Judul : uzumaki dan uchiha
Author : Rahmat Ardi Wijaya
Disclaimer : masashi kashimoto
Chapter : 9
Alur : campuran
Rated : T
Pairing : …..?
Genre : edventure
Setelah invasi yang dilakukan oleh suna dan oto, kini konoha sedang dalam keadaan berduka karena kage mereka tewas dalam penyerangan itu, namun semua itu tidak membuat penduduk desa konoha berduka selamanya, kini mereka sedang bahu membahu untuk membangun kembali desa konoha yang sedang hancur, bahkan shinobi pun kini sedang membantu membereskan banyak bekas banguna sehingga kini banyak sekali warga yang berlalu lalang untuk bekerja memperbaiki rumah dan tempat tinggal mereka.
Sementara itu, di dalam sebuah ruangan gelap dan hanya diterangi oleh lilin kini terlihatlah seseorang dengan tongkat ditangannya dan tersenyum untuk melakukan rencananya.
"sekarang waktunya aku untuk menjadi hokage yang baru" ujar sosok itu
"ya, tuan danzo benar, andalah orang yang cocok untuk menjadi hokage selanjutnya" ujar seorang anbu
Namun suasana yang indah itu langsung berubah saat seorang anbu datang dan membawa kabar buruk.
"apa….para tetua itu menunjuk jiraya sebagai hokage yang baru. Apakah mereka tidak melihatku sebagai yang terkuat sekarang?" tanya danzo sambil marah-marah
"saya tidak tahu tuan, namun menurut yang saya dengan jiraya tidak ingin menjadi hokage sehingga sebagai gantinya nona tsunadelah yang akan menjadi hokage" ujar anbu itu
"lalu apa yang kalian tunggu gagalkan rencana pencarian tsunade dan hancurkan semua yang menghalangi jalan kita" ujar danzo memerintahkan anbunya untuk mengahadang jiraya.
Akan tetapi, sebuah kesalah telah dilakukan oleh danzo. Jiraya tidaklah pergi seorang diri, dia mengajak naruto sebagai teman perjalanannya dan berniat melatih naruto di perjalanan kali ini. Sehingga naruto yang sangat ingin berkelana menyetujuinya tanpa pikir panjang.
"baiklah jiraya, aku percayakan naruto padamu. Dia adalah senjata paling berharga di desa kita, jadi jangan sampai dia tertangkap oleh musuh" bisik kohaku
"heh…pantas saja sensei tidak suka pada kalian berdua, ternyata kalian berdua tidak pernah berubah sama sekali" ujar jiraya kini meninggalkan kohaku dan diiringi oleh naruto
"woy petapa katak, apakah kita akan berlatih ninjutsu dalam perjalanan nanti?" tanya naruto
"ya, setidaknya aku akan mengajarkan ku dasar dari tekninya dulu baru setelah itu kita akan belajar ninjutsunya" ujar jiraya
"kau tau kakek katak, aku sebenarnya sudah mengetahui banyak musuh di sekitar kita, namun yang aku heran kenapa mereka tidak menyerang kita?" tanya naruto
"mereka tidak akan berani menyerangku, dengan kemampuan mereka saat ini. Kau saja sudah bisa membunuh mereka jika kau mau" ujar jiraya
"apakah boleh?" tanya naruto
"tidak usah, mereka dari konoha. Desa kita sendiri namun dia bukanlah dibawah pimpinan dari hokage melainkan dari bawah pimpinan seorang bernama danzo. Karena berteman dengan hokage danzo memiliki sebuah wewenang khusus namun tetap dibawah hokage, namun sekarang karena hokage sudah meninggal aku yakin dia ingin merebut tahta hokage dari tangan tsunade" ujar jiraya
"oh…..jadi ternyata konoha juga ada sisi gelapnya ya" ujar naruto
"bahkan seorang pahlawan pun memiliki sisi gelap naruto, jadi waspadala" ujar jiraya
"hm…aku mengerti. Tapi aku risih jika harus diikuti seperti ini terus." Ujar naruto
"kau bisa merasakan cakra mereka yang serendah ini?" tanya jiraya
"bukan cakra kakek katak, tapi niat membunuh mereka lah yang aku rasakan. Sehingga dari tadi walaupun mereka menurunkan cakra serendah apa saja jika niat membunuhnya masih besar sama saja bagiku" ujar naruto kini menggaruk kepalanya
"kau memiliki kemampuan sensor khusus itu, tidak kusangka, selain rantai cakra kau juga memiliki sensor khusus milik nona mito sama, kau beruntung bocah" ujar jiraya
"kenapa begitu?" tanya naruto
"karena dengan menggunakan sensor itu, bukan hanya penjahat yang menurunkan tekanan cakranya, bhkan yang berkamuflase pun bisa kita deteksi dari niat jahatnya. Itu sebuah teknik yang hebat bocah. Kau perlu bersyukur dengan kelebihan mu" ujar jiraya
"ya, tapi aku bingung kenapa kau mengajak ku mencari orang bernama tsunade itu. bukankah masih banyak orang yang lebih kuat dari ku untuk membawanya kembali ke desa" ujar naruto
"dengar, tsunade adalah temanku dan mungkin hanya aku dan orochimaru yang mengerti tentang dirinya, jadi jika ingin membawa tsunade pulang harus menggunakan muslihat bukan dengan kekerasan, karena kalau soal kekuatan dia adalah orang yang tak terkelahkan. Lihat ini, bekas luka ini adalah akibat pukulannya saat itu" ujar jiraya memperlihatkan sebuah bekas luka di dadanya akibat dari serangan tsunade
"jadi dia bisa sekuat itu, dan luka itu hanya hasil dari pukulan saja. Itu sungguh menakjubkan" ujar naruto sangat tertarik dengan kemampuan yang unik itu
"oh ya…apa yang akan kita lakukan sebelum ketemu dengan orang yang bernama tsunade itu?" tanya naruto lagi
"ya dari pada kita menganggur, lebih baik kita manfaatkan waktu ini untuk latihan" ujar jiraya
"perhatikan baik-baik" sambung jiraya menunjukkan sebuah teknik yang membuat naruto sangat berbinar bola matanya.
