UZUMAKI BORUTO.
A Naruto High School DxD Fanfiction.
By Keris Empu Gandring.
•••••
Rate :: M (untuk kekerasan dan kata yang kurang/tidak pantas untuk diucapkan).
•••••
Jangan merasa sungkan untuk memberikan Review (^,~)
•••••
Warning :: AU, OOC, dan kekurangan lainnya.
•••••
Namaku adalah Uzumaki Boruto ... Aku hanyalah seorang remaja biasa dengan kehidupan yang biasa-biasa saja.
Satu-satunya hal yang tidak biasa dalam kehidupanku hanyalah aku mampu mempertahankan hidupku bersama adik perempuanku di Kota besar seperti Tokyo. Meski tidak punya siapa-siapa, karena sudah ditinggal ke dua orang tua kami sejak kecil.
Ya ... Hanya itu ...
Tapi, semua kehidupan normal itu musnah saat orang-orang aneh bersayap mulai datang dalam kehidupanku dan adikku.
Ditambah lagi, seorang gadis cantik bersurai merah yang memiliki gangguan jiwa, datang padaku dan memintaku menjadi budaknya!.
UZUMAKI BORUTO.
A Naruto High School DxD Fanfiction.
By Keris Empu Gandring.
•••••
Chapter 9 :: Musuh yang Sebenarnya!.
•••••
Blaaarrrrr!.
Seorang pemuda bersurai pirang terlempar dengan kerasnya, setelah menabrak dan menghancurkan Dinding Mansion Bael. Dia adalah Uzumaki Boruto, pemuda yang belum lama ini menjadi Iblis dalam Kerajaan Rias Gremory. Namun begitu banyaknya masalah yang tak terduga, membuat Boruto pada ahirnya, harus bertarung dengan Saiarogh dan Dunia Bawah itu sendiri.
"Ugh!" Boruto melengkuh merasakan nyeri di Tubuhnya. Saat ini pemuda pirang itu kembali mencoba berdiri setelah beberapa saat lalu terlempar sedemikian rupa oleh hantaman sang penguasa Bael.
Saiarogh sendiri saat ini terlihat terbang disekitar Boruto, mencoba memposisikan dirinya agar Boruto tetap dalam jangkauan seranganya. Dan saat itulah, sebuah Lingkaran Sihir raksasa yang muncul di Langit Dunia Bawah, membentuk sebuah prokeysi dari sosok wanita cantik.
"Saya adalah Ratu dari Kerajaan Beelzebub. Dan saat ini saya akan menyampaikan sebuah informasi penting" suara yang menggema dari proyeksi sang Ratu kerajaan Beelzebub mulai terdengar. Dan secara tidak langsung, menghentikan semua aktifitas Iblis di Dunia Bawah. Semua!. Tidak terkecuali Iblis Rendahan atau sekelas Bangsawan sekali pun. Mereka dengan seksama memberikan perhatianya pada ucapan sang Ratu Beelzebub.
Termasuk Boruto dan Saiarogh yang sedang bertarung.
"Saat ini Dunia Bawah sedang dalam keadaan genting. Salah satu Maou, Fallbium Asmodeus terluka parah hingga tak sadarkan diri. Ditambah dua Bangsawan Kelas Atas, Ashura dan Hinata Otsutsuki, juga sudah dipastikan musnah ... Dan menurut informasi yang kami dapat, pelaku penyerangan ini adalah Sirzech Lucifer dan Boruto Uzumaki!"
"Mereka melakukan kerja sama untuk melakukan sebuah kejahatan besar pada Dunia Bawah. Lalu masalah lainya yang tak kalah genting adalah, kami kehilangan kontak dengan Mantan Gubernur Malaikat Jatuh, Azazel. Kemungkinan besar Azazel-Dono juga menjadi korban Sirzech dan Boruto!"
