WARNING! MATURE SCENE 18+, DIRTY TALK
NOT FOR CHILDREN
BxB! YAOI
DON'T LIKE DON'T READ
.
.
.
.
.
.
Chanyeol menatap garang Sehun yang memasang tampang masa bodoh.
"Kau bilang itu takdir?! What the fuck, OH SEHUN!"
"Tentu saja! Kau kan yang mengambil kertasnya, hyung. Itu takdir kalau kertas yang kau ambil berisi permintaan kecilku!" Sehun balas menjawab dengan nada tinggi, tidak mau kalah dibentak oleh hyungnya itu.
Bibir Chanyeol berkedut kesal. "Menulis di 30 kertas dari 34 gulung kertas kau bilang kebetulan?!"
Sehun tergelak, matanya menatap Chanyeol tidak percaya. "Hyung menghitungnya? Wow."
Chanyeol mendengus mendapati reaksi menyebalkan Sehun. Kemudian mengambil ponsel dari saku celananya.
"Pokoknya sekarang akan kuadukan pada Luhan hyung kalau kau sudah kelewat genit pada Baekhyun-ku!"
Mata sipit Sehun melebar. Secepat angin ia mendekati Chanyeol, menghalangi lelaki yang lebih tua darinya itu yang berniat mengadukannya. Yang ia khawatirkan akan membuat Luhan marah dan memutuskan hubungan mereka, kemudian Sehun jadi jomblo.
"Andwae, hyung!" teriakan Sehun memekakan telinga Chanyeol. "Aku kan hanya bercanda!"
"Tetap saja itu keterlaluan, Oh!"
"Aku punya penawaran!"
Chanyeol menghentikan tangannya yang tengah berusaha mencari nomor Luhan di ponselnya. Sehun menjauh, membuat Chanyeol menyimpan kembali ke dalam saku.
"Tawaran apa?"
Sehun menyeringai. "Permintaan maafku, kupastikan Baekhyun hyung memberimu jatah malam ini."
Kepala Chanyeol seketika mengangguk setuju. Senyum lebar -dan mesum- menghiasi wajah tampannya yang bagi Sehun terlihat bodoh.
.
.
.
Entah bagaimana Sehun membujuk Baekhyun, namun Chanyeol tidak peduli lagi. Yang terpenting sekarang adalah menikmati hidangan bernama Baekhyunee yang tersaji di ranjangnya.
Baekhyun tidur dalam posisi tengkurap di atas ranjang besar mereka. Kedua kakinya sedikit ditekuk ke atas, membuat jarak satu sama lain.
Tubuh putih mulus Baekhyun hampir telanjang, hanya mengenakan celana dalam transparan berenda yang Chanyeol pikir hanya akan ia lihat di film porno saja.
Chanyeol dapat melihat kaki mulus Baekhyun dengan paha yang montok dan bokong yang bulat. Oh dan jangan lupakan belahannya, membuat penis Chanyeol seketika tegang ingin keluar dari sarangnya.
Dengan tidak sabar Chanyeol segera naik ke atas ranjang untuk menyantap Baekhyun-nya.
Plakk
"Nghh"
Baekhyun mengerang mendapati tamparan di bokongnya. Kemudian menengok ke belakang untuk menatap Chanyeol yang mengukung dirinya di bawah tubuh kekarnya.
"Oh, Yeollie- ups! Daddy?" Baekhyun dan suara serak seksinya semakin membuat Chanyeol horny.
"Sialan, Baek. Takkan ada ampun untukmu malam ini!"
.
.
.
Baekhyun memejamkan matanya merasakan geli dengan lidah hangat dan basah Chanyeol yang menjilati leher jenjangnya. Mulutnya terbuka mendesah-desah membuktikan betapa pandainya Chanyeol menggodanya.
"Daddyhhh ahhh" desahan manis Baekhyun membuat Chanyeol semakin tidak sabar mendapatkan kehangatan di penis tegangnya.
Tangan besar Chanyeol merambat naik ke dada Baekhyun, meremasnya dengan tempo sedang. Bibir tebalnya mencumbu bibir tipis menggoda Baekhyun, melumatnya ganas dan bermain dengan lidahnya yang membuat Baekhyun kesulitan mengimbangi permainan lidah Chanyeol.
"Mhhhp"
Baekhyun mendesah di sela ciuman mereka, menggelinjang ketika jari Chanyeol memainkan puting di dadanya. Menariknya, menekannya, menggelitiknya berulang-ulang.
