Tittle : It's Love
Author : EnHai1504
Pairing : Haehyuk, slight! Yoonhae
...
Tik tak tik tak
Suara dari jam dinding yang menggantung di sebuah kamar bernuansa silver itu seolah menjadi irama, terlihat seperti ruangan berluas 6x5 meter itu sedang kosong bukan? Padahal di dalam kamar itu terdapat dua orang yeoja cantik dan manis yang tengah sibuk dengan dunianya masing-masing, seorang yang berambut hitam sibuk dengan ponsel-nya, sementara yang satu lagi tengah sibuk dengan buku kecil berisi gambaran anime bajak laut asal Jepang yang begitu terkenal –One Piece–
"Ah selesai juga akhirnya" Eunhyuk –salah satu diantara dua yeoja itu– menggeliat sedikit, ditaruhnya komik one piece edisi terbarunya itu di rak buku yang penuh dengan komik. Dialihkan pandangannya kearah Sungmin yang sedari tadi tengah tersenyum-senyum sendiri dengan aneh, padahal hanya menerima pesan singkat 'Susah orang kasmaran' pikirnya maklum.
"Min ayo kita kerjakan tugas matematika-nya" Sungmin mengangguk, menyimpan ponselnya di dalam kantung blazer-nya setelah sebelumnya membalas pesan singkat dari sang kekasih.
#Skip time
"Ugh.. akhirnya selesai juga" lenguh Sungmin dan Eunhyuk bersamaan, Eunhyuk membaringkan tubuhnya di atas lantai setelah selama kurang lebih tiga jam mereka duduk, sementara Sungmin merenggangkan tubuhnya yang terasa begitu kaku. Ah padahal hanya tujuh soal saja, bagaimana jika sepuluh atau bahkan dua puluh soal?
"Hyuk kau datang kan ke acara pentas seni sekolah nanti?" Tanya Sungmin setelah otot-ototnya kembali normal.
"Lusa ya? Molla, aku malas sekali. Lagi pula tidak ada kewajiban bagiku untuk datang" jawab Eunhyuk enteng, padahal biasanya Eunhyuk akan sangat antusias jika sekolah mengadakan acara seperti ini.
Sungmin menatap Eunhyuk sambil mempoutkan bibirnya "Ayolah Hyuk, masa hanya karena kau tidak bisa tampil dance kau tidak datang"
Benar, karena kejadian tidak elit dimana Eunhyuk tersandung batu beberapa hari lalu, dirinya tak dapat menjadi pengisi acara dalam dance. Meski tidak parah, tapi karena dirinya tak sempat latihan makanya seperti ini. Padahal untuk yeoja berbakat seperti Eunhyuk, pasti akan sangat mudah untuk menyesuaikan gerakan dance yang tertinggal.
"Bukan begitu Minnie, aku hanya ehmm.. malas? Molla, menurutku lebih enak membaca komik di rumah"
"Ayolah Hyukkie~ masa kau tega membiarkanku disana sendiri nantinya"
Eunhyuk menatap Sungmin dengan aneh "Sendiri? Bagaimana bisa kau bilang kalau kau sendiri disaat akan ada ratusan orang disana, dan lagi jika aku datang bisa jadi aku hanya akan berdiri diam sementara kau sibuk dengan Kyunnie-mu" jawab Eunhyuk sengit, mengkhasilkan kekehan tak bersalah dari Sungmin.
"Ayolah~ tetap saja beda~~ ne ne ne~?" pinta Sungmin sembari member puppy eyes andalannya yang tak siapapun dapat menolaknya jika dia sudah seperti itu.
Eunhyuk menghela nafas, mau bagaima lagi mungkin menerima adalah satu-satunya yang bisa dilakukan, walau dia tahu mungkin itu akan membuatnya kebosanan disana "Ne"
"Yeay" peikik Sungmin sembari memeluk Eunhyuk seperti anak kecil, walau sikapnya terlihat dewasa, tapi jika bersama Eunhyuk dia akan menjadi begitu kekanak-kanakan, seperti wajahnya.
Eunhyuk melihat jam yang ada di kamarnya, sudah pukul 6 petang "Min, bagaimana kalau kau makan malam di rumahku? Kebetulan hari ini appa ku pulang, jadi sepertinya eomma masak banyak"
"Bolehkah?" Eunhyuk mengangguk "Baiklah, terimakasih Hyukkie-ya~"
.
