Mohon maaf sebesar-besarnya jika di chapter sebelumnya ada kesalahan atau ada yang tidak berkenan di hati, seperti Tao oppa kubuat SANGAT jahat pada Chanyeol. Kyungsoo oppa juga. Saya tahu chapter sebelumnya benar-benar ekstrim hingga saya berani membuat Tao oppa (dan Kyungsoo oppa) sejahat itu, tapi saya sudah pernah memperingatkan di chapter-chapter awal bahwa beberapa chapter di FF ini memang memiliki alur yang ekstrim sekali. Walau begitu, bukan berarti saya membenci salah satu member karena saya bukanlah seorang antifans boyband atau girband manapun, saya juga bukan antifans member GB atau BB manapun. Penokohan disini sangat OOC dan FF ini tidak bermaksud buruk, misalnya menjelek-jelekkan salah satu member GB atau BB manapun. FF ini NOT REAL ;)

Yahh… Memang sih banyak resiko yang harus ditanggung karena alur & isi cerita FF ini secara keseluruhan. Saya sudah memikirkannya matang-matang segala resikonya dan saya harap saya dapat mengatasinya dengan baik. Jika readers ada yang tidak berkenan, tolong maafkan saya. Saya benar-benar minta maaf…. (T.T ) (T.T) (T.T) #deep bow, deep bow, deep bow!

Tapi, satu hal yang perlu dicatat, apapun yang terjadi pada para tokoh disini, saya pastikan mereka akan tetap berperan di FF ini sampai akhir cerita (ending) atau sampai akhir dari peran mereka sendiri di FF ini (Note: maksud saya dari 'akhir peran' bukanlah kematian). Dan seandainya ada sesuatu yang SANGAT buruk menimpa mereka (atau salah satu dari mereka) dan readers mengira tokoh tersebut tidak bermain lagi di FF ini, tolong ubah opini tersebut, karena saya pastikan dia atau mereka akan terus bermain sampai batas yang sudah ditentukan (dan 'batas' disini juga bukan kematian, tapi memang dia sudah selesai melaksanakan tugasnya sebagai tokoh disini).

Dan yang paling ingin saya tegaskan adalah, (1)beberapa chap di FF ini memiliki alur & isi yang SANGAT ekstrim,(2)penokohan disini sangat OOC dan FF ini NOT REAL serta tidak bermaksud buruk,(3)saya bukan seorang antifans EXO atau salah satu membernya, maupun GB & BB lain, suer deh!(4)apapun yg terjadi pada para tokoh di FF ini, saya sudah mempersiapkan ending yang baik & bahagia untuk mereka semua (well, mungkin hanya sebagian besar).

Akhir kata, saya ucapkan terima kasih banyak atas perhatiannya. Sekali lagi, mohon maaf sebesar-besarnya yaaa…. Dan saya harap, pesan/note dari saya sudah menjeleskan semua yang ingin saya sampaikan serta tidak bersifat ambigu atau multitafsir(soalnya kalo ambigu, saya bingung bagaimana menjelaskannya lagi).

~Salam sayang & maaf dari naunau~

o0o

naunau01 presented

GORE & SAD ROMANCE fict for this chapter

Just for 14+

EXO, Leeteuk, Taemin, Hyoyeon-Sooyoung is HERE!

This is OOC, typo(s), NOT REAL, and for dominant genre always I mention at startup

IF YOU DON'T LIKE THIS FICT, CLOSE THE TAB, WILL YOU?

o0o

.

.

.

.

.

.

.

The story is begin

.

.

.

.

.

.

.

.

MIRROR

Chapter 10

.

.

.

.

.

.

.

.

.

~Baekhyun POV~

.-.

.-.

.-.

.-.

.-.

.-.

Namaku Byun Baekhyun.

.

.

.

Tidak. Tapi yang benar adalah : DULU aku Byun Baekhyun.

.

.

.

Aku selalu bertanya-tanya, apakah dunia yang sesungguhnya seperti ini?

Sempit, sesak, panas… Sangat panas?

Dipenuhi kebahagian yang berbayang rasa sakit. Dipenuhi ketulusan yang diselimuti dendam. Inikah dunia di mataku yang sekarang? Ketika aku tak hanya melihat hitam-putih lagi, tapi kini segala warna menjadi satu.

Ah… Benar. Inilah dunia.

.

.

.

.

.

.

