WAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA A akhirnya aku update juga xD

Maafkan author ini yang lanjutinnya telat banget ;_; hampir seminggu wew

Disini bakal END story?

Wow

Langsung aja di baca ne xD

.

.

Semoga ngerti ceritanya(?)

.

.

.

Rated : T

Genre : hurt/comfort, romance

Pairing : ChanBaek and Other

Cast : EXO

.

.

.

OOC STORY, GENDERSWITCH

THIS FICTION IS REAL FROM AUTHOR IMAGINATION, NO PLAGIATING

.

.

.

HOPE YOU ARE LIKE IT ^^

.

.

.

DON'T LIKE DON'T READ

.

.

.

.

.

THIS IS MY LIFE

.

.

.

.

.

Chapter 9

.

.

.

.

.

.

Chanyeol pun merendahkan tubuhnya dan menaruh sebuah kotak berbentuk hati berwarna merah itu diantara dedaunan yang sudah mengering

Seperti menaruh kebahagiaan diantara lirihnya hidup.

"aku pergi"

Chanyeol pun meninggalkan mereka berdua.

"ch-chanyeol!" sahut Baekhyun sambil membalikkan tubuhnya yang hendak dilepas pelukan Kris

Chanyeol yang jarak tubuhnya tidak begitu menjauh menghentikan langkah kakinya. Cukup lama terdiam diri, ia pun menoleh kepada Baekhyun dengan

Senyum yang tersirat penuh penyesalan disana.

Baekhyun agak terpaku dengan senyuman itu. Ia pun menunduk sambil mengepalkan kedua tangannya

"a-aku…" ucap Baekhyun

"Aku merelakan kau, Baekhyunnie"

"t-tapi.. Chanyeol kau tidak bisa.."

"hahahaha!"

Baekhyun merasakan sesak ketika Chanyeol tertawa. Ia tahu bahwa tawa itu adalah tawa kebohongan.

"haha, tidak apa. Aku tak apa" ucap Chanyeol sambil tersenyum lirih

Baekhyun yang melihat paras Chanyeol merasa jantungnya berdegup kencang. Ada rasa sesak di dadanya

"ah~ aku bisa terlambat bekerja. Aku pamit" ucap Chanyeol sambil melambaikan tangannya.

Baekhyun ingin mengejar, hanya saja.. ia tidak bisa.

Baekhyun melihat punggung pemuda tinggi itu memasuki sedannya yang sudah menemaninya sejak dulu. Dan sedan itu bergerak maju meninggalkan perkarangan.

BRUK

Baekhyun menjatuhkan dirinya dan berposisi duduk. Ia menatap ke depan dengan tatapan kosong.

TES

TES

Perlahan buliran air mata itu jatuh

"hiks… hikss… chanyeollie…" gumam Baekhyun disela tangisnya. Baekhyun hanya bisa pasrah dan menundukan kepalanya

Kris yang melihat hal itu awalnya ingin menolong Baekhyun agar bangun. Tetapi Kris mengurungkan niatnya dan hanya duduk dibelakang Baekhyun. Ia ingin memeluk Baekhyun. Hanya saja… entah mengapa ia masih merasa bersalah karena tindakan ia tadi membuat Baekhyun menangis seperti ini

"hiks..hiks.." Baekhyun masih sesegukan. Tak lama kemudian sesegukan itu mereda. Dan Baekhyun lebih memilih diam dan menunduk

Baekhyun melihat apa yang ada di depannya.

Kotak cincin.

Baekhyun pun perlahan mengambil kotak cincin itu dengan tangannya ang agak bergetar.

GREP

Baekhyun dengan sigap mengambil barang itu. Baekhyun awalna melihat sekeliling bagian luar kotak kecil itu yang dihiasi kaca-kaca agar terlihat cantik. Ia pun mulai melihat apa isi kotak itu.

Kotak itu menampilkan sebuah cincin emas putih dengan bandul berkilau berbentuk bunga orchid keunguan. Baekhyun yang melihatnya menutup mulutnya dengan telapak tangannya. Rasanya ia ingin menangis lagi.

Baekhyun pun mencabut cincin itu dan mengenakannya sendiri di jari manis nya yang lentik.

Baekhyun pun mulai menitikan air matanya kembali. Ia merasa dadanya bergemuruh sekali.

"hiks.. Chanyeol.. mianhaeyo"

.

.

.

.

.

.

.

Kris menyelimuti tubuh mungil Baekhyun yang sedang terlelap. Ia pun melirik cincin cantik yang melekat pada jari manis Baekhyun. Kris menghela nafas panjang

"Maafkan aku, Baekhyun.. maaf" ucap lirih Kris sambil mengusap pipi yang agak tirus itu

Cukup lama Kris termenung melihat Baekhyun yang terlelap damai. Kris pun beranjak dari kursi dan berniat untuk keluar ruangan

Kris pun meraih ponsel hitamnya, ia pun menghidupkannya dan mencari nama seseorang di kontak ponselnya.

'Chanyeol'

PIP

"yeoboseyo?"

"ini aku, Kris"

"….. ya ada apa?"

"bisakah kita bertemu sekarang?"

