Terima kasih atas review-review kalian. Fic ini bakalan terus lanjut sampe tamat, tapi ya maaf kalo updatenya gak terjadwal.

Maaf kalo fic ini sudah mulai membosankan, walaupun membosankan semoga masih ada yang betah membaca fic dengan seabrek kekurangan ini.

Terus terang saya pribadi gak mikirin fic ini bakalan sukses apa kagak, niat utama saya pribadi ya cuma mengasah kemampuan mengarang dengan media fic ini, walau ceritanya menurut kamu dah mainstream ya its okay, ada hal-hal yang tidak ingin terlalu saya ubah Dari cerita aslinya.

Saya juga jujur masih sangat amatir dalam mengarang atau menulis sebuah cerita jadi saya akui banyak kesalahan dalam fic ini, bahkan terlalu banyak. Dan review dari kalian lah yang membantu saya membenahi dan mengasah kemampuan saya dalam menulis..

Tenang Naruto tidak akan membantu pasukan Rebelion, chapter misi Nami No Kuni ini tujuan saya hanya untuk mempererat hubungan Naruto dan Sasuke.

Ketika Naruto membangkit kan Mata dewa Emperor, otomatis dia memiliki chakra walau dengan kapasitas yang kecil, jadi itu alasan Naruto bisa melakukan Kuchiyose.

Saya rasa Naruto akan mencapai mode SS Godnya, tapi nanti.. Hehehee.

Terima kasih.

Oke.. Kita lanjut kedalam cerita..

Chapter 9 : misi Nami No Kuni part 2

Setelah mendapat kabar dari Pakkun anjing Kuchiyose Kakashi, Hokage ke empat alias Minato, menyuruh seorang Anbu untuk memanggil tim 11 untuk menyusul dan membantu tim Kakashi.

Hayate dan anak-anak didiknya, bergegas menuju kantor Hokage dikarenakan mereka mendapat misi baru.

Tokk.. Tokk.. Tokk..

Suara pintu ruangan Hokage dari luar dan sang Hokage yang mendengar pintu diketuk mempersilahkan masuk.

"Kami datang memenuhi panggilan anda Yondaime-Sama" ucap Hayate sambil membungkukkan Badannya penuh hormat.

"Langsung saja hayate-San, tim Kakashi mengalami perubahan misi, misi mereka sekarang menjadi Rank-A bahkan lebih, jd aku ingin kalian menyusul tim 7 dalam pengawalan pembuatan jembatan di Nami No Kuni"

"Baiklah Yondaime-Sama, kapan kami akan berangkat?" balas Hayate.

"Lebih baik kalian berangkat besok pagi saja" ucap Minato..

"Karena tidak ada lagi yang akam dibicarakan. Kalian boleh kembali" tambah Minato

"Baik anak-anak kita berkumpul di gerbang desa besok jam 7 pagi, jangan terlambat.." ucap Hayate kepada murid-muridnya kemudian menghilang dengan Shunsin nya.

Ketika Naruto dan Kenji ingin keluar ruangan, mereka atau lebih tepatnya Naruto ditahan oleh Hiruzen.

"Naruto..!" ucap Hiruzen yang sontak membuat Naruto berhenti melangkah dan mengarah kan pandangannya ke arah sosok yang sudah di anggapnya kakeknya.

"Ada apa jiji?" tanya Naruto. "Aku harap kau mau menerima pemberianku ini" ucap Hiruzen sambil melempar sebuah gulungan kecil.

"Itu kan kontrak Kuchiyose anda Sandaime-Sama?" bukan Naruto yang bertanya, tapi sang ayah yaitu Minato.

"Benarkah itu Jiji?" tanya Naruto.

"Benar sekali, ini memang kontrak Kuchiyose Enma milikku, Aku harap kau mau menyimpannya, dan menyerahkan kepada Konohamaru kelak" ucap Hiruzen

"Tapi apa mungkin aku bisa memanggilnya Jiji? Aku sekarang hanya memiliki kapasitas chakra yang sedikit" tanya Naruto lagi.

"Enma tidak perlu chakra yang besar untuk memanggilnya Naruto" kata Hiruzen. Kemudian

"Kuchiyose no jutsu Enma" ucap Hiruzen, seketika itu juga muncul kepulan asap dan ketika asap mulai menghilang muncul lah sang monyet dengan postur tubuh tegap dan lebih tinggi sedikit dari Hiruzen dengan berpakaian Ninja hitam.

