Matahari mulai keluar dari persembunyiannya. Sinarnya yang hangat menembus melalui celah-celah jendela dan langsung tertuju kepada wajah gadis yang sedang bergulat dengan selimut dan kasur yang empuk.

"Nghh" lengguhan muncul dari bibir gadis bersurai merah muda karena terusik oleh sinar matahari. Emeraldnya pun mulai menampakkan keindahannya setelah sekian lama bersembuyi dibalik kelopak matanya. Sakura mulai mengerjap-ngerjapkan matanya dan ia segera duduk di ranjangnya sambil memegangi kepalanya yang terasa sakit.

Ketika kesadarannya kembali, ia pun memandangi ke sekelilingnya. Sakura mendapati sebuah kamar yang luas yang tidak pernah ia tempati sebelumnya. Pandangannya pun tertuju kearah jendela besar yang tirainya sudah dibuka. Sakura mendapati siluet sosok perempuan yang sedang memunggunginya.

Wanita itu pun berbalik dan terseyum walaupun tidak terlihat oleh Sakura karena ia membelakangi cahaya.

"Ohayou Sakura" panggil wanita itu. Sakura mengenal suara itu, suara khas ibunya.

"Ibu?" Tanya Sakura berusaha meyakinkan sosok itu adalah ibunya.

Wanita itu pun lalu mendekati ranjang yang sedang Sakura tempati. Wajahnya pun mulai terlihat jelas.

"Aku dimana bu?" Tanya Sakura.

"Kau sedang berada di sebuah kamar." Kata Mebuki.

"Kamar siapa ini?"

"Kamar tamu. Kita sekarang lagi berada di kastil milik Hatake-sama, Sakura" Jelas ibunya.

"Oh" jawab Sakura sambil menganggukan kepalanya.

Mebuki hanya tersenyum lembut kepada buah hatinya ini.

"Ohya ibu, kenapa kepalaku terasa sakit sekali?" Tanya Sakura sambil meringis.

"Apa kau tidak ingat? Semalam kau mabuk, untungnya ayahmu yang membawamu kesini." Kata Mebuki.

Sakura hanya terdiam, ia berusaha mengingat-ingat kejadian semalam. Tapi yang ia ingat hanya kejadian waktu ia berdansa bersama Kakashi. Mengingat hal itu, wajah Sakura merona.

Mebuki melihat wajah anaknya memerah langsung menjadi cemas.

"Apa kau sakit Sakura? Tanya Mebuki cemas.

Sakura gelagapan mendengar pertanyaan itu. "Ah… t-tidak bu."

"Ya sudah, cepat mandi sana! Raja dan keluarganya menunggumu untuk sarapan" perintah Mebuki.

"Baiklah" jawab Sakura. Ia segera melesat ke kamar mandi. Setelah 15 menit kemudian, Ia pun keluar dari kamarnya dengan mengenakan dress berwarna putih gading, dengan aksen ikat pinggang kecil. Rambutnya ia biarkaan tergerai sehingga membuat penampilannya terlihat sangat menawan

Ibunya sudah pergi meninggalkannya ke ruang makan. Karena ia tidak tahu dimana ruang makannya, akhirnya ia memutuskan untuk meminta bantuan pelayan di kastil itu untuk mengantarnya.

Sakura dan pelayan itu akhirnya sampai di sebuah ruang makan. Pelayan tersebut membungkukkan badan dan pergi menjauh. Sakura hanya berdiri mematung tidak jauh dari meja makan. Semua pandangan tertuju padanya apalagi pandangan dari sosok pria bermata heterokromia itu.

"Sedang apa kau berdiri disana? Ayo kesini nak." Kata Kizashi. Sakura hanya mengangguk pelan dan kemudian berjalan menuju sebuah kursi di samping Mebuki.

"M-maaf sudah membuat kalian lama menunggu." Kata Sakura sambil tersenyum kikuk.

"Hm tidak apa-apa Saku-chan" kata Sakumo tersenyum lembut.

"Haha pasti gara-gara semalam. Kau sangat payah Saku-chan. Baru minum 2 gelas aja udah mabuk." Kata Yuki yang memegangi perutnya karena sakit lantaran menahan tawa.

"Hhhh… kau 'kan tau kalau aku baru pertama kali minum minuman seperti itu." Kata Sakura sambil menggembungkan pipinya.