"ah Kris aku ada pekerjaan, mian"

"kumohon. Sebentar saja"

"hah~ baiklah, dimana?"

"di café XOXO"

"baiklah"

PIP

Kris pun segera memasukan ponsel dan melangkahkan kakinya menuju parkir mobil. Ia pun mengeluarkan kunci mobilnya dan membuka mobilnya dengan remote control kecil yang digantung bersama kunci mobil. Ia pun memasuki mobilnya dan segera melajukan mobilnya menuju tempat pertemuan

.

.

.

.

Sesampai disana, Kris mengunci mobilnya dengan remote control kemudian memasukkan kunci mobil ke saku jaket coklatnya. Ia berjalan menuju pintu masuk café dan melihat orang-orang sekitar yang ada didalam. Kris pun mendorong pintu hingga membuat sebuah lonceng berbunyi yang mengagetkan para pelayan disana

"selamat sore, Tuan. Ada yang bisa kami bantu?"

"apakah meja atas nama Park Chanyeol ada?"

Pelayan itu mencoba mengecek list meja. Dan pelayan itu mengangguk

"ada tuan, mari saya antar"

Pelayan itu menuntun Kris menuju meja yang telah dipesan oleh Chanyeol. Pelayan itupun menunjuk sebuah meja bernomor 21 dan terdapat seorang namja dengan specs hitamnya. Kris pun berterima kasih pada pelayan itu dan menuju meja tersebut.

"Chanyeol.."

"ah Kris, kau sudah datang. Duduklah"ucap Chanyeol mempersilahkan Kris untuk duduk diseberangnya

"gomawo" ucap Kris sambil memposisikan tubuhnya untuk duduk

"jam 17:00 tepat aku harus kembali ke kantor" ucap Chanyeol. Kris yang mendengarnya langsung melirik jam tangannya yang menunjukan pukul 16:40

"baiklah. Begini, kau tahu ini sebuah salah paham Chanyeol. Aku—"

"haha, salah paham apalagi, Kris?" potong Chanyeol sambil meminum mocha ice blended nya

"bukan. Hanya saja…. Kau tahu? Aku merasa bahwa… aku.. yeah. Jatuh cinta padanya" Ucap Kris gugup.

Chanyeol yang mendengarnya menghela nafas dengan berat

"hah~ entahlah Kris. sejujurnya aku bingung akan dirimu Kris" ucap Chanyeol yang membingungkan Kris

"bingung?" Tanya Kris

"ya. kau tahu awal dari semua ini? aku mencintai Baekhyun dari awal kami bertemu. Kau mengetahui itu, oh tidak awalnya kau tidak tahu" ucap Chanyeol sambil menggeleng. Kris hanya terdiam

"saat itu kau hanya mendukung Kyungsoo agar mendekatkanku dengannya kan? Hey, Kyungsoo itu kemana?"

"entahlah, kudengar ia ingin menikah dengan Jongin"

"jongin?! Hahaha lucu lucu" ucap Chanyeol seraya mencairkan suasana

"lanjutkan" ucap Kris

"dan yeah.. kau mengetahuinya saat kita kelas 2. Disitu aku merasa aneh dengan Baekhyun mengapa ia terlihat marah saat aku hendak menolongnya karena tak sengaja aku mendorongnya dari tangga sekolah. Bukan begitu?" ucap Chanyeol. Kris hanya mengangguk

"dan aku tak sengaja melihat penyakit Baekhyun. Setahuku ia tinggal sendirian, yap aku ingin menolongnya"

"dan kau memintaku agar menjaganya" timpal Kris. Chanyeol mengangguk

"hari itu ketika Baekhyun menyuruhku agar meninggalkanku. Aku merasa sesak didadaku. Aku tidak tahu harus apa. Kemudian… aku meninggalkannya" ucap Chanyeol lirih

"esoknya aku harus bekerja di London. Aku merasa benar benar menyesal harus meninggalkannya hari itu. Ketika aku pulang dari London, aku benar benar dikejutkan oleh keadaanya. hatiku rasanya ingin menangis" ucap Chanyeol sambil tersenyum miris

"dan yap ia menyambutku dengan pisau pemotong itu, kau ingat?" Tanya Chanyeol menatap Kris yang terlihat gugup

"aku pulang dari Seoul. Aku mendapatkan uang dari pekerjaan ini. aku bertekad mengumpulkan uang demi Baekhyun. Apapun. Aku ingin melamarnya dan telah menyiapkan semuanya. Tapi…" Chanyeol menghela nafas ketika ingin melanjutkan ucapannya

"ia membenciku, Kris. Dan aku melihat pemandangan yang membuat hatiku sakit" lanjut Chanyeol tersenyum miris.

"Chanyeol aku benar benar menyesal.."

"tak usah menyesal , Kris. kau mendapatkannya"

"tapi.."

"ah waktunya tepat 17:00 aku harus bekerja"

"Chanyeol bukan.."

"aku duluan Kris. aku tunggu kabar pernikahan kalian. gomawo!" Chanyeol langsung melangkahkan kakinya meninggalkan meja café dan menuju dari mobilnya

Kris kini hanya terdiam dan memegang kepalanya. Ia pun menghela nafas.

