Terimakasih reviewnya. Liburan sudah usai dan aktivitas yang membosankan mulai berlanjut. Untungnya otak gesrek saya juga sudah kembali normal sehingga saya tidak akan banyak bercanda lagi ataupun nyampah di sini.

Karena akan ada banyak orang di chapter ini, dan saya takut Baekhyun akan kebingungan menjelaskan pada kalian tentang siapa yang sedang berbicara, jadi saya akan membantunya dengan meletakkan keterangan di belakang kalimat pembicaraan.

Oke lanjut. Selamat menikmati.

-oOo-

Don't read and run, leave a review.

-oOo-

Kesalahanku berawal dari rasa frustasiku untuk menemukannya. Betapa sulitnya itu. Seolah dia berada di ujung dunia hanya untuk bersembunyi dariku. Hingga pada akhirnya, aku mengorbankan diriku pada orang-orang gila itu hanya untuk menemukan petunjuk tentang keberadaannya. Dan ternyata bukan hanya diriku yang jadi tumbal keegoisanku itu, tapi juga dia. Mereka juga menginginkannya. Menginginkan dia melakukan hal-hal buruk seperti yang telah kulakukan selama ini. Haruskah aku bersamanya dalam belenggu mereka?

Tolong aku, aku terjatuh pada kesalahanku. Maafkan aku, aku telah melukaimu. Bisakah aku menjagamu? Meski aku juga kesakitan. Meski aku juga dalam pelarian. Baekhyun-ah.

-oOo-

Title:
The Hacker

Main Cast:
Byun Baekhyun, Park Chanyeol

Genre:
Drama, Crime

Rate:
17+

Writer:
Hyun Ji Soo

-oOo-

Chanyeol, sepertinya aku salah karena telah mempercayainya. Kehadirannya dalam hidupku sendiri adalah sebuah teka-teki yang terlalu sulit untuk kupecahkan. Tentang bagaimana dari puluhan rumah di apartemen itu, dia memilih mengetuk pintu rumahku. Tentang bagaimana dirinya sama sekali tak dapat ditemukan di internet, dengan kemampuanku yang kuyakini bahkan bisa menjatuhkan seorang presiden. Tentang bagaimana dia selalu tahu di mana tempatku berada, sedangkan aku yakin dia tak mengikutiku. Tentang bagaimana dia mungkin saja meyakini bahwa aku adalah adiknya, padahal aku saja tak mengingat apapun tentangnya. Seharusnya aku menyadarinya sejak awal. Bahwa kedatangannya saat itu bukanlah sebuah kebetulan. Tapi dengan sebuah perencanaan yang matang.

Aku telah dibohongi dengan sikap kekanak-kanakkan yang dia tunjukkan padaku selama ini. Hingga aku lupa, hingga aku lengah, hingga aku kehilangan jati diriku selama ini, bahwa aku adalah seseorang yang tidak pernah mempercayai siapapun.

Nyatanya dia adalah seseorang yang penuh misteri. Bahkan saat ini, di sebuah gudang tua yang dikelilingi semak-semak dan jauh dari pemukiman warga. Untuk apa dia berada di tempat seperti ini? Saat hari sudah mulai gelap, dengan hanya satu lampu kecil yang menjadi penerangan. Bukankah berada di tempat ini adalah hal yang tidak wajar?

Saat taxi yang membawaku kemari mulai menjauh, suasana yang tadi terang karena sorot lampu mobil, kini berubah menjadi temaram. Beberapa kali aku mengedip-ngedipkan mataku, berharap pupilku segera melebar sehingga aku cepat terbiasa dengan tempat yang penerangannya sangat kurang ini.

Sepertinya rasa penasaranku tentang Chanyeol lebih besar daripada ketakutanku tentang apa yang mungkin saja kutemukan di tempat yang sangat asing ini, hingga aku berani melangkah menuju pintu kecil yang kutemukan di bagian samping gudang.

