadi cerewet sekali ketika

"Ya! Kim Jongdae! Apa yang kau lakukan di rumahku?"

Oke itu suara Suho,

Tapi yang menjadi perhatian adalah

"Tenang saja Suho hyung... sebentar lagi aku yang akan jadi kakak iparmu," ucap Chen bangga

Suho membelalakkan matanya lalu mengalihkan pandangannya pada Xiumin yang menatap Chen jengah

"YA! KIM JONGDAE!" teriak Xiumin

"Choi Minseok! Kau belum masuk juga!" teriak suara bass dari dalam, yang sudah bisa dipastikan itu adalah suara Minho

Xiumin menghela napas kesal lalu kembali masuk ke ruang keluarga, diikuti Chen yang masih setia mengekorinya

Xiumin menghampiri sofa, lalu duduk di samping Kyungsoo, lengkap dengan Chen yang kini duduk di sampingnya.

Xiumin memutar bola matanya kesal lalu menggeser duduknya mendekati Kyungsoo, tapi justru Chen semakin dekat dengannya

"Joonmyeon-ah..." panggil Taemin, mengalihkan semua mata disitu dari adegan dekat-dekatan Chen dan Xiumin

Suho datang dengan menggandeng tangan Lay erat,

Lay sendiri sedikit berlindung di belakang Suho, dan melihat semua anggota keluarga sudah lengkap, termasuk Kyungsoo dan Chen, yang masih belum bisa dipastikan statusnya

"Appa... aku... membawa gadisku..." ucap Suho sambil tersenyum

Minho mengalihkan pandangannya dari Suho ke arah Lay yang bersembunyi di balik tubuh tegap anaknya.

Suho menoleh ke arah Lay dan menarik tangannya sedikit, mengisyaratkan Lay untuk memperkenalkan dirinya

Lay menatap Suho ragu, tapi Suho mengangguk berusaha meyakinkan Lay

Lay pun akhinya mengambil napas dan keluar dari persembunyiannya

"Annyeonghaseyo... Zhang Yixing imnida... aku.. kekasihnya Suho oppa..." ucap Lay memperkenalkan diri

Suho tersenyum lalu merangkul pundak Lay erat

"Appa.. aku sudah menemukan gadis yang kucintai, kumohon jangan pisahkan aku dari Yixing, dan Kai dari Kyungsoo... sudah cukup appa.. kami sudah menemukan cinta kami masing-masing," ucap Suho tegas

Sesaat semua orang merasa terpana dengan kedewasaan dan keberanian Suho,

Tapi Minho masih mempertahankan ekspresinya.

Ia mengalihkan pandangannya ke arah Lay

Cantik

Dewasa

Sopan

Dan anggun

Itu hal-hal yang ada di benak Minho ketika melihat Lay.

Cukup bertolak belakang dengan Kyungsoo,

Tapi ia merasa Lay lebih cocok dengan Suho.

"Appa... perjanjian, tetap perjanjian..." ucap Xiumin mengingatkan sekaligus membuyarkan lamunan Minho

Minho berdeham pelan

"Baiklah..." ucapnya

Semua pasang mata menatap Minho berbinar tidak terkecuali Chen, meskipun ia tidak mengerti pokok permasalahannya.

Minho berdeham lagi

"Tapi dengan beberapa syarat..." lanjut Minho

"appa!" kesal Xiumin

"Yeobo..." panggil Taemin dari samping

"kenapa kalian melihatku seperti itu sih! Untuk kali ini tidak mempan!" kesal Minho karena dua perempuan yang paling dicintainya menatapnya dengan tatapan memelas

"Jongin! Kau tidak boleh tidur di rumah Kyungsoo lagi! Kalian itu masih sekolah! Appa tidak tahu apa yang kalian lakukan, tapi tetap saja! Kau tidak boleh tidur di tempat Kyungsoo! Awas saja kalau sampai appa melihat kau tidak pulang ke rumah karena tidur di apartment Kyungsoo!" ucap Minho tegas

"Ne?" kaget Kai

"Dan kau Suho! Kau harus menjaga Lay baik-baik kalau kau memang mencintainya, jangan ikuti jejak adikmu!" ucap Minho lagi,

Membuat wajah Kyungsoo semakin memerah dan Kai melotot kesal

"Appa!" kesal Kai

Suho hanya terkekeh kecil melihat adiknya kesal

Kenapa jadi dirinya yang dijadikan contoh?

