SUNFLOWER

Naruto by Masashi Kishimoto

Chapter 9 : Dia selalu sendiri

Mendung. Mentari seakan enggan menampakkan senyumnya. Awan-awan hitam dan kelabu menutupi langit, nampak seperti permadani yang menutupi angkasa. Seorang pria berambut perak melompat dari satu pohon ke pohon lainnya. Tampak dibelakangnya teman-teman satu timnya mengikutinya.

Mereka bergerak cepat, melewati hutan yang banyak ditumbuhi pepohonan besar. Ingin segera sampai ke tujuan akhir mereka. Konoha. Setelah menjalankan misi kelas B yang cukup berbahaya. Titik-titik air bening mulai jatuh ke bumi satu-persatu.

"Kakashi-sensei…..apa kau baik-baik saja? Lukamu cukup parah."

Naruto mempercepat langkahnya untuk mengimbangi Kakashi yang ada didepan. Bocah berambut pirang dan hiperaktif itu kini benar-benar tengah mengkhawatirkan sang guru. Sudah lima hari tim tujuh pergi menjalankan misi ranking B. misi untuk membantu desa Tonbogakure menangkap para pemberontak yang menyerang desa non shinobi itu.

Dan ditengah misi yang bisa dibilang cukup sulit itu, copy ninja terluka. Bukan karena ketidak hati-hatian Kakashi, atau karena menurunnya penjagaannya. Ia terluka karena melindungi murid-muridnya, melindungi teman satu timnya. Memberikan tubuhnya sendiri untuk menjadi tameng agar murid-muridnya tidak terluka. Membiarkan sebuah kunai beracun bersarang di perut kanannya, yang terpenting baginya ialah semua anggota timnya selamat.

"Aku tak apa-apa Naruto, sebentar lagi kita sampai di desa. Aku akan meminta Tsunade-sama untuk memeriksa lukaku."

Air dari langit itu tidak lagi menitik, tapi sekarang sudah menjadi guyuran hujan yang cukup deras. Aroma khas air hujan yang bercampur dengan tanah menguar perlahan. Dan terasa perih bagi Kakashi ketika air itu membasahi lukanya. Tubuhnya gemetar, ia menahan sakit yang teramat sangat. Lukanya memang telah mendapat pertolongan pertama. Tapi racunnya masih belum keluar semua.

Seluruh sendinya terasa begitu ngilu. Tapi Kakashi adalah seorang shinobi yang hebat. Ia sama sekali tak mengeluh. Dan bersikap seolah tak mendapat luka sekecil apapun. Walaupun seluruh sel dalam tubuhnya merasakan sakit dan perih yang luar biasa. Hatake muda itu tetap bersikap tenang dan santai. Seorang shinobi itu haruslah kuat, tak boleh mengeluh hanya karena terluka.

"Gomennasai…..sensei…karena aku lemah, kau jadi terluka seperti ini."

"Tidak. Kau kuat Naruto. Aku tahu itu."

Jinchuriki kyuubi itu menyesal. Menyesal karena ia tak dapat melindungi guru sekaligus teman yang berharga baginya. Andai saja ia lebih kuat ini semua pasti tak akan terjadi. Mata aquamarine-nya menatap lekat-lekat sang guru, melihat noda darah yang mengotori rompi jounin sang guru. Lalu perlahan menatap wajah sang guru. Ia tersenyum. Kakashi tersenyum pada Naruto, yang membuatnya menjadi jauh lebih tenang.

…..

…..

…..

Chakra hijau itu memancar dari tangan Tsunade, membuat luka di perut kanan Kakashi menutup. Racun yang bersarang di tubuh copy ninja-pun sudah dapat dikeluarkan. Tapi tetap saja luka itu terasa sakit sekali. Entah bagaimana Kakashi bisa menahan rasa sakit yang luar biasa itu.

Tsunade berhenti menyalurkan chakranya saat dirasakan luka itu telah menutup dengan sempurna. Dan kemudian Shizune melakukan tugasnya. Yaitu membalut luka tersebut dengan kapas dan plester. Ia sedikit tercengan melihat luka Kakashi yang cukup dalam, apalagi racun yang ada di kunai itu adalah racun khusus, yang membuat rasa sakit yang diderita akan berkali-kali lipat terasa lebih sakit.

