Tittle : I Hate You But Really Love You

Author : Zulfa Kim

Genre : Romance, Family, etc.

Rated : T

Main Cast : Kim RyeoWook, Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, Yesung, Choi Siwon, etc (bertambah sesuai jalan cerita)

Pairing : KyuWook, Yemin, Minwook.

Disclameir : Semua pemain disini milik Tuhan YME, Orang Tua mereka, dan diri mereka sendiri dan cerita ini asli punya saya

Warning : BL, typo berhamburan, cerita gak jelas, dan tak sesuai alur... alur juga kecepetan.

.

.

.

"Chullie... hah Chullie.. mianhe.." lagi Yunho memimpikan sang adik, namun kali ini bukan sang istri yang terbangun mendengar igauan nya melainkan Ryeowook.

"eomma... bangun, appa kenapa eomma?" Ryeowook panik membangunkan sang eomma yang sedang terlelap di sebelah ranjangnya.

"uhmm... ada apa chagi?" tanya sang eomma masih mengantuk.

namun Ryeowook tak menjawab, ia hanya menunjuk sang appa yang sedang terbaring gelisah di sofa.

"astaga Yunho.." nyonya Kim langsung panik menghampiri sang suami.

"yeobo.. bangunlah.. hei.."

"hah... hah.." Yunho terbangun, dengan keadaan sama seperti kemarin.

"kau tidak apa appa?" tanya Ryeowook dari ranjangnya yang menatap appanya khawatir.

Yunho tersenyum getir.

"ne.. tidak papa.. chagi aku ingin mencari udara segar, aku keluar sebentar." lanjut Yunho kepada istrinya.

Jaejoong sang istri menghela nafasnya melihat kepergian Yunho.

"eomma, apa yang terjadi dengan appa?" tanya Ryeowook menatap penuh tanda tanya kepada Jaejoong.

Jaejoong berjalan mendekati sang anak, dan mengelus kepalanya pelan.

"kau tidak perlu khawatir, mm.. belakangan ini appa hanya selalu memimpikan Heechul ahjussi, mungkin appa merindukannya." jawab Jaejoong sambil menatap sang anak lembut, tersirat raut kesedihan di matanya.

"Heechul ahjussi?" tanya Ryeowook bingung.

Jaejoong mengangguk, mungkin Ryeowook lupa karena dia tidak pernah bertemu dengan Heechul dan mereka juga tidak pernah membicarakan lagi mengenai Heechul di depan Ryeowook.

Ryeowook berusaha mengingat siapa itu Heechul, lalu dia teringat bahwa orang tuanya pernah membicarakan tentang Heechul yang... astaga! sekarang Ryeowook mengingatnya dan menutup mulutnya yang terbuka karena kaget.

melihat reaksi anaknya yang seperti sudah ingat dan kaget Jaejoong mengelus pipi Ryeowook.

"ne.. Heechul ahjussi adik appa yang.. emm.. gila sekarang." Jaejoong kesulitan mengucapkan kata gila tersebut, karena apabila dia mengingat keadaan adik sepupunya terakhir kali sungguh hatinya tak sanggup.

"lalu di mana sekarang Heechul ahjussi eomma? kenapa appa tidak mengunjunginya kalau memang appa merindukannya." tanya Ryeowook polos.

"Heechul ahjussi berada di rumah sakit jiwa yang agak jauh dari sini, chagi.. ada alasan kenapa appa tidak menjenguk ahjussi."

"oh ya? apa? lagi pula apa hal yang membuat emm.. Heechul ahjussi err gila?" tanya Ryeowook hati-hati.

"appa tidak menjenguk Heechul ahjussi karena setiap kali appa melihat keadaannya appa tak sanggup sayang. terlalu memprihatinkan. appa juga tidak sanggup menahan rasa sesak di dadanya akibat rasa bersalah nya kepada Heechul."

"rasa bersalah?" tanya Ryeowook bingung.

"ne.. appa merasa tak pernah bisa menjaga dan melindungi ahjussi. appa merasa salah saat meninggalkannya sendiri. appa merasa tak pantas disebut seorang kakak yang baik. dia... selalu menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang terjadi pada Heechul."

Nyonya Kim terdiam sebentar mengingat dimana dulu awal-awal kejadian Heechul terpuruk dan gila sang suami selalu menangis tiap malam dan menyalahkan dirinya.

