"Pelarian"
Remake Story by Astrella
Park Chanyeol
Byun Baekhyun (GS)
Others
[Chanbaek]
.
.
.
.
.
.
Putri Baekhyun begitu marah saat mengetahui Ayahnya Yang Mulia Raja Kyuhyun menjodohkannya dengan pemuda yang tak pernah di kenalnya. Dengan kekesalan hati akhirnya sang tuan putri melarikan diri dari istananya yang serba mewah. Namun siapa sangka, perjalanannya malah terdampar di kastil sang tunangan. Chanyeol. Dengan berpura-pura sebagai gadis yang kehilangan ingatan, sang putri akhirnya memulai petualangannya dengan riang. Ternyata kebebasan di luar istana begitu memikatnya. Alam bebas, pohon-pohon, kicau burung dan padang rumput mengiringi kisah cinta sang putri yang biasanya penat oleh tugas-tugasnya sebagai putri mahkota.
.
.
.
.
.
.
Rencana baru Baekhyun berjalan seperti yang diharapkan gadis itu. Hari-hari terakhir ini Baekhyun berhasil menjauhi Chanyeol. Kecurigaan Chanyeol terhadap dirinya akan bertambah besar bila mereka bertemu. Baekhyun yakin itu apalagi bila mengingat ucapan Haneul.
Hingga saat ini hanya ucapan Haneul saja yang tidak dapat dimengerti Baekhyun. Wanita itu mengatakan ia sering bermain ke Castil Q`arde dengan Ratu tetapi ia sama sekali tidak ingat.
Bila ternyata kata-kata Haneul benar maka kata-kata ayahnya juga benar. Bahwa pertunangan ini adalah keinginan Ratu, itu juga benar. Baekhyun yakin ibunya akan mengerti bila ia menolak pertunangan ini.
Baekhyun menatap langit di atasnya. Ia benar-benar merasa kebingungan. Semua yang terjadi akhir-akhir ini benar-benar di luar rencananya bahkan di luar dugaannya. Sejak pertengkaran di Ruang Duduk itu, Sehun makin berusaha mencari kesempatan untuk berdua dengannya. Walaupun setiap kali Baekhyun selalu menghindar tetapi pria itu tetap berusaha mendekatinya.
Yang membuat Baekhyun heran adalah sikap acuh Chanyeol. Bila pria itu benar-benar menduga ia adalah Putri Baekhyun, maka pria itu seharusnya menyelamatkan tunangannya dari adiknya tetapi nyatanya pria itu pura-pura tidak melihat. Baekhyun dibuat jengkel olehnya.
Keberadaan Jackson di Castil Q`arde membuat Baekhyun semakin sukar menghindari kedua pria itu. Baekhyun tidak mungkin meninggalkan Jackson yang telah mendapatkan tempat di hatinya. Baekhyun juga tidak ingin mengecewakan anak itu.
Sekarang demi menyelamatkan dirinya dari situasi berbahaya yang harus dihindarinya, Baekhyun terpaksa mengurangi waktu bermainnya dengan Jackson dan lebih sering menghabiskan waktunya di atas pohon seperti saat ini. Jackson memang kecewa ketika ia tahu Baekhyun sering menghilang. Tetapi ia tidak pernah menunjukkan kekecewaannya pada Baekhyun. Walaupun demikian Baekhyun selalu menggunakan kesempatan yang singkat itu untuk membuat Jackson merasa senang. Hanya di sore hari saja Baekhyun berada di sisi Jackson selebihnya ia habiskan di atas pohon. Untuk menghilangkan kebosanannya duduk seharian di atas pohon, Baekhyun sengaja membawa buku dari Ruang Perpustakaan.
Melalui percakapan yang dulu didengarnya, Baekhyun tahu Changmin dan Victoria tidak keberatan ia sering memanjat pohon asal tanpa sepengetahuan Jackson. Baekhyun tahu Sehun jengkel melihat ia selalu segera menghilang setelah makan pagi. Dan baru muncul kembali saat makan malam.
Sikap Chanyeol berlawanan dengan adiknya. Walaupun pria itu telah mencurigai gadis itu sebagai tunangannya tetapi ia tetap bersikap tidak peduli. Changmin dan Victoria juga tidak pernah bertanya apa-apa kepada Baekhyun. Mereka hanya tersenyum saat melihat Baekhyun segera meninggalkan Ruang Makan setelah menghabiskan sarapannya dan baru muncul kembali saat makan malam. Bahkan Changmin membantu Baekhyun menemukan buku-buku yang menarik. Tidak ada yang memprotes sikap Baekhyun yang seperti enggan berkumpul bersama keluarga Kryntz selain Sehun. Hanya pria itu saja yang memprotes sikap Baekhyun bahkan tadi pagi ia mengungkit masalah itu.
"Kau sengaja menghindari kami," kata Sehun tajam saat melihat Baekhyun meninggalkan meja makan.
"Salahkah bila aku ingin menyendiri?" tanya Baekhyun tenang.
"Tidak tapi sikapmu itu seperti menghindari kami."
Baekhyun tetap bersikap tenang namun pandangan matanya bersinar berbahaya. "Bila kalian merasa demikian maka maafkan saya," kata Baekhyun sopan, "Harus saya akui saya lebih senang mendekatkan diri kepada alam yang damai daripada dunia yang kejam."
"Apa bedanya alam dan dunia?" tanya Jackson tak mengerti.
"Tanyalah Paman Sehunmu, ia pasti mengerti," kata Baekhyun tajam lalu ia segera meninggalkan tempat itu.
Baekhyun tidak tahu apa yang dirasakan Sehun saat itu tetapi ia tahu pria itu merasa jengkel akan sikapnya. Changmin dan Victoria tidak tampak tersinggung saat Baekhyun mengatakan pendapatnya, mereka hanya tersenyum. Hanya Sehun saja yang merasa tersinggung.
"Sudah kuduga kau di sini."
Baekhyun terkejut. Buku yang dipegangnya terjatuh. Chanyeol menyadari keterkejutan gadis itu dan segera mengulurkan tangannya. Baekhyun hampir saja ikut jatuh seperti bukunya bila tangan itu tidak segera memegang pinggangnya.
"Sudah kukatakan jangan sering memanjat pohon. Bagaimana bila tadi aku tidak segera memegangmu?" tanya Chanyeol, "Mungkin saat ini kau sudah jatuh seperti buku itu."
"Kalau kau tidak mengejutkanku seperti tadi, aku pasti tidak akan jatuh," kata Baekhyun tajam.
Chanyeol menyadari gadis itu benar. "Kau benar. Aku minta maaf."
"Mengapa kau di sini?" tanya Baekhyun dingin. Setelah berhari-hari mendapatkan ketenangan di atas pohon ini, Baekhyun tidak senang ketika pria itu tiba-tiba mengganggunya.
"Aku hanya ingin bertanya mengapa akhir-akhir ini kau sering menghilang," kata Chanyeol sambil menyandarkan tubuhnya ke batang pohon.
"Untuk apa kau mengurusi si kucing kecil yang liar ini?" tanya Baekhyun dingin.
"Karena si kucing kecil yang liar ini memang nakal dan aku si the Devil Dog harus menjaganya," kata Chanyeol tenang.