"kau lihat bola cakra yang ada di tangan ku ini. Jutsu ini adalah rasengan, sebuah jutsu level s yang diciptakan oleh hokage ke 4 dan dipercayakan padaku untuk di pelajari oleh genarasi penerus desa konoha. Jutsu ini tidak masuk dalam cakra jenis, karena membuat jutsu ini hanya menggunakan cakra bukan perubahan cakra" ujar jiraya
"ini sangat sederhana dengan tingkat kesulitan yang sangat besar" ujar naruto memperhatikan bola cakra di tangan jiraya
"kau sangat teliti dalam hal ini, ini adalah ninjutsu yang tidak memerlukan seal tangan untuk membuatnya, berbeda dengan jutsu yang lain yang menggunakan seal tangan untuk membuatnya. Dan jenis kerusakan yang akan korban terima dari ninjutsu ini adalah luka dalam dan luar" ujar jiraya
"luka dalam?" tanya naruto bingung
"ya,dalam bola cakra ini terdapat minimal 100 putaran dengan ketajaman yang luar biasa, namun dia tidak akan melukai sepenuhnya bagian luar, tapi dia melukai sepenuhnya bagian dalam. Jadi cakra ini akan merusak organ tubuh bagian dalam dari musuh mu" ujar jiraya
"ehm..,bisakah aku belajar jutsu ini?" tanya naruto
"baiklah, mari kita cakra dalam bentuk lingkaran di tangan mu" ujar jiraya sehingga naruto langsung menurut dan mencobanya. Namun naruto sama sekali tidak bisa membuat lingkaran dalam genggaman tangannya.
"baiklah ini akan sulit, ambillah bola air ini dan latihlah untuk memecahkan bola air itu dengan cakra mu" ujar jiraya
Naruto mengambil bola air itu dan mulai untuk melakukan konsentrasi dalam melakukan latihannya sedangkan jiraya duduk dibawah pohon dan memperhatikan latihan naruto.
"baiklah, kau lanjutkan latihan mu, aku akan mencari informasi di desa terdekat" ujar jiraya beranjak dari tempatnya berada
Sementara naruto kini focus latihan dan terus latihan hingga beberapa jam kemudian naruto masih sama sekali belum bisa memecahkan bola air itu dalam genggamannya.
'kenapa ini begitu sulit untuk di pecahkan' ujar naruto berfikir dan mengingat kembali bagaimana jiraya membuat rasengan.
"sial…..pantas saja aku dari tadi tidak bisa memecahkan bola ini, jutsu yang dikeluarkan oleh kakek katak itu terdiri dari banyak putaran sedangkan aku memutar hanya satu putaran bagaimana bisa pecah" gumam naruto kesal
Waktu yang hampir gelap membuat naruto bersemangat untuk menyelesaikan latihan tahap pertamanya ini sehingga dia dengan cepat langsung membuat seperti apa yang ia pikirkan dan akhirnya bola air itu pecah di tanganya.
"yes…..aku berhasil memecahkan balon ini" ujar naruto membuat jutsu itu ditangannya sekarang, namun alangkah terkejutnya naruto saat dia membuat jutsu itu miliknya tidak sama seperti milik jiraya.
"hahaha….kau kira hanya dengan melewati satu tahap kau akan langsung berhasil membuatnya. Jangan terlalu cepat bocah" ujar jiraya kini melemparkan sebuah bola baru yakni bola karet yang berisi udara.
"kau sudah berhasil memutar air, sekarang kau harus berhasil memutar udara di dalam bola itu" ujar jiraya memperlihatkan contohnya pada naruto sehingga bola yang di pegang jiraya kini hancur.
"tahap satu kau sudah berhasil melewatinya dan jika kau menyerang dengan itu maka luka musuh akan seperti ini" ujar jiraya membuat rasengen tidak sempurna dan menyerang kearah sebatang puhon dan hasilnya hanya satu goresan lingkaran yang terdapat di pohon itu.
"dan jika kau berhasil tahap ke dua maka hasilnya seperti ini" ujar jiraya kini mempraktekkan hal yang sama namun hasilnya lebih banyak goresan dibandingkan yang ke satu.
"dan saat kau sudah berhasil dengan sempurna menguasai rasengan maka hasilnya seperti ini" ujar jiraya menunjukkan dirinya menyerang sebatang pohon sehingga pohon itu kini hilang sebagian akibat terkikis oleh rasengan di tangan jiraya.
"apakah masih banyak tahap dalam mempelajari rasengan ini?" tanya naruto
"kalau untuk menguasainya kamu hanya memerlukan 3 tahap, tapi itu hanya untuk standarnya saja. Namun jika ingin lebih dari sana maka kau harus berlatih beberapa tahap lebih banyak" ujar jiraya
"oh…aku mengerti" ujar naruto kini ingin memulai latihanya lagi
"cukup kita lanjutkan besok saja, mala mini kita menginap di tempat penginapan yang sudha aku sewa, jadi mari kita kesana" ujar jiraya kini berjalan lebih dulu ketimbang naruto
Kagebunshin…..
