.

.

.


You Complete Me

-Luhan-


triplet794 presents a new story

There's Nothing wrong in Love

.

.

.

Main Cast : Oh Sehun , Xi Luhan, Kim Jongin, Do Kyungsoo

Genre : Romance, Friendship, Hurt

Rate : T-M

Length : Chapter

YAOI. Typo (s)

HUNHAN STORY!


.

.

.

.

.

.

Hoek! Hoek!

Hoek! Hoek!

Keadaan Luhan tidak semakin membaik tanpa obat-obatan yang biasa dia konsumsi. Selain berkeringat, merasa panas, debar jantung kini Luhan memuntahkan semua makanan dan obatnya. Kibum tidak bisa memberikannya obat bius lagi, karena ternyata mempengaruhi asam lambung Luhan, tubuh Luhan sensitif terhadap desfluran dan golongan obat bius yang lain. hal ini membuat Luhan kembali harus diinfus dan merasakan betapa menyebalkan jarum suntik yang bertengger indah di kulitnya.

"Kau tidak merasa lebih baik ya?" tanya Kibum yang baru saja memeriksa cairan infus Luhan

"Hanya mual dan lemas hyung" balas Luhan tersenyum dipaksakan

"Hyung boleh aku tanya sesuatu?" ujar Luhan

"Apa Lu?" balas Kibum

"Kapan aku bisa dinyatakan sembuh dan tidak kecanduan lagi?" tanya Luhan

"Kalau kau berhasil mengatasi kejang dan debar jantungmu tanpa harus diberikan obat ataupun penenang Lu" balas Kibum

"Itu saat dimana aku akan menyerang semua orang ya?" tanya Luhan

"Hmm,,, itu saat kau akan merasa sangat kesakitan. Menurutku wajar jika kau seperti itu" balas Kibum mengusak rambut Luhan

"Apa isi cairan infus ini?" tanya Luhan

"Hanya pengganti ion tubuh agar kau tidak merasa lemas dan mual Lu"

"Setelah itu infus ini akan dilepas kan?" tanya Luhan

"Iya. Kau tidak bisa terus-terusan diinfus" balas Kibum

"Hyung aku ingin kau berjanji satu hal padaku" pinta Luhan

"Janji apa Lu" balas Kibum

"Aku ingin kau berjanji sebagai seorang dokter bukan sebagai hyungku" ujar Luhan

"Aku tidak mengerti" Kibum mengernyit bingung

"Saat semua infus ini dilepas, tubuhku akan kembali normal dan aku akan mengalami kejang dan debar jantung lagi karena tubuhku menginginkan minuman dan obat sialan itu kan?" tanya Luhan

"Iya benar" jawab Kibum

"Aku ingin saat aku mengalami kejang lagi kau tidak memberikan obat atau penenang apapun padaku. Ikat kedua tanganku di ranjang agar aku tidak menyakiti orang lain, dan jangan ada yang berada di dekatku. Berjanjilah" pinta Luhan

"Tidak. Aku tidak bisa berjanji, itu terlalu berbahaya Lu" balas Kibum cepat

"hyung" lirih Luhan

"Kau tidak bisa memaksa seorang dokter untuk membunuh pasiennya. Lagipula bagaimana bisa aku melihatmu sebagai pasien? Kau sudah seperti adikku" balas Kibum setengah berteriak

"Jika kau terus-terusan memberikanku obat, aku tidak akan bisa sembuh hyung. Aku mohon jangan begini padaku" pinta Luhan dengan nada serak

"Pembuluh darahmu bisa pecah jika kau terus kejang, lagipula jantungmu akan berhenti mengalirkan darah ke seluruh tubuhmu jika detaknya sangat cepat dan tidak beraturan. Apa kau tidak mengerti" Kibum benar-benar emosi sekarang

"Aku tahu hyung, percayalah. Tapi aku mohon. Aku ingin sembuh hyung" lirih Luhan

"Hyung, berjanjilah padaku. Aku mohon" Luhan menggenggam tangan Kibum membujuk Kibum agar menatap matanya

"Baiklah. Aku janji" lirih Kibum tercekat

"Tapi kau akan bertahan kan? Kau harus janji padaku" paksa Kibum

"Aku akan bertahan hyung, aku ingin sekali berkumpul dengan teman-temanku lagi" Luhan tersenyum pada Kibum

"Baiklah. Aku akan melakukannya untukmu" Kibum mengusak pelan rambut Luhan

"Terimakasih hyung" balas Luhan tersenyum dan tak lama tertidur karena pengaruh obat yang diberikan Kibum

..

..

..

Keesokan paginya, Luhan bangun dengan wajah yang terlihat segar dan keadaan yang luar biasa baik. Dia tidak lagi merasa mual, hanya saja dia masih merasa seluruh tubuhnya sangat lemas.

"Kau benar-benar terlihat lebih baik Lu" puji Kibum yang sedang melepas infus dari tubuh Luhan

"Aku benar-benar ingin sembuh hyung" rengek Luhan

"Kau pasti akan sembuh rusa kecil" ejek Kibum tertawa

"Dan aku tidak mau menggunakan jarum-jarum sialan itu lagi" dengus Luhan

Kibum hanya tertawa mendengar ocehan Luhan yang menurutnya seperti anak tk yang tidak dibelikan lolipop

"Yasudah, sambil menunggu teman-temanmu datang lebih baik kau main laptop yang dibawakan calon mertuaku" kekeh Kibum

"Ah.. sudah ingin menikah ya?" goda Luhan

"Ishh,,, anak ini. Aku tinggal dulu ya, jika butuh sesuatu langsung tekan tombol yang ada disamping ranjang. Mengerti kan?" tanya Kibum

"Uhmm aku mengerti dokter Kim" balas Luhan imut membuat Kibum tertawa

Sepeninggal Kibum, Luhan membuka laptopnya sambil menunggu Sehun, Kai dan Kyungsoo datang. Ketiga temannya belum datang hari ini karena mereka semua sedang berada di kampus. Luhan yang meminta mereka untuk tidak membolos lagi, Luhan mengancam tidak akan meminum obat jika mereka membolos, membuat ketiganya mau tak mau berangkat kuliah dan meninggalkan Luhan sendirian di rumah sakit.

Luhan membuka laptop yang diberikan Kangin untuknya, ia langsung mendownload file yang dia butuhkan. Semalam saat Kibum sedang memasangkan alat infus untuk Luhan, Kangin dan Heechul datang menjenguk Luhan.

Karena merasa penasaran Luhan bertanya bagaimana keadaan kantor Kangin saat Heechul sedang bicara dengan Kibum. Luhan merasa bersalah karena ia hanya mengerjakan seperempat bagian untuk mengetahui siapa dalang yang menyebabkan kerugian yang begitu besar di perusahaan ayah Sehun.