"Kakashi-san….bagaimana bisa kau bertahan dengan luka seperti ini dan racun itu?"

"Entahlah….memangnya itu racun apa?"

"Racun yang membuat rasa sakit menjadi terasa berkali-kali lipat lebih sakit. Racun ini ditujukan untuk menyiksa lawan bukan membunuhnya."

Pria perak itu menghela nafas berat. Dari semua luka yang pernah dideritanya, luka kali ini walaupun hanya satu tusukan terasa sangat sakit. Hampir-hampir ia pingsan karena menahan rasa sakit yang tak terkira.

Hari hampir menjelang malam. Tapi tak ada bias jingga sang surya. Hanya awan gelap yang menyiram jutaan titik air ke bumi. Hujan. Hawa dingin menusuk pori-pori, membuat suasana Konoha sepi dan lengang. Malam ini hanya awan mendung dan hujan yang bertahta.

"Apa sudah selesai semuanya? Kalau begitu aku akan pulang sekarang."

"A..apa…pulang? kau harus dirawat disini Kakashi….lukamu…"

"Aku sudah merasa jauh lebih baik. Jaa….Shizune."

Tak mengindahkan kata-kata Shizune, copy ninja itu hanya dalam hitungan detik sudah tak berada ditempatnya. Tangan kanan Godaime itu hanya bisa pasrah menerima keputusan Kakashi yang tak ingin di rawat di rumah sakit Konoha.

Kakashi melompat dari satu atap ke atap yang lain. Tak menghiraukan titik-titik air hujan yang kini sudah membuat basah seluruh tubuhnya. Seluruh tulang yang ada di tubuhnya terasa sangat sakit hingga membuat tubuhnya lemas. Lukanya kembali basah karena hujan.

Apartement jounin yang menjadi tempat tinggalnya nampak sepi seperti biasa. Tak ada tanda-tanda kehidupan. Ia segera naik menuju lantai tiga. Tak sabar ingin mengistirahatkan tubuhnya yang serasa hancur barang sejenak.

"Tadaimaa…."

"Okaerinasai….."

Sebuah suara terdengar lantang dan ceria, membalas salam yang diucapkan oleh Kakashi. Apartement itu tetap sama. Sama seperti saat ia meninggalkannya lima hari yang lalu. Telinga tajam dan terlatih Kakashi menangkap suara derap langkah kaki dari dalam apartementnya. Ia tahu siapa pemilik langkah itu.

"Kau sudah pulang ya baka hen…..hahahahahahahaha…."

Aylee tak dapat menahan tawanya, ia tertawa terbahak-bahak begitu melihat penampilan tunangannya yang baru saja pulang dari menjalankan misi. Aylee melihat Kakashi yang sangat berantakan, dan yang membuatnya tak ingin berhenti tertawa adalah rambut dari pria perak itu yang terlihat aneh dan lucu saat terkena air hujan.

"Kau terlihat seperti anak kucing yang tercebur ke dalam selokan Kakashi."

"…"

Kakashi serasa tak mampu lagi untuk berkata-kata. Dan Aylee segera menghampiri tunangannya itu. Membantu Kakashi melepaskan tas ranselnya. Seperti yang selalu dilakukannya saat Kakashi pulang dari misi. Ia segera membawa masuk tas Kakashi. Mengambil selimut dan beberapa baju ganti Kakashi dari dalam tas lalu menaruh semua pakaian kotor itu ke dalam keranjang.

Kakashi melepas sepatu ninjanya. Lalu segera masuk ke dalam. Hidungnya yang lebih tajam dari ninken mencium aroma blueberry yang terasa segar dan menenangkan. Aroma milik Aylee. Aroma itu terasa sangat segar dan ceria.

"Aaa…aarrgghh…."

Kakashi melenguh tertahan. Rasa sakit kini menjalar di tiap sel yang ada di tubuhnya. Tangan kanannya menekan perut kanannya. Kepalanya terasa berat dan berputar-putar. Aylee melihat Kakashi dengan pandangan curiga. Pasti telah terjadi sesuatu pada Kakashi.

"Heii…kau kenapa Kakashi no baka hentai?"

"Aylee…untuk kali ini saja ..tolong jangan berteriak padaku."