Naruto mengeluarkan 1 bunshin untuk melatih jutsu ini malam nanti sehingga dia melemparkan banyak bola karet pada bunshinnya sedangkan dirinya kini mengikuti jiraya menuju ke penginapan mereka.
#skip#
Setelah beberapa hari mereka mencari tsunade, akhirnya jiraya dan naruto berhasil menemukan sebuah petunjuk untuk menemukan tsunade. Dan akhirnya naruto berhasil membuat sebuah rasengan namun belum sempurna sehingga dia masih memerlukan latihan satu tingkat lagi untuk menyempurnakan teknik itu agar bisa menajadi standar.
"kau sudah berhasil sejauh ini, jadi aku ingin kau melatih satu tingkat lagi agar putaran dari rasengan mu itu lebih stabil, namun ini memerlukan keseimbangan dari kedua tanganmu untuk membuat rasengan akan tetapi bola yang ada di tangan satunya tidak ini" ujar jiraya kini mempraktekkan apa yang harus di pelajari oleh naruto
Sementara itu, pasukan anbu ne kini sedang mengawasi naruto yang sedang latihan sendiri sehingga membuat mereka berniat menyerang naruto dan meleyanpkan naruto saat sedang lengah.
Shut….shutt…..beberapa kunai dan shuriken kini menyerang kearah naruto yang sedang latihan namun naruto sama sekali tidak menggubrisnya sehingga kunai dan shuriken itu kini hanya mengenai rantai yang kini berkibar dari punggungnya.
"ada apa orang konoha ingin menyerang sesama orang konoha?" tanya naruto
"kau adalah masalah bagi kami jika berhasil menadapatkan tsunade jadi karena tidak bisa mengalahkan jiraya sendirian, maka kau bisa kami tumbangkan sebagai hadiah untuk tuan danzo" ujar seorang anbu nee bertopeng beruang
"tidak,….bagaimana jika aku tidak mau" ujar naruto
"kalau begitu kami akan memaksa mu dan membuatmu menurut pada kami" ujar anbu itu
"baiklah, mari kita lihat seberapa kuat sebenarnya anbu nee ini, kenapa semua kegiatan yang melipuuti kejahatan kalian yang melakukannya" ujar naruto kini mulai menyiapkan sebuah fuma shuriken di tanganya dari dalam fuin
"fuinjutsu, tidak ku sangka ada orang yang tertarik dengan fuin di desa konoha" ujar anbu itu
Srinkkk…..suara putaran dari fuma shuriken itu kin terdengar jelas di terlinga naruto dan anbu nee itu.
"dalam jumlah kami menang, dan dalam pertarungan dapat di pastikan kami juga akan menang" ujar anbu beruang itu memimpin anak buahnya untuk menyerang naruto sendirian melawan mereka ber 5.
Shuuutttt…..tanpa aba-aba naruto menyerang kelima anbu itu dengan fuma shiriken miliknya sehingga membuat para anbu itu langsung berpencar dan menyerang naruto dari 5 arah yang berbeda sehingga membuat naruto kini terkepung dari 5 arah yang berbeda.
"sebaiknya kau menyerah bocah, tidak mungkin kau akan menang melawan kami berlima" ujar anbu elang di depan naruto
"heh….." ujar naruto menggerakan jari tangannya sehingga membuat fuma shuriken yang tadinya tidak terarah kini mengarah ke anbu elang itu.
Dushh…dush….melihat shuriken nya mengarah para anbu naruto langsung mengeluarkan banyak fuma shuriken dari fuin miliknya sehingga membuat naruto berlari dan menyerang kelima anbu itu dengan mengandalkan fuma shuriken.
Elemen api : naga api
Elemen angin : pedang angin penyayat
Gabungan dari kedua jutsu anbu itu kini menyerang naruto yang tengah asik menyerang seorang anbu, namun karena merasakan adanya cakra yang ingin menyerangnya naruto langsung menghindar dan mundur mengambil posisi siaga.
Elemen tanah : tombak tanah
Dengan menghentamkan tangan ketanah, naruto menyerang kelima anbu itu dalam sekali serang namun mereka semua dapat menghindari serangan naruto itu.
Elemen air : naga air
Serangan dengan jenis ninjutsu tipe air membuat semua anbu itu terkejut sehingga salah seorang dari mereka terkena serangan naruto, namun tidak membuatnya jatuh dengan mudah.
"jangan lengah, sepertinya dia bukan bocah biasa" ujar anbu beruang pada semua bawahanya
"hahaha….kau tidak mengerti ternyata, aku adalah orang yang suka bertarung dalam angkatan ku kali ini. Jadi jika kalian ingin melawan ku sebaiknya cepat dan hadapi aku dengan sungguh-sungguh, jika tidak kalian akan aku habisi dalam sekejap." Ujar naruto melipat tangannya di dada
"jangan sombong, terima ini" ujar anbu dengan topeng elang maju menyernag bersama ke 4 temannya
"ya maju lah semuanya, serang aku dengan semau kemampuan kalian" ujar naruto dengan senyum
Dalam sekejap kelima orang itu tidak sadarkan diri saat mereka semua menatap mata naruto yang kini sudah menjadi mangekyou sharingan sehingga mereka berlima kni jatuh tersungkur tanpa bisa bergerak.
