udah lama kayaknya aku gk update. maaf ya menunggu lama. *eh ada yang masih nunggui ni cerita?
kalau begitu silahkan baca, udah up sekarang. dan di chap ini ada rate m. jadi kalau masih polos, ya jangan dibaca. aku aja masih polos eui #masasih? kalau gak hot jangan protes, itu adalah adegan naena pertama kali yang aku tulis. jadi bisa dikatakan masuk kedalam daftar sejarah kepenulisan aku. dan ini semua karena permintaan kaka2 ku yang cantik... jiahhhh.
_ooo000ooo_
- Between Me, You And Rahee -
.
.
.
.
(Do) Kim Kyungsoo
Kim Jongin (Kyungsoo's Hubby)
Kim Rahee (Kyungsoo's sweet daughter)
.
.
.
Kim Heechul (Jongin's mom)
Byun Baekhyun
Park Chanyeol
.
.
.
.
Happy Reading!
awas typo!
.
.
"Hai Kyungsoo!". Sapa Jimin begitu melihat Kyungsoo yang sedang menunggu di gerbang kampus mereka. Kyungsoo pun menoleh sebentar kearahnya, sebelum kemudian memandang lurus kedepan. "Hai!". Balasnya dengan datar.
"Kau sedang menunggu jemputan Suami mu itu ya?". Jimin menekankan kata Suami itu. kyungsoo menoleh kearah Jimin."Iya, aku sedang menunggu jemputan dari suami ku". Kyungsoo ikut-ikutan menekankan kata suami.
"Sepertinya suamimu itu orang yang sibuk, biarkan aku yang mengantarmu pulang, ya jika kau tidak keberatan aku bisa mengajakmu jalan-jalan sebentar". Tawar Jimin dengan santainya. Sangking santainya membuat Kyungsoo ingin meninju wajah namja itu.
"Tidak perlu. Apa kau tak malu ya berjalan-jalan dengan istri dari orang lain? Ajak saja gadis – gadis yang masih lajang disini". Ucap Kyungsoo dengan kesal.
"Ayolah Kyungsoo~ ini bukan waktunya becanda". Ucapnya dibarengi dengan tawa kecil dan bangga pada akting Kyungsoo.
Kyungsoo menghela napasnya berat. "Ini, kau lihatkan?". Kyungsoo memperlihatkan jemari manisnya yang sudah memakai cincin pernikahannya dengan Jongin. "Ini adalah cincin pernikahanku". Lanjut Kyungsoo.
"Well, semua orang bisa membeli cincin, aku pun juga bisa jika kau mau memakainya".
Kyungsoo mencebik kesal, dia mulai merogoh tas yang dipakainya. "Susah berbicara pada orang yang tidak mengerti bahasa". Kyungsoo mengeluarkan buku pernikahannya, sebenarnya itu terpaksa Kyungsoo lakukan. Tapi yah namja itu terus saja mengganggunya. Kyungsoo membuka halaman buku kecil itu -yang menunjukan foto Jongin dan dirinya berdampingan- lalu memperlihatkan tepat didepan wajahnya Jimin. "Kau lihat ini! Apakah aku sedang becanda!".
Jimin melonggo melihatnya, untuk sesaat dia terdiam. 'Jadi Kyungsoo benar-benar telah menikah? Jadi benar ajhussi yang kemarin adalah suami Kyungsoo?'. Batinnya.
Kyungsoo segera memasukkan kembali buku itu dalam tasnya, kemudian menatap Jimin dengan tatapan mencemooh.
Jimin mengeluarkan ekspresi kecewanya itu. "Kyungsoo~ kenapa kau menikah dengan begitu cepat? Kau itu masih muda!".
"Dengar ya~ aku ini orang yang berkomitmen, jadi menikah saat masih muda itu tidak masalah bagiku. Dan juga aku bisa menghindari Namja sepertimu yang banyak diluar sana. Jangan ganggu aku lagi, sebelum aku mengadu pada suamiku, kau tahu tidak? Suamiku itu CEO dari KIM CORP! Dia bisa melakukan apapun itu, termasuk melakukan sesuatu padamu karena sudah menganggu istri sekaligus ibu dari anak-anaknya". ucap Kyungsoo dengan penuh kemenangan, dia senang melihat ekspresi cengo milik Jimin itu.
Tak lama kemudian ponselnya berbunyi, Kyungsoo memandangi layar ponselnya itu. "Eh, suamiku tercinta menghubungiku~". Ucap Kyungsoo sambil menatap Jimin.
"Halo suamiku~". Sapa Kyungsoo dengan nada cerianya.
"Jadi sekarang kau tega menduakanku?". Bukan sapaan melainkan pertanyaan yang diajukan oleh Jongin.
"Menduakanmu?". Kyungsoo segera mengalihkan pandangannya pada Jongin –juga menatapnya- yang berdiri tak jauh dari sana, tepat disamping mobilnya itu. ya sedari tadi dia melihat Kyungsoo sedang berdebat dengan namja asing itu, dari dalam mobilnya. Kyungsoo benar-benar terlihat menggemaskan saat mencoba menjelaskannya pada namja itu.