Sayup aku mendengar suara sebuah lagu dari dalam. Bukan, setelah mendengarkannya lebih baik ternyata itu bukan sebuah lagu. Itu mungkin saja musik yang menjadi latar belakang sebuah game. Entahlah, aku hanya menebak-nebak saja karena aku sendiri tidak terlalu tertarik dengan game, jadi aku tidak tahu itu game macam apa.

Aku membuka pintu itu dengan pelan agar tak menimbulkan suara. Seperti kebiasaanku, aku hanya mendongakkan kepalaku ke dalam untuk mencari tahu seperti apa situasi yang harus aku hadapi di dalam. Tapi sungguh sial, salah satu orang yang berada di sana menyadari kehadiranku sebelum aku sempat memperhatikan apa yang sedang terjadi di sana. Dan orang itu adalah Zitao.

"Kris hyung. Sepertinya kita memiliki tamu." -Zitao

Akupun membawa tubuhku melewati pintu dan memasuki gudang setelah melihat Zitao menatapku. Luas sekali, itulah yang pertama kali kupikirkan tentang tempat ini. Dan juga, di dalam sangat terang, tidak semenakutkan keadaan di luar. Mungkin tempat ini kotor seperti gudang-gudang pada biasanya, tapi tetap saja tempat ini tidak pengap karena mungkin saja sering didatangi oleh mereka.

Mereka? Ya, di sebelah kiri, kulihat seorang pria berusia di awal 30an yang berpostur tinggi duduk di atas sebuah kap mobil sport mewah berwarna merah. Dan di sebelah kanan, seseorang berkulit agak gelap sedang berdiri dengan menyandarkan punggungnya di sebuah motor gede miliknya. Kedua pria itu sedang sibuk dengan pc tablet yang ada di tangan mereka masing-masing, hingga tak menghiraukan ucapan Zitao. Tidak salah lagi, rupanya suara musik itu berasal dari sana, mereka berdua sedang serius bermain game.

Dan dua orang itu, aku mengingatnya dengan jelas. Mereka adalah orang yang masuk rumahku bersama Chanyeol dan merusak komputerku.

"Hyung, kau memakai cheat lagi? Berhentilah bermain curang. Gunakan skillmu." -Kai

"Kai-ya. Memakai cheat juga salah satu skill." -Kris

"Brengsek, kau tidak pernah tahu caranya bermain sportif hyung." -Kai

Kedua pria itu tampak saing berbicara tanpa menghiraukan kata-kata Zitao barusan. Saat itu, tiba-tiba kulihat sebuah pisau melayang tepat ke arah wajah orang yang disebut Kai itu hingga membuat jantungku nyaris saja lepas. Untungnya pisau itu hanya mengenai rambut di atas telinga orang itu dan menancap pada papan kayu yang ada di belakang. Aku menelan ludah, hebat sekali dia, maksudku Zitao. Jika dia melakukan kesalahan sedikit saja, bisa-bisa nyawa temannya tadi melayang.

"Tao hyung, kau mau membunuhku hah?" -Kai

Kejadian itu akhirnya menarik atensi mereka berdua. Hingga berbuah ekspresi marah Kai. Seseorang bernama Kris itu juga mengalihkan padangannya padaku setelah mendapatkan kode dari gerakan kepala Zitao. Pria bernama Kris itu tersenyum manis ke arahku. Seolah dia memang telah menungguku.

"Wah wah wah, Bacon kita akhirnya datang juga. Apa kau sudah memutuskan untuk bergabung dengan kami?" -Kris

"Kalian? Bagaimana bisa kalian ada di sini bersama Chanyeol? Dan kau Park Chanyeol? Apa yang kau lakukan di sini bersama mereka?" -Baekhyun

Rasa heranku mulai berlanjut saat aku menyadari diantara dua orang itu ada Zitao dan juga Chanyeol yang mungkin saja sedang berdebat tentang sesuatu. Apa mereka semua tahu bahwa aku akan datang ke sini? Mungkin mereka memang menungguku karena jika kulihat lagi, di atas kap mobil dan di samping Kris ada sebuah smartphone yang kuyakini adalah milikku yang kuberikan pada Chanyeol beberapa hari yang lalu. Sial, kurasa mereka sengaja menjebakku.

