Menemani Jalan-Jalan
:EXO-OT12:
:HunKai-HanKai:
yuhuuuu~ saya kembali dengan lanjutan ni ff!
ada yang nunggu?
oke, abaikan, mau nunggu atau nggak, ni ff tetep akan dilanjut sampai mereka nikah dan punya anak
yap, let's ho to read, chingu!
Dorm EXO
Kai nampak duduk sambil memanyunkan bibir sexynya. Dia sedang kesal pada Luhan. Ingat kan kalau Sehun sedang dihukum oleh Kai? Maknae satu itu sekarang jadi tambah terlihat seperti tubuh tanpa raga, gara-gara Kai tak mau dekat dengannya. Sehun hanya bisa merutuk kesal.
"Luhan hyunggggg~" teriaknya sebal. Yang muncul bukan Luhan melainkan Kris dan Chanyeol.
"Kenapa teriak Kai?" tanya Chanyeol dan duduk di hadapan Kai.
"Ish! Luhan hyung kemana sih?" tanya Kai kesal. Kris menepuk jidatnya gemas.
'Untung manis!' batin Kris.
"Dia kan sedang pergi membelikan keperluanmu juga membeli es krim yang kau minta tadi kan Kai?" ujar Kris memberi pengertian, salah bicara namja beruang itu bisa nangis dan malah mencuekkinya.
"Oh? Benarkah?" tanya Kai polos, Chanyeol mencubit pipi tembab dongsaengnya itu gemas.
"Iya sayang~"
.
.
"AKU PULANGGGG~" Luhan masuk dengan langkah riang. Soalnya semua yang diminta kekasih –calon istrinya dan Sehun- itu sudah terpenuhi.
"Luhan hyung!" Kai menyambutnya dengan pelukan. Membuat namja pucat di sudut ruangan semakin beraura kelam.
"Hai sayang~" sapa Luhan sembari mengusap rambut halus Kai.
"Hyung, mana es krim ku?" tanya Kai. Luhan memberikan es krim pada Kai dan langsung oleh namja manis itu diambil kemudian pergi ke dapur, namun tak lama kemudian kembali dan menghampiri- SEHUN?
"Hunnieee~ ayo makan es krim bersamakuuu!" Sehun mengernyit heran, namun dia mengangguk saja dan ikut makan es krim dengan Kai tanpa Luhan.
'Sepertinya dia lupa soal putus denganku' batin Sehun.
Luhan yang merasa diabaikan mencoba mendekati Kai dan Sehun.
"Aku tidak diajak?" tanya Luhan, Kai tidak menjawab dan mencuekkinya. Membuat Luhan dongkol namun tidak bisa marah pada namja manis yang dicintainya itu.
"Luhan hyung, pergi sana kau mengganggu!" usir Sehun, Luhan mendelik dan menggeplak kepala Sehun.
"APPOOO~" ringis Sehun, ingatkan Sehun untuk membuang semua koleksi bola Luhan nanti dan membakarnya.
"OMO! Hunnie gwaenchana?" tanya Kai. Luhan melotot tak percaya melihat Kai yang membela Sehun.
"Kai? Bukannya kau sudah putus dengan Sehun?" tanya Baekhyun yang saat itu berada di sana juga dengan Tao.
"Oh? Aku putus denganmu ya Hunnie? Kok aku tidak ingat?" tanya Kai innocent. Keempat namja di sana menahan gemas untuk tidak mencubit pipi tembab Kai.
'Sepertinya hanya bayinya yang mau Sehun putus dengan Kai. Sudahlah, namanya juga orang hamil, moodnya kan sering berubah!' batin Baekhyun dan Luhan. Tao hanya menggelengkan kepalanya. Sehun mendengus pelan.
"Iya kau putus kemarin dengan Sehun. tapi- ya sudahlah lupakan! Sana makan es krimmu!" ujar Tao. Kai mengangguk dan kembali memakan es krimnya bersama Sehun tanpa mengajak Luhan.
"Aku bagaimana?" tanya Luhan kesal. Kai meliriknya sekilas namun kembali lagi fokus pada es krimnya. Luhan pasang wajah dongkol dan kesalnya. Sehun menghembuskan nafas lelah. Kasihan juga sebenarnya. Dia dan Luhan sama-sama berjuang keras untuk meluluhkan hati namja beruang di hadapannya kini, jadi ya mana mungkin ia tak membantu hyung seperjuangannya itu?
"Kai-ya, kau tak mengajak Luhan hyung? Dia yang membelikanmu es krim dan keperluan yang lain tadi. Kau tak kasihan?" tanya Sehun. Bolehkah Luhan kali bersyukur mempunyai dongsaeng sebaik Sehun?
"Kemarin rasanya aku sudah full menghabiskan satu hariku dengan Luhan hyung. Bukannya harusnya aku sekarang dengan Sehun?" tanya Kai. Sehun dan Luhan menghela nafas.
"Tapi tidak dengan mencuekkinya juga kan, Kai?" tanya Sehun gemas, Kai menggumam acuh. Luhan jadi gemas sendiri.
"Baiklah, aku mengalah, terserah kau saja!" ujar Sehun. Luhan menghela nafas pasrah.
