Boys Sex
By : Han Kang Woo
Cast : Byun Baekhyun, Do Kyungsoo, Park Chanyeol, Kim Jongin, Exo Member, BTS Member, etc
Main Cast : BaekYeol and KaiSoo
Genre : Romance, Friendship, Humor (?)
Warning : BL (Boys Love), Adult (NC / No Children), 18+
Banyak Typo, Kata-Kata Kasar & Humor Garing
Rated : M+
DLDR
= Happy Reading =
O…O…O…O…O…O…O…O…O
"kalau begitu… buka baju, celana dan celana dalammu. Kita mulai sekarang, Penis besar" kata Baekhyun centil dan bersemangat, kalimatnya tentu ditujukan untuk Chanyeol
Posisi Baekhyun dan Chanyeol masih didalam salah satu toilet rusak yang tidak terpakai, ruangan sempit yang jarang didatangi siswa
Chanyeol mengangguk pelan, dia berdiri dan mulai bersiap menanggalkan pakaiannya. Dimulai dengan membuka kaitan kancing baju seragam sekolahnya, kaitan dan zipper celananya hingga akhirnya Chanyeol nyaris bugil yang hanya menyisakan celana dalam putih saja
Baekhyun tersenyum sembari menonton adegan 'menanggalkan pakaian gratis' ala Chanyeol didepan matanya, dia tidak berkedip sama sekali, tidak ingin melewatkan adegan yang membuat jantungnya berdegup kencang
"stop" ucap Baekhyun cepat, memotong pergerakan Chanyeol yang hendak mempelorotkan celana dalamnya sendiri
"kenapa? Kau berubah pikiran?" tanya Chanyeol, mencoba untuk tetap tenang
"tentu tidak penis besar. Aku hanya ingin aku sendiri yang membuka celana dalam seksimu itu" jawab Baekhyun, dia menggigit jarinya pelan
"baiklah" Chanyeol menyetujuinya, seperti perkataan awalnya dia akan melakukan apa saja untuk membuat Baekhyun puas, dan setelah ini tidak ada lagi acara main balas dendam diantara mereka, impas
Baekhyun bergerak dengan gerakan ala penari seksi di bar murah disudut kota. Dia mendekati Chanyeol, berlutut didepan selangkangan namja itu
"kita ketemu lagi my bird" gumam Baekhyun, berbicara pada gundukan selangkangan Chanyeol yang tepat didepan wajahnya
Chanyeol terdiam, namun jelas terlihat bahwa perasaannya saat ini berkecamuk, namun dia mencoba menutupinya dengan bersikap biasa
Baekhyun mengarahkan tangannya dan mengusap selangkangan Chanyeol pelan, membuat gerakan melingkar yang seksi disana dan menekan-nekannya lembut
Dan tidak berlama-lama lagi, Baekhyun menarik celana dalam itu dengan gerakan mempelorotkan ala gadis bayaran yang dibayar setengah (bayar DP), dan dengan cepat penis Chanyeol yang lemas terpampang nyata didepan wajah Baekhyun
Kini Chanyeol sudah bugil total
"apa aku harus mendesah dan menjerit seksi untuk menegangkan penismu ini?" tanya Baekhyun, dia mendongak, membuka mulutnya dengan wajah minta dicium
"tidak perlu, aku horny dengan mudah" jawab Chanyeol, dia memejamkan matanya, membayangkan sesuatu yang erotis dan mendesah-desah, dan tidak butuh waktu lama, penisnya mendadak menegang, menyentuh sudut bibir kecil Baekhyun
"wooww…" girang Baekhyun, dia memang sudah tahu jika Chanyeol adalah namja yang mudah horny, sangat mudah malah
Baekhyun langsung ingin 'mencaplok' kejantanan Chanyeol yang sudah full ereksi, tapi dia ingin terlebih dahulu bermain-main, namja itu mundur dan kembali duduk menyandar didinding
"aku ingin kau berdance didepanku, sambil mengocok penismu itu, lakukan sekarang…" perintah Baekhyun, dia sendiri lalu membuka kancing seragamnya yang tersisa
Chanyeol mendesah, menatap kebelakang dimana pintu sudah tertutup rapat, hanya ada dirinya dan Baekhyun saja sekarang. Dan tanpa berkata apa-apa, Chanyeol mulai memegang penisnya, mengocoknya pelan dan mulai bergerak
"praktekkan dance gangnam style, sambil mengocok penis" perintah Baekhyun lagi, dia tersenyum, seragam sekolahnya sudah terlepas
Chanyeol tentu tidak menolak, dia perlahan bergerak dan mempraktekkan dance seperti orang naik kuda itu dengan tangan tetap mengocok penisnya, penampilan Chanyeol sangat aneh, dan mungkin konyol. dengan tubuh tinggi, telanjang dan melakukan gerakan random seperti itu pastinya akan membuat orang yang menonton menjadi tertawa
"lanjut… lanjut…" Baekhyun menyemangati, seperti cewek centil berdada besar diacara basket professional
Chanyeol berdance tanpa berkata-kata, dia melaksanakan semua perintah Baekhyun, walau dia merasa bahwa harga dirinya diinjak-injak, tapi itu semua konsekuensi dari keputusannya untuk memenuhi 'apa saja' balasan terakhir dari Baekhyun untuknya
"aku bosan, ganti dengan dance Gee milik SNSD, aku suka bagian Yoonanya… cepat" Baekhyun kembali memberikan perintahnya
Dan lagi-lagi Chanyeol hanya bisa pasrah dan melaksanakan semuanya, dia berdance lagu milik GB Korea kenamaan itu, crab leg dance, sambil mengocok penisnya. Baekhyun menertawai gaya dan gerakan Chanyeol yang menurutnya lucu, seksi dan erotis
"sudah… sudah… ganti dengan dance goyang nge-cor, setelah itu nge-bor. Lakukan sekarang" seru Baekhyun, tetap bersemangat
Chanyeol mendadak menghentikan gerakannya, dia mendesah
"apa itu? Ngecor, ngebor… aku tidak tahu" protes Chanyeol, dance yang asing baginya
"makanya, sering-sering nonton youtube dan melihat perkembangan dance dan goyangan di Negara lain, sebagai sumber inspirasi" ejek Baekhyun, merasa bahwa dirinyalah raja sekaligus ratu dunia maya (t)
Chanyeol mendengus tidak kentara, tangannya masih memegang penisnya sendiri, menunggu perintah selanjutnya
Baekhyun berdiri, mendekati Chanyeol dan merapatkan tubuh mereka
"sebenarnya aku ingin kau mempraktekkan dance Britney Spears 'slave for you' dan Xtina 'stripped'… tapi kau tidak tahu dance itu sepertinya"
"…"
"acara dance random selesai, kau tidak berbakat berdance Park Doby. Sepertinya kau hanya berbakat membelai dan memuaskanku saja" gumam Baekhyun, sambil meniup telinga lebar Chanyeol
Chanyeol merinding disko, dia kegelian. Dan itu membuat kejantanannya semakin menegang, efek tiupan Baekhyun membuatnya semakin horny
Baekhyun tersenyum lagi, dia mengalungkan tangan keleher Chanyeol, wajah mereka berdua kini berhadap-hadapan
"kiss me, baby…" pinta Baekhyun
"itu tidak ada dalam daftar balasan terakhirmu Baekhyun, kau hanya memintaku telanjang, berdance dan kemudian melakukan seks. tidak ada ciuman" Chanyeol berujar dan mengingatkan Baekhyun
"aku merubah sedikit permintaanku, apa kau keberatan?" desah Baekhyun
"sama sekali tidak" jawab Chanyeol
Baekhyun tersenyum, dia melupakan bahwa sebentar lagi kelasnya masuk dan setelah itu ada pertemuan rapat diruangan Sungmin, dia melupakan semuanya
Baekhyun mengarahkan bibirnya dan mencium Chanyeol, ini adalah kiss keduanya, setelah kiss pertama dikamarnya dimana Chanyeol waktu itu terbius dan pasif, dan kali ini dia mencium namja yang 100 persen sadar
Baekhyun berciuman dengan Chanyeol, bibir mereka berpagut dan bertaut, Baekhyun berinisiatif memegang tengkuk Chanyeol untuk memperdalam ciuman ganas mereka
Bunyi kecipak saliva dan deru nafas mewarnai ruangan sempit itu, ruangan yang menjadi saksi bisu bagaimana dahsyatnya dua insan berciuman dan sebentar lagi ruangan itu juga akan menjadi saksi adegan seks yang sudah direncanakan
"hm..ah..hmff…" Baekhyun mendesah dengan bibir masih menempel dibibir Chanyeol,
"ck..hm.." Chanyeol juga mengeluarkan suara, namun tidak sekeras Baekhyun, dia hanya berusaha mengimbangi ciuman namja yang lebih pendek darinya itu, yang sepertinya sangat lihai dan berpengalaman dalam ciuman
Baekhyun memasukkan lidahnya kedalam rongga mulut Chanyeol, menelusuri semua bagian didalam sana, mencari saliva untuk kemudian disedot dan ditukar dengan salivanya sendiri
Beberapa menit berlalu, hanya dihabiskan dengan ciuman panjang yang belum menemukan akhir. Tangan Baekhyun mulai bergerilya, tangan kanannya masih memegang tengkuk Chanyeol dan tangan kirinya mencengram punggung lebar namja itu, yang memberikan sensasi tidak terlukiskan
Setelah puas dan nafas mereka hampir habis, barulah Baekhyun dan Chanyeol menghentikan aktifitas ciuman maut mereka, kedua namja itu melepaskan pagutan dan mengambil nafas dalam-dalam
"aku sedikit terlupa, dimana kau simpan parfum biusku penis besar?" tanya Baekhyun, setelah nafasnya berangsur angsur normal, dia menjilat sisa saliva yang menetes disudut bibir tipisnya
"itu barang sitaanku, aku sudah menyerahkannya pada Shindong saem" jawab Chanyeol, nafasnya sudah mulai normal lagi
"jangan bohong, kau pasti menyimpannya sendiri dan sering menggunakannya untuk tujuan tertentu, kau sendiri memiliki obat bius. Dan pastinya koleksimu bertambah" kata Baekhyun, mengingat saat dirinya dibekap dengan saputangan berisi obat bius dan setelah itu diikat digudang tua sekolah
"baiklah, aku memang tidak memberikannya pada Shindong saem, tapi aku menyimpannya sendiri" ralat Chanyeol
"lebih baik parfum biusku itu kau berikan lagi padaku"
"tidak, itu barang sitaan. Tugasku sebagai ketua tingkat senior"
"ok.. ok..."
