Fight for love chapter 9
Lari pagi
05:00 am
Hari ke sembilan libur musim panas
Desa Konoha
Taman di depan rumah kediaman Kazuya terlihat sudah dipenuhi orang-orang bersemangat membara, mereka melakukan aktivitas pagi harinya. lari pagi. itu sudah kebiasaan rakyat Konoha
''Huaaaa!'' teriak semanagat Rock lee ''Ayo lari.. lari.. lari'' ia menyemangati dirinya sendiri
''Yosha! aku menang" teriak semangat Naruto
Sementara Kazuya dan Shikamaru masih tertinggal jauh
''Haahhh, Gara-gara ular ini aku tertinggal jauh'' keluh Kazuya
''Ayo lari, come-on lari... lari'' semangat Rock Lee melewati Shikamaru dan Kazuya
''Hah'' Shikamaru menghela nafasnya ''seharusnya lari saja jangan banyak mulut seperti itu mengganggu saja'' keluhnya
''Biarkan saja Shikamaru'' ucap Kazuya datar ''Lebih baik kita kejar Naruto''
''Baik baik'' sahut Shikamaru malas
''Ok siapa yang sampai paling terakhir dia harus menraktir makan''
''Ok'' sahut Shikamaru yang tak mau kalah
''Hey kalian, ayo cepat'' seru Naruto
''Kau selalu lewat tangga makanya kau duluan sampai'' sahut Kazuya datar
''Ho ho ho Hey! ayo lari .. ayo lari'' seru Rock lee
''Kau lari saja sendiri jangan mengganggu konsentrasiku'' keluh Kazuya datar sambil tangannya sibuk mengocok sesuatu.
''Yoshh!'' dengan semangat membara Rock Lee melanjutkan larinya
''Haah sudah berapa kali dia keliling lapanagan?'' tanya Shikamaru santai
''Sepertinya sudah 7 x'' sahut Kazuya datar yang masih mengocok tangannya, berharap dewi fortuna memihaknya.
''Pantas Kepala ku pusing, ternyata sudah 7 x ya'' sahut Shikamaru malas
''Yosaa!'' teriak Kazuya senang "aku sampai duluan Shikamaru, Lihat itu lihat'' sambil menunjuk mata dadu "aku mendapat 12 angka''
''Haaahh... aku kalah lagi. aku memang tidak mahir main ular tangga'' keluh Shikamaru
''Haha kau harus meneraktir kami'' sahut Naruto dan Kazuya
''Oke oke, ayo kita ke kantin'' ajak Shikamaru ''lagi pula aku sudah lapar''
''Ah kau ini Shikamaru'' sahut Kazuya sambil tersenyum
.
.
.
flash
.
.
.
.
.
.
.
''Naruto sudah bangun Minato-kun?'' tanya Kushina
''Oh Naruto, dia pagi-pagi sudah bangun, kan sudah biasa mereka bertiga berkumpul di taman saat pagi hari untuk olah raga tentunya'' jawab Minato tenang
''Kenapa mereka tak ajak istri istrinya?'' tanya Kushina lagi
Minato hanya mengangkat bahunya tanda tidak tahu
.
.
''Aku pulang'' seru Naruto
''Sudah selesai olahraga?" tanya Minato
''Sudah ayah'' sahut Naruto "Ayah, hari ini Shikamaru kalah''
''Pantas kau senang hari ini Naruto, kan biasanya kau yang kalah'' sahut Ibunya tenang
''Tumben kau kuat lari Naruto" Minato ikut senang
''Begitulah'' sahut Naruto ''aku mau mandi dulu ya'' Naruto langsung lari ke kamarnya segera untuk mandi
''Hah... dia masih tidur'' naruto sambil melirik istrinya ''Lebih baik aku mandi dulu'' gumamnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
''Kau sudah bangun?'' tanya Shikamaru yang duduk di kasur sambil membaca sebuah majalah ''sana cepat mandi dulu lalu sarapan''
Ino dengan malas bangun dari tempat tidur sampai dia sadar akan sesuatu ''Jam brapa ini?'' Ino bertanya sambil mengucek matanya yang masih mengantuk
''Sudah jam sepuluh'' jawab Shikamaru santai
''Apaaa?''
''Kenapa tidak membangunkanku?''
''Kau terlihat sangat lelah jadi tidak aku bangunkan'' sahut Shikamaru tenang ''Sudahlah sana mandi dulu''
Ino lalu melangkah untuk mandi, dia malas berdebat dengan suaminya yang malah lebih asik dengan majalahnya
.
.
.
.
.
flash
.
.
.
.
.
