PERSONA: 12 CHAPTER 10

The Ordinary Before The Extraordinary

Enjoy

Dan, setelah beberapa minggu di Iwatodai Port Island, Investigation Team mulai mengenal SEES, Port Island, dan Gekkoukan Gakuen. Sudah mengetahui rakusnya Nozomi, cerewetnya Hidetoshi, bau keteknya Kazushi karena gak pernah ganti baju, galaknya Mitsuru, centilnya Yukari, botaknya Junpei, Ken yang sekali diejek pendek langsung nusuk-nusuk pake tombaknya tanpa ampun, dll.

SEES pun juga begitu, sudah mengetahui, ternyaya Yukiko yang luarnya itu elegan kayak Mitsuru, ternyata suka ketawa kayak nenek lampir, Kanji yang sangar ternyata pintar merajut (dan Akihiko sudah tahu bahwa Kanji bukan homo, dan akhirnya mau tidur bersamanya) , dan Kuma yang playboy sudah dijadwalkan di All-Out Attack 3 kali sehari setiap dia merayu dan mencolek tubuh cewek-cewek, dll.

Gekkoukan Gakuen 1st Floor, After School

"Hmmm… ini klub musik bukan ngeband ya….. kirain ngeband, hah… padahal udah susah-susah latihan ngebass supaya jadi mirip Mio Akiyama yang di K-ON! Itu….." Kata Yukiko.

"….. kamu kebanyakan nonton, Yukiko" Kata Souji, sweatdrop.

"Biarin… hmm…. Ada yang nelpon.." Kata Yukiko, lalu mendengar bunyi handphonenya

"Yo, Yukiko" Sapa Chie dari telepon

"Oh halo Chie, ada apa?"

"Kata Kirijou-senpai, nanti kita disuruh kumpul di Command Room lantai 4"

"Hmmm… oh ya, makasih…"

"Ok, sama-sama. Kamu lagi dimana?"

"Aku lagi jalan-jalan di lantai satu, sama Souji-kun, kalau kamu?"

"Oh… Romantis banget….. kalau aku sih lagi ditraktir steak sama Yosuke di Beef Bowl Place("Walaupun kita pacaran, aku gak mau beliin kamu steak, aku lagi gak punya duit!" Kata Yosuke jengkel) yah… pokoknya gitu deh, yaudah dah Yukiko"

"Dah, Chie…"

"Apa katanya?" Tanya Souji.

"Entar malam kita disuruh kumpul di Command Room" Jawab Yukiko.

"Hoo….. yaudah Yukiko, malam masih lama kan? Mau aku traktir minum di Chagall Café?" Ajak Souji.

Pipi Yukiko memerah. "O-oh, tentu saja, terimakasih Souji-kun…." Dia tersenyum.

Sementara itu, Kanji, yang sedang jalan bersama Rise dan Naoto melihat pintu bertuliskan 'Klub Menjahit'. Dan mendengar suara mesin jahit.

"Waw…. Ada juga klub menjahit….." Kata Kanji.

"Kenapa Kanji? Kamu mau ikut? Oh… ternyata cowok kita yang sangar dan gagah ini suka menjahit ya…. hihihi…" Kata Rise dengan nada mengejek.

"Hei, diam!" Kata Kanji marah.

"Sudahlah Rise-san, memangnya kenapa sih, biasa aja kali…. Aku malah agak-agak tertarik sama cowok yang bisa masak, jahit, yang melakukan hal rumah tangga gitu, soalnya emang aku gak bisa ngelakuin hal2 itu…. Jadi Tatsumi-kun, kalau mau ikut, silahkan saja, tidak apa kok" Kata Naoto.

"Hmm.. Shirogane, makasih, kamu emang baik… gak kayak artis nyebelin yang disana itu…" Kata Kanji terharu

"EH ENAK AJA, RISETTE GAK NYEBELIN!" Kata Rise marah.

"Tapi menurutku iya" Kata Kanji santai.

"Ihh… udah ah! Aku bete sama Kanji! Udah yuk Naoto, kita pulang!" Rise menarik tangan Naoto dan membawanya keluar.

"Dah, Tatsumi-kun" Kata Naoto singkat, lalu pergi.

Sewing Club

"Thank You very much, Minato-sama! Berkat anda, klub menjahitku jadi sukses dan banyak anggotanya!" Kata Andre Roland Jean Gerard a.k.a. Bebe, sangat senang.

"Ohh… takapa, sudah tugasku sebagai teman" Kata Minato tersenyum.

"Err… halo…" Kata Kanji, membuka pintu.

"Ohh… welcome….. anda mau ikut klub ini, yes?" Bebe menghampiri Kanji.

"Ohh, iya" Jawab Kanji.

"Kau Tatsumi, kan?" Tanya Minato.