Baekhyun sontak memegang penis besar Chanyeol yang menegang, dia memegang mirip mencengkram
"awww… sakit" jerit Chanyeol, seperti yeoja yang terkena menstruasi dimalam pertama pernikahan
"aku ingin menikmati ini, dan setelah itu kita akan melakukan adegan inti, seks" gumam Baekhyun, lalu berjongkok
Baekhyun mengocok penis Chanyeol, sedangkan si empunya penis hanya bisa diam dan sesekali mendesah nikmat. Baekhyun terus saja mengagumi penis Chanyeol yang sudah dua kali bersarang di holenya
Dan tidak berlama-lama lagi, Baekhyun si namja cabe memasukkan kepala penis Chanyeol kedalam mulutnya, seperti biasa penis itu tidak akan muat sepenuhnya, hanya setengahnya saja, tapi teknik menjilat dan mengisap Baekhyun tidak bisa diremehkan, jadi walaupun penis itu tidak masuk full, tapi si empunya penis dapat merasakan sensasi nikmat yang tidak terlukiskan oleh karena isapan dan sedotan dari seorang Byun Baekhyun
"aahh…" Chanyeol mendesah pelan
Baekhyun menyedot penis namja jangkung dihadapannya itu, seakan ingin mengeluarkan semua air didalamnya,
"srluupp…" bunyi jilatan Baekhyun sangat kentara
"ahh…ohh…. Ashh" languhan Chanyeol tidak kalah dengan bunyi sedotan yang dihasilkan oleh gesekan mulut Baekhyun dan penisnya
"bagaimana? Isapanku dahsyat bukan…" Baekhyun menghentikan sejenak aktifitas menyedotnya, dia mendongak dan membuka mulutnya, bergaya bitchy seperti difilm porno Amerika
"ludahi mulutku" pinta Baekhyun, dia tetap membuka lebar mulut kecilnya
Kening Chanyeol mengerut, tidak mengerti
"ludahi Park Doby, sekarang" seru Baekhyun, tidak sabar 'kegatelan'
Chanyeol mendesah, dia menuruti kemauan aneh namja dibawahnya itu, dia meludahi mulut Baekhyun, dan ludahnya tepat mengenai lidah Baekhyun yang menjulur
Ludah Chanyeol digunakan oleh Baekhyun untuk menyedot dan menyatukannya dengan penis didepannya, aksinya betul-betul diluar dugaan. Chanyeol geleng-geleng pelan, namun gelengannya hanya sebentar, karena dia kembali mendesah, Baekhyun dibawah sana bermain lidah lagi
Setelah beberapa menit, mengoral penis tegang Chanyeol, Baekhyun berdiri dan mendorong Chanyeol untuk duduk dibawah lantai, beralaskan bajunya yang semuanya tertanggal
Chanyeol terduduk dilantai yang lumayan kotor, maklum saja, tempat mereka itu adalah toilet rusak yang tidak digunakan lagi
"aku akan menjilat seluruh tubuhmu penis besar" kata Baekhyun erotis, bergaya ala tante hot yang akan mengambil keperjakaan 'brondong' umur 17 tahun
Chanyeol belum sempat berujar atau menimpali, Baekhyun kembali menyerangnya, namja itu sepertinya kehausan namja tampan dan tidak bisa lagi membendungnya, dia menindih Chanyeol
Baekhyun menjilati leher Chanyeol, melakukannya dengan gerakan pelan yang seksi dan erotis
"ahh… geli… ahhh" desah Chanyeol, dia kegelian, tidak terbiasa
"biasakan dirimu, istrimu kelak akan melakukan ini padamu" timpal Baekhyun, disela-sela jilatannya, dia memang pandai memainkan lidahnya, karena dia sudah berpengalaman
Chanyeol memejamkan matanya, menikmati setiap jilatan dan sesekali cupangan Baekhyun dilehernya. Dia merasakan kenikmatan yang belum pernah dirasakannya selama ini
Setelah puas menjilati leher Chanyeol, si namja hiper menurunkan jilatannya didada, memelintir nipple seksi Chanyeol dan membuat Chanyeol semakin menggelinjang nikmat
"ahh.. Ba…ek…hyun…n.. ahh…." Chanyeol semakin keenakan
Baekhyun menghentikan jilatan dan permainan tangannya dinipple Chanyeol, dia tersenyum lalu memandang wajah merah Chanyeol
"kau beruntung, aku memberikan pembalasan terakhir dengan cara ini. pembalasan seks yang semua orang akan menyukainya" gumam Baekhyun, menggigit bibir Bawahnya
"karena kau memang menyukai hal seperti ini" timpal Chanyeol, dirinya masih ditindih oleh Baekhyun, dengan keadaan yang telanjang bulat tentunya, berkeringat
Baekhyun sendiri masih menggunakan celana sekolahnya, hanya bajunya saja yang sudah ditanggalkan
"sepertinya kau sudah tahu siapa aku sebenarnya, jangan menyesal penis besar" Baekhyun bersmirik
"aku tidak menyesal, aku bahkan menyukainya" timpal Chanyeol
Baekhyun tersenyum lagi, lalu kembali menggenggam penis Chanyeol yang masih tegang, mengocoknya kasar dan kemudian melepaskannya
Baekhyun berdiri, dan memegang ikat pinggang celana sekolahnya
"kita mulai sekarang penis besar, pemanasannya sudah selesai" ucap Baekhyun, dan dengan gerakan ala istri ketiga yang ingin selingkuh disaat ditinggal suami berlayar, dia menanggalkan celana sekaligus celana dalamnya dengan cepat, hanya beberapa detik saja, rekor membuka celana
Baekhyun bergaya Twerking dengan wajah menghadap Chanyeol
"kau ingin gaya apa? konvensional, 69, up down, miring, doggy style, 'ngangkang', atau standup?" tanya Baekhyun, menyebut semua posisi yang sudah dipraktekkannya dimasa lalu
"terserah" kata Chanyeol, mendengus
"ok.. ok… tapi aku ingin kita melakukan seks seperti pasangan suami istri. Kau harus memperlakukanku sebagai pasangan yang kau cintai, bukan sebagai boneka yang kau dapatkan dipinggir jalan lalu kau memakainya" sahut Baekhyun, mengingatkan bahwa dia ingin melakukan seks seperti scene di film legendaris 'Titanic', Rose dan Jack
"tentu, aku akan melakukan itu" Chanyeol menyanggupi
Baekhyun tersenyum lagi, dia kemudian menidurkan dirinya, mengangkang dan memberikan pandangan seksi pada Chanyeol
"tunggu apa lagi, serang aku… aku ingin kau aktif, kau dan aku" pinta Baekhyun, semakin melebarkan pahanya, sehingga menampakkan holenya yang sudah sering dimasuki
Tanpa berkata-kata lagi, Chanyeol langsung menyerang Baekhyun, dia ingat dengan secene seks difilm titanic, dimana Jack 'menaiki' Rose didalam sebuah mobil tua. Chanyeol menindih Baekhyun melayangkan ciuman terlebih dahulu pada namja itu, saling melumat dan menggigit bibir
Beberapa menit kemudian Chanyeol melepaskan ciumannya, dia memandang penis Baekhyun yang sudah mengacung, tepat didekat penisnya sendiri, dia mengocok penisnya sekaligus penis milik Baekhyun
"ahhh… ahh, kau pandai penis besar… ouch… ahh.." Baekhyun mendesah dibawah Chanyeol, belum dimasuki
Kocokan dipenis Baekhyun dan penisnya sendiri hanya sebentar Chanyeol lakukan, dia akan memulai memasuki Baekhyun dan menyelesaikan semuanya
"bersiaplah, aku akan memasukkan punyaku" gumam Chanyeol pelan, memberikan aba-aba pada Baekhyun
"lakukan honey… aku sudah tidak tahan" timpal Baekhyun bitchy, menggigit bibir bawahnya untuk menambah sensasi erotis, dia melenguh sebelum waktunya
Chanyeol memegang penisnya yang tetap ereksi, dan mengarahkannya ke hole Baekhyun, tanpa kondom dan pelindung lainnya
Kepala penis Chanyeol memaksa masuk kedalam hole Baekhyun
"arghh…" Baekhyun menjerit tertahan, holenya perih lagi, hole itu baru kemarin kena sodok, berdarah dan sekarang kena tusuk lagi, bisa dibayangkan bagaimana perih dan ngilunya
Chanyeol mendorong pantatnya untuk lebih maju, agar penisnya bisa jebol kedalam hole Baekhyun dan dengan dua kali hentakan, penis besar itu akhirnya 'gol' dan bersarang didalam lubang Baekhyun, 'buka dikit joss'
"arghh….ahhh…arghhhh…ahh.." Baekhyun menjerit lagi, seperti bunga desa yang baru saja diambil perawannya oleh rentenir kaya, dia menyumpal mulutnya dengan pakaiannya sendiri, agar suara jeritan dan desahannya tidak sampai terdengar diluar ruangan
"aahh.." Chanyeol juga mendesah, penisnya kini dijepit oleh hole Baekhyun dan itu membuat kulit penisnya terangsang maksimal, dia bergetar hebat
"aahhhh…."