"Baekhyun-ah. Kau tak seharusnya disini." -Chanyeol

Chanyeol melangkah untuk mendekat padaku, tapi Zitao mencekal lengannya dengan kasar. Chanyeol membalas dengan menatap tajam pada Zitao. Bagaimana aku harus mengartikan situasi ini? Jika memang mereka membawa Chanyeol sebagai sandera, bukankah seharusnya mereka menyakiti Chanyeol atau semacamnya? Tapi mereka malah terlihat seperti seseorang yang telah mengenal sebelumnya.

"Sebenarnya apa yang terjadi disini?" -Baekhyun

"Rupanya kau belum menyadarinya juga Bacon-ah. Dia salah satu dari kami. Dia, Loey Park." -Zitao

"Loey? Kami? Apa maksud kalian 5second?" -Baekhyun

Aku tertawa kecil. Menertawakan diriku yang benar-benar bodoh hingga menjadi bahan permainan mereka. Bahkan aku sempat mempercayai pria brengsek itu dan mengatakan akan membantunya. Konyol sekali. Tanpa kusadari kedua tanganku mengepal. Aku menatap tajam pada Chanyeol, berharap aku bisa membunuh orang itu dengan tanganku sendiri.

"Jadi ini alasan mengapa aku tidak bisa menemukan apapun tentangmu di internet Park Chanyeol? Ini juga menjawab semua keanehan tentangmu." -Baekhyun

"Baekhyun-ah. Aku bisa jelaskan semuanya." -Chanyeol

Aku mengalihkan pandanganku pada Kris. Dari yang kutangkap dari pembicaraan mereka, sepertinya orang yang sedang duduk di atas kap mobil itu adalah ketua dari kelompok ini. Mungkin saja dia memang ketua 5second.

"Aku tidak peduli tentang kalian. Aku hanya ingin bicara dengan Chanyeol. Berikan aku waktu 10 menit. Setelahnya aku akan pergi dan kalian bisa melanjutkan acara kalian." -Baekhyun

"Tao-ya. Biarkan saja mereka reuni. Lumayan, kita bisa menonton drama gratis." -Kris

Setelah Zitao melepaskan tangan Chanyeol dan menjauh darinya, akupun mendekat. Lalu aku melempar smartphone dan juga alat pelacak yang Chanyeol pasang pada hoddieku ke hadapannya. Chanyeol memperhatikan kedua benda itu lalu memandang ke arahku.

"Kau siapa sebenarnya? Apa yang kau rencanakan padaku hah?" -Baekhyun

"Baekhyun-ah. Aku sama sekali tidak bermaksud buruk padamu." -Chanyeol

"KATAKAN!" –Baekhyun

Aku berteriak sangat keras pada Chanyeol. Padahal aku tidak pernah berteriak pada siapapun sebelumnya. Selama ini aku hanya tahu cara mengumpat. Tapi kini, amarah sepertinya sudah benar-benar menguasaiku.

"Aku hanya ingin melindungimu dari mereka. Itulah alasanku mendekatimu." -Chanyeol

Aku benar-benar tidak bisa menerima alasannya yang sungguh tidak masuk akal itu. Bukankah sudah cukup dia menipuku selama ini dengan sikap kekanak-kanakannya? Dan apa yang dia katakan barusan? Melindungiku? Omong kosong macam apa itu?

