standard disclaimer applied


Crybaby

.

Part X

.

Kim Minseok duduk termenung sambil memakan cheese cakenya dengan sangat lambat, benar-benar seperti menonton film slow motion secara langsung. Begitu Baekhyun dan Kyungsoo memberitahukan bahwa sebenarnya Lu Han dan Sehun tidak menjalin sebuah hubungan spesial mengingat mereka memiliki hubungan keluarga, Kim Seokjinㅡteman seangkatannya yang juga saat itu memiliki jam kelas yang samaㅡmenariknya karena dosen mereka mendadak mengumumkan bahwa kelas dimulai satu jam lebih cepat. Sebenarnya, Minseok sangat berterima kasih pada Seokjin mengingat ia terlalu kaget dengan pernyataan Baekhyun dan Kyungsoo sampai tidak menyadari terdapat pesan masuk pada groupchat kelasnya. Sudah lima jam berlalu sejak Minseok akhirnya ingat bahwa Lu Han dan Sehun itu bersepupu, jika di ingat lagi Minseok merasa sikapnya selama ini sungguh konyol dan memalukan.

Saat ini Minseok berada disebuah cafe yang ada tidak jauh dari kampusnya, menunggu Baekhyun dan Kyungsooㅡyang sedang menghadiri kelasㅡuntuk kembali melanjutkan pernyataan mereka. Tiba-tiba Minseok mengigit bibir bawahnya, ia benar-benar merasa konyol selama ini telah karena mengalami yang namanya cemburu buta. Meskipun begitu pikiran bahwa dirinya telah putus dengan Lu Han masih tetap berputar-putar dikepala cantiknya, jadi dia merasa lebih konyol lagi karena telah cemburu pada seseorang yang sudah bukan 'siapa-siapa'nya lagi.

"Minseok-hyung?"

"Uh?" Minseok mendongak, memberikan tatapan polos pada Sehun yang berdiri disampingnya dengan segelas bubble tea ditangan.

Sehun secara perlahan menunjukkan senyuman canggung lalu dengan ragu-ragu bertanya, "Boleh aku duduk disini?"

"Oh, uh..., tentu saja," jawab Minseok yang juga sama-sama merasa canggung.

Hampir semua orang di Xiao University mengetahui bahwa Minseok memang menjauhi Sehun akhir-akhir ini, sejak fakta bahwa Kim Minseok the Crybaby menyebar hampir semua orang menjadikannya sebagai salah satu pusat perhatian yang tidak boleh dilewatkan. Kemana pun dan dimana pun Minseok berada akan selalu ada sepasang mata yang mengawasi, termasuk kesembilan dongsaengnya yang juga akhir-akhir ini menjadi stalker sejatinyaㅡwalaupun begitu mereka terlalu gengsi disebut stalker dan lebih memilih untuk disebut intel. Para mahasiswa dan mahasiswi hanya tersenyum tipis dengan tatapan datar saat Baekhyun bersama Jongdae dan Chanyeol bersikeras mengatakan bahwa mereka adalah intel bukan stalker.

Konyolnya, sejak kapan ada intel yang mengaku-aku dihadapan publik?

Lagian stalker macam apa yang mengaku bahwa dirinya seorang stalker?

"Kamu mau ini, Sehun?" Minseok menawarkan cheese cakenya yang tinggal setengah, berusaha menghilangkan suasana canggung yang ada diantara mereka.

"Tidak perlu, hyung," tolak Sehun dengan halus yang semakin membuat suasana canggung disekitar mereka semakin membesar.

Akhirnya mereka memilih untuk diam dan sibuk dengan makanan ataupun minuman masing-masing yang ada dihadapannya, ada kalanya Minseok mencuri kesempatan untuk melirik Sehun yang tengah memainkan handphone dengan tingkah kaku. Terlihat sekali Sehun berusaha untuk terlihat biasa, tapi pergerakkan jari tangannya pada layar handphone itu sungguh terlihat begitu kaku. Minseok selesai menghabiskan cheese cakenya dan meminum Iced Americanonya dengan kecepatan yang sama seperti saat ia memakan kuenyaㅡslow motion live version.

"Hyung, apa yang membuatmu putus dengan Lu Han-hyung putus?"

Hampir.

Hampir saja Minseok menyeburkan Iced Americano yang ada didalam mulutnya, dengan susah payah ia berusaha mendorong masuk cairan itu kedalam tenggorokannya. Sehun yang menyadari itu langsung mengambil tisu dan mengelapkannya langsung pada bibir Minseok yang sedikit kotor karena sisa Iced Americano yang keluarㅡbukan sebuah tindakan mengoda tapi itu memang sebuah kebiasaan. Minseok yang menerima perlakuan itu pun hanya diam dan mempersilahkan tangan Sehun dengan tisu yang bergerak mengelap sudut-sudut bibirnya, ini memang sebuah kebiasaan lama yang sulit hilang.

"Kamu kurang hati-hati, hyung... Bagaimana kalau sampai tersedak?" tegur Sehun yang sudah menjauhkan tisu dari bibir Minseok, melipatkan sedikit dan meletakkannya disamping bubble teanyaㅡakan dibuangnya saat ia keluar dari cafe itu nanti.

"Ah! Maaf!" seru Minseok yang menyadari tindakan tidak canggung diantara mereka.