Oleh karena itu, Luhan meminta Kangin untuk membawakan laptop yang biasa ia gunakan saat sedang rapat di ruangan Kangin, dan malam itu juga pengurus Lee, datang membawakan laptop dan seluruh data yang dibutuhkan Luhan

"Ayo kita bekerja" katanya bersemangat mendownload file yang sudah ia ekstrak sebelumnya

Unduhan Luhan baru mencapai empat puluh persen, dia menunggunya dengan sabar sampai pintu ruangannya terbuka

Cklek!

"Halo rusa jelek, aku datang" sapa Kyungsoo yang datang bersama paman Kim

Saat tahu Kyungsoo yang datang, Luhan menutup laptopnya dengan cepat

"Halo baby Kyung" Luhan agak gugup menyapa

"Lu, itu laptop siapa?" Tanya Kyungsoo bingung

"Ah, itu...Itu milik Yunho hyung, aku meminjamnya saat dia menjengukku semalam. Aku bisa mati bosan kalau hanya tidur dan menunggu kapan tubuhku akan kumat" gerutu Luhan

"Kenapa tidak bilang padaku, aku akan membawakan laptop milikmu" kyungsoo mengeluarkan makanan yang ia bawa

"Tidak, lebih canggih yang ini" kilah Luhan

"Oh iya Kai dan Sehun mana?" Tanya Luhan

"Mereka masih dikampus" jawab Kyungsoo

"Kau tidak masuk kelas?" Tanya Luhan

"Aku baru selesai terapi Lu" Kyungsoo memberitahu Luhan

"Bagaimana? Apa sudah ada perkembangan?" Tanya Luhan

"Apa? Terapiku?" Tanya Kyungsoo

"Hmm... Terapimu" balas Luhan

"Sudah ada kemajuan Lu. Mungkin aku akan kembali berjalan jika kau dinyatakan sembuh, makanya cepat keluar dari sini dan temani aku terapi" pinta Kyungsoo

"araseo. Aku akan segera keluar dari kamar jelek ini" ucap Luhan semangat

"Aku pegang janjimu" Kyungsoo menarik gemas hidung Luhan

"Ayo makan dulu, aku suapi. Bilang aaaa" pinta Kyungsoo pada Luhan

"Aaaa" Luhan tanpa protes langsung melahap makanan, ia benar-benar ingin segera sembuh

"Kyung, belikan aku orange juice. Aku mohon" rajuk Luhan

"Araseo, sekali lagi suapan, aku akan ke kantin rumah sakit... aaaaa" Kyungsoo kembali menyuapi Luhan

"Aigoo Lulu pintar sekali. Kau mau titip apalagi?" Tanya Kyungsoo bersiap pergi

"Um... Coklat" cengir Luhan

"Dasar bayi" cibir Kyungsoo

"Isss jelek" kesal Luhan

"Hahhaa, tidak mungkin aku jelek. Ayo paman kita ke kantin" Kyungsoo meminta paman Kim mengantarnya

"Tunggu aku ya rusa jelek" pesan Kyungsoo dan tak lama meninggalkan Luhan sendiri dikamarnya

..

..

..

Sepeninggalnya Kyungsoo, Luhan langsung kembali membuka laptopnya, dia sedang mendownload file yang sedang ia kerjakan sebelum dia masuk rumah sakit.

"Aku pasti bisa abonim" gumam Luhan yang tengah mengakses file yang ia kerjakan

Flashback

Cklek!

"Omo Luhan, sayangku apa kau baik-baik saja nak?" tanya Heechul yang datang menjenguk Luhan

"Eh?" Luhan berusaha bersender di ranjangnya setelah mengetahui yang datang adalah orang tua Sehun

"Eomonim" Kibum juga menyapa Heechul

"Kalian berdua tampak sangat menyedihkan" lirih Heechul memeluk Kibum dan Luhan bergantian

"Aku baik-baik saja eomonim. Luhan yang kesakitan" Kibum kembali mengusak rambut Luhan

"Apa yang kau perlukan nak? Nanti eomma belikan" Heechul menatap Luhan dengan khawatir

"Aku hanya butuh keluar dari ruangan pengap ini eomonim" kekeh Luhan bercanda

"Aku akan membawamu keluar dari sini. Tenang saja nak" Heechul mencium kening Luhan

"Kibummie, eomma ingin tahu keadaan Luhan" Heechul meminta penjelasan Kibum

"Kita bicara di ruanganku. Luhan tidak boleh banyak mendengar tentang keadaan tubuhnya" kekeh Kibum

"Baiklah, eomma akan segera kembali" katanya memberitahu Luhan dan meninggalkan Kangin dan Luhan berdua

"Jadi, apa kabarmu nak?" tanya Kangin

"Beginilah abonim, aku hanya membuat malu dan menyusahkan teman-temanku" lirih Luhan

"Tidak, kau tidak menyusahkan teman-temanmu. Mereka memang harus selalu menjagamu" Kangin menarik kursi dan duduk disamping Luhan

"Umhh, maaf merepotkan kalian abonim" sesal Luhan

"Anak ini. Kau tidak merepotkan siapa-siapa" kesal Kangin

"Hehehe, aku merasa merepotkan semuanya" Luhan berusaha tertawa

"Apa sangat sakit?" tanya Kangin

"Kadang rasanya aku memilih untuk mati saja abonim. Sangat sakit" lirih Luhan

"Jika putra bungsuku mendengar kau bicara seperti ini, dia pasti mengamuk. Jangan bicara sembarangan Luhan" Kangin mengingatkan

"Ne, abonim, Mianhae" balas Luhan

"Apa Sehun sudah dirumah?" tanya Luhan

"Hmmm dia langsung tidur saat tiba dirumah. Dia juga tidak tahu kami disini" balas Kangin

"Ummhh abonim. Bagaimana kabar anda?" tanya Luhan

"Aku baik tentu saja" jawab Kangin

"Syukurlah, lalu bagaimana dengan perusahaan anda?" tanya Luhan

Kangin hanya tersenyum miris

"Abonim" panggil Luhan

"Kau tidak perlu memikirkannya lagi Lu, aku akan mencari cara membenahi kekacauan yang semakin menjadi di kantorku" Kangin tersenyum

"Apa semakin kacau?" tanya Luhan

"Sangat" balas Kangin

"Maaf abonim. Harusnya aku membantu anda, tapi aku malah terjebak disini" lirih Luhan

"Tak apa Lu, aku dan karyawan kepercayaanku pasti bisa mengatasinya. Kau sudah banyak membantu. Lagipula kali ini yang masuk adalah server baru bukan yang kemarin kau retas. Mereka sepertinya menyadari jika diawasi" balas Kangin

Luhan cukup terkejut dengan pernyataan Kangin. Dia yakin sekali kalau ada yang tidak beres di perusahaan ayah Sehun. Terlalu banyak yang mengetahui sistem keamanan protokol disana.