"Bukankah kau yang memberikan informasi tentangku pada mereka?" -Baekhyun

"Kau benar Bacon-ah. Dialah yang membawamu pada kami." -Zitao

Kulihat Chanyeol hanya diam mendengar pertanyaanku barusan. Pertanyaan itu malah dijawab oleh Zitao sambil memutar-mutar pisau yang ada di tangannya. Pikiranku beralih pada orang-orang aneh itu. Siapa sebenarnya mereka? Apa benar mereka 5second? Jika benar, itu artinya mereka bukan sekumpulan hacker genius seperti yang kukira selama ini. Mereka lebih seperti, sekelompok mafia.

"DIAM KAU." -Chanyeol

"Apa aku salah Loey-ya?" -Zitao

"Dan ini?" -Baekhyun

Aku melemparkan liontin yang kutemukan di bawah sofa. Liontin yang sama dengan yang terpasang di mobil Chanyeol. Chanyeol mengarahkan pandangannya pada liontin itu.

"Aku menemukannya di bawah sofa. Itu milikku. Dan yang di mobil itu? Bagaimana kau bisa memiliki liontin yang sama seperti ini? Apa aku?" -Baekhyun

Aku menjeda ucapanku. Aku ragu untuk menanyakan bahwa apa mungkin sebenarnya aku ini adik yang selama ini dia cari. Meski ingatan itu datang barusan secara tiba-tiba, sebagian diriku masih menolak untuk mempercayainya. Tidak, yang sebenarnya adalah aku tidak ingin menjadi adik dari seseorang sepertinya.

"Benar Bacon-ah. Dia kakakmu." -Zitao

"Ahhhh." -Baekhyun

Mendengar ucapan Zitao barusan, tiba-tiba aku merasakan sakit yang luar biasa di kepalaku. Sakit kepala yang sama persis dengan yang tadi kurasakan di rumah. Apa ini? Aku tidak pernah seperti ini sebelumnya. Ini sakit sekali. Bersamaan dengan sakit kepala yang muncul dengan tiba-tiba, sebuah suara lagi-lagi tertangkap oleh pendengaranku.

"Namaku Baekhyun."

"Aku akan memanggilmu hyung."

"Chanyeol hyung."

"Aku menyukaimu hyung."

"Bermainlah denganku hyung."

"Permen lolipop ini untukmu hyung."

"Aku akan membalas mereka untukmu hyung."

"Jangan pukul hyungku."

"Jangan menangis hyung."

"Aku akan menjagamu hyung."

Ingatan macam apa itu? Mengapa tiba-tiba datang? Dan kepalaku kenapa semakin sakit?

"Tao benar Bacon-ah. Dia orang yang meninggalkanmu bersama ayahmu yang brengsek itu. Hingga kau menjadi satu-satunya orang yang menjadi pelampiasan kekesalannya. Dan lihat bagaimana hidupmu berakhir sekarang? Semua ini karenanya." -Kris

"Ahhhhh."

Kris tersenyum meremehkan saat mengatakan sesuatu yang benar-benar menambah rasa sakitku. Aku menekan kepalaku dengan keras. Mengapa ingatan memuakkan ini tidak juga berhenti? Aku tidak menginginkannya. Tolong berhentilah! Jangan datang lagi!

"Kenapa kau pergi hyung?"

"Aku sendirian hyung."

"Kau dimana hyung?"

"Aku ingin ikut denganmu hyung."

"Chanyeol hyung."

"Diam kau brengsek." -Chanyeol

Aku sempat melihat Chanyeol menatap Kris dengan ekspresi marah. Sedangkan orang yang ditatap tetap mempertahankan senyumannya.