"Eh, yang benar saja?! Aku tidak akan menduakan suamiku". Kyungsoo masih berbicara melalui ponselnya, sedangkan matanya menatap Jongin. Jimin? Namja itu masih terlalu shock dengan kenyataan itu, dia ikut memandangin Jongin dan Kyungsoo secara bergantian.
"Lantas kenapa kau dekat dengannya? Bukankah kau bilang bahwa kau tidak suka dengannya? Apa sekarang kau menyukainya". Jongin pura-pura kesal.
"Tentu saja tidak!". Kyungsoo memutuskan sambungan panggilan itu, ia segera menghampiri Jongin yang sudah memasukkan ponsel kedalam kantong celana kantorannya itu. "Mana mungkin aku menduakanmu Oppa?". Kyungsoo tersenyum kikuk pada Jongin.
"Uhh Panas! Panas!". Jimin segera menuju parkiran, tak sanggup melihat mantan calon gebetannya itu, yang ternyata istri orang lain, orang yang berpengaruh di negara ini. Bisa-bisa nanti dia akan ditendang keluar korea.
"Apa dia akan mengganggumu lagi?". Tanya Jongin.
"kurasa tidak Oppa, aku sudah memperlihatkan buku pernikahan kita, sesuai saran Oppa semalam".
"Ya sudah, ayo masuk! Ada beberapa yang harus aku urus". Mereka berduapun masuk kedalam mobil Hummer itu.
- Between Me, You And Rahee -
Kyungsoo mengernyitkan alisnya dengan bingung, pasalnya Jongin membawanya kesebuah rumah mewah dan di sana ada seorang Namja yang sudah menunggu mereka.
"Selamat sore Tuan Kim Jongin". Namja itu pun menjabat tangan dengan Jongin. "Apa ini Nyonya Kim Kyungsoo?". Namja itu menatap Kyungsoo yang berdiri jauh dibelakang Jongin.
"Ya dia Kyungsoo. Kyungsoo kemari lah!".
Kyungsoo segera menghampiri suaminya dan Namja asing itu.
"Selamat Sore Nyonya Kim Kyungsoo, perkenalkan nama saya Kim Jong Dae".
"Do- Kim Kyungsoo". Balas Kyungsoo.
"Jadi sekarang kita langsung saja melihat bagian dari dalam rumah". Jongdae mulai membuka pintu rumah itu, dan dia mulai memimpin jalan. Kyungsoo bingung dengan hal tersebut, apa Jongin sedang dalam waktu bekerjanya ?
Jongdae menjelaskan seluruh dari sisi bagian rumah itu, dari mulai kualitas produk yang digunakan untuk membangun rumah ini, sampai-sampai merekomendasi cat rumah yang cocok beserta interior-interior mewah disana. "Jadi bagaimana Tuan Kim?". Tanya Jongdae saat selesai menjelaskan semuanya. "Menarik. Bagaimana denganmu Kyungsoo?". Tanya Jongin. Kyungsoo -yang tadi melihat rumah itu dengan segala keterpanaannya- menatap Jongin dengan pandangan bingung. "Apa?".
"Rumah ini bagaimana menurutmu?".
"Besar sekali, aku tadi hampir tersesat". Jawab Kyungsoo dengan polosnya. Kedua Namja matang itu tidak bisa menyembunyikan senyumannya.
"Jadi Nyonya Kim?". Tanya Jongdae.
"T-tentu, rumah indah dan bagus sekali. Aku suka, orang yang menepati rumah ini pasti akan sangat senang". Jelas Kyungsoo dengan gugup. Jongin tersenyum sekilas, kemudian menatap Jongdae. "Baiklah, kau sudah berhasil membuatnya tertarik. Aku juga akan setuju". Ujar Jongin.
Jongdae tersenyum. "Saya akan segera mengurus surat-surat kepemilikan tanah dan rumah ini, terima kasih Tuan Kim". Kedua Namja dewasa itu berjabat tangan lagi.
- Between Me, You And Rahee -
"Oppa, itu rumah siapa?". Tanya Kyungsoo menatap Jongin yang sedang menyetir. Kyungsoo benar-benar penasaran. Kyungsoo mulai berpikir yang tidak-tidak, apa itu rumah untuk wanita simpanan suaminya?
"Itu rumah kita". Jawab Jongin dengan santai.
Kyungsoo seketika melonggo hebat. "B-benarkah Oppa?"
Jongin mengangguk pelan. "Rumah itu untukmu, sebagai hadiah pernikahan kita, lusa besok kita akan pindah kesana". Tutur Jongin.
Kyungsoo menggerutu pelan, dia sempat berpikir macam-macam tadi. "Kenapa Kau terlihat tidak senang?". Tanya Jongin.
"Tidak Oppa, tentu saja aku senang, perempuan mana yang tidak senang jika suaminya menghadiahkan rumah untuknya. Tapi bagaimana dengan Eommonim? Apa Oppa tega meninggalkan wanita yang sudah tua tinggal sendirian?".
"Aku sudah mengatakannya pada Eomma, dia malahan sangat senang. Lagi pula dia masih ditemani oleh Han Ajhumma disana".