Chanyeol menggenjot penisnya maju mundur, menghantam prostat Baekhyun sampai kedalam, hal itulah yang diinginkan oleh Baekhyun sejak tadi, dijamah oleh seorang Park Chanyeol (lagi)
"hmmm..hmfff..." jeritan dan desahan Baekhyun tertahan oleh sumpalan baju dimulutnya, sebentar lagi rasa perih diholenya akan berganti dengan kenikmatan
Chanyeol mengangkat kaki Baekhyun dan menaruh kedua kaki seksi itu dikedua bahunya, dan kembali menyodok, menghantam dan menggenjot penisnya maju dan mundur
"ahhhh…..ahhh.."
"ahh, percepat baby… ahh, my boy…" Baekhyun sudah membuka sumpalan dimulutnya, dia mulai merasa nyaman dan nikmat, siap melancarkan kata-kata kasar saat berhubungan seks
"kau.. aku sudah..sudah terbiasa melakukan semua ini…." kata Chanyeol terbata, bata, dia 'ngos-ngosan', keringat membanjiri dahinya, begitu juga dengan seluruh tubuhnya yang besar, sangat terlihat seksi dan mengkilap sekarang
"ya, aku… aku sering melakukan ini.. kenapa?... kau merasa rugi, aku.. aku memang barang.. barang bekas penis besar… dan aku tidak.. tidak menyesali itu" jawab Baekhyun, mendesah, menjerit dan menggelinjang nikmat
"aku tidak menyesalinya, tapi… tapi aku harap setelah ini, kau bisa sadar dan… dan tidak melakukan.. melakukan seks bebas lagi" ucap Chanyeol, berusaha menyadarkan Baekhyun dalam kenikmatan yang dirasakannya sekarang
Baekhyun meraih tangan Chanyeol
"ini… ini hidupku penis besar… kau… kau tidak.. tidak bisa mengaturnya.." timpal Baekhyun, dia mengisap jari Chanyeol, menjilat jari itu, untuk memberikan efek dramatis dan erotis
Chanyeol tidak keberatan jarinya dijilat dan isap oleh Baekhyun, dia terus saja menggenjot dan memajumundurkan kejantanannya, kali ini lebih cepat
"ahh…ouch…. Fuck me, my yeol… ahh…" racau Baekhyun, sambil terus menjilat jari tangan Chanyeol
"ahhh….ahhhh" Chanyeol juga terus mengeluarkan desahan nikmat, penisnya semakin berkedut dibawah sana, sepertinya sebentar lagi akan memuntahkan laharnya
Waktu demi waktu berlalu, sudah sejam lebih Baekhyun dan Chanyeol berhubungan seks, dimana seks kali ini terasa sangat berbeda, bukan seks hukuman, bukan seks jebakan. Tapi seks yang dilakukan rela dan dengan perencanaan
Baekhyun mengalungkan tangan dileher Chanyeol, menatap wajah namja itu, dan seperti tahu keinginannya, Chanyeol kembali mencium bibir Baekhyun, menciumnya lembut tapi penuh penekanan, dibawah sana penis besar Chanyeol tetap setia maju dan mundur, 'maju-mundur tampan'
"apa kau menyukainya?" tanya Chanyeol, membunuh kebisuan atau tepatnya mengganti desahan yang ada
"aku selalu menyukainya. Aku selalu menyukai seks" jawab Baekhyun, dia merem melek, keenakan
"kita bisa terus melakukan ini, dengan sembunyi sembunyi, yang penting kau janji tidak akan menggoda namja lain dan hanya melakukannya padaku" ucap Chanyeol, berani, berani mengungkapkan keinginannya sambil terus menjamah Baekhyun
Baekhyun terdiam, dia menjawab dengan desahan seksi, menutup matanya dan membukanya lagi,
Chanyeol kecewa, Baekhyun tidak menggubris permintaannya, dia tidak putus asa. Namja itu memperbaiki posisi, meraih penis Baekhyun didepannya dan mengocoknya pelan
"ahh… ahhh…" Baekhyun semakin mendesah, hole disodok, dan penisnya dikocok, kompilasi platinum yang memabukkan
Chanyeol ingin mengeluarkan sperma Baekhyun terlebih dahulu, dia terus mengocok penis namja itu, mempercepat kocokannya, menambahnya dengan air ludah, mengocoknya lagi, lagi… lagi… dan….
'croooott…. Crooott….'
Sperma Baekhyun muncrat ditangan Chanyeol, sebagian timpah didada namja itu dan selebihnya meleleh dipaha
"ah, ahhh, kau ternyata lihai mengocok penis besar, mungkin efek onani" puji Baekhyun, dia menghapus keringat didahinya
Chanyeol tidak menimpali, dia hanya tersenyum jantan, kembali menggoyangkan pinggulnya, menyodok hole Baekhyun, dan kali ini dengan ritme cepat, cepat dan semakin cepat
'plook…plokkk…'
"ahhh…ohhh….yeahhh… so far so good…"
"aahhhh…..ahhh…. aku keluar…"
Chanyeol mengerang dan melolong tertahan, dia bergetar hebat, penisnya berkedut maksimal dan….
'croooottt…. Crooot... crooott… crooott….
Chanyeol menembakkan spermanya dihole Baekhyun, cairan putih kental itu meluber seperti santan kelebihan kekentalan. Cairan tersebut meleleh keluar dari hole Baekhyun, membasahi lantai dan sedikit pakaiannya
Chanyeol mengambil nafas panjang, menghapus keringat didahinya, dia klimaks selama lebih satu jam. Sedangkan Baekhyun tersenyum didepannya, menatap penis namja dihadapannya dengan pandangan lapar
"aku ingin menelan spermamu, penis besar" pinta Baekhyun,
Tanpa meminta persetujuan lagi, namja bereyeliner itu beranjak pelan, meringis tertahan dan memposisikan wajahnya ke penis Chanyeol yang baru saja mengeluarkan air cinta
Baekhyun memasukkan penis Chanyeol kedalam mulutnya, menyedot sisa sperma dipenis besar itu. Chanyeol menggelinjang lagi, seperti terkena listrik, dan otomatis sisa-sisa sperma didalam penisnya terdorong keluar dan Baekhyun melahap semuanya
Baekhyun terus bekerja, bertindak sebagai 'namja pemerah penis'. Mulutnya sudah terisi sperma milik Chanyeol dan dengan cepat semua sperma itu ditelannya, tanpa sisa
Chanyeol memandang aneh pada Baekhyun, menggeleng pelan, namun lekas sadar bahwa seperti itulah namja didepannya, namja gila seks dengan tingkah ajaib dan cabe
"huff…" Chanyeol mendesah, menghapus lagi keringatnya, pertempuran dengan Baekhyun sudah berakhir dan betul-betul dahsyat
Beberapa detik kemudian Baekhyun sudah kembali terduduk cantik, baru saja menelan sisa sperma Chanyeol dipenis namja itu
"spermamu gurih penis besar, sehat dan sepertinya tinggi protein" ucap Baekhyun, menjilat jarinya sendiri, bergaya seksi untuk kesekian kalinya
Chanyeol tidak menimpali, namja itu bergerak dan menyandarkan dirinya ditembok, masih telanjang bulat, sperma berceceran disekitarnya, tidak lupa dengan baju seragamnya yang berserakan
Baekhyun mengikuti Chanyeol, dia juga menyandarkan dirinya ditembok, tepat disamping namja yang baru saja membobolnya itu
"apa kau menyesal?" tanya Baekhyun pelan, dia meraih bajunya tapi tidak memakainya
"tidak, kau dan aku menginginkan ini" jawab Chanyeol, tidak kalah pelan
Baekhyun mendesah, dia menyandarkan kepalanya dibahu lebar Chanyeol, kemudian memejamkan matanya dan tidak berkata apa-apa lagi
Chanyeol melirik singkat kearah Baekhyun, dia tersenyum
'kau terlihat lebih manis jika diam dan memejamkan mata seperti itu, Baekhyun' batin Chanyeol, senyuman masih menghiasi bibirnya, tangan kirinya bergerak pelan dan menghapus setitik sisa sperma disudut bibir Baekhyun
Baekhyun hanya bergerak pelan, sepertinya dia tertidur, tertidur dengan sangat cepat
Hening
.
.
.
.
.