"Oh jadi sekolah kalian akan mengadakan pentas seni untuk memperingati ulang tahun sekolah dua hari lagi? Bagus kalau begitu, kalian harus ikut" ucap Heechul setelah mereka –lebih tepatnya Sungmin– menjelaskan rencana sekolah itu dengan berapi-api.
"Ne, tapi ahjumma" Heechul menatap Sungmin yang saat ini tengah antusias bicara "Kulihat Hyukkie sama sekali tak punya dress, masa iya dia ke acara itu dengan kemeja serta jeans?"
"Ah benar juga, Hyuk besok kita akan membeli dress"
"MWO?" Eunhyuk menatap sang eomma horror, sementara Sungmin di sebelahnya tengah sibuk menahan tawa dari sahabat disebelahnya ini, hal itu mendapat hadiah tatapan tajam dari Eunhyuk yang hanya dibalas dengan 'v' sign dari Sungmin. "Ta-"
"Tidak ada tapi-tapian Hyuk, lagian eomma ingin sekali sejak dulu pergi berbelanja bersama anak gadis eomma. Tapi bagaimana bisa jika anak eomma sendiri malah jadi-jadian seperti dia?"
"Eomma~" rengek Eunhyuk
Sementara Sungmin dan Hangeng hanya tertawa melihat tingkah dua orang di samping serta depan mereka.
.
.
"Bagaimana jika yang ini?"
"Tidak!"
"Ini?"
"Tidak!"
"Kalau yang ini?"
"Tidak!"
"Eomma~ ini sudah yang ke tujuh kalinya kalau aku tidak salah menghitung, bisakah eomma mengatakan kata lain selain 'tidak' ?" sungut Eunhyuk kesal, bagaimana tidak? Jika dirinya sudah bolak-balik ganti bajunya dengan dress pilihan eomma-nya, namun tetap saja eomma-nya tidak mempedulikannya dan malah menyuruhnya masuk kembali ke ruang ganti tersebut sembari menyerahkan dress lainnya.
Yap, saat ini Eunhyuk dan Heechul tengah berada di salah satu butik terkenal yang terletak di daerah Dongdaemun. Seperti yang di rencanakan kemarin, bahwa hari ini mereka –lebih tepatnya Heechul– akan berbelanja dan melakukan perubahan besar-besaran(?) pada Eunhyuk. Hei, masa iya eomma-nya yang begitu cantik, modis, dan berkelas harus memiliki anak yang euhm.. cantik namun cenderung berantakan?
Eunhyuk mendengus lalu memasuki ruang ganti tersebut, berharap ini akan menjadi terakhir kalinya dia bolak-balik mengganti dress satu dengan yang lain.
Heechul menjentikan jarinya melihat anaknya keluar dengan dress pilihannya yang terakhir "Perfect" Eunhyuk tersenyum senang karena harapannya tadi terkabul "Sekarang ganti pakaianmu dan ikut eomma"
"Lagi? Kali ini ke mana eomma?"
"Sudah ikuti saja, jangan banyak bertanya" Eunhyuk kembali mendengus dan berjalan mengikuti eomma-nya setelah sebelumnya mengganti dress-nya dengan kemeja yang tadi di kenakannya, di tangannya kini penuh dengan paper bag hasil penelusuran sang eomma untuk dirinya. Menyebalkan!
Eunhyuk menatap eomma-nya yang memasuki salah satu pertokoan, dirinya berhenti dan melihat tulisan yang terpampang besar di depan toko tersebut 'Sa-salon?' batinnya horror. Seumur hidup, belum pernah dirinya ke salon selain untuk potong rambut. Sungguh aneh bukan anak seorang pengusaha terkenal sepertinya jarang ke salon? Namun itulah Eunhyuk, dia lebih memilih menghabiskan waktunya untuk latihan dance dibanding berjam-jam duduk di salon.
"Hyukkie cepatlah masuk!" perintah Heechul membuatnya tersadar dari lamunnya "Dan hilangkan ekspresi bodoh itu!"
"Heenim" Heechul menoleh saat merasa namanya di panggil, dia tersenyum saat melihat pemilik salon yang menjabat sebagai sahabatnya saat masih kuliah dulu menyapanya.