"Rahee?".
"Kita akan menitipnya pada Eomma jika kau sedang kuliah".
Kalau begitu sih, Kyungsoo setuju-setuju saja.
- Between Me, You And Rahee -
Kyungsoo memenggang perutnya yang terasa sakit, dia sangat lapar, ini sudah hampir siang tapi dia belum memasak apa-apa, mengingat mereka baru pindahan kerumah baru itu. apa Jongin lupa jika kulkas mereka itu kosong? Persediaan makan juga sudah habis karena tadi malam Jongin memasak untuknya, dan tadi pagi Jongin segera pergi kekantor tanpa membangunkan Kyungsoo.
'Benar-benar suami yang kejam'.
"Rahee~ya, Eomma sangat lapar, ini semua karena Appa yang tidak peduli pada Eomma. Uang tunai Eomma juga sedikit lagi, Eomma sudah menyimpan semuanya di bank, Rahee mau tidak berbagi biskuit milik Rahee pada Eomma?".
Rahee mengoceh riang dalam baby walker seat itu. "Mamamamama?".
Kyungsoo mengambil biskuit milik Rahee, lalu memakannya. Sama sekali tidak enak, namun Kyungsoo memaksakan biskuit itu kedalam perutnya.
Hah sepertinya dia harus menelpon suami yang tidak bertanggung jawab itu.
- Between Me, You And Rahee -
Jongin baru saja masuk kedalam ruangan kantornya itu diikuti Sehun dari belakang. "Jadi setelah ini tidak ada Jadwal lagi?".
"Iya Tuan Jongin". Jawab Sehun.
"Kalau begitu aku akan segera pulang sekarang"
Sehun segera keluar dari ruangan itu.
Beberapa detik kemudian, Jongin menatap ponselnya yang berdering, dilayarnya tertera 'Kyungsoo'. Jongin segera mengangkatnya.
"Iya ada apa?".
"Oppa~ aku sangat lapar sekarang!". Teriak Kyungsoo, Jongin sempat menjauhkan ponsel dari telinganya.
"Kenapa kau tidak memasak saja? O oh aku lupa bahwa kau tidak bisa memasak".
"Oppa jangan meremehkanku ya?! Bagaimana aku bisa memasak jika kulkasnya kosong, ini karena Oppa menghabiskan persediaan bahan makanan semalam!". Omel Kyungsoo.
Jongin menepuk dahinya. "Tunggu saja, aku akan pulang sekarang juga, arra?".
"Tidak usah, aku sudah lapar, tadi aku sudah memakan biskuit milik Rahee!". Setelahnya sambungan diputuskan oleh Kyungsoo. Jongin tersenyum. Dia jadi merasa bersalah pada Kyungsoo. Sebelum pulang kerumah Jongin memutuskan untuk membeli persediaan bahan makanan.
- Between Me, You And Rahee -
Kyungsoo menatap Jongin dengan tatapan kesal, sedangkan Tangannya aktif menepuk-nepuk punggung Rahee yang sudah tertidur. "Oppa membeli semuanya tanpa megajakku?". Tanya Kyungsoo, saat melihat Jongin menenteng kantong yang berisi persediaan bahan makanan.
"Untuk apa aku mengajakmu? Bisa-bisa kau membeli seluruh isi market disana". jongin segera menuju kedapur diikuti Kyungsoo. "Aku akan mencari pekerja dirumah ini besok, aku terlalu sibuk untuk memasak untukmu". Ujar Jongin. Kyungsoo mencebik kesal. "Tenanglah Oppa, aku akan belajar memasak. Dan oppa tidak perlu membayar para pekerja, karena aku tidak keberatan untuk membersihkan rumah ini, mencuci baju, dan juga tentunya memasak-jika aku sudah bisa-".
"Tapi untuk saat ini aku kan yang akan menjadi kokimu?".
"Tentu Oppa, aku akan menidurkan Rahee dikamar dulu, Oppa masak yang enak ya". Goda Kyungsoo, kemudian pergi meninggalkan Jongi yang sudah bersiap-siap untuk memasak.
'uhh beginilah jadinya jika kau menikahi perempuan yang lebih muda darimu'.
- Between Me, You And Rahee -
From : Uri Kyungie~
'Begitulah Baek, aku kan tidak bisa memasak, jadi suamiku lah yang memasak'
Baekhyun mengela napasnya begitu melihat isi pesan tersebut.
To : Uri Kyungie~
'Kau harus belajar memasak sekarang Kyungie, kau tak mungkinkan menyuruh suamimu itu selalu memasak untukmu, dia itu pengusaha sukses bukan bapak rumah tangga'.
From : Uri Kyungie~
'Nde, aku akan belajar masak dan meminta saran pada mertuaku, dia juga bisa memasak sama seperti Eomma. Aku juga akan belajar dengan bantuan youtube, kkkk'.
Baekhyun tersenyum membaca balasan pesan dari Kyungsoo. Chanyeol yang baru saja memasuki cafe kecil mereka menatapnya dengan curiga.