"Karena itu, saya sebagai Ratu yang membawa nama besar Maou Beelzebub memerintahkan kepada setiap Bangsawan Kelas Atas untuk memperkuat penjagaan kalian, dan melakukan hukuman eksekusi mati pada dua Iblis Pembangkang bernama Sirzech Lucifer dan Uzumaki Boruto!"
Setelah selesai dengan ucapanya, Lingkaran Sihir raksasa yang menampilkan proyeksi dari Ratu Beelzebub menghilang. Namun tidak semua Bangsawan Iblis memprcayai berita ini, ada sebuan pertanyaan besar dalam benak mereka. Benarkah Sirzech melakukan itu?. Dan Saiarogh termasuk diantara Iblis Bangsawan yang menyangsikan informasi ini. Tentu saja, ini terlalu aneh untuknya.
Beberapa saat lalu dia baru saja bertemu dengan sang Lucifer, lalu dengan Mata Kepalanya sendiri, penguasa Bael itu melihat betapa bencinya Boruto pada Sirzech. Dan ia yakin jika itu bukanlah sebuah akting. Lalu bagaimana bisa mereka bekerja sama untuk menghancurkan Dunia Bawah?. Sebelum Saiarogh mengungkapkan pemikiranya, suara Boruto terlebih dahulu terdengar.
"Ck!. Jangan bercanda ... Mana mungkin aku mau bekerja sama dengan Iblis sepertinya!" umpat Boruto.
"Untuk menghancurkan Dunia Bawah, kekuatanku sendiri sudah cukup!. Aku tidak memerlukan kekuatan Iblis yang membunuh kedua orang tua, dan yang menculik adikku!" teriak Boruto dengan penuh kebencian. Berusaha menjelaskan sesuatu pada proyeksi Ratu Beelzebub yang mulai menghilang dalam ketiadaan.
"Apa maksudmu?" tanya Saiarogh. Ya ... Saiarogh Bael cukup penasaran dengan ucapan Boruto. Namun Bukan jawaban, melainkan sebuah tatapan tajam yang penuh dengan intimidasi yang didapat Saiarogh.
"Apa perdulimu?. Tidak akan ada gunanya kau tahu!" desis pemuda bersurai pirang itu. Aura Iblis pekat bercampur Chakra yang menguar dari Tubuhnya, kini semakin membesar. Jauh lebih besar dari apa yang diperlihatkan Boruto tadi.
'Masih bisa bertambah?!. Sebenarnya sampai dimana batas kekuatan orang ini?!' batin sang Bael dalam keterkejutanya, saat melihat pancaran kekuatan Boruto yang terus bertambah. Keringat dingin mulai keluar tanpa bisa dicegah Saiarogh, seraya lebih meningkatkan kewaspadaanya lagi.
Bats!.
Dengan kecepatan yang gilanya, Boruto tiba-tiba saja sudah berada disamping Saiarogh. Sebuah tendangan memutar meluncur dengan bebasnya ke Perut sang Bael. Tidak bisa merespon kecepatan tendangan Boruto, Saiarogh harus rela Perutnya terkena tendangan Boruto. Dan membuatnya terlempar, namun serangan Boruto belum selesai.
Dengan kecepatan yang sama, Boruto kini sudah berada diatas Tubuh Saiarogh yang terdorong akibat tendanganya tadi. Penguasa Bael itu benar-benar terlihat terkejut, bagaimana tidak, kecepatan yang pemuda bersurai pirang perlihatkan itu benar-benar gila. Apalagi saat ini sebuah Bola spiral yang terbuat dari campuran Chakra dan Aura Iblis sudah menghiasi Tangan kirinya. Siap untuk menghantam Saiarogh kapan pun.
"Rasengan!" desis Boruto.
Bang!.
Serangan Boruto sukses mendarat di Perut Saiarogh yang tertutup Armor Telos Karma. Meski terlindungi Armor dari bentuk Balance Breaker salah satu dari ke 13 Longinus, dan Touki yang tebal, nyatanya Rasengan Boruto tetap mampu memembusnya dan memberikan Saiarogh luka dalam. Dan untuk kedua kalinya, Saiarogh harus rela terlempar hingga membentur Tanah, menciptakan sebuah kawah besar disana.