"Hyosung-ah" seperti layaknya ibu-ibu pada umumnya, mereka berdua berpelukan melepas rindu tanpa mempedulikan seseorang yang tengah menatap mereka dengan bosan.
"Sudah lama sekali kau tak ke sini, apa seorang nyonya Lee begitu sibuk?" goda Hyosung membuat Heechul terkekeh, wajar saja seingatnya terakhir kali Heechul ke salonnya 3 bulan yang lalu.
"Ah kau bisa saja Hyosung-ah"
Hyosung menatap seorang yeoja di belakang Heechul dengan senyum "Apa dia anakmu, Heenim-ah?"
Seolah baru tersadar akan tujuannya, Heechul segera menarik Eunhyuk yang sedari tadi diam ke sampingnya "Ne, dia anakku"
"Aku tidak menyangka jika dia sudah sebesar ini, dia semakin cantik saja"
Eunhyuk membungkukan badannya "Kamsahamnida ahjumma"
Heechul menatap Hyosung aneh "Apa kau tidak melihat penampilannya? Dia terlihat begitu urakan" Hyosung terkekeh sementara Eunhyuk hanya mempoutkan bibirnya kesal. Hei, bagaimana bisa ada orang tua yang menghina anaknya sendiri? di depan orang lain pula "Maukah kau membantuku untuk merubahnya?"
"Gampang"
#skip time
Dua jam sudah Heechul duduk sembari membaca sebuah majalah fashion yang memang di sediakan di salon itu, 'menunggu memang menyebalkan!' Dia bahkan baru tiga puluh menit membaca majalah itu. Setelah selesai melakukan perawatan pada tubuhnya yang baru selesai setengah jam yang lalu, dirinya terpaksa harus menunggu Eunhyuk yang ternyata belum selesai di make over. 'Pasti karena terlalu berantakan makanya memakan waktu yang begitu lama!'
Heechul tersenyum saat melihat Hyosung keluar dengan seseorang di belakangnya "Bagaimana?"
"Perfect as always"
.
.
Seorang yeoja kini tengah memasuki hall sekolah dengan ragu, dengan perlahan di langkahkan kakinya menaiki satu-persatu anak tangga untuk menjangkau hall tersebut. Tepat ketika dia berada di anak tangga terakhir –yang terhubung dengan pintu besar– seluruh mata memandangnya dengan takjub. 'Cantik' itulah yang ada di pikiran mereka saat ini.
Itu bukan berarti tidak ada yang cantik selain yeoja itu, hanya saja tampilan yeoja tersebut yang beda dari biasanya membuat sebagian besar –entah yeoja ataupun namja– terkagum-kagum. Apa kalian ingin tahu bagaimana penampilan yeoja itu?
Yeoja itu mengenakan dress selutut tanpa lengan berwarna kuning cerah yang begitu sesuai dengan warna kulitnya, dress itu dihiasi oleh renda-renda di bagian bawahnya serta pita yang menggantung di pinggang langsing yeoja itu. Tak lupa rambut sebahunya yang dulu berwarna platinum blonde dan seiring diikatnya, kini tampak tergerai indah menjuntai sampai punggung dengan warna kemerahan, ditambah dengan sebuah bando berwarna senada dengan dress yang di kenakannya yang menghiasi kepalanya. Begitu simple namun sangat mempesona.
Yeoja tadi berjalan menuju gerombolan(?) teman-temannya yang berada di sisi hall itu, dirinya merasa agak aneh karena di tatap seperti itu oleh orang-orang didalam hall itu "Itu benar kau Hyuk?" tanya Sungmin setelah tersadar dari kekagumannya.
"Tentu saja, kau pikir siapa lagi?"
Junsu menepuk pundah Eunhyuk "Kau begitu cantik Hyukkie-ya"
Eunhyuk hanya bisa tersenyum malu di puji seperti itu oleh teman-temannya "Benarkah? Kau bisa saja"
"Eunhyuk" panggilan seseorang membuat Eunhyuk menoleh menatap seorang yeoja cantik yang merupakan teman sekelasnya dengan tatapan bertanya "Maukah kau menggantikan Eunji bernyanyi mewakili kelas kita? Dia sedang sakit" pinta yeoja itu to the point.