"Sudah berapa persen kerugianmu abonim?" tanya Luhan

"Hampir 70% nak" balas Kangin

"Mwo?" Luhan sangat terkejut mendengarnya. Untuk perusahaan yang bergerak di penanaman modal saham itu adalah kerugian yang sangat besar

Kangin hanya tersenyum dan Luhan tampak berfikir

"Abonim" panggil Luhan

"Ada apa?" tanya Kangin

"Apa aku boleh mendapatkan laptopku yang biasa aku gunakan saat kita rapat di ruag kerjamu?" tanya Luhan

"Tentu saja. Tapi untuk apa?" tanya Kangin

"Aku punya ide" balas Luhan

"Tapi Lu, kau bahkan masih diinfus. Bagaimana bisa aku membiarkanmu bekerja. Tidak kau tidak boleh mengejrjakan apa-apa kau harus istriahat" balas Kangin tegas

"Infusku besok pagi dilepas. Dan aku merasa bosan tidak melakukan apa-apa. Aku sangat ingin mengerjakan sesuatu aboni,. Boleh kan?" tanya Luhan

"Kalau Sehun tahu dia akan sangat marah" Kangin ngeri membayangkan wajah putra bungsunya

"Sehun tidak akan tahu, ini rahasia abonim" balas Luhan

Kangin tampak berfikir dan kemudian mengangguk pelan

"Aku akan menyuruh pengurus Lee mengantarkan laptopmu malam ini" Kangin memberikan keputusan

"Terimakasih abonim" balas Luhan senang

Dan malam itu, setelah Heechul dan Kangin pulang, tak lama pengurus Lee datang membawakan semua yang dibutuhkan Luhan. Tetapi karena badannya terlalu lemas, Luhan hanya meletakkan laptop itu dimeja dan kembali istirahat.

End Of Flashback

Luhan berhasil mengunduh file yang ia butuhkan. Dan dengan cepat ia mengakses dan menggabungkan semua data lama dan data baru yang ia temukan

"Berhasil" gumam Luhan

"Saat aku tekan enter aku akan tahu siapa kau sialan" gumam Luhan

ENTER!

Access denied

"Sial" gerutu Luhan

Luhan kembali mengetikan sesuatu di laptopnya dan akan kembali menekan tombol enter. Tapi ia urungkan karena sepertinya ada yang datang

Cklek!

"Luhaeeennnnn" teriak seseorang yang menghambur masuk dan langsung memeluk Luhan

"Baekie?" tanya Luhan bingung

"Iya ini aku. Apa kau menjadi idiot Lu, Ya Tuhan aku harus bagaimana?" tanya Baekhyun mendramatisir

"Aku menantangmu tanding statistik disini. Kau boleh menggunakan kalkulator, aku hanya akan menggunakan pulpen" tantang Luhan

"Dia masih jenius" kekeh Baekhyun

"Hay Lu" sapa Sehun yang tak lama membuka pintu diikuti Kai dan Chanyeol

"Dia cerewet sekali di kelas, terus memintaku agar memberitahu dimana kau dirawat" Sehun menjelaskan pada Luhan yang tampak bingung

"Kyungie mana Lu?" tanya Kai

"Sedang dikantin bersama paman Kim" jawab Luhan

"Aigoo, Lu. Kau baik-baik saja kan? Sehun bilang kau mengalami kejang. Sebenarnya kau sakit apa?" tanya Baekhyun khawatir

"Aku sudah bilang Luhan dehidrasi. Kau ini masih saja bertanya" Kai menyela jawaban Luhan

"Eh?" Luhan bertambah bingung

Kai dan Sehun menatapnya agar mengatakan seperti yang Kai katakan

Luhan tersenyum lirih.

"Baek, kalau aku bilang aku kecanduan minuman keras, apa kau akan menjauhiku?" tanya Luhan langsung

"Mwo?" terdengar suara kaget dari Baekhyun dan Chanyeol

"Luhan" gumam Kyungsoo yang kaget dengan penuturan Luhan

Kai menghampiri Kyungsoo dan menggantikan paman Kim mendorong kursi rodanya

"K-kau bicara apa Lu?" tanya Baekhyun tak percaya

"Tapi bagaimana bisa?" kini Chanyeol yang bingung

"Kau temanku, dan kita termasuk dekat. Aku tidak mau membohongi kalian" gumam Luhan menatap baekhyun dan Chanyeol bersamaan

"Lu, kau tidak apa-apa kan? Apa sudah lebih baik?" tanya Baekhyun yang tak banyak bertanya, dia cukup menghkwatirkan Luhan sekarang

"Aku sudah jauh lebih baik" gumam Luhan

"Hey kalian belum menjawabku. Apa kalian akan menjauhiku?" tanya Luhan takut

"Tidak. Dasar rusa bodoh, untuk apa kami meninggalkanmu" kesal Baekhyun memeluk Luhan

"Cepat sembuh ya Lu" gumam Baekhyun

"Cepat sembuh jenius. Aku kehabisan stok contekan kalau kau tak ada" kini Chanyeol yang menghampiri dan memeluk Luhan

"Gomawo kalian berdua" ucap Luhan yang merasa lega

Sehun, Kai dan Kyungsoo sekali lagi tersenyum bangga pada Luhan yang sedang dipeluk Baekhyun dan Chanyeol. Luhan hanya membalas senyuman ketiga sahabatnya dengan harapan dia benar-benar bisa keluar dari tempat ini sesegera mungkin.

..

..

..

"Ini terakhir kalinya untuk hari ini aku melihatmu bermain laptop Lu. Sebenarnya kau sedang mengerjakan apa? Kau harus istirahat!" kesal Sehun saat kembali dari kantin dan mendapati Luhan kembali sibuk dengan laptopnya

"Aku hanya mengerjakan beberapa tesisku Sehunnie, aku harus mendapatkan beasiswaku, kau ingat kan?" tanya Luhan yang langsung mengganti file yang ia kerjakan saat Sehun datang

"Terserah. Tapi aku benci saat kau terlaru larut dengan laptopmu" Sehun mengambil alih laptop Luhan dan menutupnya.

"Sekarang tidurlah" Sehun membaringkan Luhan di ranjangnya

"Mana Kyungsoo dan Kai?" tanya Luhan

"Kami disini Lu" Kai dan Kyungsoo menjawab saat masuk kedalam ruangan Luhan

"Kalian tidak pulang?" tanya Luhan

"Ini malam minggu. Jadi kami putuskan untuk menemanimu disini" balas Kyungsoo

"Membuat pengap ruanganku saja" cibir Luhan

"Anak ini benar-benar! Cepat tidur" gemas Sehun membenarkan selimut Luhan

"Maaf ya terus merepotkan kalian" lirih Luhan

"Tidurlah lulu sayang" Sehun mengusap sayang kening Luhan

"Kalian juga selamat istirahat" gumam Luhan yang tak lama tertidur

"Kami akan istirahat" gumam ketiga sahabatnya tersenyum bersyukur kalau keadaan Luhan semakin membaik setiap harinya

..

