Pairing : Kise x Fem!Kuroko x Midorima x Fem!Akashi
Disclaimer : Kuroko no Basuke Fujimaki Tadatoshi
Genre : Romance dan Supernatural
Rate : T
Warning : AU dan OOC
Note : "…" (Bicara biasa)
"…." (Bicara dalam hati)
"…." (Setan,Roh, dll yang bicara)
"Kuroko" Wujud asli
"Tetsuna" Roh Pelindung
Summary : Kuroko Tetsuna mampu melihat roh-roh halus. Awalnya Kuroko takut dan bingung. Tapi, ditemani oleh dua cowok cakep, Kise Ryota dan Midorima Shintaro, Kuroko mulai berani menghadapi petualangannya. Suatu hari datang roh penasaran mengincar Kuroko membuatnya berubah wujud menjadi gadis cantik yang ternyata roh pelindung. Ah, Kise tidak bisa melepaskan pandanganya.
Hari ini hari yang sangat aneh sekali di kelas Kuroko tiba-tiba didatangin roh-roh jahat banyak sekali roh-roh dikelas ini bahkan dikelas lain pun juga ada roh-roh jahat entah kenapa apa penyebabnya.
"Eh? Kalau begitu boleh donk aku minta cium sama Kurokocchi-ssu" Kata Kise yang tiba-tiba minta cium sama Kuroko membuat sang tersangka blusing.
"Apa? Ci-cium?"
"Soal mengusir roh sih gampang saja apalagi kalau Cuma segini gak masalah bagiku-ssu"
"Ki-Kise-kun" "Dia ngomong apa sih? Padahal sekolah kami dalam bahaya!" Batin Kuroko. Semenjak kejadia kemarin akhirnya Kuroko dan Kise resmi pacaran dan seperti kalian tau mereka sedang bermesraan dengan Kise minta dicium sama Kuroko.
"Ayo cepat donk..Boleh ya? Atau kau lebih suka semua teman kita kerasukan roh-ssu?" Kata Kise sambil mendekati Kuroko.
"Cho-chotto matte Kise-kun" Kata Kuroko sambil menjauhkan dirinya dari Kise.
"Sudah, jangan pedulikan sekeliling kita-ssu…Yuk, kita pergi kedunia kita berdua-ssu" Kata Kise yang masih berusaha sedangkan Kuroko masih berusha untuk menjauh dan seperti mereka tidak menyadari kalau seseorang dibelakang mereka sedang baca buku dengan aura hitam disekelilingnya siapa lagi kalau bukan Midorima yang masih galau gara-gara kejadian kemarin membuat Midorima geram lalu dia menutup bukunya dannn BLETAAAKKKK karena gak tahan Midorima memukul Kise dengan bukunya dan Kise tersungkur ke lantai dengan benjol dari buku tercinta Midorima.
"Bisa-bisanya merayu perempuan didepan mataku kalau mau usir rohnya cepat usir-nanodayo" Kata Midorima sambil menarik kerah baju Kise.
"Ah, gomen-ssu! Aku baru ingat! Kemarin kau kan ditolak Kurokocchi!" Kata Kise dengan gaya sok kasihan kepada Midorima.
"Cari mati-nodayo!" Kata Midorima yang langsung mencekik Kise dengan tali yang entah dari mana dia dapat.
"Te-tenang dulu, Midorimacchi" Kata Kise sambil menahan ikatan tali itu sedangkan Kuroko hanya melihat saja tanpa berkomentar.
"Serius kau harus tenang bukan saatnya kita berantem-ssu" Kata Kise.
"Kau yang cari gara-gara duluan-nodayo" Walaupun udah berhenti tapi tetap hati Midorima masih marah dengan Kise.
"Apa yang terjadi-ssu? Sekolah ini penuh dengan roh gentayangan-ssu"
"Mana aku tau, tiba-tiba saja-nodayo" Entah Midorima sadar apa enggak bahwa kegelapan hatinya memanggil 'mereka' (Roh Jahat).
