Chapter 9

Tak ada aba-aba naruto langsung saja menghajar dua orang itu, dia cukup kuat untuk menghajar dua orang, tapi sesaat kemudian naruto dipukuli, hinata yang melihatnya pun langsung bergegas membantu dengan kayu yang cukup besar ditangannya, ia merasa sangat kedinginan sekarang, tapi ia cepat-sepat menghantamkan kayu itu dikepala para penjahat. Mereka semua terkapar tidak berdaya, lalu naruto dan hinata segera pergi dari tempat itu. Setelah selesai mandi dan membersihkan diri dari air hujan, naruto duduk diatas ranjang dengan kaki yang diselonjorkan, dia memegang wajahnya yang terluka akibat pukulan di bagian ujung bibir dan bagian matanya, hinata membawa air hangat dengan sapu tangan untuk mengompres luka pukulan naruto.

"rasanya sakit yah, ujar hinata, aku akan mengompresnya..hinata mulai mengompreskan lukanya dengan air hangat, "A-Aww, kau tidak bisa pelan-pelan yah, "maaf, ini juga sudah pelan...hinata mulai lagi dengan lembut, naruto melihat hinata dengan sangat intens, sampai-sampai ia terpaku melihatnya, ketika hinata mulai mengompres dibibir naruto, dia merasakan hal yang aneh, sedekat ini dengan naruto dia jadi grogi..tak disangka dan diduga, hinata malah meniup bibir naruto yang terluka, sontak membuat dia tersadar dari lamunannya karena ters memperhatikan hinata, "M-maaf, aku salah yah, "tidak, naruto cepat-cepat menjawab.

Hinata mulai mengompres lagi dan dia menggigit bibir bawahnya, itu membuat naruto merasakan hal yang aneh, yang sama seperti yang dirasakan hinata, "kenapa? Tanya naruto, "Ah, apa? Ooh, aku-aku hanya berpikir, apa kita masih..."berpura-pura pacaran ,sela naruto, kenapa kau selalu menanyakan hal itu, tentu saja kita masih berpura-pura pacaran..."tapi bukankah shion dan gaara tidak mengejar kita lagi. Jadi, kenapa kita harus berpura-pura, "kalau tidak begitu, bagaimana dengan teman-teman, ujar naruto, mereka akan curiga kenapa kita putus begitu saja, padahal tidak ada skandal diantara kita.. hinata tersenyum aneh, "kenapa? Tanya naruto, "skandal? Kita seperti abad di pertengahan jaman inggris saja berbicara tentang skandal.

"memang ada apa dengan kata skandal? "di abad 50-an, mulai hinata, orang-orang bangsawan inggris seperti Lord, Earl, Duke, Viscount dan lain sebaginya, mereka kerap menciptakan skandal, entah itu tentang percintaan, kekuasaan, konflik dan intrik yang terjadi diantara mereka pasti menciptakan sebuah kata dimana yang dikenal dengan kata skandal, kau seharusnya juga banyak membaca novel terjemahan dari novel asing, bukan hanya novel dalam negeri saja, di novel-novel asing itu berisi penuh dengan kejutan, sampai-sampai aku ketagihan membacanya, "lalu, ujar naruto, apa kau sudah selesai membaca semua novel terjemahan mu itu? "belum, aku penasaran dengan novel yang berjudul, marriage most scandalous, aku belum pernah membacanya!

"jadi? Mulai hinata, kita masih akan tetap mempertahankan drama ini? "tentu saja... dia sudah selesai mengompres naruto, dan sekarang waktunya makan malam, naruto tidak mungkin memakan makanan yang pedas seperti ramen, jadi dia berinisiatif memasakan makanan ringan yang tidak pedas.. "tetap ditempat tidur dan jangan kemana-mana, pinta hinata, "ooh yah, sepertinya ada dua orang penghuni baru dilantai tiga ini, kau kenal dengannya? "iyah, satu orang perempuan dan satu laki-laki, yang perempuan namanya konan, dan yang laki-laki nama-nya yahiko, mereka pindah kesini dua hari sebelum aku keluar dari rumah sakit, "apa mereka sepasang kekasih? "aku tidak tahu...tiga menit kemudian makanan telah siap hinata mulai menyuapi naruto, "biar aku saja, ujar naruto, "tidak usah, sambung hinata, kau kan sedang sakit, ini juga sebagai tanda terima kasihku karena kau mengijinkan aku menginap disini dan karena kau membelikan aku baju, "kaa-san yang menyarankan ku membelikan baju untuk mu, "kaa-san benar-benar baik, ujar hinata.