Sehun tersenyum tipis, "Tidak apa-apa, hyung. Lagipula kenapa kita jadi canggung begini?" tanyanya dengan nada sedih, padahal dulu ia adalah dongsaeng tersayang Minseokㅡmeski kadang menyebalkanㅡsetelah Kyungsoo. Tapi setidaknya posisi Sehun berada jauh diatas dibandingkan Jongin dan Zitao.

Dasar maknae haus kasih sayang.

Ada baiknya jika Sehun ikut biro jodoh aja.

"Jadi, ehem..., kenapa kalian putus?"

Minseok memainkan jemari mungilnya diatas meja lalu menatap Sehun ragu-ragu dengan mata berkaca-kacaㅡpadahal Minseok pikir sekarang ia sudah bisa menahan air matanya, "D-Dia ya-yang memutuskanku, hiks."

"Hah?"

Tangisan Minseok tumpah, seperti air terjun yang begitu deras.

"Eh? EH? MINSEOK-HYUNG, DON'T CRY PLEASE!"

Untuk pertama kalinya Sehun merasakan apa yang orang-orang sebut dengan rasa panik dan untuk pertama kalinya juga ia mendapati Minseok menangis sangat kencang bagai bayi, crybaby. Masalahnya, Sehun belum terlalu berpengalaman untuk menghadapi Minseok yang sedang dalam tampilan crybaby.

.

.

.

.

.

Lu Han tidak tahan lagi, hingga saat ini ia masih belum dalam kondisi hubungan yang baik dengan Minseok. Bahkan seakan-akan dunia tidak pernah mendukungnya, seharian ini dia sama sekali tidak bertemu dengan kekasihnya itu. Padahal Lu Han yakin sekali harusnya sang kekasih berada di kampus hari ini karena memiliki kelasㅡLu Han hapal dengan jelas jadwal kelas Minseokㅡdan dia juga sempat berjumpa dengan Seokjin yang dia ingat sebagai salah satu teman satu kelas Minseok, tapi dia tetap tidak berhasil menemukan sosok manis seperti anak kucing itu di kawasan universitas.

Kenapa hal ini bisa terjadi? Apakah ini semua karena dia sering sekali menghina Yifan sebagai salah satu manusia dari kaum jomblo?

Tidakkah Lu Han pernah berpikir bahwa sedikit kesalahpahaman yang ada diantara dirinya dan Minseok ini bisa membuatnya menjadi anggota baru para kaum jomblo?

Dua sosok manusia tidak asing mengingat mereka bukan alien terlihat tengah berlari melewati halaman luas Xiao Universitas, Lu Han mengenali mereka sebagai Byun Baekhyun dan Do Kyungsoo segera mengejar mereka. Jika dia tidak bisa menemukan Minseok dengan sendirinya maka dia tidak memiliki pilihan lain selain bertanya pada seseorang, tapi bagaimana jika bertanya pada seseorang tidak membuahkan hasil?

Maka ada baiknya dia bertanya pada dua dongsaeng yang hampir seratus persen selalu mengetahui dimana Minseok berada, lagian bukankah mereka akhir-akhir ini menjadi stalker Minseok?

Siapa yang menyangka bahwa Lu Han mendengar berita ini dengan cepat, tapi sangat lambat saat mendengar gosip dirinya dan Minseok putus hubungan.

Heran adalah yang dirasakan Lu Han saat Baekhyun dan Kyungsoo menuju sebuah cafe sederhana didekat universitas, Lu Han melambatkan langkah kakinya. Sedikit ragu jika ia bisa menemukan Minseok disana, tapi akhirnya ia tetap mengikuti dua dongsaengnya itu dan masuk kedalam cafe. Hal pertama yang didengarnya saat masuk adalah teriakan Baekhyun disambung dengan kegaduhan yang terjadi disana.

"YAAA! OH SEHUN! KAMU APAKAN MINSEOK-HYUNG?!"

"JANGAN BERTERIAK PADAKU!"

"AKU BERTANYA PADAMU! APA YANG KAMU LAKUKAN SAMPAI MINSEOK-HYUNG MENANGIS SEPERTI INI?!"

"AKU TIDAK TAHU! SUNGGUH TIDAK TAHU!"

"LEBIH BAIK KALIAN MEMBANTUKU MENGHENTIKAN TANGISAN INI!"

"AKU JUGA SEDANG BERUSAHA MENGHENTIKANNYA, KYUNGSOO!"

Lu Han terdiam didepan pintu dan menatap mereka dengan pandangan kosong, sedangkan Minseok yang mulai kesal karena para dongsaengnya masih asik berteriak disekitarnya menundukkan kepalanya dan mengusap kedua matanya dengan kedua tangan.

"BISAKAH KALIAN DIAM?!" teriak Minseok meski suaranya sedikit terdengar tertahan karena habis menangis hingga cegukan.

.

.

.

.

.

TBC!


Hunshine Delight's Note : Who is XiuHan? I just know XiuHun :v

Bercanda kok, cuma bercanda :D

Aku masih kesel aja jadi sampai kebawa-bawa kesini meski moment XiuHun nya gitu-gitu aja, bahkan sempat terbesit dipikiranku untuk membuat Lu Han menjadi anggota kaum jomblo di ff ini, huahahahahaha *ketawa jahat* (tolong jangan serang saya). Tapi tenang, aku enggak sejahat itu. Genre fanfic ini bukan hurt/comfort kok, jadi hubungan XiuHan bakal baik-baik aja disini ;)

thanks for reading
see you next time guys, love ya!

xoxo,
hunshine delight