Chanyeol menjauhkan wajahnya setelah merasa Baekhyun sudah kehabisan napas. Baekhyun terengah-engah, Chanyeol seorang good kisser!
Tangan Chanyeol kembali turun menjelajahi tubuh Baekhyun. Membelai perut mulusnya, pinggul seksinya yang membuat para fangirl menjerit saat ia menari, dan berhenti di penis mungilnya.
Ah sebenarnya tidak mungil. Tapi tentu saja ukurannya jauh berbeda dari Chanyeol.
"Daddyhh s-sentuh ituhhh"
Chanyeol menyeringai. Telapak tangannya menekan penis yang masih dilapisi celana dalam menggemaskan itu. Menimbulkan desahan dari bibir kekasihnya.
Baekhyun merengek, ingin Chanyeol memanjakan penisnya. "Daddy! Yang benar ish!"
Chanyeol mengecup bibirnya gemas. Wajah horny Baekhyun menggemaskan sekaligus menggairahkan. Membuatnya senang menggodanya.
"As you wish, baby," Chanyeol berbisik di telinga Baekhyun. Baekhyun mendesah kembali, suara berat Chanyeol sangat seksi dan penisnya diremas tiba-tiba.
Chanyeol merobek celana dalam Baekhyun, kemudian meremas dan mengurut penis Baekhyun dengan cepat. Sesekali mengocoknya, ingin segera membuat penis yang terlihat mungil dalam genggamam tangannya itu meledak. Tidak sabar untuk ke permainan inti.
"Arghhh yahhh begitu Daddyhhh ahhhh"
Baekhyun kepayahan dengan permainan tangan Chanyeol. Dan tidak sampai lima menit, tubuhnya bergetar.
Sperma menyembur dari penis mungilnya. Baekhyun terengah-engah, merasa puas setelah mendapat orgasme pertamanya.
Chanyeol membiarkan Baekhyun sejenak agar kembali bernapas normal. Setelah dirasa sudah cukup, Chanyeol menarik tangan Baekhyun dan membawanya dalam posisi menungging dengan wajah di depan penisnya yang masih terkurung dalam celananya.
"Puaskan daddymu, Baekhyun baby."
.
.
.
"Hmmmh yahh kau pintar baby boy"
Chanyeol mendesah nikmat dengan suara berat yang seksi. Tangannya membelai kepala Baekhyun yang bergerak naik-turun di antara pahanya, tengah memberi kehangatan di penisnya.
Jemari lentik Baekhyun mengurut ke atas dan ke bawah bagian penis Chanyeol yang tidak dapat ikut masuk ke dalam mulut mungilnya. Baekhyun menghisap dan menjilat batang penis gemuk Chanyeol dengan sensual.
"Oh shit Baekkkhh"
Baekhyun merasa mulutnya sudah pegal. Ia pun mempercepat gerakan kepala dan tangannya. Penis Chanyeol keluar-masuk dengan cepat di mulut Baekhyun.
Chanyeol menggeram nikmat, mengenggam rambut Baekhyun dan menggerakkan pinggulnya menyodokan penisnya ke dalam mulut Baekhyun. Penisnya seakan ingin ditelan Baekhyun, dan secepat mugkin ia menarik penisnya keluar.
"Lho? Daddy tidak mau memberiku susu?" Baekhyun kebingungan karena di ujung klimaks, Chanyeol malah menghentikannya.
Chanyeol terkekeh gemas mendengar ucapan Baekhyun. Tangannya naik membelai pipinya lembut. "Aku hanya ingin keluar di lubang anusmu, baby. Sekarang ayo menungging!"
"Ayay captain!" Seperti anak baik, Baekhyun langsung menuruti perintah Chanyeol. "Cepat isi lubangku, daddy~" Baekhyun berbalik menungging dan menggoyangkan bokongnya menggoda Chanyeol.
"Sialan, Baek!"
.
.
.
"Nnghh Yeollie lagihhh"
Plak plak plak
"Aku daddymu, Baek! Berani sekali kau memanggilku dengan nama!"
Chanyeol menggeram merasakan jepitan lubang Baekhyun di penisnya. "Rasakan ini, sayang arghh"
"Ahngg daddyhhh!"
Baekhyun mendesah keras merasakan daging kecil bernama prostat di lubangnya ditumbuk keras oleh penis gemuk Chanyeol.