O…O…O…O…O
Perpustakaan Geumgang School, tempat yang nyaman untuk membaca dan mengerjakan tugas. Tapi selain melakukan kedua hal umum tersebut, perpustakaan itu sepertinya juga cocok dijadikan tempat melakukan 'kegiatan' diluar agenda sekolah,
Seperti yang saat ini dilakukan oleh kedua namja yang berbeda tingkatan, yaitu Jongin dan Kyungsoo, yang menghabiskan waktu mereka beberapa menit yang lalu saling melumat disalah satu sudut perpustakaan, disamping lemari-lemari buku yang terpajang
Dua namja yang seakan lupa dengan resiko ketahuan yang besar
"Jongin ah, kita masih diperpus…ahh" Kyungsoo bergumam, sambil menahan desahannya, karena Jongin sudah menanggalkan pakaiannya dan menjilat nipplenya
"kita sudah terlanjur Kyungsoo, sebaiknya kita tuntaskan" timpal Jongin, nafsunya sudah diubun-ubun
Jongin menidurkan Kyungsoo dilantai, dia menumpuk beberapa buku tebal untuk diduduki oleh Kyungsoo. Jongin berdiri, membuka ikat pinggangnya dan melebarkan zipper celananya
"isap punyaku Kyungsoo" pinta Jongin, penisnya sudah mengacung didepan wajah Kyungsoo
Dan seperti yang sudah-sudah Kyungsoo akan menurut dan mengikuti kemauan Jongin, karena dia memang menginginkan itu juga
Kyungsoo mengarahkan bibir tebalnya dan mengecup singkat helm kejantanan Jongin, menjilatinya dan kemudian memasukkannya kedalam mulutnya
"ahh…" Jongin mendesah pelan, tertahan,
Jongin bisa melihat penjaga perpustakaan yang masih tertidur, karena posisinya yang berdiri. Dia sudah menghafal kebiasaan penjaga perpustakaan itu, dia tidak akan bangun jika tidak ada suara namja-namja ribut yang lebih dari 3 orang, bergerombol
Kyungsoo menghentikan kegiatan meng-oral penis Jongin, namja bermata burung hantu itu mendongak imut
"Jongin ah, aku takut… aku takut penjaga itu akan bangun dan memergoki kita" kata Kyungsoo, bibirnya basah seksi
"tenang saja, dia tidak akan bangun. Aku sudah tahu gaya penjaga perpustakaan itu, sebulan ini aku sudah bisa membaca siklus tidurnya" timpal Jongin, tersenyum
"tapi bagaimana jika siswa-siswa lain ada yang masuk?"
"tidak akan, ini sudah jam pelajaran kedua. Aku minta maaf karena kau sepertinya harus merelakan tidak masuk kelas" jawab Jongin, menunduk dan mengecup bibir Kyungsoo
Kyungsoo tidak menimpali lagi, dia sudah ketinggalan pelajaran, berharap Baekhyun sudah ada dikelas dan mengikuti pelajaran secara normal (yuhuuu, si cabe ditoilet rusak, bukan dikelas….)
Jongin membelai singkat rambut Kyungsoo
"maka dari itu, kita akan melakukannya dengan cepat" ucap Jongin, kembali menormalkan dirinya dan mengarahkannya penisnya dimulut Kyungsoo
Kyungsoo kembali menerima sosis hangat milik Jongin, mengoral penis itu dengan teknik seadanya. Kyungsoo memegang penis Jongin dengan tangan kanannya, dan meraba ABS seksi Jongin dengan tangan kirinya, dia mendadak merinding
Jongin tersenyum, dia membuka baju seragamnya sendiri dan dengan cepat tubuh atasnya terekspose sempurna
Kyungsoo menghentikan kegiatan mengoralnya, dia tertegun melihat body seksi Jongin yang kali ini sangat jelas dan kentara, didepan mata bulat owl-nya O_O
"ayo kita lakukan sekarang Kyungsoo" ajak Jongin, dia merebahkan Kyungsoo dilantai, menambah susunan buku secara berderet agar Kyungsoo nyaman berbaring
Kyungsoo tidak berkata apa-apa, dia hanya mengikuti apa saja kemauan dan keinginan Jongin, namja adik kelasnya, namja yang sudah memberikannya pengalaman seks sebanyak dua kali, dan kali ini akan bertambah lagi
Jongin membuka celana seragam Kyungsoo, menarik pelan celana itu agar terlepas. Menyisakan celana dalam hitam seksi
"kau sepertinya menyukai warna hitam?" tanya Jongin, tangannya memegang kejantanan Kyungsoo yang masih terbalut itu
"ya, ahh…" jawab Kyungsoo disertai desahan kecil
Jongin tersenyum mesum, kemudian memelorotkan celana dalam hitam itu hingga lutut, hingga penis dan hole Kyungsoo terpampang nyata didepan Jongin
Jongin sendiri tidak mempelorotkan celananya total, dia hanya membukanya hingga paha, kondisi dan tempat mereka itu tidak memungkinkan untuk bugil total
"aku masukkan punyaku Kyungsoo…" ucap Jongin pelan, memelintir nipple Kyungsoo
"masukkanlah.. ahh…" jawab Kyungsoo lagi, tetap dengan tambahan desahan nikmat
Jongin menarik nafasnya, berharap kali ini dia lebih bisa tahan lama. Dia akan memuaskan Kyungsoo dan membuat namja itu tidak menyesal telah melakukan dosa termanis dengannya
Kyungsoo memejamkan matanya, menunggu Jongin menyerangnya, dia sudah siap dibobol, siap lahir dan batin
Jongin menatap mata Kyungsoo yang tertutup, tersenyum dan mulai beraksi
Namja berkulit seksi itu mengarahkan penisnya yang tanpa kondom ke hole sempit Kyungsoo, menekan dan mendorongnya pelan
"arh..ahh.." Kyungsoo menutup mulutnya dengan tangannya sendiri, menjerit tertahan, tidak ingin petugas perpustakaan terbangun
"ahh…" desah Jongin,
Penis Jongin masuk perlahan, sedikit demi sedikit dan… joss
Penis seksi itu kini bersarang dihole Kyungsoo untuk ketiga kalinya, menemukan tempat dan lubang yang cocok dengannya
"argh…uhhh… sakit Jongin ah, hm….." Kyungsoo merintih, masih menyumpal mulutnya dengan tangannya, agar tidak berteriak
"sebentar lagi akan nyaman… ahhh…." Timpal Jongin, mulai menggenjot penisnya maju dan mundur
Jongin terus menyodok dan menusuk hole Kyungsoo dengan penisnya. Keringat dengan cepat membasahi tubuh mereka berdua, kenikmatan dunia lagi-lagi mereka rasakan
Kyungsoo membuka matanya, memandang wajah dan tubuh seksi penuh keringat Jongin. tubuhnya berguncang karena sodokan namja itu
Jongin tersenyum, saling menatap mata dengan Kyungsoo, dia menarik tangan Kyungsoo yang menutupi mulut namja itu dan kemudian menggantinya dengan bibirnya sendiri, Jongin mencium Kyungsoo sambil menggenjot
"hmmff…" desahan Kyungsoo tertahan, ditahan oleh bibir seksi Jongin
Setelah merasa bahwa Kyungsoo sudah nyaman, Jongin melepaskan ciumannya. Dan fokus pada hole Kyungsoo. Kyungsoo mengocok penisnya sendiri, Jongin membantunya, tangannya dan tangan Jongin menyatu bersama
"ahh….uh…"
"oh…ahhh…."
Kocokan dipenis Kyungsoo semakin cepat, baik oleh tangan Kyungsoo dan tangan Jongin, precum penis itu keluar. Si pemilik penis terus menggelinjang dan mendesah, namun sudah bisa tidak mendesah terlalu keras
"ahh…. Aku keluar Jongin… ahhh… aku mencintaimu Jongin ah… ahhh"
'crooott… crooott… crooot'
Sperma Kyungsoo keluar, dan itu sangat banyak. Namja itu memang jarang onani, makanya sekali keluar akan sangat banyak. Ini kali pertamanya Kyungsoo klimaks sejak berhubungan seks dengan Jongin, dua seks terdahulunya hanya Jongin yang klimaks
Jongin tersenyum, dia baru saja mendengar lagi kalimat cinta Kyungsoo. Dia sudah yakin bahwa Kyungsoo juga mencintainya, tidak mungkin namja itu merelakan dirinya dijamah dan dipakai tanpa ada rasa cinta sedikitpun
Kyungsoo menghapus keringat didahinya, dia mendadak lemas, tubuhnya kini penuh dengan sperma miliknya sendiri
"sekarang giliranku Kyungsoo…" ucap Jongin, dia memperbaiki posisinya, dan kembali menghantam hole Kyungsoo,
Jongin bersyukur dia belum keluar, biasanya dia akan keluar setelah beberapa kali sodokan. Setelah ini dia akan berlatih agar lebih tahan dan lebih kuat dalam berhubungan seks, mungkin bisa menghubungi 'cucu mak erot' dinegara tetangga
Penis Jongin terus maju mundur didalam hole Kyungsoo, seakan menegaskan bahwa hole itu adalah sarangnya yang harus selalu disinggahi
"ahhh…oh… uh… yeah…"
"hm… uh.. ah.. ikkeh.. ikkeh…ah.."
Suasana panas disalah satu sudut perpustakaan menjadi tidak terbendung lagi, dua insan bercinta dan menyatukan diri mereka, mengabaikan jam pelajaran dan resiko ketahuan
Jongin terus memasuki Kyungsoo, dia mengarahkan lagi bibirnya ke bibir Kyungsoo, untuk menambah sensasi seks yang dilakukannya, setelah puas dengan bibir, Jongin mencium leher Kyungsoo lagi
"ahhh…oh… ouch…"
"ahh.. Jongin ah…. Ahh…"
Desahan tertahan terus mengiringi genjotan dan sodokan Jongin, tidak lama namja tersebut merasakan penisnya mulai berkedut hebat, dia terus mempercepat tusukannya, cepat dan lebih cepat… dan kemudian…
"ahhh…. Aku keluar Kyungsoo…"
'crooottt… crooott… croooot…'
Jongin menarik penisnya dan mengeluarkan spermanya diluar, tepat diatas penis Kyungsoo yang sudah melemas, sperma Jongin menyatu dengan lelehan sperma Kyungsoo yang sudah lebih dahulu keluar
Jongin mendadak lemas, tubuh dan dahinya berkeringat seksi.