"Siapa yang menyuruhmu menjagaku?"
"Tidak ada."
"Lalu mengapa kau merepotkan dirimu sendiri dengan menjagaku?" tanya Baekhyun tajam.
"Apa kau tidak melihat Jackson kecewa melihatmu setiap hari menghilang?"
"Aku tahu Jackson sedih melihat aku selalu menghilang," kata Baekhyun sedih.
"Lalu mengapa kau tetap saja sering menghilang?" selidik Chanyeol.
"Aku hanya ingin menyendiri saja," kata Baekhyun tenang.
"Apa kau ingin menghindariku?"
"Kau seharusnya merasa beruntung tidak perlu mengejar-ngejar si kucing liar. Lalu si the Devil Dog ini mengapa memanjat pohon hanya untuk menemukan si kucing liar?"
"Apa kau tidak sedih melihat Jackson? Anak itu setiap hari tampak murung karena kau selalu menghilang," kata Chanyeol tajam.
"Siapa yang berkata seperti itu?" tanya Baekhyun tidak mau kalah.
"Lalu mengapa kau masih tetap sering menghilang?"
"Dan kau mengapa mau merepotkan dirimu memanjat pohon hanya untuk menemukan si kucing liar yang ingin membaca buku di atas pohon?"
"Kau sendiri mengapa membaca buku di atas pohon?" kata Chanyeol.
"Karena aku adalah kucing liar, maka tempatku hanya di atas pohon,"
Sikap Baekhyun yang tidak mau mengalah itu membuat Chanyeol menyerah. Chanyeol merasa percuma membuat Baekhyun meninggalkan pohon yang selama ini menjadi tempat persembunyiannya.
"Sudahlah. Selama berhari-hari tidak bertengkar, lebih baik kita menghentikan pertengkaran ini."
"Mengapa? Kau tidak menyukai pertengkaran kita?" tanya Baekhyun, "Sayang sekali aku menyukainya. Entah bagaimana dengan tunanganmu yang menghilang karena tidak menyukaimu itu."
Chanyeol menatap lekat-lekat wajah Baekhyun. "Jangan berbohong lagi. Aku tahu siapa kau."
Baekhyun yang telah mengetahui kecurigaan Chanyeol kepada dirinya, tidak terkejut mendengarnya, ia malah bertanya tidak mengerti, "Memangnya siapa aku?"
"Jangan menipuku lagi. Percuma saja. Aku sudah tahu kau adalah Byun Baekhyun."
"Sayang sekali aku tidak mengenalnya."
"Jangan bohong padaku lagi, Baekhyun," kata Chanyeol memperingati, "Aku tahu selama ini kau selalu menghindariku karena kau takut dengan kecurigaanku."
"Kalau aku adalah dia mengapa aku berada di sini?"
"Aku tidak tahu," kata Chanyeol mengakui, "Hanya kau sendiri yang dapat menjawabnya."
" Aku tidak mengenalnya," kata Baekhyun tenang. Baekhyun tahu ia harus meninggalkan pria itu sebelum penyamarannya yang berada dalam bahaya ini terbongkar.
Chanyeol segera memegang lengan Baekhyun ketika melihat gadis itu hendak meninggalkan dahan tempatnya duduk. Menyadari gadis itu terkejut, Chanyeol takut Baekhyun jatuh. Chanyeol segera memeluk tubuh gadis itu.
"Apa yang akan kaulakukan!?" protesnya. Baekhyun berusaha melepaskan diri dari pelukan Chanyeol. "Aku hanya ingin mengambil bukuku yang kau jatuhkan."
"Aku tidak menjatuhkannya," bantah Chanyeol.
Baekhyun menatap tajam wajah Chanyeol dan setajam tatapannya, ia berkata, "Kau memang tidak menjatuhkannya tetapi kau membuatnya jatuh."
"Baiklah, aku yang menjatuhkannya," kata Chanyeol mengalah,
"Sekarang lepaskan tanganmu dan biarkan kucing liar ini turun," kata Baekhyun dingin
Chanyeol membiarkan Baekhyun menuruni pohon itu dulu. Setelah merasa gadis itu cukup jauh di bawahnya, ia mengikuti gadis itu. Tanpa mempedulikan Chanyeol yang mengikutinya, Baekhyun menuruni pohon itu dengan hati-hati. Ia tidak peduli apakah pria itu tidak sabar melihatnya turun pelan-pelan.
Dengan hati-hati Baekhyun melompat ke atas tanah. Setelah menemukan bukunya yang terjatuh, Baekhyun segera berjalan Ruang Kanak-Kanak. Baekhyun mendengar langkah Chanyeol di belakangnya tetapi ia tetap tidak memperlambat langkahnya. Chanyeol segera menyusul Baekhyun dan menangkap lengan gadis itu.
"Mau ke mana kau?"
"Berjalan-jalan," jawabnya santai.
Chanyeol tidak melepaskan lengan Baekhyun.
"Lepaskan aku," kata Baekhyun jengkel sambil menyentakkan tangannya.
"Kau akan ke mana?"
"Apa kau tidak mendengarku? Aku telah mengatakan kepadamu aku ingin berjalan-jalan."
"Lepaskan aku," kata Baekhyun marah sambil menyentakkan lengannya sekuat tenaga.
Melihat kemarahan gadis itu, Chanyeol segera melepaskan lengannya. Baekhyun segera menarik lengannya begitu pria itu melonggarkan pegangannya. Saat ia baru akan melanjutkan perjalanannya, ia melihat seseorang mendekatinya.
Melihat orang itu tak lain adalah Sehun, Baekhyun mengeluh, "Di belakang The Devil Dog dan di depan bola berjalan."
Gadis itu segera membalikkan badannya. Melihat gadis itu mengubah arahnya, Chanyeol heran. Ia segera mengikuti gadis itu. "Mengapa kau tiba-tiba mengubah arahmu? Apa kau tidak jadi berjalan-jalan?"
Baekhyun tidak menghentikan langkah kakinya. "Daripada bertemu bola berjalan lebih baik berhadapan dengan The Devil Dog."
Chanyeol mempercepat langkahnya hingga ia berada di sisi Baekhyun.
"Apa maksudmu? Siapa 'bola berjalan' itu?"
"Siapa lagi kalau bukan adikmu, Sehun," kata Baekhyun tenang.
"Dia?" tanya Chanyeol tidak percaya. Ia melirik adiknya yang berusaha mengejar mereka dan ia tertawa.
Baekhyun terkejut mendengar tawa Chanyeol. "Adakah yang lucu?" tanyanya tajam.
"Tidak, tidak ada apa-apa," kata Chanyeol sambil menahan tawanya,
"Cuma kau pandai sekali memberi nama kepada Sehun."
"Tidak sulit memberi nama baru kepadanya yang bertubuh bulat seperti bola itu," kata Baekhyun santai.
"Ia pasti tersanjung mendengarnya."
"Kuharap demikian," kata Baekhyun tidak peduli.