Mata indah Aylee menatap lekat-lekat Kakashi. Menatap bagian perut kanan yang sedari tadi ditekannya. Ada noda darah disana. Aylee tahu Kakashi pasti sedang terluka. Dilihat dari penampilan dan adanya bekas noda darah yang bersarang di bajunya.

"Kau kenapa Kakashi?"

Gadis itu mendekat pada Kakashi yang kini tengah bersandar di dinding, membuat dinding itu ikut basah karena tubuhnya yang memang basah kuyup oleh derasnya hujan. Ia segera menarik tangan Kakashi, lalu menaikkan sedikit kaus dan rompi yang dikenakan oleh tunangannya itu. Kakashi hanya diam.

Mata lebar itu semakin membeliak tatkala melihat luka di perut sebelah kanan pria yang telah dijodohkan dengannya itu. Luka itu telah tertutupi kapas dan plester, tapi warna hitam kebiruan di sekitar lukanya membuat Aylee bergidik ngeri. Terlebih lagi hawa panas terasa begitu menyengat dari tubuh sang copy ninja.

"Kau terluka…dan suhu tubuhmu sangat tinggi..kenapa…."

Gadis itu tak dapat menyelesaikan kata-katanya. Ia lebih memilih untuk membantu Kakashi berjalan masuk menuju kamarnya. Ia membantu pria itu untuk duduk di tepian ranjangnya. Dan setelahnya membuka lemari Kakashi, mengambil sebuah kaus tanpa lengan dan sebuah celana hitam milik Kakashi. Tak banyak jenis pakaian yang dimiliki Kakashi. Sebagian besar hanya seragam jounin yang sering dipakainya.

"Cepat ganti bajumu…lukamu basah itu sangat berbahaya. Setelah itu aku akan mengganti plesternya."

"….."

"Apalagi yang kau tunggu baka…cepat ganti bajumu lukamu bisa infeksi."

"Aylee…aku tak mungkin ganti baju di depanmu kan?"

Rona merah yang tipis, setipis kelopak bunga gardenia terlukis di wajah manis gadis Fubuki, tak menyangka ia akan sebodoh ini. Aylee benar-benar mencemaskan keadaan Kakashi sekarang. Gadis itu keluar dari kamar Kakashi, membiarkan pria tinggi itu mengganti bajunya. Sementara ia menyiapkan plester dan kapas. Lalu kembali masuk ke kamar Kakashi.

Aylee membuka pintu itu perlahan, menampakkan Kakashi yang setengah berbaring bersandar pada kepala tempat tidurnya. Gadis itu menaruh hitai-ate Kakashi di atas meja. Lalu membawa keluar baju kotor dan basah milik Kakashi. Tak lama ia kembali masuk ke dalam kamar dengan membawa kotak obat lengkap beserta baskom dan handuk kecil berwarna putih di dalamnya.

"Kenapa kau bisa terluka? apa kau tidak berhati-hati?"

Demi Kami-sama….. Aylee tahu bahwa Kakashi adalah shinobi yang hebat. Ia tak tahu mengapa pria yang sering dipanggilnya baka hentai itu bisa terluka. tangan mungilnya membuka kaus tanpa lengan yang menyatu dengan masker yang dikenakan oleh Kakashi. Perlahan sekali membuka plester dari kulit Kakashi. Ia tak mau menyakiti pria yang kini nampak menahan luka yang serius.

Aylee tercekat begitu plester itu terbuka sepenuhnya. Tubuhnya menggigil ngeri sejenak saat melihat betapa parah dan dalamnya luka itu. Memang luka yang ada di perut Kakashi sudah tertutup tapi warna hitam kebiruan pada luka itu masih tampak jelas sekali. Dengan gerakan yang pelan dan lembut ia menutup luka tusukan itu dengan kapas dan memplesternya perlahan.

Tangan dengan jemari lentik itu kini berlabuh di kening Kakashi, merabanya halus dan lembut. Membuat Kakashi sedikit tersentak akan kehalusan jari-jemari lentik milik tunangannya. Panas…suhu tubuh Kakashi sangat tinggi. Dan itu membuat Aylee semakin cemas. Ia memeras handuk kecil putih dari dalam baskom, lalu meletakkannya dengan sangat hati-hati di atas kening copy ninja.

"Apa kau ingin makan sesuatu Kakashi?"