..

..

Luhan menggliat resah dalam tidurnya, dia tahu kalau tubuhnya sedang kumat. Dia merasa sangat panas dan berkeringat. Perlahan dia membuka matanya dan mendapati Sehun tidur disamping kanannya dan menggenggam tangannya erat. Sementara Kai dan Kyungsoo tidur di sofa yang berada tak jauh dari ranjang Luhan.

Luhan sama sekali tidak berniat membangunkan salah satu dari temannya dia melepaskan pegangan Sehun ditangannya dengan perlahan, setelah berhasil dia sedikit bersender di ranjang tempat tidurnya, tangannya sudah mulai gemetar, tubuhnya berkeringat dan yang paling dia takutkan debar jantung yang mulai samar terasa

Luhan bermaksud mengambil air yang diatas meja, tapi karena tubuhnya mulai melemas, gelas yang ada ditangannya terlepas begitu saja.

PRANG!

Suara pecahan gelas membangunkan Kyungsoo yang sedanG tertidur, dia menatap takut melihat Luhan yang mulai meremat dadanya kencang

"LUHAN!" pekik Kyungsoo

Dan pekikan Kyungsoo membuat Sehun dan Kai terbangun

"Lu, Ya Tuhan. Apa kau sedang kambuh?" Kai berlari menghampiri Luhan

"Panas" hanya itu yang Luhan katakan

"Lu, tenanglah. Aku mohon tahan sebentar" Sehun sudah mulai memeluk Luhan, namun Luhan meronta dipelukan Sehun

Kai bergegas keluar ruangan dan segera memanggil dokter, berharap Kibum sedang dapat giliran jaga malam ini.

Tak lama para dokter dan tim medis datang keruangan Luhan

"Kalian keluarlah" lagi, Kibum memerintahkan Sehun, Kai dan Kyungsoo keluar

"Lu, tahanlah aku mohon" Pinta Sehun memeluk erat Luhan yang terus mencakar dan mencengkram erat lengan Sehun

"Sehun, ayo kita keluar" Kai menarik Sehun dan membawanya keluar ruangan

Mereka seperti biasa hanya bisa melihat dari luar saat Luhan sedang kambuh.

"Lu, tenanglah" Kibum berkata pada Luhan

"Sesak hyung, aku tidak bisa bernafas" keluh Luhan

"Kami akan membuatmu lebih baik, tahanlah sebentar" Kibum menyiapkan suntikan dosis tinggi untuk Luhan

Luhan menatap takut pada suntikan itu

"Hyung kau sudah janji" lirih Luhan

"Maafkan aku Lu, kau bisa kritis jika dibiarkan seperti ini" Kibum bersiap menyuntikkan penenang pada Luhan

"ANDWAE! PERGI KALIAN!" teriak Luhan menendang apa saja yang terlihat

"Luhan! Pegang dia" teriak Kibum

"Hyung, jangan. Aku mohon, kau sudah janji padaku" lirih Luhan yang kini tangannya sudah dipegangi oleh dua perawat

"Maafkan aku Lu" balas Kibum

"Hyung aku ingin sembuh, jangan suntik aku lagi" isak Luhan yang kentara sekali menahan sakit

"Kau bisa mati Lu" lirih Kibum

"Aku lebih baik mati daripada kecanduan seumur hidupku. Aku mohon hyung" pinta Luhan

Kibum nampak ragu dengan yang akan ia lakukan. Disatu sisi dia tidak tega melihat Luhan seperti ini, disisi lain dia sudah berjanji untuk tidak menyuntikkan penghilang rasa sakit maupun penenang lagi.

"Lepaskan dia" Kibum akhirnya mengambil keputusan

"Tapi dok, bisa berbahaya jika kita tidak biarkan seperti ini" asisten Kibum mengingatkan

"Aku sudah ada janji dengannya. Kita keluar darisini" Kibum memberi perintah

"Tapi dok" terdengar protes dimana-mana

"CEPAT KELUAR!" teriak Kibum

"Go-gomawo hyung" lirih Luhan

"Bertahanlah Lu" Kibum meninggalkan Luhan dengan air mata yang jatuh di pipinya

"Pergilah hyung, tinggalkan aku sendiri" Luhan tersenyum menatap Kibum

"Hyung.. apa yang kau lakukan? Kenapa kau biarkan dia kesakitan seperti itu?" teriak Sehun saat Kibum keluar

"CEPAT OBATI DIA HYUNG. DIA BISA MATI BILA DIBIARKAN" teriak Sehun mencengkram kerah Kibum

Kibum hanya diam tidak merespon Sehun

"Ya tuhan Luhannie,, HYUNG LAKUKAN SESUATU!" Kini Kai yang berteriak, dia benar-benar tidak tega melihat Luhan yang sudah berada dilantai dan meringkuk menahan sakit

"LUHANNNNN" teriak kyungsoo menangis melihat Luhan begitu kesakitan

DEG!

Luhan kembali merasakan detak jantungnya berhenti sesaat, dia melihat semuanya dengan pandangan yang sudah kabur.

"Sialan. Cepat bunuh aku jangan siksa aku" geram Luhan meremat keras dadanya

"Aku akan masuk" teriak Sehun

Kibum mengahalanginya

"Kau tidak bisa masuk Sehunna. Ini demi kebaikan Luhan" lirih Kibum

'HYUNG!" teriak Sehun marah mencengkram erat lengan Kibum

"Aghhhhhhhh…" Luhan sedang meronta di lantai, memukulkan kepalanya yang terasa mau pecah ke lantai berulang-ulang dia tidak tahan sungguh tidak tahan. Dia benar-benar berharap dia dibuat mati saja setelah. Saat pandangannya semakin kabur Luhan merasakan darah keluar dari hidungnya. Dia benar-benar tidak bisa bertahan.

"SESEORANG TOLONG LUHAN!" jerit Kyungsoo ketakutan

Luhan mendengar ketiga sahabatnya berteriak khawatir padanya, dia memandang sebisa mungkin wajah Sehun, Kai dan Kyungsoo bergantian. Dia takut tidak punya kesempatan untuk bicara dan bertemu lagi dengan mereka.

Semuanya mulai kabur, dan yang terakhir Luhan sadari adalah rasa anyir darah yang keluar dari hidungnya. Setelahnya semua gelap dan semakin gelap

..

..

..