"Ada apa kau memanggil ku Hiruzen?" kata sang monyet.

"Aku ingin memperkenalkanmu dengan pemegang kontrakmu berikutnya, Naruto perkenalkan ini Enma" ucap Hiruzen. Sedangkan yang lain hanya mendengarkan..

"Apa kau yakin menyerahkan kontrak ku kepada bocah ini?" ucap Enma dengan nada meremehkan, karena Enma bisa merasakan kapasitas chakra Naruto yang sangat terbatas.

"Iya.! Sandaime-Sama apa anda yakin? Bagaimana dengan Asuma, apa anda tidak menyerahkan kontrak itu padanya?" ucap Minato

"Aku sangat yakin Enma dan Minato! Sedangkan Asuma dia lebih memilih pisau chakranya, Konohamaru masih anak-anak. Jadi pilihan ku adalah Naruto" ucap Hiruzen.

"Terserah apa mau Hiruzen" ucap Enma.

"Enma adalah hewan Kuchiyose dan sekaligus senjata. Enma berubah lah!" ucap Hiruzen lagi. Seketika itu juga Enma berubah menjadi tongkat berwarna merah dengan aksen berwarna hitam di kedua ujungnya..

"Dan keistimewaan Enma adalah.. Enma membesarlah" tongkat di genggaman Hiruzen kemudian membesar, tongkat itu di arahkannya ke arah Jendela yang terbuka dan berucap "Enma memanjanglah" tongkat itu memanjang hingga keluar jendela..

"Sugooii.." ucap Naruto dengan mata yang berbinar-binar.

"Dan keistimewaan Enma ketika menjadi tongkat adalah dia akan menjadi sangat keras, dia tidak mudah atau mungkin tidak bisa dipatahkan" ucap Hiruzen, kemudian mengembalikan Enma ke asalnya..

Setelah Enma menghilang, Hiruzen kembali menyodorkan gulungan Kontrak Enma kepada Naruto.

"Tulis namamu dikontrak ini dengan darahmu Naruto" ucap Hiruzen. Kemudian Naruto melakukan apa yang diperintahkan oleh Hiruzen Jiji.

Setelah selesai menuliskan kontraknya, Naruto menyerahkan gulungan itu kembali kepada Sang kakek.

"Sekarang cobalah Naruto" ucap Hiruzen.

Dengan menundukkan kepalanya berusaha menyembunyikan perubahan matanya, Naruto pun menuruti perintah Hiruzen menggigit jempolnya hingga berdarah melakukan segel tangan dan menghentakkan tangannya ke lantai.

"Kuchiyose No jutsu Enma" ucap Naruto. Kemudian daru kepulan asap muncul lah Enma.

Semua orang disana terkejut melihat perubahan pada Enma, Hayate dan Kenji yang sebelumnya ingin pergi tapi tidak jadi karena ingin melihat Naruto dengan Kuchiyosenya.

"Apa yang terjadi denganmu Enma? Setiap ku panggil kau selama ini tidak berpakaian seperti itu, atau kau bukan Enma?" ucap Hiruzen yang telah sadar dari keterkejutannya.

"Aku sendiri tidak tahu Hiruzen, aku juga bingung kenapa bisa aku memakai baju jirah sang Raja kera langit" ucap Enma yang memandangi tangan dan tubuhnya.

Enma sekarang tidak memakai setelan ninja nya, tapi memakai baju jirah berwarna emas, dengan mahkota kecil dikepalanya berwarna emas, dengan 2 bulu unggas yang panjang. (Bayangin aja Enma seperti Sun Gokong saat di kerajaan dewa langit)

Ketika Naruto meminta Enma menjadi tongkat, tongkat itu juga berbeda, dengan warna tetap dominan merah, tongkat itu ber aksen garis-garis meliuk-liuk berwarna emas.

Kita skip saja Naruto dan Hewan Kuchiyosenya.

Dilain tempat, tim 7 dan Tazuna berhadapan dengan Momochi Zabuza sebelum mereka sampai kekediaman Tazuna-San, tapi dengan kerjasama yang lumayan apik akhirnya Zabuza berhasil dikalahkan. Sebelum Kakashi mencheck keadaan zabuza yang tidak sadarkan diri, tubuh Zabuza telah dibawa oleh seorang Hunter-Nin.