Semuanya tertawa kecuali pria yang duduk di depan Sakura yang setengah mati menahan tawanya. Tahu kah kau Sakura Kakashi sedari tadi memperhatikanmu?

Acara sarapan pun sudah usai. Sakura sedang berada di sebuah taman yang sangat indah. Ia mendudukan dirinya di sebuah kursi panjang yang terdapat di pinggir sebuah danau di area kastil tersebut.

"Boleh aku duduk disini?" Terdengar suara baritone. Sakura pun menoleh kea rah sumber suara itu.

"Ah silahkan" jawab Sakura dengan canggung.

"Hm, benarkah hari ini kau akan ke Tokyo?"

Sakura hanya menganggung pelan sebagai jawabannya.

"Berapa lama kau akan disana?"

"Mungkin cuma 2 hari saja"

"Oh… kau mau?" Tanya Kakashi sambil menyodorkan minuman kaleng kepada Sakura.

"Ah tidak terima kasih" jawab Sakura dengan tersenyum kikuk.

Kakashi hanya menatap Sakura dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Oh ya Kakashi-sama, aku harus bersiap-siap untuk pergi" kata Sakura yang kemudian langsung bangkit dari bangku taman sambil membungkuk dan langsung melenggang pergi. Baru beberapa langkah Sakura berjalan, tiba-tiba suara baritone Kakashi menghentikan langkahnya.

"Sakura" panggil Kakashi. Merasa di panggil, Sakura berhenti dan membalikkan badannya.

"Ada apa Kakashi-sama?"

"Tolong jangan panggil aku dengan suffix-sama. Cukup dengan suffix-kun saja"

"Ehh… Baiklah Kakashi-sama, maksudku Kakashi-kun" jawab Sakura pelan. Kakashi tersenyum lembut kepada Sakura.

"Baiklah Kakashi-kun, aku pergi dulu" kata Sakura, ia pun berbalik dan melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti oleh Kakashi.

.

.

.

To : Ino

'Pig, jemput aku di bandara Tokyo sekarang!'

Lalu Sakura mengklik tombol send di ponselnya. Setelah menunggu beberapa saat, ponselnya bergetar menandakan adanya pesan masuk.

From : Ino

'baiklah tunggu aku disana'

Gadis bersurai pink ini memasukkan poselnya ke dalam tas jinjing dan mencari tempat duduk yang sudah tersedia di area bandara. Kemudian ia mendudukkan dirinya yang sangat lelah akibat perjalanan lama yang sangat menguras energinya.

"Sakuraaa!" panggil gadis pirang itu sambil melambai-lambaikan tangannya supaya sakura dapat menemukan sosok dirinya.

Merasa dipanggil Sakura menolehkan kepalanya kearah sumber suara, ia mendapati sosok sahabatnya yang melambai-lambaikan tangannya dengan tersenyum lebar. Ino pun berjalan mendekati Sakura.

"Jidat, I miss you" kata Ino sambil memeluk Sakura. Gadis bermata emerald ini pun membals pelukan Ino.

"Kau sangat berlebihan seklai, pig" kata Sakura sambil melepaskan pelukannya.

"Kemana mayat hidup itu?" Tanya Ino yang merasa Sai tidak datang bersama Sakura.

"Nanti dia akan menyusul, kau tenang saja pig"

"Kenapa dia tidak datang bersamamu?"

"Dia ada urusan mendadak. Ehmm… apa kau merindukannya juga?" goda Sakura.

"Ah tidak-tidak yang benar saja" bantah Ino dengan semburat merah menghiasi pipinya.

"Beneran nih?"

"Ah sudahlah, lebih baik sekarang kita ke rumahku saja" Ino mencoba mengalihkan pembicaraan.

"Baiklah, kebetulan aku sangat lelah sekali" kata Sakura sambil memijit-mijit pelan pundaknya.

"Ayo!"

.

.

.

Keesokan harinya.

"Hei jidat, aku pantas memakai baju yang mana?" Tanya Ino sambil memilah-milih dress yang akan dikenakannya.

"Hmm, mungkin yang warna biru. Soalnya cocok dengan iris matamu" jawab Sakura enteng.