Aku menyukai kehidupanku yang sekarang. Yah, setidaknya, aku bebas melakukan apapun yang kuinginkan. Misalnya seperti mencintai seseorang. DULU, aku selalu dijerat oleh peraturan yang sangat mengikat hingga aku merasa seperti seekor burung di dalam sangkar emas. Namun sekarang, aku bebas.

Tapi mungkin, aku terlalu bebas…

.

.

.

.

.

.

.

.

Dan soal namja itu…aku sering melihat namja itu disini, di tepi danau, lebih tepatnya di bawah pohon carsen yang rimbun. Tak banyak orang yang mengetahui keberadaan danau indah ini, persis seperti kebanyakan manusia yang sering tidak melihat apa yang jelas-jelas ada di depan mereka. Namun kurasa, namja yang ini berbeda.

Dia selalu datang sendiri. Kalau tidak untuk bermain gitar dan tidur, pasti dia akan membuat lagu atau mendengarkan musik, atau sekedar menyenandungkan lagu rap berbagai bahasa, dan browsing sambil cekikikan. Belakangan aku baru tahu bahwa namja ini ternyata suka nonton yang aneh-aneh. Makanya setiap dia browsing dan cekikan setelahnya, aku akan pergi menjauh. Takut berada dekat dengannya.

Walau begitu, sekeras apapun aku berusaha menjauh, aku akan selalu kembali padanya. Dia seperti magnet, seperti candu, seperti pusat gravitasi bagiku. Oleh karena itu aku sangat bergantung padanya dan tak bisa jauh-jauh darinya.

Dan nama namja itu adalah Chanyeol Wu.

Kini aku dapat merasakan dengan jelas sentuhan tangannya di pipiku. Memelukku erat seperti menolak untuk berpisah. Dalam hati aku merasa sangat menyesal dan bersalah karena tak bisa melindunginya. Merasa takut akan kehilangan dirinya untuk selama-lamanya. Aku mengutuk diriku sendiri karena terlalu lemah sehingga tak bisa membelanya. Seperti yang kubilang diawal, bukan akulah yang harus dilindungi.

Tetapi dia.

Seandainya dia tahu yang sebenarnya. Dia pasti tak perlu mencemaskanku seperti ini dan dia masih bisa melarikan diri. Tapi dasar kami berdua sama-sama bodoh. Malah saling melindungi padahal jelas salah satunya yang akan bertahan, dan yang bertahan itulah yang harusnya melindungi, BUKAN dilindungi.

Karena apa?

.

.

.

.

.

.

.

.

Karena aku tidak akan mati untuk dua kali.[]

~Baekhyun POV End ~

.-.

.-.

.-.

.-.

.-.

.-.

.-.

.-.

.-.

" Ada pesan terakhir, Baby Chanyeol?"

Chanyeol mengepalkan tangannya. Matanya tak melepaskan kontak dengan mata Tao barang sedikitpun. Sedangkan Tao malah menyeringai, menganggap kebungkaman Chanyeol sebagai tanda bahwa dia telah siap menggadaikan nyawa.

" Well, sayang sekali." Tao mendecak. " Padahal kukira kau akan menitipkan salam sayang dan maaf pada keluargamu. Sepertinya kau memang tidak begitu dekat dengan keluargamu. Menyedihkan sekali." Tao kembali tertawa. " Tapi yah, setidaknya ada yang menunggumu di alam sana."

Chanyeol menggeram pelan. Sedangkan Tao sudah mengangkat tangannya, matanya tak pernah melepas pandangannya dari Chanyeol. Inilah yang ia tunggu-tunggu selama bertahun-tahun. Membalaskan dendamnya pada orang yang telah merebut pujaan hatinya, menyebabkannya menderita lahir batin hingga rasanya seperti sedang mengalami kiamat. Dan begitu pujaan hatinya berpaling darinya, habis sudah kesabarannya.

.

.

Tak ada lagi maaf untuk Chanyeol Wu.

.

.

Tak ada lagi kesempatan kedua untuk bajingan kecil ini.

.

.

Untukmu, Choi Sulli, batinnya, akan kukirimkan teman untukmu di alam sana.