Setelah makan mereka berdua bersiap tidur, "kau tidur diranjang saja, ujar hinata, biar aku yang tidur disofa, "ini masih musim dingin, sambung naruto, tengah malam nanti pasti lebih dingin, sebaiknya kau yang tidur diranjang...karena perkataan naruto ada benarnya juga, dia menurut saja. Saat tengah malam tiba, dingin pun mulai terasa, pintu kaca yang diterangi cahaya bulam terlihat buram karena embun, sehingga cahaya yang yang masuk pun hanya terlihat seperti lampu yang remang-remang. Hinata mulai takut sekarang, dia merasa kegelapan ada dimana-mana, dan dingin yang mulai tersa berat semakin menyerangnya.

Akhirnya, dia pergi dari tempat tidur dan melangkah kearah naruto, dengan sofa yang berukuran ekstra, muat untuk dua orang, dia berangsur tidur disamping naruto dan mulai menutupi dirinya dan naruto dengan selimut tebal, dia mencari kehangatan disitu. Ketika saat berpaling memeluk naruto, itulah kehangatan yang sebenaranya, naruto yang sedari tadi merasakan kehangatan mencoba untuk membuka mata dan mendapati hinata tidur dipelukannya, hinata memeluknya erat, dan naruto merasa nyaman dengan ini, naruto menutup matanya dan membiarkan hinata tetap berada dalam pelukanya. Mereka tertidur dengan sangat nyaman dan hangat!

Pagi yang dingin di konoha membuat hinata tidak bisa bergerak sepenuhnya, dia kedinginan. Ketika sampai di kelas hinata mendapati dirinya sendirian disana, tadi dia meninggalkan naruto bersama teman-teman-nya di taman sekolah. Kerana dia kedinginan jadi hinata memutuskan untuk pergi ke kelas, dan di kelas sangat sepi, hanya ada dirinya, "kalau saja hari ini hari libur, aku hanya akan berbaring ditempat tidur sepanjang hari..."kau yakin, ujar naruto yang tiba-tiba sudah berada didepan pintu. Dia berjalan mendekati hinata dan duduk disampingnya, "mau aku beri kehangatan? Naruto menggosok-gosokan kedua telapak tangan-nya dan sesudah itu dia menempelkan tangannya di pipi hinata, hinata merona seketika!

"kau kenapa hinata, kau sakit? Hinata menggelengkan kepalanya cepat, dan menyentuh tangan naruto, dan mengenngamnya, "terima kasih, hening, sejenak kemudian hinata berbicara,"tou-san, dia menghubungiku saat kau sedang mandi, dia memberitahu ku kalau dia akan sedikit lebih lama dengan bisnisnya diluar kota, aku merasa tou-san sedang mencari kenyamanan disana. "maksudmu? Tanya naruto, "mungkin ada seseorang yang sedang bersamanya, entah aku tidak tahu siapa orang itu, yang pasti dia adalah orang yang tou-san sayangi, "maksudmu seorang kekasih? Tebak naruto, "iyah, ujar hinata, semacam itulah.. "naruto, kalau sebenarnya memang itu yang terjadi, tou-san benar-benar mengecewakanku.

Bel sekolah berbunyi, menandakan jam sekolah telah berakhir dan semua murid berlenggang pulang ke rumah mereka masing-masing, "hinata-chan, panggil seorang wanita berambut merah panjang yang ternyata kushina, dia menjemput naruto dan hinata, karena dia tahu hinata pasti kedinginan. Jadi, kushina menjemput mereka menggunakan mobil dilengkapi dengan penghangat, "kaa-san benar-benar menyelamatkanku...setelah mengatakan hal itu oada naruto, hinata langsung berhambur kepelukan kushina dan dengan cepat menaiki mobil. Mereka tiba dirumah saat menma membuka pintu dan melihat, "akhirnya sang putri datang juga, ucap menma...hinata langsung berhambur ke pelukan menma, menma menyeringai kearah naruto. Naruto yang melihat itu terkejut, dan merasa cemburu!