Kakashi jatuh pingaan karena kelelahan menggunakan Sharingan dengan waktu yang cukup lama dan menguras chakranya setelah bertarung dengan Zabuza, akhirnya mereka sampai ke kediaman Tazuna ketika hari akan menjelang malam.

Kakashi yang tidak sadarkan diri di bopong Sasuke menuju kamar untuk istirahat yang telah ditunjukkan oleh Tsunami sang anak dari Tazuna klien misi tim 7.

Pagi hari yang cerah di desa Konoha, terlihat semua orang sudah memulai aktivitasnya masing-masing. Di depan gerbang desa Konoha kita dapat melihat 3 orang Shinobi yang siap-siap berangkat mengerjakan misi mereka.

Mereka akan sampai menuju desa Nami No Kuni tengah hari atau sore asalkan tidak ada halangan..

Sementara itu..

Kakashi yang telah siuman dari pingsannya mengajak murid-muridnya latihan. Sasuke, Sakura dan Naruko diajarkan pengendalian chakra, dan mengenal perubahan chakra pada mereka.

Kembali ke Naruto dan kawan-kawan..

"Masih lama lagi ya Sensei?" ucap Naruto dengan wajah bosannya. "Bersabarlah sedikit Naruto, tidak jauh lagi kok" balas Hayate. "Haaaahh!" menghembuskan nafas sambil menunduk "Selalu sama saja jawaban Sensei" tambah Naruto.

"Kenapa kau tidak terbang saja sana?, dan cari adik kesayangan mu itu.." kata sang partner.

"Ahhh! Benar juga, kenapa kau tidak bilang dari tadi?" balas Naruto.. "Kau tidak tanya" ucap Kenji sang partner. "Ah sudah lah, aku pergi dulu. Nanti kalian aku jemput dan tunggu disini" Naruto melesat terbang setelah menyelesaikan kata-katanya

Setelah cukup lama Naruto melesat cepat di udara, dia merasakan hawa keberadaan adiknya dan teman-temannya, Naruto turun dengan pelan dibalik pohon tak jauh dari tempat tim 7 berlatih. Kemudian dia menghilang dengan jutsu teleportnya.

Naruto muncul dihadapan kedua partner timnya, "aku menemukan mereka, pegangan! Kita akan kesana sekarang" ucap Naruto sambil menyentuh Kenji dan dia disentuh Hayate.

Kemudian mereka kembali menghilang dan muncul kembali di balik pohon tempat Naruto pertama kali mendarat sebelumnya.

Kakashi merasakan hawa kehadiran dari belakangnya langsung sigap memasang posisi bertarung dan menatap intens ke arah hawa kehadiran tersebut, melihat sang sensei sedang siaga, membuat ketiga muridnya ikut melakukan hal yang sama dengan posisi saling memunggungi badan masing-masing, berjaga-jaga dari serangan dari belakang mereka.

"Yo.. Kakashi, santai sedikit lah, kau membuat kami takut saja" ucap sosok dari belakang pohon yang mulai berjalan di iringi 2 bocah dibelakangnya.

Karena familiar dengan suara itu, dan setelah melihat jelas wajah mereka Kakashi merilekskan badannya. Sambil menggaruk-garuk belakang kepalanya dan eye smilenya dia berkata "oh ternyata kau Hayate, kalian datang tiba-tiba, aku kira musuh"

"Naruko-Chan..! Bagaimana keadaanmu? Apa kau baik-baik saja" ucap sang kakak setengah teriak

"Ah Nii-chan, aku baik-baik saja kok" balas Naruko

"Syukurlah" Naruto menanggapi pernyataan adiknya.

"Baiklah, latihan hari ini sudah cukup, mari kita kembali ke rumah Tazuna-San" ucap Kakashi, dan yang lain mengiyakam ucapannya dengan menganggukkan kepala.

Siang berganti senja, dan senja berganti malam. Sekarang tim 7 dan tim 11 sedang membicarakan strategi misi mereka.

"Kita akan bergantian menjaga para pekerja membuat jembatan, dan tim yang tidak berjaga bisa berlatih diwaktu luangnya mempersiapkan diri kalau terjadi serangan dadakan." Kakashi memulai bicara.