.
.
.
.
"Raviiiiiii~" Sehun dan Luhan sama-sama menahan diri untuk tidak menarik Ravi dari pelukan Kai.
"Kai! Lama tak jumpa, bagaimana kabarmu? Eh? Annyeong Luhan hyung, Sehun!" sapa Ravi ramah dan ceria. Luhan mengangguk dengan senyum, Sehun dengan senyum tipis menatap datar.
"Annyeong Ravi~" balas Luhan.
"Ravi-ya, mana Taemin?" tanya Kai penasaran. Ravi yang gemas mengacak surai coklat Kai. Bolehkah kali ini saja Sehun melempar Ravi ke sungai han?
"Dia bilang agak terlambat datang. Ya kita tunggu saja!" ujar Ravi. Kai mengangguk-angguk lucu.
"Ah! Kedua kekasihku ikut tak apa kan?" Ravi mengangguk. Dia tadi niatnya juga mau ngajak Ken. Eh yang diajak malah udah punya janji sama leader kesayangannya itu.
"Tadi aku juga mau mengajak Ken hyung, tak tahunya dia sudah janji menemani N hyung berbelanja! Haaahh~" Luhan diam-diam prihatin juga melihat Ravi yang tidak bisa mengajak Ken.
"Bagaimana kabar N dan Leo?" tanya Luhan. Ayolah, dia sama-sama pecinta sepak bola seperti namja tampan bermata sipit nan tajam dari VIXX, Leo. Dan berada di line yang sama dengan N.
"Hyungdeul baik! Xiumin hyung sendiri bagaimana?" Luhan mengangguk.
"Baik juga!" jawab Luhan.
"RAVVIIII! KAIII!" dari jauh nampak Taemin yang berlari menghampiri mereka dengan nafas tersengal.
"Taemmm!" Kai menerjang Taemin, untung saja namja tampan sekaligus manis itu mempunyai pertahanan diri yang bagus, kalau tidak pasti mereka sudah jadi tontonan karena berpelukan di jalan.
"Kai!" Taemin membalas pelukan hangat sahabatnya itu.
"Sudah, ayo masuk!" ujar Sehun.
.
.
.
.
Selama berada di amusement park, Sehun dan Luhan banyak-banyak mengurut dada. Jika bukan karena ngidam Kai, bisa dipastikan dua namja yang menjadi sahabat Kai itu meregang nyawa.
"sabar Hun sabar~" ujar Sehun lalu mendengus kemudian. Luhan menepuk-nepuk pundak Sehun.
"Setidaknya Ravi sudah punya Ken, Hun!" ujar Luhan, Sehun mengangguk pelan. Nah Taemin? Itulah masalahnya, Sehun dan Luhan tahu benar kalau maknae SHINee itu menyimpan perasaan untuk Kai.
"Dasar beruang polos tak peka~" ledek Sehun lalu tertawa di akhir.
"Kajja!"
.
.
.
.
"Gomawoooo~" Kai memeluk Ravi dan Taemin bergantian.
"Ne, lagipula kita sudah jarang bermain bersama!" ujar Ravi. Taemin mengangguk setuju.
"Ya mau bagaimana lagi, kita sama-sama sibuk!" ujar Kai.
"Sehunniee~" panggil Kai kemudian. Saat ini Luhan sedang di toilet, urusan alam.
"Ne?" Sehun menggumam sembari melirik Kai.
"Aku mengantuk, mana Luhan hyung?" tanya Kai. Sehun menunjuk toilet, ia mengusap surai Kai.
"Oh ya, aku harus pergi, Ken hyung bisa-bisa ngomel!" ujar Ravi pamit undur diri. Setelah memberi pelukan singkat ia pergi dari cafe.
"Annyeong Ravviii~ salam untuk Kennie hyung yaa~" Ravi melambaikan tangannya untuk merespon.
"Aku juga harus pergi, jadwal individuku dimulai pukul tiga. Jaga dirimu Kai, annyeong!" Taemin juga setelah memberi pelukan singkat ia pergi dari sana. Sejujurnya ia bohong, ia pergi karena tak bisa menahan rasa sakitnya ketika melihat interaksi Sehun dan Kai.
'Aku memang sudah kalah sejak awal!'
Tak lama kemudian Luhan datang.
"Yang lain mana?" tanyanya heran ketika hanya mendapati Sehun dan Kai saja.
"Sudah pulang. Hyung, ayo pulang!" rengek Kai. Luhan mengangguk.
"Gendong ya? Tadi kan Sehun sudah menggendongku sampai sini saat berangkat, hyung harus menggendongku!" ujar Kai. Luhan tersenyum kecil dan mengangguk.
"Ayo! Pelan-pelan!" Kai naik ke punggung kokoh Luhan dan mengalungkan tangannya. Sehun membenarkan posisi Kai dari belakang sembari membenarkan topi dan syal namja manis berkuli tan itu.
"Ayo pulang!"
.
.
.
TBC/END?
saya comebackkkkkk!
oke maafkan author yang otaknya ngadat jadinya ni ff lamaaaaaa banget updatenya
mian ne? silakan dibaca!
mianhae, gomawo, saranghae ^^