Sementara Eunhyuk hanya menatap yeoja itu aneh, menyanyi? Dirinya? Apa dia tidak salah dengar? "Apa kau gila Naeun-ah? Maksudku hei, aku sama sekali tidak bisa bernyanyi, bahkan suaraku pun begitu fales. Mungkin jika itu dance dengan senang hati aku akan menerimanya"
Naeun menatap Eunhyuk dengan penuh harap "Ayolah Hyuk kumohon, hanya kau satu-satunya yang bisa ku harapkan dari kelas kita"
"Kenapa tidak Sungmin saja? Atau Ryeowook dari kelas sebelah? Atau mungkin Eunji? Kenapa harus aku?"
"Sungmin nanti akan membawakan pertunjukan theater, dan bukankah kau tadi bilang Ryeowook dari kelas sebelah? Tentu saja dia akan mewakili kelasnya. Dan hei, apa kau bodoh atau apa? Bukankah tadi ku bilang kalau Eunji sedang sakit? Ayolah, kudengar kau juga bisa main piano bukan? Dan lagi bukankah kau tidak tampil dance?"
Eunhyuk hanya menghela nafas kemudian mengangguk sebagai jawaban, menolak juga sama saja bukan?
"Gomawo Hyukjae"
"Baiklah acara selanjutnya akan ada pertunjukan solo yang akan di bawakan oleh Lee Hyukjae dari kelas XI Ipa-3" ucapan mc yang berada di atas panggung membuat Eunhyuk shock, hei bahkan belum ada lima menit dirinya menerima tawaran Naeun, kenapa secepat itu dirinya di panggil? Dan lagi bagaimana mc itu bisa tahu jika dia yang akan menggantikan Eunji jika Naeun yang memintanya saja masih berdiri di sampingnya.
Eunhyuk menatap Naeun bingung "Kenapa secepat ini namaku di panggil? Aku bahkan belum menyiapkan apapun?"
Naeun yang melihat Eunhyuk mulai panic pun mengelus punggung yeoja itu "Sudah maju saja, aku yakin kau pasti bisa melakukan yang terbaik"
"Tapi ak–"
Belum sempat Eunhyuk melakukan protes namanya sudah kembali di panggil oleh mc tidak sabaran –menurutnya– yang kalau tidak salah diketahuinya bernama Junho "Baiklah Lee Hyukjae silahkan naik ke atas panggung"
"Hyukkie-ya fighting!" Sungmin, Naeun serta Junsu mengepalkan tangan mereka ke atas untuk menyemangati Eunhyuk.
Dengan menghela nafas akhirnya Eunhyuk mulai berjalan ke atas panggung dengan diiringi sorak sorai siswa maupun siswi lainnya.
Eunhyuk merenggangkan sedikit tangannya agar tidak kaku lalu menatap ke arah siswa-siswi yang ada di bawah, tatapannya terhenti tatkala melihat sesosok namja yang begitu di kenalnya berdiri di antara siswa lainnya.
Eunhyuk menarik nafasnya dalam lalu menghembuskannya perlahan, jemari lentiknya dengan perlahan mulai menekan satu-persatu tuts yang ada di depannya menghasilkan intro indah yang enak di dengar.
Nan geudae jinachyo gal ttaemyeon (When I walked besides you)
Haru jongil gaseumi tteollyeoyo (My heart keeps trembling the whole day through)
Hollo geudaereul geurigo itjyo (Alone, thinking about you)
Jakku geudaeran jagugi namayo (Always keeping memories you marked)
Do umyeonin deut buditjyeo ga do (Even if we accidently meet each other)
Nan meonghani gokaereul sungyeoyo (I will seemingly looking down)
Mundeug geudaewa maju chil daedo (Even when you and I surprisingly meet)
Sujubeun misoman boyeoyo (I'll only know to expose a shy little smile)
Bibir mungilnya mulai melantunkan bait demi bait yang telah di hapalnya di luar kepala, matanya mulai terpejam menghayati setiap arti yang terdapat dalam syair lagu yang di nyanyikannya tersebut.
Geudae ijeneun alsu itnayo (Do you understand it now?)
Geudae ijeneun nae nam bolsu itjyo (Do you see through my heart now?)
Sorido eopsi dagaon sarangi (The love that comes silently)
Geudaeneun geudaeneun deullinayo (Did you…Did you hear it now?)