Baekhyun memperhatikan keadaan di luar Castil Q`arde yang tampak
melalui gerbang yang terbuka itu. Baekhyun terkejut melihat keadaan di luar. Chanyeol terkejut melihat Baekhyun tiba-tiba berhenti. "Ada apa?" tanyanya cemas. Kecemasan Chanyeol bertambah ketika ia melihat wajah Baekhyun memucat. Chanyeol mengikuti arah pandangan mata Baekhyun.
Di luar Castil Q`arde tampak kereta kuda yang mewah. Melihat bentuknya serta kemewahannya, Chanyeol tahu kereta kuda itu adalah kereta tahu kereta kuda itu adalah kereta kuda Istana yang hanya digunakan oleh keluarga raja. Baekhyun takut menyadari ayahnya ada di sini.
Pintu kereta terbuka dan tampak seorang wanita yang mengenakan pakaian pelayan serba hitam. Baekhyun terpaku di tempatnya ketika ia melihat wanita itu. Wanita itu juga terpaku melihat Baekhyun berdiri di depannya hanya berbatasan pintu gerbang yang terbuka.
Hana lebih cepat menguasai dirinya daripada Baekhyun. "Tuan Puteri," katanya senang. Baekhyun yang masih terkejut semakin terkejut ketika tubuhnya tiba-tiba ditarik Chanyeol. Baekhyun segera menguasai keterkejutannya dan menatap tajam wajah Chanyeol.
"Mengapa kau menarikku?"
Chanyeol juga tidak mengerti mengapa ia tadi menarik gadis itu menjauhi
pintu gerbang ketika wanita itu memanggil gadis itu.
"Seharusnya kau berterima kasih kepadaku yang telah menyelamatkanmu. Aku yakin wanita itu akan segera membawamu kembali ke Istana Urza bila kau tetap berdiri di sana."
"Lalu mengapa kau menolongku?" tanya Baekhyun curiga.
"Karena masih banyak hal yang harus kaujelaskan kepadaku," kata Chanyeol tegas.
"Penjelasan? Apa yang harus kujelaskan kepadamu?"
"Pertama kau harus mengakui kalau kau memang Baekhyun."
"Maaf aku tidak mengenalnya," kata Baekhyun keras kepala.
"Percuma kau berusaha membohongiku. Aku tahu kau adalah Baekhyun dan percuma saja kau berusaha mengingkarinya. Aku tidak mungkin salah."
"Kapan aku membohongimu? Aku tidak pernah merasa telah membohongimu."
"Sudahlah, Baekhyun, mengaku sajalah. Percuma mengingkari apa yang telah terbukti," kata Chanyeol.
"Coba buktikan kalau aku adalah dia," tantang Baekhyun.
Chanyeol menatap tajam wajah Baekhyun. Baekhyun memalingkan pandangan matanya dari mata kelabu Chanyeol yang menatap tajam dirinya. Sebatang pohon menarik perhatian Baekhyun. Chanyeol menyadari apa yang dilihat Baekhyun, ia segera melepaskan tangan Baekhyun dan membiarkan gadis itu mendekati pohon cemara itu.
Goresan-goresan pada batang pohon itu membuat Baekhyun tertarik. Ia merasa mengenal goresan-goresan yang saling berjajar ke atas itu. Melihat tinggi goresan itu yang berbeda antara satu dengan yang lain, Baekhyun yakin goresan itu adalah hasil pengukuran tinggi badan.
Suatu gambaran terbayang dalam benak Baekhyun. Ia melihat dirinya berdiri sambil menyandarkan punggung di batang pohon itu. Sepasang tangan memberi goresan pada batang cemara.
"Pohon itu dulu tempat kita saling mengukur tinggi badan," kata Chanyeol memberitahu Baekhyun.
Baekhyun menyentuh goresan itu tanpa mengatakan apa-apa. Gadis itu tidak mengerti mengapa gambaran itu muncul di benaknya sementara ia sendiri sangat yakin ia tidak pernah ke Castil Q`arde saat ia masih kecil. Bila kata-kata Chanyeol dihubungkan dengan kata-kata Haneul, maka keduanya hanya ingin mengatakan satu hal yaitu Baekhyun sering ke Castil Q`arde bersama Ratu.
"Kau baru saja membuktikan sendiri kalau kau adalah Baekhyun," kata Chanyeol sambil tersenyum.
"Sungguh?" tanya Baekhyun tidak percaya.
"Hanya aku dan kau yang tahu kita telah menggores pohon itu," kata Chanyeol, "Melhat kau tertarik melihatnya, aku semakin yakin kau adalah Baekhyun."
"Jangan senang dulu," kata Baekhyun memperingati, "Mungkin saja aku hanya tertarik melihat batang pohon ini."
Chanyeol baru saja hendak mengatakan sesuatu ketika terdengar suara orang memanggilnya. Chanyeol memalingkan kepala ke arah datangnya suara itu dan melihat ibunya tengah memanggilnya dengan cemas. Kemudian Chanyeol menatap tajam wajah Baekhyun, "Kau beruntung saat ini. Tetapi aku tidak akan melepaskanmu lagi. Aku akan membuatmu mengatakan semua yang ingin kudengar."
"Coba saja," tantang Baekhyun.
Chanyeol menatap tajam wajah Baekhyun. "Tunggulah aku dan aku akan membuktikan kata-kataku," katanya tajam.
Walaupun Chanyeol telah memperingati Baekhyun untuk tetap menunggunya tetapi ia tidak akan pernah melihat gadis itu lagi. Begitu melihat Chanyeol menjauh, Baekhyun segera kembali ke kamarnya. Baekhyun tahu posisinya saat itu benar-benar berbahaya dan ia harus
menyelamatkan diri. Baekhyun masih tidak ingin kembali ke Istana Urza. Tidak seorangpun yang ditemui Baekhyun saat ia terburu-buru ke kamarnya juga tidak seorangpun yang melihat kepergian Baekhyun melalui pintu belakang Castil Q`arde.
.
.
.
.
.
Chanyeol khawatir. Sudah dua bulan lebih berlalu sejak Baekhyun menghilang dari Castil Q`arde tapi hingga saat ini jejak Baekhyun masih belum ditemukan. Kali ini Baekhyun benar-benar menghilang seperti ditelan bumi. Tidak seorangpun yang tahu di mana gadis itu kini berada. Setiap orang di Castil Q`arde telah ditanyai namun tidak seroangpun dari mereka yang melihat kepergian Baekhyun.
Chanyeol sama sekali tidak menduga setelah ia meninggalkan Baekhyun di taman, gadis itu akan pergi. Sebelum meninggalkan gadis itu, Chanyeol telah memperingati gadis itu untuk tetap menunggunya karena ia akan membuktikan bahwa dirinya benar. Chanyeol memang benar gadis itu adalah Baekhyun.
.
.
.
.
.
Victoria tersenyum lega saat melihatnya. "Aku mencarimu ke mana-mana, Chanyeol."
"Apa yang terjadi, Mama?" tanya Chanyeol khawatir.
"Tidak terjadi apa-apa," kata Victoria menenangkan Chanyeol.
"Lalu mengapa Mama memanggilku?"
Victoria tersenyum lagi. "Jangan khawatir, Chanyeol. Tidak terjadi apaapa. Sekarang kau ikutlah aku menemui ayahmu. Ia menantimu."
