NEVER EVER
Im sory for repost this fiction again (.-.)
Pairing: HOMIN!
Rate: M deh soalnya berdarah-darah *eh
Disclamer : Yunho, Changmin milik diri mereka sendiri /saya cuman pinjem nama doang~/Ide cerita pasaran/tapi dijamin alurnya dari otak saya yang pas-pasan / read n review oke!
Summary : cinta membuatnya gila dan ia menikmatinya~
WARNING!
TYPO/songfict/oneshoot/italic itu yang flashback/blod itu lirik lagunya/YAOI/HOMIN couple/DLDR/OOC.
Akibat dicekokin nonton film SAW dari awal sampe SAW paling terakhir. Bikin saya eneg nonton tu film *banyak banget adegan darahnya T_T)*
Oh ya menurut saya ini happy ending, kalau menurut kalian? Ahahahha XD
.
NP : Never ever-jiyeon T-ara
Never ever ever never
Never ever ever never
Rain falls then the sun rises
The weather is just like my heart
I cry then I laugh, walk then I run
Disappearing like a dream
Rain falls then the sun rises
The weather is just like my heart
It"s cloudy then it"s clear, tears fall
Then I pretend I"m fine
.
Pernahkah mendengar cinta itu bisa membuat gila? Tidak?
Changmin tahu dan ia mengalaminya. Sudah menjadi rahasia umum jika ia menyukai Jung Yunho sunbae satu sekolahnya. Ia selalu berusaha mendapatkan Yunho bagaimanapun caranya. Apakah Changmin tak malu? Tentu saja ia malu jika harus menghadapi tatapan aneh, jijik dari teman-temannya. ia namja dan menyukai namja? Apa itu salah ? tapi ia tak menyerah. Ia tak akan menyerah. Ia akan selalu berusaha mendapatkan Yunho walaupun Yunho selalu menolaknya. Ia tak bisa jika tak melihat namja tampan itu. ia terlalu menyukainya.
.
.
I"m a nice boy, already wishing for your happiness
I wanna be with you
But I will pray for you baby
.
Apa yang salah dengan Changmin? apa yang kurang dari dirinya? Changmin merupakan satu-satunya pewaris perusahaan Shim sejak kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan pesawat. Changmin yang menjadi pewaris perusahaan Shim yang terkenal dalam bidang telekomunikasinya sering menjadi bahan pembicaraan bahkan wajahnya senantiasa menjadi cover berbagai majalah bisnis. Kekayaannya bahkan bisa membeli satu pulau untuk dirinya sendiri. apakah ia kurang tampan? Tidak . banyak yeoja yang mengantri untuk menjadi pendamping dirinya. ia selalu dielu-elukan oleh para yeoja. Semua yeoja yang melihatnya akan menatap dirinya dengan tatapan mememuja. Namun itu dulu. Sebelum ia mengenal jung Yunho. namja yang sudah memporak-porandakan hatinya.
.
.
"Hari ini merupakan hari penerimaan murid baru, kalian akan diberi kesempatan untuk mengelilingi setiap bangunan sekolah kali ini. setiap kelas akan dipimpin salah satu kakak kelas kalian yang sudah ditugaskan"
Begitulah pengumuman kepala sekolah ketika acara penerimaan murid baru. Changmin salah satunya. Para murid baru berkumpul sesuai dengan kelas yang akan mereka tempati. Changmin menatap risih para yeoja yang sedari tadi tak berhenti menatap dirinya. ia berusaha tak peduli dan mengalihkan perhatiannya dengan menatap PSP ditanganya.
"baiklah. Semuanya saya minta perhatiannya" suara bass itu berhasil mengalihkan perhatian Changmin dari PSPnya. Ia menatap namja berkulit tan yang berdiri didepannya. tampan. Kata pertama yang terlintas dikepalanya begitu melihat namja itu.
