Previous story:
"Iis! Kenapa sih dia itu! Mendadak marah seperti itu, seperti anak kecil saja!" kata Naruto menatap kesal sosok Sasuke yang sudah pergi menjauh.
"Ck! Mendokusai!" decih Shikamaru masih kaget dengan gebrakan Sasuke.
"Gara-garamu Naruto!" kata Kiba ikut kesal karena ia hampir saja terkena amukan singa.
"Loh! Kok Naru yang di salahin!" protes Naruto tak terima. Menma menatap tidak mengerti kearah Kiba, Shikamaru, Neji, Gaara dan Naruto yang masih beradu mulut, lalu Menma pun menolehkan kepalanya kembali pada pintu kelas yang dimana sosok Sasuke menghilang. Seketika otak jenius Menma pun bekerja membuat sang empu aka Menma sedikit tersenyum samar, mengerti dengan sikap Sasuke yang mendadak emosi. Dan sepertinya seorang berambut permen karet sedikit senang karena sikap Sasuke yang menunjukkan sikap benci kearah Naruto. (Wah wah wah sepertinya ada yang salah paham)
"Su-sudahlah he-hentikan pertengkaran kalian" kata Hinata mencoba melerai.
"Dia benar Naru, dari pada kalian bertengkar. Lebih baik kamu dan kamu bertemu dengan seseorang yang merindukan kalian dan yang sudah datang dari jauh" kata Menma sambil menunjuk kearah Gaara dan Kiba. menuai tatapan bingung dari mereka.
Warning : AU, Mary Sue dalam Naruto, SasuFemNaru, OOC, typo, ada M-PREG untuk ItaKyuu
~(-.-)~
…
Masashi Kishimoto
T-M
A Happy Ending
Shizuka Kirarin
…
Happy Reading
…
~(^0^~)~(^0^)~(~^0^)~
"Permisi Tuan, Itachi-sama sudah tiba" terlihat seorang laki-laki remaja berambut emo hitam masih mengenakan baju seragam dengan pin logo KHS tersampir manis di dada sebelah kanannya. Pria itu menyesap segelas vodka, meresapi rasa di dalamnya. Merasa cukup lama terdiam iapun membuka suaranya.
"Hn, suruh dia kemari"
Pelayan itupun membungkuk hormat sebelum melangkahkan kakinya keluar ruangan. Tak berapa lama pria berambut hitam panjang berperwatakan sama seperti laki-laki yang masih senantiasa duduk manis di kursinya, hanya saja ia memiliki tanda lahir seperti keriput di antara kedua matanya.
"Apa kabar my outoto Sasuke-chan~" sapa ramah laki-laki itu. Laki-laki bernama Sasuke itu membuka matanya dan menatap tajam orang di depannya.
"Baka Itachi" desis Sasuke kesal karena panggilan Itachi.
"Sasuke setidaknya saat kau bersamaku panggillah aku dengan sebutan aniki" tutur Itachi. Namun orang yang di ceramahi memasang wajah datar sambil meminum vodka kembali seolah tak peduli apa yang di ucapkan oleh Itachi. "Haaah~~ jadi untuk apa kau memanggilku?" Itachi mendesah lelah mendapati sikap adiknya, iapun langsung ke topik ketika mengetahui jika Sasuke tak suka berbasa-basi seperti halnya karakter Uchiha.
"Apa yang kau ketahui tentang Naruto dan ada hubungan apa Naruto dengan Menma?" tanya Sasuke panjang lebar, membuat Itachi menatap adiknya tidak percaya.
"Astaga baru pertama kali ini aku mendengarmu bertanya sepanjang itu" takjub Itachi, Sasuke yang mendengarnya hanya memutar matanya bosan.
"Hn, jawab saja pertanyaanku" kata Sasuke dingin dengan aura hitam muncul di sekelilingnya membuat suasana di dalamnya menjadi mencekam, Itachi menelan ludahnya kasar.