Dengan perlahan –masih dengan menekan tuts-tuts piano tersebut– Eunhyuk membuka matanya, memperlihatkan bola mata dengan warna kecoklatan yang begitu cantik.
Cheoeumbuteo nae sarangingeollyo (It was my love since the beginning)
Chagaun nae mame ttaseuhi bichujyo (That warmly shines on my icy heart)
Hangeoreum hangeoreum dagaoneun sarang (The love that comes to me step by step)
Nan jogeumeun duryeopjiman (Although I'm a bit afraid…)
Mata indahnya terhenti kearah seseorang, seseorang yang tadi sempat dilihatnya. Mata itu menatap ke arah orang itu dengan begitu dalam, seolah ingin menyampaikan apa yang di rasakannya saat ini melalui lagu yang sedang di bawakannya itu. Setelah cukup lama Eunhyuk menatap orang itu, dirinya kembali memejamkan matanya.
Seolleineun nae sarangingeollyo (The one that moved me, my love)
Biodeut sarangi nae mameul jeoksyeoyo (Just like the rain, disrupted my heart)
Nae mami nae mami jeongmal sarangingeollyo (My heart…my heart is already in love)
Geudae geuriunmankeum (Missing you so…)
Ige sarangingeollyo (This should be love…)
Tepat ketika bait terakhir habis serta tuts-tuts piano selesai di bunyikan, Eunhyuk membuka kedua hazel-nya yang di hadiahi tepukan tangan oleh seluruh siswa dan siswi yang ada di sana. Eunhyuk tersenyum sembari menggumamkan "Kamsahamnida" sebelum kemudian turun dari atas panggung kearah teman-temannya.
"Wow amazing! I didn't know if you has a good voice!" ucap Leejoon dengan –sok– inggris.
"So I am" balas Eunhyuk dengan bahasa inggris yang –juga– pas-pasan seperti Leejoon.
"Tapi serius Hyuk, suara mu begitu bagus tadi. Aku sungguh tak menyangka" kali ini pujian datang dari Victoria.
"Iyalah, sahabat siapa dulu" Sungmin menepuk dadanya bangga, membuat yang lain menatapnya dengan aneh.
"Tak ada hubungannya Sungmin-ah" sungut Junsu.
Eunhyuk hanya tersenyum melihat tingkah teman-temannya yang begitu lucu "Aku mau mengambil minuman dulu ya chingudeul" ucapan Eunhyuk menghentikan perdebatan tidak jelas antara Sungmin-Junsu-Victoria.
Setelah mendapat anggukan, Eunhyuk berjalan kearah stan minuman yang ada di pojokan hall tersebut. Matanya sempat melotot tatkala dirinya melihat wine ada di jejeran minuman-minuman tersebut, hei bukankah mereka masih di bawah umur? Bagaimana mungkin sekolah menyediakan minuman seperti itu? Well, walau pada kenyataannya minuman itu memang di sediakan khusus untuk para seonsaengnim yang datang, tapi tetap saja tak jarang siswa-siswa nakal mengambil minuman tersebut diam-diam.
Eunhyuk mengambil segelas orange juice lalu dalam sekejap di habiskannya minuman tersebut, menyanyi memang membuatnya haus. Tepat ketika dirinya berbalik, matanya membulat shock tatkala ada seseorang berdiri tepat di belakangnya. Eunhyuk mengelus dadanya saat melihat orang itu adalah Donghae.
"Hae kau mengagetkanku" Eunhyuk mempoutkan bibirnya, membuat Donghae tersenyum lalu mengacak rambut Eunhyuk.
"Hari ini kau tampak begitu cantik" wajah putih Eunhyuk seketika berubah merah mendengar pujian yang terlontar dari bibir namja di depannya itu. Walau hari ini begitu banyak dirinya mendapat pujian, namun rasanya begitu berbeda saat pujian tersebut datang dari bibir tipis Donghae.
Eunhyuk menundukan kepalanya, takut-takut jika wajahnya yang telah berubah warna itu terlihat oleh mata Donghae "Go-gomawo"
"Dan suara mu pun juga begitu bagus"
Eunhyuk semakin menundukan kepalanya mendengar dua pujian terlontar dari bibir Donghae "Gomawo"
.