#dunia genjutu#
Kelima anbu yang menyerang naruto kini sedang di salib dan disana meraka semua memiliki klon yang sanggat banyak bahkan lebih dari ribuan bahkan jutaan sehingga membuat naruto tersenyum melihat mereka semua disana.
"dengarkan, di dunia ini aku adalah dewa dan aku akan bertanya sesuatu pada kalian dan jika tidak abisa menjawab maka kalian akan aku tusuk satu demi satu" ujar naruto kini mulai bertanya namun sang anbu tidak bisa menjawab karena hanya narutolah yang dapat berbicara disini dan akhirnya naruto mulai menusuk satu demi satu pedang yang ada ditangannya dan kembali mencabutnya dan begitu seterusnya hingga jutaan anbu tersebut kini sudah hancur seluruh tubuhnya akibat tusukan naruto dan tidak ada tempat bagi pedang naruto untuk menusuk lagi.
#dunia nyata#
Ahkk…itulah teriakan yang terdengar dari mulut ke lima anbu itu sehingga membuat naruto tersenyum melihat dan mendengar para anbu itu menjerit kesakitan dan menderita.
"ini sangat indah dan menyenangkan" ujar naruto kini mencabut saah satu Kanata dari punggung sang anbu
"kalian shinobi konoha seharusnya mendukung shinobi konoha bukan malah ingin memusnahkannya. Hal ini sepertinya tidak bisa dibiarkan terus berlanjut, aku akan menghancurkan anbu nee suatu saat nanti" ujar naruto kini memotong leher kelima anbu ne itu dan memakamkan mereka dengan layak disana.
Sementara itu, jiraya sudah bertemu dengan tsunade dan mereka akan memutuskan bahwa akan bertemu kembali satu minggu dari sekarang sehingga naruto masih memiliki waktu satu minggu untuk latihan dan membuat naruto bersemangat untuk menyelesaikan latihannya saat ini. Dilain tempat, kini sebuah berita tidak mengenakkan tiba di telinga seseorang bernama danzo dimana ke lima bawahanya kini sudah tewas di tangan naruto dengan bermodalkan sebuah fuma shuriken sehingga membuat danzo ingin membalas dan mengawasi gerakan dari naruto.
"yo naruto apakah kau sudah berhasil menyelesaikan latihan mu?" tanya jiraya
"ya, aku sudah menyelesaikanya dan aku sudah bisa membuat rasengan dengan sempurna seperti mu namun belum sampai ke tahap terkuat yang anda katakan" ujar naruto
"tidak masalah, karena rasengan dengan 100 putaran itu lebih dari cukup untuk menyerang musuh mu" ujar jiraya
"oh..baiklah terima kasih banyak" ujar naruto kini hanya tersenyum
"kau mengetahuinya ya, ternyata mereka tidak mau menyerah juga ya" ujar jiraya
"ya, sepertinya mereka gigih sekali" ujar naruto
"hem….tidak ku sangka mereka akan melakukan hal itu sejauh ini, apakah mereka tidak percaya pada ku" ujar jiraya
"aku rasa bukan itu, mereka hanya ingin mengambil aku dan menggagalkan misi anda kakek katak" ujar naruto
"oh…kau benar juga, tapi kenapa dia menginginkan kamu?" tanya jiraya
"bukan aku tapi kyubi yang dia inginkan, kalau aku tidak salah danzo itu adalah seorang kakek yang hampir sama dengan kakek hokage, namun lengan kanannya dibalut dengan besi segel dan mata kanannya di perban sepenjang waktu. Aku yakin itu adalah sebuah doujutsu yang langka sehingga dia tidak ingin menunjukkanya pada semua orang" ujar naruto
"jadi dia ingin mengambil kedudukan hokage dan kyubi dari dirimu ya, dasar tua Bangka sialan dia pikir dia akan dengan mudah mengalahkan ku" ujar jiraya
"anda sebenarnya tidak perlu turun tangan kakek, cukup aku saja yang akan menyelesaikannya nanti" ujar naruto
"baiklah, aku akan percayakan orang itu padamu bocah. Sekarang mari kita ke latihan selanjutnya" ujar jiraya
"latihan apa?" tanya naruto
"ini adalah hewan kontrak dimana kalian bisa memanggil seekor hewan yang bisa kau ajak keja sama dalam menhadapi musuh mu" ujar jiraya kini mengeluarkan sebuah gulungan di punggungnya dan menyruh naruto menulis nama dan cap lima jari miliknya.
"perhatikan baik-baik, kuciyose no jutsu" ujar jiraya berteriak sehingga membuat asap sangat banyak berkumpul disana dan saat naruto melihat itu naruto sangat tertarik dan langsung mencobanya.
"kuciyose no jutsu" ujar naruto kini mengeluarkan asap yang besar namun yang keluar adalah seekor berudu atau kecebong sehingga membuat naruto terkejut dan tidak percaya.
"wahhhhhhhhhh….kenapa milikku seperti ini?" tanya naruto
"kau bodoh apa, tentu saja milikmu masih kecil dan kau harus bersabar agar dia bisa bertarung bersama mu" ujar jiraya memukul kepala naruto dengan kuat
"ehhh…..jadi berapa lama agar aku bisa bertarung bersama dengan hewan ku, jika sekarang saja aku sudah sebesar ini, maka kalau menunggu dia sebesar milik mu itu akan membutuhkan waktu lama, mungkin aku sudah tua dan tidak akan bertarung lagi" ujar naruto protes
"dasar kau ini tidak sabaran, sembari menunggu hewan milikmu menjadi dewasa sebaiknya kita latihan hal dasar terlebih dahulu yakni control cakra" ujar jiraya
"ok siapa takut" ujar naruto kini sudah siap untuk melaksanakan latihanya
"mari kita melakukan meditasi untuk meningkatkan cakra kita" ujar jiraya kini sedang duduk bersemedi dengan cara dirinya sendiri sementara naruto dia hanya duduk seperti saat dia melakukan latihan cakra yinyang dan memfokuskan dirinya pada cakra yinyang saja.