"perkenalkan aku Jung Yunho dari kelas 2-1. Aku ditugaskan untuk mengawal kelas kalian" ucap Yunho. mata Changmin tak berkedip menatap Yunho yang ternyata merupakan sunbae mereka. Changmin mengamati wajah namja didepannya. Alisnya yang tebal, mata musangnya yang tajam, hidungnya yang mancung, bibirnya yang berbentuk hati, garis rahangnya yang tegas membuat Changmin secara tak sadar jatuh kedalam pesona sunbae yang berdiri didepannya.
DEG
Changmin meperhatikan setiap gerakan dibibir hati itu. ia bisa merasakan jantungnya berdetak begitu cepat begitu mendengar suara bass itu keluar dari bibir hati yang ingin ia sentuh. Ia ingin merasakan lembutnya bibir hati itu. Changmin sadar. Untuk pertama kali ia tenggelam dalam pesona sosok didepannya. namja bernama Jung Yunho.
Never ever, I can"t give up on you
Never ever, I"m writing down each letter of your name
Never ever, don"t hide from me
Never ever, don"t leave me
I can"t breathe without you, not for 1 minute 1 second
Never ever ever never
"Yunho sunbae aku menyukaimu" ucap Changmin tiba-tiba didepan lapangan sekolah. Kontan semua mata menatap mereka kaget.
"mwo?" Yunho mengerutkan alisnya tak percaya dengan apa yang ia dengar.
"aku menyukaimu sunbae! Jadilah kekasihku!" ucap Changmin lebih keras. Tak peduli dengan bisik-bisik yang mulai terdengar .
Yunho terkekeh pelan.
"kita baru saja bertemu tadi pagi, kau tak mungkin menyukaiku" ucap Yunho sambil mengacak surai cokelat rambut Changmin sebelum berlalu pergi.
"ani! Aku yakin! Aku menyukaimu sunbae" ucap Changmin tegas. Ia tak mungkin salah. Perasaan yang tiba-tiba tumbuh dihatinya. Walaupun singkat tapi ia yakin. Ia tak pernah perasaan berdebar-debar seperti ini. ia tak pernah merasakan dadanya menghangat hanya dengan melihat senyum sunbaenya seperti ini. tidak. Tidak. Yunho tak boleh meragukan cintanya.
.
I hope this is a dream when I close my eyes and open them
I pray and pray then I get tired and fall asleep
I keep having the same nightmare
I can"t escape from it
I hope this is a dream when I close my eyes and open them
I pray and pray then I get tired and fall asleep
Then it repeats again
Please just leave me alone
.
Changmin menghela napasnya berat. Kali ini para Yeoja yang selama ini memuja dirinya kini berbalik menghujatnya. Para yeoja yang selalu mengelu-elukannya kini berbalik menghina dirinya. menatap jijik dirinya. tapi Changmin tak peduli. Ia yakin perasaan yang tumbuh dihatinya tak salah. Ia jatuh cinta pada Yunho yang sama seperti dirinya. ia yakin semua yang terjadi kejadiaan buruk dihidupnya akan berakhir indah. Ia hanya perlu menunggu lebih lama. menunggu Yunho melihat dirinya.
Mata bambi itu menatap tak percaya. Sepasang yeoja dan namja sedang berciuman di ujung koridor itu. dan parahnya namja itu adalah Yunho. sunbae yang ia sukai. Namja yang sudah berhasil mengikat hatinya. perih. Hatinya seaakan dicabik dengan kasar.
"su-sunbae?" ucap Changmin terbata. Ia yakin suaranya masih bisa terdengar oleh Yunho. terbukti dengan kegiatan saling mencumbu itu terhenti. Yunho menolehkan kepalanya. Menatap Changmin yang berdiri didepan mereka.
"Ah, maafkan aku" ucap Yunho salah tingkah. Bagaimana tidak ia sedang ketahuan sedang bercumbu didepan hoobaenya.
Changmin masih diam sebelum matanya tertuju pada yeoja yang bergelayut ditangan Yunho.
