Saranghaeyo, Don't Leave Me
Saranghaeyo, Don't Leave Me chapter 1
Autors : Ida Rinjani
Pairing : KyuMin, slight HaeMin, KyuNi
Cast : Cho kyuhyun, Lee sungmin, Lee veni, and Member Suju (GS untuk ukekecuali sungmin)
Rate : T-M
Genre : Romance, Hurt/Commport and Angst
Warning FF ini mengandung unsur BOYS LOVE, FF ini asli pemikiran author jadi berani baca, berani coment...NO Copas!
Happy reading~
o000o
Cinta? Huh! Selama ini, aku hanya mencintai satu orang. Dan akan aku cintai seumur hidupku. Karena itu aku bertahan meskipun menyakitkan.
_Cho Kyuhyun_
o000o
Seorang Namja tampan, terlihat membuka mata indahnya. Matahari tenggelam indah dengan warna jingganya itu, terpatri lekat dalam penglihatan Namja tampan tersebut. DiBalkon Villa tempatnya, dirinya berdiri saat ini. merupakan Villa eksotis yang berada di Jeju Island. Bibir itu tertarik mengagumi keindahaan ciptaan Tuhan dengan senyum indahnya.
Suara langkah kaki, yang berjalan lembut dari arah kamar, membuat Namja tampan tersebut berdesir. Bulu kuduknya meremang. Pemilik Tangan lembut yang memeluk pinggangnya saat ini, adalah alasannya. Tubuhnya menegang. Jatungnya berpacu cepat, saat punggung kokohnya, bersentuhan dengan dada orang tengah memeluknya saat ini. Selalu seperti ini. Dirinya selalu seperti ini. Iya. Namja tampan itu akui, Cinta itu tidak pernah hilang sedikitpun. Dia kalah. Dirinya kalah karena Cinta nya untuk seorang Lee Sungmin.
"Kyuhyunie...?"
"Hmm...?
"Kenapa kau berdiri disini hm? Disini dingin Kyu. Kau belum sembuh benar Kyunie, jadi sekarang kau harus ikut masuk dengan ku. Kajja" ujar Sungmin
Kyuhyun. Ya...Cho Kyuhyun. Namja yang tadi tengah terpaku, melihat kebesaran Tuhan itu adalah Cho Kyuhyun. Dan Kyuhyun pun berbalik, melepaskan pelukan Sungmin dengan lembut. Bibir itu kembali terangkat indah, seolah menantang Sungmin untuk mengecupnya lembut.
"Kenapa aku harus menuruti mu Sungminie? Hmm?" kata Kyuhyun dengan evilsmirk nya. Sedangkan Sungmin, juga balik tersenyun menantang.
"Hmm...mau bagaimana lagi Kyunie. Kau akan selalu menuruti ku. Kau tau kenapa hmm?" kata Sungmin bertanya, sambil mencium kecil pipi Kyuhyun. Kyuhyun hanya tersenyum nakal.
"Hmm? Kenapa Min? Kau tau alasan kenapa aku selalu menuruti mu hmm? Jelaskan juseyo?"
"Aku akan menjelaskannya. Saat kita masuk kedalam. Dan menutup pintu balkon, agar angin menyebalkan itu tidak masuk kekamar ini." kata Sungmin sambil menyentuh lembut kening Kyuhyun, yang masih terbalut perban. Kyuhyun menggapai tangan Sungmin, dan perlahan mengecup lembut, tangan lentik itu.
"Bagamana yah...didepan sana. ada pemandangan indah, yang tidak bisa aku abaikan. Jadi haruskah aku mengikuti mu? Dan mengabaikan kecantikan dibelakang ku ini hmm?" tanya Kyuhyun, yang masih sibuk, mengecupi jari-jari lentik Sungmin.
"Geuromyong. Kau akan mengabaikan pemandangan secantik apapun dibelakangmu. Dan datang padaku. Percayalah Kyunie...I Got You" kata Sungmin dengan mengedipkan mata Foksinya. Sementara Kyuhyun hanya terkekeh lucu, sambil sesekali menatap mata indah Sungmin. Dan lihatlah. Cho Kyuhyun mesum itu, bahkan dengan berani dan perlahan, memberi kecupan pada tangan Sungmin, kemudian naik ke lengan Sungmin. Tubuh keduanya pun semakin merapat.