"Sehunna, sudahlah kita harus merelakannya" Kai menghampiri Sehun dan menenangkan temannya yang tampak kacau

"Bagaimana bisa aku merelakannya" lirih Sehun

"Kalian bisa berhenti berakting? Kami hanya minta kesana" kesal Kyungsoo karena kedua temannya mulai mendramatisir hal sepele

"Boleh ya Sehunnie" pinta Luhan

"Kau baru sembuh" balas Sehun tak rela

"Lu, jangan hiraukan mereka. Besok kau sudah boleh pulang, dan minggu depan kita akan Jepang untuk menghadiri pernikahan Yunho hyung" kesal Kyungsoo

"Memang Sehunnie benar tidak ikut?" tanya Luhan masih berharap Sehun menepati janjinya untuk membawanya ke Jepang

"Yasudah. Kalau Sehunnie tidak mau mengajak ke pernikahan Yunho hyung tidak apa. Aku akan ikut pertukaran pelajaran saja" ancam Luhan

"Masa berlakunya sudah habis" kekeh Sehun

"Aku mendapatkan kesempatan lagi, kali ini ke Austria" balas Luhan datar

"ANDWAE!" teriak ketiganya bersamaan

"Reaksi kalian selalu sama" kekeh Luhan

"Araseo. Kita berangkat ke Jepang, lagipula janji tetap janji. Anggap saja ini hadiah dari kami karena kau sudah berjuang disini dan melewati dua minggu paling mencekam dalam hidupmu" bisik Sehun

"Hmmm gomawo Sehunnie" balas Luhan

"Hanya Sehunnie?" sindir Kai

"Aniya..gomawo Jonginie… gomawo Kyungie sayang" Luhan menggenggam tangan Kyungsoo yang duduk di kursi roda. Karena dirinya juga sedang menggunakan kursi roda.

"Kyungie, kau harus cepat sembuh. Tidak enak pakai kursi roda" protes Luhan

"Luhan sudah sembuh, jadi sekarang giliranmu untuk rutin mengikuti terapi hmm" bisik Kai pada Luhan

"Hmm… ini giliranku" gumam Kyungsoo bersemangat

"Kita akan sembuh dan akan segera bermain bersama" teriak Kai di taman rumah sakit

Sehun, Kyungsoo dan Luhan hanya bisa mengangguk mengiyakan ucapan Kai

..

..

..

Beberapa hari setelah Luhan mengalami masa sulitnya hingga pingsan tak sadarkan diri, dia dinyatakan sembuh oleh Kibum dan para tim medis lainnya. Walaupun belum mencapai seratus persen pulih, tapi paling tidak Luhan sudah tidak pernah kambuh lagi. Dan tidak ada alasan lagi pihak rumah sakit menahan Luhan lebih lama lagi

"Hyung, terimakasih untuk segalanya" Luhan memperhatikan Kibum yang sedang memeriksa dirinya sebelum pulang kerumah

"Kau stabil Lu" Kibum mengacak rambut Luhan

"Hyung, aku sedang berterimakasih" rengek Luhan

"Terimakasihlah karena kau punya tekat sembuh yang begitu besar. Aku bangga padamu" puji Kibum

"Mau bagaimanapun kaulah yang membuatku dinyatakan sembuh. Dan kau juga harus merasakan betapa mengerikannya teman-temanku" bisik Luhan

"Kau benar! Mereka sangat mengerikan" kekeh Kibum

Cklek!

"Lu ayo kita pulang semua sudah beres" Sehun memasuki ruangan Luhan

"Aku pergi dulu" pamit Kibum pada Luhan terburu-buru

"Hyung" Sehun merentangkan tangannya mencegah Kibum pergi

"Apa?" Tanya Kibum malas

"Ayolah maafkan aku" pinta Sehun

"Aku tidak marah" balas Kibum

"Aku mencengkrammu dan menarik kerah kemejamu dengan kencang. Kau pasti marah" tebak Sehun

"Aku hanya kaget" kilah Kibum

"Kalau begitu maafkan aku" rengek Sehun

"Lupakan saja. Minggir aku mau pergi" kesal Kibum

"Hyung, sudah tiga hari ini Siwon hyung tidak bicara padaku karena tahu aku memperlakukanmu kasar saat itu. Dia bilang kalau kau belum memaafkan aku, dia tidak akan bicara lagi padaku" lirih Sehun mendramatisir

Kibum menghela nafasnya dan kembali ke arah Sehun

"Dia akting" kekeh Luhan

"Araseo.. Araseo.. Aku memaafkanmu" Kibum memberitahu Sehun

"Benarkah?" Tanya Sehun penuh harap

"Iya benar" jawab Kibum menahan tawa

"Gomawo hyung, sarangahe" Sehun memeluk erat Kibum

"Lepaskan aku idiot, aku susah nafas" kesal Kibum

"Terimakasih untuk semuanya hyung, terutama untuk kesembuhan Luhan, aku benar-benar berterimakasih hyung" lirih Sehun sungguh-sungguh

"Aku tidak melakukan apa-apa Sehunna, dia sendiri yang berjuang. Sepertinya dia masih ingin mendengar kau menyatakan cinta padanya" goda Kibum

"Astaga Hyung!" Pekik Luhan kesal

"Hahhhahahahah" Kibum dan Sehun tertawa bersamaan

"Aku pergi dulu" pamit Kibum

"Lu jangan lupa kau harus kontrol tiga bulan sekali" Kibum mengingatkan Luhan

"Iya hyung, aku akan mengingatkannya" Sehun yang menjawab

"Apa sudah siap pulang kerumah?" Tanya Sehun

"Masa bodo" kesal Luhan

"Kalau kau cemberut, kau bisa tinggal lebih lama disini" ancam Sehun

"Sehunnie" rengek Luhan

"Aku bercanda, ayo kita pulang" Sehun memeluk pinggang Luhan membantunya berjalan

"Oia mana Kai dan Kyungsoo?" Tanya Luhan

"Mereka menunggu dirumah" balas Sehun tersenyum

..

..

..

"Sehunnie, ini kan arah kampus" Luhan mengernyit bingung saat Sehun tidak membawanya ke flat rumahnya

"Iya aku tahu" jawab Sehun tersenyum

"Kita sampai" Sehun memkirkan mobilnya di rumah yang cukup sederhana tapi sangat elegan

"Sampai dimana?" Tanya Luhan bingung

"Sampai dirumah Lu" balas Sehun membukakan pintu mobil untuk Luhan dan menuntunnya masuk

"Rumah siapa sih?" Gumam Luhan

"Rumah kita" jawab Sehun menahan tawa

Cklek!

"SELAMAT DATANG KERUMAH BARU LUHANNNN!" Teriak Kai dan Kyungsoo saat Sehun membuka pintu mereka bahkan membeli terompet membuat suasana rumah menjadi sangat ramai.