"Baiklah, aku akan memakai dress itu" jawab Ino dengan menunjuk kea rah dress selutut berwarna biru yang tergeletak di atas ranjangnya.

"Hei jidat! Kenapa kau belum juga bersiap-siap hah? Ini sudah hampir pukul 7 malam. Sebentar lagi acarnya dimulai."

"iya-iya sebentar lagi. Lagipula aku tidak berdandan lama sepertimu"

"Apa katamu?" Ino mulai berang. Sahabatnya ini memang sangat frontal kalau bicara.

"Haha hanya bercanda Ino-pig" kata Sakura sambi senyum dipaksakan.

.

.

.

Sakura dan Ino turun dari taksi. Mereka sekarang berada di sebuah gedung mewah tempat dimana acara perpisahan siswa KHS kelas berlangsung. Ternyata acara sudah dimulai 15 menit yang lalu.

"Ini gara-gara kau, pig! Lama sekali dandannya tadi" rutuk Sakura kepada sahabat pirangnya ini.

"Hm… maaf, jidat" ujar Ino.

Mereka berdua pun duduk di kursi tamu paling belakang.

"Baiklah, mari kita saksikan penampilan selanjutnya dari Uchiha Sasuke. Please Welcome!" kata pembawa acara yang diketahui bernama Tenten.

Sorak sorai riuh gemuruh terdengar ketika Sasuke berjalan ke atas panggung.

"Sasuke-kun!"

"Huaaaa"

"I love u Sasuke-kun!"

Jeritan dari fansgirl Sasuke sukses membuat Hinata kesal.

Sasuke mulai memainkan gitar akustiknya dan mulai melantunkan lirik sebuah lagu ciptaannya sendiri.

Since the day, I never see your face anymore

Where are you now baby

Do you know I'v feel so lonely since the day

The day that you left me

I know I'm stupid

I let you go

I know your heart breaks

Please stop this pain

Please stop this tears

Please stop this sad story

Story about our love break

I'm sorry

Please come back to me

I promise I'll never hurt your heart

Please hear this song

I promise I'll do anything to make you believe

That I love you

I love you

Semua yang ada di dalam gedung tersebut bertepuk tangan. Sosok yang mereka anggap dingin dan tidak berperasaan itu menyanyikan sebuah lagu galau dengan sangat menghayati makna dari setiap liriknya. Apalagi dengan ekspresi Sasuke yang terlihat sangat berbeda. Matanya sayu, tak setajam dulu lagi.

"Waw penampilan yang luar biasa dari Uchiha Sasuke." Puji Tenten.

Sasuke kembali ke tempat duduknya lagi dengan gontai. Sewaktu ia menyanyi, onyx miliknya tidak menemukan gadis berambut merah muda. Gadis yang sangat ia rindukan.

"Ehm baiklah, penampilan selanjutnya yaitu dari Haruno Sakura, please welcome! Kata Neji Hyugaa.

Sakura dan Ino saling bertatapan.

'What the hell' inner Sakura. Kenapa harus dia?

Dengan berat hati Sakura berjalan menuju panggung. Ia sadar semua mata tertuju padanya. Tangannya menjadi dingin karena efek dari kegugupannya. Walaupun begitu, ia sangat pandai menyembunyikan ekspresi kegugupannya.

Kedua onyx milik Sasuke membulat tatkala melihat gadis yang sangat ia rindukan hadir di acara itu.

"Hm Sakura, sebenarnya ini adalah keinginan dari Tsunade sensei. Ia sangat ingin mendengarkanmu menyanyi" kata Neji yang seolah mengerti akan kebingungan Sakura.

"Baiklah" ujar Sakura sambil menuju kearah piano. Ia pun menekan tuts piano dengan jari lentiknya sehingga mengeluarkan melodi-melodi yang akan mengiringinya bernyanyi.

Oh no, no, no, no

If love was a bird
Then we wouldn't have wings
If love was a sky
We'd be blue
If love was a choir
You and I could never sing
Cause love isn't for me and you

Sakura sangat menghayati lagu itu. Lirik demi lirik ia lantunkan.

If love was an Oscar
You and I could never win
Cause we can never act out our parts
If love is the Bible
Then we are lost in sin
Because its not in our hearts

Setiap liriknya mewakili semua perasaannya.