"n-nugu?" suara Changmin mulai serak. Dadanya mulai sesak seaakan mendorongnya untuk menangis sekencang mungkin.
"aku pacar Yunho. Go Ara" ucap yeoja itu sebelum Yunho bisa menjawab.
"jinjja sunbae?" suaranya mulai bergetar. Hatinya terlalu sakit. apakah ini alasaan Yunho menolak dirinya? apakah gara-gara yeoja yang sudah berani mencumbu Yunho didepannya?
"ne, dia pacarku Changmin-sii," ucap Yunho riang tak menyadari perubahan aura disekeliling Changmin.
"kau mencintainya?" Tanya Changmin cepat.
"mwo?" Yunho bingung dengan pertanyaan Changmin yang tiba-tiba. Mencintai? Tentu saja ia mencintai Ara, kalau tidak tak mungkin dirinya berpacaran dengan Ara bukan?
"tentu dia mencintaiku" jawaba Ara yakin.
.
.
Yunho miliknya. Dan hanya dia yang boleh menyentuh Yunho. tidak ada yeoja yang bisa memiliki Yunhonya. Changmin menggeram. Kali ini ia tak kan mengalah. Ia akan melakukan apapun untuk mendapatkan Yunho. bahkan jika harus menyingkarkan yeoja didepannya.
.
Yeoja itu menatap Changmin tajam yang berdiri didepannya. ia tak tahu bagaimana dirinya berada disini. Terikat dengan tali disebuah kursi kayu. Yang terakhir ia ingat ketika ia berada menunggu bus dihalte menunggu bus yang mengantarnya pulang.
"Mmphh..mmphhhh.." yeoja itu berusaha mengeluarkan suaranya yang tak bisa keluar akibat terhalang lakban dibibirnya.
"apa kau ingat aku?" desis Changmin.
"mmmphhh…mphpppppp" yeoja bernam Go Ara itu berusaha mengeluarkan suaranya.
Srett.
Changmin membuka lakban yang menutupi mulut yeoja itu dengan keras.
"kau namja gila! Beraninya kau!" teriak Ara geram. Ia tak menyangka dirinya diculik oleh namja didepannya.
Changmin tertawa keras. Tidak ia tidak gila. Otaknya masih bisa berpikir jika yang ia lakukan adalah hal yang salah. Tapi ntah kenapa logikanya tak sejalan dengan tubuhnya. ia tak peduli.
"kau gila! Kau-" perkataan Ara terpotong begitu melihat Changmin yang mengarahkan benda bewarna hitam yang Ara tahu jika Changmin menarik pelatuknya nyawanya mungkin akan melayang.
"ya aku memang gila. Gila karena Yunho!" teriak Changmin keras. Ia menatap yeoja didepannya yang sudah berani dengan seenaknya memiliki Yunho. tak tahukah Ara jika Yunho hanya boleh dimiliki olehnya! Hanya dirinya.
DOR
"Argggghhh" Ara berteriak histeris begitu timah panas itu mengenai kaki mulusnya. Ia mulai menangis ketakutan.
DOR
"aRGGGhhhhh" ia kembali berteriak begitu Changmin menembak kaki kirinya. Ia merasa kedua kakinya begitu sakit. Darah segar mulai mengucur dari kedua kakinya. Ara menatap takut Changmin yang menyeringai padanya.
"dan ucapkan selamat tinggal terakhir kalinya sebelum kau mati" ucap Changmin dingin sambil menarik pelatuk pistol ditangannya.
"jangan..jangan! kumohonnn.." ara menjerit histeris.
"kau harus ingat jika Yunho itu hanya milikku!" ucap Changmin dingin.
DOR
Tubuh Go Ara tak bernyawa. Lubang menganga dikepalanya dengan cipratan darah yang mulai keluar dari tubuh kaku itu. Changmin menjilat darah yang mengenai pipinya sebelum tersenyum mengejek pada tubuh tak bernyawa itu.
.
.