Salahkan Kyungsoo kenapa tubuhnya begitu menggoda , batin Kai kesal

"Jongin..." panggil Minho

Kai menoleh

"ne.. appa..." jawab Kai

Minho berdiri dari tempatnya dan berjalan menghampiri Kai

Kai ikut berdiri melihat appanya berdiri

Minho menghampiri Kai dan memeluknya erat

Kai yang awalnya kaget, ikut membalas pelukan Minho

"maafkan appa Kai... appa sayang padamu, hanya saja, appa tidak tahu bagaimana caranya menunjukkannya padamu, kau mirip dengan appa... appa bagaikan melihat diri appa dalam dirimu..." ucap Minho tulus

Kai memeluk appanya lebih erat

Entah kapan ia memeluk tubuh tegap yang selalu berusaha melindunginya dan kakak-kakaknya

"Appa..." panggil Kai

"Kau sudah memperjuangkan cintamu... jagalah Kyungsoo sampai akhir... berjanjilah pada appa..." ucap Minho lagi

Kai mengangguk mantap

"Aku berjanji appa!" ucap Kai mantap

.

.

.

.

.

.

"Kedua tim dipersilahkan memasuki lapangan" ucap wasit melalui pengeras suara

Sebaris namja tampan dan tinggi, dengan seragam basket berwarna hitam. Menambah tampan penampilan mereka.

Semua gadis disitu berteriak kencang

Memanggil satu persatu nama anggota tim tersebut

"CHOI KAI!"

Gadis mungil itu- Kyungsoo- memutar matanya jengah, tapi kembali memusatkan perhatiannya ke lapangan, tempat kekasihnya Kai, berdiri tegap.

"SUHO OPPA!" teriak yang lain

Lay ikut memutar matanya jengah di samping Kyungsoo, Lay rasa, ia harus belajar banyak dari Kyungsoo, gadis mungil itu bahkan sepertinya sudah kebal dengan gadis-gadis yang menjadi fans Kai,

Ya... mungkin fans Suho tidak sebanyak Kai, tapi menyebalkan ketika mereka memangil nama kekasihmu seakan-akan merekalah kekasihnya.

"PARK CHANYEOL!"

"WU KRIS!"

Set

Krik krik

Hening

Lay memalingkan wajahnya bingung

Dilihatnya Baekhyun dan Tao dengan kompaknya memberikan Death Glare pada fans-fans Chanyeol dan Kris yang menurut mereka menyebalkan

Dalam seketika semua gadis itu diam.

Lay mengalihkan tatapannya pada Kyungsoo yang terlihat santai saja

"Tidak perlu kaget Lay... hal ini pasti terjadi, aku tidka perlu repot-repot menenangkan mereka, sudah ada yang lebih galak kan?" ucap Kyungsoo tanpa melepaskan pandangannya dari sosok Kai yang terlihat sudah siap dengan posisinya

Prit

Permainan dimulai

Bola seakan tak pernah lepas dari tangan Kai, Kris dan Chanyeol

Mereka memang Ace sekolah

"CHOI KAI! OPPA!" terdengar lagi teriakan fans-fans Kai

Tapi Kyungsoo terlihat biasa saja, ia hanya memandangi Kai sambil tersenyum

Ketika Kai berhasil memasukkan bola ke ring, ia hanya tersenyum

Bahkan ketika Kai gagal pun, Kyungsoo juga tersenyum

"Sebenarnya ada apa denganmu Kyung?" tanya Lay yang memerhatikannya bingung daritadi

Kyungsoo menoleh lalu tersenyum

"memangnya aku kenapa?" tanya Kyungsoo balik

"kau bahkan tidak bersedih ketika Kai tidak berhasil memasukkan bola," ucap Lay lagi

Kyungsoo hanya tersenyum

"karena aku tahu, dia akan melakukan yang terbaik, kita kan punya taruhan..." ucap Kyungsoo dengan santai

"taruhan?" tanya Lay lagi

Kyungsoo menoleh ke arah Lay lalu tersenyum

.

.

.

.

.

.

Gadis itu berjalan dengan santainya, sambil membawa kopernya.