"Oh iya, Arisato-senpai juga ikut klub ini ya?" Kanji tanya balik.

"Iya, aku baru tau ternyata kau tertarik pada menjahit…." Kata Minato

"Iya sudah percakapannya, dan mari kita mulai lagi aktivitas menjahitnya" Kata Bebe.

Kanji dan yang lain pun mulai menjahit. Sementara itu, Junpei, yang sedang jalan-jalan di Iwatodai Strip Mall….

"Hah…. Bosen…. Gak ada yang bisa aku lakuin… hmm.. coba ke warnet ah…." Kata Junpei, memasuki warnet yang ada di depannya. Lalu, dia melihat Kuma, yang sedang membuka… yah kalian tahu… fakku.

"Hei…. Kuma!" Teriak Junpei.

Kuma, yang lagi asik, langsung kaget mendengar teriakan Junpei.

"Ohh… Junpei, jangan buat kaget dong!" Kata Kuma. "Kirain siapa!"

"Oh, sori….sori…. whoa… lagi buka situs H ya….. dasar" Ejek Junpei.

"Ah, biarin…"

Tapi tiba-tiba, Yukari, Fuuka, dan Aigis datang. Junpei yang ngeliat langsung kaget dan ketakutan.

"Oh shit, ada mereka, sebaiknya aku sembunyi…" Kata Junpei panik.

Tapi terlambat, mereka bertiga mendatangi komputer Kuma.

"Yo, Junpei, Kuma-kun, sedang apa kalian-WATDEFAK! APA YANG KALIAN BUKA INI!" Kata Yukari, marah.

"I-ni ti-tidak se-seperti yang ka-kalian pikirkan…" Kata Junpei gagap saking takutnya.

"Junpei-kun… ternyata kamu seperti ini ya…" Kata Fuuka, nadanya agak sedih.

"Oh.. Fuuka, bukan seperti itu, tolong dengarkan!"

"Tidak ada ampun bagi kalian!" Yukari langsung menghajar Junpei dan Kuma.

"Ayo, kita pergi!" Kata Yukari jengkel.

"Nah…. Itulah akibatnya kalau kamu buka situs H… rasain… bandel sih…." Kata Chidori, dari dalam tubuh Junpei.

"Sudah kubilang aku gak buka situs H, Chidori…" Kata Junpei lemah

Dorm, Command Room, 4th floor.

"Baik, kita mulai rapat kita, oh Iori, kau kenapa?" Kata Mitsuru, melihat Junpei yang babak belur.

"Lebih baik kau tidak usah tahu, senpai….." Kata Junpei

"O-oh baik… baiklah, seperti yang kita tahu, besok malam akan ada Full Moon….." Kata Mitsuru, tapi langsung dipotong oleh Souji.

"Maaf Senpai, tapi anda belum menjelaskan tentang Full Moon ini…."

"Oh iya aku lupa, maaf. Disini, Full Moon itu, biasanya ada shadow-shadow yang lebih kuat dari biasanya, biasa disebut Arcana Shadow, karena bentuknya memang khusus. Ada dua belas, dari Magician sampai Hanged man…. Dan sekarang, kita tidak tau, Death, barangkali? Dan yah…. Karena besok adalah kemunculan Shadow kuat itu, kita harus siap-siap, dan untuk mengistirahatkan tubuh kita, maka sekarang kita tidak akan ke Tartarus sekarang….. baik, ada pertanyaan?" Mitsuru menjelaskan.

"Tidak ada" Jawab semua.

"Baik, kalau begitu, mari kita makan malam sekarang….."

Living Room

"Siapa yang masak?" Tanya Akihiko.

"Kami!" Kata Yukiko, Fuuka, Chie,Yukari, Mitsuru, Aigis, Rise, dan Naoto bersemangat.

"APA!" Kata Souji, Yosuke, Junpei, Ken, Akihiko, dan Minato kaget

"Memangnya kenapa, hah?" Kata Chie dan Yukari, sambil mengacungkan pisau

"Err…. Gak apa-apa…" Kata Cowok-cowok itu, ketakutan.

"Yaudah… ayo kita buat!" Teriak cewek2 itu bersemangat.

*prang**prang**buk**buk*crot**miawww **woof-woof**moooo**mbeeek*

Mendengar suara-suara asing itu otomatis membuat yang lain sweatdrop dan ketakutan. Dan akhirnya…

"YAK! SELESAI!SUP SPESIAL BUATAN KAMI!" Kata cewek-cewek yang buat itu. Iya, emang keliatannya kayak sup, tapi, warnanya Ijo, baunya jauh lebih bau daripada keteknya Kazushi dicampur keteknya Daisuke, terus ada sesuatu yang mencurigakan ngambang di sup(?) itu. Terus waktu dideketin Koromaru, dia pingsan terus kejang-kejang.