I"m a nice boy, already wishing for your happiness
I wanna be with you
But I will pray for you baby
.
Changmin tersenyum puas begitu berita ditemukannya mayat Ara menjadi berita utama di seluruh surat kabar. Jangan lupakan dengan pembunuhnya yang masih tak diketahui. ia tersenyum mengejek. Tak akan ada polisi yang bisa menangkapnya. Tak ada hukum yang bisa menjeratnya. Ia tak takut. Ia tak peduli. yang ia tahu jika semua yang dilakukannya bisa mendapatkan Yunho.
Changmin memandang namja tampan yang duduk tak jauh dari dirinya. wajah namja tampan itu terlihat sendu. Tak ada senyuman yang keluar dari bibir hati itu. ia bisa melihat namja tampan itu mulai dikerubungi oleh para teman-temannya. mungkin ikut mengucapkan belasungkawa ?
Changmin berjalan dengan angkuh menuju Yunho. ia membiarkan orang-orang yang berbisik begitu melihatnya.
"Sunbae jadilah pacarku" ucap Changmin lantang. kontan membuat semua orang disana menatap Changmin tak percaya. Termasuk Yunho. ia masih dalam keadaan berduka dan tiba-tiba hoobae menyatakan cinta disaat dirinya berduka.
"yah kau gila! Yunho baru saja ditinggalkan oleh kekasihnya" ucap namja bertubuh gempal yng berada disamping Yunho.
"aku tak peduli. bukankah itu berarti Yunho sunbae sedang sendiri? aku akan menggantikan posisi Ara sunbae"
Teman-teman Yunho mulai berbisik mengatakannya gila dan tak waras. Namun mata bulat changmin masih menatapYunho yang masih terduduk lesu.
"sunbae?" panggil Changmin dengan nada sedikit tinggi ketika Yunho tak menunjukkan responnya.
"…"
"Yah Changmin! bisakah kau menjauh dariYunho! kau tak bisa lihat Yunho sedang berduka!" usir yeoja bernama Bae Seulgi. Changmin menatap tajam yeoja yang dengan berani berteriak didepannya. apalagi tangan yeoja itu yang merangkul Yunho membuat Changmin geram. Namun belum sempat Changmin berbicara, Yunho memotongnya.
"Sudahlah. Aku sedang tak ingin mendengar kalian bertengkar" Yunho beranjak pergi dari tempat itu berusaha menenagkan diri. Kematian Ara yang tiba-tiba membuat ia shock.
"jangan pernah kau dekati Yunho!" ancam Seulgi sebelum berlari menyusul Yunho. perlahan-lahan kerumunan orang-orang mulai berkurang meninggalkan Changmin sendiri terdiam ditempat.
"hahahha"
"kita lihat, siapa yang bertahan" desis Changmin.
.
Never ever, I can"t give up on you
Never ever, I"m writing down each letter of your name
Never ever, don"t hide from me
Never ever, don"t leave me
I can"t breathe without you, not for 1 minute 1 second
.
Sudah sebulan sejak kematian Ara. Sudah sebulan pula ia berusaha mendekati Yunho. apapun dilakukannya. Walaupun Yunho tak pernah menolaknya dengan kasar. Yunho selalu menolaknya.
Changmin berada di beranda koridor sekolahnya. Tempat biasa ia berdiam diri jika istirahat. Tempat dimana ia bisa melihat Yunho bermain basket dilapangan sekolahnya. Ketika ia sedang asik mengamati Yunho yang bermain beberapa yeoja yang lewat menarik perhatiannya. Tepatnya topic pembicaraan yang mereka bicarakan.
"kau tahu kudengar Seulgi eonni menyukai Yunho sunbae" ucap salah satu murid yeoja berambut bergelombang.
"yah! Itu sudah rasahasia umum! Seulgi eonni dan Ara eoni kan sejak dulu bersaing untuk mendapatkan Yunho sunbae. Dan dengan kematian Ara eoni, Seulgi eonni pasti sedang mendekati Yunho lagi" ucap teman yeoja berambut gelombang itu.