"Kenapa aku harus cemburu? Batin naruto. Kushina memandang naruto penuh dengan rasa kepuasan karena naruto cemburu, ketika mereka melepaskan pelukannya, ia dan menma langsung masuk kedalam menyusul kushina yang lebih dulu masuk, sedangkan naruto masih cengo dan terheran-heran, "heeeeh keterlaluan, gumam naruto. Pada saat makan siang telah berakhir hinata dan kushina duduk bersantai diruang tamu, dan kushina menunjukan beberapa album keluarga, dialbum itu banyak foto-foto masa kecil naruto. Ketika kushina menunjukan foto naruto kecil yang sedang berenang dikolam ikan, hinata tertawa, "dia lucu sekali, ujar hinata, apa aku boleh membawa album ini? "tentu saja boleh, sahut kushina, kau boleh membawanya sampai kau bosan melihatnya, "terima kasih kaa-san!

Naruto dan hinata kini kembali lagi ke apartement, ketika di perjalanan, naruto mendadak sakit perut dan mencari kamar kecil, hinata yang melihatnya pun hanya tertawa, "dasar, gumam hinata. Ketika hinata berjalan-jalan kecil sambil menggosok-gosokan tangan-nya karena kedinginan, dia terpeleset karena jalanan yang licin, akan tetapi dia tidak terjatuh, karena ada seseorang yang menopang tubuhnya, hinata melihat orang itu, "ah maaf..hinata berdiri tegak kembali, "terima kasih sudah membantuku, kalau saja kau tidak membantuku, pasti aku akan terjatuh tadi, "sama-sama, oh yah, perkenalkan namaku sasori, sasori menampakan tangan-nya siapa namamu? "namaku hinata, senang berkenalan denganmu...hinata menyambut tangan sasori.

"hinata, panggil naruto, sedang apa kau disini? "tadi aku hampir terjatuh karena terpeleset, untungnya ada sasori, o yah, sasori, perkenalkan dia naruto.. hinata memperkenalkan naruto dengan sasori, mereka berjabat tangan, tapi naruto menampakan raut mencurigakan, dia melihat sasori saat melihat hinata, begitu berbeda. Ada sesuatu yang dia inginkan. Batin naruto. "dia wanita yang sangat cantik, tapi dia sudah dimiliki orang lain. Batin sasori, "tapi pasti aku akan bertemu dengan-nya lagi suatu saat nanti. "ayo kita pergi, ajak naruto, "baiklah, sasori aku pergi dulu, semoga kita bertemu lagi, jaa...

"dia baik, ujar hinata, mhhh sepertinya aku menyukainya.."hah, apa? Naruto kaget sekaligus terkejut, "kenapa kau bisa-bisanya mengatakan hal itu, "kenapa? Tanya hinata, "kau cemburu yah? "siapa, A-aku, cemburu? T-tidak, aku tidak cemburu...hinata tersenyum lagi, dia memanyunkan bibirnya pertanda bahwa ada kebohongan disini, tapi dia tidak peduli, keran dia tahu bahwa naruto memang cemburu. Hinata menggandeng tangan naruto dan menyandarkan kepalanya dibahu naruto. naruto hanya tersenyum dengan dihiasi cengirannya yang khas.

###

"kau baik sekali padaku, ujar hinata, apa ada motif dibalik pemberian eskrim ini? "tentu saja tidak, sahut gaara, sekarang kita kan berteman, apa kau lupa, "ya tidak juga.. hinata tersenyum lembut, "teruslah tersenyum seperti itu, agar semua orang menyayangimu, "kau juga, sambung hinata, kau terlihat seperti mayat kalau tidak tersenyum... mereka berdua tertawa terbaha-bahak, ketika tawaan mereka pudar gaara mulai berbicara, gaara mengutara niatnya untuk memberitahukan kepada hinata bahwa dia akan pergi kuliah keluar negeri setelah ujian, hinata yang mendengarnya pun turut senang. Secara, orang seperti gaara kelihatannya sangat malas sekali seperti shikamaru, tapi dibalik semua itu ternyata gaara berbeda dari apa yang dipikirkan hinata.