Mata belati itu mengedip jahat pada Chanyeol, seolah menyapanya. Chanyeol bisa merasakan dinginnya mata belati itu ketika menyentuh kulitnya, menikamnya, merobek-robeknya hingga menjadi bubur daging. Namun, ia tak bisa lagi menyaksikan apa yang terjadi selanjutnya, ketika ia mendengar suara letusan keras dari belakang, disusul oleh tubuh Tao yang ambruk ke lantai. Dahinya mengucurkan darah, dan kedua matanya melotot. Melotot tepat ke arahnya, menatap menembus dirinya, seolah ia tak menerima semua ini. Seolah sepasang mata itu akan tetap mengawasi dan siap untuk melayangkan 'tembakan' berikutnya yang sebelumnya meleset.

Tubuh Chanyeol mulai bergetar, tangannya mencari-cari sesuatu hingga ia menyadari bahwa ia bersama Baekhyun yang masih tak sadarkan diri. Ia memeluk Baekhyun erat, seperti mencari sandaran dan kekuatan. Ia merasa seperti baru saja dicerburkan ke neraka dan disiksa, hingga rasanya bernapas saja tidak sanggup.

Kemudian, sebuah tangan yang kuat dan kokoh menarik pundaknya, memeluknya proktektif. Chanyeol sama sekali tak menoleh untuk melihat siapa yang ada di sampingnya. Matanya tetap tertuju pada mata Tao yang terbuka, saling menatap, seperti bertukar pikiran lewat telepati. Seluruh tubuhnya menjadi dingin dan kaku. Pikirannya mendadak kosong. Dan ia tak perlu menoleh untuk tahu bahwa seseorang disebelahnya, sama terguncangnya dengan dirinya.[]

o0o

MIRROR

o0o

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Two weeks later…

West Busan Centum Hospital (Thursday, 24th October—02.00 PM)

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Hai semua. Ini Byun Baekhyun kembali bicara pada kalian. Apa kalian baik-baik saja? Kuharap kalian selalu bahagia. Tidak sepertiku yang kini benar-benar seperti jiwa tanpa jiwa.

Tidak mengerti?

Aku juga.

.

.

.

Ada sesuatu yang ingin kuberitahu pada kalian. Baik buruknya, putuskan sendiri.

.

.

.

Aku menyaksikan semuanya.

Dengan jelas. Secara live.

Dan aku sangat menyesal akan apa yang terjadi.

Ini semua salahku. Semua salahku. Sungguh…

.

.

.

Aku tak bisa membantu Chanyeol jika diriku sendiri terpisah dari 'tubuhku'. Aku juga tak bisa menghentikan Tao. Dan aku juga tidak bisa mencegah Kris untuk menembak Tao jika ingin menyelamatkan Chanyeol. Walau begitu, aku tak menyesal jika Kris mengambil keputusan itu. Asalkan Chanyeol selamat.

Ternyata aku salah.

Chanyeol tak pernah melihat kematian sebelumnya. Atau setidaknya, tidak secara langsung. Dan jelas, dia tidak pernah merasakannya seperti dulu aku merasakannya. Ketika aku terjatuh dari pohon, kemudian koma, dan akhirnya, mati.

Tapi sepertinya baru beberapa jam aku dikebumikan, seseorang datang menawarkan 'perjanjian'. Dia bisa membangkitkanku lagi walau tidak sempurna, memberikanku kesempatan kedua untuk meneruskan hidup yang terputus begitu saja oleh kematian. Lalu aku bertanya bagaimana caranya, dan dia bilang, akan ada 'tubuh' pinjaman atau benda perantara yang akan membantuku untuk berkomunikasi dengan dunia luar. Lalu aku bertanya lagi, " Apakah ini salah? Apakah ini berbahaya?"

Kemudian, dia menjawab : " Jika kau merasa masih banyak yang ingin kau lakukan namun tak tercapai, sekaranglah saatnya. Berpikirlah untuk harapanmu. Dan setelah semuanya terwujud, kau dapat kembali."

Kurasa ini tak buruk. Jadi aku menerima Perjanjian itu.

Barulah ketika aku telah bangkit dari kematian, kembali menjalani hari-hariku sebagai 'manusia', aku menyadari bahwa 'perjanjian' ini adalah permainan yang sangat berbahaya.

.

.

Dan aku terjebak.

.

.

.

