A/N: yak! Saya kembali~ btw saya ga tahu mau ceramah(?) apa mendingan langsung dibaca aja! Happy reading!

Chapter 9: Akashi seijuuro and Kise Ryouta

"Akashi-kun….mungkin aku benci Akashi-kun" Jawab Kuroko dengan wajah datar tanpa dosa.

KRATAGGG

Hati Akashi langsung hancur seketika. 'Mamah….nasib Sei kok gini amat sih mah? Hiks..' batin Akashi nistah. Memangnya ada yang salah dari caranya untuk mendekati Kuroko? (ya ada banyak banget malah! /plak) tidak, tidak mungkin seorang Akashi Seijuuro gagal ini pasti Cuma salah ucap atau memang lidah Kuroko terpeleset tadi. Akhirnya setelah menenangkan Kokoronya yang sempat sangat syok,bersyukur mukanya ga menampakkan itu(?),Akashi mencoba mengklarifikasi(lu kata berita) kebenaran perkataan Kuroko.

"Apa maksudnya Tetsuya?" Tanya Akashi sambil mencoba tetap tersenyum. Ya senyum,senyum setan maksudnya.

"Akashi-kun kau selalu saja pemaksa tidak seperti Kise-kun" jawab Kuroko yang mungkin cari mati menyebut-nyebut nama 'Kise' dalam perkataannya tadi. Sementara Kise yang memang berada di belakang pintu sana langsung menebarkan kembang tujuh rupa yang kemudian dimakan oleh Murasakibara. Mungkin dia pengen jadi kunti? Eh kalo laki kunto? Sudahlah biarkan,kita kembali ke cerita.

"Ryouta? Memang apa bagusnya Ryouta?" Akashi bertanya dengan perempatan menghiasi keningnya,serta tangan kanan yang asik menusuk boneka voodo (entah dapat darimana) dan di duga di dalamnya berisi nama Kise Ryouta.

"Kise-kun itu sangat baik Akashi-kun,minggu kemarin bahkan dia mengajakku keluar bersama" Jawab Kuroko (lagi)

"Keluar? Bisa kau ceritakan Tetsuya?" Perintah Akashi sambil meremat-remat guntingnya.

"Baiklah Akashi-kun…"

Yak! Mulai dari sini kita mulai flashback untuk moment KiKuro!

"Kurokochiiiiii!" Teriakan membahana Kise yang padahal kalo dia ngomong biasa pun sudah kedengeran, membuat Kuroko menoleh. Sebenarnya bukan hanya Kuroko tapi juga seluruh manusia(?) yang masih berada di Gym untuk latihan tambahan.

"Ada apa Kise-kun?" Tanya Kuroko yang memang sudah biasa dengan teriakan membahana dari Kise.

Kise tanpa tedeng aling-aling langsung memeluk Kise dengan pelukan mautnya. Untung saja Kuroko sudah 'agak' kebal jadi dia bisa sedikit bertahan dari pelukan maut tersebut.

"S-sesak…Kise-kun" Tapi ya yang namanya masih 'agak' sesaknya juga tetap terasa bung.

"A-ah! Maaf Kurokocchi!" Teriak Kise panic lalu langsung segera melepaskan pelukannya. Ah…akhirnya bisa napas juga,setidaknya itu yang ada di kepala Kuroko.

"Jadi,ada apa Kise-kun?" Kuroko mengulangi pertanyaannya tadi yang belum sempat terjawab di karenakan pelukan maut.

"Ah iya! Kurokocchi, apa kau ada acara minggu ini-ssu?" Tanya Kise dengan semangat menggebu-gebu bagaikan akan terjun ke medan perang (salah woi!).

"Hm, minggu ini? sepertinya tidak Kise-kun" Jawab Kuroko sambil memasang pose berpikir yang tetap datar.

"Kalau begitu ayo kita pergi ke taman bermain-ssu!" Kata Kise tambah semangat lagi. Mungkin obatnya habis? Mungkin.

"Taman bermain? Boleh Kise-kun,aku juga sedang ingin kesana" Kata Kuroko menyetujui. Dan tanpa sepengetahuan Kuroko kalau ternyata Kise sedang mengajaknya kencan terselubung(?).

"Yeay! Kalo begitu aku akan menjemputmu jam 10 Kurokocchi!" Kata Kise sambil mengacungkan jempolnya.

"Baiklah Kise-kun" Jawab Kuroko kalem lalu kembali pada latihannya yang sempat tertunda tadi.