"Sebenarnya ada apa ini?" Luhan benar-benar tidak mengerti

"Mulai dari hari ini kita berempat tinggal bersama" Kyungsoo memberitahu

"Mwo?" Tanya Luhan tak percaya

"Kalian pasti bercanda" kekeh Luhan

Ketiganya menatap tajam ke Luhan

"Kalian serius?" Tanya Luhan tak percaya

Mereka bertiga mengangguk kompak

"Astaga! Kenapa kalian selalu bersikap seenaknya?" Kesal Luhan

"Aniya, aku tidak mau" tolak Luhan

"Aku mau pulang saja, barang-barangku disana" Luhan hendak keluar pintu tapi Sehun mencegatnya

"Kau mau kemana?" Tanya Sehun

"Pulang" balas Luhan

'Ini rumahmu" kilah Sehun

"Bukan. Ini rumah kalian" kesal Luhan yang merasa ketiga temannya kembali seenak-enaknya padanya

"Minggir Sehunna" Luhan berusaha kabur, tapi Sehun terus mencegahnya

"Flatmu sudah kami jual" Sehun memberitahu Luhan

"MWO?" Teriak Luhan

"Tapi Sehunna barang-barangku semuanya masih ada disana" protes Luhan yang sudah berkaca-kaca

"Sudah kami pindahkan semuanya?" Sehun memberitahu Luhan

"Benarkah?" Tanya Luhan

"Hmm..." Balas Sehun

"Lalu aku tidur mana?" Tanya Luhan

"Baby Lu. Rumah ini memang luas, tapi rumah ini hanya memiliki dua kamar utama. Untuk sebulan pertama ini kamar kita dibawah dan kamar mereka berdua diatas" Kyungsoo memberitahu Luhan

"Tidak" gumam Kai dan Sehun horor

"Kyung, kau tahu kan aku tidak bisa tidur dengan manusia es itu, ayolahhhhh, kita tidur sesuai perjanjian kemarin saja" pinta Kai

"Aniya, ini demi keselamatan aku dan Luhan" Kyungsoo keras kepala

"Memangnya kami akan memutilasi kalian" gumam Sehun kesal

"Memang perjanjian kemarin apa?" Tanya Luhan

"Kau dengan Sehun, aku dengan bocah ini" Kyungsoo mendelik Kai

"Kyungie, aku mau tidur dengan Luhan" protes Sehun

"Astaga kalian berdua benar-benar! Aku bilang kan hanya untuk sebulan ini. Setelahnya akan kembali sesuai rencana" kesal Kyungsoo

"Baiklah... Baiklah" gumam Sehun dan Kai lesu

"Jadi aku akan tidur dengan baby Kyung?" Luhan berlonjak girang dan menghampiri Kyungsoo

"Kau tidak kesal lagi kan?" Tanya Kai

"Masih sedikit" balas Luhan

"Tapi bagaimana dengan rumah kalian? Memangnya orang tua kalian mengijinkan?" Tanya Luhan

"Orang tua Sehun yang membelikan rumah ini, sementara isi dan peralatan rumah orang tua Kai yang membelikan. Jadi aku dan kau. Kita berdua hanya seperti menumpang hidup disini, Lu. Mereka bisa sewaktu-waktu mengusir kita" kekeh Kyungsoo

Sehun dan Kai langsung mendelik tak percaya pada ucapak Kyungsoo.

"Lalu bagaimana denganmu Kyung, rumahmu bagaimana?" Tanya Luhan

"Kau tahu sendiri, eommaku sibuk bercumbu dengan suami barunya dirumahku. Aku jijik melihatnya, lagipula aku sudah tidak tahan tinggal dengan eommaku" kesal Kyungsoo

"Araseo. Kau kan hidup denganku sekarang" girang Luhan mencium pipi Kyungsoo

"Lebih baik kau rapikan barang-barangmu Lu" Kyungsoo memberitahu

"Baik Kyungie" balas Luhan

"Eh Tunggu!" Luhan mengingat sesuatu

"Kau bilang semua barang-barangku sudah dipindahkan semuanya" Luhan menatap horor Sehun

"Iya sudah semuanya" balas Sehun

"Apa benar-benar semuanya?" Tanya Luhan

"Iya Lu. Barang-barangmu hanya sedikit. Paling banyak di lemari pakaian" Sehun memberitahu

GLUP!

Luhan meneguk kasar air liurnya

"Lemari?" Tanya Luhan takut

"Iya jelek. Kenapa? Kau menyembunyikan sesuatu? Kalau yang kau maksud minuman kerasmu. Aku sudah memecahkan semuanya" balas Sehun

"Hehe" Luhan tertawa garing

"Bagaimana dengan foto-fotoku" Luhan tambah berkeringat mengingatnya

"Aku letakkan di lemari" balas Sehun

"Lemari mana?" Tanya Luhan

"Kau seharusnya tidur dikamar atas denganku. Jadi semua barangmu ada dikamar atas" jawab Sehun

"Yang mana kamarnya" tanya Luhan

"Itu" Sehun menunjukan kamar memberitahu bahwa kamar yang ada di dekat tangga kamar mereka

Luhan berlari panik kesana, kemudian tak lama Sehun mengikutinya

"Kai ada apa sih? Ayo kita kesana" Tanya Kyungsoo bingung

"Aniya. Kita juga harus bicara" Kai berjongkok didepan Kyungsoo

"B-bicara apa?" Tanya Kyungsoo gugup

..

..

..

"Lu apa yang kau cari?" Tanya Sehun bersandar di pintu

"Sebentar Sehunna" balas Luhan yang kembali sibuk mencari foto yang ia cari. Luhan bersyukur Sehun meletakkan fotonya dengan rapih, tapi dia juga mengernyit bingung karena album foto Sehun dan sobekan foto dia dan Sehun hilang.

"Kemana fotonya" Gumam Luhan panik

"Lu, kau tahu tidak?" Tanya Sehun

"Apa Sehunna?" Balas Luhan

"Kau bertanya padaku siapa orang yang aku sukai belakangan ini. Aku akan menjawabnya" Sehun memberitahu

"Memangnya siapa?" Tanya Luhan masih sibuk mencari

"Orang itu kau, Lu"

Waktu terasa berhenti saat Sehun mengucapkan kalimat yang sungguh diluar dugaan luhan. Pernyataan Sehun, membuat Luhan menghentikan kegiatannya mencari selembar fotonya dan Sehun. Kini ia hanya merasakan dadanya terhimpit sesak karena kalimat itu akhirnya ia dengar sendiri dari bibir Sehun. Luhan menatap Sehun dengan ragu, takut bahwa Sehun menyampaikan leluconnya

"A-apa maksudmu Sehunna" tanya Luhan

"Aku menyukaimu jauh sebelum aku menemukan ini" Sehun mendekati Luhan dan menunjukkan foto yang ada di tangannya. Itu adalah foto yang sedang Luhan cari, dia benar-benar terkejut melihatnya.