"Kau melewatkan satu hal Kakashi! Bagaimana dengan Tsunami-San dan Anaknya? Kita tidak akan meninggalkan mereka tanpa pengawasan sedangkan pemimpin pembuatan jembatan ini adalah Tazuna-San ayah Tsunami-San" Hayate mengintrupsi usulan Kakashi.

Mereka larut dalam pikiran masing-masing, mencoba mencari solusi terbaik untuk mereka dan misi ini. Cukup lama keadaan menjadi hening.

"Biar aku saja yang berjaga dirumah kakek Tazuna dan menjaga bibi Tsunami" ucap Naruto.

"Ide yang buruk, bagaimana kalau mereka menyerang kita secara bersama-sama?" ucap Sasuke.

"Benar Naruto.! Kita akan kerepotan kalau mereka menyerang kita secara bersamaan, kita tidak bisa datang membantumu kalau kau terdesak, dan juga sebaliknya ketika kami terdesak kau tidak bisa datang membantu" Kakashi membenarkan ucapan Sasuke.

"Haahh..! Lalu bagaimana cara kita mengatasi masalah ini?" ucap Naruto setengah frustasi karena belum mendapatkan strategi yang cocok.

"Bagaimana kalau aku meninggalkan 2 bunshin di rumah ini?" sekarang Naruko yang memecah keheningan di antara mereka.

"Kurasa ide Naruko boleh dicoba, aku dan Naruko akan meninggalkan bunshin kami drmh Tazuna-San, sementara kita semua berjaga sambil berlatih di jembatan." ucap Kakashi dan disetujui oleh semua orang disana.

Dengan berakhirnya pembicaraan mereka, maka berakhir pula kegiatan mereka malam ini. Semua orang mulai beranjak untuk mengistirahatkan tubuh mereka masing-masing.

Keesokan harinya...

Sebelum tim 7 dan tim 11 berangkat mengawal pembangunan jembatan yang dipimpin oleh Tazuna, Kakashi dan Naruko menciptakan masing-masing 2 bunshin untuk berjaga-jaga dirumah itu.

Selama pengawalan mereka hari ini tidak ada kegiatan mengancam, semua pekerja bekerja dengan tenang tanpa ada gangguan dari pihak Gatou sampai mereka menyudahi pekerjaan pembangunan jembatan pada hari ini, dan pulang ke rumah mereka masing-masing.

"Kakashi! menurutmu kapan mereka akan menyerang?" tanya Hayate, disela-sela waktu santai mereka dirumah Tazuna.

Kakashi mulai berpikir sejenak, kemudian menjawab "dilihat dari luka Zabuza waktu pertarungan ku dengannya, kemungkinan dia akan pulih seminggu lagi dihitung dari hari ini, dan perkiraanku Zabuza lah pemimpin serangan ini. Tapi itu masih sebatas kira-kira ku saja"

"Kalau begitu, dari sekarang kita akan bersiap-siap untuk kemungkinan terburuk satu minggu kedepan." guman Hayate.

Setelah perbincangan Kakashi dan Hayate, seluruh tim kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat. Naruko dan Sakura tidur satu kamar, sedangkan Sasuke, Naruto dan Kenji di kamar yang lain.

Tapi entah kenapa ketiga bocah laki-laki itu tidak bisa tidur untuk malam ini. Naruto mencoba memulai pembicaraan, "Sasuke!" mendengar namanya di panggil Sasuke menoleh dan berkata "apa?"

"Apa kau masih membenci kakakmu?" tanya Naruto. "aku tidak tau" balas ketus Sasuke, dia benci kalo ada orang yang mengajaknya bicara dengan topik pembicaraan seperti ini.

"Aku tau, kau pasti membencinya, sangat membencinya. Tapi seburuk apapun dirinya, dia tetap kakakmu Sasuke" kembali Naruto bersuara

"Kau tidak mengerti masalahku, kau bisa hidup bahagia demgan keluargamu, tapi aku.. Aku harus memendam kebencian ini, kakakku sendiri membunuh ayah ibu dan kerabat ku" Sasuke meninggiikan suaranya.

"Mungkin kau benar Sasuke, aku tidak mengerti dengan masalahmu. Tapi ku harap kau tau kami disini akan membantumu, membantumu lepas dari jurang kebencianmu yang akan menjeratmu semakin dalam. Karena kami temanmu" ucap Naruto

"Cihh.. Teman katamu? Aku membencimu Naruto" ucap Sasuke, kemudian dia keluar dari kamar, tak tau entah kemana.