Aku menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri bagaimana Perjanjian ini sangat mengikat. Mengikat pada masa lalu, masa kini, masa depan, dan orang-orang disekitakur. Menciptakan lingkaran setan yang tak berkesudahan, membuatnya makin rumit dan makin sulit diuraikan, persis seperti ketika kau terjebak dalam tanah hisap. Semakin kau bergerak, semakin dalamlah kau tenggelam. Bedanya, jika kau tidak bergerak, kau mungkin akan selamat. Tetapi disini, di dalam Perjanjian ini, sedikit saja kau tidak bergerak, maka akan banyak hal penting yang dipertaruhkan dan dikorbankan.

Dan pilihanmu hanya terus maju, atau berhenti dan menyiksakan segala hal disekitarmu hancur.

Ini juga yang menjadi dasar permasalahan di antara Tao & Chanyeol.

Membunuh, atau dibunuh.

.

.

.

.

Perjanjian ini adalah permainan terkutuk dan berbahaya, menimbulkan banyak korban yang terus bersambung, dan tak ada cara untuk menghentikannya.

Dan Chanyeol telah menjadi korban.

Seandainya aku tak menerima Perjanjian ini, maka aku tak akan pernah bertemu Chanyeol, jatuh cinta padanya, memasuki kehidupannya, hingga pastinya tak akan membuatnya seperti ini.

.

.

.

Kalian tahu apa yang terjadi padanya semenjak kejadian 2 minggu lalu di kedai?

.

.

.

Chanyeol kehilangan akal sehatnya, untuk selamanya.

.

.

.

Dan pada saat-saat ini, aku selalu bersamanya, mendampingi jiwanya yang tersesat, sambil menangisi kesalahan terbesarku yang pastinya tak termaafkan. Berbicara padanya disaat ia sedang menatap kosong, berusaha menenangkannya ketika ia mengamuk atau menangis, bercerita tentang kehidupan pertamaku, berjalan-jalan dengannya di taman, dan menemaninya tidur. Yeah, inilah aku sekarang.

.

.

.

Sesuai dengan harapanku dulu : bersama Chanyeol selamanya.

Selamanya. Terikat. Tak terpisahkan. Walau yang kini tersisa dari Chanyeol hanya tubuh dengan jiwa yang tersesat, tanpa kenangan akan kebersamaan kami dulu.

Keputusan siapa ini?

Keputusanku…

.

.

.

Maafkan aku. Aku hanya ingin bersamamu, tapi tak kusangka akan membuatmu seperti ini. Tersiksa dengan segala obat-obat penenang yang dicekcokkan padamu, dikasihi orang lain padahal aku tahu kau tak suka itu, dan yang lebih menyakitkan, aku juga telah menyakiti perasaan keluargamu lewat dirimu. Ini semua di luar kendaliku.

Namun tetap saja, ini semua bermula dariku. Lewat Perjanjian itu.

.

.

.

Cintaku padamu adalah gejalanya, dan kau adalah penawarnya.

.

.

.

.

.

.

.

Sayangnya, aku telah merusakmu.[]

To Be Continue

.

.

.

.

.

.

Whoa, whoa…Tenang dulu… Ini bukan akhir dari ChanBaek dan Tao kok. Mereka cuma hiatus dulu, dan mereka akan muncul disuatu chapter suatu saat nanti. Suer deh (^_^V).

ChanBaek & Tao aku buat hiatus duluan karena sebuah alasan penting. Apa itu? Rahasia

Tapi sumpah, ChanBaek bakal muncul lagi. Dan Tao? Dia juga akan muncul lagi di chapter lain suatu saat nanti. Kupastikan hal itu. Soalnya, tugas mereka belum selesai. Kalo udah selesai, nanti ending-nya malah ngegantung. Lagian juga, member lain udah dipasang-pasangin (official couple & crack couple). Kalo Tao udahan, ntar Kris sama siapaaa…?

Nah, sekarang, secara resmi kita akan masuk lebih dalam ke dunia Cermin yang penuh misteri dan ketegangan iniii… (\^_^/). Dan karena itu, aku masih MEWAJIBKAN REVIEW untuk mengetahui respon dari kalian. Nggak pa-pa kan? Nggak pa-pa kan?

O ya. Untuk nama rumah sakit tempat Chanyeol dirawat, itu sebenernya bukan RSJ, hanya rumah sakit biasa. Walau dari namanya sepertinya rumah sakit itu terletak di Busan, anggap aja rumah sakitnya ada di Seoul, ke?

Balasan review ada di PM masing-masing.

Jumpa lagi…!