"baiklah Chanyeol jika itu mau mu"

.

.

.

.

.

Baekhyun mulai membuka matanya perlahan. Cahaya mulai mulai menusuk kornea matanya. Ia pun melenguh pelan dan mengusap matanya. Ia pun melihat sekeliling ruangan, ia menyadari bahwa ia sendirian kali ini.

Baekhyun melirik jam dinding yang menunjukkan pukul 19:00 KST. Ia menghela nafas. Ia pun membangunkan tubuhnya menggunakan tangannya. Ketika ia pun merasa ada yang mengganjal di sela jari tangannya, ia pun menarik tangannya dan melihat apa itu. Ia agak terkejut dan baru sadar bahwa cincin itu masih melekat pada jari manisnya.

Baekhyun pun menghela nafas. Dan ia terus menatap cincin itu dengan termenung

CKLEK

Baekhyun tersadar dari lamunannya. Ia pun menoleh kea rah pintu kamarnya. Ternyata Kris

"Baekhyun, kau sudah bangun?" Tanya Kris. Baekhyun hanya mengangguk

"baguslah. Aku membawa makan malammu, bulgogi kesukaanmu"

Baekhyun yang mendengar hal itu langsung membulatkan matanya yang sipit. Ia merasa senang dan rindu dengan makanan kesukaannya.

Kris mengeluarkan bulgogi itu dan menaruhnya di atas piring yang ia pinjam oleh rumah sakit. Ia pun memberikannya pada Baekhyun

"gomawo Kris" ucap Baekhyun seraya menerima makan malamnya. Kris tersenyum dan mengangguk

Baekhyun yang sudah merasa perutnya meronta-ronta langsung melahap potongan daging itu. Tak lama Kris pun menaruh segelas air mineral di meja samping tempat tidurnya

"Kelis kau thidak meakan?" Tanya Baekhyun sambil mengunyah

"haha kau ini berbicara sambil mengunyah, habiskan dahulu baru bicara" tutur Kris. Baekhyun pun segera mengunyah daging itu dan menelannya

"Kris kau tidak makan?" Tanya Baekhyun

"ah aku sudah tadi" jawab Kris. Baekhyun pun mengangguk dan melahap potongan bulgogi yang terakhir. Lalu ia menaruh piring itu di meja dan meraih minumannya

"haha kau ini lapar atau doyan? Cepat sekali" ejek Kris pada Baekhyun

"huft.. kau tahu? Hampir 11 bulan aku tidak mencicipi bulgogi kesukaanku, tahu! Dan aku lapar" jawab Baekhyun sambil mencibir dan meminum minumannya

"haha iya iya" sahut Kris

Baekhyun pun menghabiskan minumannya. Ia pun menyeka mulutnya dan menaruh itu di meja. Baekhyun pun melirik pada Kris yang sedari tadi hanya terdiam

"Kris?"

"…."

"Kris? kau tak apa?"

"e-eh? Ah ya ada apa Baekkie?"

"ck, kau melamunkan apa sih?"

"ah, tidak…"

Baekhyun yang mendengarnya menghela nafas panjang. Ia pun memposisikan badannya agar tepat berhadapan dengan Kris

"Kris… aku tahu apa yang kau pikirkan. Kau tidak bersalah. Tapi aku.." ucap Baekhyun

Kris merasa kaget bahwa Baekhyun mengetahui apa yang ia pikirkan. Kris menatap Baekhyun

"ini salahku. Kau tidak bersalah" lirih Kris. Baekhyun menggeleng

"aku sudah keterlaluan pada Chanyeol. Seharusnya aku berterima kasih padanya, bukan… memarahi dan mengatakan bahwa aku membencinya.." lirih Baekhyun dan menunduk

Kris yang melihatnya langsung mengusap kepala Baekhyun

"tidak apa Baekhyun… ini salahku. Membuat kesalahpahaman antara kalian berdua" ucap Kris.

Kris merasakan tubuh Baekhyun bergetar dan mendengar sesegukan yang ditahan. Kris langsung memeluknya dan mengusap punggung Baekhyun

"hiks… d-dan dia… me-meninggalkanku la-lagi hiks…" ucap Baekhyun di sela tangisnya

"ssh.. tak apa Baekkie… aku tidak akan meninggalkanmu"

"hiks… aku tahu Kris.. hanya saja.."

"sshh… jangan menangis.."

Baekhyun pun melepas pelukan Kris dan menyeka air matanya

"Baekhyun… aku ingin menanyakan satu hal padamu"

"a-apa itu ?"

"Baekhyun. Maukah kau menikah denganku? Aku.. aku mencintaimu Baekhyun.. Aku berjanji akan melamarmu kala kau benar benar sembuh. Aku akan menjagamu.. selalu"

Baekhyun merasa jantungnya berdegup kencang. Ia bingung ingin menjawab apa. Mulutnya terasa seperti dikunci rapat-rapat

"maafkan aku, aku hanya ingin membuatmu nyaman.. aku—"

"aku… akan pikirkan itu" potong Baekhyun

.

.

.