"Kau tidak merasa kewalahan dengan arwah sebanyak ini-ssu?" Tanya Kise.
"Tidak tuh…Aku kan sudah membuat sekat disekelilingku-nodayo"
"Kau Cuma memikirkan diri sendiri-ssu" Dan akhirnya mereka berdebat lagi sedangkan Kuroko hanya diam saja tapi ada salah satu roh memegang kepala Kuroko yang membuat harus berubah wujud sedangkan Midorima langsung menoleh ke Kuroko dan Kise malah sibuk mengusir roh.
"Ah, jangan! Kumohon tunggu! Aku sudah tidak mau berubah wujud lagi menjadi dirimu!" Batin Kuroko yang memohon kepada Tetsuna agar dia tidak berubah wujud tapi permintaan Kuroko dia turutin dan akhirnya Kuroko tidak jadi berubah wujud.
"Ah Syukurlah" Batin Kuroko lega tapi dia langsung menengok ke Midorima yang sedari tadi memandangnya dan melihat tampang Midorima yang kaget bahwa dirinya tidak jadi berubah dan hanya beberapa menit mereka saling memandang akhirnya memalingkan wajahnya membuat Midorima makin suram dan galau.
"Mi-Midorimacchi makin suram saja-ssu" Kata Kise yang juga melihat lalu Kise melihat sekeliling kelasnya makin banyak roh-roh jahat tapi roh itu malah mengelilingi Midorima.
"Hei, hei..Kok makin lama makin banyak-ssu…Sedangkan orangnya sendiri sepertinya tidak peduli-ssu…Dalam keramaian ini dia bersedih apa yang ada dalam benakmu, Midorimacchi?"
Ting Tong Ting Tong
Baru jam istirahat tapi sudah banyak murid-murid pulang karena tidak kuat dengan keadaan kelasnya sedangkan Kise dia masih sibuk mengusir roh-roh sedangkan Midorima hanya diam sambil membaca buku dan Kuroko—ya kalian tau sendirikan—
"Makin banyak yang pulang tapi jumlah arwah gentayangan tidak juga berkurang padahal Kise-kun sudah mengusir mereka" Batin Kuroko.
"Ya, ampun! Satu pergi, datang lagi yang lain-ssu…Capek ah" Akhirnya Kise nyerah dengan keadaan kelasnya tapi tiba-tiba ada 2 siswi datang ke kelas Kise.
"Kise! Tolongin donk! Teman sekelasku teriak-teriak ada setan!"
"Dikelasku juga! Tolong donk" Kedua siswi dari kelas berbeda memohon pada Kise untuk mengusir roh itu tapi Kise sudah pusing sekali "Makin berat tugasku-ssu" Batin Kise sambil memegang kepalanya yang pusing.
"Midorimacchi bantu aku-ssu" Kata Kise yang langsung menghampiri Midorima lalu menggoyangkan tubuh Midorima.
"Kenapa harus aku-nodayo"
"Memang siapa lagi yang bisa-ssu" Kise masih meminta tolong kepada Midorima tapi Midorima menolak mentah-mentah sedangkan Kuroko yang melihat kejadian itu membuatnya berdiri tapi dia kembali duduk lagi "Kenapa aku ingin membantunya..Padahal aku tidak bisa apa-apa..Celaka apa yang harus kulakukan sekarang..Aku merasa diriku sangat kecil" Batin Kuroko yang langsung keluar kelas untuk mengembalikan buku keperpus.
Di sepanjang jalan Kuroko sedang menuruni tangga dan disetiap ruangan banyak sekali roh-roh yang bergentayangan tapi Kuroko berusaha tidak memperdulikannya "Huwaaa dimana-mana ada roh…Bisa gak yah aku lewat sana..Tapi lewat aja deh" Batin Kuroko sambil melewati salah satu roh anak kecil tapi ketika dilewati di mendengar roh itu berbicara sesuatu yang membuatnya berhenti sejenak.