Skip di waktu yang sudah di tentukan

Kuroko sedang bersiap-siap pergi saat ini,ia mengenakan baju (ya iyalah baju masa kafan/plak) baju santai maksudnya yang sebenernya ga santai-santai amat,yaitu kemeja kotak-kotak biru muda yang tidak dikancing dengan kaos putih polos sebagai dalamannya serta celana jeans berwarna coklat muda dengan sepatu senada. Oh sungguh kece kamu Kuroko…oke saya mulai tersepona eh terpesona,jadi kita kembali ke cerita!

I can do it~ you can do it~

Granodeo lagi konser di sebelah- eh salah salah! Maksudnya, handphone Kuroko berbunyi tanda ada SMS masuk. Kuroko membuka pesan tersebut yang ternyata beasal dari Kise. Ya Kise,Kise yang itu yang mana lagi /plak/ maksud saya isi pesan tersebut membuat Kuroko ingin memeriksakan matanya sekarang juga ke dokter. Kita lihat saja isinya daripada kepo.

'From: Kise-kun

Subject: Sudah sampai-ssu!

KuR0koCch! 4kU $uD4h $aMp4! D1d3P4n Rum4HmU-$sU! *w*)/'

Yak itu isi pesannya,yang bahkan author juga harus buka kamus dulu buat nulis (Aomine: keluar skrip dodol!) ah,kita kembali saja ke cerita.

Kuroko akhirnya mengetahui isi pesan tersebut setelah menyuruh Kise mengirim ulang pesannya dengan bahasa yang normal. Ia segera mengambil tasnya yang berada di atas kasur dan turun menuju ruang tamu tempat makhluk kuni- maksud saya Kise berada.

"Kurokocchi!" Teriak Kise sambilmelambaikan tangan dengan semangat melihat Kuroko yang berjalan ke arahnya.

MKKB* lu Kise

Abaikan suara yang lewat tadi. Kita balik ke cerita, sebenernya author udah bosen nulis ini, tapi apa daya jadinya terpaksa.

"Jangan teriak-teriak Kise-kun,sekarang ayo kita berangkat" Kata Kuroko.

"Oke-ssu!" kata Kise lalu menggandeng tangan Kuroko (sekalian modus) keluar rumah. Ayah dan ibu Kuroko yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala.

'dasar anak muda' batin mereka melihat anaknya yang di seret-seret.

"Pelan-pelan Kise-kun" Protes Kuroko karena sedari tadi dirinya masih terus di seret-seret oleh Kise.

"Ah! Maaf-ssu! Aku kelepasan! Teheee~" Kata Kise lalu melepaskan gandengannya dengan sangat tidak rela.

'tehee endasmu' maunya sih Kuroko bilang gitu,tapi karena dia jaga image dia hanya menganggukan kepalanya lalu berjalan di samping Kise.

[SKIP di taman bermain]

"Sampai-ssu!" Teriak Kise girang ga pake tante loh ya –uhuk- saat sudah sampai di dalam taman bermain. Sementara Kuroko hanya diam dengan mata blink-blink melihat sekitar,oh ayolah Kuroko sudah lama tidak kesini jadi tidaksalah kan? Tidak dong,apa sih yang ngak buat Kuroko (Mura: Author-chin sableng A: Diem lu titan!)

"Kurokocchi mau kemana dulu-ssu?" Tanya Kise membuat Kuroko kembali ke mode normal datar pantat Teflon.

"aku terserah Kise-kun saja" Jawab Kuroko. Padahal tangannya sudah gatel banget pingin nunjuk wahana cetar membahana yang membuat author tepar sampe mavok-mavo- eh

"Bagaimana kalau naik rolercoster dulu-ssu?" Tanya Kise semangat sambil menunjuk wahana cetar membahana yang ingin di naiki Kuroko.

'Kau malaikat Kise-kun' batin Kuroko yang sepertinya mulai melantur. Dan selamat buat Kise,Kuroko baru saja mengatakan bahwa anda malaikat!

"Baiklah Kise-kun" Jawab Kuroko dengan mata ber binar-binar.

"Yosh! Ayo-ssu!" Teriak Kise lalu menggandeng tangan Kuroko (yang ternyata modus lagi) menuju ke wahana tersebut.

"Antriannya panjang banget-ssu…." Kata Kise lesu saat meihat antriannya yang panjang naujubileh udah kayak kereta tujuan Tokyo-Kyoto.

"Bagaimana kalau kita naik yang lain dulu saja Kise-kun?" Tanya Kuroko yang sebenarnya juga sedih melihat antrian yang wow ini.