"maaf, tubuhmu penuh dengan sperma Kyungsoo" ucap Jongin, pasca pengeluaran air maninya
"tidak mengapa" timpal Kyungsoo, dia mengambil baju dalaman hitamnya, baju tipis yang digunakannya sebelum memakai baju sekolah. Dia memakai baju tipis itu untuk mengelap spermanya dan sperma Jongin
Jongin berdiri, mengintip dicelah buku terpajang, melihat petugas perpustakaan yang belum bangun dan sama sekali tidak sadar bahwa diruangan yang dijaganya baru saja terjadi 'pertempuran' singkat yang berakhir dengan pertumpahan sperma, bukan pertumpahan darah
Kyungsoo membereskan dirinya cepat, menaikkan celana dalam dan celana sekolahnya, memakai bajunya dengan gerakan cepat, secepat Bajaj yang mengejar penumpang yang lupa bayar
Jongin juga sama, dia merapikan celananya lagi, serta memakai bajunya
"dicelanamu ada bekas spermanya Jongin" kata Kyungsoo, menunjuk bagian celana Jongin yang sedikit basah
"tidak mengapa, ini tidak kentara" timpal Jongin tersenyum
Kyungsoo ingin berdiri dan meregangkan ototnya yang kaku, tapi Jongin menghentikannya dan memeluknya erat
"terima kasih Kyungsoo, kau mau melakukannya lagi denganku" bisik Jongin ditelinga Kyungsoo
"ya, sama-sama" jawab Kyungsoo, wajahnya memerah lagi
Hening
Jongin semakin mempererat pelukannya, posisi mereka masih disudut perpustakaan yang terhalangi oleh lemari panjang yang berisi banyak buku
"aku tadi mendengar kalimat cintamu Kyungsoo…" gumam Jongin pelan
"kalimat cinta yang mana?"
"kalimat cinta saat kau klimaks, kau memanggil namaku dan mengucapkan cinta padaku" jawab Jongin, tersenyum lagi, senang
"kau mungkin salah dengar, aku tidak mengingatnya"
"aku mendengarnya dengan sangat jelas, mungkin kau mengucapkannya refleks"
"tapi aku tidak mengingatnya"
"yang pasti kalimat itu membuatku tenang, kau memang mencintaiku, Kyungsoo" ujar Jongin, terus tersenyum, sumringah
Kyungsoo diam dan menerawang, sudah tiga kali dirinya berhubungan seks dengan Jongin. dan sampai saat ini status mereka hanya Sebastian (sebatas teman tanpa kepastian), mereka belum resmi pacaran dan tidak ada ikatan apa-apa
Tiba-tiba terdengar derit kursi, lumayan keras. Jongin dan Kyungsoo menahan nafasnya, posisi mereka masih berpelukan intens
Sepertinya penjaga perpustakaan terbangun dari tidurnya, contoh penjaga perpustakaan yang malas. Dia bergerak perlahan, menguap dan berjalan menuju jendela kaca diujung, untuk melihat apakah siswa sudah keluar untuk istirahat pertama
Jongin dan Kyungsoo meringkuk tidak bergerak ditempat mereka, berdoa semoga si penjaga perpustakaan tidak berjalan kearah mereka
Tapi sepertinya doa mereka 'tidak' dikabulkan, karena penjaga perpustakaan itu berjalan dan bergerak menuju kearah sudut, dimana sekarang ada Jongin dan Kyungsoo
"dia mendekat Jongin ah" bisik Kyungsoo,
"ya" balas Jongin, juga berbisik
Si petugas perpustakaan berkaca mata itu masih berjalan dan akhirnya sampai disudut dimana Jongin dan Kyungsoo berada
"kalian sedang apa?" tanya si penjaga perpustakaan, sedikit kaget, dia mengira Jongin dan Kyungsoo tadi sudah keluar dari perpustakaan
"kami… kami sedang mencari bahan untuk tugas Ekonomi, kami dari tadi mencari dan membongkar banyak buku" Jongin yang menjawab, dia sudah tidak memeluk Kyungsoo lagi, sebagai gantinya dia membolak-balik buku acak yang sudah disebarnya dilantai, bergaya ala namja kutu buku yang baik hati dan tidak suka tawuran
"ya, kami sedang mencari bahan tugas" Kyungsoo menambahkan dan meyakinkan, memasang wajah polosnya lagi 'wajah bocah suci yang belum ternoda'
Si penjaga perpustakaan mengerutkan dahinya, dia mencium bau sesuatu, mengendus pelan, agak sedikit lama, namun kemudian berujar lagi
"setelah itu rapikan buku-buku itu, seperti semula" kata si penjaga, tidak curiga, berbalik dan kembali ditempat duduknya, sepertinya ingin tidur lagi
"ya, kami akan merapikannya lagi" timpal Jongin, mendesah lega
Kyungsoo menyandarkan dirinya didinding, mendesah lega juga. Jantungnya tadi serasa mau keluar, takut jika sampai penjaga perpustakaan itu bertanya macam-macam dan malah memanggil Shindong
"ayo kita keluar dari sini Jongin ah" kata Kyungsoo, dia memegang satu kancing seragamnya yang terlepas
"ya, kita kekamarku" jawab Jongin, menaik-naikkan alisnya, mesum lagi
"sudah Jongin, kita sudah melakukannya" timpal Kyungsoo, malu lagi
"jangan salah paham, aku hanya ingin membawamu ke kamarku, berbicara dan mengobrol disana, itu saja" Jongin tertawa pelan
"kau modus"
"tapi kau menyukainya juga bukan"
"tidak"
"oh baiklah, tapi apa kau rela jika aku melakukannya dengan orang lain?"
"tidak, eh…. Terserah, itu hakmu" Kyungsoo keceplosan lagi, lagi-lagi terkena 'jebakan betmen' dari Jongin
"kau mengakuinya lagi" Jongin tertawa, kali ini agak keras 'ngakak'
"heiii… kalian yang disana, jangan bercanda didalam perpustakaan, jika tidak ada urusan lagi, sebaiknya kalian keluar…" teriak penjaga perpustakaan, yang terganggu dengan tawa cetar Jongin
Jongin diam, dan menahan tawanya lagi
"dia bisa mendengar tawaku yang pelan, tapi tidak bisa mendengar desahanmu yang keras tadi Kyungsoo…" Jongin memelankan suaranya, bersmirk mesum lagi
"sudah Jongin, ayo kita keluar" wajah Kyungsoo merah lagi
"cium aku dulu.." pinta Jongin, akhir-akhir ini mulai berani dan minta macam-macam
Kyungsoo mendesah, kemudian mencium bibir seksi Jongin, lebih mirip kecupan daripada ciuman sebenarnya, sangat singkat
"thanks… lets go…" Jongin menarik tangan Kyungsoo, dan membawa namja itu untuk keluar perpustakaan,
Jongin dan Kyungsoo aman, seks mereka tidak ketahuan
Buku-buku dan segala apa yang ada disudut perpustakaan itu menjadi saksi bisu bahwa beberapa menit yang lalu telah terjadi pertempuran dan adegan seks yang dilakukan oleh siswa kelas satu vs siswa kelas dua. Adegan seks yang baru kali ini terjadi disana, dan pencetusnya adalah Jongin dan Kyungsoo
Emejingg…
.
.
.
.
O…O…O…O…O
Baekhyun tertidur dipundak lebar Chanyeol sejak tadi, dan Chanyeol juga mengikuti kegiatan Baekhyun itu. Dan kini Chanyeol dan Baekhyun tidur bersama, setelah menuntaskan adegan seks panjang mereka
'brrtttt….'
Ponsel Chanyeol bergetar, tanda bahwa ada pesan singkat yang masuk. Namja si pemilik ponsel terbangun, dia mengucek matanya dan mengambil ponsel yang ada disaku celananya yang berserakan dilantai
Hanya pesan dari operator seluler, Chanyeol mendengus, 'disitu kadang dia merasa sedih'
Chanyeol melirik jam ditangannya, dia sontak terkaget
"Baekhyun, bangun… bangun… kita terlambat rapat bersama diruangan Sungmin" Chanyeol menggoyang-goyangkan Baekhyun pelan
Baekhyun hanya bergerak sebentar, namun tidak bangun
"Baekhyun, bangunlah…" Chanyeol menggerakkan kepala Baekhyun lagi, namun namja bereyeliner itu masih lena
"setelah ini kau pasti akan bangun.." tukas Chanyeol, dia mengarahkannya tangannya dipenis lemas Baekhyun, menggenggam penis itu dan membuat gerakan seperti memencet
"awww…. Sakit…" Baekhyun terbangun dan menjerit seperti ibu muda yang melihat hasil tes kehamilan anaknya yang belum menikah
"maaf, aku hanya mengikuti caramu membangunkan orang" Chanyeol terkekeh
Baekhyun mengucek mata sipitnya, dia menoleh dan memandang namja disampingnya tersebut
"kenapa membangunkanku?"
"kita terlambat rapat perdana, pakai pakaianmu, kita bergegas"
"santai saja, ada Jongin yang mewakili kita" Baekhyun menguap
"aku tidak bisa berharap banyak pada namja junior itu, kita harus hadir. Ini rapat perdana untuk semester ini" jelas Chanyeol, dia berdiri dan mulai memakai pakaiannya, dimulai dari celana dalam lebih dahulu
"apa aku bisa meminta jatah lagi? Mengisap saja…" pinta Baekhyun manja, dia masih telanjang dan belum memakai bajunya, dalam keadaan mengantuk masih sempat minta 'jatah pisang'
Chanyeol menggeleng pelan
"tidak ada waktu lagi, kau sebaiknya berpakaian. Ini sudah jam istirahat. Aku takut ada siswa yang masuk kesini untuk onani" Chanyeol menolak permintaan oral Baekhyun
"huh… jual mahal, aku bisa mendapatkan dan mengisap banyak penis, anak kelas satu dan dua banyak yang antri" tukas Baekhyun, dia akhirnya bergerak dan memakai pakaiannya
Chanyeol tidak menanggapi kalimat namja yang baru saja berhubungan seks dengannya itu, dia hanya bisa berdoa dalam hati semoga tabiat dan hobi Baekhyun yang ingin bersenang-senang dengan banyak namja itu bisa terhenti, dan melabuhkan hatinya pada satu cinta
"kita impas, Baekhyun…" Chanyeol mengingatkan
"ya, ok. Kita impas"
"dan tidak ada acara balas membalas dendam lagi"
"ok, tidak ada balas membalas lagi"
"dan tidak ada acara seks dengan namja lain"
"maksudnya?"