"itu bagus, ujar hinata, aku senang kalau kau juga senang kuliah diluar negri, kuharap kau tidak lupa denganku dan teman-teman disini, "tentu saja aku tidak akan lupa, sambung gaara, tiba-tiba ia melihat naruto yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua, coba lihat itu, gaara melirikan matanya kearah naruto, dan hinata pun melihatnya, "sepertinya dia sangat khawatir sekali melihatmu sedang bersama dengan ku, "aaaah jangan dipikirkan, sambung hinata, dia tidak mungkin marah atau cemburu atau semacam itulah, dia hanya... "sudahlah, sela gaara, pergi sana, sampai jumpa disekolah.

Hinata melenggang pergi dan menghampiri naruto yang sedang duduk dibatu besar, sekarang hinata teringat saat dia bertemu naruto untuk pertama kalinya saat ia juga tengah duduk dibatu itu. Hinata tersenyum saat dia sudah sampai di didepan naruto, naruto memperhatikan hinata yang tersenyum aneh, "kenapa, ada apa denganmu? Tanya naaruto, "tidak, jawab hinata sambil tersenyum. Hinata menarik tangan naruto pertanda bahwa dia harus turun dari batu itu, naruto pun turun dan menghadap kearah hinata.

"ayo kita pulang, tou-san pasti khawatir memikirkanku, "kau senang yah dia pulang? "tentu saja, sambung hinata, tapi akhir-akhir ini tou-san sedikit berbeda, dia begitu sangat senang sekali bisa berlama diluar rumah!"

'Jangan khawatir, tidak akan terjadi apa apa!

Musim dingin akan segera berakhir begitu pula dengan kegiatan sekolah SMA, hinata dan teman teman tengah serius menjalani ujian. Karena naruto membutuhkan ketenangan untuk belajar dia tinggal di apartement dan ditemani hinata, karena di rumahnya tidakada siapa siapa. Hanya ada pelayan dan beberapa bodyguard yang menjaga rumahnya.

"Kau harus lebih serius hinata, ini adalah akhir dari perjuangan kita selama ini". Meskipun naruto mengatakan hal itu tapi hinata tetap saja tidak mendengarkan, hinata terus saja menata layar tv, akhirnya naruto mengambil paksa remot tv nya dari tangan hinata dan mematikan tv tersebut, "Apa yang kau lakukan, kembalikan! Hinata mengejar naruto mengelilingi sofa berulang ulang, dia tidak dapat menangkap naruto.

Tapi karena naruto tersandung dan jatuh terduduk, itu adalah kesempatan hinata. Remot yang dipegang naruto kini hampir iya dapat. Tapi keduanya tarik menarik, hinata tidak kuat lagi dan akhirnya dia ikut terjatuh diatas naruto. mereka saling menatap dan akhirnya keduanya tersadarsepenuhnya, "sebaiknya kita belajar, ujar hinata lembut! "aku sudah menyuruh mu belajar dari tadi, sambung naruto. keduanya membenarkan posisi duduk mereka dan mengambil tempat duduk yang nyaman masing masing.

"Tadi itu benar benar gawat". Batin naruto.

"tadi itu hampir saja!" keduanya saling bergumam dalam hati, jika mereka tidak menyadarinya maka sesuatu yang buruk akan terjadi.

Setelah 3 hari berlalu. Perayaan perpisahan akan diadakan, dan seluruh orang tua harus hadir sebagai wali mereka. Tapi sulit bagi hinata untuk bisa mengajak ayahnya hadir dalam perayaan itu, dia bingung harus bagaimana nantinya.

Perayaan sudah dimulai tapi ayah hinata tidak bisa hadir dia akan malu nanti tidak ada yang mendampinginya diatas panggung sebagai siswa lulusandengan nilai tertinggi. Saat namanya dipanggil hinata naik keatas panggung, dan ketika nama ayahnya dipanggil tidak ada yang menaiki panggung. Tapi seseorang menaiki panggung dan berdiri disamping hinata, tidak bukan dan tidak lain adalah, "Okaa-san!"