Sebelum Sasuke pergi, Naruto sempat memanggilnya, tapi tetap di abaikan Sasuke. Naruto Hanya bisa berharap Sasuke terjerat kebencian dan dendamnya itu.

Ketika Naruto ingin mengejarnya, ada tangan yang menahan bahunya.

"Biarkan dulu dia menenangkan dirinya" ucap Kenji."tapi.. Tapi-" ucapan Naruto terpotong, "dia pasti akan kembali, aki yakin itu, berikan waktu untuknya menyendiri" potong Kenji.

"Haahh..! Baiklah, aku hanya ingin membantunya" ucap Naruto

Di lain tempat dan waktu yang sama, terlihat sosok bocah laki-laki bersurai hitam demgan gaya emonya,berpakaian kaos berkerah tinggi berwarna biru dongker dan berlambang khas klan Uchiha di punggungnya.

Dia menunduk, tak terasa air matanya menetes dan jatuh ke sungai, dia sekarang duduk di dermaga tidak jauh dari rumah paman Tazuna.

"Anak menyebalkan.. Kenapa kau memperdulikan ku, aku tak butuh itu, aku bukan orang yamg lemah. Dan kau Itachi, aku akan membunuhmu..!" Sasuke meluapkan amarahnya diheningnya malam.

Sasuke ingat, sangat ingat dengan kejadian waktu itu dimana klan dan orang tuanya dibunuh oleh kakaknya, dia dibiarkan hidup karena kata sang kakak dia lemah, dengan kebencian itu dia hidup sekarang. Dengan tujuan membunuh sang kakak dan membalaskan dendam klan dan orang tuanya yang terbunuh.

Dia berlatih dengan keras, berusaha untuk menjadi kuat, tapi dibandingkan bocah yang dulu payah dan pemalas saat di akademi dengannya, Sasuke jauh dibawahnya.

"KENAPA AKU MASIH LEMAH..KENAPAAA...!" teriak Sasuke memecah kesunyian malam, dia frustasi. Sangat frustasi dengan hidupnya.

Setelah hatinya dirasa sudah tenang, Sasuke kembali ke rumah Tazuna, dia istirahat di ruang tamu bersama Hayate dan Kakashi.

Keesokan paginya, mereka kembali ke aktivitas mereka seperti biasa. Tapi ada yang berbeda dengan sikap Sasuke, dia bersikap sangat dingin, tak jarang dia memberikan Deatglare kepada Naruto, ya hanya Naruto seorang.

Naruto sebenarnya mengetahui sikap dingin dari Sasuke itu datang dari percakapannya malam yang lain tidak tau apa yang menjadikan Sasuke seperti itu, minus Naruto dan Kenji.

Tapi tu tidak menggangu kegiatan mereka hai ini, mereka tetap melaksanakan tugasnya seperi hari sebelumnya.

Seperti hari sebelumnya, hari ini pun belum terlihat tanda-tanda serangan dari pihak musuh,

Tap

Tap

Tap

Perlahan Sasuke melangkah mendekati Naruto dengan tatapan dingin dan wajah datarnya dia memulai bicara.

"Aku menantangmu bertarung Naruto! akan ku buktikan bahwa aku kuat " ucap Sasuke.

Naruto mengerti maksud kata kuat yang ditekankan Sasuke, sedangkan yang lain hanya bisa terdiam, lebih tepatnya terkejut.

"Tidak ada alasan untuk ku menolak, Kakashi sensei! Bolehkah kami melakukan sparing?" kata Naruto dan sekaligus meminta izin kepada Kakashi.

Kakashi yang melihat muka serius Sasuke dan Naruto hanya bisa pasrah dan menghembuskan nafas"haahhh!" kemudian berkata "baiklah kalau kalian sebegitu niatnya, tapi aku disini akan bertindak selaku wasit"

Mereka bertiga pun berpindah di tanah lapang dengan hamparan rumput menghiasi tanah itu yang tak jauh dari jembatan yang dijaga mereka dalam pembangunannya.

"Ingat! Kalian disini hanya sparing, jangan sampai melakukan hal-hal yang dapat melukai organ vital atau membunuh lawan kalian" perkataan Kakashi direspon dengan anggukan oleh kedua bocah bersurai hitam tersebut.