"Kanan, kiri, kanan, kiri…Mama, mama jangan marah ya..Jangan marah" Kata roh itu selalu mengatakan kanan kiri "Ah aku bisa mendengar suara hati roh ini…Aku harus cepat-cepat menjauh mengerti pun percuma aku gak bisa membantunya" Batin Kuroko langsung berusaha menjauh tapi dia mendengar lagi suara hati roh itu.
"Padahal mama sudah bilang kalau mau menyebrang jalan, harus lihat kanan, kiri, terus kanan lagi..Tapi waktu itu aku lupa lalu ada mobil besar menggilas tubuhku…Gomen ne mama, aku mati…Mama jangan marah, ya..Aku tidak akan lupa lagi..Kanan, kiri, kanan, kiri, kanan, kiri, kanan, kiri, kanan, kiri" Roh itu terus mengucapkan kata kanan dan kiri membuat Kuroko gak tega lalu dia menghampiri roh itu.
"Apa yang aku lakukan? Aku kan gak bisa apa-apa tapi kasihan dia kalau begini terus" Kuroko pun langsung menghapiri roh itu tapi tiba-tiba roh itu menjadi marah lalu menyerang Kuroko dan Kuroko pun kaget lalu di mundur tapi dia merasakan roh itu tidak jadi menyerangnya ketika Kuroko membuka matanya dia melihat roh itu gemeteran lalu dia merasakan ada seseorang dibelakang dan dia pun menengok kebelakang.
"Kise-kun"
"Kukira kau pergi kemana-ssu..Kau tidak bisa berbuat apa-apa dengan kekuatan roh pelindung-ssu…Seharusnya kau hati-hati-ssu" Kata Kise sambil memegang tekuk lehernya karena pegal.
"Gomen, Kise-kun capek, ya?"
"Daijoubu, lumayan untuk olahraga…Ayo, lanjutkan! Ada yang ingin kau katkan pada roh itu, kan?" Tanya Kise dan Kuroko pun hanya menganggukan kepalanya lalu dia menghampiri roh lagi yang gemeteran lalu dia dia berjongkok.
"huhuhuhuhuhuhuh" Tangis roh itu.
"Waktu menyebrang jalan kau harus bagaimana?" Tanya Kuroko.
Lalu roh itu pun menjawab "Kanan, kiri, kanan, kiri"
"Betul! Kau anak pintar" Kata Kuroko sambil tersenyum lalu dia menyentuh roh itu tiba-tiba roh itu bersinar lalu dia menghilang sambil ketawa kecil kepada Kuroko.
"Eh? Lho? Kemana dia.." Kata Kuroko sambil celingak celinguk.
Kise yang melihat kejadian itu pun kaget "Kurokocchi..Tadi.."
"Eh?"
Tiba-tiba "Omedetou! Itu baru namanya cucuku! Kau berhasil cu!" Arwah kakek Kuroko tiba-tiba datang dengan tampang muda sambil gaya-gaya nangis segala.
"Kakek?!"
"Bagus sekali, Tetsuna! Kau punya kekuatan roh yang kuat, tapi tidak bisa menggunakannya…Begitu kata roh pelindungmu"
"Kenapa kakek tiba-tiba.." Kuroko makin bingung tapi langsung dijawab oleh kakeknya.
"Kau tidak mengerti ya? Roh tadi sudah pulang kealam baka..Berkat kau, Tetsuna…Ini pertama kalinya kau melakukannya dengan kekuatanmu sendiri, Tetsuna" Jelas kakek.
"Oh begitu ya…Kurokocchi hebay juga-ssu"
"Be-betulan nih? Aku yang…" Kuroko tidak bisa melanjutkan ucapannya karena di masih kaget "Meskipun aku tidak berubah wujud ternyata aku masih bisa" Batin Kuroko sedikit girang.