Sungmin hanya tersenyum indah, membiarkan Kyuhyun. Dan berakhir dengan bibir Namja bermarga Cho itu, terus menelurusi pundak mulus Sungmin yang terekspos. Bibir itu bahkan dengan lancang, terus bergerak naik dan menelusuri, menyesap, mengecup lembut hingga ke leher jenjang Sungmin. Sungmin bergeming. Menutup mata foksinya. Seolah memberi ijin pada Kyuhyun. Sementara bibir Namja tampan tersebut terus bergerak naik, menelusuri pipi kenyal Sungmin. Mencium lembut pipi Chuby itu. Bibir itu terus bergerak naik. Mengecup apa yang diinginkan nya. Dan berakhir dengan gigitan kecil, ditelinga Sungmin. Sungmin melengguh. Kyuhyun bernapas lembut ditelinganya. Ya Tuhan.
"Kau benar. Aku akan selalu datang padamu Lee Sungmin. You get Me. And my heart will go on, to be loving you. Always like that. Never change" bisik Kyuhyun lembut ditelinga Sungmin, yang tadi sempat dikecupnya itu. Sungmin membuka matanya. Menatap mata Kyuhyun yang tengah menatapnya lembut. Sungmin tersenyum manis. Manis sekali. Indah dan cantik. Hanya untuk Cho Kyuhyun dihadapan nya saat ini. Chup...Bibir itu akhirnya berlabuh di kening indah Sungmin. Kyuhyun Menciumnya lembut.
"Kajja...kau bilang aku harus masuk. Dan menutup pintu balkon ini. Agar angin sialan menurutmu itu, tidak masuk kedalam kan?"
"Hihihi ne Kyunie pabo...kajja..."
"Ya! Aku tidak pabo min. Kau dengar tadi, aku bahkan mengatakan perasaanku dengan bahasa inggris. Kau dengarkan tadi? Itu artinya aku jenius"
"Ya tentu saja...kau idiot cho"
"Ya Lee Sungmin! Wait me hyung"
"Hahahaha...cepatlah, atau kau tidak dapat makan malam"
Keduanya saling menggoda, dan bercanda, berharap kedepan ini akan Bertahan, tidak akan berubah. Ya seperti kata Kyuhyun Will Go On.
o000o
Hmm apa kalian bingung. Kenapa Kyuhyun bisa berada di Jeju Island??, dan bahkan bersama Sungmin? Kan kan kan? Kalian penasaran? Hmm?? Mwo?
Jadi benar semua itu. Tepat 1 bulan yang lalu Kyuhyun sadar, dan bangun dari tidur panjangnya selama 4 hari itu. Ketika dirinya sadar. Kyuhyun merasa kepalanya berputar. Sakit sekali. Kyuhyun mencoba mengingat apa yang terjadi. Dirinya ingat mimpi indahnya bersama Sungmin, ketika dirinya koma. Benar Sungmin. Kyuhyun menelusuri ruangan bercat putih ini.
Melihat ke kanan, Dirinya bisa melihat Sang eomma yang menggenggam tangan nya lembut. Ada Appanya yang tersenyum lega, disamping eomma nya. Kedunya sepertinya berharap Kyuhyun segera, sadar sepenuhnya. Tapi kata Dokter Kyuhyun harus sadar perlahan. Jadi keduanya dengan sabar menunggu, menunggu sang aegya sadar sepenuhnya. Kyuhyun melihat ke kiri. Dahinya mengernyit. Itu.
Siwon Hyung? Siwon ada disana melihat Kyuhyun, dengan tatapan sendunya. Terlihat wajah tampan Hyungnya itu, begitu lega, melihat dirinya membuka mata. Meskipun Kyuhyun belum mengucapkan sepatah katapun. Entahlah. Kyuhyun hanya merasa lelah. Sungguh. Dan disamping Siwon, Kyuhyun bisa melihat Veni tersenyum manis, dan berusaha mengajaknya bicara. Tapi Sungguh dirinya merasa lemas. Lelah. Kyuhyun merasa dia harus intirahat lagi. Tapi...Namja manis yang ada dimimpinya itu dimana? Dia tidak ada disini? Sungmin dimana?
Kyuhyun mendengar sang eomma, menyuruhnya untuk istirahat lagi. Tapi dia baru saja bangun. Tapi sepertinya sang eomma benar. Kyuhyun merasa lelah sekali, dia harus istirahat agar dia lebih cepat sembuh. Mata Kyuhyun hampir tertutup. Ketika suara pintu terbuka, dan sebuah suara lembut, menyapa gendang telinganya. Sebelum matanya tertutup sempurnya, Kyuhyun masih bisa melihat. Sungmin tersenyum bahagia, dengan air mata yang turun dari mata indahnya. Sungmin berjalan kearahnya. Dan Kyuhyun jatuh tertidur, dengan senyuman manis.