"Wowow santai Sasuke aku hanya bercanda hahahaha" merasa adiknya menatapnya dengan tajam dan mengeluarkan aura membunuh Itachi menghentikan tawanya, sedikit berdeham ia melanjutkan ucapannya. "Naruto dan Menma ya… menurutku mereka saat ini hanya sebatas teman saja, tapi rasanya Naru ada rasa dengan Menma" lanjut Itachi sambil melirik kearah Sasuke yang memegang gelasnya dengan erat, sehingga membuat Itachi tersenyum kecil. "Jadi-"
"Uzumaki Naruto" Sasuke memotong ucapan Itachi, mendengar ucapan yang dikatakan adiknya Itachi menaikkan sebelah alisnya. Mengetahui kakaknya tidak mengerti dengan perkataannya ia mengulangnya lagi. "Uzumaki Naruto dia adalah Namikaze Naruto" ucap Sasuke.
"Jadi kau sudah tahu" perkataan Itachi membuat Sasuke menyeringai.
"Tidak sulit untuk mengenalnya"
"Hn, kau akan berbuat apa pada mereka? Aku yakin kau tidak tinggal diam melihat Menma dan Naru" kata Itachi sambil menikmati vodka yang ia ambil dari gelas Sasuke.
"Hn, lihat saja nanti" ucap Sasuke.
"Terserah kau saja. Hanya saja aniki berharap kau tidak terlalu menyakiti Naruto dan Menma" kata Itachi, Sasuke memandang kakaknya dan menggumamkan kalimat khas Uchiha untuk mengakhiri percakapan mereka.
~(^0^~)~(^0^)~(~^0^)~
Namikaze's Hospital
Namikaze Hospital merupakan salah satu aset miik keluarga Namikaze yang dipimpin oleh ibu dari ayah Naruto sendiri yaitu Senju Namikaze Tsunade, sedangkan ayah dari ayahnya Naruto atau kakeknya Namikaze Jiraya merupakan seorang penulis terkenal dan membantu Kurama selaku paman Naruto memimpin perusahaan Uzumaki Corp.
Di salah satu ruangan di mana tempat untuk pemeriksaan kandungan tampak beberapa orang memandang takjub layar monitor yang menampakkan janin kecil yang bergerak aktif.
"Kyaaaa!, lucunya~ lihat Kyuu-nii, dia bergerak-gerak" teriak Naruto histeris.
Pletak!
"Aww, Baa-chan saakiit~" keluh Naruto ketika neneknya aka Tsunade menjitak kepala kuningnya.
"Baka gaki! Kecilkan volumemu bodoh!"
"Mmm~ Baa-chan jahat menyebutku bodoh dua kali" Naruto mempautkan bibirnya imut.
"Kau kan memang bodoh"
"Huuee Menma-nii, Baa-chan jahat~~" adu Naruto sambil memeluk Menma manja.
"Ck dasar manja" ejek Tsunade.
"Biarin bweekk! Dari pada Baa-chan sama ero senin hahahahaha" tawa Naruto menghina membuat Tsunade berkedut kesal.
"Awas kau Naruto!" kejar Tsunade.
"Kyaaa nenek jadi-jadian ngamuk!" Naruto lari menghindar.
"Apa katamu!"
"Kyyyaaaa!"
Naruto dan Tsunade terus berlari layaknya kucing dan tikus yang mengitari kasur dimana Kyuubi sedang berbaring, semua yang di sana hanya bisa bersweet drop dan mengeluarkan keringat di belakang kepalanya tidak menyangka seorang Tsunade-sama yang paling di takuti bisa bersikap berbeda jika bersama Naruto.
"Haah~~ kalian itu, kalian sedang di rumah sakit tenanglah sedikit. Kau juga nek seharusnya nenek bisa menjaga sikap" kata Kyuubi.
"Hei! Aku bukan nenekmu!" kata Tsunade marah.
"Memangnya sejak kapan aku mengakui kau nenekku?"
"Iis kau ini!"
"Sudahlah kalian itu, sadarlah kalian umur kalian sama-sama tua seharusnya kalian tidak bersikap seperti anak kecil. Naruto masih SMA jadi wajar ia masih bersikap anak kecil" sahut Sasori sambil mengorek telinganya yang gatal mendengar pertengkaran mereka.
"A-aa-apa katamu? Sudah tua?! Kau mengatakan aku tua?!" teriak Tsunade dan Kyuubi bersamaan.