Tubuhnya tinggi semampai, rambutnya panjang kecoklatan, tubuh rampingnya hanya dibalut celana jeans panjang dengan kaos tanpa lengan berwarna putih, terlihat sangat simple, tapi entah kenapa, terlihat sangat cantik.

Ia menurunkan kacamata hitamnya sedikit lalu melihat papan nama yang bertuliskan namanya

"Krys!" teriak seseorang yang sudah sangat ia kenal

Gadis itu menoleh lalu membuka kacamata hitamnya

Ia tersenyum,

Senyumannya sangat cantik, memang pada dasarnya ia sudah cantik

"Sulli-ya!" panggilnya balik

Ia berjalan ke arah yeoja yang memegang papan namanya

Mereka berpelukan erat

Sepasang sahabat yang lama tak bertemu

"Krystal... akhirnya kau pulang juga!" ucap Sulli senang

"tentu saja aku pulang... aku harus menemui kekasihku yang tampan itu bukan?" ucap Krystal

Senyuman Sulli semakin lebar

"Ya... Jung Krystal... kau melupakan sesuatu," ucap Sulli lalu berjalan ke arah mobilnya, diikuti Krystal dari belakang

"apa yang aku lupakan? Kyungsoo?" ucap Krystal lagi sambil tersenyum meremehkan

"Kau tahu?" kaget Sulli

"Tentu saja aku tahu... aku kesini untuk itu..." ucap Krystal lagi

Sulli hanya tersenyum senang melihat temannya

.

.

.

.

.

Cklek

Terdengar suara pintu apartment yang dibuka perlahan

Sebuah kepala menyembul dari balik pintu, lalu mengintip ke dalam

Sepi

Ruangan itu sangat gelap dan sepi

Kemana penghuninya? Batinnya

Ia pun memberanikan diri masuk lalu mengunci kembali pintu apartmen itu

Bugh!

"Aww!" kagetnya lalu mengelus kepalanya yang kena pukul

"YA! Kau... eh... Chagiya!" ucapnya malu lalu mengelus-elus kepalanya lagi

Ia melihat seorang gadis mungil sudah berkacak pinggang di sampignya sambil memegang talenan

Namja itu mengelus-elus kepalanya, pantas saja sakit sekali, ia memukulku dengan talenan

"Kyungsoo-ya... kenapa memukulku?" keluhnya

"Habis kau masuk seenaknya saja seperti pencuri! Kau tahu password apartmentku bukan berarti kau bisa masuk kapanpun seenaknya! Dasar Choi Jongin!" kesal Kyungsoo

Kai hanya tertawa kecil lalu berjalan ke arah tempat sakelar yang sudah sangat dihapalnya.

Klik

Kai berbalik

Glup

Oke

Mungkin sebaiknya ia tidak menyalakan lampu tadi,

Di hadapannya sekarang,

Tubuh mungil Kyungsoo hanya berbalutkan handuk putih, yang menutupi tubuhnya sampai ke lutut, bahkan tidak sampai sepenuhnya

Glup

Kai menelan ludahnya lagi

Kulit putih bersih Kyungsoo, terekspos bebas di depan matanya.

Ya Tuhan! Sesering apapun ia melihat tubuh polos Kyungsoo, ia tetap laki-laki

Tubuh Kai memaku di tempat

Kyungsoo yang menyadarinya, buru menutupi dirinya sendiri dengan tangannya

"YA! Apa yang kau lihat!" kesal Kyungsoo

"Ne? Eh itu... Kyung..." panggil Kai pelan

Kai menghampiri Kyungsoo

Semakin Kai mendekat, Kyungsoo semakin mundur

"Aww!" teriak Kai

Sepertinya Kai lupa, kalau Kyungsoo masih memegang talenan di tangannya

"Sakit Kyung!" keluh Kai

Kyungsoo melihat Kai kesakitan jadi merasa bersalah,

Ia mengelus kepala Kai yang dia pukul

"Mian..." ucapnya pelan

Kai membuka matanya,

Terlihat jelas belahan dada Kyungsoo di depan matanya

Glup

Kai menelan ludahnya lagi

Oh tidak, ia harus menahan nafsunya lagi

.

.

.

.

.

.

Kyungsoo keluar dari kamarnya, lengkap dengan bajunya.