"Sekarang kau akan baik-baik saja…Tidak lagi membutuhkan roh pelindungmu itu lagi..Setelah kau bisa memakai kekuatanmu sendiri…Dia akan keluar dari tubuhmu…Kekuatannya rohnya terlalu besar…Kehadirannya dalam dirimu bukan Cuma bisa melindungimu tapi juga bisa menghancurkan kehidupanmu…Itu sebabnya kau merasa kebingungan sekarang, kan? Makanya dia memanggilku untuk melindungimu setelah dia pergi" Jelas sang kakek panjang lebar tapi di akhir katanya membuat Kise kaget apa yang dimaksud perkataan itu.
"Apa, Kumacchi?" Seperti Kise mengetahui maksud itu tapi kakek langsung melanjutkan perkataannya "Kalau punya kekuatan roh, mengusir arwah jahat sih gampang-gamoang saja..Memang sih, kekuatanku tidak seberapa tapi daripada gak bisa apa-apa, ya kan?" Kata kakek yang mulai narsis.
"Hei, jangan sombong dulu-ssu"
"Tenang saja sekarang Tetsuna kan sudah bisa memakai kekuatannya sendiri" Lanjut sang kakek.
"Betul juga, ya..Hatiku merasa lebih tenang, tapi apa aku akan baik-baik saja karena sepeninggalan roh pelindungku" Batin Kuroko yang sedang berpikir sambil memegang dagunya.
"Tetsuna, disini juga ada, lho" Panggil kakek lalu Kuroko pun langsung menengok dan melihat roh jahat yang membuatnya kaget.
"Ayo bantu roh ini kembali kealam baka" Kata kakek sambil memberi semangat begitu juga Kise tapi Kuroko bingung apa yang dia lakukan soalnya roh itu berbeda dengan roh tadi dan sekarang roh yang dia hadapin adalah roh yang bermuka menyeramkan dengan tubuhnya yang berotot-otot.
Tes Tes Tes Kuroko malah mengucurkan air matanya karena takut dan bingung membuat dua orang cowo nan tampan mematung dan akhirnya kedua panik melihat Kuroko diam saja.
"Gimana caranya?"
"Kok gitu sih? Padahal tadi bisa-ssu!" Dan mereka bertiga melihat roh itu menyerang mereka dan akhirnya mereka pun menyelamatan Kuroko lalu jatuh terduduk. Roh itu pun langsung menghilang dengan sekali sentuhan—yah kalian pasti tau kan siapa 'dia' yang melakukan itu—dan roh tadi pun langsung menghilang dalam sekejab.
"Ah..Akhirnya jadi begini, kan?" Seperti Kuroko berubah wujud ke Tetsuna karena ketakutannya tadi.
"Aduh aduh" Hanya itu ucapakan Kise.
"Tetsuna, kau…Kenapa bisa sekali gak bisa 2 kali ya…Memangnya kau sebebal itu?" Tanya kakek.
"Urusai! Yang bebal itu cucumu! Baka!" Marah Tetsuna.
"Sepertinya ada banyak hal yang harus dipertimbangkan" Kata kakek.
"Gak nyangka Kurokocchi sebebal itu, ya" Kata Kise ketawa geli.
"Hem, padahal aku sudah memujinya"
BLETAKKKK BLETAKKKK
Kalian tau kan akhir dari kedua cowo itu mereka mendapat bogem mentah dari Tetsuna karena membuat dirinya kesal.
"Apa yang harus kulakukan dalam keributan seperti ini dan juga dia" Batin Tetsuna yang langsung pergi meninggalkan mereka berdua lalu dia pergi menuju halaman belakang bahwa dia tau orang yang dia cari sedang menggalau dan hatinya makin gelap lalu dia menemukan apa yang dia cari. Yang dia cari adalah Midorima yang sedang berdiri di pohon sekolah dan melihat banyak sekali roh jahat yang mengelilingi dia.