''Hinata-chan, nanti malam kita keluar bersama teman-teman'' ajakan Kazuya santai
''Sakura dan Ino mereka ikut?'' tanya Hinata
''Tentu saja mereka ikut'' sahut Kazuya sambil sibuk memilih pakaian yang pas untuk nanti malam "mereka akan menjemput kita ke sini lebih baik mandi dulu sana'' Kazuya sambil menunjuk pemandian air panas di dalam rumahnya
Seketika mata Hinata membulat "kau suruh aku mandi di kolam pemandian terbuka?'' sahut Hinata sepontan
''Ah itu kolam pemandian pribadi jadi tak ada orang yang akan melihatmu kecuali aku''
Tok
''Ga mau'' jawab Hinata singkat sambil menjitak jidat Kazuya
''Wajar saja kalo aku melihat kamu mandi aku kan suamimu'' keluh Kazuya sambil mengusap jidatnya
''Dasar'' jawab Hinata singkat
''Kalo ga mau aku melihatnya, tutup saja tirainya'' keluh Kazuya datar
''Uh'' sahut Hinata cuek dan langsung berjalan menuju pemandian "awas nanti jika kau mengintip'' ancam Hinata dengan mengepalkan tangan di depan wajahnya
Kazuya lagi-lagi merinding sempurna melihat istrinya memiliki tatapan setan itu "memang, wanita itu mengerikan'' gumamnya dalam batin.
.
.
.
.
flash
.
.
.
.
''Sakura-chan...'' Panggil Ibu mertuanya dengan lembut
''Iya Ibu''
''Ini gaun untuk malam kencanmu sudah siap, semoga malammu menyenangkan ya'' Kushina menunjukan gaun sambil tersenyum manis.
''Ok Ibu aku ganti dulu ya''
''Iya cepat sana, suamimu yang tampan itu sudah menunggu'' sahut Kushina lembut
''Jiaahh, Kalo Bukan karena Ibu aku gak akan ikut, Naruto baka!'' batin Sakura
''Sakura lama sekali'' Naruto mulai kesal karena harus menunggu lama.
Tampa pikir panjang Naruto langsung pergi ke kamarnya "jadi ini masalahnya'' ucap Naruto pelan sambil melihat Sakura yang sedang kerepotan menutup krek gaunnya di punggungnya "sini aku bantu''
''Cepat Naruto "suruh Sakura
''Sebentar dulu kaitan bramu lepas'' seketika membuat wajah Sakura memerah
''Sudah. ayo berangkat teman kita sudah menunggu'' Naruto mengajak Sakura untuk cepat berangkat
.
.
.
.
flash
.
.
.
.
''So sexy, ini baru istriku yang cantik'' ucap Shikamaru memamdangi Ino penuh decak kagum.
Wajah Ino merona melihat suaminya memandanginya seperti itu
''Mari tuan putri ayo berangkat'' ajakan Shikamaru sok romantis
Itu membuat wajah Ino memerah sempurna ''Baiklah pangeran'' sahut Ino tersipu malu
Sudah pastinya wanita-wanita galak itu kalah oleh hal hal yang romantis dan tentu saja para suami mereka tau itu
.
.
.
Flash
.
.
.
Jing jiiiing
Brumm Bruumm
Tin
Dua mobil sport telah tiba di kediaman Kazuya
Pemuda pirang keluar dari mobil orange loborjini Gallardo-nya
''Kau tunggu di dalam mobil Sakura-chan'' seru Naruto lembut
Dan disisi lain pemuda berkuncir tampak keluar dari mobil Mersedes Bent Mclarennya
Mereka menunggu Kazuya sambil bersantai di dekat mobil mereka
flash
''Gaun ini sangat cocok untukmu Hinata, kau sangat manis'' goda Kazuya lalu tersenyum
''Mari permaisuriku'' ajakan lembut Kazuya memerahkan pipinya Hinata, merah seperti batu bata rebus
''Ayo..'' Kazuya sambil memberikan lengannya untuk di gandeng oleh tangan Hinata
membuat Shikamaru dan Naruto melongo saat melihat Kazuya dan Hinata bak seperti Raja dan Ratu saat berjalan menuju mobil milik Kazuya "sial dia lebih romantis dariku" hanya kata-kata itu yang terniang di pikiran Shikamaru dan Naruto
''Silahkan masuk permaisuriku'' ucap lembut Kazuya sambil membukakan pintu mobil carera 911 turbo s miliknya
''Ayo kawan kita berangkat'' seru Kazuya mengajak teman-temannya
''Hati-hati tuan muda"seru Maito Gai sambil melambaikan tangan, lalu mobil mereka beranjak pergi
Tunggu Kemana mereka pergi? tentu saja mereka mencari tempat yang romantis sambil makan malam. pantai... ya sepertinya pantai cocok, apalagi makan malam yang ditemani sinar lilin plus deburan ombak, sepertinya romantis
Lets to road
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sejuk dan tentram, ketiga pasang suami istri itu melewati makan malam romantis di temani deburan obak yang menemani hayalan para istri. ke enam remaja itu hanya dengan waktu semalam telah menjadi sepasang suami istri dan kini merubah jalan hidup mereka masing-masing
Hingga terdengar gumam para istri di sela deburan ombak "ya.. from now till the and you are mine and I'm your'''
To be continued
