Cast : All Member BTS
Genre : Romance, Fantasy, Drama
Rated : T
Pair : Hopekook :3
Slight : Yoonmin (Yoongi seme)
Warning :
Yaoi! No plagiat! Nih ff susah buatnya karena sebutan-sebutan yang ada!
Siapa yang niru berarti siap-siap aja minta ditabok!
Love And Peace :3
Happy Reading
.
.
.
JUNGKOOK P.O.V
"Petir akan berakhir…"
Aku terbangun dengan cepat saat mendengar suara orang yang sedang bernyanyi. Saat itu, aku langsung melihat Jin hyung yang bertugas untuk berjaga di malam hari sedang memandang api unggun. Sedangkan selebihnya sudah pada tertidur dengan nyaman.
"Waktu akan terlewat…"
Suara Jin hyung kembali terdengar dengan pelan. Dengan perlahan aku mengambil posisi duduk untuk melihat wajah Jin hyung lebih jelas. Sedangkan Jin hyung, sepertinya dia tidak sadar aku terbangun dan juga pandangan matanya kosong. Hanya fokus melihat api unggun dengan mulut bergerak kecil.
"Aku akan menemanimu… hingga kau tertidur."
Lembut dan nyaman, itu yang kurasakan saat Jin hyung bernyanyi. Entah kenapa hatiku menjadi lebih tentram. Tapi… aku merasakan kesedihan di dalam lagu tersebut.
"Tidak apa… aku akan membuatnya. Jika kau tersenyum, akan ku buat. Jika kau tertawa, akan kulakukan. Jika kau senang, akan selalu kugenggam tanganmu. Akan selalu kugenggam, biar kau tak apa. Biarkan aku yang susah… jangan dirimu…"
Suara Jin hyung mulai terdengar bergetar dan hatiku terasa miris saat mendengarnya.
"Aku akan selalu… selalu… mengingatmu. Aku merindukanmu… Taehyung-ahh." Kata terakhir membuat hatiku seakan diremas mendengarnya. Sedih, itu yang kurasakan. Waktu aku melihat wajah Jin hyung yang berubah dan matanya sedikit bercahaya, membuat aku langsung meneteskan air mata.
Aku menangis, entah karena apa.
"Aku hanya merindukanmu. Seharusnya… aku selalu melindungimu. Saat tangan ini kau genggam… seharusnya…" Jin hyung menghentikan nyanyiannya. Tetesan air mata yang terjatuh dari mata kirinya membuat dia langsung menghapus cairan itu cepat lalu mendongakkan kepala. Menatap langit malam yang penuh bintang.
"Dirinya selalu menyukai bintang Jungkook." Sahut Jin hyung secara tiba-tiba. Membuat aku merasa seperti pencuri yang tertangkap basah.
"Ah—ne? apa?" jawabku tergagap yang membuat Jin tertawa kecil.
"Aku membencimu dan juga Hoseok… dan… Yoongi pada masa dulu." Balas Jin hyung secara tiba-tiba. Membuat aku langsung mengkerutkan dahi tidak mengerti. "Tapi, Tae tidak pernah membenci orang…"
Aku hanya bisa diam berpikir. Jadi dia membenciku apa tidak? Kalau iya karena apa? Kalau tidak karena apa juga? Ingin bertanya tapi kurasa lebih baik diam saja.
"Dia selalu berkata 'Hyung, kau lihat bintang itu? Sangat indah bukan?' berteriak kesenangan dan berharap bisa terbang setinggi mungkin untuk menggapai bintang." Kata Jin hyung dengan tangan yang menggapai udara. "Tapi, sampai sekarang… aku tidak mengerti apa keindahan bintang."
"Setiap aku bertanya, dia akan mengatakan 'bintang itu bercahaya… makanya indah.' Tapi, kurasa… bercahaya saja tidak mampu membuat bintang begitu indah…" jelas Jin hyung yang membuat aku membulatkan mulut.
Aku jadi teringat, beberapa minggu yang lalu. Saat itu aku melihat dia menatap langit, kurasa dia hanya memandangi bintang dan mengingat kenangannya dengan Taehyung. Entah kenapa, aku merasa... kisah cinta Jin hyung sangatlah tragis. Dan dia, masih sangat mencintai Taehyung… sangat tampak saat matanya yang memancarkan cinta waktu dia menceritakan soal Taehyung denganku.
"Biar kutunjukkan satu hal." Kata Jin hyung lalu berdiri dari duduknya. Dia langsung mengambil sembarang kayu dan mengetuknya dengan kuat. Setelah itu dia mengeluarkan segumpal air dari bawah tanah. Dengan pelan, air tersebut menutupi seluruh kayu.