'bocah ini, dia sudah menggabungkan cakra yinyang dengan cakra miliknya, pantas saja jika di usianya yang sekarang ini cakranya sangat kuat. Apakah tuan hashirama dan madara menggunakan hal ini untuk meningkatkan cakra mereka' pikir jiraya
'cakra kakek katak ini tidak biasa, aku biasanya menggunakan cakra dari dalam tubuhku yang disebut dengan yinyang sedangkan dia sedang menyerap cakra dari lingkungan sekitar, apakah ini yang dimanakan senjutsu atau sannin mode' pikir naruto
Mereka terus dan terus melakukan meditasi hingga mereka berdua tidak sadar kalau mereka sudah lebih dari 3 jam melakukan meditasi dan terus dan terus saja mereka melakukan latihan yang sangat dasar bagi kelebihan mereka hingga jiraya dan naruto secara bersamaan membuka mata mereka dan menunjukan hasil dari cakra meraka barusan.
"tidak ku sangka ternyata anda bisa menggunakan cakra yang tidak sembarang orang memilikinya itu" ujar naruto melihat perubahan dimata dan sekitar mata jiraya
"heh….sebaliknya dirimu, aku bahkan tidak mengira kau bisa menggunakan cakra yinyang yang dikatakan hanya dapat di kendalikan oleh orang yang sangat hebat. Mungkin selain dirimu hanya hashirama senju, tobirama senju dan madara uchiha lah yang mengetahui atau lebih tepatnya bisa menggunakan cakra yinyang itu" ujar jiraya
"ya aku tau, namun kenapa hokage pertama lebih kuat dari tobirama karena tobirama tidak menguasai yang namanya senjutsu dimana mereka tidak akan pernah kehabisan cakra karena senjutsu adalah cakra dari alam sehingga kita memiliki banyak cadangan cakra. Sementara yang tidak menggunakan cakra alam maka dia tidak akan bisa bertahan jika menghadapi sesame pengguna yinyang seperti ku ini" ujar naruto
"hem…kamu benar, sekarang aku akan mengajarkan mu cara menggunakan cakra senjutsu, namun itu akan aku lakukan saat kita berpetualang kelak. Sekarang sebaiknya kita pulang dan bersiap karena beberapa hari lagi kita akan bertemu dengan tsunade" ujar jiraya
"baiklah, aku akan bergegas" ujar naruto
Sementara itu di desa konoha kini danzo sedang menyiapkan sebuah rencana untuk menggagalkan misi jiraya untuk membawa tsunade kembali kedesa, dan dengan semua akal liciknya dia akhirnya mencari dan memerintahkan seorang pembunuh bayaran untuk membunuh orang yang dia inginkan itu.
#skip#
Setelah beberapa hari berlalu akhirnya hari pertemuan antara tsunade dan jiraya kini sudah saatnya, dan akhirnya tsunade berkenan kembali kedesa konoha dan menjadi hokage, namun tanpa mereka sadari seseorang tengah mengintai mereka, namun hal itu tidak berpengaruh pada naruto yang sangat ahli dalam sensor.
"kenapa kau berhenti naruto?" tanya shizune saat melihat naruto berhenti di belakang mereka
"keluarlah" ujar naruto kini melemparkan fuma shuriken ke semak-semak disekitar sana sehinga muncullah seseorang dengan topeng disana.
"pedang itu,…..nuibari. salah seorang pendekar pedang dari kirigakure kushimaru" ujar naruto
"kau ternyata mengenalku juga bocah, tapi aku tidak terlalu suka kau mengenalku karena kau akan menjadi korbanku sekarang" ujar kushimaru kini menyerang naruto dengan pedang nuibari miliknya namun naruto dengan sangat lihai menghindar dari serangan tersebut sehingga pedang itu hanya berhasil mengenai tanah saja.
"akan ku balas kau" ujar naruto menggelarkan jari nya dan fuma shuriken yang naruto lempar pertama tadi kini bergerak menyerang kearah kushimaru dengan cepat sehingga membuat kushimaru menghindar agar tidak terkena, namun fuma shuriken itu tidak berhenti dia terus mengejar kushimaru yang terus menghindar.
'teknik kugutsu' pikir semua orang meliat naruto kini menggerakkan jarinya
Toommmzzzz…..bommmmzz…. banyak ledakan disekitar naruto yang ternyata dia menggeluarkan banyak fuma shuriken dan melemparnya secara bergantian dan mengendalikanya bagaikan sebuah boneka.
"ini benar-benar seperti kugutsu, jiraya darimana dia mempelajari teknik yang dikembangkan di sunagakure ini?" tanya tsunade
"entahlah, aku rasa dia sudah mengetahuinya sejak lama jika dilihat dari keahliannya dalam megontrol jalanya fuma shuriken itu" ujar jiraya
Sementara itu, kushimaru yang diserang dari jarak jauh kini terus didesak sehingga membuat dia kesal dan melancarkan sernagan balasan bagi naruto.