So why don't you go your way
And I'll go mine
Live your life, and I'll live mine
Baby you'll do well, and I'll be fine
Cause we're better off, separated

Gadis bermata emerald itu hanya berharap yang terbaik untuk mereka.

If love was a fire
Then we have lost the spark
Love never felt so cold
If love was a light
Then we're lost in the dark
Left with no one to hold

Sakura sangat menyadari semua perbedaan diantara diri mereka.

If love was a sport
We're not on the same team
You and I are destined to lose
If love was an ocean
Then we are just a stream
Cause love isn't for me and you

Sebuah perbedaan yang sangat sulit untuk disatukan.

So why don't you go your way
And I'll go mine
Live your life, and I'll live mine
Baby you'll do well, and I'll be fine
Cause we're better off, separated

Dan ia harus merelakan cinta pertamanya pergi ke lain hati.

Boy I know we had some good times
It's sad but now we gotta say goodbye
Boy you know I love you, I can't deny
I can't say we didn't try to make it work for you and I
I know it hurts so much but it's best for us
Somewhere along this windy road we lost the trust
So I'll walk away so you don't have to see me cry
It's killing me so, why don't you go

Sakura sangat mencintai pemuda itu, tapi ia harus melepaskannya. Walaupun gadis itu tahu ini akan menyakiti dirinya sendiri. Tapi Sakura percaya ini adalah keputusan terbaik untuk diri mereka.

So why don't you go your way
And I'll go mine
Live your life, and I'll live mine
Baby you'll do well, and I'll be fine
Cause we're better off, separated.

Ya, perpisahan adalah jalan yang terbaik bagi mereka.

Ia bernyanyi dengan sangat bagus sampai dentingan nada terakhir dari tuts piano yang ia tekan. Sontak semua yang ada di gedung tersebut bertepuk tangan. Berbeda dengan gadis bermata lavender itu, ia hanya menatap dengan penuh kebencian. Sementara pemilik onyx yang duduk disebelahnya, hanya tersenyum menahan rasa sakit. Entah kenapa ia merasa kalau lagu itu ditujukkan untuknya. Tapi walaupun begitu ia sangat senang karena dapat melihat gadis berambut seperti bunga di musim semi itu kembali.

.

.

.

Naruto, Hinata dan Sasuke berjalan-jalan di sekeliling gedung itu hanya untuk mengusir rasa bosan yang tercipta. Tiba-tiba mata sapphire itu melihat dua sosok perempuan yang membelakangi mereka. Walaupun begitu, Naruto tahu siapa kedua sosok tersebut.

"Sakura-chan, Ino-chan!" panggil Naruto yang tidak hanya membuat orang yang dipanggil menoleh tapi teman disampingnya pun menoleh.

Sesaat onyx dan emerald bertemu pandang. Terselip perasaan yang mendalam dari tatapan kedua insan itu. Sakura tersadar bahwa dirinya tidak boleh mentap pemuda itu lama-lama karena semakin lama ia mentap Sasuke semakin besar luka yang ia rasakan. Apalagi sasuke sekarang sudah menjadi milik Hinata. Buru-buru ia membuang muka kearah lain.

Naruto merasakan hawa yang tidak enak menyelimuti mereka. Suasana yang tercipta begitu sangat canggung.

"Apa kabar Sakura-chan? Lama tidak bertemu. Kau kemana saja selama ini?" Tanya Naruto sambil menunjukkan cengirannya.

"Ah aku baik-baik saja. Oh aku kemarin ada urusan penting" jawab Sakura dengan senyum yang dipaksakan.

"Maaf semuanya, aku harus pergi" kata Sakura sambil melihat jam tangannya.

"Hei Sakura-chan kau mau kemana?" Tanya Naruto.

Sebenarnya Sasuke sangat ingin menghentikkan Sakura tapi kembali tenggorokkannya tercekat ketika hendak mengeluarkan suaranya.

'Kau mau kemana Sakura?' Tanya Sasuke dalam hati. Ia ingin sekali mengeluarkan suaranya tapi tenggorokannya tercekat.

"Sasuke bisakah kita bicara sebentar. Ada sesuatu yang ingin aku ungkapkan" kata Ino dingin.

Sasuke pun mengangguk dan berdiri dari sofa. Tiba-tiba Hinat juga ikut bangkit dari duduknya.