"Aku bisa terbang, dengan ini." Gumamnya lalu meloncat ke atas kayu yang sudah di lapisi air dan melayang di atas udara. Sedikit tidak seimbang di awalnya, tapi setelah itu Jin hyung bisa melayang di udara tanpa bergetar sedikitpun.
"Wahh… hebat… hyung berjalan di atas air?" teriakku heboh sambil bertepuk tangan kecil.
"Tidak bodoh, mana ada orang yang berjalan di atas air?!" pertanyaan yang tidak perlu dijawab sebenarnya, cukup membuat aku terdiam. "Teorinya, peri air bisa mengendalikan air. Jadi barang yang terselimuti oleh air seluruhnya bisa kukendalikan. Itu saja… Taehyung yang menciptakan teori ini… dia jenius bukan?" tanya Jin hyung sambil tersenyum tipis.
Senyuman tulus yang sangat jarang dilihat oleh peri lain. Dan bisa kukatakan diriku sangat beruntung dapat melihat senyum tampan seorang 'Mysterious King' di dunia ini.
"Iya, dirinya jenius…" gumamku kecil. Melihat diri Jin hyung yang terbang di atasku sambil melihat bintang.
Membuat aku juga mendongak dan melihat… betapa indahnya… bintang malam ini.
.
.
.
PRANG!
BRUSHH!
"WOAHH! HYUNG!" teriakku kuat saat bola api yang begitu panas lewat begitu saja di samping kepalaku dan membakar habis monster yang ada di hadapanku.
Monster yang kami hadapi kali ini adalah monster yang sangat mirip dengan peri pada umumnya. Tapi bermuka datar, sepertinya monster yang membawa pedang tipis ini hanya mengandalkan pendengaran.
Hoseok hyung yang tidak terlalu mendengarkan hanya terus membakar habis seluruh monster yang lewat. Dan memilih untuk melanjutkan perjalanan lalu meninggalkan beberapa monster yang belum mati.
Aku pun langsung memberi kode dengan yang lain agar memberhentikan aksi menyerang monster yang tidak akan ada habisnya itu dan langsung menyusul Hoseok hyung.
Belok kiri.
Belok kanan.
Jika melihat monster langsung tebas dengan pedang.
Begitu terus hingga berminggu-minggu dan akan beristirahat jika mendapat tempat yang aman. Terkadang aku berpikir bahwa ini semua tidak akan kunjung berakhir. Dan aku mulai kelelahan dengan labirin sialan ini.
Rasanya ingin sekali kembali ke rumah lalu tidur sepanjang hari. Hanya saja… tidak mungkin bukan?
"SAMPAI!" teriak Jimin hyung kuat sambil berhenti di tempat. Membuat kami semua terdiam dan melihat ke arah kiri.
Di ujung sana terdapat sebuah pintu kayu yang sangat besar. Gerbang utama menuju istana kerajaan Vatra.
Senyumku langsung mengembang lebar, Jimin hyung berteriak kesenangan, Yoongi hyung langsung tersenyum tipis sambil mengelus rambut Jimin hyung pelan.
Sedangkan Jin hyun hanya bisa menghela napas kecil dan tersenyum kecil lalu mulai berbelok ke arah kiri dan berjalan santai. Membuat kami semua mengikuti gerakannya dari belakang.
Aku melihat ke arah Hoseok hyung yang juga melihatku.
"Hei…" gumamnya pelan lalu menggenggam tanganku. "Semua akan berakhir." Lanjutnya sambil tersenyum lebar, yang aku sambut dengan tawaku juga.
Jalan kaki menuju gerbang istana sangatlah mudah, begitu juga saat kami membuka gerbang tersebut dan kembali berjalan melewati taman istana yang ternyata masih bagus. Tidak ada kerusakaan sedikitpun yang terjadi di istana kerajaan Vatra.
Saat aku membuka pintu istana, kami semua langsung terdiam.
"Mungkin yang bagus hanya luarnya saja…" gumam Jimin hyung kecil yang membuat aku mengangguk setuju.
Karena di dalam istana semuanya berubah. Istana ini diliputi oleh kegelapan yang sangat mengerikan. Bahkan yang lebih mengerikan lagi adalah, istana ini dipenuhi oleh monster.
Mulai dari goblin hingga monster yang sangat besar. Semua monster yang sudah kami lawan selama perjalanan menuju ke sini, ada di dalam istana yang sudah dipenuhi kegelapan. Membuat aku terpaksa menelan ludah kasar.