.

.

.

.

Hari demi hari. Waktu terus bergulir.

Seorang namja merangkul yeojanya keluar dari rumah sakit itu. Mereka mengangkat barang dan memasukinya ke dalam bagasi mobil. Mereka pun memasuki mobil dan mobil itu melaju meninggalkan perkarangan rumah sakit

Alunan musik romance berjudul 'Romantic street' dari sebuah grup band yang masih popular kali ini bernama SNSD bergema di mobil BMW itu. Sang yeoja dengan rambut sebahunya berwarna kecoklatan tersenyum mendengar alunan music itu

"kau masih saja menyukai dari dulu" ucap seorang namja tepat disampingnya yang merupakan calon suaminya

"haha tentu saja, pabbo!" ejek yeoja itu sambil memeletkan lidahnya

"ck ck kamu ini sudah umur kepala 2 tetap saja kelakuannya seperti anak kecil"

"masa bodoh! Yang penting aku senang !"

"aku senang jika kau senang" ucap namja itu sambil menyetirkan mobilnya

"Kris, aku ingin melihat rumahmu yang baru~"

"haha itu kan masih direnovasi"

"yah~ padahal aku ingin melihatnya~"

"haha, sabar Baekkie" ucap Kris sambil mengelus kepala Baekhyun

Kini Byun Baekhyun divonis sembuh dari penyakitnya.

Dan kini Baekhyun menjadi tunangan seorang Kris

Baekhyun dan Kris dengan selamat sampai di apartemen Baekhyun. Mereka pun mengeluarkan barang dari bagasi dan mengangkatnya menuju apartemen Baekhyun

"w-woaa~" Baekhyun yang sedang mengangkat barang di pelukannya hampir terjatuh ke belakang ketika menaiki tangga. Untunglah Kris hendak menahannya. Kris menghela nafas

"hati-hati, chagi"

"hehe mianhae, Kriseu~"

Mereka pun sampai tepat di depan pintu apartemen Baekhyun. Kris menaruh barang yang ia bawa dan merogoh sakunya dan mengambil kunci. Setelah didapatnya, ia pun membuka pintu dan mempersilahkan Baekhyun terlebih dahulu masuk

Baekhyun pun menaruh barangnya dan agak terkejut dengan apa di depannya

"TADAA~ WELCOME HOME BAEKHYUNNIE~"

Terdapat Kyungsoo , Jongin serta teman temannya yang lain sewaktu ia SMA menyambut kepulangan Baekhyun pun menutup mulutnya terharu

"bagaimana? Kau terkejut?" ucap Kris sambil tersenyum. Baekhyun pun menatap Kris dan memeluknya

"ne~ sangat! Gomawo Kris~" ucap Baekhyun

"Baekhyun… anakku.."

Baekhyun yang mendengar sahutan itu langsung menoleh. Matanya kini kian melebar

"eo-eomma?"

"ne, ini eomma"

"hiks… eomma~!"

Baekhyun langsung menuju ibu kandungnya dan memeluknya erat

"hiks.. eomma.. aku merindukanmu.. sangat merindukanmu~"

"iya Baekkie… eomma juga. Eomma benar benar minta maaf karena selama ini Eomma tidak menjengukmu.. eomma.. benar benar tidak tahu dan sibuk.. mianhaeyo.. jeongmal mianhaeyo.."

Baekhyun hanya bisa menangis dipelukan ibunya. Walau hal itu menyakitkan baginya tetapi asalkan Ibunya masih mengingatnya dan meminta maaf itu tak apa bagi Baekhyun

"hiks hiks ne… aku tak apa eomma~ yang penting aku masih bisa memelukmu kali ini" ucap Baekhyun yang membuat ibunya juga menitikkan airmatanya. Ia sangat terharu.

.

.

.

Hari itu terasa sangat menyenangkan bagi Baekhyun dan melepas rindu. ia bertemu Ibunya lagi, teman-teman karibnya. Seperti reuni kecil.

"jadi, kalian akan menikah bulan depan?" Tanya Baekhyun sambil memakan biscuit

"ne, Baekkie. Lagipula kami sudah menyiapkan segalanya, benar begitu Kai?" Tanya Kyungsoo sambil tersenyum manis. Kekasihnya itu pun mengangguk

"ne, awalnya kami berencana agar pernikahan itu berlangsung bulan ini. Tetapi aku harus benar benar lulus dari kuliah baru menikahi yeoja polos ini~" ucap Kai atau Jongin sambil mencubit hidung Kyungsoo. Kyungsoo hanya mencibir

"ne~ lagipula menurutku itu terlalu cepat, aku juga harus menyelesaikan skripsi kuliah dan project pekerjaan baruku" tutur Kyungsoo sambil mengelus hidungnya yang kemerahan

"memangnya apa pekerjaan barumu, Kyungie?" Tanya Baekhyun penasaran

"haha bukan pekerjaan besar. Aku bekerja sebagai editor pada perusahaan pembuat komik"

"woah~ justru itu pekerjaan besar!" puji Kris pada Kyungsoo. Kyungsoo hanya membulatkan matanya lalu mengangguk

"haha, hei bagaimana dengan kalian?" Tanya Kai pada Kris dan Baekhyun. Mereka hanya terdiam

"eh? A-aku…" ucap Baekhyun

"kami akan menikah sebentar lagi" timpal Kris. Baekhyun yang mendengarnya sedikit shock. Tetapi karena Baekhyun melihat respon bingung Kai ia pun langsung mengangguk dan tersenyum

"ne, sebentar lagi" lanjut Baekhyun

"wah~ baguslah! Setidaknya kami mengetahui bagaimana persiapan kalian sebelum kami menikah" ucap Kyungsoo sambil memeluk lengan Jongin. Jongin yang mendapatkannya tersenyum lebar.