"Sepertinya sangat menyenangkan berbalas pesan dengan kekasih". Sindir Chanyeol yang melewati meja kasir, Baekhyun menatap Chanyeol yang memasuki dapur cafe itu. kemudian dia menyusul Chanyeol.
"Ini tidak seperti yang Oppa pikirkan".
Chanyeol belum menatapnya, dia terlihat sibuk berbicara dengan para pekerja disana.
"Oppa~". Baekhyun menarik lengan Chanyeol agar mau menatapnya.
"Baek~ya, kau segeralah urus pekerjaanmu". Jawab Chanyeol dingin.
"Ini hanya Kyungie Oppa~ lihat ini!". Baekhyun mencoba memperlihatkan layar ponselnya pada Chanyeol yang terdiam sesaat.
"Oppa percayakan sekarang~ aku tidak punya kekasih Oppa".
"Hmm, segera kembali lah ke meja kasirmu itu". chanyeol mengusap rambut milik Baekhyun sebentar.
Baekhyun menghela napasnya, sebelum ia kembali ke meja kasirnya, ia menggenggam tangan Chanyeol. "Oppa, aku benar-benar serius untuk menjalin hubungan dengan Oppa. jadi Oppa tak perlu khawatir, aku tidak akan membalas chat dari laki-laki lainnya. karena hanya Oppa yang ada disini". baekhyun menunjukkan kedadanya.
chanyeol menghela napasnya. "maafkan Oppa Baek, seharusnya Oppa tidak seperti itu tadi".
"Anni, tidak apa-apa Oppa".
- Between Me, You And Rahee -
Keesokan harinya...
"Eommonim?". Kyungsoo terkejut saat melihat Mertuanya itu datang kerumah mereka.
"Kyungie!". Nyonya Kim –Heechul- segera memeluk menantunya itu. "Dimana Rahee?". Tanyanya dengan antusias.
"Rahee ada disana". tunjuk Kyungsoo. Heechul segera menghampiri cucunya itu- yang sedang duduk didalam baby walker seat-, cucunya benar-benar terlihat sangat menggemaskan, ditambah lagi sekarang Kyungsoo memakaikan Rahee kostum winnie the pooh.
"Eommonim datang kesini karena kemarin kau mengeluh tidak bisa memasak pada Jongin, jadi Eommonim akan ajarkan padamu memasak. Karena memasak adalah kunci utamanya menjadi seorang ibu rumah tangga".
Kyungsoo tersenyum malu.
"Eommonim bisa memakluminya, karena Kyungie juga masih muda kan?".
Kyungsoo tersenyum sambil mengangguk.
"Tapi Eommonim sudah bisa memasak saat usia 14 tahun". Heechul mengatakannya dengan bangga.
Kenyataan itu seperti menampar Kyungsoo.
- Between Me, You And Rahee -
"Tada!". Kyungsoo duduk dengan manisnya -bersama Rahee yang ada dipangkuannya itu- di kursi makan, menunggu kepulangan Jongin sejak tadi.
"Wow, siapa yang memasak ini semua?". Tanya Jongin dengan tertegun, dia langsung duduk di kursi meja makan itu.
"Aku yang memasaknya Oppa, Eommonim tadi datang kesini dan dia mengajarkan aku memasak semua ini".
"Kau berbohongkan? Pasti yang memasak semua ini Eommonim, kau hanya melihatnya sajakan?".
"Oppa tidak percaya padaku? Tanya saja pada Rahee, Justru Eommonim tak menyentuh makanan ini, dia hanya melihatku saja saat aku memasak".
"Ya, ya aku juga tetap akan memakannya, itu adalah makanan kesukaanku". Ujar Jongin sambil menunjukk kearah Bulgogi itu. kyungsoo mengambilnya dengan tangan kanannya, kemudian dia menaruh bulgogi itu didepan Jongin. "Ah itu Juga!".
Kyungsoo menaruh Chapchae didepan Jongin. "Makan yang banyak Oppa~". Ucap Kyungsoo dengan antusias.
- Between Me, You And Rahee -
Kyungsoo baru saja akan keluar dari kamar mandi, setelah dia memakai bathrobe miliknya. Saat akan membuka pintu kamar mandi, tangannya lebih dulu dipegang oleh seseorang. Kyungsoo memekik pelan.
"Auhhhh!". Ringis orang itu, yang ternyata adalah Jongin.
"Kau kenapa Oppa?". Tanya Kyungsoo, well dia bersembunyi di balik pintu kamar mandi itu dengan perasaan yang berdebar.
"Apa kau menaruh racun di dalam makanan tadi?". Jongin memegang perutnya dengan tangan kirinya, sedangkan tangan lain mencengkram kuat lengan Kyungsoo.
"Sumpah! Aku tidak menaruh racun di dalamnya Oppa~".
"Aaarhhh!".
.
.
Kyungsoo menatap iba pada Jongin yang duduk di kursi pantri dapur. Tangannya sedari tadi mengusap perutnya yang terasa sakit. Kyungsoo mengambil air putih lalu meletakkannya didepan Jongin. "Apa perlu kita kerumah sakit sekarang?".