Ya, ia tidak mau Kai menginap di apartmentnya lagi, karena kalian tahu apa yang akan terjadi kalau Kai menginap di apartmentnya.

Kyungsoo menghampiri Kai yang sedang duduk di sofa

Kai tersenyum memandang Kyungsoo

Baru saja Kyungsoo mendudukkan dirinya di sofa

Kai sudah meletakkan kepalanya di pangkuannya Kyungsoo

Kyungsoo tersenyum kecil melihat kemanjaan Kai

"Ck.. kau ini kenapa?" tanya Kyungsoo sambil mengelus-elus rambut Kai lembut

Kai menutup matanya

"Entahlah... aku hanya merasa... lega?" ucap Kai

"Karena?" tanya Kyungsoo

"Karena appa sudah menyetujui hubungan kita..." ucap Kai lagi

Kyungsoo tersenyum

Kai membuka matanya lalu ikut tersenyum melihat senyuman Kyungsoo

"kau tahu... aku tidak akan kehilangan kau lagi..." ucap Kai

"aku tahu.. " jawab Kyungsoo

Kai tiba-tiba bangkit dari tidurnya

"hei! Kau tidak akan melupakan taruhan kita kan?" tanya Kai

Kyungsoo tersenyum

"tentu saja tidak..." ucap Kyungsoo lagi

.

.

.

.

.

.

Gadis berjalan bak model

Semua gerak gerik nya diikuti oleh tiap mata disana, terutama laki-laki

Semua namja menatap kagum,

Semua gadis menatapnya iri, beberapa berbisik

Sang rival telah kembali

Jung Krystal

Telah kembali

"Baekhyunie..." panggil gadis itu

Gadis yang dipanggil Baekhyun itu menoleh

Ia menatap Krystal tidak suka

"Kenapa kau memandangku seperti itu, sayang?" tanya Krystal

"cih... tidak usah sok manis, Krystal.." kesal Baekhyun

"Jangan begitu Baekkie... kau lupa aku ini siapa?" tanya Krystal lagi sambil tersenyum licik

Baekhyun menatap Krystal tajam

Oh, tentu saja, Baekhyun tidak akan pernah lupa

Dia adalah gadis licik yang sudah menusuk Baekhyun dari belakang

Mencium Chanyeol di depan matanya ketika Baekhyun bercerita bahwa ia menyukai Chanyeol

Apapun wujudnya ia tidak akan pernah lupa pada wanita ular ini

"Untuk apa kau kembali?" tanya Baekhyun sinis

"Jelas bukan untuk Chanyeol, tenanglah..." ucap Krystal lagi lalu melipat tangannya di dada

Ada sedikit rasa lega di hati Baekhyun, setidaknya Krystal tidak akan mengganggu hubungannya dan Chanyeol lagi

"Tapi mungkin..." lanjut Krystal

Baekhyun menatap Krystal tajam

"Salah satu dari keluarga Choi..." tambah Krystal dan berlalu dari situ

Baekhyun membelalakkan matanya

Salah satu dari keluarga Choi...

Berarti..

Kai atau Suho

Baekhyun membalikkan badannya gusar

"YA! Jung Krystal! Jangan pernah kau berani mengganggu hubungan sahabatku!" teriaknya kesal

Krystal hanya melirik Baekhyun sebentar

"kita lihat saja nanti..." ucapnya licik

.

.

.

.

.

.

.

.

.

To Be Continue

UPDATE JUGA!

Yoohooo!

#Lambai-lambai baju Kyungsoo!

#Ngajak ribut

Ga puas emang ni author kalo ga bikin masalah

Wakakkaka

Bagi yang nanya kenapa Kai ga disayang sama Minho... udah aku jawab di chapter ini

Bagi yang nanya masa lalunya Kai...

Sebenernya aku udah ceritain di chapter-chapter sebelumnya sih... wkakakakak

Dibaca aja lagi.. Okay?

Bagi yang nungguin

Mianhae! *bow*

Emang rada ga tau diri ni author satu...

Lama banget updatenya

Sbenernya aku udah bikin chapter ini lebih panjang dari yang lain...

Cuman aku gatau menurut kalian gimana?

Sebagai permintaan maaf aku...

Buat yang nungguin side story Secret Admirer...

Sabar yakkk

Thanks for reading

Sorry ga bisa bales review kalian satu persatu...

Don't forget to Review!