"Manusia dengan kekuatan roh memang keras kepala…Kau memanggil mereka semua, kan" Kata Tetsuna yang membuat Midorima terkejut lalu di menengok ke arah Tetsuna yang sedang berdiri tak jauh darinya sambil melipatkan tangannya di dada.
"Tetsuna" "Apa yang harus kukatakan…Aku tidak bisa menemukan kata yang tepat-nodayo..Aku sudah terlanjur menyakitinya-nodayo" Batin Midorima yang tidak berani memandangi wajah Tetsuna.
"Kau bilang aku yang memanggil mereka? Jangan bercanda-nodayo" Kata Midorima yang mengelak fakta itu.
"Shintaro! Di saat dia bisa menggunakan kekuatannya atas keinginannya sendiri…Maka saat itu pula, Aku yang sebagai roh prlindung akan pergi meninggalkan tubuh ini…Memang saat itu belum tiba sekarang" Mendengar perkataan Tetsuna membuat Midorima terkejut.
Tetsuna langsung menutup matanya sebentar lalu membuka kembali "Setiap kali berubah wujud menjadinya, perasaan itu pasti akan tumpah…Kenapa tidak bisa hilang padahal aku tau persis, yang disukai Midorima-kun adalah sosok ini, bukanlah diriku tapi kenapa aku lagi-lagi" Batin Kuroko sambil menyaksikan adegan itu didalam dirinya.
"Aku akan pergi itu sebabnya tentang diriku ini…Tolong…" Tetsuna tidak bisa mengucapkan kata 'sayonara' kepada Midorima sedangkan Midorima mengerti apa kelanjutan ucapan itu.
" 'Tolong lupakan aku' Aku tidak bisa mengucapkannya kepada Shinatro" Batin Tetsuna yang tidak kuat mengatakan itu tapi bagaimana lagi Tetsuna harus mengucapkan kata itu karena dia tidak mau Kuroko terlibat lagi perasaannya dan kisah cintanya dengan Midorima.
"Aku tidak ingin melupakan Tetsuna tapi..Kuroko terombang-ambing diantara Aku, Kise, dan Tetsuna…Aku yakin Kuroko sedang bingung didalam dirinya yang masih bertukar tubuh dengan Tetsuna-nodayo…Akulah yang menyakiti hatinya kalau memang aku tidak bisa meraihnya" "Tidak usah kau ucapkan…Cukup sudah aku mengerti..Aku akan melupakanmu-nanodayo" Kata Midorima sambil memalingkan wajahnya tapi dia mengucapkan kata itu dengan berat dan sedih sekali sedangkan Tetsuna yang mendengar itu senyum kecil tapi bukan senyum bahagia tapi senyum sedih. Sebenarnya didalam hati Tetsuna sangatlah sedih tapi dia harus karena dia roh pelindung yang ditugaskan untuk melindungi Kuroko dan apalagi dia sudah mati beratus tahun dan tidak bisa hidup dengan Midorima.
Tetsuna pun langsung meninggalkan Midorima dan kembali dimana Kise berada sedangkan Midorima, dia menangis tapi didalam hati dia menangis "Lebih baik begini kalau aku melupakan Tetsuna, Kuroko dan Kise bisa…Tapi melupakannya? Bagaimana caranya-nodayo" Batin Midorima menangis lalu dia terduduk dengan muka ditutupi dengan tangannya sedangkan roh yang mengelilinginya mau pun di seluruh sekolah ini menghilang semua.
Sore Harinya
"Sepertinya sekolah ini sudah bersih dari roh-roh tadi-ssu" Kata Kuroko sambil melihat sekeliling sekolah.
"Bagus donk kalau begitu-ssu! Berarti Tetsunacchi masih akan disini untuk sementara waktu-ssu…Tadinya aku sudah cemas banget-ssu" Kata Kise yang girang langsung menghela nafas.
