Disclaimer :
Naruto – Masashi Kishimoto
Highschool DxD – Ichiei Ishibumi
Genre: Adventure, Fantasy, and Romance.
Rating: M
Pair: [Naruto X Kurumi]
Warning:
Typo, Ooc, Godlike!Naru, Strong!Naru, Smart!Naru, Demi-God!Naru, Blade Of Athena!Naru, and Blade Of Olympus!Naru.
Summary:
Naruto merupakan seorang manusia setengah dewa, anak dari dewi Athena yang berambisi membalas dendam kepada pembunuh kedua orang tuanya.

Tump! Tump! Tump!

Tampak sesosok misterius berjalan-jalan dengan terburu-buru di dalam istana gunung Olympus.

Sesosok misterius yang mengenakan jubah hitam yang sudah terkoyak di mana-mana dengan tudung menutupi wajahnya di balik bayang-bayang. Di punggung sosok itu tersanggul miring sebuah sycthe yang memancarkan aura mengerikan yang dapat membuat manusia biasa bisa mati seketika bila di dekatnya.

Dari balik bayang-bayang yang menutupi wajahnya terpancar kedua cahaya merah menyala dengan memancarkan aura menakutkan yang menjanjikan kematian bila menatapnya.

Sosok berjubah hitam terus berjalan sampai dirinya berhadapan sebuah pintu raksasa berwarna coklat di depannya.

Kreett…

Sosok berjubah itu menjulurkann tangannya yang hanya sebuah kerangka tangan menggapai knop pintu itu dan membukanya sampai menimbulkan bunyi decitan.

Di balik pintu tersebut sosok itu terdapat Zeus dan Poseidon tengah duduk santai sambil menikmati secangkir teh dengan di temani suasana pagi hari di gunung Olympus.

Sosok itu menatap kedua dewa itu dengan mata merah menyala dari balik bayang tudung jubah hitamnya.

"Oh, Hades. Tidak biasanya kau kemari?" tanya Zeus sambil menyapa sosok misterius berjubah hitam itu yang ternyata dewa Hades, The God of Death atau The God of Underworld.

"Zeus, aku ingin bicara empat mata denganmu" ucap Hades tanpa basa-basi.

"Jangan terburu-buru begitu, saudaraku. Ayo nikmati teh ini bersama kami" ucap Poseidon sesudah meminum tehnya.

"Tapi-

"Kami tahu apa yang kau ingin bicarakan, Hades. Maka dari itu kita nikmati pagi hari ini sebelum membahas persoalan yang membuat kepala kita pening" ucap Zeus memotong perkataan Hades.

Hades hanya menghela napas berat, dia berjalan mendekati kedua dewa itu dan duduk di kursi ketiga di hadapan meja kaca di depannya.

Tidak lama kemudian muncul seorang maid membawakan secangkir teh kepada Hades.

Hades mengulurkan kerangka tangannya mengambil cangkir teh itu dan langsung meminumnya sampai habis.

"Kau benar-benar di kejar waktu, ya?" tanya Zeus dengan menatap cara minum Hades yang terlihat jelas sangat cepat.

"Zeus, aku ingin tanyakan ini kepadamu" ucap Hades setelah meminum habis tehnya.

"Kau ingin tanyakan apa, Hades?" tanya Zeus.

"Ini tentang anak Athena dan cucumu. Apa dia pernah memasuki ruangan pribadiku?" tanya Hades.

"Seharusnya dewa yang kau tanyakan tentang itu bukan aku, tapi Ares, dia yang selalu bersama Naruto selama ini" jawab Zeus.

"Aku tidak menyangka kalau dia sudah membebaskan Samael dari Cocytus dengan hanya mengandalkan kordinat Mekai tanpa harus meminta izinmu dan sihir kuno yang mengekang Samael" ucap Poseidon.

"Kupikir dia akan menjadi penerus yang sangat hebat dan mampu meningkatkan derajat Olympus di hadapan mitologi lainnya, tapi sayang.. dia malah mensia-siakan itu semua. Mungkin sekarang semua mitologi tengah mencarinya" ucap Zeus dengan mimik wajah terpancar kekecewaan.