"Aaaa~~ Sasori-nii kau baik sekali~ Naru jadi suka padamu" kata Naruto sambil bergelayut manja pada Sasori.
"Hm, tentu saja. Apa sih yang tidak buat adikku tersayang" sahut Sasori sambil memeluk Naruto, tak peduli dengan Tsunade dan Kyuubi yang sudah berkedut kesal di belakangnya dan yang lainnya mendengus tak suka sang artis playboy kembali beraksi.
"Cih, kau itu hanya mengambil kesempatan dalam kesempitan tahu!" sahut Gaara, Kiba, Shikamaru, dan yang terakhir Menma yang menarik Naruto melepaskan rangkulan Sasori.
"Hn, Sasori jangan dekati Naruku! Dan kau Naru dengar perkataanku kau jangan dekati Sasori atau aku akan benar-benar marah" kata Menma tajam.
"Kenapa? Sasori-nii kan baik" tanya Naruto polos.
"Naru, Menma benar Sasori itu hanya malaikat berhati srigala jadi berhati-hatilah" sahut Hana.
"Hei! Hei! aku itu hanya membela Naru dia juga adikku tahu. Naru kau jangan tanggapi nasehat mereka, Naru sayang dan percaya pada nii-san bukan?" tanya Sasori memandang Naruto penuh harap.
"Ung! Naru juga sayang Sasori-nii dan percaya pada nii-san!" ucap Naruto senang, tersenyum lebar memamerkan giginya yang putih, membuat orang yang melihatnya ikut tersenyum.
"Eghm, jadi kau tidak sayang padaku dan yang lainnya Naru? Kau hanya sayang pada Sasori?" Sai menghentikan senyumnya dan bertanya dengan Naruto sambil berpura-pura sedih mendengar ucapan Naruto.
"Aa~ bukan begitu~ Naru sayang Sasori-nii, Sai-nii, Menma-nii, Baa-chan, Kyuu-nii, Itachi-nii, Hana-nee, Matsuri-nee, Kiba, Gaara, Neji, Shikamaru, Hinata, Sakura, Sasuke-" kata Naruto sambil menghitung nama-nama semua orang yang ia kenal yang lain hanya mengukir senyumnya ketika Naruto mengucapkan kata Ramen di akhir kalimatnya.
"Kami mengerti. Kami juga sayang sama Naru~" kata Matsuri sambil memeluk Naruto, Naruto senang dan memeluk balik Matsuri.
"Naruto berjanjilah pada kami kau tetaplah tersenyum seperti ini mengerti?" kata Hana sambil mengelus kepala Naruto sayang.
"Nande? (kenapa?)"
"Karena kau sangat jelek jika berwajah murung Naru-chaan~~" lanjut Sai sambil mencubit pipi Naruto gemas. Menma yang melihatnya langsung menggeplak tangan kakak kandungnya itu sambil menatap tajam Sai seolah-olah berkata 'Jangan sentuh Naruto!'.
"Ung! Naru janji" jawab Naruto sambil tersenyum kecil.
~(^0^~)~(^0^)~(~^0^)~
Mansion Uchiha, 19.20 pm
"Jadi bisa kau jelaskan ini?" tanya seorang laki-laki dengan aura sedikit mencengkam tidak suka.
"Ara Sasuke biarkan saja, bukankah lebih seru jika seperti ini-ne" kata Mikoto senang kediamannya menjadi ramai.
"Hahahaha kaa-san mu benar Sasuke lebih menyenangkan jika ramai seperti ini" ucap Kiba sambil meminum jus jeruk di hadapannya.
"Cih!" Sasuke mendecih tidak suka.
Eghm! Seperti kalian bingung apa yang terjadi sekarang benar? Kita kembali ke waktu sebelumnya bagaimana? Ok lets go!
Flashback On
Namikaze's Hospital, setelah pemeriksaan.
"Jadi, sehabis ini kita ngapain?" tanya Kiba.
"Mendokusai, tentu saja pulang ke rumah" jawab Shikamaru.
"Huh! Ternyata kau itu benar-benar tidak seru yah!" ejek Temari.