"Hanya berdua" kata Ino. Seketika itu pun Hinata duduk kembali dengan wajah cemberut.

Mereka pun keluar rumah. Tepatnya mereka sekarang duduk di teras.

"Apa kau tahu siapa Sakura yang sebenarnya?" Tanya Ino dingin.

"…" Sasuke hanya terdiam. Dia bingung kenapa Ino menanyakan hal sebodoh itu dengannya.

"Ehm kau tidak tahu kan Sasuke. Selama ini Sakura selalu kau anggap sebagai manusia biasa kan? Kau salah Sasuke. Dia adalah seorang vampir."

Sasuke sangat shock atas pernyataan Ino yang menyatakan kalau selama ini orang yang sangat dicintainya adalah seorang vampir.

"Apa kau tahu betapa tersiksanya ia menjadi seorang vampir hah?" Tanya Ino yang matanya mulai berkaca-kaca.

"Kau bohong Ino. Dia bukan seorang vampir. Buktinya dia tidak takut dengan sinar matahari. Kau jangan mengada-ada Ino" bantah Sasuke.

"Memang dia tahan dengan sinar matahari karena ia meminum ramuan suapaya dia tidak terbakar dibawah teriknya sinar matahari. Kau tahu setiap dia meminum ramuan itu setiap itu pula resiko akan jantungnya yang melemah akan meningkat."

"Untuk apa dia melakukan hal itu hah? Dia sangat bodoh" kata Sasuke.

"Ya dia memang bodoh. Ia melakukannya hanya untuk menjadi manusia, Sasuke. Betapa tersiksanya dia disaat dia merasa sangat kehausan tapi disisi lain dia tidak ingin meminum darah manusia sampai habis yang menyebabkan manusia itu mati seketika." Kata Ino. Matanya mulai meneteskan airmata.

"…"

"Kau tahu apa penyebab dia datang ke Jepang dan bersekolah di KHS?" Tanya Ino lirih.

"…"

"Ada syarat yang harus dipenuhi olehnya untuk menjadi manusia. Yaitu dia harus meminum darah dari manusia yang dikutuk menjadi vampir sebelum umur orang itu 18 tahun. Orang yang terkena kutukan itu akan berubah menjadi vampir di saat umurnya mencapai 18 tahun. Dan orang itu adalah kau Sasuke Uchiha."

"Aku?" Sasuke tidak percaya dengan omongan Ino.

"Ya kau orangnya. Dulu kakek moyangmu yang bernama Uchiha Madara melakukan perbuatan terlarang. Yaitu menikahi seorang manusia. Manusia itu bernama Kurenai. Kurenai memang seorang perempuan yang sangat cantik sehingga membuat Madara sangat ingin menikahinya. Mereka saling mencintai dan akhirnya menikah walaupun mereka di tentang oleh sebagian besar kaum vampir. Dan akhirnya raja vampir yang bernama Sakumo Hatake mengutuk mereka. Walaupun begitu mereka tidak peduli. Sampai akhirnya ibumu, Uchiha Mikoto meninggal karena melahirkanmu. Ayahmu, Uchiha Fugaku pun menyadari kutukan itu menjadi kenyataan. Walaupun kau dikutuk berubah menjadi vampir pada saat sehari setelah usiamu menginjak 18 tahun tapi ayahmu tetap menyayangimu karena ibumu berpesan sebelum menghembuskan nafas terakhirnya kalau ia harus menyayangimu walau apapun yang akan terjadi padamu kelak." Kata Ino panjang lebar.

"Darimana kau tahu Ino?" Tanya Sasuke tidak terima.

"Sai, dia memberitahuku tentang semuanya. Dia adalah seorang vampire juga sama seperti Sakura."

"Tidak mungkin. Katakan kalau kau hanya bercanda kan Ino?" kata Sasuke sambil mengguncang-ngguncangkan tubuh Ino. Ino hanya tersenyum miris melihat Sasuke dan langsung menepis kedua tangan Sasuke yang sedang berada dibahunya.