Khusina mewakili hiashi tanpa sepengetahuan hinata. Tapi dengan hadirnya kushina hinata agak sedikit lega. Setelah sesi lulusan terbak, kini saatnya menonton hiburan, hinata mencari cari kushina, ternyata dia bersama sama dengana naruto, paman minato, menma nii-san dan konohamaru. Hinata iri melihat mereka, karen tidak mau menganggu akhirnya hinata pergi, tapi kushina melihat hinata terlebih dahulu dan menghampiri hinata.

"kau mau kemana, ayo ikut dengan kaa-san, kau sudah menjadi bagian dari kami juga! Hinata bergabung dengan keluarga naruto, dia sangat bahagia sekali bisa menjadi bagian dari mereka. Naruto tersenyum, membuat hinata sedikit tersipu! Akhirnya mereka berfoto dan hinata adalah bagiandari mereka.

Hinata pulang ke rumah setelah perayaan selesai. Ketika masuk kedalam dia melihat ayahnya tengah bersama seorang wanita, itu membuat hinata terkejut dan akhirnya berlari meninggalkan rumah. Hiashi tidak menyadari kedatangan hinata, dia masih menunggu hinata pulang, "apakah hinata ada dirumahmu minato-san? Ujar hiashi

"hinata tidak ada disini hisahi-san. Baiklah kalau begitu, aku akan menelpon naruto, semoga saja hinata bersamanya". Minato mengatakn pada kushina kalau hinata belum ke rumah, itu membuat kushina khawatir.

Minato segera menelpon naruto tapi sayangnya naruto juga tidak tahu dimana hinata. Dia sangat khawatir sekarang! Menjelang malam, naruto masih mencari hinata, tapi tiba tiba hujan deras turun begitu saja. Kekhawatiran naruto meningkat drastis, dia harus tahu dimana tempat yang sering hinata kunjungi, akhirnya naruto menyadari sesuatu.

Benar dugaan naruto ternyata hinata ada ditempat dimana mereka pertama kali bertemu. Tapi sayang hinata tiba tiba jatuh dan pingsan begitu saja. Naruto langsung membawanya ke apartement karena lebih dekat dan tidak perlu menaiki mobil, "bodoh, apa yang kau lakukan hinata?" naruto amat kesal dengan hinata dan juga khawatir, dia pernah khawatir seperti in ketika kaa-sannya sakit.

Pakaian yang dikenakan hinata basah. Naruto tidak tahu apa yang harus dia lakukan, kalau tidak di lepas maka hinata akan kedinginan. Tapi dia tidak berani melepas pakaian hinata. Hinata pasti menganggapnya jahat, karena seenaknya melihat tubuhnya tanpa pakaian. Naruto punya ide sekarang. Dia mendatangi konan dan meminta tolong melepaskan pakaian hinata. Setelah selesai menggantikan pakaiannya konan pun masuk ke kamar lagi dan naruto berterima kasih atas bantuannya.

"hinata, kau sudah bangun, apa yang terjadi, apa yang kau lakukan hah? Kau..

Kata kata naruto terpotong kala hinata memeluknya erat, "aku melihatnya, tou-san bersama seorang wanita, aku tidak tahu siapa dia... hinata menangis tersendu sendu. Naruto semakin memeluknya erat, "mungkin kau hanya salah paham, sudahlah jangan kau pikirkan lagi. Semua sangat mengkhawatirkanmu, begitu juga aku. Kau tahu bahwa aku sangat takut kalau terjadi sesuatu padamu. Jangan pernah melakukannya lagi.

Hinata terkejut mendengar perkataan naruto, hinata semakin memeluknya erat. Naruto tersipu! "aku akan membuat ramen instan, kau pasti lapar! Naruto langsung mengambil ramen cup dilemari, sedangkan hinata bertanya tanya siapa yang mengganti pakaiannya dan pakaian siapa yang ia kenakan, "jangan berpikiran negativ, konan-san yang menggaanti pakaianmu, dan pakaianmu itu juga miliknya.