"Medokusai, terserah kau sajalah" sahut Shikamaru tak peduli.
"Hah bagaimana kalau kita makan malam bersama, kita sudah lama tak bertemu dengan Naru bukan jadi kita sekalian berbincang-bincang. Bagaimana?" tanya Nagato.
"Yatta pasti seru!" ucap Naruto semangat.
"Tapi Nagato kita akan makan malam di mana?" tanya Konan dan seketika pandangan semuanya ke arah Naruto. Seketika Naruto berkeringat dingin.
"Ano sebaiknya jangan di rumahku yaa hehehehe" kata Naruto sambil menggaruk belakang kepalanya.
"Kenapa Naru?" tanya Yahiko.
"Iruka/-san masih marah karena Naruto ketahuan bolos dan berbohong pada Iruka/-san" jawab Tsunade dan Shion berbarengan.
"Gomen Naru tak akan mengulanginya lagi" jawab Naruto mengrucutkan bibirnya.
"Haahh~~ gagal sudah~" kata mereka semua kecewa, kecuali Tsunade, Gaara, Shikamaru, dan Kyuubi.
"Ada apa ini?" tanya Itachi baru datang.
"Ah! Bagaimana kalau di mension Uchiha saja. Bagaimana Tachi?" ucap Kyuubi punya ide.
"Hn?" Itachi mengangkat sebelah alisnya tidak mengerti.
"Begini…" Kyuubi menceritakan bahwa mereka sedang ingin mengadakan pesta barbeque bersama dan Kyuubi ingin tempatnya di mension Uchiha yang memiliki taman yang terbilang luas untuk makan malam secara outdoor. Itachi yang sudah tahu ceritanya langsung mengangguk menyetujui dan segera menelpon kediaman Uchiha dan di sambut teriakan senang oleh Mikoto selaku orang tua Itachi.
Flashback Off
'Cih! Mendengar cerita mereka benar-benar membuatku muak, tapi…' Sasuke melihat kearah Naruto yang tersenyum senang bersama Kaa-sannya, ia pun ikut tersenyum walaupun itu hanya bisa dilihat oleh segelincir orang.
"A-ano apa tak merepotkan Kaa-san?" tanya Naruto sambil membantu Mikoto yang sudah ia anggap sebagai ibunya.
"Hahaha tak apa Naru-chan~ sudah lama Kaa-san tak melihatmu-ne, Tousan juga sudah lama tak mendengar kabarmu. Nanti bicaralah pada tousan, ia pasti sangat merindukanmu-ne" kata Mikoto sambil menata piring berisi buah-buahan yang sudah ia bersihkan untuk disajikan sebagai makanan penutup nanti.
"Go-gomen Naru tak mengirim kabar pada kaa-san maupun tou-san" sesal Naruto.
"Ssst tak apa sayang, kaa-san mengerti kesibukanmu. Lagipula kami bisa meminta Itachi untuk mengawasimu jadi tidak apa-apa, jangan dipikirkan Okey?" ucap Mikoto tersenyum sambil mengelus kepala Naruto.
"Ung, okey…" ucap Naruto sambil tersenyum kecil mengakhiri percakapan mereka. Mikoto tersenyum dan mengambil piring berisih buah dan membawanya ke meja makan. "Kaa-san!"
"Hn?" Naruto memeluk Mikoto dengan erat membuat Mikoto tersentak kaget. "Eh?! Naru-chan"
"Naru sayang Kaa-san" ucap Naruto tulus.
"Kaa-san juga sayang Naru" ucap Mikoto sambil memeluk balik Naruto.
"Hei! Naruto cepat sini barbequenya sudah jadi, cepatlah sebelum anak anjing ini menghabiskan semuanya" panggil Kyuubi sambil mendorong muka Kiba menjauh dari daging barbeque.
"Haik! Tunggu sebentar Kyuu-nii" teriak Naruto.
"Pergilah yang lain sudah menunggumu"
"Tapi aku akan membantu kaa-san"
"Kaa-san bisa sendiri, Kaa-san kan belum setua itu"
"Huh memangnya Naru bilang kaa-san sudah tua? Kaa-san tidak tua kok, kaa-san masih cantik"
"Haik haik, sudahlah cepat kesana coba lihat kasihan Kiba dia dilarang makan oleh Kyuubi sebelum ada kamu"
"Ung! Kalau gitu Naru ke sana ya" kata Naruto sambil tersenyum memperlihatkan lesung pipinya, ia pun berlari kearah teman-temannya.