Jongin menggeleng kepalanya, matanya masih saja tertutup lemah. "Aku tidak sanggup untuk mengemudi".
"Kalau begitu apa perlu menghubungi Eommonim, biar nanti Jung Ajhussi~ yang mengantar kerumah sakit?".
Jongin menggelengkan kepalanya lagi dan mulai membukakan matanya pelan. "Ini sudah malam, aku tidak ingin merepotkan semua orang. Ambilkan aku obat!".
"Dimana?".
"Dikamar kita, dilemari paling atas!".
Kyungsoo segera berlari menuju kelantai atas. Kemudian dia muncul lagi dengan membawa beberapa tablet obat yang Kyungsoo tidak tahu itu. "Ini Oppa!".
Jongin masih belum bereaksi, matanya tertutup sedangkan kepala bertopang lemah pada tangannya. Mulutnya tiba-tiba terbuka. Kyungsoo sedikit bingung mengartikannya, karena sudah tahu yang diinginkan Jongin, dia segera membuka kemasan tablet itu. "Ini Oppa~ buka mulut yang lebar!". Perintah Kyungsoo, Jongin menurutinya. "Shuuuushuuhsuuu... pesawat akan datang!". Kyungsoo langsung memasukkan 2 tablet itu kedalam mulut Jongin, kemudian memberi Jongin air putih.
"Hueee Hueekkk~". Suara tangis Rahee terdengar dari lantai atas, tapi dia tidak tega meninggalkan Jongin.
"Pergilah keatas, Rahee menangis. Tolong sekalian ambilkan aku bantal dan selimut, aku akan tidur di sofa ruang tamu malam ini".
Kyungsoo menganggukkan kepalanya, dia pun segera menghampiri Rahee yang sedang menangis itu.
- Between Me, You And Rahee -
Jongin membuka matanya pelan dan mendudukan tubuhnya, dia melihat Kyungsoo tertidur di sofa yang ada di sebelahnya. Mata Jongin beralih pada Jam dinding yang ada disana, waktu sudah hampir pagi, tapi perutnya masih saja sakit. "Kyungsoo-ya! Kyungsoo-ya~". Panggil Jongin dengan suara yang dipaksakan keras itu. kyungsoo mulai menggeliat, dan segera bangun.
"Kenapa kau tidur disini? Kau meninggalkan Rahee sendirian diatas? Jika dia menangis bagaimana?".
"Oppa tenang saja, walaupun tertidur tapi telingaku selalu bisa mendengar ketika Rahee menangis. Apa Oppa sudah mendingan?".
Jongin meringis pelan sambil mengusap-usap perutnya itu. "Aku tidak akan memakan lagi masakanmu yang beracun itu".
Kyungsoo sebenarnya ingin protes, tapi ia tidak tega melihat keadaan Jongin yang seperti ini. "Oppa ingin kembali kekamar?". Tanya Kyungsoo begitu melihat Jongin mencoba berdiri.
Jongin mengangguk pelan. "Tolong bawakan ini". Tunjuk Jongin pada bantal dan selimutnya itu. Kyungsoo mengangguk.
- Between Me, You And Rahee -
"Dimana Jongin?". Tanya Heechul –sedang menggendong Rahee-. "Oppa sedang ada di atas, Eommonim". Jawab Kyungsoo.
"Kenapa bisa sampai seperti ini, Eommonim pikir makanan itu seperti yang Eommonim masak, apa yang kau tambahkan Kyungsoo-ya?".
"Tidak! Kyungie tidak menambahkan apa-apa". Sangkal Kyungsoo
Sedetik kemudian, Jongin muncul disana sambil terus memegang perutnya itu, wajahnya juga terlihat pucat. "Eomma?". Jongin terkejut saat Eommanya itu berada disana.
"Eomma datang kesini saat Kyungsoo memberitahu bahwa kau sedang sakit Jonginnie, apa perlu Eomma panggilkan dokter Ahn?".
Jongin mengangguk pelan, kemudian tatapannya beralih pada Kyungsoo solah-olah mengatakan. 'kenapa tidak memberitahuku jika Eomma datang'.
Heechul memandang Jongin dan Kyungsoo secara bergantian. "Kenapa? Apa Eomma tidak boleh datang kesini? Kalau begitu Eomma pulang saja". Heechul beranjak pergi.
"Ehh tidak Eommonim, aku akan kedapur dulu, tolong jaga Rahee sebentar". Kyungsoo langsung melarikan dirinya.
.
.
"Apa Jongin Oppa akan baik-baik saja Eommonim?". Tanya Kyungsoo begitu dokter Ahn pulang. Heechul hanya mengangguk. "Sekarang apa Jongin Oppa sedang istirahat?".
"Iya, Appa nya Rahee sedang tidur!". Jawab Heechul sambil memainkan jari-jari mungil Rahee yang sedang digendongnya.
Kyungsoo mengangguk pelan.
"Kyungsoo~ya! Jika para namja itu sedang sakit, maka mereka akan menunjukan sikap manja mereka pada istri atau kekasih mereka, jadi waktunya kau untuk lebih dekat dengan Jonginnie sekarang".
