Disclaimer: I own nothing. I don't own Inuyasha, I'm just renting them from Rumiko Takahashi, Viz, etc. I will make no money from this fic, I write for my own enjoyment and the enjoyment of my readers.

TnM's notes: Yang satu ini adalah pengalaman pribadi.


Dengan mata yang masih berat, Kagura bangun tengah malam untuk memberi ASI bayinya yang baru lahir dua bulan yang lalu. Setelah selesai menunaikan kewajibannya sebagai seorang ibu, ia tak lantas tidur. Entah mengapa, kantuk bak lenyap begitu saja. Kala ia berusaha memejamkan mata, tiba-tiba, di antara musik malam yang tercipta dari rintik hujan dan embus angin kencang setelah badai sore tadi, sayup-sayup, ia mendengar suara tawa seorang wanita. Suara tawa panjang yang mengikik itu seakan berasal dari tempat yang jauh. Dengan itu, matanya melebar. Kagura memasang telinga, berusaha meyakinkan diri sendiri bahwa itu hanyalah imajinasinya. Sialnya, setelah ia yakin bahwa suara itu hanya ada di kepalanya, dua detik kemudian, ia mendengar suara tawa mengerikan yang sama. Bedanya, suara itu kini terdengar dekat, sangat dekat, sang pemilik suara bagai berada di belakangnya.