Sementara itu di tempat orang tua berunding….
"Kau beruntung Mikoto, Naruto sangat sayang padamu" ucap Tsunade.
"Bukan aku saja, kita semua juga beruntung karena sudah memiliki Naruto" ucap Mikoto sambil tersenyum.
"Sudah lama sekali ya sejak kejadian waktu itu yaa" ucap Jiraya.
"Kalau di ingat-ingat saat itu Naruto benar-benar mengerikan" ucap Mikoto.
"Dia seperti mayat hidup tanpa ekspresi, tak bicara, untuk di ajak makan pun sangat susah. Setiap hari pulang dengan keadaan babak belur. Kalau di pikir Menma saat itu benar-benar seperti malaikat, bisa merubah Naru dalam waktu singkat walaupun ia masih bersikap dingin dengan orang yang tak dikenalnya" ucap Iruka membuat orang-orang dewasa yang di sekitarnya agak merenung.
"Hn, aku tak menyangka Naruto bisa berubah drastis seperti ini. Aku senang melihatnya seperti itu" ucap Fugaku jujur dengan senyum tipis di bibirnya.
"Kau pikir hanya kau saja yang senang melihatnya seperti itu? Aku juga begitu tahu" kata Tsunade sambil tersenyum meminum sakenya.
"Aku harap akan tetap seperti ini benarkan Iruka-san?" (Jiraya)
"Ya, saya harap juga begitu Jiraya-sama" kata Iruka sambil tersenyum. "Oh iya Mikoto-san terima kasih saudah mengundang saya. Merepotkan anda saja"
"Hahaha tak apa-apa Iruka-san, aku sudah mendengar semua cerita Naruto yang membolos dari mulut Naruto sendiri dia benar-benar sangat menyesal membuatmu kawatir. Aku tahu kau memarahi Naruto karena kawatir, jangan terlalu kawatir Iruka biarlah Naruto menikmati masa-masa SMA nya. Jika ia sedih aku yakin ia pasti akan bercerita. Percayalah pada Naruto sendiri" kata Mikoto.
"Umm, baiklah~"
"Hei bagaimana kalau kita bikin permainan biar seru" ucap Hana.
"Wah pasti seru! Permainan apa nee-chan?" tanya Matsuri semangat. Hana yang mendengarnya tersenyum misterius. Ia pun mengambil setoples kue stik berupa poki-poki.
"Hee, untuk apa itu nee?" bingung Naruto. Pertanyaan Naruto membuat Hana tertawa setan, yang mendengarnya seketika merinding disko.
~(^0^~)~(^0^)~(~^0^)~
"Jadi peraturannya adalah siapa yang mematahkan poki-poki duluan dia yang harus membersihkan semua kekacauan ini, mengerti?!" tanya Hana.
"Kami mengerti tapi pasangannya kenapa harus dia?!" teriakan protes, tidak terima muncul dari semua peserta gamer.
"Kan kalian sudah di undi jadi bukan salahku jika pasangan kalian bukan seperti harapan kalian" jawab Hana enteng.
"Aaarrrggh!" geram semua depresi kecuali Itachi, Sasuke, Gaara, Matsuri, dan Shion. Ketika semua berhadapan satu sama lain dengan pasangan gamenya. KibaKyuu, ShionItachi, GaaraMatsuri, ShikamaruTemari, MenmaHana, SasukeNaruto, NagatoKonan sebagai pamain (gamer), sedangkan Sasori, Yahiko, dan Sai mendapat bagian menjadi juri dari gamenya.
"Jangan banyak protes!, lagipula kita tidak sampai berciuman hanya sampai pasangan pertama yang mematahkan pertama kali maka game akan selesai" lanjut Hana.
"Argh! tetap saja jika mematahkannya pertama kali akan di jadikan kacung, ta-tapi jika tidak maka aku akan berciuman dengan rubah buluk ini! Arrgghh bibirku hanya untuk Hinata-chan!" protes Kiba.