"ne~ hehe" kekeh Baekhyun

"ah~ ya. kau tahu Kyungie? Aku merasa ada yang kurang hari ini…" tutur Kai. Kyungsoo yang mendengarnya hanya mengernyit

"kurang? Kurang apa?" Tanya Kyungsoo

"ah! Aku tahu! Ada satu orang lagi seharusnya!"

"ish, siapa itu, Jongin?" Tanya Kyungsoo gemas

"itu Kyungie, sahabat kalian. Namja yang yang tinggi dan berwajah aneh itu " tutur Jongin. Kyungsoo yang mendengarnya awalnya berpikir mengingat-ingat dengan clue yang Jongin ucap. Kyungsoo pun langsung mengingatnya

"ah! Iya! Iya!" seru Kyungsoo tiba tiba. Baekhyun dan Kris yang mendengarnya tersentak kaget

"kau ini, waeyo Kyungie?" Tanya Kris

"ah! Mengapa kita melupakannya?!"

"melupakan apa?" kini Baekhyun bertanya pada Kyungsoo

"itu! Chanyeol-ah!" seru Kyungsoo

Baekhyun dan Kris yang mendengarnya kaget dan terdiam. Kris merutuki ia sendiri karena lupa dengan namja itu

Sedangkan Baekhyun hanya terdiam

"wae? Mengapa kalian hanya terdiam?" Tanya Kyungsoo heran

"ck! Aku sendiri sampai lupa ia! Haha" ucap Kris

"ya ampun, bagaimana kalau kita menghubunginya?" Tanya Jongin

Baekhyun langsung menatap Jongin kaget. Kris yang menyadari itu langsung menggeleng pada Jongin

"ah sebaiknya jangan. Ia kan sedang bekerja pastinya. Apalagi ia pekerja di sebuah perusahaan besar" ucap Kris agar menenangkan Baekhyun.

"oh~ begitu. Arraseo" ucap Jongin

Kris hanya tersenyum dan menoleh pada Baekhyun yang didapatinya hanya menunduk dan memegang cincin yang masih hinggap di jari manisnya. Kris pun merangkul Baekhyun dan mendekatkan ke tubuhnya. Baekhyun yang mendapatinya sontak kaget dan mendongak menatap Kris yang tersenyum. Baekhyun pun ikut tersenyum

"tidak apa, Baekkie. It's ok" ucap Kris lalu mengecup kepala Baekhyun dengan wangi shampoo strawberry nya menguar

.

.

.

.

.

.

.

Kali ini musim dingin mulai memasuki Negara ginseng. Baekhyun mulai menyalakan api di perapian, ia merasa kedinginan kali ini. setelah api itu mulai membakar kayu yang dihinggapnya, Baekhyun mengusap kedua tangannya dan mendekatkan pada perapian agar terasa hangat. Telapak tangan itu menangkup lehernya yang dingin. Baekhyun merasa lega.

DRRT DRRT

Baekhyun mendengar getaran yang tiba dari sofa. Ia pun segera meraih ponselnya yang bergetar dan melihat siapa yang meneleponnya sore sore begini. Ia pun tersenyum

PIP

"ne, Kris? wae?"

"ah, Baekkie. Kau sedang apa?"

"aku sedang menghangatkan diri disini Kris. bagaimana dengan pekerjaan mu?"

"ah, sepertinya aku akan agak telat. Aku harus menunggu kepala kedutaan yang sedang take off. Tidak apa , kan?"

"haha tak apa! Asalkan kau tidak membeku saja diluar sana hihi"

"aniya~ aku tidak akan membeku"

"hehe aku hanya bercanda Kris"

"ya aku tahu itu, chagi"

"hehe, baiklah! Ah ya makan malam nanti ingin aku masakin apa?"

"hm~ mungkin sup jagung dan grilled beef?"

"baiklah! Kalau begitu aku akan memasaknya"

"hehe, gomawo~"

"hehe cheonmaneyo~"

"ne, aku harus melanjutkan pekerjaanku. Annyeong"

"ne! annyeong~"

PIP

Baekhyun pun mematikan ponselnya dan menaruh nya ke sofa.

"yap! Sepertinya harus membeli bahannya ke supermarket" gumamnya

Baekhyun pun menuju kamarnya, kemudian mengambil blazer tebal coklatnya sepaha dan mengenakannya, ia pun mengenakan syal putih. Kemudian ia menampakkan dirinya ke cermin dan menyisir rambut coklatnya. Baekhyun lebih menyukai fashion seperti ini asal membuatnya nyaman namun juga modis.