"Orang yang seharusnya kau benci bukan kami Bacon-ah, tapi dia." -Kris

"KUBILANG DIAM!" -Chanyeol

Teriakan Chanyeol yang menggema di seluruh ruangan seperti mengembalikanku pada kenyataan. Kulihat sekilas Chanyeol mengeluarkan sesuatu dari saku jaketnya. Sepertinya itu sebuah pistol. Dia lalu mengarahkan pistol itu pada Kris. Tepat pada saat itu, kurasakan seseorang meraih tubuhku dan mengunciku dalam dekapannya. Aku yakin orang itu adalah Zitao, karena orang itu segera mengarahkan pisau yang tadi dia mainkan tepat di leherku. Apa dia akan membunuhku? Rasa sakit di kepalaku belum juga berkurang, tapi ketakutanku saat ini menguasaiku lebih dalam hingga membuatku bergerak-gerak memberontak untuk melepaskan diri. Tidak takut mati? Sepertinya itu omong kosong besar yang selama ini aku bangga-banggakan, karena kenyataannya sekarang aku benar-benar takut pada kematian yang kini ada di hadapanku.

"Tenanglah Baekhyun-ah. Kau akan terluka jika terus bergerak. Aku tidak bermaksud menyakitimu." -Zitao

Zitao mengatakan kata-kata itu dengan berbisik pelan di telingaku. Antara percaya atau tidak, akupun berusaha menenangkan diri. Selain itu, kurasa kekuatanku tidak akan cukup untuk melepaskan diri darinya. Karena Zitao sepertinya tahu cara yang tepat untuk mengunciku. Dia seperti seseorang yang ahli ilmu beladiri.

Kulihat Chanyeol tampak ketakutan di hadapan Kris yang sedang tersenyum menyeringai. Pistolnya memang mengarah pada Kris, tapi tatapannya mengarah padaku.

"Tembak aku Loey-ya. Lalu dia juga akan mati." -Kris

"Hyung. Kau benar-benar suka sekali bermain-main dengan nyawa orang." -Kai

Chanyeol menatap Kris dengan tajam. Dia membidik Kris dan menarik pelatuk pistolnya. Bersiap melepaskan tembakan.

"Tao hyung." -Kai

Kai yang kaget melihat Chanyeol menarik pelatuknya, segera memberi kode pada Zitao. Tepat pada saat Kai berteriak, kurasakan pisau Zitao menggores kulit leherku. Dan sepertinya goresan itu mengeluarkan darah. Chanyeol yang menyadari hal itu dengan cepat mengalihkan pistolnya mengarah padaku, atau mungkin pada Zitao. Entahlah, sepertinya pandangan mataku mulai kabur atau aku tidak bisa membedakannya.

"Tao-ya. Lepaskan dia." -Chanyeol

Tidak mendapat respon dari Zitao, Chanyeol kembali mengarahkan pistolnya pada Kris. Wajahnya kini melunak.

"Kris hyung. Lepaskan dia." -Chanyeol

"Loey-ya. Seperti itukah caramu memohon?" -Kris

"Kau sungguh tidak tahu sopan santun. Perlukah aku mengajarimu Loey Park?" -Kai

Kai melangkah dan mendekat pada Chanyeol. Tangan kirinya memegang lengan Chanyeol yang sedang memegang pistol dan tangan kanannya meraih pistol dari tangan itu. Setelah berhasil, dia lalu mengarahkannya tepat pada kepala bagian belakang Chanyeol.

"Wah. Aku yang membeli pistol ini. Tapi aku belum pernah mencobanya. Haruskah aku mencobanya padamu sekarang?" -Kai

Ekspresi wajah Kai terlihat senang setelah memegang pistol itu. Sedangkan aku hanya bisa menelan ludah saat melihat ujung pistol itu menyentuh kepala Chanyeol. Aku tidak pernah membayangkan seseorang akan ditembak di depan mataku. Dan itu tepat di kepalanya. Aku benar-benar sedang terlibat dalam masalah besar.

"Sekarang lepaskan dia Kris hyung." -Chanyeol

"Lepaskan dia." -Kris

Zitaopun segera melepaskanku. Aku menatapnya dengan tajam tapi dia malah mengedipkan sebelah matanya sambil tersenyum padaku dan mengatakan sesuatu dengan pelan.