Pletak! "Kau pikir aku mau ciuman dengan bocah anjing sepertimu apa! Grr!" geram Kyuubi.
"Itulah serunya, ada tantangannya bukannya akan jadi menarik? hahaha" ujar Sasori.
"Huueee! Sasori-nii mah enak jadi juri! Uuh tukar sama Naru, nii-san!" (Naruto)
"No! No! No! Naru peraturan tetap saja peraturan, jangan dirubah. understand?!" (Hana)
"Hahaha maaf Naru-chan aku jadi juri karena undiannya. I'm Lucky" (Sasori)
"Aaa aku ga terima! Aku cuma mau sama anasial K!" (Shion)
"Kyuu-chan jaga dirimu, honeny" (Itachi) -_-"
Pletak! "Keriput jangan panggil aku dengan suffix chan! Dan jangan pernah panggil aku honey. Dasar menjijikkan!" (Kyuubi)
"Konan hati-hati sama kriput" (Nagato)
"Mendokusai! Berisik!" (Shikamaru)
"Berisik! Daripada ribut kita mulai saja!" ucap Yahiko geram membuat mereka semua yang jarang melihat Yahiko marah diam tanpa suara. Yahiko pun mengambil aba-aba menghitung.
"3!"
"2!"
"1!"
Priiitttt!
Flashback On
"Teme awas saja kau mematahkan pokinya!" ucap Naruto. Sasuke menaikkan satu alisnya.
"Hn, jadi kau tak ingin mematahkan pokinya?" tanya Sasuke.
"Tentu saja baka! Kau mau kita yang membersihkan ini semua?" ucap Naruto kesal.
"Hn, kau yakin?" tanya Sasuke dengan seringaian membuat tubuh Naruto menegang seketika.
"Te-tentu saja baka"
"Hn" Sasuke tersenyum misterius.
"3!"
"2!"
"1!"
Priiitttt!
Flashback Off
Semua pun memulai pertandingan memakan sedikit demi sedikit poki-poki di mulut mereka, seakan akan berusaha untuk tidak mendekatkan bibir mereka dan berusaha agar tidak menjadi orang pertama yang mematahkan poki-poki itu.
"Hei! Anjing buluk sampai saja kita duluan mematahkan poki-poki ini tamatlah riwayatmu" ancam Kyuubi.
"Iis kau menyebalkan sekali! Aku juga tidak sudi di suruh bersih-bersih tahu dan perlu kau kencamkan aku tak sudi ciuman denganmu!" sahut Kiba kesal.
"Cih! Kau pikir aku sudi!" kesal Kyuubi, dan berakhirlah mereka dengan saling mengumpat satu sama lain sampai pada akhirnya…..
Tak!
"Yak! Pertandingan berakhir! Jadi ditentukan Pasangan Kiba dan Kyuubilah yang akan membersihkan ini semua tanpa bantuan maid dan butler" sahut Sai.
"Aaaarrrrgggghhh! Bocah! Kenapa kau mematahkannya brengsek!" teriak Kyuubi marah sambil menendang badan Kiba hingga terjatuh dan menginjak-nginjak badan Kiba, sang empu badan hanya bisa berteriak kesakitan.
"IIIItttttaaaaaiiiiiii! Rubah buluk! Sakit Brengsek!" raung Kiba kesakitan.
Sementara itu…
Cuuuppp! Naruto melototkan matanya ketika Sasuke memakan poki hingga wajah mereka berdekatan dan berakhirlah mereka berciuman.
"Uuughm Sa-eggmh-su" Naruto yang sudah tersadar dari lamunannya berusaha mengeluarkan lidah Sasuke dari dalam mulutnya. Tapi tak ada yang menyadari itu karena pandangan mereka fokus kearah Kyuubi dan Kiba. sampai saat seorang gadis melihat kearah mereka...
"Sasuke!" teriak seorang gadis itu histeris dan seketika semua orang melihat kearah SasuNaru. Naruto yang kaget dengan reflek mendorong jauh badan Sasuke, menutup mulutnya dan pergi dari taman itu.
TBC