Saiarogh terkapar di Tanah dengan Nafas tersengal-sengal, Armor Telos Karma mulai menghilang dan kembali menjadi sosok bocah bertopeng, karena tidak bisa lagi mempertahankan bentuknya sebagai Armor. Sementara Boruto kini berdiri disamping kawah, menatap dua sosok yang tak berdaya itu. Aura Iblis bercampur Chakra secara perlahan mulai menghilang hingga ahirnya kembali normal.
"Selesai ..." gumam pemuda bersurai pirang itu, seraya mulai melangkahkan Kakinya meninggalkan Saiarogh. Namun baru satu langkah, Boruto sudah kehilangan keseimbanganya. Membuat pemuda bersurai pirang itu jatuh kebelakang, hingga ahirnya terkapar bersama Saiarogh dan Telos Karma dalam sosok bocah bertopeng.
"Ugh ... Sepertinya penggunaan Chakra merusak Organ dalamku" gumam Boruto merasakan nyeri dalam Tubuhnya. Yap, seperti yang dikatakan pemuda pirang itu. Boruto mendapatkan kekuatan Ninja dengan cara yang instan tanpa sedikit pun latihan. Jadi wajar saja jika Tubuhnya yang sudah menjadi Iblis sekali pun tidak bisa menahan kekuatan sebesar itu.
"Bagaimana bisa kau mendapatkan kekuatan itu?. Jutsu tadi ... Aku yakin itu adalah Jutsu dari Otsutsuki Ashura?!" Saiarogh mengatakan itu disela nafasnya yang tersengal-sengal. Namun Boruto masih enggan untuk menjawab pertanyaan salah satu dari Iblis Bangsawan Murni itu.
"..."
UZUMAKI BORUTO.
A Naruto High School DxD Fanfiction.
By Keris Empu Gandring.
•••••
"Berterimakasihlah padaku, karena berkat aku kau selamat" seorang pemuda bersurai perak mengatakan itu dengan nada bangga didepan sosok santai mantan Penguasa Grigori. Ya ... Orang itu adalah Azazel. Malaikat Jatuh yang beberapa saat lalu difonis mati oleh Hades, sang penguasa Alam Kematian.
"Ck!. Bukan saatnya untuk itu ... Saat ini Dunia Iblis sedang dalam masalah. Kita harus segera kesana sebelum Dunia Bawah Hancur" ucap Azazel mengabaikan aksi penuh bangga dari sosok si Rambut perak.
"Vali, perintahkan kelompokmu untuk bergerak" lanjut sang mantan Gubernur Malaikat Jatuh itu.
"Aku sudah melakukanya dari tadi. Arthur dan yang lainya kurasa sudah sampai saat ini" jawab pemuda bersurai perak itu, yang ternyata bernama Vali. Sosok Manusia setengah Iblis yang membawa Darah Lucifer murni, juga salah satu Sacred Gear Longinus macam Devide Deviding.
"Kau memang bisa diandalkan, Vali" ucap Azazel dengan penuh kebanggan dengan instuisi yang diperlihatkan Vali. Namun saat Azazel mulai menggerakan Tubuhnya, Vali dengan cepat melarang Malaikat Jatuh itu.
"Kau masih belum boleh bergerak. Racun Shamael yang digunakan Hades belum sepenuhnya menghilang. Meski kau Bukan seorang Naga, Racun Shamael tetaplah berbahaya!. Jadi ... Kau belum boleh keluar dalam Gelembung ini!" ucap sang Hakuryuukou. Yap. Jika diperhatikan lebih teliti lagi, sosok Azazel memang terlihat diselubungi Gelembung.