Kyungsoo meneguk ludahnya kasar, tiba-tiba ia teringat kejadian semalam, dimana Jongin terlihat sangat manja, dimulai saat Kyungsoo menyuapi Obat pada Jongin, hingga meminta Kyungsoo memijat perut Jongin itu dengan minyak tradisional yang baru Kyungsoo temukan dirumah itu. bahkan Jongin terus-terusan mengeluarkan angin dari mulutnya dengan begitu keras. Hilang sudah kewibawaan seorang Kim Jongin. Sedangkan Kyungsoo, bisa di akui dia sedikit jijik dan mual dengan pandangan didepannya itu, tangannya yang lain berusaha menutup mulutnya yang ingin mengeluarkan sesuatu.
Mengingat kejadian itu membuat Kyungsoo mual lagi di depan mertuanya ini, dia segera kekamar mandi yang ada dilantai bawah itu, saat ia keluar dari kamar mandi, Kyungsoo mendapati Heechul yang tersenyum-senyum bahagia, sambil menggendong Rahee.
"Sudah ada isinya ya?". Tangan Heechul mengusap perut Kyungsoo.
"Isi?". Kyungsoo bingung.
"Yeay, sudah ada isinya!". Ucap Heechul dengan antusias. Seolah mengatakan itu pada Rahee.
"Bagaimana dengan Jongin?".
"Jongin Oppa? Dia ya seperti yang Eommonim lihat tadi". Jawab Kyungsoo polos.
"Aishh, bukan itu. maksudnya apa Jongin melakukannya dengan baik?". Tanya Heechul dengan ambigu sambil menatap perut Kyungsoo.
"Melakukan? Eh-". Kyungsoo meraba perutnya. "Tidak Eommonim! Jangan salah paham, tadi Kyung terpikir yang sesuatu yang menjijikkan, Kyung masih anak gadis orang Eomma, belum tersentuh~". Jelas Kyungsoo. Heechul menghela napasnya berat. Dia sangat bahagia, tapi mendengar itu semua membuatnya sedih.
"Sebenarnya Eommonim tidak ingin memaksamu untuk hamil Kyungie, tapi setidaknya kau harus sudah melayani suamimu itu, arra?".
"Nde Eommonim!".
"Ambil Rahee, Eommonim akan memasak untuk makan siang, apa kau punya jadwal kuliah hari ini?".
Kyungsoo mengambil alih Rahee. "Tidak, mungkin besok ada kelas pagi".
Heechul mengangguk.
.
.
Kyungsoo membuka pintu kamarnya dan mendapati Jongin sedang duduk ditepi ranjang sambil memeluk perutnya itu. kyungsoo ikut dudu disamping Jongin. "Oppa ayo turun kebawah, kita akan makan siang sekarang". Ajak Kyungsoo.
Jongin menatap Kyungsoo dengan kesal. "Kau ingin meracuniku lagi?". Tanyanya dengan dingin. Kyungsoo menghela napasnya pelan. "Bukan aku yang memasak tapi Eommonim, ayo Oppa! Eommonim memasak banyak hari ini, ada Kimchi ada Kimbap, ada bibimbap dan kesukaan Oppa Bulgogi".
Jongin masih belum mau beranjak dari duduknya, tapi Kyungsoo memaksanya dan menuntun Jongin untuk turun kebawah.
- Between Me, You And Rahee -
Next day
Selesai menyetrika pakaian, Kyungsoo memasuki walk in closet yang tersambung dengan kamarnya dan Jongin itu. kyungsoo membuka lemari pakaian Jongin, lalu menggantungkan lagi kemeja-kemeja yang baru is setrika tadi, tiba-tiba matanya menangkap sesuatu yang familiar disana. sebuah paper bag. Dengan ragu-ragu Kyungsoo mengambil dan melihat isi dalamnya itu. "Lingerie? Jadi dia masih menyimpannya ya?". Kyungsoo bermonolog sendiri.
'Sebenarnya Eommonim tidak ingin memaksamu untuk hamil Kyungie, tapi setidaknya kau harus sudah melayani suamimu itu, arra?'.
Kyungsoo terus saja di hantui oleh perkataan mertuanya itu. tapi ada benarnya sih, Jongin sudah menafkahinya dan menjadikannya sebagai seorang istri, tapi apa balasan Kyungsoo? Seharusnya dia tahu apa yang bisa ia lakukan. Melayani suaminya. Pandangan Kyungsoo mengintip Jongin yang sedang duduk di ranjang sambil membaca sebuah buku, tak lupa kaca mata yang bertengger pada tempatnya, membuat Jongin beribu-beribu kali tampannya. Ah suaminya itu benar-benar bisa membuatnya merona seperti ini.
Kyungsoo menghela napasnya pelan, suasana malam ini begitu terasa intim. Dari makan malam tadi hingga detik ini. Ditambah lagi putri kecilnya itu diculik oleh halmonienya malam ini. Jadi bisa dikatakan disini hanya ada dia dan Jongin. Ia ragu untuk melakukannya, walaupun Kyungsoo tahu bahwa Jongin mencintainya tapi tetap saja Jongin tak pernah mengatakannya secara langsung. Jadi apa ya harus Kyungsoo lakukan sekarang?