"kenapa bukan kau saja yang mengganti pakaianku, aku tidak keberatan!

Naruto terkejut, "bodoh, aku tidak akan melakukaannya".

Hinata agak sedikit kecewa dengan naruto. "ini milikmu? Hinata menanyakaan handy came yang tengah ia pegang. Naruto mengangguk, sejak kapan naruto punya ini, hinata menyorot semua ruangan dengan handy came itu dan menyorot naruto. tapi karena ramen cupnya sudah jadi dia meletakan handycame itu yang ternyata masih menyala. Hinata manaruhnya dimeja dan camera itu menorot bagian tempat tidur. "aku dengar konan-san dan yahiko-san akan menikah, setelah sekian lama mereka berdia diri saja, akhirnya menikah juga.

Naruto hanya terdiam mendengarkan hinata berbicara,

Karena waktu sudah semakin larut akhirnya naruto tertidur ditempat tidur sedangkan hinata, dia masih menonton tv, karena dia teringat akan kejadian tadi siang dia tidak mood lagi dan mematikan tvnya. Dia berjalan kearah tempat tidur dan menaiki ranjang yang dimana naruto tenga tertidur. Hinata memberanikan diri dan mendekat kearah naruto, dia menyentuh wajah naruto dengan lembut aar naruto tidak terbangu,. Jari jarinya menyentuh pipi dan hidungnya, "Aku tidak percaya, ternyata kau begitu tampan naruto, gumam hinata! Dia masih menyentuh hidung mancung itu lalu berakhir di bibirnya.

"apa aku boleh menciummu, kau tidak menjawab, itu berarti bolehkan? Tanpa seijin dari naruto hinata mencium bibir naruto dengan lembut karena takut naruto akan bangun, "aku orang yang tidak punya sopan santun, aku minta maaf, dia bergumam sekali lagi. Dan berulang ulang mencium naaruto! Saat bibir mereka masih terpaut, tiba tiba naruto terbangun dan merasakan kelembutan menyentuh bibirnya. Akhirnya dia tersadar!

"apa yang kau lakukan hinata? Hinata bingung harus menjelaskan apa! Tiba tiba suara petir menggelegar, dan diikuti dengan lampu yang mati, hinata terkejut dan langsung memeluk naruto. dia menangis, "bayangkan, apa yang akan terjadi padaku bila tidak ada dirimu! Naruto bisa membayangkannya, dia juga tidak mau hinata sendirian, dia akan selalu menemani hinata, "aku ada disini, kau tenang saja!

"aku tidak mungkin selalu bergantung padamu, kau hanya pacar pura pura ku. Dan itu hanya sementara waktu, aku ingin lebih lama bersamamu. Selalu!

'kalau begitu, kita akan selalu bersama sama, mulai saat ini juga! Hinata tidak tahu apakah dia senang atau bingung. Karena ini semacam sebuah ikatan, tapi mereka tidak punya ikatan, "apa maksudmu, apakah sekarang cinta pura pura kita berakhir? "cinta pura pura kita memang berakhir, tapi akan kita mulai dengan cinta yang sesungguhnya! Apakah ini keajaiban? Hinata sangat senang sekali hingga dia melupakan kejadian siang tadi dan sekarang tergantikan dengan hatinya yang bahagia.

"aku akan memasang lilin, kau tunggu..

"aku tidak mau, kau harus tetap memelukku sampai hatiku tenang! Naruto menuruti permintaan hinata. Sampai lampu menyala kembali dan jam menunjukan pukul 00:00 mereka masih tetap berpelukan. "apakah sekarang, kita berdua terjerat dengan cinta pura pura ini? Tanya hinata.

"kurasa itu memang benar, aku mencintaimu hyuuga hinata! Seakan akan jantungnya berpacu, hinata tidak bisa berkata kata, dia mencoba untuk mengataknnya juga, "aku, aku juga mencintaimu uzumaki naruto. Naruto mencoba turun dari tempat tidur, tapi hinata mencegahnya. Padahal naruto ingin segera cepat cepat tidur karena dia sudah mengantuk, hinata hanya melihatnya menutup mata pelan pelan,dan saat itu juga naruto tertidur.