"Heh. Apa Gelembung ini adalah salah satu kekuatan Devine Deviding yang kau kembangkan?. Sepertinya benda itu mulai terlihat lebih praktis saja" komentar Azazel. Dan seperti yang diucapkanya, Gelembung itu hasil dari kemampuan Albion. Dengan itu, Vali mencoba membagi Racun Shamael hingga ahirnya sepenuhnya hilang.
Namun karena Racun yang dibagi adalah Racun yang bahkan berbahaya bagi Naga itu sendiri, Prosesnya menjadi cukup lambat. Kurang teliti sedikit saja, bisa-bisa nyawa Vali Lucifer ini ikut melayang!.
"Kau terlalu santai, Malaikat Jatuh!. Aku sedang mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkanmu!" Vali mendesis seraya meninggalkan Azazel. Namun sebelum benar-benar ditelan Lingkaran Sihirnya, Pemuda bersurai perak itu menunjukan sesuatu pada Azazel.
"Kau harus mengganti benda itu. Kau menghabiskan banyak sekali!" ucap Vali seraya menunjuk kumpulan Botol kecil berjumlah delapan buah, yang sudah kosong. Azazel cukup terkejut saat melihat Botol itu, tapi sebelum dia menanyakan bagaimana bisa Vali mendapatkan benda ini, si Hakuryuukou ini sudah lenyap ditelan Lingkaran Sihir Teleportasi.
"Ck!. Darimana dia bisa mendapatkan Air Mata Phoenik sebanyak itu?!" gumam Azazel.
Kawasan Mansion Bael.
Saat ini, ditempat itu sudah terlihat sangat genting. Ratusan Grim Reaper yang dipimpin salah satu Panglima besar Pasukan Hades datang menyerang Kerajaan Bael. Disetiap sudut dari daerah kekuasaan Bael terjadi pertarungan, antara Iblis-Iblis dari Clan Bael, melawan Grim Reaper. Dan situasi ini membuat Boruto dan Saiarogh harus rela bekerja sama untuk bertahan hidup dari gempuran Grim Reaper.
Ya ... Tubuh mereka yang sudah terluka cukup parah, membuat Saiarogh atau pun Boruto harus melepaskan ego mereka masing-masing, jika tidak mau berahir dengan kematian.
"Sabit itu ... Kau pasti bocah bernama Uzumaki Boruto. Bocah rendahan yang berani memakai Senjata Sabit milik Pluto!" ucap sang Panglima dari pasukan Grim Reaper yang melakukan penyerangan pada kerajaan Bael.
"Berikan Sabit itu. Kau sama sekali tidak pantas untuk memakainya!" desis sang Grim Reaper itu lagi dengan suara khasnya. Yang terdengar samar bagai desiran Angin.
"Huh!. Sebenarnya aku malas berbagi informasi denganmu, tapi ..."
"Berhati-hatilah. Dia adalah Jupiter, salah satu dari Grim Reaper kebanggaan Hades. Panglima dengan pangkat ke lima dari sembilan petinggi kerajaan Hades!" ucap Saiarogh, sedikit mengingatkan Boruto tentang sosok Grim Reaper yang saat ini mereka hadapi.
"Huh!" hanya itu yang keluar dari Mulut Boruto untuk menanggapi ucapan Saiarogh. Jujur saja. Sampai saat ini, Boruto masih setengah hati untuk bekerja sama dengan Iblis Bangsawan ... Jika keadaan tidak memaksa mereka untuk bekerja sama, jelas Boruto tidak akan mau.
"Habisi mereka!" Jupiter mulai memberikan perintahnya. Dan seperti yang diucapkan sang Panglima, ratusan Grim Reaper mulai menghambur untuk mengeroyok Boruto dan Saiarogh.
Mansion Phoenik.
Keadaan tak jauh beda juga terjadi di Kerajaan Phoenik. Clan Bangsawan Iblis dengan kemampuan regenerasi itu juga sedang disibukan oleh penyerangan dari Grim Reaper. Jika di Mansion Bael penyerangan ini dipimpin oleh Panglima Jupiter, pemimpin yang menyerang Mansion Phoenik adalah Panglima Kembar Saturnus dan Uranus. Yang juga termasuk dari sembilan Panglima pasukan kebanggaan Hades.