Itulah yang terjadi. Entah bagaimana saat Kyuhyun bangun. Dirinya sudah berada di kamar bernuansa biru, berbeda dengan ruangan tempatnya dirawat kemarin. Ini bukan rumah sakit. Tapi Kyuhyun masih bisa merakasan jarum infus yang menusuk tangan nya. Dan dia juga masih memakai masker oksigen. Masih memakai peralatan rumah sakit. Tapi ketika melihat kerah kanan. Dimana jendela itu terbuka. Kyuhyun terkejut ketika melihat lautan indah terbentang, dengan ombak-ombak yang menyapu pantai. Dan sebelah kirinya. Sungmin tersenyum bahagia, menggenggam tangan nya. Kyuhyun juga melihat Seorang Dokter. Dan suster, yang tengah memeriksa keadaan nya. Kyuhyun bingung apa yang terjadi sebenarnya. Dimana eomma, appa, siwon hyung, dan veni yang dilihatnya kemarin.
Sungmin merawatnya sendiri. Dibantu Dokter dan suster yang sesekali datang, mengecek keadaan Kyuhyun. Semakin hari keadaan Kyuhyun semakin baik. Sungmin selalu mengajak Kyuhyun bicara, Sungmin menceritakan banyak hal padanya. Dan dia tau, jika ini bukan di seoul, melainkan di Jeju Island, itu juga karena cerita Sungmin. Sungguh Kyuhyun ingin sekali menanggapi, ucapan Sungmin. Hanya saja tubuh Kyuhyun belum pulih sepenuhnya. Karena itu Kyuhyun hanya tersenyum, untuk menanggapi ocehan Sungmin. Dan itu semua sudah lebih dari cukup, untuk seorang Lee Sungmin.
Kondisi Kyuhyun semakin baik. Satu, persatu alat kedokteran, yang menyangga hidupnya. Dilepas. Dan lihatnya selama satu bulan ini. Sungmin yang menjaganya dengan lembut, Sungmin yang menyuapi makannya. Sungmin yang membersihkan dirinya, meskipun ada Suster stand by disini. Tapi Sungmin lebih senang melakukan ini sendiri untuk Kyuhyun. Mungkin ini cara Sungmin untuk menebus rasa bersalahnya. Kyuhyun sendiri tidak tau. Ya selama satu bulan ini. Keduanya semakin dekat. Kyuhyun enggan bertanya apa yang terjadi. Baginya saat ini, biarkan dirinya dan Sungmin menikmati kebersamaan mereka saat ini.
o000o
Rumput hijau, pohon-pohon tinggi, bunga cantik berwarna, semilir angin, langit biru. Menjadi fokus tersendiri untuk Kyuhyun, yang sekarang tengah melihat kesisi kanan, dimana orang-orang yang tengah gembira dengan Kuda tunggangan mereka masing-masing.
Perhatian Kyuhyun teralihkan, dengan kedatangan Sungmin, yang tersenyum manis dengan membawa gitar.
"Kyunieee...kenapa kau meninggalkan Hyung eoh?"
"Hehehe...kemarilah min, hey apa itu hmm" kata Kyuhyun menunjuk benda yang dibawa Sungmin, ketika Sungmin sudah duduk disampingnya.
"Ne? Idiot...ini gitar Cho. Dan panggil aku Hyung! Kemana Cho Kyuhyunku yang manis, dan penurut itu. Kenapa kau jadi menyebalkan begini eoh" ujar Sungmin sambil mengecutkan bibir bershap-m nya.
"Hahaha...Min, kumohon jangan beraegyo begitu. Atau kau minta dicium hmm"
Puk...
"Aw...min, kenapa kau jadi seperti eomma, yang senang menganiaya ku hmm?" kata Kyuhyun sambil mencolek dagu Sungmin
"Idiot...cho"
"Hahaha...baiklah, uri Minnie Hyung yang manis, aku minta maaf ne?"
"Ne...sudahlah, ayo menyanyi Kyunie. Aku akan memainkan gitarku"
"Ah...geure? Hyung sebelum itu aku ingin bertanya. Hmm...ini tentang Siwon Hyung?"
Sungmin menatap Kyuhyun rumit. Kyuhyun tau? Sungmin menghela napas, dia tau ini saatnya ia menjelaskan pada Kyuhyun tentang Siwon, tentang kebencian nya, tentang dendam nya yang hanya membawa penyesalan bagi Sungmin, hingga kini.