Walaupun Victoria telah mengatakan ia tidak perlu khawatir tapi Chanyeol merasa khawatir melihat sikap ibunya yang misterius itu. Chanyeol mengikuti ibunya yang membawanya ke Ruang Duduk. Chanyeol melihat wanita yang tadi memanggil Baekhyun berada di sana.
Melihat istrinya muncul bersama Chanyeol, Changmin segera berkata, "Kemarilah, Chanyeol."
Chanyeol mendekati ayahnya tanpa melepaskan pandangannya dari wanita tua itu. "Kau tentu heran melihat wanita ini" kata Changmin, "Ia adalah pengasuh tunanganmu, Hana. Dan ia datang kemari atas perintah Raja Kyuhyun."
"Paduka meminta Anda untuk datang ke Istana Urza, Tuan Muda," kata Hana memberitahu.
Chanyeol memang belum pernah bertemu Hana sebelumnya tapi saat melihat wibawa wanita itu, Chanyeol yakin wanita itu menjaga Baekhyun dengan ketat. Wajah wanita tua itu benar-benar menunjukkan kedisiplinannya.
"Mengapa Paduka tiba-tiba meminta saya datang ke Istana Urza?" tanya Chanyeol. "Saya tidak tahu, Tuan Muda. Paduka hanya meminta saya untuk membawa Anda ke Istana Urza."
Sehun yang juga berada di ruangan itu tiba-tiba bertanya, "Apa Putri Baekhyun telah ditemukan?"
Wajah tegas Hana berubah menjadi murung. "Belum," katanya sedih, "Tapi tadi saya melihat Putri Baekhyun di taman Castil Q`arde."
Chanyeol tetap pura-pura terkejut, "Tuan Puteri ada di sini ?"
"Tapi itu tidak mungkin. Itu pasti hanya bayangan saya."
"Mengapa demikian?" tanya Chanyeol keheranan.
Hana tadi telah melihat Baekhyun bahkan Hana juga telah memanggil Baekhyun tapi wanita itu masih mengatakan itu semua hanya bayangannya saja.
"Karena Putri Baekhyun selalu menghilang seperti ditelan bumi," kata Hana, "Tidak seorangpun dari kami yang berhasil menemukannya setiap kali Tuan Puteri menghilang. Seperti menghilangnya, Putri Baekhyun juga muncul tiba-tiba seperti muncul dari dalam bumi."
"Hebat sekali!" seru Sehun kagum, "Aku jadi ingin tahu ke mana ia menghilang."
"Hingga saat ini tidak seorangpun dari kami yang mengetahui ke mana Tuan Puteri pergi setiap kali ia menghilang."
"Kurasa sebaiknya kau segera pergi ke Istana Urza, Chanyeol. Paduka Raja pasti telah menantimu," kata Changmin.
"Paduka juga mengharapkan kedatangan Anda berdua, Duke dan Duchess," kata Hana.
"Kami?" tanya Victoria terkejut, "Apa yang ingin dibicarakan Paduka kepada kami?"
"Saya tidak tahu. Tapi saya rasa Paduka akan membicarakan masalah hilangnya Baekhyun dengan Anda."
"Sepertinya Raja Kyuhyun ingin membatalkan pertunanganmu dengan Putri Baekhyun, Chanyeol. Atau mungkin ia memintamu terus menanti hingga sang Putri ditemukan," kata Sehun mengejek.
"Pertunangan?" tanya Hana terkejut.
"Anda belum tahu kalau Putri Baekhyun bertunangan dengan Chanyeol?" tanya Victoria terkejut.
"Tidak, saya belum tahu. Tidak seorangpun yang memberitahu saya," kata Hana, "Apakah itu benar?"
"Sejak kecil Putri Baekhyun telah bertunangan dengan Chanyeol," kata Victoria memberitahu.
"Mungkin itu sebabnya Tuan Puteri meninggalkan Istana Urza," gumam Hana.
"Sebaiknya kita tidak membuat Raja Kyuhyun menanti kita lebih lama lagi," kata Changmin.
"Anda benar" kata Hana.
Kereta Istana yang besar dapat membawa mereka berlima ke Istana Urza. Tapi Chanyeol tetap bersikeras menunggang kudanya sendiri. Chanyeol tahu selama perjalanan ke Istana Urza, ibunya dan pengasuh tunangannya akan berbicara panjang lebar yang membuatnya merasa bosan. Chanyeol tidak pernah suka mendengarkan percakapan wanita yang menurutnya hanya berputar sekitar orang di sekitar mereka.
Ketika meninggalkan Castil Q`arde, Chanyeol tidak melihat Baekhyun. Ia menduga gadis itu tengah bermain bersama Jackson di Ruang Kanak-Kanak. Chanyeol berjanji kepada dirinya sendiri setelah menemui Raja Kyuhyun, ia akan membuat gadis itu mengakui segala kebenaran yang disembunyikannya.
Chanyeol memang bukan pertama kali ini memasuki bangunan yang indah seperti Istana ini tapi lukisan-lukisan yang terpasang di dinding sepanjang lorong yang mereka lalui membuatnya tertarik. Rupanya bukan hanya Chanyeol saja yang tertarik melihat lukisan itu. Changmin dan Victoria serta Sehun juga tertarik melihatnya. Victoria berhenti dan memperhatikan sebuah lukisan yang besar.
"Lukisan ini," kata Victoria tak percaya.
"Itu adalah lukisan diri Putri Baekhyun," kata Hana menjelaskan.
"Gadis ini," kata Victoria sambil berpikir, "Aku merasa pernah melihatnya. Ia mirip seseorang."
"Putri Baekhyun memang mirip Paduka Ratu," kata Hana memberitahu.
"Bukan. Aku tahu Putri Baekhyun mirip Ratu tapi gadis ini mengingatkanku pada seseorang," kata Victoria.
Sejak tadi Chanyeol memperhatikan lukisan itu. Sekali melihatnya saja, Chanyeol sudah tahu gadis dalam lukisan itu adalah Putri Baekhyun yang sekarang ada di Castil Q`arde tapi Chanyeol tidak mengatakannya. Chanyeol terpana oleh sinar mata Baekhyun dalam lukisan itu. Gadis itu tampak sedang melamun tapi sinar matanya tajam dan berbahaya seperti yang selama ini dilihatnya. Sinar mata itu benar-benar berbeda dengan yang dilihatnya di surat alam di belakang Baekhyun tampak seperti mendukung tatapan tajam gadis itu. Dengan latar belakang hutan yang masih alami, gadis itu tampak seperti gadis liar yang selama ini ditunjukkannya di Castil Q`arde.
Sehun yang sejak tadi terus mengamati lukisan tiba-tiba berkata, "Rosse. Gadis ini mirip Rosse."
Changmin mengamati lukisan itu. "Ya, gadis ini mirip Rosse tapi tidak mungkin Rosse adalah Putri Baekhyun."
"Rosse?" tanya Hana tak mengerti.
"Ia gadis yang sekarang berada di Castil Q`arde. Gadis itu kehilangan ingatan," kata Victoria.