Gadis itu duduk di tepian ranjang Kakashi, sedang Kakashi kini tengah terbaring lemah di atas ranjangnya. Aylee menarik selimut untuk menutupi tubuh Kakashi. sekedar untuk membuatnya merasa lebih hangat.

"Tidak….arigatou Aylee."

…..

…..

…..

Hari semakin larut, tapi hujan tidak juga berhenti. Hujan semakin bertambah deras disartai dengan hembusan angin yang sangat kencang. Jendela di kamar Kakashi menimbulkan bunyi yang berderak saat terkena kerasnya tiupan angin. Hawa dingin semakin menusuk tulang.

Aylee menatap khawatir pada sosok pria yang kini tengah terbaring di atas ranjangnya. Suhu tubuhnya semakin meninggi. Tubuh kekar dan gagah itu menggigil. Beberapa kali ia mencoba memanggil Kakashi, tapi nihil. Tak ada jawaban dari pria berambut perak itu, hingga Aylee menarik kesimpulan bahwa Kakashi sedang tak sadarkan diri.

Tangan mungil Aylee menepuk lembut pipi Kakashi. seraya memanggil namanya tapi Kakashi tak juga merespon. Membuat gadis manis itu semakin ketakutan dan dikelilingi kekhawatiran yang teramat sangat.

'Tsunade-sama….benar…hanya dia yang bisa menolong Kakashi sekarang.'

Gadis berambut sepunggung itu berlari keluar. Meraih sebuah payung hitam yang ada di samping pintu kemudian segera pergi untuk meminta bantuan dari sang Godaime. Ia tak peduli pada lebatnya hujan dan kencangnya angin yang menerpa tubuh mungilnya.

Berkali-kali tubuh mungil itu sulit untuk melangkah karena terpaan angin yang kencang. Tapi Aylee tak peduli ia hanya peduli pada keadaan Kakashi yang semakin memburuk. Pikirannya melayang. Ia jadi teringat dirinya sendiri, jika ia sakit ada banyak pelayan yang merawatnya terlebih lagi ada kaa-san dan juga otou-sannya yang selalu menemaninya hingga ia sembuh.

Begitu banyak orang yang memperhatikannya. Tapi Kakashi…..? dia sudah menjalani kerasnya hidup sejak kecil. Ia selalu sendirian. Melewati hampir selutuh hidupnya dalam lorong-lorong kesepian. Air mata Aylee perlahan menggenang.

Aylee membayangkan bagaimana kehidupan Kakashi sebelum ia datang. Jika Kakashi terluka seperti sekarang, siapa yang akan merawatnya? Siapa yang akan menemaninya? Jadi selama ini jika ia terluka, Kakashi, selalu menahan sakit dan perihnya luka itu seorang diri. Merawat dirinya sendiri, tanpa ada seorangpun di sisinya. Kakashi bukan hanya terluka secara fisik tapi jiwanya juga pasti terluka.

Dia menahan luka itu seorang diri, merasakan luka itu tanpa adanya tempat untuk berkeluh ada tempat untuk bersandar. Tak ada seorangpun di sisinya saat ia terluka. sendiri …..hanya sendiri….melewati semuanya sendiri, menghadapi semuanya sendiri. Selalu seorang diri

Air mata itu kini mengalir deras di pipi Aylee. Ia tahu sangat tahu dan mengerti bagaimana penderitaan calon suaminya. Tubuh Aylee basah kuyub, payung yang ada di genggamannya tak banyak membantu.

Aylee berlari memasuki bangunan megah dengan lambang api di atasnya itu. Ia bergegas ingin masuk ke dalam dan menemui Tsunade. Ruangan dalam itu sepi. Bangunan berlantai kayu itu Nampak lengang.

"Maaf..nona ini sudah malam ada keperluan apa anda datang kemari?"

Mata aylee menatap lekat-lekat pria berseragam jounin. Ia tahu pria itu adalah penjaga yang bertugas di kantor Hokage.

"Aku ingin menemui Tsunade-sama…."

"Maaf…nona ini sudah…"

"Aku tak peduli dasar baka….Kakashi terluka ia butuh pertolongan dan…."

"Aylee-san…ada apa eh?"

Shizune yang baru saja menyelesaikan laporannya melihat heran pada Aylee yang seluruh tubuhnya basah kuyup. Gadis itu tampak panik, kecemasan yang teramat sangat tergambar jelas di wajahnya. Nafasnya memburu, terlebih lagi air mata nampak masih segar memenuhi wajahnya.