Sungmin menatap Kyuhyun dengan senyum sendunya.
"Siwon, dia. ...hah Kyunie. Mianhae sebenarnya dulu, saat kita memutuskan untuk bersama, aku sebenarnya hanya..."
"Aku tau Hyung. Kau hanya bermain-main dengan ku hm? Bagimu aku ini mainan mu kan? Tapi...sungguh Hyung, meskipun aku tau semua kenyataan itu. Aku. Aku tetap mencintaimu. Kau benar aku memang idiot. Si idiot yang mencintaimu" kata Kyuhyun tersenyum masam. Perlahan tangannya terulur untuk menghapus sebaris air mata Sungmin.
"Hiks...Kyunie mianhaeyo. Bagaimana kau? Astaga kau tau semuanya!?"
Kyuhyun hanya mengangguk tersenyum
"kau tidak membenciku hmm?"
Kali ini Kyuhyun menggeleng, dengan senyumnya.
"Dan kau hiks...tetap mencintaiku hm?"
Kyuhyun mengangguk pasti.
Astaga. Sungmin langsung menghambur kepelukan Kyuhyun, Kyuhyun pun membalas pelukan Sungmin dengan erat. Sungmin masih terisak didada Kyuhyun. Hening beberapa saat. Hingga Kyuhyun bertanya lembut pada Sungmin.
"Apa yang Siwon Hyung lakukan, padamu Minnie Hyung? Apa Siwon menyakiti mu hmm?"
"Hiks...Kyu ini. Ini semua salah ku, kebencianku pada Siwon yang membuatku menyakitimu. Batas diriku hilang oleh kebencian Kyunie, aku tidak memiliki keberanian untuk melihat cinta mu Kyunie. Hatiku tertutup saat itu. Mianhaeyo"
Kyuhyun diam. Elusan tangan Kyuhyun pada Sungmin tidak berhenti. Dia membiarkan Sungmin terus berbicara, mengungkapkan kebenaran yang terjadi.
"Siwon, dulu Siwon adalah pembimbing Ospek saat Hyung menjadi Mahasiswa baru. Kami dekat Kyunie, entahlah. Saat itu Hyung merasa begitu mengagumi Siwon. Dan dia juga yang menyapa Hyung duluan. Sejak saat itu kami semakin dekat, Hyung pikir Siwon juga memiliki perasaan yang sama dengan ku. Dan sepertinya memang begitu. Aku jatuh cinta pada Siwon, kyunie"
Kyuhyun tercekat mendengar kata-kata Sungmin. Elusan pada rambut Sungmin sempat terhenti.
"Tapi...hari itu, Siwon mengatakan semuanya. Siwon bilang dia sebenarnya mendekati Hyung karena, karena. taruhan teman-teman nya Kyunie. Saat itu Hyung marah, benci padanya. Hyung tidak perduli apapun yang dia katakan. Hyung tidak mau mendengarkan penjelasan nya lagi Kyu. Hyung benci."
Kyuhyun terdiam beberapa saat. Menghela napas, dan kembali mengelus rambut Sungmin, yang masih betah dipelukan nya.
"Hyung? Tidak kah, kau ingin mendengar penjelasan Siwon Hyung hm? Mungkin saja saat itu, Siwon hyung mengakui semuanya karena dia sudah benar-benar mencintaimu Hyung. Mungkin Siwon hyung ingin memulainya dari awal, dengan mu tanpa kebohongan. Hyung apa kau?. Kau masih mencintai Siwon Hyung hm?" kata Kyuhyun melihat Sungmin dengan raut tenang.
Sungmin menggeleng.
"Anio. Jika aku masih mencintai Siwon, aku tidak akan disini, menemani mu untuk terapi penyembuhan dijeju ini. Dasar Cho idiot" ujar Sungmin melepaskan pelukannya. Dan menatap Kyuhyun kesal.
"Jadi kau menyukai ku hyung?" ujar Kyuhyun tersenyum evil.
"M...mwo! Ya! Siapa yang menyukai mu pabo. Aku tidak menyukaimu. Kau gr sekali eoh" kata Sungmin angkuh sambil melipat tangan putihnya didada. Dan sesekali menatap Kyuhyun. Yang sekarang menatapnya sendu.
"Hyung...kau. Ku pikir. Kau menyu..."
"Saranghaeyo Kyu" jawab Sungmun cepat.