"Bukankah Rosse muncul bersamaan dengan hilangnya Putri Baekhyun," kata Changmin tiba-tiba, "Di mana kau menabrak Rosse, Sehun?"
"Waktu itu aku menabrak Rosse di jalan yang menghubungkan Castil Q`arde dengan Istana Urza," jawab Sehun.
"Pasti gadis itu adalah Putri Baekhyun," kata Changmin yakin, "Aku tidak ragu lagi."
"Sebaiknya kita segera memberitahu Raja Kyuhyun," kata Victoria senang.
"Kalian tahu di mana Putri Baekhyun?" tanya Hana tak percaya.
"Kami kurang yakin," kata Victoria, "Tapi sebaiknya sekarang kita memberitahu Raja Kyuhyun."
Hana segera mengantar mereka ke Ruang Duduk di mana Raja Kyuhyun telah menanti kedatangan mereka.
"Selamat datang," sambut Raja Kyuhyun, "Saya senang kalian semua dapat datang."
"Ada keperluan apa sehingga Paduka memanggil kami semua?" tanya Chanyeol sebelum seorangpun dari keluarganya ada yang mengatakan penemuan baru mereka. Chanyeol ingin mengetahui apa yang akan dibicarakan Raja Kyuhyun.
"Ini mengenai putriku, Baekhyun," kata Raja Kyuhyun sedih, "Seperti yang kalian ketahui hingga saat ini tidak ada berita apapun tentang dia. Untuk itu aku meminta maaf. Aku harap kalian sudi menunggu pertunangan ini hingga Baekhyun ditemukan."
"Mungkin kami tahu di mana Putri Baekhyun."
"Benarkah itu?" tanya Raja tak percaya.
"Kami hanya menduganya, Paduka," kata Victoria, "Tapi kami yakin gadis itu adalah Putri Baekhyun."
"Pada hari yang sama dengan menghilangnya Putri Baekhyun, Sehun menabrak seorang gadis hingga gadis itu kehilangan ingatannya. Sekarang gadis itu ada di Castil."
"Sudah lebih dari empat bulan sejak Baekhyun menghilang tapi aku tak mendengar beritanya. Hari ini aku mengetahui di mana ia berada," kata Raja Kyuhyun lega, "Aku benar-benar mengkhawatirkan Baekhyun. Sungguh tak kuduga aku sibuk mencarinya ke mana-mana tapi ternyata ia bersembunyi di Castil tunangannya sendiri."
"Rosse adalah Putri Baekhyun?" tanya Sehun tak percaya.
"Aku yakin gadis itu adalah Putri Baekhyun," kata Victoria, "Aku tidak mungkin salah. Sejak pertama kali melihat gadis itu, aku merasa pernah melihatnya dan hari ini aku tahu mengapa Mama mempunyai perasaan seperti itu."
"Gadis itu adalah tunangan Chanyeol ? " tanya Sehun masih tak percaya.
"Ya, gadis itu tunangan kakakmu," kata Victoria meyakinkan Sehun.
"Tidak mungkin," seru Sehun, "Mengapa setiap gadis yang kusukai selalu akhirnya menjadi milik Chanyeol?"
Mendengar seruan marah itu, Changmin cepat-cepat bertindak, "Sehun. Jaga bicaramu saat ini kau berada Istana Urza."
Raja yang tidak mengerti apa-apa bertanya, "Sebenarnya apa yang telah terjadi selama Baekhyun berada di Castil Q`arde?"
"Sehun jatuh cinta kepada Putri Baekhyun," kata Victoria memberitahu, "Tapi sejak awal gadis itu selalu menghindari Sehun. Sehun berjanji akan mendapatkan gadis itu dan sekarang ia tidak akan mendapatkannya karena gadis itu adalah tunangan kakaknya."
"Sepertinya engkau harus merelakan putriku, Sehun. Ia adalah tunangan kakakmu," kata Raja.
"Pertunangan ini adalah keinginan Ratu. Tidak mungkin seorangpun dari kita tidak melakukan permintaan orang yang telah meninggal," kata Victoria turur memberi pengertian kepada Sehun.
"Sekarang sebaiknya kita segera menjemput Baekhyun di Castil Q`arde," kata Raja Kyuhyun, "Dan kita segera melanjutkan pertunangan yang terhambat oleh perginya Baekhyun ini."
Sejak tadi semua orang hanya membicarakan Baekhyun dan melupakan keberadaan tunangan Baekhyun di ruang itu. Tapi Chanyeol tidak mempedulikan semua itu. Chanyeol tidak tahu apa yang dilakukan Baekhyun bila ayahnya menjemputnya di Castil Q`arde. Chanyeol tahu gadis itu tidak pernah kehilangan ingatan.
Raja sangat senang dapat menemukan putrinya hingga ia terburu-buru berangkat ke Castil Q`arde bersama keluarga Kryntz. Karena kereta tidak mungkin menampung mereka semua maka Chanyeol dan Sehun naik kuda Istana. Sehun yang berkuda di samping kakaknya hanya diam saja. Ia benar-benar marah kepada kakaknya yang untuk kedua kalinya merebut gadis yang dicintainya. Sejak pertama melihat Baekhyun, Sehun jatuh cinta pada kecantikkan dan semangat gadis itu dan ia berniat untuk menikahi gadis itu. Tapi Takdir berkata lain. Gadis itu adalah tunangan kakaknya. Dan pertunangan itu tidak mungkin dibatalkan karena ini adalah keinginan Ratu yang telah meninggal dunia. Sehun semakin membenci kakaknya. Dulu kakaknyalah yang merebut Eunha darinya sekarang kakaknya juga yang merebut gadis yang dicintainya.
Tidak seorangpun yang tahu apa yang menanti mereka di Castil Q`arde. Raja mengira ia akan bertemu putrinya dan ia akan segera melangsungkan pertunangan yang tertunda ini. Semua orang menduga demikian karena itu tidak heran bila mereka sangat terkejut ketika mereka tidak dapat menemukan gadis itu di Castil Q`arde. Tidak seorangpun yang tahu ke mana Baekhyun pergi. Gadis itu juga tidak ada di sisi Jackson seperti dugaan Chanyeol. Gadis itu menghilang lagi.
"Apa kau sudah menemukan gadis itu?" tanya Changmin.
"Belum, Yang Mulia. Saya tidak menemukannya di mana-mana."
"Carilah Putri Baekhyun. Aku yakin ia masih ada di sekitar sini," kata Changmin.
Haneul ragu-ragu "Saya tidak tahu harus berkata apa," katanya ragu-ragu, "Gadis itu…"
"Apa yang terjadi padanya?" tanya Raja Kyuhyun cemas. "Tampaknya gadis itu sudah pergi."
Kalimat itu dijawab dengan seruan terkejut semua orang.
"Apa !? ?"
Melihat semua orang terkejut hingga membelalakan matanya, Haneul ragu-ragu. Tapi ia tahu ia harus mengatakannya, "Saya tadi memeriksa almari kamar gadis itu dan saya menduga gadis itu pergi."
"Apa yang dibawa gadis itu?" tanya Raja Kyuhyun mulai marah.
"Ia tidak membawa apa-apa," kata Haneul.