Elemen air : taring naga air
Elemen petir : taring naga halilintar
Melihat sang lawan menggunakan sebuah jutsu bertipe air, naruto dengan sebelah tanganya membuat sebuah jutsu bertipe petir sehingga serangan itu membuat serangan naruto lebih berefek ketimbang serangan lawan sehingga lawan tersengat banyak petir hingga mundur beberapa langkah.
"itu lagi, bocah macam apa dia, bahkan seorang kage pun sulit mengguanakan hanya satu tangan untuk membuat sebuah ninjutsu" ujar shizune
"kau akan terkejut ketika melihatnya bertarung dengan sungguh-sungguh" ujar jiraya
"apakah dia belum sungguh-sungguh?" tanya tsunade
"sepertinya belum, karena aku rasa jika dia sudah serius maka….."
Srinkkkkk…..srinkkkkkk…suara rantai kini terdengar di telinga jiraya sehingga membuat jiraya menghentikan pembicaraanya
"itu kau bisa lihat sendiri" ujar jiraya
"rantai cakra, dia bisa menggunakan rantai cakra" ujar shizune
"ya sepertinya mereka berdua sudah serius sekarang" ujar jiraya melihat kushimaru juga sudah mengikat pedangnya dengan kawat baja khusus untuk nuibari
Pertarungan menjadi seru dimana naruto menggunakan rantai cakra dan fuma shuriken dengan teknik kugutsunya sedangkan kushimaru kini menggunakan nuibari menyerang naruto. Keduanya bertarung dengan jarak dekat, namun penggunakan senjata yang dapat digunakan jarak jauh membat mereka terkadang bertarung dengan senjata mereka masing-masing sehingga yang terlihat hanya percikan api dari logan yang berbenturan, namun karena saling serang yang mereka lakukan, keduanya tidak sadar akan jebakan lawan mereka masing-masing sehingga pada saat yang bersamaan mereka berdua langsung terkena serangan telak di organ fital mereka berdua.
"ohk…..siapa namamu bocah, kau tidak akan aku lupakan" ujar kushimaru
"aku naruto,..uzumaki naruto dari konoha" jawab naruto juga dengan bersimbah darah di dadanya
"naruto….."teriak jiraya kini mendekat kearah naruto yang kini sedang sekarat
"tenang, aku tidak apa-apa" ujar naruto
"kau konyol, aku sudah menusuk pas organ fitalmu dan aku juga terkena hal yang sama, sebanyak apapu cakra ku aku tidak akan bertahan hidup seperti ini" ujar kushimaru
"hahaha…kau tidak mengerti rupanya, jiraya sensei bisa aku panggil begitu, nenek tsunade dan kak shizune aku harap kalian merahasiakan hal ini dari semua orang" ujar naruto kini membuka matanya dan terlihatlah mangekyou sharingan disana.
"aku juga memiliki sharingan seperti uchiha, dan aku akan menggunakan sebuah jutsu terlarang dari klan uchiha" ujar naruto membuat sebuah seal tangan lalu dalam hitungan menit naruto kini muncul dimana dia berada pertama kali sebelum pertarungan sedangkan yang ada di pangkuan jiraya kini menghilang
"izanagi…." Ujar naruto kini muncul dari ketiadaan
"naruto kau…..bagaimana kau memiliki sepasang sharingan?" tanya jiraya
"entahlah, tapi aku akan gunakan kemampuan ini sebaik mungkin sebagai senjata rahasia dari ku" ujar naruto kini mendekat kearah kushimaru yang sekarat.
"kau lihat, sudah aku katakan aku tidak akan tewas oleh luka seperti ini" ujar naruto kini memegang kerah baju kushimaru dan berbisik ditelinga nya.
"siapa yang mengirimmu kemari?" tanya naruto berbisik
"danzo, dia ingin kalian semua mati terutama kau dan jiraya" ujar kushimaru kini memejamkan matanya dan tewas di tangan naruto
"jiraya sensei, sepertinya ada yang ingin membunuh kita" ujar naruto kini memungut nuibari dan memasukkan nya kedalam sebuah fuin di lengannya
"siapa?" tanya jiraya
"kau sudah tau orangnya, dan nenek tsunade sebaiknya jika di desa kelak kau harus berhati-hati dengan yang namanya danzo, sepertinya mereka tidak suka dengan kekuasaan mu" ujar naruto kini berjalan
"lalu mau kau apakan pedang nuibari itu naruto?" tanya shizune
"dalam perang senjata musuh lawan yang dapat kita taklukan adalah milik kita, dan sekarang aku akan menyimpanya, mungkin akan cocok untuk ku suatu hari nanti" ujar naruto kini berjalan diikuti oleh yang lainya
'anak ini sudah sangat kuat, namun dia masih tidak bisa puas, apa yang sebenarnya ia cari di dunia ini?'pikir tsunade bertanya-tanya
"naruto apa cita-citamu?" tanya tsunade
"guruku pernah bilang saat perkenalan bahwa dia tidak memiliki cita-cita dan belum ia pikirkan, jadi aku juga belum memikirkan sampai sejauh itu, yang aku pikirkan saat ini bagaimana semua orang menganggapku ada dan mendukungku" ujar naruto
"heh…..kau ini, jika semua penduduk desa sudah mendukung mu maka kau akan menjadi hokage dengan mudah ya kan, dasar licik" ujar jiraya
"aku tidak berfikir seperti itu, aku hanya ingin semua orang melihat ku" ujar naruto kini hanya memejamkan matanya dan berjalan lebih dulu
"hahahaha…..kau sangat menarik bocah, tak kusangka kau akan berbicara sebijak itu. kau akan menjadi shinobi hebat nanti" ujar jiraya
"ya, dengan kemampuan yang sudah diatas rata-rata seperti itu kau akan menjadi chunin dalam waktu singkat" ujar shizune
"aku tidak tertarik dengan chunin, jonin, kage atau gelar lainya. Karena menurut sejarah, hashirama senju dan madara uchiha tidak meributkan sebuah gelar saat mereka bertarung, tapi yang mereka perebutkan adalah siapa yang terkuat, dan saat itu hashirama senju adalah yang terkuat, namun tidak untuk sekarang karena seseorang yang hidup lebih lama dari orang lain akan menjadi lebih kuat." Ujar naruto
"maksudmu kakekku akan kalah melawan madara saat ini" ujar tsunade
"tidak saat ini, tapi menurut ku itu akan terjadi, lihat saja nanti pada saatnya kau akan mengerti kenapa aku berbicara seperti ini, karena seorang pengguna sharingan dapat dengan mudah membuat sebuah tipuan, bahkan kematian pun bisa kami tipu. Jadi sebaiknya kita bersiap jika memang madara uchiha masih hidup" ujar naruto kini masih berjalan denga tangan di dalam kantong sepannya.