"Apa maksud semua ini?. Bukankah Dunia Kematian dan Dunia Bawah sudah berdamai?!" tanya Ruval sulung dari Lord Phoenik yang kini menjadi Kepala Keluarga Clan Phoenik. Disampingnya, sang adik Raiser Phoenik mendampingi Ruval untuk berhadapan langsung dengan Saturnus dan Uranus.
"Kami hanya menjalankan perintah Sirzech Lucifer!" jawab Saturnus dengan suara khas seorang Grim Reaper. Expresi terkejut tidak bisa disembunyikan dua bersaudara itu saat mendengar penuturan sang Grim Reaper.
Meski beberapa saat lalu mereka juga mendengar pemberitahuan dari Ratu Beelzebub, yang mengatakan jika Sirzech dan Boruto sudah dicap sebagai Iblis Pembangkang, namun kedekatan dua Clan ini sedikit membuat Ruval dan anggota keluarganya menyangsikan ucapan Ratu Beelzebub. Dan kini, penyerangan Grim Reaper pada Dunia Bawah atas perintah Sirzech?!.
"Apa maksudnya semua ini?!. Sirzech-Sama tidak mungkin melakukan itu!" teriak sang adik dari Ruval, Raiser Phoenik. Sang kakak mengangguk menyetujui ucapan Raiser. Meski keadaan semakin genting dan membingungkan, Ruval masih memilih untuk tetap percaya pada Iblis yang menyandang gelar Lucifer itu.
"Terserah jika kalian tidak percaya ..." ucapan itu menjadi penanda ahirnya perbincangan antara Petinggi Phoenik dan Grim Reaper, karena setelah ini yang tersaji adalah pertarungan sengit dari ke empatnya.
Kekuatan Api Phoenik dan kekuatan Kematian dari Grim Reaper saling beradu!.
Mansion Sitri.
"Kenapa kau melakukan ini pada Dunia Bawah?!" Ajuka berteriak dengan kekesalan yang benar-benar memuncak, melihat sahabat sekaligus rivalnya yang bernama Sirzech Lucifer, menyerangai senang dengan keadaanya sebagai Musuh Dunia Bawah.
Ya ... Saat ini sang Lucifer sedang berdiri dengan gagahnya didepan ratusan Grim Reaper, yang dipimpim tiga Panglima terkuat, Merkurius, Venus, dan Mars. Yang dijuluki 'Absolute of Death' mengingat kekuatan Kematian mereka yang dikatakan sebanding dengan kekuatan para Petinggi dari ketiga Fraksi. Mengabaikan itu semua, serangai yang menghiasi Wajah tampan Sirzech semakin mengembang.
"Aku hanya memainkan peranku sebagai Iblis. Kalian tahu?. Iblis bukanlah sosok yang harusnya menjaga keseimbangan dan kedamaian. Iblis adalah sosok penghancur ..."
"Perlambangan dari Kehancuran!" Sirzech balas berteriak bagaikan penjahat yang berambisi untuk menguasai Dunia. Dan entah kenapa, itu membuat Issei yang sedari tadi diam terlihat sangat kesal. Pasalnya, meski berbeda, ucapan Sirzech tadi mengingatkanya pada sosok Iblis tua macam Rezivam Lucifer. Iblis menyebalkan yang berniat merusak kedamaian.
"Apa kau ingin mengikuti jejak Iblis itu?" Issei mendesis kesal. Tidak ada lagi kesopanan dalam nada bicaranya. Yang ada hanyalah kekesalan yang dengan sengaja diperlihatkan sang Sekiryuutei pada Maou terkuat itu, dalam nada bicaranya.
"Cih!. Sepertinya Kaisar Naga Merah ini mulai kurang ajar" balas Sirzech dengan sinisnya. Namun aksi sinis Sirzech tidak bertahan lama, karena sebuah tembakan Aura Naga yang pekat kini menghiasi pandangan Sirzech. Meski sempat terkejut, namun Sirzech masih bisa menahanya dengan Lingkaran Sihir berlapis.
