What? matchmaking?-8 END
Cast :
Sehun x Kai (GS)
Krisho
Chanbaek
Lumin
Tao other member
Disclime:
Pemain milik Tuhan dan orang tua mereka
"Sehun! Bagaimana keadaan Jongin?"
"Paman Lu? Maaf ak – BRUUUK " APA YANG TELAH KAU LAKUKAN PADA JONGIN DASAR KEPARAT!"
"Hyuuung! Jongin begitu karena dia ~" sahut Tao menengahi kemarahan dari Sunggyu
"Hiks... Len hyung..." cicik anak kecil yang saat ini tengah bersembunyi dialik badan saudara kembarnya "Ssstt... tenang saja noona akan sembuh, lebih baik kita duduk,"
"Sunggyu hentikan! – BRUUK "Umma bilang hentikan, Tao hentikan Sunggyu!" berusaha Tao menghentikan amukan kakak sulungnya, dari semua adiknnya Sunggyu sangat lah dekat dengan Jongin, hingga yang merekrutnya untuk menjadi agen juga Sunggyu, sedangkan yang sangat oer protektif pada Jongin adalah Tao, sedangkan untuk 2 adik kembarnya merupakan benteng pertahan bagi Jongin
^^...
"Umma... aku harus ke cina," sahut Tao tiba tiba yang membuat 6 pasang mata menatap Tao heran, ayolah bagaimana tidak heran adiknya saat ini dalam keadaan sekrat dan Tao malah ingin ke cina kakak macam apa dia
"Tao, Jika kau ingin ke cina untuk melakukan tugasmu. Kami akan melarangnya" seketika wajah Tao memucat bagaimana bisa orang tuanya tahu masalah profesi agennya, eharusnya mereka telah percaya jika Tao dan Jongin telah kelur dariorganisasi yang mengancam nyawa itu "Kami tahu hal itu bukan dari seseorang, kau pikir umma dan appa tidak bisa menyelidiki kalian? Dan juga kau Sehun kami tahu kau bukanlah seseorang seperti apa yang diceritakan oleh Jongin, kau ketua dari sekelompok orang berbahaya di Seoul, karna itu kau mengenal Chanyeol. Tao untuk kali ini saja aku harap kau menunggu perkembangan Jongin, Kau adalah kakak yang sangat di sayangnya," sahut Luhan yang tumben cukup bijak sana menanggapi pemikiran Tao.
"Tapi ini karena Jongin, aku tidak bisa mengatakan pada kalian, tapi jika sampai ini tidak dilakukan kupastikan Jongin akan sangat marah," Tao membungkuk memberi salam dan langsung pergi meinggalkan rusang tunggu
-^China^-
Tok.. tok.. tok...
"Iyaaa... sebentar! Siapa yaa? Yaaampuuunn..."
"Lama tidak berjumpa bi, bagaimana kabar anak anak?"
"Mereka sangat merindukannya, kau tahu seharusnya ini jadwalnya mengunjungi kami tapi apakah ada yang – " kalimat wanita paruh baya itu mulai cemas, pasalnya orang yang biasanya mengunjungin mereka telah tergantikan oleh orang lain
"Taaooo gege...!" seru seorang anak dengan pipi gempil menghambur kearah orang yang ternyata adalah Tao, Lu Zitao "Hai! Bagaimana kabar kalian?"
"Kami tangaaaat baik, eh dimana noona beal? Aku taaaaangat melindukannya?" Tao terdian sebentar lalau tersenyum dan mengelus surai hitan anak yang mmiliki nama Wooshin, yang masih berumur 2,5 tahun
"Noona Bear.. edang sakit jadi meminta Gege untuk kesini dan – "
"Mwooo? Noona bear sakit apa ge?" sekelompok lain munul ternyata sebelumnya telah mengintip dari belakang pintu "Ge..."
"Noona Bear, Cuma sakit biasa.. apa kalian mau mendoakan Noona Bear?," sahut Tao memandang wanita paruh baya didepannya yang mulai sangat khawatir
"Tao, bisa kita bicara sebentar? Anak anak... kalian main dulu ne Tao ge ada urusan"
"Baiiiik!"