"Aku juga akan mencarinya bersama pasukan Grim Reapers. Jadi, tolong Zeus, jangan ikut campur kali ini" ucap Hades sambil beranjak berdiri meninggalkan mereka berdua.

"Haaa~ Naruto itu, aku sama sekali tidak tahu isi kepalanya kali ini" ucap Zeus dengan menepuk wajahnya.

"Apa kita akan menghentikannya, Zeus?" tanya Poseidon.

"Tidak. Belum saatnya kita ikut campur urusan bocah nakal itu" jawab Zeus dengan kembali meminum tehnya.

.

.

.

"Nngghh…"

Tubuh Kurumi menggeliat di atas sebuah kasur berukuran king size.

Kedua matanya mulai terbuka secara perlahan memperlihatkan kedua iris mata yang berbeda. Matanya menyusuri setiap pelosok ruangan yang terbilah mewah dan elegan dimana tempat dia tertidur.

Kurumi tersentak saat ingatannya kembali saat mengingat sosok Naruto.

Kurumi langsung turun dari kasurnya saat menyadari Naruto tidak berada di dekatnya.

Berjalan dengan perlahan menuju satu-satunya pintu yang berada di ruangan tersebut.

Klek!

Sebelum Kurumi menggapai knop pintu, pintu itu sudah terbuka memperlihatkan sosok Naruto berdiri di depannya.

"Ohayo…" sapa Naruto dengan memberi senyum lembut kepada Kurumi.

Bruk!

Greeb..

Naruto awalnya tersentak saat Kurumi seketika menabraknya dan memeluknya dengan saat erat, tapi Naruto mulai memahami saat mendengar isakan kecil Kurumi.

"Maafkan aku.." Naruto membalas pelukan Kurumi.

"Baka…" gumam Kurumi.

"Aku tidak akan pernah meninggalkanmu" Naruto sedikit membungkuk, menenggelamkan kepalanya di leher Kurumi.

"Baka…" gumam Kurumi lagi.

Naruto dapat melihat aliran air mata Kurumi di sepanjang pipinya sampai menetes di dagu kekasihnya itu.

"Ehem! Maaf mengganggu acara kalian, tapi kita saat ini punya masalah penting" ucap seseorang di belakang punggung Naruto.

"Ah! Sensei.. kau menggangu saja" ucap Naruto berbalik menghadap seorang dewa perang yang menjadi gurunya selama ini, Ares.

"Aku tidak bermaksud menggangu kalian, tapi hanya saja kita punya masalah rumit yang harus di selesaikan. Kalau kau sudah selesai, kau bisa menemuiku di ruanganku" balas Ares, berjalan pergi meninggalkan Naruto dan Kurumi yang masih berdiri di depan pintu.

"Siapa dia, Naru?" tanya Kurumi penasaran.

"Oh, dia? dia Senseiku, Ares" jawab Naruto.

"Jadi dia dewa perang Ares?" tanya lagi Kurumi.

"Ya, dia dewa perang yang aku ceritakan" jawab Naruto.

"Sebaiknya kau beristirahatlah, aku akan datang lagi" ucap Naruto, mengusap-usap kepala Kurumi.

Kurumi hanya bisa merajut dengan mengembungkan kedua pipinya membuatnya semakin imut dan lucu.

"Kalau begitu cium dulu" ucap Kurumi sambil menujuk bibirnya.

Cup!

Bukannya mencium bibir Kurumi, Naruto malah mencium kening Kurumi membuat gadisnya itu merona hebat.

"Pergilah kekamarmu, Kurumi-chan" ucap Naruto dibalas anggukan langsung Kurumi yang entah mengapa menuruti perkataan Naruto secara langsung.

.

.

.

Naruto kini berdiri di depan pintu ruangan Ares, tanganya terulur membukan pintu di depannya.

Terlihatlah di dalam ruangan tersebut terdapat Ares duduk di sebuah bangku sambil membersihkan sebuah pedang.

"Ada apa kau memanggilku?" tanya Naruto dengan berjalan dan mengambil kursi, duduk di hadapan Ares.

"Ini tentang dirimu. Saat ini seluruh religi tengah mencarimu, mereka mengincarmu karena kau membebaskan Samael dan membawanya bersamamu" jawab Ares dengan pandangan menajam menatap Naruto.