"kau…dari mana kau mendapatkan hipotesa seperti itu?" tanya tsunade
"dari buku, tidak mungkin seorang madara bisa meninggal karena hal seperti itu, apa lagi dia menggunakan kyubi saat itu" ujar naruto
"tapi kakek ku berhasil mengalahkanya" ujar tsunade
"ya, kau melihat mayatnya,atau kau melihat makamnya, atau kau menemukan sesuatu yang menunjukkan madara uchiha mati saat itu? jik tidak maka jangan mengatakan madara uchiha sudah tewas pada saat itu" ujar naruto
"tapi naruto, dalam legenda madara tewas di lembah akhir" ujar jiraya
"ya, itu karena kalian tidak tidak membaca dengan cermat, dalam buku dikatakan mungkin madara uchiha tewas saat bertarung dengan senju hashirama karena disanalah terakhir semua orang melihat madara. Namun tak seorang pun melihat mayatnya, jadi aku simpulkan 90% hipotesaku tepat," ujar naruto kini melihat kearah belakang dan berhenti berjalan
"jadi jika hepotesamu benar, maka madara saat ini masih hidup?" tanya tsunade
"tidak, mungkin dia sudah tewas beberapa tahun yang lalu, tapi aku yakin dia memiliki kemampuan baru yang dapat mengalahkan hashirama senju saat mereka bertemu kelak" ujar naruto
Perdebatan yang panjang itu akhirnya menuai hening ketika naruto menjelaskan kenapa dia berfikir seperti itu, karena itulah akhirnya mereka berjalan tanpa ada suara disana hingga mereka tiba di desa konoha dan memasuki desa konoha.
Sepulangnya dari menjemput kage baru, naruto langsung menemui beberapa orang yang menurutnya perlu untuk ditemui sehingga orang yang naruto temua pun sedikit terkejut karena naruto sama sekali tidak menantang mereka untuk bertarung.
"hoy dobe ada apa dengan mu, kenapa kau murung seperti itu?"tanya sasuke
"aku sedang tidak mood, jadi jangan ganggu aku, aku ingin tidur" ujar naruto kini berbaring ditepi danau dan memejamkan matanya
"heh..apa yang terjadi pada naruto ya" ujar sakura pada sasuke
"entahlah, aku rasa di butuh istirahat" ujar sasuke kini melihat kearah naruto yang terlelap
Sementara itu, jubah yang sering naruto pakai kini menjadi alas nya untuk tidur dan berbaring. Sehingga kini naruto hanya terlalap dalam tidurnya. Namun tanpa semua orang sadari, naruto sama sekali tidak tidur, dia hanya sedang bertemu dengan kyubi dan berlatih mengontrol cakra di alam bawah sadarnya sehingga latihanya bisa sambil tiduran.
"kyubi,…aku ingin kau menceritakan tantang madara uchiha" ujar naruto
"heh…kau sepertinya sangat ingin tahu ya, baiklah akan aku ceritakan." Ujar kyubi
" madara uchiha adalah seorang manusia yang haus akan kekuatan, namun dibalik itu semua dia sangat sayang pada adiknya izuna uchiha, sama halnya dengan hashirama yang tidak akan membiarkan siapa saja melukai adiknya, madara juga memiliki sikap yang sama. Namun baik adik hashirama dan adik uchiha madara tidak mengerti keinginan kakak nya ini sehingga keduanya saling bunuh saat pertarungan antar klan uchiha dan senju. Sehingga madara menjadikan senju musuh abadinya. Dalam hal ini, tidak banyak yang aku ketahui, namun yang aku ketahui madara sangat membenci dunia ini dan dia ingin menghancurkannya, jadi aku rasa dia akan melakukan itu ketika dia memiliki kesempatan untuk hidup"ujar kyubi
" apakah menurutmu madara masih hidup saat bertarung dengan hashirama saat itu?"tanya naruto
"entahlah, aku tidak tau" jawab kyubi
"dasar kau ini, buat aku penasaran saja" ujar naruto kini berjalan mondar mandir
"hey bocah dari pada kau seperti itu, lebih baik kau berlatih tanding dengan temanmu sana"ujar kyubi
"baiklah, dasar tukang tidur" ujar naruto kini kembali kedunia nyata dan meninggalkan kyubi yang kembali tiduran.