"Lalu mengapa kau mengatakan ia sudah pergi." kemurkaan Raja Kyuhyun mulai tampak dan membuat semua orang takut.
"Saya hanya menduga ia sudah pergi karena saya tidak menemukan barang-barang yang dibawanya saat ia datang dulu," kata Haneul hati-hati.
Melihat Raja akan marah, Chanyeol segera bertindak, "Sebaiknya Anda tenang, Paduka. Mungkin saja saat ini ia sedang berada di sekitar Castil Q`arde."
"Ia juga tidak ada di sisi Jackson," kata Victoria mengingatkan.
"Kalau ia benar-benar telah pergi, aku yakin ia belum jauh dari sini," kata Chanyeol.
"Kalau begitu sebaiknya kita segera mencarinya," kata Changmin.
Kepergian Baekhyun yang pertama membuat seluruh Istana Urza terkejut dan kerepotan. Sekarang kepergian Baekhyun yang kedua membuat seluruh Castil Q`arde terkejut dan kerepotan.
"Baekhyun benar-benar membawa masalah," kata Raja Kyuhyun geram.
"Daripada kita semua hanya membicarakan Baekhyun lebih baik kita mencarinya." Ia segera meninggalkan mereka dan mulai mencari Baekhyun di sekitar Castil Q`arde tapi ia tidak
menemukannya.
.
.
.
.
.
Cinta Chanyeol kepada Baekhyun telah bersih dari semua keragu-raguan dan segala kebencian serta dugaan buruk yang pernah ada. Chanyeol merasa bersalah telah memberikan dugaan yang buruk kepada Baekhyun. Andaikata Victoria tidak menasehatinya mungkin hingga saat ini Chanyeol masih mempunyai pandangan buruk terhadap tunangannya itu. Mungkin saat ini Chanyeol tidak mau mencari Baekhyun hingga ke perbatasan Kerajaan Lyvion.
Chanyeol sendiri yang memutuskan untuk mencari Baekhyun di sekitar perbatasan Kerajaan Lyvion. Ia yakin bila Baekhyun tidak ada di dalam wilayah Kerajaan Lyvion maka kemungkinannya adalah ia ada di perbatasan kerajaan ini atau ia telah berada di luar kerajaan ini. Tapi kemungkinan kedua itu tidak mungkin.
Walaupun gadis itu adalah Putri Mahkota tapi ia tidak akan dapat meninggalkan Kerajaan Lyvion tanpa surat ijin. Dan saat ini tidak mungkin ada yang mempercayainya sebagai Putri Mahkota karena di sisi gadis itu tidak ada seorang pengawal pun.
Sekarang Chanyeol mengerti semua kebingungannya akan diri Baekhyun itu adalah khayalannya sendiri. Semua itu karena bayangannya tentang diri gadis itu yang salah. Pada hari kepergian Baekhyun itulah Victoria menjelaskan semuanya kepada Chanyeol dan membuat semua pikiran buruk pria itu terhadap tunangannya runtuh.
.
.
.
.
.
"Mengapa kau tidak berusaha mencari tunanganmu?" tanya Victoria melihat Chanyeol tidak tampak bingung, "Semua orang sejak tadi sibuk mencari Putri Baekhyun tapi kau tetap duduk tenang di sini."
"Aku sudah berusaha mencarinya," kata Chanyeol tenang.
"Aku juga sudah melihatnya," kata Victoria, "Tapi kau hanya mencari satu kali saja."
"Lihatlah hingga sekarang semua orang masih sibuk mencari gadis itu sedangkan kau tunangannya hanya duduk diam di sini," kata Changmin ikut memberi nasehat Chanyeol, "Apakah kau tidak mengkhawatirkan tunanganmu?"
"Tidak," kata Chanyeol mengakui.
Saat ini Chanyeol memang tidak merasa khawatir terhadap Baekhyun. Sebaliknya ia semakin membenci Baekhyun. Baekhyun telah menghindarinya seperti ia menghindari pertunangannya dan hal ini sudah cukup membuktikan kalau gadis itu benar-benar angkuh seperti yang banyak orang katakan.
"Mengapa kau berkata seperti itu? Bukankah sejak kecil kau mencintainya?" tanya Victoria terkejut.
Kebencian Chanyeol kepada Baekhyun yang semakin bertambah membuat pria itu berkata, "Untuk apa aku mengkhawatirkan gadis angkuh seperti dia?"
"Apa katamu?" tanya Victoria terkejut.
"Gadis itu seorang gadis yang angkuh dan sombong, Mama," kata Chanyeol tenang, "Ia tidak mungkin mau berada di dekat kita yang dianggapnya rendah ini."
"Mengapa kau berkata seperti itu?" tanya Victoria tajam.
"Buktinya setelah Ratu meninggal ia tidak pernah lagi bermain ke sini. Apalagi yang menyebabkan ia tidak pernah ke sini lagi selain ia terlalu bangga dengan kedudukan penting yang didapatnya setelah kematian Ratu," kata Chanyeol tetap tenang menghadapi ibunya yang sabar itu marah.
"Itukah pikiranmu tentang dia?" tanya Victoria marah, "Itukah sebabnya kau tidak menyukai gadis itu?"
"Mengapa Mama marah? Bukankah memang itu yang terjadi?" kata Chanyeol tenang.
"Ya, ampun, Chanyeol. Apa yang menyebabkanmu mempunyai pikiran setolol itu," keluh Changmin, "Gadis itu tidak seperti pikiranmu."
"Tapi…."
Kata-kata Chanyeol dipotong oleh suara tajam Changmin dan Victoria, "Diam dan dengarkan baik-baik."
Victoria berdiri dan berjalan mondar-mandir di depan Chanyeol dengan gelisah bercampur marah. "Aku tidak tahu. Apakah kau memang tidak tahu ataukah kau sedemikian tololnya hingga mempunyai pikiran seperti itu." Chanyeol hanya diam melihat ibunya berjalan di depannya. Ia tidak ingin membuat kedua orang tuanya semakin marah atas kesalahan yang tidak dimengertinya.
"Putri Baekhyun tidak pernah bermain lagi ke sini setelah kematian Ratu bukan karena ia terlalu bangga dengan kedudukan barunya," kata Changmin.
"Sebaliknya Putri Baekhyun tidak pernah menyukai kedudukan barunya itu. Ia tidak pernah sedikitpun bangga karena telah menggantikan ibunya," tambah Victoria.
"Setelah kematian Ratu, Putri Baekhyun memang tidak pernah ke sini lagi. Tapi itu bukan karena ia bangga akan kedudukannya sehingga ia menjadi sombong," kata Victoria, "Seperti yang kau ketahui Putri Baekhyun sangat sedih atas kematian ibunya. Putri Baekhyun lebih dekat dengan Ratu daripada Raja. Karena itu tidak heran bila Putri Baekhyun terus menangis ketika ibunya meninggal."
"Dapatkah kau membayangkan bagaimana perasaan gadis yang baru berusia tiga tahun tapi ia harus kehilangan ibu yang paling dicintainya?" tambah Victoria, "Putri Baekhyun menyayangi Ratu lebih dari siapapun bahkan melebihi rasa cintanya pada ayahnya."