"Sekarang… apa yang kau lakukan dengan Samael?" tanya Ares dengan kembali melanjutkan acara bersih-bersihnya.

"Aku rasa, aku akan menyegelnya…"

Ares mengalihkan pandanganya menatap Naruto dengan pandangan tertarik mendengar perkataan muridnya.

"...kedalam Blade of Olympus"

Trink!

Pedang yang berada di genggaman Ares terjatuh ke lantai saat mendengar hal yang tidak terduga yang di ucapkan muridnya itu, tapi di dalam hatinya dia menyeringai senang karena rencananya berjalan mulus.

"Apa maksudmu menyegel Samael kedalam Blade of Olympus?" tanya Ares.

"Membuat pedang itu bukan hanya dapat membunuh para dewa, tapi juga membunuh para naga" jawab Naruto, memejamkan matanya memikirkan rencana kedepannya.

"Sungguh menarik, kau ingin memodifikasi pedang itu menjadi lebih mematikan. Mungkin jika rencana itu berhasil akan lahir pedang legendaris baru yang akan menguncang dunia, bukan.. mungkin alam semesta" ucap Ares.

"Kurasa kau berlebihan, sensei" Naruto mendesah pelan menanggapi Ares.

"Ngomong-ngomong, apa yang kau lakukan sekarang?" tanya Ares.

"Mungkin aku akan berlatih lagi disini, lagi pula semua mitologi tengah mencariku dan aku tidak punya tempat sembunyi yang lebih baik selain di tempatmu ini" jawab Naruto.

"Keh, Naruto.. kau sekarang berada di sini, gunung Olympus, sama saja kau bersembunyi di dalam rumahmu sendiri" ucap Ares.

"Aku yakin tidak ada yang menyadariku" balas Naruto.

"Kalau begitu… siapa yang ada di belakangmu itu?" tanya Ares, menunjuk sesuatu di belakang Naruto.

Naruto segera berbalik, mata Naruto membulat, betapa kagetnya dia saat melihat Athena, bukan Okaa-sama sudah berdiri dibelakangnya.

"Aku selalu tahu dimana tempat anakku berada" ucap Athena dengan tatapan sendu menatap Naruto.

"Oka.. kaa-sa..ma" ucap Naruto terbata.

Greb!

Betapa terkejutnya Naruto saat Athena memeluknya dengab erat dan membenamkan kepala anaknya di belahan dadanya.

"Oka..kaa...sa..ma… se..sesak…" ucap Naruto dengan kesulitan bernapas karena kepalanya terus di tekan ke dalam dada besar milik ibunya.

"Aku sangat merindukanmu Naruto-kun… kau membuat Okaa-samamu ini jantungan saat mendengar kau menjadi buronan seluruh religi, bahkan Zeus hanya diam saja menanggapi ini" ucap Athena sambil terus memeluk erat putranya.

"Iya-iya… a..aku mengerti, ta..tapi to..long lepas..kan pe..pelukanmu ini…" balas Naruto masih kesulitan bernapas.

Athena segera melepaskan pelukan mautnya, terlihat wajah Naruto membiru dengan mata putih berputar-putar.

"Oi! sadar Naru-kun, Naru-kun!" Athena mengoyang-goyangkan kedua pundak Naruto, Naruto tidak merespon sama sekali, mata putihnya terus berputar-putar berulang kali.

"Haa~ aku pusing melihat tingkah absurd ibu dan anak ini" gumam Ares menepuk dahinya.

To Be Continue

A/N: Yo, Minna! maaf sudah menunggu lama cerita saya ini dan wordnya kembali pendek seperti biasa, tapi kuharap Author-san dan Reader-san bisa memakluminya.

Profil

Name: Naruto Namikaze

Nicknames: The Prince of Olympus

Race: Demi-God

Abilities: Thunderbolt

Equipment:

The Blade of Athena

The Blade of Olympus

Relatives:

Minato (Father) - Dead

Athena (Mother) - Alive

Kushina (Foster Mother) - Dead

Affiliations : Olympus

Kritik dan Saran

Review