Wanita paruh baya ini menatap Tao menyelidik, pasalnya belum pernah sekalipun seseorang yang dijuluki noona bear di tempat ini yang tidak lain adalah panti asuhan tidak datang untuk kunjungan rutin apa lai dalam keadaan panti yang kabarnya akan dipaksa untuk digusur "Kau tidak bisa berbohong keadaan Jongi, Tao,"
"Hm, sepertiya semua penghuni panti ini sangat dekat dengan adikku,"
"Bagaimana tidak? Jongin rela membantu kami yang tidak dikenalnya saat 5 tahun lalu panti ini hampir ditutup, aku tidak mau berbelit Tao,"
Tao terenyum kecil menanggapi seseorang didepannya terlihat sangat menghawatirkan Jongin "Anda benar aku terlalu berbelit, aku sangatbersyukur banyak orang yang menyayangi adikku sepertii anda – TAAO!" mata wanita itu mulai meneteskan liquid nya, perasaannya sangat tidak tenang gadis yang sudah dianggap sebagai anaknya sendiri saat
"Jongin adalah agen rahasia, dan aat menjalankan misi dia tertembak, saat ni dia dalam keadaan koma," singkat padat jelas
"Hiks.. Jongin, kau orang baik kenapa kau sampai mengalami penembakan seprti ini," Tao iba melihat wanita paruh baya itu menangis "Anda tidak perlu khawatir Jongin memang orang baik, dia adik yang sangat baik. Ini adalah konsekwensi sebagai anggota organisasi kami dan ini kuharap anda menerimanya," Tao menyodorkan amplop coklat tebal yang ternyata isinya adalah puluhan ribu Won, wanita itu memandang Tao heran seakan ingin mengelak "Aku tahu pasti anda akan berkata "uang ini untuk Jongin" tapi ini memang Jongin Siapkan untuk kalian, semua masalah pengalihan kepemilikan panti sudah aku urus dan ini adalah milik anda, Jongin akan sangat marah jika anda menolaknya, setdaknya jika ini memang tindakan terakhir yang telah adikku lakukan tolonng anda terima, itu akan membuat Jongin sangat senang, aku harus segera kembali kekorea," Tao membungkuk meminta izin
"Hiks.. Tao sampaikan terimakasihku pada Jongin,"
"Tentu,"
"Jongin mengalami pendarahan lagi! Keadaannya kritis!" semua yang menunggu Jongin terbelalak, wajah pucat mereka menandakan kecemasan yang teramat pada Jongin, terlebih Lagi Minseok sudah pingsan Sedangkan Sehun mematung tak berdaya
"Dokter tolong selamatkan adikku!"
"Tenang tuan, kami akan berusaha,"
-^epilog^-
Dapatkan ini dikatakan akhir? Ini adalah suatu permulaan baru dimana keburukan yang telah hilang dengan banyak korban digantikan denngan kehidupan yang lebih tenang. Apakah pengorbanan merupakan suatu syarat untuk merubah keadaan? Siapa yang tau akan takdir?
"Maafkan aku Sehun,"
"Untuk apa?"
"Jongin,"
"Lupakan itu Mark, kau tahu aku tidak suka mengungkit masalalu,"
Dua orang dengan kulit putih duduk didepan teras dengan ditemani kopi dan beberapa camilan kecil disana, tatapan Sehun berubah sendu mengingat kejadian 10 tahun silam yang harus membuat oh Sehun menangis, seseorang yang sangat mereka cintai harus mengalami kejadian yang sangat tidak menyenangkan "Jadi bagaimana keadaanmu? Kuharap mereka sudah berhasil menemukan cara untuk membuatmu kembali seperti sebelumnya," ucap Sehun menatap Mark
"Hahaha... sudah kubilang jangan bahas tentang diriku... bagimana bisa kau yang sudah aku lukai hingga seperti itu masih memikirkanku"
FLASHBACK
"ini kelainan akibat dari kecelakaan yang pernah dialaminya. Dokter yang merawatnya adalah temanku, Mark sendirilah yang mengatakan unttuk tidak perlu melakukan banyak hal sia sia untuknya, kelainan pada salah satu syaraf kakinya bertambah parah setelah penembakan itu. Dia terlalu lelah atas semua beban yang terus menerus dia tanggung, kakak Mark adalah seorang dokter juga tapi dia telah menghilang untuk menghindari keadaan keluarga Jung yang kau tahu sendiri"
"Mungkin ini arrgghh... yang namanya karma,"
"Kupikir Jongin akan sangat membenciku jika tidak bisa membantu temannya sejak kecil,"
FLASHBACK OFF
"Haaii... hyung! Ooh.. Mark hyung!"
"Sopanlah sedikit!"