"Aku masih terlalu muda untuk mati…" Kata Ken

"Chidori…. Aku akan menyusulmu…" Kata Junpei

"Mitsuru…. Harusnya aku melamarmu dari dulu…." Kata Akihiko

"Aku emang suka tidur, tapi aku gak mau tidur untuk selama-lamanya…" Kata Minato

"Waw…. ini buatan cewek-cewek cantik nan seksi, pasti enak!" Kata Kuma bersemangat, dengan wajah idiot tak berdosa

"Boleh deh aku jadi homo tapi jangan sampe aku makan makanan ini deh!" Kata Kanji

"Yosuke…. Aku senang menjadi sahabatmu…." Kata Souji

"Iya, aku juga….." Kata Yosuke

"Baiklah! Udah siap! Ayo silahkan dinikmati!" Kata cewek-cewek.

Mystery Food X v.2 sudah dihidangkan di meja, tapi belum ada (tepatnya tidak ada, kecuali Kuma) yang mau makan.

"Hei… ngapain sih? Ayo makan! Entar aku eksekusi satu-satu!" Kata Mitsuru tidak sabar.

"Tunggu…. Kita lagi berdoa dulu…." Kata Akihiko cari alasan.

"Yaudah, kalo pada gak mau mach Kuma makan ajach!" Kata Kuma bersemangat, lalu menghabiskan Mystery Food X v.2 tersebut.

Dan karena senang, cewek-cewek itu meluk Kuma.

"Wuih… Kuma-kun…. Baik deh… gak kaya cowok-cowok yang disana itu…" Kata Yukari, menatap sinis ke cowok-cowok yang lainnya.

"Tahan…. Tahan….. ayo Kuma tahan…. Kamu makan ini supaya bisa dapet harem kan? Ayo Kuma tahan…." Pikir Kuma, bersemangat. Sampe dikepalanya berapi-api , kayak si Tsunayoshi dari KHR yang baru ditembak pake peluru Dying Will.

"Grrr…. Itu beruang bajingan makan Cuma supaya bisa harem kan? Aku tahu itu!" Kata Yosuke jengkel.

"Tenang saja, dia akan dapat balasannya…" Kata Souji.

Dan benar, Mystery Food X v.2nya dah abis, dan tiba-tiba, Kulit Kuma, rambut, upilnya (emang ijo ya?) sama bajunya berubah jadi ijo. Terus kalo nafas udaranya jadi ijo, pokoknya semua serba ijo, kayak Hulk, tapi tentu saja Kuma tidak berbadan besar dan berotot. Lalu, dia pusing, pingsan, kejang-kejang, muntah-muntah.

"Akhh! Kuma kamu kenapa?" Jerit Yukiko, panik.

Dan Kuma pun dilarikan ke UGD.

"Ahh… rasain lo" Kata Kanji.

"Iya, lagian salah sendiri, mengorbankan nyawanya hanya untuk harem, terlalu banyak baca doujin H sih" Kata Junpei.

"Tapi kasian juga sih…" Kata Souji agak kasian.

"Kamu suka Kuma?" Tanya Minato.

"WTF YA ENGGAK LAH!" Teriak Souji.

"Sukanya sama Hanamura?" Tanya Minato lagi dengan nada jahil.

"Partner…. Tidak kusangka ternyata kamu ini suka padaku… tapi, aku sudah punya pacar, cewek" Kata Yosuke

"OH YOSUKE ENGGAK LAH! GUE SUKANYA TUH SAMA YUKIKO!" Teriak Souji marah.

"Iya iya, tenang…. Kita juga tau kok kamu pacaran sama si Amagi itu…. Ahaha…" Kata Minato.

"Iya kan? Gue bukan homo! Gue bukan Kanji!" Kata Souji kesal.

"….." Mendengar kata 'homo' dan 'Kanji' semua terdiam. Akihiko mulai menjauh dari Kanji lagi.
Dan tiba-tiba kepala Souji sudah berlumuran darah, dan Kanji memegang meja makan (whoa, hebat banget, meja makan dibawa-bawa)

"GUE BUKAN HOMO, SETAN SOUJI!" Teriak Kanji marah.

"Whoa! pembunuhan! Tatsumi you're guilty!" Kata Minato sambil menunjuk Kanji ala Ryuichi Naruhodou dari Gyakuten Saiban Series dan sejenisnya. Dan dia tidak bisa membaca situasi, karena ngomong asal berarti mati.

"Lo berani ama gue?" Kata Kanji dengan tatapan mengerikan ke Minato.

"… hiks, hiks" Minato mengecil, mau nangis saking takutnya.

