Day 10: But...
Cast
Kim Joonmyeon
Zhang Yixing
Disclaimer
The cast aren't mine, but the story are mine! Plagiarism? Karma does exist, btw.
Warn
BL, OOC, Typo, fail EYD, banyak kesalahan. No proof-read, selesai bikin langsung publish ;-;
Setiap cerita bisa jadi beda setting waktu, suasana, tempat.
.
Happy Reading! ^^
.
Joonmyeon melepas sepatunya, lalu mengganti sepatu itu tadi dengan sandal rumah berwarna putih yang hangat sekaligus nyaman. Merilekskan kakinya yang seharian terkungkung kaos kaki dan sepatu yang panas, belum lagi hari ini dia menggantikan Song laoshi untuk mengajar olahraga di kelas 2-Sains-A.
Pria itu –Joonmyeon— mengarahkan pandangannya pad arak sepatu, ada sesuatu yang janggal disana. Tidak ada sepatu hitam dengan warna biru-putih sebagai penghiasnya milik sang tunangan. Menandakan sang tunangan belum pulang sedari tadi. Padahal ini sudah jam tujuh malam. Dan sekolah berakhir pukul lima sore tadi.
'Mungkin dia tengah mengerjakan tugas kelompok dirumah temannya,'
.
.
"Yixing?" seru Joonmyeon ketika mendengar suara pintu terbuka. Tanpa sadar, tubuh Joonmyeon bergerak menuju Yixing yang basah kuyup karena air hujan. "Kamu kenapa?"
Yixing menjawab pertanyaan Joonmyeon dengan menggeleng pelan sambil terisak-isak. Membuat Joonmyeon heran, lalu berkata "Kalau ada apa-apa cerita saja. Aku tidak akan menceritakannya kepada ibumu,"
Entah kenapa Yixing terisak makin keras, mau tidak mau, Joonmyeon membawa Yixing kedalam dekapannya. Berharap bahwa pelukannya mampu membuat Yixing jauh lebih tenang, nyata tidak. Yixing semakin terisak hingga akhirnya menangis meraung-raung.
"Yixing, kamu kenapa? Ayo kita selesaikan masalahmu didalam,"
Yixing menggeleng dan menangis semakin keras, hingga akhirnya jatuh terduduk dilantai kayu yang keras. Joonmyeon menghela nafas lelah.
"Kalau tidak mau bercerita tidak apa-apa. Setidaknya, mandilah lalu ganti bajumu. Badanmu terasa hangat," Joonmyen mengangkat Yixing hingga anak lelaki itu berdiri, dan memimbingnya menuju kamar milik Yixing sendiri.
.
.
Yixing menceritakan semua masalahnya kepada Joonmyeon dengan bahasa campur aduk dan terputus-putus akibat tangis yang belum berhenti juga. Membuat Joonmyeon merasa iba.
"A-apalagi hiks, Bai-baixian mengatakan bah-bahwa a-ku gay," Yixing menangis semakin keras, membuat Joonmyeon semakin merasa bersalah.
"Kalau seperti itu, aku akan meminta kepada orangtua kita untuk membatalkan pertunangan ini,"
"AKU TIDAK MAUUU,"
"Tapi Yixing, ini akan melukai dirimu sendiri,"
"AKU TERLANJUR MENCINTAI LAOSHI!" seru Yixing, lalu meninggalkan Joonmyeon yang mematung di ruang makan sendirian.
.
.
END
.
.
[[Saya tau ini sucks banget, zhangs-sshi-_-. Ini idenya agak ngestuck-_- Apalagi saya belum punya pengalaman punya guru ganteng yang bisa bikin melting waktu ngajar dikelas-_-]]
[[Sebenernya pengen banget balesin review chap kemaren._. Tapi kok aras-arasen /eh becanda/. Sebenernya nggak tau mau bales apa selain ucapan makasih sebesar-besarnya buat yang udah mau ngereview di chap kemaren ya! Aku sayang kaliaaaan!]]
[[P.S: Buat yang lahir dibawah Nov 98, panggil kakak/mbak/unnie/nuna/oppa/hyung/gege/jiejie rapopo koook. Buat yang diatasnya jangan panggil author, panggil chan/mumun/stef aja, biar lebih akrab, hahaha]]
Mind to review?