"Se-sehunna aku bisa menjelaskan" Luhan ketakutan karena takut Sehun membencinya

"Tidak perlu menjelaskan. Aku sudah tahu semuanya" Sehun menghampiri Luhan

"Jadi apa aku boleh bertanya?" Tanya Sehun

"Apa kau masih mencintaiku? Karena jika tidak, aku akan terang-terangan mengejarmu hingga kau mengatakan kembali mencintaiku" Sehuh memberitahu

"Aku mencintaimu Lu, apa kau mau menjadi kekasihku?" Tanya Sehun penuh harap

Kaki Luhan melemas, dia yakin dia akan jatuh kalau Sehun tidak dengan cepat merengkuh pinggangnya dan membantunya kembali berdiri menatap Sehun

"Kau sesak ya? Aku juga Lu" lirih Sehun

Luhan menatap Sehun bingung dengan semua kejadian yang terlalu tiba-tiba ini. Lidahnya kelu untuk berkata

"Aku mencintaimu Lu. Maaf membuatmu menunggu" Sehun membelai wajah Luhan

"Sehunna, aku... aku. H-hikss tentu saja aku mencintaimu. Sampai akhir hidupku aku hanya mencintaimu. Terimakasih telah membalasnya Sehunna. Aku mencintaimu" Luhan menghambur memeluk Sehun erat

"Terimakasi Luhannie. Aku.. Maaf membuatmu menunggu sangat lama. Aku mencintaimu" Sehun mengecup pucuk kepala Luhan yang terus menangis di pelukannya.

..

..

..

"Kyung, apa kau menyukai Sehun?" Tanya Kai menatap Kyungsoo

"K-kau kenapa Kai" tanya Kyungsoo gugup

"Kau tahu Sehun dan Luhan sedang apa di atas?" Tanya Kai

"Tidak tahu" jawab Kyungsoo

"Mereka sedang saling mengungkapkan perasaan mungkin" tebak Kai

"Maksudmu bagaimana?" Tanya Kyungsoo

"Seperti aku menyukaimu" jawab Kai

"Be-benarkah" tanya Kyungsoo takjub

"Hmm benar... Aku menyukaimu" ucapan Kai menjadi ambigu

Kai tersenyum menatap Kyungsoo dan menyadari kalau sahabatnya ini sedang kebingungan

"Apa aku sangat jahat bercerita padamu kalau aku menyukai Luhan sementara dirimu menahan mati-matian perasaanmu" lirih Kai

"Apa maksudmu?" Kyungsoo benar merasa mual saat ini, dia merasa kepalanya berputar terus menerus mendengar kalimat yang terucap dari Kai

"Ada yang mengatakan padaku, kalau kau berharap aku berhenti melihat orang lain" Kai memberitahu Kyungsoo

"Sehun" kesal Kyungsoo saat menyadari itu kalimatnya

"Aku sudah tidak melihat orang lain lagi Kyung, aku hanya melihatmu sekarang. Apa kau percaya?" lirih Kai bertanya

"K-kai kau sedang bicara apa?" Tanya Kyungsoo yang debar jantungnya sudah tak karuan

"Aku tidak mau ini menjadi berlarut-larut. Kau sudah sangat baik menungguku agar melihatmu hampir tiga tahun lamanya. Hari ini aku mau membuatnya jelas untukmu, untuk kita" Kai tersenyum melihat Kyungsoo

"Kyungie, jadilah kekasihku" katanya mantap menatap Kyungsoo

Jika Kyungsoo sedang berdiri, mungkin dia sudah jatuh lemas karena pengakuan Kai. Ini tidak bisa dipercaya, ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Dia benar, tidak bisa berkata-kata lagi

"Maukah? Maukah kau jadi kekasihku Kyung?" Tanya Kyungsoo

Air mata menetes dari mata Kyungsoo

"A-aku hanya akan membuatmu malu Kai. Aku cacat" isak Kyungsoo tertahan

"Kau hanya tidak berjalan untuk sementara. Tapi kalaupun memang tidak akan berjalan lagi, aku tetap mau kau jadi kekasihku. Kau mau kan?" Pinta Kai

"Aku mau Kai, tentu saja aku mau jadi kekasihmu. Aku akan menunggumu sampai kapanpun hingga kau mengatakan ini" Kyungsoo terisak memeluk Kai

"Maafkan aku selalu menyakitimu hmm... Aku akan menjagamu mulai saat ini. Aku mencintaimu Kyung" Kai mengecup kening Kyungsoo kemudian memeluknya erat.

Sehun dan Luhan melihat Kai menyatakan cintanya pada Kyungsoo. Membuat keduanya tersenyum lega, karena kebahagiaan juga dirasakan oleh kedua sahabatnya.

..

..

..

"Kalian berdua tidur nyenyak hmm" Kai menggendong Kyungsoo ke ranjangnya bersama Luhan. Sementara Kyungsoo hanya terdiam dengan perbuatan Kai yang begitu manis untuknya

"Kau juga Lu" bisik Sehun mengecup kening Luhan

Tidak berbeda jauh dengan Kyungsoo, Luhan juga hanya diam saja menerima perlakuan Sehun yang sangat manis padanya

"Selamat malam" ucap dua pria tampan itu dan segera meninggalkan kamar pria imut mereka

Klik!

Terdengar suara pintu tertutup

"Kyung" panggil Luhan

"Iya Lu" balas Kyungsoo

"Apa kau menyangka hari ini akan terjadi pada kita?" tanya Luhan berbalik badan supaya bisa menatap Kyungsoo

"Tidak pernah" gumam Kyungsoo membenerkan poni Luhan

"Apa kau bahagia?" tanya Luhan

"Sangat Lu" balas Kyungsoo

"Apa kau bahagia?" tanya Kyungsoo

"Sangat Kyung" balas Luhan

"Tapi aku belum siap dengan status baruku dan Sehun" rengek Luhan

"Aku juga belum. Aku bahkan masih gugup jika berdekatan dengan Kai" kekeh Kyungsoo

"Kita harus bagaimana?" tanya Luhan

"Besok kita pikirkan caranya. Sekarang tidurlah. Selamat malam Lu" Kyungsoo tersenyum pada Luhan dan memejamkan matanya

"Selamat malam Kyungie sayang" balas Luhan membenarkan selimut Kyungsoo dan ikut terpejam

..

..

..

Sementara di kamar atas Sehun dan Kai juga belum percaya telah mengungkapkan perasaan mereka

"Kita berakhir dengan sahabat kecil kita hmm" kekeh Kai

"Kau benar" balas Sehun

"Aku benar-benar ingin menjaga Luhan" ucap Sehun sungguh-sungguh

"Aku juga ingin membuat Kyungsoo merasa bahagia" balas Kai

"Aku pegang janjimu" Sehun menatap Kai dan menghabiskan bir kalengnya kemudian membuangnya ke tong sampah

"Aku juga mengawasimu" balas Kai dan bersiap pergi tidur

"Hah.. aku tidak sabar melihat Lulu ku besok pagi" cengir Sehun

"Aku juga,, Kyungie pasti sangat manis" balas Kai tersenyum sendiri

..

..

..