Chanyeol terus memaju-mundurkan pinggulnya dengan kecepatan penuh dan dalam, berusaha terus menyodok titik manis Baekhyun terus menerus. Tubuh Baekhyun ikut tergerak maju-mundur, terkadang tubuhnya bergetar. Baekhyun merengek lelah namun tidak ingin berhenti.
"Argh sial Baek! Kau menelan penisku!"
"Aaahh yahhh terus sodok Baekkie, daddy ahhh anghh"
"Fuck! Mulutmu kotor sekali, baby hmm"
Chanyeol menyeringai puas dengan kebinalan Baekhyun malam ini. Dirty talknya membuat penisnya semakin membengkak. "Ayo katakan lagi, sayang. Aku suka dirty talkmu, Baek."
Baekhyun memejamkan matanya, tidak tahan dengan kenikmatan yang diciptakan oleh tumbukan penis Chanyeol di lubangnya. Penis Chanyeol dirasa makin membesar, sepertinya sebentar lagi lubangnya akan mendapat tembakan sperma hangat Chanyeol.
Baekhyun ikut memaju-mundurkan pinggulnya sesuai gerakan Chanyeol di belakangnya. Kedua tangannya yang menumpu pada kasur untuk menyangga tubuhnya bergetar. Kepalanya mendongak ke atas, yang disambut kecupan basah di lehernya.
"Faster daddy! Kenapa lamban sekali? Cepat sodok dan tembak lubangku dengan penis besarmu!"
"Shit! Mulutmu, baby! Rasakan ini!"
"Nyahhh daddy ahhh nghhh yesss"
"Makan penisku lubang binal!"
"Yess daddy ahhh"
Chanyeol mempercepat gerakan pinggulnya. Menyodokkan penisnya tanpa jeda, membuat Baekhyun kembali mendapat klimaksnya untuk yang ketiga kali malam ini. Sedangkan ia sendiri belum sama sekali.
Selang beberapa menit setelah Baekhyun orgasme, penis Chanyeol akhirnya menyemburkan sperma hangatnya di lubang Baekhyun. Chanyeol memeluk erat pinggang Baekhyun, mendorong dalam-dalam penisnya ke dalam lubang ketat itu sampai spermanya berhenti menyembur. Setelah itu menarik penisnya keluar, membuat aliran sperma turun mengalir dari lubang yang membengkak dan memerah serta berkedut-kedut sensual.
Tubuh Baekhyun ambruk di kasur, kelelahan setelah mendapat kenikmatan dunia dari kekasihnya. Napasnya menderu menyatu bersama Chanyeol, terdengar di kamar yang sunyi.
Penis Chanyeol kembali menegang melihat lubang dan bokong Baekhyun yang ternodai cairan putih kental miliknya. Dengan cepat Chanyeol kembali mengangkat tubuh Baekhyun, membuatnya dalam posisi menungging dengan kaki kiri ia angkat ke udara.
Jlebb
Penis Chanyeol kembali menusuk dan bergerak keluar-masuk.
"Yahhh Chanyeollhh"
Chanyeol mendongakan kepalanya, matanya terpejam. Menggeram jantan, nikmat merasakan penisnya kembali diremas-remas.
Baekhyun hanya pasrah mengikuti permainan Chanyeol. Posisi doggy style ini benar-benar nikmat, penis Chanyeol semakin dalam menusuk. Seakan jika punya rahim, penis Chanyeol seperti mengenai rahimnya.
"Fuckkk. Aku harus mentraktir Sehun besok! Ini benar-benar hebat."
"Nghhh Chanyeollh di sanahhh!"
Plakk
"Mau kuhukum, baby? Kau tidak sopan sekali memanggil daddymu seperti itu!"
Baekhyun menjerit merasa perih dan nikmat bersamaan akibat tamparan Chanyeol di bokongnya. Juga tusukan Chanyeol yang semakin menggetarkan tubuhnya.
"Yess daddyh~ Hukum Baekkie dengan keperkasaanmu!"
Wow.
Setelah ini Chanyeol harus menanyakan bagaimana Sehun mengubah Baekhyun-nya jadi sebinal ini.
.
.
.
.
.
NC pertama~ Baekhyun kehilangan image polosnya di sini ㅋㅋㅋㅋㅋ
Hot gak tuh? Maklumi ya kalau aneh, masih amatir 😂
Apakah kebanyakan moan? Atau kurang detail? Atau terlalu frontal?
Let me know~ kritik dan saran sangat membantu selama ditulis dengan bahasa layaknya manusia 😉
Next/end?