Sekarang posisi Naruto berhadapan dengan Sasuke dengan jarak sekitar 10 meter, ditengah-tengah mereka selaku wasit adalah Kakashi sang sensei tim 7.

"Apa kalian sudah siap?" tanya Kakashi lagi, dan direspon kedua bocah yang bersangkutan.

tatapan fokus ke arah lawan terlihat jelas di mata Sasuke dan Naruto, mereka mengabaikan Kakashi yang ada di tengah-tengah mereka. Kuda-kuda bertarung sudah disiapkan keduanya.

"HAJIME!" teriak Kakashi dan kemudian dia melompat mundur kebelakang, sambil memperhatikan pertarungan kedua bocah didepannya dengan sangat cermat..

Sasuke berlari dengan cepat ke arah Naruto dengan bersiap melayangkan pukulam tangan kanannya ke arah wajah Naruto dengan sekuat tenaga, dengan sigap Naruto menangkisnya dengan tangan kirinya yang diangkatnya melindungi wajahnya, kemudiam memberikam serangan balasan berupa tendangan memutar dari kaki kanannya ke arah rusuk Sasuke. Sasuke melompat salto kebelakang menghindari tendangan Naruto.

Sasuke kembali menyerang Naruto dengan berlari dan melayangkan tendangan ke arah perut Naruto, dan sukses ditahan Naruto dengan menangkap kakinya lalu memutarnya dengan sekuat tenaga, sehinga tubuh Sasuke terputar mengikuti kakinya, dan terhempas di tanah.

Melihat kesempatan itu Naruto mencoba melayangkan sikut kakinya ke perut Sasuke dengan cara melompat ke tubuh Sasuke yang sedang terjatuh, tapi sayang bisa dihindar Sasuke dengan memiringkan badannya ke samping.

Merasa serangannya sia-sia Sasuke melompat mundur dan mengatur nafas, kemudian mengaktifkan doujutsunya yaitu Sharingan dengan 2 tomoe di setiap matanya.

"Sepertinya kau mulai serius Sasuke.. Baiklah aku akan mengikuti permainanmu" ucapan Naruto memecah kesunyian di antara mereka, kemudian Naruto meningkatkan energi didalam tubuhnya, kini Naruto telah dikelilingi aura yang berpendar berwarna bitu.

Dengan Sharingan yang aktif kecepatan dan kekuatan Sasuke meningkat cukup drastis, walaupun Sharingan Sasuke belum sempurna terbukti dengan hanya ada 2 tomoe dimasing-masing matanya.

Sasuke merubah kuda-kudanya, terlihat jelas dia sedang menggunakan kuda-kuda khas style taijutsu klan Uchiha, kembali dia maju melayangkan kombinasi pukulan dan tendangan ke arah Naruto. Adu taijutsu diantara keduanya pun tak bisa dihindari, saling pukul saling tendang dan saling tangkis serta menghindar terlihat jelas di arena pertarungan mereka.

Tapi kita bisa melihat Sasuke yang kewalagan menghadapi taijutsu Naruto karena kecepatannya walaupun dapat dilihat dengan jelas oleh matanya, tapi badannya tidak bisa mengimbanginya. Tidak sedikit pukulan dan tendangan Naruto yang berhasil mengenai Sasuke yang mengakibatkan memar dibadannya.

Merasa kalah dalam taijutsu, Sasuke melompat mundur kembali dan mulia merangkaikan segel tangan, setelah segel tangannya selesai dia menarik nafas dalam-dalam dan mengucapkan nama jutsunya.

"Katon: Goukaryu no jutsu"

Dari mulut Sasuke muncul api yang kemudian membentuk naga dan melesat cepat ke arah Naruto.

Terjadi bunyi debuman ditempat Naruto berdiri dan meninggalkan kepulan asap yang tebal menyelimuti area serangan Sasuke. Semua orang yang dekat dengan arena pertarungan, sempat menghentikam kegiatannya dan menoleh ke arah sumber suara tersebut.

Sasuke yang nampak kelelahan karena mengeluarkan jutsu yang memakan intensitas chakra yang cukup besar itu terlihat dari nafasnya yang terengah-engah.

Masih dengan tatapan waspada, Sasuke terus mengamati kepulan asap yang semakin menipis itu, dia yakin Naruto belum kalah kalau hanya mendapat serangan itu saja.