"kau tau Heechul ahjussi juga dulunya sama seperti mu, mempunyai seorang idola yang begitu dia sukai yah... sama sepertimu yang mengidolakan Kyuhyun... sampai suatu ketika mereka benar-benar bertemu dan takdir membuat mereka merasa saling jatuh cinta, mereka menjalin hubungan yg awalnya diam-diam, tanpa diketahui fans dan kakekmu, namun sekali lagi takdir bermain dengan mereka. Hubungan Heechul ahjussi dan idolanya diketahui oleh para fans fanatik, hingga karena mereka tidak setuju dengan hubungan itu mereka mulai meneror Heechul ahjussi..."

"benarkah?" Ryeowook membulatkan matanya terkejut.

Nyonya Kim menganggukkan kepalanya.

"dan ternyata cinta sang namja pujaan pamanmu itu tak sekuat yang pamanmu kira, dia malu dan reputasinya serta karirnya menurun drastis semenjak banyak paparazzi yang mulai mengorek lebih dalam hubungannya dengan Heechul ahjussi, dia tak sekalipun membela pamanmu dan lebih memilih memperbaiki nama baiknya serta pergi meninggalkan korea... tapi tetap saja teror yang ditujukkan untuk Heechul ahjussi tetap ada"

"lalu bagaimana dengan kakek?"

"semenjak tau hubungan Heechul ahjussi dengan namja itu beliau tidak lagi mengganggap Heechul ahjussi sebagai anaknya, beliau mengusir Heechul ahjussi dari rumah, bahkan menghapus nama Heechul ahjussi dari kartu keluarga"

Ryeowook terdiam, dia merasa kasihan dengan paman nya itu, tak habis pikir atas semua penderitaan yang dialami oleh sang paman.

"mmmm... eomma apakah menurut mu Kyuhyun setipe dengan idola Heechul ahjussi?"

Nyonya Kim menarik nafas dalam.

"entahlah eomma juga tidak bisa menilai sekarang, tapi perlu kau ingat Ryeowook-ah setiap orang itu berbeda, walaupun mereka kembar identik sekalipun pasti punya perbedaan walau hanya sedikit, jadi eomma yakin Kyuhyun dengan idola pamanmu pasti berbeda.." jawab nyonya Kim sembari mengelus kepala Ryeowook.

"tapi... appa tidak bisa berpikir seperti itukan?" tanya Ryeowook sedih.

"appa hanya belum mengerti sayang... suatu saat eomma yakin appa pun akan mengerti dan tau bahwa Kyuhyun itu berbeda dan tidak akan sebenci itu dengannya.."

"yaa semoga.."

.

.

=IHYBRLY=

.

.

"kalian mau kemana?" tanya sang manager saat melihat Kyuhyun dan Yesung terburu keluar dari studio, seketika itu pula mereka menengok ke arah sang menager yg berdiri sambil melihat tajam ke arah mereka.

"mengunjungi teman." Jawab Kyuhyun seadanya.

"siapa?"

"kenapa hyung menjadi begitu ingin tau?"

"wajar kan? Aku harus tau apa yang membuat kalian sering berkeliaran tidak jelas akhir-akhir ini." Jawab sang manager tajam.

"siapapun dia yang jelas dia temanku, dan itu hak diriku bukan berteman dengan siapapun?" tanya Kyuhyun sembari mengeluarkan seringai nya.

"sudahlah... hyung memang ada hal penting apa lagi yang harus kami selesaikan?" tanya Yesung sambil berusaha menengahi suasana.

"tidak ada sih..."

"kalau begitu ya sudah kami pergi dulu, ayo Kyu.." ujar Yesung dan segera membawa atau lebih tepatnya menarik Kyuhyun pergi, meninggalkan sang manager yang masih menatap mereka tajam.

Dan setelah mereka sudah tek terlihat...

"hallo..."

"aku ingin kau mengikuti mereka sekarang, kabari aku begitu kau tau pasti siapa yang mereka temui..."

.

.

=IHYBRLY=

.

.

"anyyoeng..."

Ryeowook menoleh ke arah sumber suara aneh itu, dan tepat di depan pintu kamar rawatnya berdiri seseorang dengan hampir tertutupi boneka jerapah yang sangat besar, terlihat pula sang boneka yang terlihat membungkukkan lehernya seolah memberi salam.

"apa kabar?" tanya sang-pembawa-boneka tersebut.

"mmm... lebih baik" jawab Ryeowook sambil memiring-miringkan kepalanya berusaha melihat siapa orang dibalik boneka tersebut.

"benarkah? Wah... syukurlah, kalau begitu cepatlah sembuh agar bisa keluar dari tempat yang sangat membosankan ini." Sang-pembawa-boneka pun perlahan mendekati ranjang Ryeowook.

"dan dengan begitu kita juga bisa bermain keluar, kau juga bisa bernyanyi untukku.." lanjut sang-pembawa-boneka

"eh kenapa?"