- Between Me, You And Rahee -
Kyungsoo melihat Jongin sudah tak ada lagi di tempat semula tadi, dengan langkah pelan-pelan Kyungsoo menuju kepintu teras balkon yang terbuka. Apa Jongin sedang ada disana? jadi Kyungsoo juga harus kesana juga? Bagaimana nanti jika dia kemasukan angin, karena Kyungsoo sudah memakai lingerie sekarang. Ya, Kyungsoo berdebat dengan pikirannya tadi dan akhirnya ia memberanikan dirinya memakai lingerie merah menyala yang seksi itu.
kyungsoo melihat Jongin yang sedang berdiri di tepi balkon, kedua tangannya ia susupkan kedalam celana training yang dipakainya. Saat tahu Jongin akan berbalik, Kyungsoo segera memeluk Jongin dari belakang. Waww, wajahnya benar-benar memerah sekarang.
"Kyungsoo?". Jongin bingung dengan tingkah Kyungsoo yang tidak seperti biasanya. Kyungsoo semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh kekar milik Jongin, ia juga bisa menghirup aroma jantan pada suaminya itu.
"Oppa? Apa oppa mencintaiku?". Tanya Kyungsoo dengan gugup. Jongin tersenyum. "Kenapa bertanya seperti itu?".
"Jawab saja Oppa!"..
"Tentu Kyung~, jika tidak mana mungkin aku akan membiarkanmu masuk dalam kehidupanku dan menjadikanmu sebagai Eomma Rahee". Jawab Jongin dengan tulus.
"Bahkan Oppa akan mencintaiku sama seperti Oppa mencintai Soo Ji Eonnie?".
Jongin terdiam sejenak. "Kalian berdua adalah wanita-wanitaku yang istimewa, saat Soo Ji telah pergi, seharusnya aku tahu jika Tuhan mengirimkanmu untukku, dijadikan sebagai pasangan hidupku, maafkan aku jika selama ini aku tidak pernah menyadarinya, aku mencintaimu, Kyungsoo~ya". Jongin menariktangan Kyungsoo yang memeluknya dan mengecup jari-jari Kyungsoo. Mengirim getaran padanya.
Saat Jongin membalikkan badannya pada nya, Kyungsoo langsung menunduk. Dia menunggu reaksi Jongin.
"K-kyung? K-kenapa kau memakai ini?". Tanya Jongin yang masih shock dengan pemandangan yang ada didepannya itu.
"Oppa tak suka ya?". Tuduh Kyungsoo.
Hening seketika menyelimuti mereka.
Kyungsoo kesal pada Jongin. Apa laki-laki itu sudah tak normal lagi? Seharusnya Jongin langsung menerkamnya kan? Jadi benar apa yang dipikirkannya selama ini?
"Ya sudah kalau begitu aku akan tidur saja". Kyungsoo segera masuk kedalam dan langsung menghempaskan tubuhnya keranjang. Tak lupa dia menyelimuti seluruh tubuhnya. Dia benar-benar ingin menenggelamkan dirinya di dasar laut. Kyungsoo benar-benar malu pada Jongin.
- Between Me, You And Rahee -
Kyungsoo merasakan ranjangnya bergerak, pertanda jika Jongin juga naik disisinya itu. tak lama kemudian, Jongin segera menarik selimut yang menutupi Kyungsoo hingga ke pinggang Kyungsoo, yang membuatnya terpekik keras.
"Jadi sekarang kau sudah siap huh?". Tanya Jongin dengan sensual, tak lupa dia membelai pipi hingga tekuk gadis itu. sedangkan Kyungsoo gemetar bukan main. Ini kah rasanya akan first night. Kyungsoo semakin merona saat dilihat atasan tubuh Jongin sudah naked.
"Katakan Kyung~". Bisik Jongin tepat pada telinga Kyungsoo.
Melihat Kyungsoo menggeliat dengan gelisah dibawahnya, membuat Jongin makin hard. Sudah lama sekali rasanya tidak melihat pemandangan seperti ini.
"Oppa~aah". Kyungsoo mendesah pelan saat Jongin meniup telinganya sensual.
"Ahh~!". Kyungsoo membuka matanya saat merasakan robekan dibagian dadanya. Lalu tatapannya beralih pada Jongin yang kini menatapnya dengan bergairah. Belum pernah Kyungsoo melihat Jongin seperti ini. Rasanya begitu menyeramkan seperti monster saja. Jongin mulai membeli tulang selangka Kyungsoo hingga pada belahan dada yang lumayan besar itu. kyungsoo menggigit bibir bawahnya itu, sedangkan matanya tertutup rapat. "Jangan sayang~ buka matamu, aku ingin kau melihatnya dan jangan gigit bibirmu, itu akan membuatmu terluka, sayang~". Suara Jongin mulai berat, pertanda ia sudah sangat bergairah. Tadi saat melihat Kyungsoo memakai lingerie, Jongin sudah tak bisa menahan dirinya lagi.