Terlihat kawah berdiameter sekitar 3 meter di area tersebut, tapi sosok Naruto yang dia caru tidak terlihat disana.

"Mencariku?" ucap Naruto pelan, dari arah belakang Sasuke sambil melayangkan sebuah tendangan kearah punggung Sasuke.

Merasakan bahaya dibelakangnya, Sasuke dengan sigap memutar tubuhnya kebelakang dan dengan kedua tangannya menyilangi di bagian dada sampai kepalanya. Dia tidak sempat untuk menghindar.

Sasuke terseret kebelakang karena menahan tendangan Naruto tersebut, dan tangannya terasa seperti mati rasa efek dari menangkis tendangan itu.

'Dia cepat dan serangannya kuat sekali' batin Sasuke.

'Apa itu Hiraisin? Tapi aku tidak merasakan tekanan Chakra Naruto dalam melakukan jutsu teleportnya' batin Kakashi yang mengamati pertarungan ini dari awal dengan mengaktifkan Sharingannya.

Tidak sampai disitu saja keterkejutan mereka, Naruto kembali menghilang dan muncul di depan Sasuke yang masih dalam posisi menyilangkan tangannya, Naruto menyapukan tendangannya ke arah kaki Sasuke, sehingga membuat Sasuke jatuh kebelakang. Dengan cepat Naruto berdiri dsn menerjang Sasuke dengan pukulan Tangan kanan mengarah ke wajahnya.

Sasuke tidak tinggal diam, dia dengan sigap menyarangkan tendangan dengan kedua kakinya ke dagu Naruto dengan tumpuan tangannya yang menempel ditanah.

Dan tendangan itu telak mengenai Naruto. Sehingga membuat Naruto melayang di udara kemudian terhempas ke tanah.

Sasuke dan Naruto kini telah bangkit kembali dan bersiap akan mrlakukan serangan mereka.

"Seranganmu cukup menyakitkan Sasuke" ucap Naruto kemudian berlari zig zag mengecoh pandangan Sasuke sebelum melayangkan pukulannya.

Sasuke yang terus fokus memperhatikan Naruto yang kian mendekat dengan Sharingannya terkejut ketika Naruto menghilang dan muncul di depan Sasuke dengan melayangkan uppercut dengan tangan kanan yang mulus mendarat di dagu Sasuke. Sebelum Sasuke terjatuh Naruto kembali menghilang dan muncul dibelakangnya dengan cepat melayangkan tendangan sehingga membuat Sasuke melayang ke udara. Ketika di udara Sasuke kembali dikejutkan dengan kemunculan Naruto d atasnya dan kembali melayangkan sebuah tendangan keperutnya. Sehingga sasuke melesat jatuh dengan keras ke tanah.

Terdengar kembali bunyi debuman ketika tubuh Sasuke menghantam tanah, Sasuke tergeletak ditanah dengan pandangan kosong, tapi dia masih sadar.

Berusaha bangkit, tapi Sasuke tidak bisa. "Kenapa.. Kenapa bocah sepertimu bisa sekuat ini Naruto?" teriak Sasuke yang sekarang memandang Naruto yang telah duduk disampingnya.

"Tujuanku menjadi kuat karena aku ingin melindungi orang-orang yang ku sayangi. Bukan sepertimu yang dibutakan dendam dan berusaha menjadi kuat hanya membalaskan dendam" kata Naruto sambil berdiri mengulurkan tangannya ke arah Sasuke.

Sasuke tersentak mendengar kata-kata Naruto, dia tidak menyangkal ucapan yang keluar dari mulut Naruto.

"Kau tidak akan bisa menjadi kuat kalau menanggung beban mu sendirian, biarkan kami membantumu meringankan bebanmu dan percayakan kami membantumu menjadi kuat" ucap Naruto lagi yang kembali membuat Sasuke terkejut.

"Aku akan berusaha menjadi lebih kuat darimu, dan kau Naruto akan selalu menjadi rivalku" ucap Sasuke dengan senyuman tipis menghiasi wajahnya dan menerima uluran tangan Naruto.

TBC

Maaf ya updatenya telat, saya lagi banyak kegiatan di dunia nyata, dan chapter ini mungkin kurang seru.

Sampai bertemu kembali on next chapter...