Ia pun mengambil tas selempangnya berwarna hitam dan menuju rak sepatu. Ia pun mengenakan boots coklatnya dan pergi keluar.

.

.

.

.

.

DRRTT DRTTT

DRRTT DRTT

Sebuah ponsel di sebuah sofa terus bergetar, yang menandakan seseorang hendak menelponnya

.

.

.

"Maaf nomor yang anda tuju tidak dapat—"

PIP

Kris menghela nafas panjang. Ia mencoba sekali lagi menelepon kekasihnya namun jawabannya selalu sama

"bagaimana bisa ia meninggalkan ponselnya? Ck ia tidak boleh terlalu lama di luar, badai salju kemungkinan tiba hari ini" gumam Kris kemudian menatap layar TV dengan channel info cuaca.

"Kris! kau mau kemana?" sahut teman kerja Kris ketika melihat Kris hendak memakai blazer hitamnya

"aku ingin menjemput Baekhyun. Cuaca kemungkinan akan buruk. Aku akan kembali, Tao"

Temannya yang mendengar hanya menghela nafas panjang. "ne, hati hati" ucap yeoja itu bernama Huang Zitao. Kris pun mengangguk dan tersenyum.

Yeoja itu terus menatap kepergian Kris hingga batang hidungnya tidak terlihat lagi. Ia menghela nafas dan duduk di kursi kerjanya

"semoga ia benar-benar kembali, kesini" gumam Tao, ia pun tersenyum miris dan mengenakan kacamatanya agar dapat melanjutkan pekerjaannya

.

.

.

.

.

Baekhyun membuka payung beningnya. Tiba tiba turun salju

"fuh~ untung saja aku membawanya" gumam Baekhyun. Ia pun menelusuri jalanan dengan kerumunan banyak orang dan lampu jalanan yang mulai menyala menerangi Seoul.

Baekhyun mau tak mau harus berkunjung ke supermarket yang agak jauh dari apartemennya, karena ia baru ingat bahwa supermarket di dekat apartemennya sudah tutup karena menjelang musim dingin.

10 menit kemudian, ia sampai di supermarket itu. Baekhyun menutup payungnya dan menggoyang-goyangkan payungnya agar salju yang hinggap turun dari payung. Ia pun melipatnya dan memasukkan ke dalam tas hitamnya. Baekhyun memasuki supermarket yang agak ramai pengunjung. Ia pun segera mengambil trolley dan menuju saf daging, sayuran dan bumbu-bumbu dapur. Setelah didapatnya apa yang ia butuhkan, ia menuju kasir dan membayarnya. Kemudian ia mengambil kantung belanjanya dan segera keluar. Sebelumnya ia mengeluarkan payungnya dan membukanya agar ia terlindung dari salju. Ia pun berjalan meninggalkan supermarket

Baekhyun ingin menelepon Kris. ia membuka tas selempangnya dan merogohnya. Ia pun panic

"astaga, dimana ponselnya?"

BRUK

Baekhyun yang sibuk mencari ponselnya tak sengaja bertubrukan dengan orang yang dilalunya. Baekhyun pun menoleh pada orang yang ia tabrak. Dan orang yang ia tabrak pun juga

"k-kau?"

"Baekhyun? Byun Baekhyun?"

.

.

.

.

.

Kris dengan selamat sampai hingga apartemen Baekhyun sekaligus kini menjadi tempat tinggalnya. Ia segera menaiki anak tangga dan mengetuk pintu.

TOK TOK

"Baekhyun, kau di dalam?"

Tidak ada suara di seberang sana. Ia pun mengambil kunci cadangan miliknya dan membuka pintu itu. Ketika memasuki ruangan, sunyi senyap hadir dalam apartemen itu

Kris mencoba menelepon Baekhyun lagi. Alhasil ia menemuka getaran dari arah sofa dekat perapian. Ia pun menuju sofa dan mendapatkan ponsel Baekhyun yang memang Baekhyun tinggalkan. Kris menggeleng.

"ck, kemana dia?" gumam Kris

Kris pun segera menutup pintu apartemen dan berniat mencari Baekhyun

.

.

.

.

.

"Baekhyun? Byun Baekhyun?"

Baekhyun melebarkan matanya dengan siapa yang ia tabrak

"Baekhyun.." ucap namja itu dan mulai mendekati Baekhyun. Namun Baekhyun mundur perlahan. Chanyeol yang menyadari hal itu langsung menghentikan langkahnya. Ia menghela nafas

"mianhae. Ah apa kabarmu?" ucap Chanyeol sambil tersenyum kikuk. Baekhyun mengernyit

"ne, baik" singkat Baekhyun sambil menggenggam tiang payungnya. Chanyeol melebarkan matanya ketika cincin yang pernah ia berikan hinggap di jari manisnya. Baekhyun yang menyadari hal itu langsung menaruh tangan kanannya ke saku blazer. Ia pun menunduk karena malu.