"Maafkan aku Baekhyun-ah. Kau melakukannya dengan baik." -Zitao

"Tao. Apa-apaan matamu itu? Tidak mungkin kau menyukainya kan? Kau bahkan lebih cantik darinya." -Kris

Kris menatap Zitao dengan ekspresi wajah kesal karena hal yang dilakukan Zitao padaku barusan. Apa-apaan mereka? Mungkinkah mereka berdua pasangan? Masa bodoh, jikapun benar, apa hubungannya denganku?

"Kris hyung. Kami berdua hanya menyukaimu. Kau belum sadar juga hah?" -Kai

"Diam kau Kkamjong." -Kris

"Mengapa memanggilku seperti itu lagi? Kau membuatku tersinggung hyung." -Kai

Kai merengut kesal, tapi sepertinya Kris tidak peduli. Pandangan mata Kris justru beralih padaku. Tatapan tegas itu membuatku tersihir untuk beberapa saat.

"Sekarang giliranmu Bacon-ah. Kau mau bergabung dengan kami, atau kami akan membunuh dia." -Kris

"Kris hyung. Biar aku saja. Entah itu bergabung kembali dengan 5second, atau mengakui pembunuhan itu, aku akan melakukannya. Apapun yang kau perintahkan hyung, bahkan jika kau memintaku untuk mati sekalipun. Jadi kumohon lepaskan dia." -Chanyeol

"Jika kau melakukannya sejak dulu semua tak akan jadi serumit ini Loey-ya. Ketua tidak akan marah padamu dan menyuruhku menjebakmu atas pembunuhan itu." -Kris

Mata Kris kembali bersinar. Wajahnya kembali menunjukkan senyum menyeringainya pada Chanyeol.

"Tapi bagaimana lagi? Sejak ketua mengetahui bahwa adikmu adalah Bacon, kami menjadi serakah. Kami ingin memilikinya juga. Kau tahu, dia sangat istimewa bagi kami. Jika saja dia memiliki lebih banyak keberanian, dia adalah pathner yang hebat untukku." -Kris

"Berhentilah membicarakanku seolah-olah aku tidak ada di sini." - Baekhyun

Keberanianku mengatakan sesuatu pada mereka berhasil menarik pandangan semua orang ke arahku. Aku merasa harus melakukannya, karena aku semakin kesal terlibat dalam situasi konyol semacam ini. Chanyeol yang bersikeras mengatakan bahwa dia melakukan semua ini untuk melindungiku. Dan 5second yang sepertinya tidak akan melepaskanku sebelum aku setuju untuk bergabung bersama mereka. Aku membulatkan tekadku untuk mengatakannya.

"Kalau begitu ini jawabanku. Kau bilang aku seharusnya membencinya kan? Aku memang membencinya. Dia selalu mengabaikanku dulu. Lalu meninggalkanku pada ayah brengsek tukang pukul hingga membuatku harus sendirian seumur hidupku. Dan sekarang, dia berani-beraninya mempermainkanku seolah aku ini orang bodoh. Untuk apa aku peduli padanya? Jadi . . ." -Baekhyun

Aku menjeda ucapanku sejenak. Lalu menarik napas dalam-dalam sebelum akhirnya melanjutkannya bersama dengan sebuah senyum seringaian milikku yang kutujukan untuk Chanyeol.

"Bunuh saja dia." -Baekhyun

-o-

Don't read and run, leave a review.

-o-

-oOo-

To Be Continue

-oOo-

-o-

Maaf sebelumnya, Baekhyun lagi sibuk banget. Jadi gag bisa balas chat kalian. Jadi terpaksa saya yang membalasnya.

Ruang Obrolan Grup 1

Silmykim: Lanjut dong authorniiim ~ bikin penasaran bgttt gimana akhirnya dan Chanyeol itu siapaaa

Jisoo: Lanjutlah, InsyaAllah. Chanyeol, dia oppa saya. Kekeke

ParkByun: Nextttt minnnnn

Jisoo: Ok lah.