"kau, maksudnya kau… aku tidak ingin kau mengejar namja lain, apalagi guru baru itu" jawab Chanyeol
"itu urusanku, kau bukan siapa-siapaku… terserah aku mau berbuat apa di sekolah ini, this is my life" Baekhyun merantangkan tangannya, dia sudah rapi seketika, walau agak berantakan
Chanyeol terdiam dan mendesah lagi, dia juga sudah selesai memakai semua pakaiannya
"bajuku bau sperma.." Chanyeol bergumam pelan, mengendus bajunya sendiri
"itu spermamu sendiri" timpal Baekhyun
"bajumu juga bau"
"aku sudah terbiasa, aku suka baunya…" Baekhyun tertawa badai, mengedipkan sebelah mata bereyelinernya, centil, terpuaskan
Namja cabe itu berjalan pelan, meringis tertahan dan membuka pintu toilet, Chanyeol mengekor dibelakangnya
Namja jangkung itu ingin mengucapkan sesuatu, namun lagi-lagi dia tidak bisa mengucapkannya didepan Baekhyun secara langsung, dan sepertinya dia harus bersabar, menunggu waktu yang tepat untuk mengucapkannya
Hari yang melelahkan…
.
.
.
.
O…O…O…O…O
Chanyeol berjalan mendahuli Baekhyun, dia betul-betul tidak ingin terlambat, sebagai ketua kelas senior dia ingin menjaga nama baiknya
"cepatlah Baekhyun, kita sudah terlambat…" kata Chanyeol
"duluan saja, kau tidak merasakan bagaimana sakitnya holeku" timpal Baekhyun
"kau sendiri yang meminta itu Baekhyun, bukan aku" balas Chanyeol
"diamlah penis besar"
Baekhyun mendengus, ingin berhenti berjalan, tapi Chanyeol menarik tangannya untuk mempercepat langkah mereka
"apa yang kau lakukan, aku bukan namja tersangka pemerkosaan anak dibawah umur yang bisa kau tarik seperti ini" protes Baekhyun
"kita tidak ada waktu lagi" Chanyeol terus menarik tangan Baekhyun, seperti menarik tambang
Mereka berdua kini berada dikoridor panjang asrama, hampir mencapai belokan. Tepat saat mencapai belokan, tiba-tiba dua orang namja yang juga berjalan tergesa-gesa menabrak mereka, Chanyeol dan Baekhyun jatuh terjengkang, demikian juga dengan dua namja yang menabrak mereka
"Kyung…" ucap Baekhyun, memandang namja bermata bulat yang duduk sambil meringis
"Baek…" balas si namja, dia memang Kyungsoo, bersama namja partner seksnya tadi, Jongin
"kalian dari mana?" lanjut Baekhyun, mencoba berdiri dan mengusap debu dicelananya
"kami dari… dari perpustakaan" jawab Kyungsoo, gugup
Chanyeol yang sejak tadi sudah berdiri, mendadak memandang Jongin, junior yang juga sesama ketua kelas
"Jongin, apa kau sudah keruangan Sungmin?" tanya Chanyeol
"belum, aku baru mau kesana hyung" jawab Jongin
"tapi sepertinya…." Kalimat Chanyeol terhenti
"hm… dicari-cari, ternyata kalian semua disini" sebuah suara besar menginterupsi pembicaraan Chanyeol dan Jongin
Suara itu adalah suara si guru bagian kedisiplinan siswa, Shindong
Baekhyun, Kyungsoo, Jongin dan Chanyeol membungkuk bersamaan, memberikan hormat pada guru gemuk didepan mereka itu
"maafkan kami saem, tapi apakah rapatnya…."
"rapat dibatalkan… batal" potong Shindong cepat, dia sepertinya sedang kesal
"maafkan kami saem" ucap Jongin, Baekhyun dan Chanyeol bersamaan, tiga namja ketua kelas yang semuanya tidak datang diwaktu yang ditentukan oleh Shindong
"lupakan rapat itu, aku sebenarnya ingin menghukum kalian bertiga atas kelalaian kalian ini. tapi aku berbaik hati.." Shindong memandang penampilan keempat namja tersebut
"kalian dari mana? Kenapa berantakan begini" Shindong memandang heran, meneliti seperti polisi bayaran
"kami dari kerja bakti saem, eh.. bukan. Kami dari… dari…" Baekhyun mendadak blank, padahal tidak biasanya dia seperti itu, mungkin aura Shindong yang menusuk, jadi dia tidak bisa berpikir dan mengeluarkan jurus ninja andalannya
"dari membersihkan ruangan kosong disamping ruang rapat saem. Kami akan menggunakan ruangan itu sebagai tempat diskusi" Chanyeol melanjutkan kalimat Baekhyun, berbohong
Shindong tidak menimpali, guru gemuk itu hanya mengendus-endus tidak kentara, bau menyengat menggelitik hidungnya
"kalian sebaiknya menuju kelas kalian masing-masing, jam pelajaran selanjutnya sebentar lagi dimulai" perintah Shindong, memandang secara bergantian namja-namja muda dihadapannya dan kemudian berbalik dan pergi, menuju ruangannya sendiri
"ya, saem" timpal semua namja, bersamaan
"huff… dia mencium bau spermamu" Baekhyun menyikut Chanyeol
"spermamu yang bau" balas Chanyeol, tidak mau kalah
Jongin dan Kyungsoo saling pandang, mereka tidak seagresif pasangan ChanBaek yang secara frontal mengucapkan kata 'sperma', terlebih didepan mereka
"ayo Kyungsoo, kita masuk kekelas.." Baekhyun menarik tangan Kyungsoo cepat, menceraikannya dari Jongin
"eh, tunggu dulu" protes Jongin, dia masih ingin bersama Kyungsoo, tidak ingin terpisah dari 'istri' yang belum dinikahinya itu
"apa? kenapa? Panggil aku senior hyung" kata Baekhyun yang ditujukan pada Jongin
Jongin tidak menimpali, dia hanya bisa memasang wajah tidak rela, Kyungsoo diambil alih oleh Baekhyun lagi, namja yang sulit dilawan dan ditentang, 'sekali melawan = penis melayang'
"sudahlah Jongin, ayo kembali kekelas masing-masing" ucap Chanyeol, mendekati Jongin, mengendus bau namja itu, bau yang sama dipakaiannya sendiri
"ya, hyung" akhirnya Jongin pasrah dan merelakan Kyungsoo
Kyungsoo sendiri tidak berkata apa-apa, dia tidak tahu harus mengucapkan apa, hanya pandangan O_O yang terus diperlihatkannya sejak tadi
"ayo Kyung…" Baekhyun mengapit tangan Kyungsoo, dan berjalan bersama namja itu, pergi meninggalkan Jongin dan Chanyeol
Kyungsoo menoleh, memandang Jongin, memberikan pandangan yang sulit dimengerti. Jongin balas memandang Kyungsoo, dia tersenyum
"aku tidak akan melupakan hari ini" seru Jongin, yang ditujukan pada Kyungsoo. Memandang punggung Kyungsoo dan Baekhyun yang menghilang dibelokan koridor
"melupakan apa?" Chanyeol bertanya, hanya dia dan Jongin sekarang
"tidak hyung, rahasia" jawab Jongin, tersenyum malu
"ah, aku tahu… dari baumu" goda Chanyeol
"hyung juga bau" balas Jongin
"maka dari itu sebaiknya kita pulang kekamar masing-masing dan membersihkan diri" tukas Chanyeol, yang bisa menebak bahwa namja junior yang masih bau kencur didepannya itu baru saja main 'anu-anu' dengan Kyungsoo
"ya, hyung.." Jongin menggaruk kepalanya
"kita melanggar peraturan sekolah Jongin, peraturan yang melarang sesama penghuni asrama untuk melakukan seks" bisik Chanyeol
"aku tahu hyung, sebagai ketua kelas, aku menyesalkan itu" Jongin menimpali, secara tidak langsung jujur
"apa kau tidak akan mengulangi pelanggaran ini lagi?" tanya Chanyeol
"aku tidak bisa menjaminnya hyung"
"aku juga sama"
"jadi?"
"jadi sebaiknya rahasia ini kita simpan bersama, ok" Chanyeol tersenyum evil
"ya, together" Jongin setuju
Kemudian, dua namja berbeda tingkatan namun sama-sama menjabat menjadi ketua kelas itu tertawa bersama, saling bercanda, bercanda ala seme yang selalu bisa memuaskan uke
.
.
.
.