"Aku juga cemas, Kise-kun" Batin Kuroko.
"Tapi kau sendiri gimana? Kau bilang gak mau berubah wujud lagi, kan?" Tanya Kise.
"Daijoubu…Midorima-kun bilang, dia akan melupakanku dan Tetsuna-san…Aku bisa tenang sekarang" Jawab Kuroko.
"Begitu ya-ssu…Oh ya Kurokocchi, kau kan pernah bilang padaku…Ketika kau berubah wujud perasaan Kurokocchi berubah kan?" Tanya Kise.
"Eh, i-iya…Setiap aku berubah perasaannku ikut berubah padahal aku tau kalau Midorima-kun menyukai Tetsuna-san bukanlah aku" Jawab Kuroko.
"Sepertinya Tetsunacchi sedang mengalami jatuh cinta-ssu"
"Eh?"
"Iya, apa kau lupa-ssu…Ketika berubah wujud pasti bentuk dan sifat orang akan berubah karena berpengaruh dengan bentuk dan sifat roh pelindung…Sepertinya Tetsunacchi sedang jatuh cinta jadi perasaan cintanya ikut terbawa ketika kau berubah wujud-ssu…Jadi ketika kau berubah wujud perasaanmu berubah dan itu bukan perasaanmu tapi perasaan Tetsunacchi-ssu" Jelas Kise yang membuat berpikir kembali ucapakan Kise.
"Kise-kun benar kenapa aku baru menyadari sekarang dan itulah aku bingung sekali dengan perasaanku dan ternyata perasaanku tercampur dengan perasaan Tetsuna-san tapi kalau dipikir-pikirkan perasaan Tetsuna-san sangatlah kuat sekali" Kata Kuroko sambil memegang dagunya.
"Sepertinya dia baru pertama kali yang namanya jatuh cinta-ssu"
"Eh? Baru pertama kali…Kenapa Kise-kun bisa tau?"
"Aku kan sudah mengalami yang namanya jatuh cinta yang pertama kalinya jadi aku mengetahuinya-ssu…Tapi dia udah berumur ratusan tahun tapi baru merasakan yang namanya jatuh cinta itu membuatku penasaran-ssu…Kalau bisa aku menyelidikinya-ssu" Kata Kise sambil nyengir kuda.
"A-ano Kise-kun…Aku ingin mengucapkan terima kasih padamu..Waktu itu kau mengatakan suka padaku.." Kata Kuroko sambil blushing "Tadinya aku sangat kesepian, merasa tidak ada seorangpun memperdulikanku…Tapi ternyata Kise-kun memilihku…Kini aku tidak kesepian lagi, karena ada yang mengawasiku" Batin Kuroko lalu dia melanjutkan ucapannya tadi "Arigatou, Kise-kun…Kau memperhatikanku…Aku sangat, sangat bahagia"
Pernyataan Kuroko tadi membuat Kise mengembangkan senyum bahagianya lalu dia menarik Kuroko mendekat kearahnya dan Kuroko pun yang ketarik langsung duduk dipangkuan Kise.
"E-ehhhh…Ki-Kise-kun" Panik Kuroko.
"Hei, Kurokocchi…Jangan lagi kau pernah menjauhi aku seperti dulu-ssu" Perintah Kise.
"A-aku tidak akan…Ukh…Mengulanginya lagi" Jawab Kuroko sambil blushing dan tergagap.
Lalu Kise memegang pipi Kuroko dan mendekatkan wajahnya dengan Kuroko Cuup Akhirnya mereka berdua berciuman dengan perasaan yang saling membalas.
TBC
Akhirnya beres juga nih…Misakicchi lagi berbaik hati jadi Misakicchi meng-update cerita langsung 2 chap sekaligus…Nah silahkan dibaca
Jangan lupa Review
