Suara telepon berdering cukup keras hingga membangunkan Kyungsoo. Gadis ini melirik Kai yang masih tertidur tanpa melepas pelukannya. Perlahan ia mencoba melepaskan diri dari pelukan itu dan segera mengangkat telepon.
"CHINGU-ya...IREONA~!" Pekik Kyungsoo saat selesai menerima panggilan dari orang tuanya yang akan pulang siang ini.
Dengan segera ia berlari menghampiri Kai.
"YAK IREONA~! EOMMA DAN APPA AKAN PULANG~!"
Kedua mata Kai langsung terbuka lalu berdiri terkejut. Kyungsoo segera menghubungi Baekhyun dan Kai pun menghubungi Sehun.
HunHan POV
Smartphone Sehun bergetar keras hingga membangunkan namja albino ini. Dengan malas ia mengeluarkan smartphone dari saku celananya.
"Ckckck...mengganggu saja!" Gerutunya segera mengangkat panggilan.
"Yeobose--"
"Sehun-ah, cepat bangun! Kita harus merapihkan ruangan. Orang tua Kyung akan pulang!!!" Panik Kai memotong seruan Sehun.
Seketika itu juga Sehun beranjak dari tidurnya hingga membuat pelukkan Luhan terlepas dari tubuhnya.
"MWO?" Kejutnya.
Luhan pun ikut terbangun dan dengan kedua mata masih setengah terbuka.
"Baby Lu, Cepat kita kumpul! Orang tua Kyung akan pulang..."
"MWO? Omo...ppali!"
Sepasang kekasih ini segera merapihkan diri. Luhan mengikat rambutnya asal lalu membantu merapihkan rambut Sehun.
ChanBaek POV
Baekhyun mengucak mata namun tanpa membuka mata, gadis mungil ini mengeluarkan smartphone yang bergetar dari celana jeans-nya.
"Yeoboseyo~!" Dengan malas Baekhyun mengangkat panggilan tanpa melihat siapa yang menghubunginya.
"Mimpi indah eoh? Yak cepat bangun! Kita rapihkan ruangan. Orang tuaku akan PULANG~!"
Seketika mata sipit itu langsung terbuka lebar mendengar pekikan Kyungsoo yang menghubunginya.
Dan baru ia sadari, tubuhnya tertimpah beban berat. Ya, Chanyeol tidur menindihnya. Nafas Baekhyun pun berhenti seketika menyadari ini semua. Jantungnya semakin berdebar dan mencoba mengingat kejadian apa yang dilakukan mereka semalam.
"C-Chanyeol-ah! Ireona~" Seru Baekhyun dengan nada rendah.
"Eumm..." Gumam Chanyeol perlahan membuka mata.
Blush~
Wajah Baekhyun memerah saat kedua mata mereka saling bertemu dengan sangat dekat.
Chanyeol pun terkejut saat mendapati dirinya sedang menindih tubuh mungil ini. Ia pun segera beranjak dari Baekhyun.
"M-mianhae~! A-aku..." Panik Chanyeol.
"Sudahlah jangan panik tentang ini. Lagi pula baju kita masih terbungkus rapih di tubuh kita masing-masing, jadi sepertinya kita tidak melakukan lebih."
"Dan--kepanikan ini mungkin lebih tepat untuk orang tua Kyung yang akan pulang. Ppali..."
Sama seperti yang lainnya, ChanBaek pun merapihkan diri mereka. Setelah itu Baekhyun menarik Chanyeol keluar menghampiri yang lainnya.
Author POV
Semalam mereka melewati permainan bersembunyi, melainkan masing-masing pasangan asik dengan permainan panas mereka. Namun mereka tidak melewati batas permainan. Ya, mereka hanya saling berciuman tidak lebih.
KaiSoo merapihkan dapur, HunHan merapihkan meja makan, dan ChanBaek merapihkan ruang tengah.
Saat selesai dengan dapur, KaiSoo mendekati HunHan yang juga sudah selesai.
"Apa yang kalian pikirkan untuk kejadian semalam pada ChanBaek?" Tanya Kai sedikit berbisik.
"Aku yakin terjadi sesuatu diantara mereka untuk tadi malam." Pikir Sehun.
"Omo...bagaimana bisa kita semua melupakan permainan mengumpat?" Sambung Luhan.
"Sepertinya pengaruh vodka dan soju. Tapi ChanBaek lebih banyak minum dari kita semua." Pikir Kyungsoo.
"Apa yang kalian bicarakan? Kenapa berbisik dan serius seperti itu?" Tanya Baekhyun datang bersama Chanyeol.
"Eoh? Kalian sudah selesai?" Kejut Luhan.
"Baru saja!" Jawab Chanyeol.
"Sepertinya kita harus segera pulang." Usul Sehun.
"Ne, kka..." Seru Luhan.
"Gurae, baby Soo~ kami pulang! Annyeong..." Seru Kai mengecup kening Kyungsoo kemudian segera keluar bersama yang lainnya.
Park Chanyeol POV
'Apa yang ku lakukan pada Baekhyun semalam?'
'Ku harap kami tidak melakukan hal lebih. Seingatku, aku hanya--menciumnya. Dan kami pun hanya berciuman saja.'
Tanpa ku sadari, aku tiba di depan gerbang rumah Baekhyun. Sepertinya aku melamun sepanjang jalan. Beruntung aku tidak mencelakakan gadis di jalan.
"Gomawo~" Seru Baekhyun segera masuk ke rumah dengan menundukan kepala.
"B-Baekhyun-ah!" Aku menahan lengannya.
"N-ne?"
"Eummm...jeongmal mianhae! Semalam aku benar-benar mabuk karena vodka itu."
"Gwaenchana! Malam itu kita sama-sama mabuk. Sudahlah jangan salahkan dirimu. Ku anggap ini sebagai dendam mu padaku."
"Dendam?"
"--bukankah saat aku mabuk, aku pun m-menciummu tanpa izin? Omo...sudahlah jangan bahas ini lagi!" Gadis ini menutup wajahnya yang memerah. Menggemaskan.
"Bukankah ini aneh? Kita melakukan ciuman untuk kedua kali tanpa adanya status hubungan." Kekehku.
"Dan dalam ketidak sengajaan." Sambung Baekhyun.
"Tapi--sepertinya untuk malam tadi bukan ketidak sengajaan. Karena aku cukup menyadarinya dan masih mengingatnya." Jelasku.
"Bisakah aku--eumm...bertanggung jawab dengan ciuman kita?" Tanyaku.
"M-mwo?"
"Aku dan kau sama-sama mendapati ciuman pertama tanpa ketidak sengajaan. Dan aku sudah berjanji pada diriku sendiri, jika aku mendapat atau memberi ciuman pertama maka orang itulah yang harus menjadi kekasihku."
"Mwo? K-kekasih?"
"Ne! Apa kau mau jadi kekasihku?"
"Secepat itukah?" Tanyanya memastikan.
"Sejujurnya, kau adalah pandangan pertamaku saat aku mendapati dirimu tidur di perpustakaan."
"Dan saat kita berdampingan, aku selalu berdebar karenamu. Aku tidak pernah merasakan hal ini sebelumnya. Ku pikir, aku tidak bisa jatuh cinta dengan seseorang karena sifatku yang kaku.--"
"Jadi bagaimana dengan dirimu?"
"Aahhh...sepertinya eomma memanggilku, aku masuk sekarang. Annyeong~!" Seru Baekhyun masuk ke dalam rumah begitu saja tanpa menjawab ku.
'Apakah dia menolakku?'
'Tapi dia tidak mengatakan apapun!'
TBC~