"Itu memang benar Sasuke. Kalau kau tidak percaya tanyakan saja pada ayahmu"

"…"

"Kau tahu Sasuke, ia sangat menantikan hal itu saat impiannya berubah menjadi kenyataan. Ia sudah sangat lama menunggu hal itu terjadi bahkan sampai beratus tahun ia tetap menunggu. Perasaan cinta pun membuatnya terjebak. Di satu sisi ia ingin menjadi manusia tapi di sisi lain ia tidak ingin menyakitimu Sasuke. Tapi perasaannya hancur seketika saat kau mengetahui kau hanya memepermainkannya. Dan kau lebih memilih perempuan yang tidak punya harga diri itu. Di saat itulah ia mulai putus asa. Kesempatannya perlahan-lahan mulai menghilang. Apa kau tahu penyebab dia tidak masuk sekolah selama seminggu kemarin? Itu semua gara-gara kau. Hatinya terlalu sakit untuk bertemu denganmu Uchiha Sasuke!" kata Ino sambil menunjuk-nunjuk wajah Sasuke dengan menahan emosi.

"Kau telah menghancurkan hidupnya Sasuke!"

Sasuke hanya terdiam menunduk. Ia merasa sangat sakit di dadanya.

"Bisakah kau beri tahu kemana dia akan pergi?" Tanya Sasuke pelan.

"Tch Untuk apa kau menanyakannya? Apa kau ingin kembali menyakitinya hah? Aku tidak akan memberi tahumu tuan Uchiha." Jawab Ino.

"Aku mohon Ino, aku hanya ingin menebus semua kesalahanku padanya. Tolong bantu aku." Kata Sasuke.

.

.

.

"Sasuke-kun kau mau kemana?" Tanya Hinata. Tapi Sasuke tidak menghiraukan pertanyaan dari gadis itu. Hinata berniat untuk mengejar Sasuke tapi sebuah tangan kekar menariknya ke dalam pelukan pemuda itu.

"Na-naruto apa yang kau lakukan?"

"Berhentilah mengejarnya Hinata, dia tidak mencintaimu sama sekali."

"Apa yang kau bicarakan Naruto?!" Hinata mulai berontak dan dengan terpaksa naruto melepaskan pelukannnya.

"Dia sama sekali tidak pantas untukmu"

Plakkk

Sebuah tamparan mendarat di pipi Naruto. Pemuda jabrik itu memegangi bekas tamparan di pipinya dengan mata yang sayu. Tamparan itu tidak begitu menyakitkan dibandingkan dengan sakit hatinya.

Hinata berbalik dan ingin pergi menjauhi Naruto. Tapi malah Naruto memeluk Hinata dari belakang.

"Ku mohon jangan pergi" pinta Naruto kepada gadis berambut indigo itu.

"…"

"Hanya aku yang pantas untukmu. Bukan dia. Dia hanya selalu menyakitimu."

"…"

"Lupakanlah dia. Bukalah hatimu untukku Hinata. Aku berjanji, aku akan selalu membahagiakanmu."

Cairan bening mulai membahsahi kedua pipi Hinata. Ia terisak pelan. Hatinya sangat sedih mengingat cintanya hanya bertepuk sebelah tangan.

"Menangislah Hinata. Aku berjanji, ini adalah tangisan terakhirmu, karena aku tidak akan pernah membuatmu menangis lagi"


Bersambung...

Arigatou gozaimasu :)

balesan review

hanazono yuri : bukan cinta segitiga lagi senpai tapi cinta segi 5 :D ini udah update

Fran Fryn Kun : jangan sedih gitu dong, ini udah dibuat adegan romance nya NaruHina. Mereka akhirnya jadian tapi...tapi author mintak maap kalo kurang memuaskan

Nina317Elf : ini udah author buat agak panjang ch 9 nya :D

mako-chan : ih ternyata mako-chan sadis juga ya... atuutttt :p

shawol21bangs : haha maapkan author, author gak bisa buat scene SasuSaku yang romance nya. Soalnya susah banget, mengingat Sasu dan Saku itu sama-sama memiliki sifat dingin dan irit bicara. haha untuk typo, iya maapkan author yah, author janji akan ngecek dulu sebelum publish.

Aysakura : ya kakashi disini juga berada di antara hubungan sasusaku

Saras SasuSaku-chan : hmm kaka gak berantem melawan sasu. tapi...(eits rahasia)

The aquamarine girl24 : ini udh di update

JJU : haha bener tuh, emang cocok mereka berdua. sama-sama punya rambut yang lembut *author ngiri

Once again Arigatou Gozaimasu buat yag udah baca dan review :D