"hehe, cincin itu benar benar kau pakai, ya? kukira kau akan membuangnya" ucap Chanyeol santai sambil terkekeh. Baekhyun yang mendengarnya langsung mendongak dan menatap Chanyeol

"t-tentu saja tidak. Aku tidak sejahat itu" ucap Baekhyun gugup

"hah~ menurutku itu bukan hal jahat. Itu hal 'wajar' " ucap Chanyeol. Baekhyun menggeleng. Chanyeol mengernyit

"nah. Lalu cincin itu apa artinya bagimu?" Tanya Chanyeol. Baekhyun yang ditanya menunduk lagi dan terdiam

"baiklah aku tak memaksa kau untuk menjawabnya" ucap Chanyeol. Chanyeol pun melihat kantung belanjaan yang dibawa Baekhyun.

"sebaiknya kau pulang" ucap Chanyeol

"eh?" Baekhyun mendongak.

"ne, pulanglah. Hari semakin dingin. Kau pasti dikhawatirkan" tutur Chanyeol. Baekhyun hanya terdiam

"Baiklah aku saja yang pulang, bye~" ucap Chanyeol seraya membalikkan tubuhnya

"tunggu!"

Baekhyun pun menahan Chanyeol dengan menggenggam lengan Chanyeol. Chanyeol yang mendapat hal itu terkejut

"b-bisakah kita berbicara?" Tanya Baekhyun gugup. Chanyeol pun membalikkan tubuhnya hingga berhadapan dengan Baekhyun dan Baekhyun merasa jarak tubuhnya sangat dekat. Chanyeol pun merendahkan tubuhnya agar Baekhyun mudah melihatnya.

Baekhyun yang mendapat hal itu terkejut

DEG

DEG

'mengapa aku berdegup?' batin Baekhyun

"Ya? apa aku tidak salah dengar, Byun Baekhyun?" Tanya Chanyeol menaikan alisnya sambil sedikit memiringkan kepalanya

"n-ne. w-wae? Kau tidak mau?" Tanya Baekhyun balik

Chanyeol yang mendengarnya tersenyum.

"sebaiknya kau pulang. Kris pasti mencarimu" ucap Chanyeol. Baekhyun yang mendengarnya entah mengapa hatinya bergemuruh

"t-tidak apa. Lagipula ia sedang bekerja" jawab Baekhyun. Chanyeol pun mengangguk

"ah~ arra. Lalu?"

Baekhyun yang mendengar pertanyaan bodoh Chanyeol hanya mendengus. Chanyeol pun tertawa

"haha aku bercanda. Ya aku mau" ucap Chanyeol. Baekhyun pun merasa senang

"ne, kita ke café seberang sana saja" ucap Baekhyun sambil menunjuk sebuah café yang tak jauh darinya. Chanyeol pun mengangguk

Tak lama, mereka pun sampai dan duduk di meja yang mereka pesan. Ketika seorang pelayan menghampiri mereka, Chanyeol langsung memesan mocha latte sedangkan Baekhyun hot strawberry tea.

"kau tetap saja tak berubah, strawberry maniac" ucap Chanyeol. Baekhyun hanya tersenyum

"ah ya, kau ingin bicara apa?" Tanya Chanyeol memulai. Baekhyun pun terdiam sejenak

"aku.. aku benar benar minta maaf" ucap Baekhyun

"maaf? Untuk apa?"

"maaf.. maaf karena aku sudah membuatmu sakit hati" ucap Baekhyun seraya menunduk. Chanyeol yang mendengarnya hanya terdiam

"maaf… aku sudah bilang padamu bahwa aku membencimu. Padahal…. Kau ingin…. Melamarku" ucap Baekhyun sambil memainkan jari jarinya

Baekhyun mendengar helaan nafas dari Chanyeol. Ia pun menoleh dan menatap Chanyeol yang hanya tersenyum

"masalah itu tak usah kau pikirkan. Aku tidak merasa bahwa kau yang bersalah. Tetapi aku" ucap Chanyeol.

"t-tapi…"

"tidak Baekkie. Kau tidak perlu meminta maaf. Aku yang seharusnya minta maaf. Pergi tanpa pamit. Datang ketika kau sudah sakit-sakitan. Dan.. yeah memang wajar kan kau membenciku. Dan hal yang kudapat hari itu memang pantas untukku. Aku memang serba salah" ucap Chanyeol sambil menyunggingkan bibirnya. Baekhyun merasa dadanya bergemuruh

.

.

.

.

.

Kris terus mencari Baekhyun. Ia sudah pergi ke supermarket yang ia pikir Baekhyun kunjungi.

"mungkin ia sudah kembali" gumam Kris

Kris pun berjalan menuju apartemen seraya melihat sekitar. Bisa saja Baekhyun berkeliaran.

Kris melirik ke salah satu café disana. Ia melihat seseorang yang tidak asing baginya.

Ia pun memicingkan matanya

Dan benar

Ia mendapatkan Byun Baekhyun

.

.

.

.

.