.
o0o
.
.
Hari dan bulan telah berganti dengan begitu cepatnya, saat ini Korea Selatan tengah memasuki musim dingin, musim yang begitu di gemari oleh anak-anak kebanyakan. Di sudut sebuah taman yang berada di distrik Nohwon dapat terlihat seorang yeoja dengan rambut kemerahan tengah duduk di salah satu ayunan yang berada di taman itu, suasana taman itu cukup sepi hanya terdapat beberapa orang saja yang masih berada di taman itu.
Yeoja tadi melihat jam yang menggantung dengan indah di lengan kirinya, padahal jam baru menunjukan pukul 5 lebih sedikit namun suasana musim dingin membuat matahari terbenam lebih awal.
"Noona sedang apa di sini?" tiba-tiba terlihat seorang anak kecil dengan usia sekitaran 6 tahun menghampirinya.
Eunhyuk –yeoja tadi– tersenyum lembut kepada anak kecil tadi "Noona sedang menunggu seseorang adik kecil" anak kecil tadi menganggukan kepalanya lucu.
"Apa itu kekasih noona?" Eunhyuk membulatkan matanya mendengar penuturan anak itu, bagaimana bisa dengan usia yang masih terlalu kecil –menurutnya– itu sudah mengenal kata 'kekasih'?
Eunhyuk bangkit dari ayunan kemudian mensejajarkan tubuhnya dengan anak kecil tadi "Tidak adik kecil, dia hanya teman noona" anak tadi mengerjapkan mata bulatnya lucu lalu mengangguk paham.
"Baiklah kalau begitu Yoogeunnie pergi dulu ya noona, Yoogeunnie kedinginan" ujar anak tadi sembari memeluk tubuh mungilnya, membuat Eunhyuk terkekeh lalu mengelus surai hitam anak itu "Noona hati-hati ya, jika sudah kedinginan jangan memaksakan diri" ucap bocak tadi sebelum pergi meninggalkan Eunhyuk sembari melambaikan tangannya.
Eunhyuk kembali duduk di ayunan tadi, dilihatnya jam yang saat ini sudah menunjukan pukul setengah 6 dan itu berarti sudah sau setengah jam dirinya menunggu seseorang itu. Seseorang itu adalah Lee Donghae seperti yang kalian tebak, kemarin saat dirinya privat dengan Donghae namja itu mengajaknya untuk ketemuan di taman ini, namun sampai sekarang batang hidung namja itu tidak terlihat.
Eunhyuk menghela nafas berat 'Apa dia lupa?' 'Apa dia sedang sibuk?' 'Apa dia marah padaku?' begitu banyak pikiran berkecamuk di otaknya, bahkan pesan maupun telpon darinya pun tidak di angkat dan dibalas.
Dirapatkannya jaket tebal yang membalut tubuh mungilnya, meski dirinya sudah mengenakan jaket setebal ini namun tetap tak dapat menghangatkan tubuhnya. Di benahinya scarft yang melilit lehernya, kedua tangannya pun mulai saling bergosokan berharap dengan itu dapat sedikit menghangatkan tubuhnya.
Kembali di liriknya ponsel pintar miliknya berharap ada balasan dari seseorang itu, namun dirinya harus lagi-lagi menghela nafas kecewa.
'Kau di mana Hae?'
Menunggu dan bersabar, entah hingga berapa lama dia harus melakukan itu.
Tubuhnya sudah mulai terasa membeku, semakin lama salju turun semakin deras(?) namun dirinya masih setia menunggu Donghae yang titik keberadaannya bahkan masih belum terlihat meski sudah 4 jam menunggu.
'Apa kau memang tidak akan datang Hae?' Lelah, tentu saja! Saat ini bahkan Eunhyuk sudah mulai putus asa.
Eunhyuk mengulas senyum saat akhirnya orang yang di tunggunya berada di depannya dengan tatapan yang sarat akan kekhawatiran, "Hae akhirnya kau datang juga" gumam Eunhyuk lirih lalu kemudian tubuhnya mulai terasa begitu lemah, dan semuanya gelap.
…
To be continued
.
.