"karena aku adalah fans specialmu..." jawab orang tersebut -yang ternyata Kyuhyun- sambil menurukan boneka jerapah besar itu.

Seketika itu pula pipi Ryeowook bersemu merah mendengar penuturan Kyuhyun.

"mmm.. kau datang lagi?" tanya Ryeowook sambil berusah munutupi kegugupannya.

"ya begitulah... kenapa? Kau tidak suka aku datang lagi?" tanya Kyuhyun sambil berpura-pura kesal.

"eh? Bukan begitu maksudku, hanya saja.. emm.. memang kau tidak ada pekerjaan?"

"tentu saja ada.. kau pikir aku ini penyanyi yang tidak ada pekerjaan apa?"

"ya siapa tau kan?" tanya Ryeowook dengan polosnya.

"yak! Aish.. itu sama saja kau menghina ku dengan penyanyi tidak laku tau!"

"hah? Benarkah? Ahahahahaha aku tidak bermaksud hahaha"

'ish dia malah tertawa' batin Kyuhyun kesal.

"yak! Berhenti tertawa!" teriak Kyuhyun kesal.

"hahaha baiklah hahaha"

"ish.. kau ini.." gumam Kyuhyun kesal.

CHU~

dengan tiba-tiba Kyuhyun mencium pipi mulus sebelah kanan Ryeowook, membuat sang empunya pipi membeku.

"wae? Kenapa diam? Kehabisan tawamu?" tanya Kyuhyun sambil mengedipkan sebelah matanya.

Mata Ryeowook membulat sempurna melihat tingkah Kyuhyun.

"haha sudahlah jangan terus membeku seperti itu, mau jalan-jalan keliling taman rumah sakit dengan ku?"

Dan Ryeowook hanya dapat menjawabnya dengan anggukan kepala pelan.

"baiklah, sebentar aku ambil kursi roda dulu untukmu.."

.

.

=IHYBRLY=

.

.

"bagaimana? Kau sudah tau mereka pergi kemana?" tanya seseorang kepada orang yang ditelponnya.

"..."

"mwo? Mereka berpisah? Lalu siapa yang kau ikuti?"

"..."

"hmmm... baiklah kalau begitu kemana dia?"

"..."

"rumah sakit? Dan kenapa kau bisa kehilangan jejak dia disana? Aish dasar bodoh! Baiklah kabari aku lagi kalau kau dapat informasi terbaru!" perintah orang itu dan langsung menutup panggilannya.

.

.

=IHYBRLY=

.

.

Di sebuah halaman panti asuhan terlihat seorang namaj imut sedang memperhatikan anak-anak kecil yang sudah dia anggap sebagai adik sedang bermain di area bermain panti asuhan tersebut..

"ternyata kau masih sering datang ke sini minnie..." kata seseorang dengan kaca mata hitam senada dengan jas kulit panjang yang dipakainya.

"kau?! Mau apa kau kesini?!"

.

.

=IHYBRLY=

.

.

"hah.. udara sore ini begitu segar.." ujar Kyuhyun dengan satu tangan terbuka lebar sedangkan tangan yang satu memegang kursi roda Ryeowook.

Ryeowook tersenyum membenarkan, sudah lama sekali ia ingin menghirup udara segar luar kamar rawatnya.

"mmm... Kyuhyun.. ada yang aku ingin tanyakan padamu.."

Kyuhyun berhenti disebuah bangku taman, di bawah pohon rindang.

"tanyakanlah..." ujar Kyuhyun tersenyum lembut.

"kalau kau di suruh memilih antara cinta dan pekerjaan, antara cinta dan karir, antara cinta dan nama baik, antara cinta dan kepentingan pribadimu, mana yang kau pilih?"

"eh?"

.

.

TBC

.

.

.

Hai... sudah lama yaa... haha semenjak aku vakum untuk fokus ujian, maaf baru bisa update ff gaje ini sekarang *deep bow* well, sebenernya udah mau update dari kemarin-kemarin, hanya saja aku kehilangan ide dan mood untuk nulis ff. Apalagi dengan bertumpuknya silent readers di ff aku. Oke sekarang terserah juga deh mau review atau nggak, sadar kok ff ini gak jelas dan jelek banget, Cuma ya hargain sedikit ajalah~

Maaf juga kalau suatu saat aku memutuskan untuk menghapus ff ini yaa.. masih bimbang juga.. entahlah. Tapi aku ucapin makasih yg udah review dan (mungkin) masih nunggu update ff ini.. aku persembahkan ini untuk kalian, maaf kalau amat sangat jelek. Pendek? Maaf juga ini pemanasan buat nyoba nulis lagi soalnya..

Sekali lagi terima kasih

Zulfa Kim