"Shizune-san…Kakashi…dia…aku tak tahu tapi ….sekarang…dia sudah tak sadarkan diri…."

"Apa…ahh..aku akan melaporkan hal ini pada Tsunade-sama."

Tanpa membuang waktu kunoichi yang juga tangan kanan sang Godaime itu segera menemui Hokage. Memberi tahu apa yang telah terjadi pada salah satu ninja andalan desa. Dan tanpa membuang waktu lagi mereka segera berangkat menuju apartement Kakashi.

….

…..

Chakra hijau itu berpendar dari tangan Tsunade, sedikit demi sedikit memulihkan keadaan Kakashi. ia sudah kembali tersadar sepenuhnya. Kondisinya sudah mulai stabil. Aylee tersenyum lega saat melihat kedua kelopak mata yang sayu itu kini telah terbuka.

"Kau sudah merasa lebih baik Kakashi?"

"Ahh…Tsunade-sama…yahh…begitulah, sudah jauh lebih baik. Kenapa anda bisa ada disini?"

"Seharusnya kau menjalani perawatan di rumah sakit. Tadi kau tak sadarkan diri, dan Aylee memintaku kemari. Kau sudah membuatnya khawatir tahu."

Godaime menghentikan aliran chakranya, ia tersenyum pada salah satu ninja terhebatnya. Ia tahu, sejak awal ia tahu bahwa Aylee adalah gadis yang baik. Dan itu terbukti tadi. Terbukti dari bagaimana cemasnya Aylee akan keselamatan Kakashi, bahkan ia juga tak peduli pada dinginnya hujan dan kencangnya angin yang menerpanya. Ia hanya peduli pada keselamatan Kakashi saat itu.

Mungkin mereka berdua masih jauh dari kata cinta tapi cinta bisa datang kapan saja. Dan cinta bisa datang dari rasa simpati terhadap seseorang. Dan Tsunade yakin akan hal itu. Bahwa suatu saat nanti Aylee akan benar-benar mencintai Kakashi, begitu juga dengan Kakashi.

"Kalau begitu, kami pergi dulu Kakashi. dan Aylee…aku harap kau bisa merawat Kakashi dengan baik."

"Tentu saja Tsunade-sama…..baka hentai itu…ahhh….maksudku Kakashi…pasti saya akan merawatnya."

"Baka…hentai…? Hahahahaha…."

Shizune tak bisa menahan tawanya ketika mendengar julukan yang diberikan Aylee untuk Kakashi. begitu juga Tsunade. Sepertinya nama besar copy ninja benar-benar tak berpengaruh pada gadis berlesung pipit itu.

"Baiklah. Kami pergi dulu. Jaa."

Seperginya Tsunade dan Shizune, mereka kembali berdua saja. Dan hujan masih setia mengguyur bumi. Menebarkan aroma khas hujan. Aylee tersenyum pada Kakashi, sungguh ia merasa sangat lega sekarang. Sekali lagi tangan itu berlabuh di kening Kakashi.

"Kau masih demam. Istirahatlah."

"Aylee, apa kau yang memanggil Tsunade-sama kemari?"

Gadis itu hanya mengangguk dan tersenyum. Dan tanpa diketahui oleh siapapun ia masih mengucap syukur kepada Kami-sama karena Kakashi baik-baik saja. Ia sendiri tak tahu mengapa ia bisa begitu khawatir pada Kakashi.

'Kakashi….aku memang tak bisa merubah semua yang terjadi dalam hidupmu. Juga masa lalumu. Tapi setidaknya aku ada di sini sekarang, dan yang aku bisa lakukan adalah menjanjikan yang terbaik untukmu.'

Aylee perlahan naik ke ranjang Kakashi. membuat Kakashi terkejut akan apa lagi yang akan dilakukan gadis itu. Kejadian minggu lalu masih terekam segar diingatannya. Saat Aylee tiba-tiba duduk di pangkuannya dan mengatakan kalimat yang bisa membuatnya mati berdiri.

"Aylee…apa …yang…"

"Sssttt…."

Aylee mengangkat perlahan kepala Kakashi, dan meletakkannya di atas pangkuannya. Membuat Kakashi benar-benar membeku tak percaya. Tiba-tiba saja rasa sakit di tubuhnya hilang digantikan rasa kaget dan terkejut yang luar biasa.