Tidak beberapa lama kemudian, beberapa monster mulai terangkat ke udara. Dan tubuh mereka terpecah menjadi beberapa bagian sehingga mengeluarkan darah kental. Aku melihat Jin hyung yang sudah tersenyum kecil, seperti memberi kode yang membuat kami semua mengangguk.
"SERANG!" teriak kami semua berbarengan sambil berlari maju. Menusuk dan menebas siapa saja yang ada di depan kami tanpa belas kasihan.
"JUNGKOOK, HOSEOK, KALIAN BERDUA LANGSUNG KE TEMPAT IBLIS! KAMI AKAN MENYUSUL!" teriak Jin hyung yang membuat aku dan Hoseok hyung mengangguk setuju.
Aku langsung berjalan menuju tangga sambil melewati beberapa monster dengan lincah. Sebelum akhirnya tanganku digenggam oleh peri bersayap hitam legam.
"Kurasa iblisnya ada di tempat singgasana raja." Kata Hoseok hyung kecil dan terus menarik tanganku. Kami berdua berlari dengan sekuat tenaga, menaiki tangga dan Hoseok hyung membakar seluruh monster yang lewat.
Hingga kami sampai di salah satu pintu yang mengeluarkan aura hitam. Hoseok hyung langsung mendobrak pintu itu dengan kuat. Membuat pintu tersebut terbuka lebar dan langsung membuat kami melihat seseorang yang sedang duduk di tempat singgasana raja.
Mata kanan Hoseok hyung berubah menjadi merah, seluruh sayap hitamnya diliputi oleh api berwarna merah menyala. Kurasa Hoseok hyung sudah sangat marah kali ini.
"Oh~~ kalian sudah sampai? Annyeong…" kata orang tersebut lalu berdiri dari duduknya.
Aku yang melihat wajahnya langsung meneguk ludah berkali-kali. Seluruh tubuhku terasa bergetar hebat, karena aura kegelapan yang keluar dari tubuh iblis tersebut sangat terasa.
PLOK
PLOK
PLOK
"Sebenarnya sedikit kecewa kau mendapat bantuan dari teman-temanmu dalam melaksanakan ujian kali ini." Kata Iblis tersebut sambil berjalan mendekat ke arah kami.
Kaki polosnya menginjak karpet merah dengan perlahan, sayap hitamnya mengembang hingga beberapa bulu hitam berjatuhan menghiasi karpet merah tersebut. Kedua matanya yang berwarna merah darah menatap kami tajam dan tak lupa pula seringai yang terbentuk pas di tubuhnya.
"Tapi… kurasa tubuhmu cukup kuat untuk aku gunakan."
"Cih! Diam dan mari berkelahi dasar iblis sialan!" teriak Hoseok hyung kasar sambil mengangkat pedangnya tinggi-tinggi.
"Hahaha, kau mau berkelahi? Denganku? Sadarlah Hoseok… kau akan kalah dalam sekejap." Kata iblis tersebut dan tiba-tiba menghilang begitu saja.
"Kau memiliki kekasih yang manis…"
Aku langsung membeku, suara iblis tersebut terdengar sangat jelas di telingaku. Dan tangan dingin iblis itu menyentuh kedua pipiku dengan kuat. Membuat aku merasa ingin berteriak tapi tertahan di tenggorokan.
"Lepaskan dia! Kau hanya berurusan denganku bukan?!" teriak Hoseok hyung yang membuat iblis itu tertawa tipis. Di belakang daun telingaku.
Membuat aku ingin pingsan saat itu juga. Sebelum akhirnya iblis tersebut menghilang dan kembali muncul di atas tempat duduk singgasana. Dia melayang di udara sambil tersenyum melihat kami berdua.
"Bagaimana kalau kita buat aku sebagai bos terakhir?" tanya iblis tersebut yang membuat Hoseok hyung tertawa kecil.
"Jika kau bos terakhir, maka permainan ini akan mudah di selesaikan." Kata Hoseok hyung lalu mulai terbang di udara.
"Jika kalian berdua bisa menusukku satu kali saja… maka kuanggap kalian menang. Jika tidak bisa, maka tubuh Hoseok untukku. Waktu kalian hanya sampai…" omongan iblis tersebut terhenti.
Dia mengangkat tangan kananya dan tiba-tiba muncul jam pasir yang berukuran sedang. Butiran-butiran pasir hitam mulai turun secara perlahan. Membuat aku langsung memegang pedang dengan kuat dan Hoseok hyung yang sudah bersiap di atas ku.
"Mulai." Gumam iblis itu sambil tersenyum kecil.