"ne kau benar. Seulgi eonni begitu cantik pasti Yunho sunbae menyukainya" ucap yeoja berambut gelombang itu lagi.
Suara yeoja itu perlahan mengehilang seiring derap langkah kaki yang terdengar semkain jauh..
.
Ketika Changmin melihat kembali ke lapangan basket. Ia malah disuguhi dengan pemandangan yang membuatnya iritasi. Bagaimana tidak disana Seulgi sedang mengelap keringat yang mengucur di wajah Yunho. Changmin merasakan darahnya mendidih. Ia berdesis tajam. tidak. jangan sampai ada yang memiliki Yunho lagi.
.
.
It"s foolish but you know I"m this kind of girl
So please, this is my last favor
If you ever run into me
Will you please smile at me, who can"t forgest you?
.
Yeoja berambut hitam itu terbangun. Kepalanya terasa berat. Ia menatap ruang disekelilingnya. Ia berada di gedung tak terpakai penuh dengan barang-barang usang disekelilingnya. Gelap. Suram. takut. ia hendak lari. Namun pergerakan kaki dan tangannya terikat erat oleh tali. Ia terikat disebuah kursi kayu tua. Manic mata hitamnnya mulai mengeluarkan air matanya. Ia bingung berada di mana. Ia mulai ketakutan. Bunyi suara tikus membuat ia terpekik histeris namun tak ada suara yag keluar. Mulutnya disumpal dengan kertas. Apa salahnya? Kenapa? Siapa? Pertanyaan itu berputar-putar didalam kepalanya.
Tap
Tap
Suara langkah kaki mendekat membuat nya semakin ketakutan.
Ia bisa melihat sepasang doe eye itu berkilat penuh amarah menatapnya.
"hmmmpphmmmppp" ia berusaha berteriak namun kembali sia-sia.
"kau tak usah panik seperti itu" suara itu terdengar begitu dingin menusuk tulangnya. Tangan kurus itu menyentuh kulit pipinya. Ia berjengit ngilu. Tangan begitu dingin seakan bisa membekukannya.
"hum, kau memiliki kulit yang halus dan mulus huh" sekali lagi suara itu terdengar sinis. Perasaannya mulai tak enak. Namja didepannya seaakan ingin mengulitinya hidup-hidup.
"hmmmhmpppp" Seulgi meronta begitu namja itu mengelus kulit dilehernya.
"bagaimana jika kulit ini tak mulus lagi?"
Sontak perkataan namja itu membuat Seulgi takut genangan air mata di matanya tak terbendung lagi. tangisnya pecah, kedua bola matanya kini membulat sempurna begitu melihat pisau kecil yang dipegang oleh namja didepannya.
"mungkin bermain sedikitr denganmu akan menyenangkan ~"
Namja itu mengarahkan pisau kecil itu ke wajah Seulgi. Seulgi meronta sekuat tenaga agar bisa lari. Tapi tali yang mengikatnya begitu kuat. Ia tak bisa bergerak. Ia terikat.
Srettt
"HMMMPPppjhhhhh" jerit ngilu tertahan Seulgi begitu ia merasakan tajamnya pisau kecil itu menggores kulit wajahnya.
"HMMppmhhh" ia menjerit kesakitan. Pisau itu mulai menggores kulit wajahnya dari dahi hingga pipinya. Ini gila. Namja ini gila. Seulgi menangis histeris
"HMmmmphh!hmmmmphhh" sekuat tenaga ia berteriak namun tak ada suara yang keluar.
"apa kau suka?" Tanya namja itu sambil tersenyum mengejek. Namja itu kemudian menancapkan pisaunya di leher Seulgi. darah segar mulai mengalir. Seketika Seulgi merasa sesak. Tenggorokannya terasa sakit. Suaranya. Ia tak bisa mengeluarkan suara. erangan pun tak terdengar.