"Ahjuchiiiii" sahut anak kecil yang tiba tiba berlari menubruk kaki 2 anak remaja yang baru saja datang
"Heiii, anak kecil bukankah sudah kami bilang jangan panggil Ahjushi?! Uncle atau hyung, lagipula umur kita tidak terlalu jauh,"
Sehun menyahut mendengar pernyataan dari remaja berambut madu "Terimalah jika kalian memang sudah menjadi Ahjushi,"
"Hyung, kau tidak tahu! Itu sangat berpengaruh pada pamor kami," saat ini sahutan protes terdengar dari mulut seseorang yang berambut blonde dengan wajah cantiknya
"Taeoh, panggil saja mereka ahjushi," tambah Mark
"Ne, Malk uncle,"
"Yaaa! Kenapa Mark hyung dipanggil uncel sedangkan kami kau panggil Ahjushi!" pekik orang yang berambut Madu
"Dari pada kalian berisik seperti itu lebih baik segera kekamar dan ganti baju, oh.. tadi seorang pria kesini membawa kue, entah siapa namanya dia bilang ini untuk gadis kembar yang rambut blonde," sahut Sehun santai tanpa menatap lawan bicaranya
"Yaaak... hyuung kauuu! Kurang ajarr!" bentak seseorang berambut blonde yang baru menyadari siapa gadis yang dimaksud oleh Sehun
"Jaga mulutmu Lu Ren!" sekarang bentakan terdengar dari seseorang yanga baru datang dari dapur
"Ummmaaaa...!"
"Ganti baju kalian dan segera cuci tangan, makan siang sudah noona siapkan diatas meja. Kalian harus jelaskan tentang pakaian kalian yang super kotor itu,"
"Jongin noonaa... kenapa kau berisik sekali seperti umma sih," sungut kedunya kompak
"Karna aku Lu Jongin anak dari Kim Minseok dan Lu Han dan kadang aku berfikir kalian bukan adikku,"
"Yaaak!"
-^FLASHBACK ON^-
"Jongin sangat kritis sebelumnya, tapi entahlah tiba tiba keadaannya mulai membaik setelah Sehun memaksa masuk dan menggenggam tangan Jongin lalu mendekatkan seorang anak kecil membisikkan sesuatu pada telinga Jongin,"
"Ap.. apakah adikku sudah melewati masa kritis?"
"Sudah, kupikir sekitar seminggu lagi dia kan sadar"
-^Dilain tempat^-
"Tao.. Jongin kritis lagi! Cepat kau pulang!"
"Ummaa... aku akan sehegera... haloo? Ummaa?"
"Bibi Minseok pingsan, aku Sehun Tao,"
"Tao bisa bawa Wooshin bicara pada Jongin? Wooshin sangat ingin bicara pada Jongin,"
"Tapi bi, dia sedang operasi,"
"Ge... hiks... gege..."
"Akan aku coba, kita akan kekorea sekarang Wooshin"
-...-
"Sehun tolong bawa Whoosin masuk,"
"Hyung! Mana boleh anak kecil masuk ruang operasi?"
"Aku mohon, mungkin ini bisa menjadi kekuatan untuknya. Kudengar operainya sudah selesai, didalan hanya menunggu keadaan Jongin, sedikit membaik,"
-..-
"Maaf dok tuan Sehun memaksa masuk, dengan seseorang,"
"Doktel, bleh aku bitala pada Jongin noona? Hiks... aku mohon... hiks..." anak kecil yang ternyata adalah Wooshin ini memeluk kaki dokter Chen yang membuatnya mengiyakan permintaan seerhana dari Whoshin
"Hiks... Noona beal, ayo bangun! Kita main lagi belsama, jangan pelgi, Ushin tidak punya teman jika Noona pelgi... orang tua ushin sudah pelgi meninggalkan ushin... ushin tidak mau noona bear pelgi, noonaa... ayo bangun tangan kecil Wooshin mengusap pipi Jongin yang ternyata terlihat liquid menuruni pipinya
"Noonaa bear, ushin ingin belcelita banyak, ushin janji tidak akan nakal lagi, noona beal ada pangelan hyung disini, dia menangis juga... Noonaa... ayoo bangun, ushin hikss... tidak mau noona pelgi," semua orang yang berada dalam ruangan menitikan air mata termasuk Sehun yang kini mengelus rambut Wooshin "pangelan hyung... ayo katakan pada noona jika kita menunggu noonaa..."
"Jongin.. Aku Sehun, Wooshin, Ren, Zello menunggummu bangun," singkat yang dikatakan Sehun karena Sehun sudah tidak bisa menahan tangisannya lagi,"
"Dokter! Jong.. Jongin!"
"Apa?"
"Keadaannya membaik, perlahan jantungnya mulai normal dan tekannan darahnya juga,"
"Benarkah?! Sebaiknya kalian keluar, kami akan segera memeriksa Jongin,"
END... comen yaa...