Sementara itu, naruto kini melihat sasuke dan sakura sedang berbicara sedikit seru sehingga dia tidak mau merusak momen itu sehingga dia hanya berbaring tanpa menutup matanya lagi.
"yo….sepertinya semuanya sudah berkumpul, apakah kalian sudah mendengar kabar bahwa kita akan memiliki hokage baru"ujar kiba kini datang ke tempat latihan team 7
"ya kami tau bodoh, karena naruto dan tuan jiraya lah yang membawanya kemari" ujar sakura
"apa naruto, kenapa dia memilih naruto kenapa tidak aku saja?" tanya kiba tidak percaya
"dasar anak manja" ujar naruto kini berdiri dan mengenakan jubahnya kembali
"heh….kau kira karena sudah berpetualang sebentar dengan tuan jiraya akan menjadi hebat, aku sudah berlatih selama seminggu ini untuk menghajar mu naruto" ujar kiba kini berlari menuju kearah naruto
Namun tanpa di duga oleh semua orang naruto sama sekali tidak memperdulikan kiba dan berjalan menuju ke tempat ramai di desa konoha sehinga membuat sasuke dan sakura menjadi sedikit heran.
"eh…..ada apa dengan naruto, apakah dia sakit?" tanya kiba dengan bingung
"entahlah, sepulang dari menjemput hokage baru dia mulai seperti itu" ujar sasuke
"ini tidak baik, kalau naruto yang tidak memiliki mood untuk bertarung seperti itu. bagaimana jadinya jia dia marah" ujar kiba entah pada siapa
"sudahlah, aku juga mau pulang. Lagian untuk apa disini tidak seru" ujar sasuke meninggalkan tempat latihan team 7
Sementara naruto kini sedang berjalan dengan santai dan tidak menghiraukan siapa saja yang menegurnya sehingga terlihat angkuh dimata semua orang, namun bukannya tidak mau bertegur sapa dengan mereka, hanya saja naruto masih memikirkan tentang rencana untuk berlatih menggunakan sharingan tanpa diketahui oleh orang-orang desa. Dan karena hal inilah dia sangat pusing, untuk apa memiliki doujutsu jika tidak bisa mengendalikanya. Itulah alasan kenapa naruto ingin berlatih menggunakan doujutsu sharingan ini, namun karena dia ingin merahasiakan hal ini, jadilah dia berfikir keras bagaimana cara untuk melatih doujutsunya ini.
"apa yang harus aku lakukan?" gumam naruto bertanya
Tanpa terasa langkah kaki naruto kini tiba di sebuah tempat yang cukup tinggi dimana kini dia melihat matahari senja sedang bersinar dan ingin berganti dengan rembulan.
"ini sungguh indah, tak ku sangka ada tempat seperti ini di desa. Tapi aku ada dimana ya?" tanya naruto melihat-lihat
Ternyata langkah kaki naruto membawanya kesebuah tebing dimana dia tidak tau dimana dia berada kini. Namun naruto bukanlah ornag yang terlalu ambil pusing sehingga dia hanya acuh dan mulai membuat tempat untuk nya beristirahat mala mini.
"ya aku rasa ini sudah cukup, sekarang tinggal api agar tidak terlalu dingin" ujar naruto kini membuat api agar bisa menghangatkan tubuhnya
Sementara itu, di desa konoha sekarang sedang mempersiapkan acara pelantikan hokage baru untuk besok, sehingga banyak dari shinobi sibuk mencari dan mencari apa saja yang menjadi tugas mereka.
"sakura-san kau melihat naruto-kun tidak?" tanya hinata
"naruto ya, aku tidak melihatnya hari ini, tapi terakhir aku melihatnya dia sedikit aneh, sepertinya dia sedang ada pikiran" ujar sakura
"oh…kearah mana dia pergi?" tanya hinata
"entahlah, mungkin kearah sana," ujar sakura menunjuk kearah barat desa
Sementara hinata sedang mencari keberadaan naruto, kini naruto sedang mencoba untuk tidur dengan tenang, namun sepertihalnya sebuah keberuntungan atau sebuah kesial bagi naruto kini sudah banyak orang yang mengepung tempat dia berbaring untuk menyerangnya.
Shut…tiga buah kunai kini menyerang kearah naruto yang sedang terbaring sehingga karena tidak sadar naruto akhirnya mendapat goresan dari kunai itu dan mengeluarkan darah yang cukup banyak.
"ternyata kalian tidak kapok juga ya, kenapa danzo ingin melenyapkan ku?" tanya naruto entah pada siapa
"karena kau terlalu membahayakan desa konoha dengan kekuatan mu itu" ujar seorang anbu dengan topeng gagak
"ya, sepertinya yang harus diwaspadai dari ku adalah kyubi dalam tubuhku, tapi kalian perlu tahu kalau aku sama sekali tidak akan menyerahkan apa pun dar tubuhku untuk kakek tua seperti danzo itu" ujar naruto kini mengikat lukanya dengan robekan bajunya.
"jangan meremehkan kami bocah" ujarnya kini muncullah lebih dari 10 orang anbu lainya
"jadi kalian main keroyokan ya, tapi aku sedang tidak mood bertarung" ujar naruto kini menghilang
Creess…..suara tebasan kini terdengar jelas ditelinga para anbu itu dan ketika mereka sadar salah seorang teman mereka kini sudah tewas di tangan naruto.
"kalian tahu apa itu shinobi?" tanya naruto
Semua orang diam mendengar perkataan naruto yang kini kembali menghilang di kegelapan malam
To be continue