Setelah keadaan kembali normal, pandangan sang Lucifer segera mencari sosok Hyoudou Issei karena menganggap dia lah yang melakukan serangan dadakan itu. Tapi Issei masih tidak dalam keadaan siap bertarung. Tubuhnya masih belum tertutup Armor Naga Merah, Bahkan Sacred Gearnya pun belum dikeluarkan.
Dan yang paling penting, baik dari kubu Ajuka atau pun Sirzech, mereka semua terlihat kebingungan dengan serangan dadakan itu. Saat itulah suara menggema terdengar di Langit.
"Untuk seorang yang palsu kau cukup banyak bicara ya?" seseorang dalam balutan Armor putih mengatakan itu. Sosok itu, Aura itu ... Tidak salah lagi, dia adalah sang Hakuryuukou. Namun bukanlah kemunculan dari Kaisar Naga Putih itu yang membuat mereka syok, tapi sosok Sirzech yang lain, yang terlihat terbang disamping Vali.
"Baiklah Lucifer, perlihatkan kekutan Pawer of Destruction yang asli" lanjut Vali dengan santainya. Sirzech yang ada disamping Hakuryuukou itu terlihat mendengus, tapi tetap saja sang Lucifer itu melakukanya.
"Huh, ini pertama kalinya sejak saat itu, aku kembali diperintah keturunan Lucifer asli" keluh Sirzech seraya mengeluarkan seluruh kekuatanya.
Dan ...
Deg.
Deg.
Kekuatan yang Sirzech (katakanlah Sirzech sungguhan) membuat mereka semua tertegun. Sebuah Aura gila dari Power of Destruction menguar dan semakin membesar tanpa henti. Bahkan Mansion Sitri harus bergetar hingga membuat retakan disana-sini akibat tidak sanggup tekanan Aura yang dipancarkan Sirzech.
"I-ini ... Tidak salah lagi, ini ke-kekuatan Sirzech" Ajuka berucap dengan gagap merasakan tekanan Aura Power of Destruction dari sang Maou Lucfer. Vali kini terlihat bergabung dengan Ajuka dan yang lainya, membiarkan Sirzech terbang seorang diri mengexpose kekutan gilanya.
Cukup lama ini terjadi, hingga ahirnya Getaran di Tanah dan Mansion Sitri berhenti, seiring dengan tenangnya pancaran Aura Penghancur yang menyelubungi Sirzech. Namun meski sudah tidak bertambah lagi, sinyal bahaya yang diperlihatkan Sirzech justru terasa semakin menjadi-jadi. Serangai puas menghiasi Wajah tampan sang Lucifer.
"Jadi Mahluk Palsu, bisakah kau mengeluarkan Power of Destruction hingga ditingkat ini?" Sirzech berucap dengan mantap. Yakin jika tidak ada Iblis mana pun yang bisa mencapai titik ini dalam pengembangan Power of Destruction. Bahkan untuk Iblis Clan Bael sendiri yang sejatinya pemilik asli dari Power of Destruction.
"Cih!" kubu Sirzech gadungan terlihat gusar dengan situasi tak menguntungkan ini. Ya ... Dilihat bagaimana pun lawan mereka lebih superior. Tiga Maou ada disana, ditambah dua Heavenly Dragon Albion, dan Ddraig, juga Vitra sang King Dragon. Lalu tiga Bangsawan Iblis Muda seperti Rias, Sona, dan Diodora, beserta Budak-Budak mereka.
Kekuatan itu pasti tidak bisa dianggap remeh!.
"Jangan khawatir ... Karena kita akan tetap menang" seolah tahu apa yang mulai difikirkan anak buahnya, Ashura, Hinata dan Hades muncul dalam Lingkaran Sihir mereka masing-masing. Bergabung dengan kubu sang musuh Dunia Bawah.