"dan yap. Aku dengar kau sudah bertunangan dengan Kris"

"iya. Tetapi—"

"ya ya, sebentar lagi kau menikah dengannya. Aku tidak sabar melihat kalian di pelaminan" potong Chanyeol seraya meminum mocha latte nya yang sudah hadir disana

"tapi, Chanyeol.. aku benar benar… entahlah aku hanya bingung" lirih Baekhyun

"bingung? Mengapa harus bingung?" Tanya Chanyeol

"aku.. aku sendiri bingung. Apakah aku benar benar mencintai Kris atau tidak.."

"apa Baekkie?"

Baekhyun pun dikejutkan oleh seseorang di belakangnya. Ia pun menoleh dan kaget dengan siapa yang ia temui

'K-Kris? jangan jangan ia mendengarnya..' batin Baekhyun

"hey Kris" sapa Chanyeol memulai. Kris yang mendengarnya hanya tersenyum

"hey, Chanyeol. Untunglah kau bersamanya" tutur Kris

"haha aniya. Tadi kami tak sengaja bertemu dan akhirnya kemari. Maafkan aku yang membuatnya khawatir, pasti kau menunggunya sedari tadi" ucap Chanyeol.

Baekhyun yang mendengarnya langsung menatap tajam Chanyeol.

'bukan begitu, Chanyeol' batin Baekhyun

"haha tak apa. Justru aku ingin berterima kasih padamu. Diluar semakin dingin, tanda badai salju sudah tiba. Makanya aku mencarinya agar cepat kembali" tutur Kris. Chanyeol hanya mengangguk

"nah, dengarkan kekasihmu itu Baek" ucap Chanyeol yang menyadarkan Baekhyun. Baekhyun hanya tersenyum kikuk dan mengangguk

"sebaiknya kau pulang" tutur Chanyeol. Baekhyun terkejut dan menggeleng

"ck, Kris sudah menunggumu"

"tapi—"

"nah Kris ini kantung belanja Baekhyun" Chanyeol langsung mengambil kantung belanja itu dan menyerahkan pada Kris. Kris yang mendapatkannya sontak kaget dan mengambilnya

"sudahlah, pulang lah" ucap Chanyeol

Baekhyun pun merasa sedih dan menghela nafas. Ia pun berdiri dan membungkukkan badannya pada Chanyeol sebagai tanda pamit. Ia pun menoleh pada Kris yang telah menunggunya

"mianhae, aku telah membuatmu khawatir.."

"tak apa Baekkie" ucap Kris menenangkan

Mereka pun memasuki sedan itu dan melaju menuju apartemen

.

.

.

.

.

.

Baekhyun pun menaruh mangkuk berisi sup jagung ke atas meja makan. Ia pun duduk di samping Kris

"sup jagungnya sudah jadi~"

"woah, kelihatannya enak" ucap Kris

Kris pun mengambil mangkuk kecil dan menuangkan sup jagung itu kedalamnya. Ia pun mengambil sendok dan mengambil sesendok kemudian menyeruputnya

"hm~"

"bagaimana rasanya Kris?"

"hangat dan sedap~" puji Kris. Baekhyun yang mendengarnya tersenyum

"baguslah. Ah jangan lupakan grilled beef nya~"ucap Baekhyun

Mereka pun makan malam bersama.

Tak lama, Kris menyelesaikan acara makannya

"kau ini lapar ya?" goda Baekhyun lalu menyuapkan sesendok nasi ke dalam mulutnya

"tentu saja. Diluar dingin dan pekerjaan membuatku lapar" ucap Kris

"hm? Memangnya kau tidak makan?"

"awalnya aku ingin makan bersama teman kerjaku, Tao. Tetapi atasanku menyuruhku agar segera menyelesaikan pekerjaanku karena kepala duta membutuhkan dokumen yang ada di tanganku segera. Mau tak mau aku menunda acara makan siangku" tutur Kris kemudian meminum minumannya. Baekhyun yang mendengarnya hanya menggeleng dan tersenyum

"ah ya, Baekkie…"

"ne?"

"aku… ingin bertanya jujur padamu"

Baekhyun yang mendengarnya mengernyit

"jujur? Dalam hal apa?"

"dalam hal hubungan kita" tutur Kris serius. Baekhyun agak terkejut

"hubungan kita?" Tanya Baekhyun. Kris mengangguk

"ya, yang kutanyakan adalah…"

Baekhyun yang ingin mendengarnya entah mengapa jantungnya berdegup

"apakah… kau mencintaiku?"

.

.

.

.

TO BE CONTINUED

.

.

.

.

.

JENG JENG

SURPRISEEEEEEEEEEE (?)

TERNYATA MASIH NEXT CHAPTER

HAHAHAHAHAHAHA /ditimpuk readers/

Oh iya, Author mohon maaf lahir batin ne di bulan ramadhan ini :3 #TELATWOI

Minta THR dong /digampar/

Gimana? PANJANG BANGET KAAAAAAAAAAAAAAAN IYA KAAAAAAAAAAAAN

4 ribuan words, panjang juga *readers: EMANG!*

Ah tenang saja kok ini akhirnya bakal jadi indah /halah/ dengan ChanBaek x3

Alay ah

Udah ah (?)

GOMAWO RIVIEW NYA NEEEEEEEEEEE

Ayo review lagi (?)

Udah ah, Author ngantuk (?)

Sip.