"Ne...?"
"Idiot! Aku tidak hanya menyukaimu. Tapi aku Mencintaimu pabo! Banyak hal yang tidak aku sukai dalam tingkah mu, terutama saat kau bermain game. Aku sungguh tidak menyukai itu. Tapi. Tapi tetap saja. Aku tetap mencintaimu Kyunie itu..."
Chup ...
"Ya! Jangan menciumku seenaknya, ini tempat umum, bagaimana jika..."
"Kemarilah Hyung. Aku ingin memeluk orang yang katanya, tidak menyukaiku. Tapi mencintaiku ini." ujar Kyuhyun sambil membawa Sungmin. Kepelukan nya.
"Ini pertama kalinya. aku mendengar kau mengatakan Saranghae padaku Hyung. Aku bahagia sekali" ujar Kyuhyun sambil memeluk erat Sungmin. Sungmin hanya tersenyum begitu cantik, melihat Kyuhyun yang tampan tersenyum menatapnya.
"Hyung. ...saat pulang nanti aku. Aku akan menceritakan semua ini pada eomma dan appa. Dan aku ingin mengatakan pada Veni jika aku..."
"Tidak perlu Kyunie"
"Waeyo Hyung? Kau tidak ingin kita bersama hm?"
"Anio. Semuanya sudah tau. Aku sudah menceritakan semuanya pada mereka, kupikir semuanya sudah selesai kyu. Kau tidak perlu Khawatir"
"Otteyo Hyung? Bagaimana ceritanya bisa begitu hmm? Jelaskan padaku Hyung?" ujar Kyuhyun penasaran, Sungmun hanya tersenyum pongah.
"Kau penasaran Kyunie?"
"Ne hyung!"
"Rasakan Kyu! Hahaha Cho Kyuhyun pabo!" ujar Sungmin sambil melarikan diri dari Kyuhyun.
"Ya Hyung. Aish...Lee Sungmin! Kau. Ya tunggu aku hyung. Jika aku mendapatkan mu, aku akan mencium mu. Dan tidak akan berhenti!!. Kau dengar itu Hyung! Ya geumanhae!"
Senja indah dipegunungan Jeju island, menemani langkah kaki Cho Kyuhyun, dan Lee Sungmin. Melangkah untuk Cinta mereka. Bertahan untuk Cinta mereka. Dan bahagian untuk Cinta mereka.
End.
Review Dulu. Vote dulu. Coment dulu. Biar berkah chingu. Biar jadi amal ibadah, karena udah bikin aku bahagia dan merasa dihargai. Ne janji lho! Titik!
Ah...!!!!! Selesai juga akhirnya! Mianhae jika endingnya, tidak seperti yang kalian harapkan. Hmm mungkin nanti ada epilog. Mungkin ne. Hihihi
Terimakasih yang udah, Review. Coment. Dan Vote FF ku selama ini. Terimakasih banyak!!! Aku mencintai kalian. Saranghae!!! *kecup jarak jauh* *deep bow*
Ah jangan lupa. Setelah ini, ada FF terbaru ku. Masih tentang Kyumin. So pasti ceritanya mungkin akan lebih panjang dari FF ini. Pantengin terus ne. Gomawo Chingu.
Aku akan tetap update dengan FF baru. Sabtu/Minggu depan seperti biasa. Tong hilap nya.
#Review#
#guest: hmm...*muka mikir* mungkin Chingu hihihi. Gomawo udah mampir *bow*
#Orange girls: 100 buat Chingu!! Hihihi. Iya bener, ini gara2 siwon oppa huhuhu *ups mianhae oppa hihihi* Kyu oppa akan tetap bertahan kok chingu *untuk ku. Lho!* hihihi. Makasih banyak yah chingu atas semangatnya. Hatur nuhun pisan! Gomawo. Sungguh aku seneng banget. Ada yang care sama cerita ini. Gomawo!!! *kecup jarak jauh* and *deep bow*
#Ovellea: iya benar chingu. Kyu oppa udah tau. Tapi dia tetap bertahan untuk seorang Lee Sungmin. Hihihi *curcol* gomawo udah mampir. Dan tetap stay ok? Hatur nuhun *deep bow*
#Cholee: hihihi iya beber. Selama ini aku juga baca FF Kyumin, kebanyakan Sungmin oppa yang menderita. Padahalkan mungkin aslinya gak kaya gitu. Huhuhuhu *curcol lagi*
Gomawo. Mampir lagi ne *deep bow*