"Kakashi….kalau kau merasa sakit bilang saja. Tak apa….kalau kau ingin merintih kesakitan juga tak apa. Aku tahu shinobi itu tak boleh menunjukkan kelemahannya. Tapi shinobi itu juga hanyalah manusia biasa seperti yang lainnya….."

"…."

"Jadi jika kau memang tak bisa lagi menahan rasa sakitmu…bilang saja padaku. Aku akan menemanimu untuk menjalani rasa sakit dan luka yang kau alami. Kalau kau ingin menangis juga tak apa, aku akan mendengarkan keluhanmu. Kau tak perlu jadi kuat di hadapanku. Jadilah apa yang kau inginkan di hadapanku."

Kata-kata itu mengalir lembut dan indah. Seperti simfony alam yang merdu. Simfony yang membuat copy ninja hampir kehilangan detak jantungnya. Tak pernah seorangpun dalam hidupnya berkata seperti itu. Terpana…tak percaya…..bahagia…bercampur menjadi satu dan bermuara di hatinya. Lidahnya kelu untuk berkata-kata. Untuk pertama kali dalam hidupnya yang selalu sedih sendiri, ada seorang gadis yang begitu peduli padanya.

Aylee mengusap perlahan rambut perak itu dengan jemarinya yang mungil dan halus, membelai dengan penuh kasih dan pengertian rambut perak dari pria yang kini tengah di pangkunya. Helaian rambut itu begitu halus terasa di jemari Aylee.

"Aylee…"

"Hhhmmm…..?"

Dengan reflex dan tanpa sadar, Kakashi melingkarkan kedua tangannya di pinggang Aylee. Membenamkan wajahnya di perut ramping Aylee. Aroma blueberry yang segar dan menenangkan memenuhi rongga penciumannya. Hangat … hanya rasa hangat yang dirasakan Kakashi. dan Aylee masih mengusap lembut rambut Kakashi.

"Arigatou…Aylee."

"Tidurlah Kakashi…"

Perasaan hangat dan nyaman menyelimuti jiwa dan hati sang Hatake muda. Entah mengapa semua beban dan kesedihan dalam hidupnya kini terasa memudar. Tergantikan oleh rasa bahagia dan penuh kehangatan. Ia jatuh tertidur dalam pangkuan hangat dan lembut juga nyaman. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya ia dapat tertidur dengan rasa lega yang tak terkira.

Sementara Aylee masih mengusap rambut dan kepala Kakashi dengan lembut. Ia membiarkan Kakashi memeluknya dengan erat sekali. Membiarkan pria dengan julukan copy ninja itu jatuh tertidur dalam pangkuannya.

"Oyasuminasai….Kakashi….."

Malam itu masih teriringi nyanyian hujan. Membuat suasana malam begitu eksotik. cahaya di dalam kamar Kakashi terlihat sangat temaram. Hanya helaan nafas lembut milik Kakashi yang dapat didengar oleh Aylee yang masih terjaga menunggui Kakashi.

Mata gadis itu terpaku pada sosok yang tengah tertidur pulas di pangkuannya. Helaan nafas yang teratur dan lembut milik copy ninja membuatnya tersenyum.

'Ahh…heii…ini kesempatan bagus untuk membuka maskernya bukan?'

Entah ide dari mana yang sekarang ada di kepala Aylee, tapi tangan kanannya perlahan mulai bergerak. Bergerak menuju wajah Kakashi.

30 cm….

20 cm …..

10 cm….

'Sedikit lagi…..lagi….sedikit lagi….masker itu akan terbuka…iya…..sedikit lagi….'

TBC

Halloo…minna…..hehehehe….

Sekedar pengumuman gak penting…. Dua chapter lagi akan ada suatu kejadian yg bikin aylee jatuh cintrong ma kakashi

Cintrong secintrong-cintrongnya….wkwkwkkkk…plakkkk….

Buat reader aku ucapkan terima kasih banyak…terima kasih…..dan untuk yg ngeriview yg punya akun aku sudah membalas review dan berterima kasih sebanyak-banyakknya

Dan buat yg gak punya akun…sungguh dari hatiku aku mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya…..

By all review yg buaannnyyyaaakkkk yaa….biar tambah semangat….^^