"Tapi- ah,baiklah-ssu! Ayo kita cari wahana lain dulu!" Kata Kise sambil mengacungkan tangan ke atas yang sebenarnya itu ga penting banget menurut author (Ki: Hidoii-ssu!).

Kuroko hanya mengangguk tanda setuju lalu ikut berjalan di samping Kise.

" Bagaimana kalau rumah hantu-ssu!" Kata Kise semangat. Biasa lah,sekalian modus ceritanya kalau ke rumah hantu.

"Hm,Boleh Kise-kun" Jawab Kuroko.

Mereka pun berjalan dengan semangat- ralat sebenarnya Cuma Kise yang berjalan dengan semangat menuju ke wahana rumah hantu tersebut. Saat pertama masuk belum terjadi apa-apa sama sekali,hanya suasana angker yang sedikit mencekam,tapi tiba-tiba sebuah kepala yang hancur muncul dari balik tirai yang berada di samping Kuroko. Kise hanya bisa sedikit gemetar,kalau teriak ga gentle itu namanya. Namun beda dengan Kuroko.

"Doumo hantu-san" Kata Kuroko sambil sedikit membungkuk pada kepala tadi. Kise tepuk jidatnya,ya iyalah masa jidat Akashi-uhuk-

Satu…

Dua….

Ti-

"Kyaaaa! Setaan! Emak tuluuung!" Teriak hantu tadi yang langsung lari terbirit-birit meninggalkan Kuroko yang hanya mengelus dada serta Kise yang sedang tertawa terpingkal-pingkal.

Setelah 'insiden' tadi bahkan tidak ada satu pun hantu yang manakut-nakuti Kise dan Kuroko. Dan rencana modus Kise gagal total,karena para hantu jejadian disana lebih takut pada Kuroko. Dan akhirnya mereka berdua keluar dari sana dengan selamat sentosa.

"Kurokocchi kita kemana lagi-ssu?" Tanya Kise pada Kuroko yang sedang mengeluarkan aura-aura suram.

"Hmmmmm.." Kuroko hanya membalas dengan gumaman tanpa arti. Kesel to the max rupannya.

"Ah! Bagaimana kalau kita beli vanilla milkshake-ssu!" Kata Kise sambil menunjuk sebuah stand minuman yang menyediakan vanilla milkshake.

Kuroko yang pada dasarnya 'peka' terhadap kata vanilla milkshake itu langsung mengangkat kepalanya dan mengangguk cepat pada Kise. Kise bahkan bisa melihat telinga anjing serta ekor yang bergerak naik turun saat melihat Kuroko.

'Kurokocchi Imut gile-ssu' batin Kise yang saat ini sedang menutupi sebagian wajahnya dikarenakan ada darah yang mengalir dari hidungnya.

"Kise-kun ayo cepat" Kata Kuroko sambil menarik-narik lengan baju Kise. Kise yang saat ini sedng memikirkan yang 'iya-iya' langsung gelagapan.

"Ha! Eh- ah,iya-ssu!" Kata Kise sambil berjalan mendahului Kuroko. Kuroko hanya mengendikkan bahu lalu berjalan mengikuti Kise.

"Kurokocchi kau tunggu saja disini-ssu biar aku yang belikan~" Kata Kise sambil menyuruh Kuroko duduk di sebuah bangku.

"Baik Kise-kun" Kuroko hanya nurut saja,toh nanti dia juga dapat Vanilla Milkshake tercinta.

[beberapa saat kemudian]

"Ini Kurokocchi!" Kata Kise sambil menyerahkan segelas vanilla milkshake ukuran jumbo pada Kuroko,yang tentunya disambut dengan senang hati oleh sang pencinta vanilla milkshake itu.

"Terimakasih Kise-kun!" Kata Kuroko semangat,lalu segera meminum dengan lahap(?) vanilla milkshakenya.

"Sama-sama-ssu!" Jawab Kise,yang ternyata diam-diam mengambil foto Kuroko saat sedang imut-imutnya itu. Ya meskipun setiap hari Kuroko memang imut tapi yang ini imutnya triple-triple(?). bayangkan saja Kuroko yang sedang duduk di kursi sedang meminum vanilla milksahake dengan mata bersinar serta pipinya yang sedikit menggembung juka dihiasi sedikit rona merah akibat bahagia. Author mimisan seketika di tempat.

Ganggu banget sih lu thor! (/plak)

"Oke-ssu! Sekarang kita kemana lagi?" Tanya Kise sambil masih asik melihat-lihat hasil fotonya tadi. Emejing bro,entar gua minta! (/ditendang)-oke kita balik lagi.

"Terserah Kise-kun saja" lagi-lagi jawabannya masih sama dengan yang tadi.