"Dari Hana aku mengetahui, Putri Baekhyun sama sekali tidak menyukai ayahnya. Setiap kali bertemu dengan ayahnya, Putri Baekhyun tidak pernah tampak senang," kata Changmin, "Kau tahu mengapa bisa demikian?" Changmin dan Victoria tidak memberi kesempatan kepada Chanyeol untuk mengatakan apapun.
Victoria segera menyambung perkataan Changmin. "Ratu selalu melindungi Putri Baekhyun dari tugas-tugas kerajaan karena itulah Putri Baekhyun lebih menyayangi Ratu daripada ayahnya. Karena itu juga tidak seorangpun yang dapat menghibur Putri ketika ibunya meninggal. Putri Baekhyun sangat sedih, ia terus menangis sepanjang hari hingga ia jatuh sakit."
"Kata Hana, suhu tubuh Putri Baekhyun sangat tinggi dan ia terus menerus memanggil Ratu. Keadaan Putri saat itu benar-benar mencemaskan. Bahkan Raja Kyuhyun yang biasanya hanya mempedulikan masalah kerajaan juga ikut cemas."
Changmin dan Victoria menghentikan nasehat mereka yang panjang. Mereka menatap sedih wajah Chanyeol yang dipenuhi kebingungan.
"Mungkin karena demamnya yang tinggi itu, Putri Baekhyun melupakan semua kenangan masa kecilnya bersama Ratu. Karena itu pula ia melupakan kita," kata Victoria sedih, "Dan yang lebih menyedihkan lagi adalah tindakan Raja setelah Putri sembuh."
"Setelah Putri sembuh, Raja Kyuhyun tidak mau menanti lebih lama lagi. Dulu sewaktu Ratu masih hidup, ia tidak dapat melakukan apa yang diinginkannya. Tapi setelah Ratu meninggal, Putri Baekhyun yang masih kecil tidak mempunyai pelindung lagi yang dapat melindunginya dari tugas-tugas kerajaan."
"Apakah kau dapat membayangkan bagaimana perasaan gadis yang baru berusia tiga tahun dan masih ingin bermain tapi ia harus meninggalkan semua masa kecilnya hanya untuk belajar bagaimana menjadi Ratu yang baik?" tanya Changmin tajam.
"Sekarang kau mengerti mengapa kau tidak boleh mengatakan Putri Baekhyun adalah Putri yang angkuh yang bangga dengan kedudukannya," kata Changmin sambil menatap tajam wajah Chanyeol.
"Putri Baekhyun tidak pernah menyukai kedudukannya. Dengar baik-baik, Putri Baekhyun tidak pernah merasa bangga dengan kedudukannya sebagai Putri Mahkota," kata Victoria, "Mama yakin kau pasti tidak pernah membayangkan bahwa sesungguhnya Putri Baekhyun sangat membenci kedudukannya itu."
"Dari apa yang dikatakan Hana kepada kami juga bila melihat tingkah Putri Baekhyun yang seperti burung selama ia berada di sini, maka itu benar. Putri Baekhyun tidak pernah sedikitpun menyukai kedudukannya sebagai Putri Mahkota."
Changmin tersenyum geli, "Kau pasti juga tidak pernah membayangkan Putri Baekhyun selalu menghilang setiap kali ia harus belajar. Hanya pada saat Raja ada di Istana Urza saja Putri mau melakukan semua itu. Putri selalu membuat semua orang di Istana Urza sibuk mencarinya hanya karena ia tidak ingin melakukan semua kewajibannya."
"Semua orang di Istana benar-benar dibuat bingung oleh Putri Baekhyun. Mereka semakin bingung ketika tiga tahun kemudian Putri berubah. Putri yang biasanya selalu menghindari kegiatan rutinnya tiba-tiba menjadi seorang putri yang penurut. Tentu saja hal itu membuat semua orang di Istana lega tapi juga membuat mereka bingung."
"Putri Baekhyun benar-benar putri yang unik," kata Changmin mengakhiri cerita panjangnya.
Victoria menatap tajam wajah Chanyeol. "Bila kau menghubungkan kata-kata ayahmu itu dengan kelakukan Putri Baekhyun yang seperti burung yang tidak mau terikat siapapun itu, kau pasti juga percaya Putri Baekhyun tidak pernah menyukai kedudukannya sebagai Putri Mahkota itu."
"Tapi mengapa ia tetap melakukannya?" Akhirnya Chanyeol berhasil mengutarakan kebingungannya. Mendengar semua cerita orang tuanya, Chanyeol semakin bingung. Semua yang dikatakan orang tuanya bertentangan dengan pikirannya sendiri.
"Tidak seorangpun yang tahu bahkan Hana, tidak ada yang tahu kalau Putri Baekhyun tidak menyukai kedudukannya itu," kata Changmin, "Hanya Putri Baekhyun sendiri yang tahu. Tapi kami menduga Putri mau melakukannya karena ia sadar ini adalah kewajibannya sebagapi satu-satunya penerus keluarga Raja."
"Itulah sebabnya kau tidak boleh mengatakan ia adalah Putri yang angkuh," kata Victoria, "Ia adalah Putri yang hebat."
"Tapi semua orang mengatakan ia Putri yang angkuh," kata Chanyeol membela pendapatnya sendiri.
"Ya, ampun, Chanyeol. Setelah kami bercerita panjang lebar seperti ini kau masih juga tidak mengerti," keluh Changmin, "Semua itu hanya kata-kata orang yang tidak mengenal Putri."
"Semua orang mengatakan ia adalah putri yang sangat angkuh bukan tanpa alasan," kata Chanyeol.
"Ya, semua itu memang ada alasannya," kata Victoria, "Banyak yang mengatakan Putri Baekhyun angkuh hanya karena melihat sikap Putri Baekhyun yang tidak mau terlibat dengan urusan di luar masalah politik."
"Kau tahu mengapa ia tidak mau terlibat segala masalah di luar
kewajibannya?"
Chanyeol hanya menatap wajah ibunya yang menyalahkan dirinya. Chanyeol merasa seperti anak kecil yang tengah dimarahi kedua orang tuanya padahal tahun ini ia berusia dua puluh lima tahun.
"Karena sejak kecil ia telah dipaksa meninggalkan masa bermainnya hanya untuk belajar maka dalam pikiran Putri Baekhyun tertanam satu keyakinan yang tidak pernah berubah hingga saat ini," kata Victoria menjawab pertanyaannya sendiri.
"Putri Baekhyun yakin semua kegiatan yang berhubungan dengan kerajaan membutuhkan waktu yang banyak. Karena itu ia tidak mau membuat dirinya semakin repot dengan segala macam kegiatan di luar wewenangnya."
"Hana sendiri yang mengatakannya kepada Mama. Jadi ini bukan hanya pendapat Mama. Ini semua bersumber dari pengasuh Putri Baekhyun, Hana," kata Victoria meyakinkan Chanyeol.
"Tapi…"
Kata-kata Chanyeol dipotong oleh keluhan Changmin, "Ya, ampun, Chanyeol. Kami telah bercerita sepanjang ini tapi kau masih juga tidak mengerti. Sekarang dengarkan, Putri Baekhyun tidak seangkuh yang orang-orang katakan. Kalau ia memang seangkuh yang mereka katakan, ia tidak mungkin melibatkan dirinya dalam masalahmu dengan Eunha."