Suara Ashura terdengar datar, begitu pun dengan pandanganya. Seolah-olah tidak terintimidasi oleh pancaran Aura yang Sirzech perlihatkan. Para Grim Reaper yang semula terlihat ketakutan, kini kembali percaya diri. Bagaimana tidak, kini Raja mereka, Hades bersama sang 'Big Bos' ada didepan mereka. Hal itu tentu saja membuat para Grim Reaper mendapatkan kepercayaan dirinya kembali.
Mengabaikan itu, Ashura melirik Sirzech (gadungan) yang ada dibelakangnya.
"Tugasmu sudah selesai ..." ucapnya. Dan sedetik kemudian, Tubuh Sirzech gadungan mulai menghitam, hingga ahirnya berubah menjadi sebuah Bola hitam kecil, yang langsung menyatu dengan Tubuh Ashura. Menyisakan seonggok Mayat Iblis dari Clan Bael, yang selama ini menjadi 'wadah' Jutsu Ashura.
"Terkejut?" Ashura menanyakan itu, saat melihat expresi dari lawan-lawanya. Meski tidak ada yang menjawab Ashura jelas tahu jika ucapanya benar. Toh mimik mereka sudah membuktikan itu.
"Tidak perlu terkejut. Mata ini adalah perlambangan dari kekuatan Dewa. Raja dari para Naga yang dikenal dengan nama Dewi Kelinci. Sosok yang mampu menyaingi kuasa Tuhan, meski eksistensinya tak pernah disebutkan!" ucap Ashura dengan sombongnya, karena kekuatan itu kini ada padanya.
[Patner ... Aku merasakan firasat buruk. Entah kenapa aku merasa ucapanya benar]tiba-tiba saja suara Ddraig mengiang di Telinga Issei.
[Aku pernah mendengar tentang Mitos Dewi Kelinci dari Great Red. Dia adalah Dewa yang bisa 'menjinakan' Trihexa. Namun karena aku tidak pernah melihat dan mengetahui kebenaran cerita itu, aku hanya menganggapnya Mitos!]lanjut Ddraig. Suaranya terdengar bergetar, mungkin karena sang Kaisar Naga Merah itu sedikit terkejut dengan kenyataan yang saat ini ada dihadapan mereka.
Dan disaat yang sama, Vali terlihat menatapnya.
"Apa Ddraig sudah mengatakanya?" tanya Vali. Meski pertanyaan itu terdengar ambigu, nyatanya Issei bisa memahami maksud dari pertanyaan itu. Dan anggukan, adalah jawaban yang diberikan pemuda bersurai coklat itu.
"Jadi begitu ya ... Jika Ddraig pun mengatakan hal yang sama, itu berarti—" ucapan Vali terhenti karena saat ini para Grim Reaper sudah memulai penyerangan mereka. Tentu saja atas intruksi dari Ashura.
Dan pertarungan pun tak bisa dihindari lagi!.
•••••
BERSAMBUNG
•••••
Note::
Maaf lama, ahir-ahir ini saya cukup sibuk dengan kerjaan saya. Jujur Mood saya untuk menulis Fanfic sedikit terganggu karena dikejar Dead Line. Yah, tapi untung saja saya masih bisa menyelesaikan Chapter ini.
Okeh~ segitu aja curhatan saya kali ini, balasan Reviewnya Chapter depan aja ya. Yang jelas ini mulai klimaks kok. Jadi sedikit-sedikit, semua mulai terbongkar. Ndak ada lagi tipu-tipu.
Terus kalo ada yang nanya mana Rating Gamenya?. Saya pastikan setelah masalah Ashura kelar. Soalnya saya mu buat Issei, Vali sama Boruto jadi Iblis Kelas Atas dulu. Hanya saja, yang jadi masalah adalah Jumlah Chapter yang terpakai untuk Arc Ashura melebihi perkiraan saya.
Okeh~ Ahir kata, Keris Empu Gandring Off!.