LordLoey: Oh my jadi makin kepo:(((

Jisoo: Jangan sedih, kepo adalah awal dari kebahagiaan.

Narin.s: SYUDAH KUDUGAAA. SI CHANYEOL ADA SESUATU INI MAHH aduh baek nya polos sekaliii gemes deh

Jisoo: Chanyeol memang sesuatu. Eh, kalau Baekhyun tahu kamu ngatain dia polos. Bisa-bisa galeri smartphone kamu habis sama dia.

BaconLoey: kak up lagi kak please! fav banget ni cerita

Jisoo: Iya, ntar di UP

Loeybee: Semangat nulis kakak~~~ aku tunggu update nya

Jisoo: Semangat kok, ditunggu ya

khakikira: si papih ngapa dah harus rahasia rahasian pulaa

Jisoo: Mungkin dia mau jujur sama Baekhyun tapi takut Baekhyun marah.

sehunshii94: keren bangeenn lanjutin dong cepetaan kak bener kan tevakan kuu ceye itu berbahaya kekekeke

Jisoo: Iya dilanjut. Chanyeol tidak berbahaya, setidaknya untuk Baekhyun.

Loeybee: Kakak... Aku degdegan loh baca ini ff... Please terus update ya... Sumpah aku pengen nampol si ceye... Sakit ati akutuh... Baek ayo berangkat sleding kepala ceye

Jisoo: Deg-degan kenapa? Jangan sakit hati gitu dong. Ok, Chapter depan kita sleding kepala Chanyeol bareng-bareng.

fancolacolass: Chanyeol ternyata kau tidak sepolos yg orang kira, syaland. Baek lakukan sesuatuuu ceye itu berbahaya TvT Dear Jisoo aku tidak sabar menunggu kelanjutannya gemess sama baekki *karungin baekhyun

Jisoo: Emang bener-benerr tuh si Chanyeol, tega banget. Tenang, Baekhyun akan bertindak next chapter. Enak aja gemes main karung-karungin, emang Baekhyun anak kucing?

Guest: Pendek? Ditunggu next nya..

Jisoo: Saya panjangin deh.

heranadiraa: sekarang yang bikin aku penasaran adalah tao dan 5second, ditunggu chap selanjutnya, fighting!

Jisoo: Tao? Dia siapa yaaaaa? 5second? Mereka siapa yaaaaa?

BaconLoey: kirain aku tao. soalnya wushu wkwke

Jisoo: Chapter kemarin emang Tao.

BaconLoey: kakak up donk

Jisoo: Ok, UP.

fancolacolass: Aku akan sabar menunggu kelanjutannya *tebar lopelope
aku seneng baca ceritamu jisoo-ya kkk~ so fast update okay wkwk bolehboleh kehidupan tao diceritain, tpi jangan panjang" ya sekilas aja gtu, tentang masa lalu chanbaek juga boleh tambahin tpi ya sekilas ajaa jdi lebih fokus konflik mereka di masa sekarangnya hehe cuz aku terlalu penasaran konflik diantara hacker tuh kek gimana

Jisoo: Ditunggu aja ya. Sebenernya ide cerita itu tergantung mood, kadang keluar gitu aja, kadang juga mampet, dan kadang sedikit belok dari cerita. Saya akhir-akhir ini sedang malas browsing tentang ilmu komputer, jadi jarang cerita tentang perhackingan. Maaf

-oOo-

Don't read and run, leave a review.

-oOo-

Chapter ini mungkin tidak sebanyak biasanya. Tapi bukankah ini sudah cukup menegangkan? Semoga kalian tidak kecewa. Semua tentang Chanyeol sudah terungkap. Haruskah saya mengakhiri cerita ini chapter depan? Ataukah saya harus melanjutkannya? Jika lanjut, tolong berikan saya masukan tentang apa yang kalian inginkan setelahnya.

Ditunggu reviewnya. Terima kasih telah menjadi pembaca yang baik.