O…O…O…O…O
Sore menjelang, Baekhyun dan Kyungsoo masuk kedalam kamarnya. Beberapa menit yang lalu semua mata pelajaran telah usai, dan semua tingkat satu, dua dan tiga masuk kedalam kamar masing-masing
Kyungsoo langsung menuju kekamar mandi, membersihkan dirinya dan mengganti baju. Hal berbeda dilakukan oleh Baekhyun, namja itu langsung berbaring dan menelentangkan tangan diranjang miliknya
"hari yang indah sekaligus melelahkan" seru Baekhyun, seperti berteriak
Kyungsoo keluar dari kamar mandi, berjalan pelan dan menuju keranjangnya
"jalanmu aneh Kyung, holemu sakit lagi?" tanya Baekhyun, baru menyadari bahwa cara jalan Kyungsoo kembali terpincang-pincang
"tidak, ini efek kemarin" jawab Kyungsoo, tidak memandang Baekhyun
"yakin, apa kau tidak…"
"sudahlah Baek, lebih baik kau istirahat, kau sendiri berjalan dengan aneh tadi" potong Kyungsoo cepat, dia beranjak dan menuju meja belajarnya
"karena aku sudah melakukan ML lagi dengan si penis besar, kali ini kami melakukannya dengan lembut dan seperti pasangan suami-istri" ucap Baekhyun, tertawa bangga, dia berpose seksi ala Ratu buaya putih
Wajah Kyungsoo sontak memerah, sahabatnya baru saja mengakui sudah melakukan seks lagi, sedangkan dirinya tidak sanggup mengakui bahwa dia juga baru saja dijamah oleh Jongin
Baekhyun yang merasa tidak digubris oleh Kyungsoo menoleh dan memandang teman sekamarnya tersebut
"kau sedang apa?" tanya Baekhyun
"aku sedang mengerjakan tugas makalah dari Shindong saem, salah satu hukuman buatku, aku harus menyelesaikannya cepat" jawab Kyungsoo, sembari menulis tangan dikertas putih yang sudah dipersiapkannya, tugas yang berat sepertinya
"abaikan saja hukuman itu Kyung. Si gendut itu sudah semena-mena menghukummu, dia hanyalah guru pendisiplin, bukan guru bidang penghukum" sahut Baekhyun, mendengus dan mengejek Shindong dalam hati
"itu sudah tugasnya dan aku sebagai siswa hanya bisa menurut. Dan menunggu kepala sekolah kembali dari Jepang, menanti keputusan untukku" hela Kyungsoo
"kau terlalu penurut, Kyung… sekali-kali jadilah pemberontak" usul Baekhyun
"mungkin lain kali" timpal Kyungsoo
Baekhyun tidak berbicara lagi, dia terdiam. Dan kembali teringat dengan guru baru yang gagal diintipnya dikamar mandi ruangan Sungmin (pikiran Baekhyun sedemikian cepat teralih), dia terduduk, menurunkan kakinya, berencana menyusun rencana B, dimana rencana A gagal, digagalkan Chanyeol
Baekhyun berdiri, namun Kyungsoo menghentikannya
"Baek, kau… kau masih punya obat antiseptik yang diberikan oleh Chanyeol?" tanya Kyungsoo ragu-ragu, dia menghentikan aktifitas menulisnya, dia meringis tertahan
"punya, untuk apa? oh, jangan bilang… oh tidak, kau melakukannya lagi Kyung…" Baekhyun berseru lebay, seakan dia baru menerima SMS memenangkan undian mobil dari operator seluler (tapi SMS palsu)
"hm… itu.. itu, iya Baek" akhirnya Kyungsoo jujur dan mengaku
Baekhyun bersorak seperti tim suporter pertandingan bola, dia berlari ketengah ruangan dan melakukan dance SNSD 'Mr Mr' dan dilanjutkan dengan 'goyang kereta malam', lagu dangdut tetangga sebelah
Kebiasaan seorang Byun Baekhyun jika sedang senang berlebihan, berdance Girls Grup dan Goyang Dangdut. Si cabe itu memutar tubuhnya berlebihan, mengangkang dan mendorong bokongnya, lalu…
"awww…. Sial" Baekhyun menjerit, holenya perih lagi akibat bergoyang berlebihan, andaikan namja itu hamil, sudah dipastikan keguguran detik itu juga
Kyungsoo yang tadi terdiam, kini tertawa terbahak-bahak, menertawai gaya Baekhyun yang seperti kena rematik dan encok
"Baek, kau lucu… perutku sakit" Kyungsoo terus tertawa
"perutmu atau holemu yang sakit…" timpal Baekhyun, mendudukkan dirinya ditepi ranjang
Kyungsoo masih tertawa, tapi tidak sekeras tadi, matanya berair. Sedangkan Baekhyun meraih obat antiseptik yang diberikan oleh Chanyeol kemarin malam dan memberikan benda itu pada Kyungsoo
"ini obatnya, sisakan sebagian untukku" ucap Baekhyun
"ya, terima kasih Baek" Kyungsoo menerima obat itu, berdiri dan membawanya masuk kedalam kamar mandi
"pakai disini saja, Kyung"
"no, aku akan memakainya dikamar mandi"
"aku tidak akan terangsang dengan holemu itu"
"siapa yang bisa menjamin" tutup Kyungsoo, menutup pintu kamar mandi
Baekhyun tertawa, tawa disertai ringisan. Dia sejenak melupakan si guru baru, Kyuhyun. Namja bereyeliner itu kembali merebahkan dirinya dikasur, dan tidak lama dia terduduk lagi,
"ah, si Taehyung dan istrinya, mereka belum mendapatkan pelajaran dariku" gumam Baekhyun, bicara sendiri, namja itu beranjak cepat
"aku ingin tahu siapa yang menyebarkan gosip mengenai Kyungsoo, awas saja jika benar dua namja suami istri itu" Baekhyun berbicara sendiri lagi,
Baekhyun mengambil sweaternya, memakainya dengan cepat
"Kyung, aku pergi dulu… jangan onani sendirian dikamar mandi" Baekhyun berteriak, masih sempat menggoda Kyungsoo
"ya" terdengar jawaban samar dari Kyungsoo didalam kamar mandi
Baekhyun bergerak menuju pintu, membukanya dan lekas keluar
.
.
.
.
.
'tok… tok… tok…'
Baekhyun mengetuk pintu kamar Taehyung, agak keras. Namja itu berdiri manis didepan kamar teman sekelasnya tersebut
Tidak lama kemudian pintu terbuka, Baekhyun langsung 'nyosor' masuk tanpa dipersilahkan terlebih dahulu
"kamar kalian rapi, sepertinya tidak terjadi pertempuran disini" kata Baekhyun, berjalan pelan ditengah ruangan, matanya menatap punggung sosok namja yang sepertinya tertidur, Jungkook
"kau mau apa lagi kesini?" ketus Taehyung, dia berdiri disamping pintu kamarnya,
"kenapa tidak masuk kelas tadi? Kau membolos" tanya Baekhyun, dia merapikan eyelinernya dicermin kamar tersebut
"aku tidak enak badan" jawab Taehyung
"oh benarkah? Aku sangat prihatin"
"lebih baik kau keluar, jangan ganggu kami lagi" usir Taehyung
"jangan kasar terhadap tamu, terlebih pada ketua kelasmu yang baru, Byun Baekhyun" Baekhyun berjalan pelan dan mendekati ranjang Jungkook, mengacuhkan pengusiran Taehyung
"dia kenapa?"
"tidur"
"dia marah padamu?"
"ya, dia marah. Semua karena kau. Kau merusak hubungan kami, kau merusak semuanya, kau… kau…" Taehyung mendadak emosi, emosi jiwa
"tenang, tenang… slow men. aku bukanlah namja perusak hubungan rumahtangga dan perebut suami orang, aku ini namja baik-baik, malaikat penyatu cinta" sahut Baekhyun lebay, duduk ditepi ranjang milik Jungkook
"kau merusak hubungan kami…"
"itu semua salahmu, melakukan seks sambil memaki Kyungsoo dan memakiku. Aku bisa saja menuntutmu dengan pasal pencemaran nama baik" kata Baekhyun berlebihan
Taehyung terdiam, membisu
"aku kesini hanya ingin menanyakan, apa kau yang membocorkan mengenai insiden yang menimpa Kyungsoo tadi malam?" tanya Baekhyun, memulai investigasi amatirnya, detektif oplosan
"tidak, bukan aku" Taehyung menggeleng, sudah mulai tenang
"jangan bohong" Baekhyun berdiri dan memegang kerah baju Taehyung, memberikan pandangan intimidasi
"aku tidak.. tidak bohong, sejak pagi aku tidak… tidak keluar kamar" gagap Taehyung, dia memang adalah namja yang mudah terintimidasi
"kau salah satu yang mengetahuinya, diluar sana berita itu sudah tersebar"
"aku bersumpah, bukan aku pelakunya" Taehyung menaikkan telapak tangannya, bersumpah
"jika kau bohong kau akan mandul, penismu akan terus lemas, tidak bisa menegang dan kau tidak bisa melakukan seks lagi, bagaimana?"
"ya, aku betul-betul tidak bohong"
"ok… ok… aku percaya" Baekhyun melepaskan cengraman dikerah baju Taehyung, dia menoleh pada Jungkook sekilas dan menuju pintu
"tenang saja, aku saat ini tidak tertarik dengan penismu, jadi kau masih aman" bisik Baekhyun ditelinga Taehyung, ingin keluar kamar
"tunggu… tunggu… jelaskan pada Kookie bahwa aku tidak selingkuh denganmu, dia sangat marah dan tidak mau bicara denganku" pinta Taehyung, memohon
Baekhyun tersenyum, dia melipat tangan didadanya, bergaya ala konsultan perkawinan yang sudah berkecimpung selama 20 tahun didunia Pasutri
"dia tidak perlu penjelasan, dia hanya perlu belaian, belaian sayang darimu…" Baekhyun memberikan saran dan solusi
"…"
"kau bisa memberikannya coklat, bunga, celana dalam dan barang-barang sederhana lainnya, tapi jangan sekali-kali memberikannya mobil dan rumah mewah, karena kau tidak akan bisa membelinya…" Baekhyun tertawa halilintar, berjalan menuju pintu dan membuka pintu itu
Taehyung merengut, kesal dan merasa dipermainkan, dia mendengus
"tapi tenang saja, aku akan menjelaskan pada istrimu itu, nanti setelah masalah yang menimpa Kyungsoo selesai, bye… my baby" tutup Baekhyun, memberikan ciuman jauhnya yang seksi dan menghilang dibalik pintu
Taehyung mendesah, mimpi apa dia semalam
.