"Masalahku dengan Eunha yang dulu itu?" tanya Chanyeol tidak percaya.
"Ya, tidak ada seorangpun yang tahu masalahmu yang dulu itu berakhir karena campur tangan Putri Baekhyun," kata Changmin, "Aku sendiri juga baru mengetahuinya dari Sungmin tadi siang."
"Sungmin? Apa hubungan dia dengan skandal yang dibuat anaknya itu?" tanya Victoria tidak mengerti.
"Sungmin sangat mengagumi Putri Baekhyun. Ia selalu memuji Putri Baekhyun sebagai seorang Putri yang hebat. Tanpa mengikutsertakan namanya, Putri Baekhyun menyelesaikan masalah itu," kata Changmin memulai ceritanya.
"Putri yang menyelesaikan masalah itu?" kata Victoria tidak percaya,
"Aku mulanya juga tidak percaya tapi Sungmin meyakinkan aku."
"Mengapa ia tidak mengatakannya kepada siapapun? Dan mengapa pula ia mengatakannya kepadamu?"
Melihat kebingungan istrinya, Changmin berkata, "Sungmin tidak pernah mengatakan hal ini kepada siapapun karena Putri yang memintanya. Dan tadi siang ia memberitahuku saat kami berjumpa di Istana Urza. Ia tahu Putri akan menikah dengan Chanyeol dan ia mengucapkan selamat kepadaku sambil terus memuji Putri. Kemudian ia menceritakan masalah ini kepadaku."
"Sungmin mengatakan kepadaku bahwa perjamuan yang dulu diadakannya itu adalah permintaan Putri Baekhyun. Bahkan Putri Baekhyun mengatur setiap tamu yang hadir dalam perjamuan itu. Ia juga yang mengatur tempat duduk para tamu di Ruang Makan."
"Itu artinya Putri Baekhyun sengaja mempertemukan Chanyeol dengan Eunha di pesta itu," kata Victoria tidak percaya, "Dan ia membuat semua orang tahu kata-kata Eunha adalah bohong."
"Kata Sungmin, Putri Baekhyun juga yang membuat Eunha mengatakan yang sebenarnya kepada semua orang keesokan harinya."
"Kalau itu benar…"
"Ya, ampun Chanyeol. Kami tidak mungkin berbohong kepadamu," sela Changmin kesal.
"Jangan marah, Papa, aku hanya ingin bertanya mengapa aku tidak melihat Baekhyun di perjamuan itu kalau ia yang merencanakan semua itu?" kata Chanyeol.
"Aku tidak tahu," kata Changmin, "Tapi kurasa itu semua karena Putri Baekhyun tidak mau orang lain tahu ia terlibat dalam masalahmu itu."
"Putri Baekhyun tidak mau terlibat segala macam kegiatan di luar wewenangnya. Karena itu ia tidak pernah menghadiri perjamuan apapun yang tidak ada hubungannya dengan kewajibannya. Bila ia terpaksa menghadirinya, ia hanya duduk di tepi dan mengabaikan semua orang. Bahkan Putri Baekhyun selalu menghindar dari setiap pria yang ingin mendekatinya," kata Victoria meyakinkan Chanyeol, "Itulah yang membuat semua orang mengatakan Putri Baekhyun adalah putri yang angkuh."
"Kalau Baekhyun tidak ditemukan, siapakah yang kelak akan menggantikan Raja Kyuhyun?" gumam Chanyeol.
Changmin dan Victoria menatap tajam wajah Chanyeol. "Karena itu kau sebagai tunangannya harus mencarinya," kata mereka serempak.
.
.
.
.
.
Cerita panjang Changmin dan Victoria berhasil membuat Chanyeol menghilangkan segala pikiran buruknya kepada Baekhyun. Sekarang pria itu mengerti mengapa Baekhyun tidak mengingat kenangan masa kecil bersama dirinya di Chymnt. Sekarang ia mengerti mengapa Baekhyun yang dilihatnya berbeda dengan Baekhyun yang ada dalam pikirannya juga Baekhyun yang selalu dikenangnya. Chanyeol merasa bersalah telah melampiaskan semua kebenciannya kepada gadis itu dalam setiap pertengkaran mereka.
Chanyeol tahu ia tetap mencintai gadis itu walaupun ia mempunyai pandangan buruk tentang gadis itu. Mungkin karena itulah ia selalu mengajak gadis itu bertengkar. Bila mengingat tuduhan kejam yang diberikannya pada Baekhyun, Chanyeol semakin merasa bersalah. Ia tidak mengerti mengapa ia menuduh gadis itu senang mempermainkan pria. Sekarang ia mengerti gadis itu tidak pernah dekat dengan pria manapun. Chanyeol yakin ia adalah pria pertama yang memeluk serta mencium gadis itu.
Pria itu sekarang hanya tahu ia telah memberikan penilaian buruk yang salah kepada tunangan yang dicintainya, bahkan sangat dicintainya. Chanyeol tidak tahu apakah Baekhyun mencintainya atau tidak. Ia hanya tahu ia harus menemukan gadis itu dan meminta maaf kepadanya.
.
.
.
.
.
"Nona, turunlah. Nona apa yang harus saya katakan pada Tuan Besar kalau Anda jatuh." Seorang pelayan muda yang menengadahkan kepalanya ke atas sebatang pohon sambil berteriak cemas, menarik perhatian Chanyeol.
Gadis itu tampak cemas, ia terus berteriak-teriak, "Nona, turunlah."
Chanyeol menghentikan kudanya. Ia tertarik mendengar seruan gadis itu. Gadis itu berteriak memanggil majikannya yang sedang berada di atas pohon. Gadis itu terus berteriak membujuk majikannya agar segera turun. Tertarik melihat gadis itu berusaha membuat majikannya turun, Chanyeol mendekatinya.
"Ada apa?" tanyanya kepada gadis itu.
"Nona memanjat pohon ini dan ia tidak mau turun," jawab gadis itu.
Chanyeol tertarik. Ia tidak menduga ada gadis selain Baekhyun yang pandai memanjat pohon. Chanyeol menengadahkan kepalanya ke atas pohon dan terkejut.
Seorang gadis berambut hitam duduk di sebatang pohon. Gadis itu memandang ke bawah. Melihat mata hijau itu memandang terkejut dirinya, Chanyeol tidak meragukan lagi apa yang dilihatnya.
Gadis itu adalah Baekhyun!
.
.
.
.
.
.
TBC
READ , REVIEW , FAV PLEASE?
PS : HOLAAAAA IM BACK KANGEN GA? HEHHEEHEHEHEHE Setelah sekitar 2 minggu ga update aku balik nih^^ maaf ya lama guys soalnya emang waktu itu mudik terus feel buat remake sempet ilang dan masih sibuk ngurusin dunia perkuliahan jadi akhirnya baru sempet update sekarang^^ Ini ga aku edit 2x jadi maaf kalo typo dan berantakan hehehe aku harap masih pada nungguin ff ini yaa dan masih setia buat ngasih reviewwww oke deh udah ah cuap nya