"aku membenci suara manjamu! Aku membencimu yang bermanja-manja dengan Yunho!"
Seulgi hanya bisa menangis . ia tak bisa berteriak. Ia bisa merasakan darah mengalir deras mengenai seragam sekolahnya. Namja itu berjalan mendekati Seulgi. Seulgi bisa merasakan nafas hangat namja itu ditelinganya. Matanya terbelalak begitu mendengar bisikan namja itu ditelinga sebelum ia memejamkan mata untuk selamanya.
"jangan pernah mengancamku. Yunho hanya milikku"
Never ever, I can"t give up on you
Never ever, I"m writing down each letter of your name
Never ever, don"t hide from me
Never ever, don"t leave me
I can"t breathe without you, not for 1 minute 1 second
.
Kali ini Changmin akan mengutarakan isi hatinya sekali lagi. ia yakin kali ini Yunho tak akan menolaknya. Ia sudah menyingkirkan semua penggangu. Tak ada yang boleh mendekati Yunhonya.
Changmin berjalan riang menuju Yunho yang berada di parkiran sekolah.
"Yunho sunbae~" panggil Changmin riang. ia bisa melihat Yunho berbalik melihat dirinya. Changmin tersenyum menampilkan senyum termanisnya.
"kenapa?" Tanya Yunho. Ia menatap Changmin heran. Hoobaenya ini sama sekali tak patah semangat untuk mendekatinya.
"Sunbae jadilah kekasihku!" ucap Changmin lantang. Ia menatap Yunho dengan sepasang doenya yang berbinar.
"tidak. aku tak bisa" tolak Yunho
"wae?" Tanya Changmin tak terima. Yunho kembali menolak dirinya.
"….." Yunho diam menatap Changmin. memikirkan apa alasan kali ini agar tak menyakiti hoobaenya.
"tapi aku menyukaimu" ucap Changmin lagi
"maafkan aku .tapi aku tak bisa" ucap Yunho menyesal.
"kenapa? Kenapa tak bisa?" desak Changmin
"Aku tak menyukaimu Changminah~ aku hanya menganggapmu sebagai hoobaeku tak lebih" jelas Yunho. ia berusaha meredam emosinya. Kali ini sepertinya hoobaenya terlalu memaksa.
"Apa karena kau masih mencintai Ara sunbae?" Tanya Changmin lagi.
Deg
Jantung Yunho berdetak begitu cepat. Nama mantan yeojachingunya yang mati secara mengenaskan itu terdengar lagi. jujur mungkin ia masih menyukai Ara. Ia sudah menyukai Ara sejak ia duduk dikelas satu dan mereka baru bisa menjadi sepasang kekasih dikelas dua. Namun Yunho hanya bisa menikamti statusnya selama dua bulan sebelum Yunho mendengar Ara dibunuh secara kejam.
"…."
"atau karena Seulgi sunbae?" Tanya Changmin lagi.
"…." Yunho memilih diam. Pikiranya mulai memikirkan kematian Ara dan hilangnya Seulgi.
"Kau milikku sunbae. Jangan pernah mencoba mendekati yeoja lain" desis Changmin lagi.
"mwo?" Yunho tak mengerti.
"atau kau ingin para yeoja-yeoja itu mengalami hal yang sama dengan mereka huh!" Changmin tersenyum. Kali ini senyum terlihat berbeda dengan yang tadi. Senyum Changmin kali ini terlihat begitu mengerikan.
"Kau gila!" Yunho mulai mengerti. Jadi selama ini. kematian Ara dan hilangnya Seulgi? Itu perbuatan Changmin!
"kau milikku sunbae!" Changmin menarik tangan Yunho agar mendekat menuju dirinya.
"Aku bukan milikmu!" teriak Yunho sambil menepis tangan Changmin ditangannya. Amarahnya sudah diubun-ubun kepala. Ia tak bisa menahan emosinya. Changmin sudah keterlaluan.