"LISTEN UP YOU ASSHOLES! KALO ADA YANG BILANG GUE HOMO LAGI, NYAWANYA AKAN HILANG! UNDERSTAND!" Teriak Kanji.

Semua langsung ngangguk dengan ketakutan. Gak ada yang mau mati dengan mengenaskan di tangan Kanji kan?

Semua diam, sampe cewek-cewek balik lagi dan nanya kenapa meja makan rusak dan living room ancur gini. Tapi gak ada yang jawab, soalnya mereka masih mau idup.

Next Day, After School, Gekkoukan Gakuen

Esoknya, Kanji udah lupa sama hal-hal tadi, gak tau kenapa, mungkin dah di Me Patra sama Souji kemaren. Dan damai kembali.

"Hmm…. Senpai…. Apa yang terjadi semalam, sepertinya aku merasa kesal olehmu… dan kenapa kepalamu?" Kata Kanji.

"Tidak apa-apa, aku 'kebentur meja makan' kemarin" Kata Souji dengan penekanan pada kata 'kebentur meja makan'.

"Hmm… oh, ok" Kata Kanji singkat.

"Lain kali kalo ngomong hati-hati atau kau tidak akan punya hati lagi… ahaha.." Kata Minato, sambil tertawa kecil.

"Diam" Kata Souji singkat

"Hati-hati atau tidak akan punya hati… snrk…. AHAHAHAHAHAAHAHAH! LUCU SEKALI ARISATO-KUN, AHAHAHAHAHAHAHA!" Dan Yukiko tertawa lagi seperti biasanya, dan dia tertawa sampai pulang ke Dorm.

"Selamat datang di Dorm! YEEY AKHIRNYA AKU BISA NGOMONG JUGA!" Seru Ken di depan dorm bersemangat. Yang lain sweatdrop.

"Kasian dia…" Bisik Fuuka

"Yeah…" Jawab Yukari

"Ternyata orang-orang itu ingin sekali berbicara ya… aku baru tahu itu. Dan hey, aku baru ngomong juga ya akhirnya." Kata Aigis. Yang lain sweatdrop lagi kecuali Ken yang saking senangnya sekarang lagi dansa sama Koromaru. ("YEY AKU NGOMONG! YEY AKU NGOMONG!")

Dan mereka masuk, disapa Akihiko.

"Oh…. Welcome back…. OH YEAH! AKU NGOMONG JUGA, PAKE BAHASA INGGRIS LAGI!" Seru Akihiko senang. Yang lain sweatdrop lagi. Tiga atau empat kali.

"Ehm… Akihiko, diam. Dan sekarang, mari kita ke Command Room" Kata Mitsuru sambil naik keatas.

Dark Hour, Command Room 4th Floor

"Baik, sudah Dark Hour, Yamagishi, tolong dicek" Perintah Mitsuru.

"Baik senpai! Juno!" Kata Fuuka sambil memanggil personanya.

"Dimana sekarang?" Tanya Akihiko.

"Lokasinya di…. Eh? Apa!" Fuuka kaget.

"Ada apa?" Tanya Junpei

"Shadownya…. Di Living Room!" Kata Fuuka ketakutan.

Daaaannn... Chapter 10 selesai, YEEE! *drink coffee*

Oh iya, FYI:
Tsunayoshi: Sawada Tsunayoshi atau Tsuna, tokoh utama dari anime/manga Kateikyoushi Hitman Reborn.

Dying Will Bullet: Peluru Dying Will, peluru yang biasa ditembakin Reborn (tokoh utama juga) ke si Tsuna. Pas ditembakin ini, si Tsuna jadi tambah kuat, dan semangat untuk melakukan sesuatu yang disesalinya sebelum mati.

(yah... kalo penjelasan saya gak jelas, baca manganya atau wikinya aja)

Mio Akiyama: Salah satu tokoh utama, pemain bass, dari anime/manga K-ON!.

Ryuichi Naruhodou: Tokoh utama dari game Gyakuten Saiban, atau Ace Attorney, bekerja sebagai pengacara. (Gamenya tentang pengadilan, yah... gitu deh)

*Tiba-tiba ada Ken sama Akihiko dateng*

Ken: inget ya! aku harus banyak dialognya

Akihiko: Iya! Aku juga! awas loh ya kalau gak ada!

Deal: iya tenang aja... ohh... Akihiko ngancam ya... kayaknya mau dicium Kashiwagi nih...

Kashiwagi: oh, Aki-chan, sini eke cium~~~~~

Akihiko: AAHH! GYAA! JANGAAAN!

*CUP*

WEAK! CRITICAL HIT! AKIHIKO FAINTED!

Deal: nah... Ken juga mau protes?

Ken: ... gak kok

Deal: bagus... bagus...

Terimakasih bagi yang sudah mereview, dan sampai ketemu di Chapter 11!