'Sabar Kise,kamu harus sabar demi pujaan hati' batin Kise mencoba menguatkan diri.

akhirnya mereka berdua pun menaiki berbagai macam wahana bersama-sama sampai matahari hampir terbenam. ah sungguh (calon,itupun kalo jadi) pasangan kekasih yang bahagia.

"Sekarang yang terakhir-ssu!" teriak Kise yang masih saja semangat setelah menjelajahi hampir seluruh taman bermain.

"Baiklah,apa yang selanjutnya Kise-kun?" Tanya Kuroko yang saat ini sedang dalam mood yangsangat bagus setelah menghabiskan segelas jumbo vanilla milkshake.

"kita naik kincir angin-ssu!" Kata Kise dengan semangat lalu menarik tangan Kuroko masuk ke salah satu tempat yang kosong dan duduk berhadapan.

"Kurokocchi..." Panggil Kise saat Kincirnya sudah mulai bergerak.

"Ya Kise-kun?" Tanya Kuroko yang kini mengalihkan pandangannya dari jendela menuju ke arah Kise.

"Kau tahu,err- cerita tentang kincir angin ini-ssu?" Tanya Kise balik sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal. bukan Kise banget deh.

"Maksudnya jika dua orang berciuman saat kincir mencapai puncak maka mereka akan bersama selamanya itu?" Jawab Kuroko.

"Y-ya,yang itu-ssu..." Kise memilih menggantungkan kalimatnya lalu perlahan mendekatkan dirinya dengan Kuroko. sementara Kuroko hanya memandang bingung pada Kise yang makin mendekat ke arahnya.

20cm...

10cm...

5cm...

4,5cm...

4cm...

3-

"Terimakasih telah menaiki wahana kami,semoga hari anda menyenangkan" tiba-tiba ada suara setan. eh engga nding bukan,itu suara petugas kincir angin yang sedang di naiki Kise dan Kuroko. Rupanya Kise terlalu lelet hingga tidak sempat mencium Kuroko.

"Aku gagal-ssu..." Gumam Kise nelangsa dengan aura hitam yang menguar-nguar.

"Kise-kun,ayo kita turun" Kata Kuroko.

"Ah,baiklah-ssu..." Jawab Kise,lalu mereka berdua memilih untuk pulang karena hari mulai larut. dan masih dengan Kise yang dikelilingi aura hitam tentunya

Flashback End

"Begitu Akashi-kun" Kata Kuroko menyudahi penjelasannya yang panjang kali lebar yang author kudu meres otak buat nulisnya.

"Oh begitu *ckris* kupastikan Ryouta tidak akan hidup nanti *ckris*" Kata Akashi dengan seringai sadis serta aura hitam yang memenuhi ruangan. sementara Kise yang di balik pintu sana sudah menangis guling-guling di pojokan.

"Akashi-kun,kau tidak boleh menghukum Kise-kun" Kata Kuroko sambil sedikit menggembungkan pipinya.

'Dafuk,kawaii njir' batin Akashi OOC. ah sayang sekali para GoM yang lain serta Momoi tidak bisa melihat pemandangan(?) yang indah ini.

"Baiklah Tetsuya kalau itu maumu. tapi sebenarnya apa yang membuatmu menyimpulkan bahwa kau membenciku?" Tanya Akashi yang masih tidak terima rupanya.

"Itu karena..."

.

.

.

.

TBC

A/N: yak Momon disini! pertama-tama saya mau minta maaf karena updatenya molor QAQ) itu karena warnet punya momon harus di service(?) dulu. maaf yak :'v nah,dan saat ini Momon mau menambahkan romance pada genre fic ini tapi tenang humornya masih kok karena memang itu yang mendominasi. chapter ini kok romance banget gitu ya? maaf deh /plak/ itu karena author menghayati banget bikin romance karena lagi baper /jangan curhat woi/-ehem-

nah,ada yang kepo sama lanjutan kata-kata kuroko? hayo...kepo ga? kalo kepo ditunggu chapter 10! hohooo~

dan...makasih banget yang udah nge review sampe udah tembus 100 yaampun kalian itu bikin saya semangat terus! makasih ya!

sekarang saatnya bales review yg ga login~

Guest: ini udah update! terimakasih udah mau review!

Yuki chan: wkwk...ini udah lanjut kok! tapi scene AkaKuronya belom ada...tehee makasih udahreview ya!

AkaKuroFans: wah,gomen ratenya kayaknya tetap nih...wkwk dan ini sudah update! makasih udah review~

yak udah tuh~ akhir kata...

mind to review?