.
.
.
O…O…O…O…O
Baekhyun berjalan dikoridor sambil tertawa pelan, namun tawanya hilang meredam karena kembali terpikir siapa yang membocorkan dan menyebarkan insiden seks Jongin dan Kyungsoo, dia masih penasaran
Baekhyun sedikit bersyukur karena kepala sekolah belum juga kembali dari Jepang, dan dia berharap agar kepala sekolah tidak kembali-kembali dan Shindong si guru bagian kedisiplinan itu melupakan mengenai pelanggaran Kyungsoo
Baekhyun masih saja penasaran, tapi rasa penasarannya itu hilang saat melihat sosok guru baru yang mengajarinya tadi pagi, guru itu baru keluar dari ruangan Sungmin
Baekhyun lekas berlari tertatih dan mencegat si guru
"halo saem, saem mau kemana?" tanya Baekhyun, memasang wajah 'pemuda baik-baik yang betah melajang'
Si guru memandang Baekhyun sejenak, lalu tersenyum, dia adalah Kyuhyun, si guru baru
"aku mau pulang, kau… aku sepertinya…"
"aku Baekhyun saem, siswa kelas 2B yang saem ajar" Baekhyun menggoyang-goyangkan tubuhnya tidak jelas, seperti bekicot kepanasan
"ya, Baekhyun, aku ingat"
"kenapa saem harus pulang?"
"aku memang harus pulang, guru reguler sepertiku tidak bermalam di asrama sekolah ini"
"itu aturan kuno saem. Saem seharusnya bermalam di sekolah ini, mungkin tidur bersama Sungmin saem" celutuk Baekhyun berani, percaya diri
Kyuhyun tersenyum, namun senyumannya hilang, dia mendekatkan wajah pada Baekhyun
"sopanlah pada gurumu, aku tidak sama dengan guru-guru yang lain" bisik Kyuhyun, bisikan bernada horor
Baekhyun sedikit bergidik, namun dengan cepat menguasai situasi
"maaf saem, aku tidak bermaksud tidak sopan pada saem, aku hanya…"
"kau sepertinya siswa yang beda Baekhyun, sangat berbeda" potong Kyuhyun, kembali menormakan posisinya
"aku memang 'beda' saem, aku tahu itu" balas Baekhyun, menatap wajah Kyuhyun intens
"terlihat dari matamu, kau sepertinya penggila…" kalimat Kyuhyun terhenti
"ehem, Baekhyun, cuaca panas… aku ingin kau membantuku… ah, Saem.. selamat sore" kata suara yang tiba-tiba mengganggu percakapan antara guru dan murid itu
Baekhyun menghentakkan kakinya kesal, dia memandang namja yang selalu menghalangi dan menggagalkan niatnya, Park Chanyeol
Penggagalan yang selalu disertai ucapan 'cuaca panas'
Chanyeol yang baru saja muncul seperti hantu membungkuk singkat pada Kyuhyun, memberikan hormat
"baiklah, aku pulang dulu. Sampai jumpa besok" Kyuhyun pamit, tidak tersenyum, kalimatnya lebih ditujukan pada Chanyeol daripada Baekhyun
Kyuhyun berjalan cepat dan menghilang dibalik belokan koridor
Baekhyun mendesah pelan, memandang Chanyeol disampingnya
"kenapa kau selalu muncul seperti jelangkung dihadapanku, kau sengaja?" bentak Baekhyun, menghentakkan kakinya lagi, merasa selalu diganggu
"aku tidak sengaja lewat sini, ini jalan umum" jawab Chanyeol
"tapi aku tidak suka"
"kenapa? Apa aku mengganggu momentmu dengan si guru tadi? Dari wajahnya dia tidak antusias denganmu" Chanyeol memberikan pandangan remeh
"ya, kau menggangguku, padahal aku ingin mengajaknya minum teh bersama" timpal Baekhyun, masih kesal
"minum teh? Apa aku tidak salah dengar. Aku yakin kau ingin menjebak guru itu dan mengajaknya tidur"
"oh, sepertinya kau sudah punya kemampuan membaca pikiran dan meramal penis besar, memang itu yang kupikirkan, selamat… ramalanmu benar"
"berhentilah bertingkah binal seperti ini Baekhyun, tolonglah"
"binal? Kau mulai berani mengejek dan menghinaku. Kau ingin perang lagi?"
"tidak, aku tidak bermaksud menghina, apalagi ingin perang denganmu. Balas membalas kita sudah impas, itu kesepakatannya"
"ya, kita sudah impas. Jadi sekarang jangan ganggu setiap urusanku. Jika kau ingin 'tidur' dan 'memakaiku', aku selalu ada waktu untuk itu, 'seks' denganmu. Tapi, ingat kita tidak ada ikatan apa-apa, minggirlah"
Baekhyun menabrak sisi bahu lebar Chanyeol, berjalan seperti Miss World yang baru saja memakai mahkotanya
Chanyeol tidak tinggal diam, dia menarik lengan Baekhyun keras
"tunggu, kita belum selesai bicara, Baekhyun" tukas Chanyeol, tegas
"kau kenapa Park penis besar? Kau sakit? Obatmu habis…" Baekhyun jengkel, dan ingin melayangkan jurus ninja meremas penis andalannya
"aku memang sakit, sakit karena kau" Chanyeol berkata cepat dan memegang dadanya
Baekhyun cengo', bungkam
Chanyeol memegang kedua tangan Baekhyun, meremasnya pelan
"aku ingin kau berubah Baekhyun, berubah menjadi namja baik-baik yang bisa mengenal cinta, menghentikan aksimu yang mengejar dan bermain-main dengan banyak namja"
"Penis besar, kau sepertinya melindur dan kurang tidur, sebaiknya… "
"aku mencintaimu, Baekhyun"
"ap… apa?"
"aku mencintaimu…!"
.
.
.
.
.
.
.
TBC
O…O…O…O…O…O…O
NC dichapter ini sudah panjang sepertinya, mudah-mudahan semua terpuaskan, he..he.. mohon maaf jika dichapter ini si Baek belum berubah, banyak yang ingin dia berubah, tapi banyak juga yang tetap ingin dia seperti itu. Jadi dikembalikan pada cerita saja ya, sebentar lagi FF ini tamat kok, tinggal beberapa chapter lagi. Atau mungkin reader ingin FF ini lebih panjang lagi? Hm… bisa saja, he..he.. tapi takut jadi bosan juga sih
Terima kasih bagi pembaca dan pemberi Review di FF sederhana ini, karena itulah FF ini terus berlanjut dan mencapai chapter 10 (chapter ini 8300 kata), gomawo… gomawoo tidak terhingga…
Aku sudah fast update lagi, dan tidak berlebihan kiranya jika Reviewnya kembali diminta, he..he..he.. jangan bosan-bosan ya. Reader yang meninggalkan FF tanpa jejak, disitu kadang saya merasa sedih #plak
He…he…he… Salam Cinta…
Thanks to Reviews :
pcyms7, reiasia95, AlienBaby88, Indri kusumaningsih, zelo. totomato. 330, VijnaPutri, Neli Amelia, firda-xmin, Babybuby, Re-Panda68, beng beng max, 48BemyLight, nam mingyu, KaisooCouple, vipbigbang74, ceekuchiki, NajikaAlamanda, kensecajoy, odoltLu, Acha Kim, kimhajoon, PlayerJEJ, adrian. stevano, nurul cynkeomma, chanbaeky, namegyu23, Izmajukir, Esyahzkrisho, Glory Vellixia kim, Sleeping Elsa39, luphbepz, BibiGembalaSapi, hinagiku2705, KyusungChanbaek, JungMyGuardianAngel134, ChanBlossom, YoonAndi, ChenMinDongsaeng14, , 887, VampireDPS, mrblackJ, whitechrysan, keyjitha. Shin, tya. kawuri, Seoglyu Yeowang, KimChanChan0630, Chan Banana, angelaalay, Kaisooship, hunniehan, LeeEunin, Maple fujoshi2309 G.A.N, ceekuchiki, khodio, fakruddin727, ratyasos, dokyungsooxs, she3nn0, Kim Siska, oasana, baexian ree, nikyunmin, neli amelia, Park Shita, farfaridah16, , hanhyewon357, sr14bmark, KT CB, Lovesoo, metayaoilover, kaihunhan, kiranakim, ShinJiWoo920202, nam mingyu, LoveHyunFamily, elfirda365, DLajeng, babydontworry, Vanilla92, devrina, keyjitha. Shin, dandelionleon, baekchanbaek92, arieztanana, shinshim99SM, LSA Princess of EXO Planet, byunchanyeol, 88, srhksr, baekhaan, t.a, avs1105, OhLu BalBal, BabyWolf Jonginnie'Kim, Areumdawo, Iam the B, oh chaca, andamuharani, pkkdrsmn, guest88, guestB, 13613, meonggu, withhunhan, baekhaan, kori xiluhan, Guest, MILIKSAHNYAKKAMJONG, krisnadhani, Grey, chanchanhwang, Yoo, pedang merah, Okta Hunhan, TyaWonKyu, Cloudsyesung, Baekkie22, chanbaek nim, yoyo, Teppend, Berbi Bekyun, Yoora
By : Han Kang Woo (eks Silent Kaisoo)