Annyeong semua~ aku updet lagi dengan chapter 9 yang pasti semakin aneh dan aneh lagi .-. ada yang masih inget sama fic ini? '-'
Maaf ya chapter ini lama –lagi– sebenernya sih udah dari sebelum lebaran kemaren selese chapter ini, Cuma ya apa yah ga sempet aja.
Oya udah pada liat belum Eunhae pas di SS5 Taiwan? Kyakyakya mereka disitu backhug when they both still toppless, dan itu ngebuat pikiran ku melayang kemana-mana~!
Sekarang aku mau bales review :
bumkeyk : iyatuh heran jug, padahal cinta aja enggak,, kkkk iya Cuma pasti bakal lebih so sweet lagi kalo itu bridal style.. Thanks for review
HyukBunnyMing : Iya amin, semoga cepet sadar Hae-nya. Makasih udah review ^^
Lee Ah Ra : Iya aku juga sebel ama Hae *yg buat ni epep emang siapa coba* #plak diamah cuma pinter di pelajaran, soal giniginian pabbo dianya -_-V thanks for review :D
nurul. : aku emang jarang bikin Donghae PoV, soalnya lebih focus ke Hyukkie gitu. Thanks ya for review
lalakms : iya terlalu baik jatohnya malah nyebelin.-. apa ini udah termasuk pengeksploran(?) makasih ya udah mau review ^^
wonnie : ini udah di lanjut, sorry ya lama thanks for review ^^
anchofishy : iya Hyuk tu sabar aja, bingung ya? Entar perlahan tapi pasti bakal terjawab kok makasih ya udah mau review )
86H0404H1015 : iya ntar Hae juga bakal nyadar kok ama perasaannya sendiri ) Thanks for review ^^
Ri Yong Kim : duh jangan marah *kipasin* kenapa kenapa kenapa? Yang pasti karena Hae terlalu pabbo untuk menyadari perasaannya sendiri #plak thanks for review ^^
Lee Hyuk Nara : chapter ini udah panjang belum? Semoga udah ya. Iya makasih ya, gomawo for review ^^
casanova indah : Happy Eunhae Day juga *telat bales* ^^
nvyptr : kita tunggu saja, yang pasti ga lama lagi XD thanks for review
Haiiro-Sora : iya amin semoga makin++++++ lah buat mereka XD ff anniv mereka? Lagi ga ada pikiran(?) makasih yaaaaa ^^
Ai Rin Lee : request diterima tapi bukan di chapter ini ya XD thanks for review ^^
Yudha Namja ELFishy : udah sorry chapter ini belum bisa mereka jadian tapi ga lama lagi mereka pasti bakal bersatu XD iya cukup satu yoona aja, biar ga tambah berbekitbelit ceritanya. Makasih udah mau review ^^
FuJoyer97 : ini udah dilanjut, miaaaaan banget lama. Thanks for review ^^
Guest : makasiiiiih /hug/ iya ntar Haenya aku taro diatas kompor biar panas #plak iyatuh Hae mah aneh ada aja cewek manisimutcantikbaik di depannya, malah milih yang ga ada apaapanya *yang buat cerita siapa coba XD* makasih ya udah review ^^
niknukss : iya mereka nyebelin sangat, thanks for review ^^
RieHaeHyuk : gwaenchana, jinjja? Gomaaawoooooo /hug/ ini udah apdet, mian lama. Thanks ya udah mau review
ELF : benarkah? /kedipkedip(?)/ yadongan? Aku ga bisa buat yadong, aku masih kecil nan polos #plak ehehe.. FB? Ada sih Cuma jaraaaang banget aku buka, kalo twitter aja gimana? HaoHai1015 di follow ya, entar mention aja pasti di folback. Thanks ya udah review ^^
1HAEHYUK : masih, ini udah di lanjut. Makasih udah review ^^
Guest : eh? Sampe segitunya? Kalo itu kita liat di chapter depan aja ya. Makasih udah review ^^
namnam15 : kapan ya? Cepat atau lambat pasti mereka bakal jadian kok #plak ini udah lanjut, maaf ya lama. Makasih udah review
Guest : iyadong jelas Hae perhatian ama Hyuk, lagian mereka kan selalu so sweet dimanapun, kapanpun, dan dalam keadaan apapun(?) gomawo udah mau review ^^
maaf kalo ada nama yg belum di sebut atau ke salahan dalam pengetikan nama XD
mind to review? ~~^^~~