"Ahhh~". Jongin langsung melumat bibir berbentuk hati itu, sedangkan tangannya mengeryangi bagian dada hingga berada di atas perut Kyungsoo. Jongin dapat merasakan betapa halus dan lembutnya kulit seputih susu milik Kyungsoo itu.
"Oppa!". Kyungsoo memekik pelan saat merasa jari-jari nakal Jongin menyentuh titik pusat sensitif miliknya. Kyungsoo tidak pernah merasakan hal ini sebelumnya.
"Kau cantik sayang". Ucap Jongin serak ketika ia berhasil membuat gadis dibawahnya itu telanjang bulat. Jongin mengecup kening Kyungsoo yang sudah berpeluh, lalu kecupan itu turun pada kelopak mata Kyungsoo, hidung dan melumat kembali bibir yang merekah itu. lidah Jongin dengan berani menyusup kedalam sana, mengajak lidah Kyungsoo yang pasih bermain. Tangannya mulai membelai lembut titik pusat sensitif gadis itu. "Ahh-jang-an-ahhh- Oppaa-aa". Rancau Kyungsoo.
Bibir tebal Jongin beralih keleher Kyungsoo, membuat beberapa kiss mark disana. menggigit bagian sensitif disana. kyungsoo hanya mendesah, menyerah pada perlakuan Jongin. Lalu bibir jongin mengecup belahan dada Kyungsoo yang polos itu. jongin sengaja mengecup sekitar dada itu, tidak pada bagian putting itu. membuat Kyungsoo semakin tersiksa semakin menjadi-jadi. "Oppa~". Rengek Kyungsoo. Jongin menyeringai mendengarnya. Dengan cepat dia menangkup dada itu dan menghisap kuat-kuat, sedangkan tangannya meremas aktif bagian dada lainnya lagi. Kyungsoo merasakan sesuatu yang ingin keluar dari sana. Jongin yang tahu, semakin menyeringai.
"Kurasa kau sudah siap, sayangku?". Jongin menurunkan wajahnya tubuh inti Kyungsoo yang langsung memekik saat lidah Jongin membelainya dengan sangat intim, bukan hanya lidah Jongin saja, jari-jari panjang Jongin juga berpartisipasi disana. Sungguh Kyungsoo merasa terbang tinggi keangkasa. Tangannya mengcengkram erat sprey ranjang. Terlebih lagi saat Jongin sudah telanjang bulat disana, Kyungsoo begitu malu saat melihat kebanggaanya Jongin yang berdiri tegak, keras dan panjang begitulah deskripsi yang ada di kepalanya. Jongin segera memposisikan kebanggaanya pada tubuh Kyungsoo yang sudah siap menerimanya. Jongin tahu jika ia harus melakukannya pelan-pelan mengingat Kyungsoo masih virgin.
"Oppa-ahhhh~". Kyungsoo berteriak kuat saat benda itu mulai memasuki dirinya. Air matanya mulai meluncur begitu saja. Jongin mencium bibir Kyungsoo untuk mengalihkan rasa sakitnya itu. milikinya begitu nikmat karena dicengkram kuat oleh Kyungsoo. Saat kyungsoo mulai terbiasa dengan miliknya, Jongin mulai bergerak pelan maju mundur.
"Ahhh Oppa-aahhhh". Jongin mulai menghentakkan dengan kuat. Kyungsoo mulai merasakan kenikmatan yang tiada tara, yang sama sekali tidak dia rasakan sebelumnya.
"Oppaaaaa, aku aahh keluarrrr ahhhh". Kyungsoo mengeluarkan orgasmenya untuk kedua kalinya. Tak lama kemudian Jongin menyusulnya. menembaknya jauh dalam tubuh Kyungsoo.
Jongin tersenyum ketika melihat Kyungsoo yang sudah memejam kan matanya. Kyungsoo pasti kelelahan. Jongin membaringkan tubuh polos disamping Kyungsoo, lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh keduanya. Tak lupa ia mengecup seluruh bagian wajah Kyungsoo dan membawa Kyungsoo ke. "Terima kasih Soo Baby... Aku mencintaimu".
Samar-sama Kyungsoo tersenyum didalam dekapan Jongin. 'Aku Juga mencintaimu, suamiku'.
akhirnya Kyungsoo bisa merasakan indahnya dicintai... setidaknya akhirnya ia hidup bahagia bersama suaminya, Kim Jongin dan putri kecilnya Kim Rahee atau mungkin nanti ada Kim-Kim kecil lainnya...
END
.
.
.
Yeay~ akhirnya selesai juga ff ini...
terima kasih buat kaka2 semua yang udah luangin waktu kalian untuk baca ff aku...
dan terima kasih banyak2 buat yang pada review, walau gak aku balas satu2.
karena review disini sangat penting bagi jalannya update cerita ini. aku cinta kalian semua... Muach :*)
.
.
.
butuh epilog?
kalau butuh nanti aku akan update epilognya, tapi gak tahu itu kapan,
tapi insyaallah kalau gak ada halangan aku bakal update cepat
.
.
.
big thanks to all readers and reviewers
bye2 in epilog chap
.
.
Jelly Cute
Kamis, 29 Juni, 2017