"Sehunna alarm mu berisik. Matikan!" Kai melempar bantal ke muka Sehun

"Araseo." Sehun dengan malas mematikan alarmnya

"Eh?" Sehun baru mengingat sesuatu

"Kamjong, ini jam berapa?" tanya Sehun

Kai membuka selimutnya dan mengambil ponselnya yang ada di meja

"Jam 8" balas Kai

"M-mwo? Jam 8? Aku kan ada kuliah jam 8. Isssh kenapa Luhan tidak membangunkan aku" kesal Sehun dan berlari turun kebawah untuk membangunkan Luhan yang sepertinya juga terlambat

Cklek!

"Lu, kita terlam.."

"Eh? Kemana mereka?" tanya Sehun bingung mendapati kamar Kyungsoo dan Luhan kosong

"Luhan.. Kyungie?" teriak Sehun ke seisi rumah

"Kenapa kau berteriak?" tanya Kai bersender di balkon tangga

"Mereka kemana?" tanya Kai bingung

"Entahlah" balas Sehun

Sehun mencari ke dapur dan kamar mandi utama tetap tidak menemukan Luhan dan Kyungsoo

"Kai cepat bantu cari" teriak Sehun kesal

"Baiklah" Kai berlari menuruni tangga

"Tidak perlu. Mereka sudah dikampus. Ini suratnya" kesal Sehun melempar kertas pada Kai

Kami berangkat dijemput paman Kim. Maaf tidak membangunkan kalian. Sampai bertemu dikampus ^^
Luhan dan Kyungsoo

"Apa-apaan mereka? Ada dua mobil di bagasi, dan mereka memanggil paman Kim" kesal Kai membuang kertasnya

"Oi, Sehunna kau mau kemana?" tanya Kai

"Bersiap ke kampus tentu saja, aku mau memarahi rusa jelek itu" teriak Sehun masuk kedalam kamar mandi

"Baiklah, aku juga akan memarahi Kyungie" geram Kyungsoo

..

..

..

"Lu, sepertinya Sehun tidak masuk kelas Professsor Han, apa dia membolos?" tanya Baekhyun di perjalanan menuju perpustakaan

"Aku bukan telat. Tapi rusa jelek ini tidak membangunkan aku" Sehun muncul didepan Luhan dan menghadangnya

"Sehunna!" pekik Baekhyun kesal karena kaget

"Wae?" tantang Sehun

"Sehunnie" cengir Luhan polos

"Kau ikut aku" Sehun menarik kerah Luhan seperti menyeretnya

"Sehunnie.. aku tidak bisa nafas" protes Luhan

"Kenapa kau tidak membangunkan aku?" protes Sehun menghimpit Luhan ke tembok dekat gudang kampus

"Aku…" ciut Luhan

"Aku apa?" Sehun menuntut jawaban

"Aku malu" balas Luhan tidak berani menatap Sehun

"Mwo? Malu kenapa? Biasanya kau selalu teriak-teriak membangunkan aku" protes Sehun

Sehun menatap gemas Luhan yang cemberut dan baru menyadari satu hal

"Ah, apa kau malu karena sekarang kau kekasihku?" goda Sehun

"Sehun!" pekik Luhan merona

"Wae? Kau harusnya memanggilku Sehunnie sayang" kesal Sehun

"Tapi tidak apa. Kita pelan-pelan saja hmm" Sehun menarik dagu Luhan agar menatapnya

"Aku mencintaimu Luhannie" gumam Sehun mendaratkan bibirnya di bibir Luhan. Luhan membelalakan matanya sangat terkejut dengan tindakan Sehun yang tiba-tiba menciumnya

"Dan itu adalah ciuman pertama kita sebagai sepasang kekasih. Dah Luhannie. Aku mau ikut kelas susulan professor Han" Sehun berlari terburu-buru meninggalkan Luhan

"Aku bisa gila. Bibirnya sangat menggoda" racau Sehun yang berdebar setelah nekat mencium bibir Luhan

"I-itu ciuman pertamaku" gerutu Luhan tersenyum

"Pelan-pelan apanya. Kau sangat agresif Sehunna" gumam Luhan memegangi bibirnya yang dikecup Sehun

..

..

..

Luhan sedang menunggu teman-temannya selesai dari kelas, kemudian akan pergi kekantin saat mereka selesai nanti. Sambil menunggu kekasihnya dan sahabatnya, Luhan kembali mengerjakan file yang masih ia kerjakan dan belum berhasil ia buka.

"Aku penasaran" gumam Luhan dan kemudian hanya terdengar suara ketikan laptop di halaman belakang yang sepi

"Harusnya ini berhasil" gumam Luhan

Enter!

Access guaranted

"YES!" girang Luhan

Luhan langsung menscroll down dokument terebut, tidak banyak yang ia temukan. Tapi ia sangat terkejut saat mengetahui bahwa yang membocorkan semua saham penting perusahann berasal dari komputer pribadi sang wakil direktur.

"Apa ini?" gumam Luhan bingung

"Hey! Kau sedang apa?" Sehun berteriak mengagetkan Luhan

Luhan langsung menutup cepat laptopnya

"Sehunnie, kau sudah selesai?" tanya Luhan gugup

"Hmm.. kau sedang melakukan apa?" tanya Sehun curiga

"Hanya beberapa tugasku Sehunna" balas Luhan gugup

"Wae? Jangan menatapku seperti itu" kesal Luhan

"Kenapa kau sangat manis" gemas Sehun yang kembali mencium bibir Luhan

"Yak Oh Sehun! Kau sama saja dengan bocah ini. Kenapa kalian sangat mesum. Berhenti menciumi Luhannie" teriak Kyungsoo yang sedang mendekat ke arah Luhan dan Sehun

"Baby Kyungie, apa kau ingin dilumat lagi" goda Kai

"A-aniya" jawab Kyungsoo cepat

"Kalau begitu jangan berteriak" bisik Kai

"A-araseo" gumam Kyungsoo

"Kalian sudah datang? Kalau begitu ayo makan. Aku sangat lapar" Luhan salah tingkah karena teman-temannya melihat Sehun menciumnya

"Ayo Lu" balas Kyungsoo ngeri

"Kai. Aku yang membawa Kyungsoo" Luhan menyingkirkan Kai dan menggantikan posisi Kai mendorong kursi roda Kyungsoo

"Kyungie, apa Kai juga menjadi agresif" bisik Luhan bertanya

"Dia bahkan tidak berhenti merabaku Lu" kesal Kyungsoo

"Aku kewalahan menghadapi Kai" kekeh Kyungsoo

"Aku juga Kyung. Sehun sangat urmhhh entahlah. Dia sangat agresif" bisik Luhan

Sementara dua pria yang berjalan di belakang mereka. Hanya bisa menatap gemas pada kekasih mereka yang ternyata sangat imut dan polos.

"Kau bisa menahan diri?" tanya Sehun pada Kai

"Tidak" seringai Kai

"Aku juga tidak" balas Sehun yang juga menyeringai


tobecontinued


aha!

updet kan :p

semoga sukaaaaaa semuanyaaa

Happy reading and review kesayangan ^^