"dan kau tahu kenapa aku menolakmu selama ini! karena aku bukan gay sepertimu!" teriak Yunho penuh emosi sebelum berbalik meninggalkan Changmin.
Deg.
Perkataan Yunho seakan menghancurkan hatinya. ia merasa sesak. Hatinya terasa tercabik-cabik. Ia mencintai Yunho yang sama seperti dirinya. apa yang salah? Ia tak bisa menghentikan begitu saja perasaannya yang tumbuh tiba-tiba ini. ia tak bisa membuat dirinya agar tak jatuh cinta dengan Yunho. Apa salahnya jika ia mencintai Yunho? Apa yang kurang dari pengorbanannya? ia rela ditatap hina dan jijik oleh semua orang. Bahkan ia tak segan menyingkirkan semua orang yang menganggu miliknya. Apakah Yunho tak bisa merasakan cintanya yang tulus. Apakah Yunho meragukannya? Tidak. Yunho tak boleh meragukan cintanya. Tidak boleh.
.
.
Changmin berjalan cepat menuju Yunho yang masih berjalan didepannya.
"Yunho sunbae" panggil Changmin. Yunho menghentikan langkahnya. Changmin bisa mendengar Yunho yang berdecak sebelum berbalik menghadapnya.
"apa lagi chang-" perkataan Yunho tak selesai begitu melihat benda bewarna hitam digenggaman Changmin yang mengarah padanya.
"sunbae hanya milikku"
DOR
"Kyaaa" teriak semua orang yang berada disekeliling mereka. bagaimana tidak seorang namja baru saja merenggang nyawa didepan mereka. darah mengalir deras dari namja yang sudah tak bernyawa itu. Tubuh namja itu kaku dengan lubang dikepalanya.
Changmin terkekeh pelan. Melihat tubuh Yunho yang terbujur kaku didepannya. orang-orang mulai meneriakinya. Namun ia tak peduli. Ia tertawa keras.
"jika bukan aku yang memilikimu, maka semua orang juga tak boleh memilikimu" ucap Changmin disela tawanya.
Changmin mengarahkan ujung pistol itu ke pelipis kepalanya. Ia terkekeh.
"kau hanya miliku Yunho sunbae"
DOR
.
E.N.D XD
hollaaaaa~
terimakasih banyak bagi kalian yang bersedia membaca fanfic jadul sayaaaa~
terimakasih yang bersedia memberikan beberapa kata untuk saya *kecupsatusatu*
melqbunny : hollaaaa~~ ap kbr mel? ahhahaha iya kmrn fanfic secret emng repost. saya kangen liat Fanfic HOMIN yang mulai menipis setipis perut changmin, makanya saya coba repost lagi. huhuhu. fanfic saya yang baru ad dichap 4, tapi sepertinya saya ga ada bakat buat nulis lagi, uda lama ga nulis jadinya kaku banget dan aneh* jedotin kepala*.
luv homin: terimakasih ya~ iya saya juga nungguin saya bikin fanfic homin lagi *eh XD
Changru Minru : hahahahah~ changmin ga bisa dibgi! soalnya uda dijadiin milik Yunho *hihihi* terimakasih masih berminat membaca fanfic jadul saya *nangisterharu*
lennie239: terimaaaaa kasiihhhh banyakkkk yaaa uda mau baca fanfic jadul sayaaa *nangis terharu*
.
.
tangan saya sebnrnya uda gatel pengen nulis lagi, tapi tiap mau nulis saya harus inget deadline laporan. saya baru balik dari pengabdian masyrakat itulah alasan kenapa sya menghilang berbulan-bulan *kaga ada yang nyariin juga* hahahah~
saya juga sebenrnya males post disini, adminya suka bngt ngapusin fanfic saya, huuu~
tapi gegara HOMIN mau wamil,saya memutuskan untuk post disini *ada yang ga suka saya post disimi lagi?*
hahahah
oke sekian aja cuapcuap saya.
LAST! Give ME CHANGMIN!