Hoseok hyung langsung melesat terbang ke arah sang iblis. Sedangkan aku sudah berlari menuju iblis tersebut dan meloncat tinggi. Sebelum akhirnya, kami berdua terhenti.
Pedangku dan pedang Hoseok hyung sudah berjarak sangat dekat dari perut iblis. Tapi, tubuh kami terhenti. Tidak bisa di gerakkan sama sekali bahkan untuk bernapas sedikitpun rasanya sangat sulit.
Ini…
Pengendalian darah.
Tiba-tiba tubuh kami tertarik ke belakang. Menjauh dari sang iblis dan terhempas di salah satu dinding tebal istana. Membuat aku merasakan sakit yang luar biasa di punggung.
Tapi setelah itu, tubuhku bisa digerakkan kembali. Aku dan Hoseok hyung langsung melihat ke arah kiri dan tertegun menengok Jin hyung yang berdiri dengan tegap.
Jimin hyung dan Yoongi hyung juga diam tidak bergerak di tengah ruangan. Kurasa mereka berdua juga ingin menyerang iblis tapi ditahan oleh Jin hyung. Sedetik kemudian, tubuh Jimin hyung dan Yoongi hyung juga ikut terhempas ke belakang. Meninggalkan Jin hyung yang berdiri tegap dan berjalan dengan perlahan menuju iblis tersebut.
"Kita ketemu lagi…" gumam iblis tersebut sambil tersenyum tipis.
"Kau… masih punya urusan denganku." Jawab Jin hyung dengan sangat tenang. Bahkan aku bisa melihat tidak ada ketakutan sedikitpun yang terpancar dari mata Jin hyung.
"Senang bertemu denganmu lagi… musuh lama. Oh, apa kau akan menyegelku kali ini?" tawa iblis tersebut sambil mendarat di atas karpet merah.
"Tidak… aku akan membuatmu menghilang." kata Jin hyung sebelum akhirnya mengeluarkan pedangnya dan tersenyum tipis. "Karena yang bisa membuatmu menghilang… hanyalah diriku." Sambungnya sambil menggenggam erat pedang tersebut.
"Kalau begitu buktikan."
Sahut iblis tersebut sambil mengeluarkan api di kedua tangannya. Sayapnya yang mengembang langsung terbakar api berwarna hitam pekat dan kedua matanya mengeluarkan kilat amarah.
"Buktikan bahwa kau bisa membuatku menghilang."
Teriak iblis itu dengan tersenyum tipis.
"Buktikan. Kim Seokjin…"
.
.
.
TBC
So~~~ next chap will be the last chap guys… hiks… just 10 chapter…
Sengaja ini aku buat pendek, dan persiapkan diri kalian untuk chapter 10! Bakal panjang koks~~
Aku akan apdet minggu depan. Jadi… ditunggu yah readers kuu!
Balasan review :
GitARMY, udah next koks..
Kumiko ve, bahhahaha jamuran… sini pakai kanesten *bener gak tuh tulisannya…* biar ilang jamur di badan.
Hopiekookie, sep… ditunggu juga yah ending dari the rain of darkness. Muah.
Mphiihopeworld, oi mak… aku penasaran dengan review mu hari ini. Kalau taehyung normal, yoongi kulitnya item, dan jikook beneran jadi… yang ada kiamat mak… kiamat…
Dozhilachika, semua bakal di jelaskan di akhir chapter. So~~ ditunggu yahhh
RAE-asr-jhope, ff hopekook bener-bener mau menghilang dari peradaban. Jarang banget nemu ff hopekook sekarang. Hiks… agak sedikit sedih… love you too
Reiya zuanfu, kalau minta duit yang ada hoseok digampar kookie. Udah seriu-serius malah minta duit. Kan kagak lucu neng… hujan buatan dari si tampan jin… wkwkwk
Kookievit99, semua rahasianya akan dibuka di chap 10 koks. Ditunggu aja nee~~
Natsuka12, sepp, terimakasih sudah menunggu.
Shakinayu, wkwkwkwk… ditunggu yang chap selanjutnya. Bakal apdet minggu depan. Kiss
Cookies, udah next.
Ratryiswari, will you wait for chap 10? I hope you will… gomawo udah menunggu~~ muah.
Ohmyyeol, semua akan dibuka saat chap 10 yah beb.. ditunggu nee~~
YulJeon, ini udah next koks~~
Soo… kalian semua mau kan sabar menunggu hingga sabtu minggu depan? Bakal ada ending yang tak terduga dan membuat kalian semua greget dengan cerita ini. Wkwkwkwk
Mind to review?
Love and peace :3
