Title: The Lost Soul
Author : Drumstick99
Main Cast : Kim Jongin/Kai, Oh Sehun/Sehun
Support Cast : Wu Yifan/Kris, Xiumin, and the other
Genre : Mystery, Fantasy, School Life, Brothership
Length : Chaptered
Rating : T
Disclaimer : Cerita ini murni dari pikiran saya sendiri. Cast bukan milik saya, melainkan milik Tuhan dan orang tua mereka masing-masing. Saya cuma minjem nama doang.. Mian kalo ffnya kurang memuaskan, gaje, jelek, dll. Pernah di post di wordpress pribadi saya : drumstick99*wordpress*com
Happy Reading~~
.
.
Part 9
Kris tetap diam saat Kai bertanya padanya. Tampak tak begitu peduli dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh adiknya itu. Ia membalut tangan Kai dengan perban dan menyimpan obat yang ia gunakan tadi. Sementara Kai tampak begitu penasaran dengan kata-kata Hyungnya itu.
"Hyung! Jawablah.." Jongin kembali menanyakan hal yang sama. "Siapa 'dia' yang kau maksud? Jangan hanya membuatku penasaran.."
"Kembalilah ke kamarmu dan cepat tidur." Kris tetap tak menjawab pertanyaan dari Kai. "Ini sudah larut. Jangan tidur terlalu malam."
"Aish.. Jawab dulu pertanyaanku!" Kata Kai lagi. Tetap tak beranjak dari tempat tidur Kris.
"Maksudku, mereka yang akan menghalangi kita mencari orang itu." Kris mengalah. Ia kemudian berjalan menuju pintu kamarnya dan membukanya. "Sudah puas, kan? Sekarang silahkan kembali ke kamarmu. Akan aku jelaskan besok. Saat kita hanya berdua saja."
"Janji? Besok Hyung akan menjelaskannya?" Kai bertanya sekali lagi pada Kris. Kris langsung menatap Kai dengan raut datar. "Tidak jawab berarti iya."
"Kau sudah besar. Kenapa masih seperti anak kecil?" Kris mendorong Kai keluar dari kamarnya. Kai melenggang pergi keluar kamar Kris yang berada di depan kamarnya. Ia lalu langsung masuk ke kamarnya saat Kris menutup pintu kamarnya.
.
.
Sehun keluar dari kamar mandi yang ada di dalam kamarnya. Ia menyimpan pakaian kotornya ke dalam sebuah keranjang baju lalu merebahkan dirinya di kasur kamarnya. Pikirannya melayang pada kejadian di sekolah tadi. Saat ia merasa berada di dalam kelas tanpa ia ketahui. Setelah itu, Kai mengatakan bahwa ia menolak ajakan Kai.
Dahi Sehun mengerut samar. Bingung dengan kejadian yang menimpanya sejak pagi hari ini. Pagi ini ia juga merasa aneh dengan dirinya sendiri. Ia menemukan dirinya yang berdiri di depan kaca dengan gaya rambut yang sangat berbeda dengan gaya rambutnya yang biasa ia pakai.
Ia tidak pernah memakai gaya rambut berantakan seperti yang ia lihat tadi pagi. Ia selalu menyisir rambut berponinya dengan rapi. Tentu saja, ia adalah siswa teladan- menurutnya. Tapi pagi itu, ia hanya ingat keadaan dirinya sampai ia keluar dari kamar mandi. Selebihnya, dirinya seperti dikendalikan oleh orang lain. Untung saja ia sadar sebelum ia sempat pergi ke sekolah dengan tampilan seperti tadi.
"Apa aku mulai gila?" Kata Sehun pada dirinya sendiri. "Jangan-jangan aku sudah gila?"
"Aish.. Tidak mungkin.." Sehun menggelengkan kepalanya. "Jangan berpikir yang macam-macam, Oh Sehun."
"Lalu apa yang bisa menjelaskan kejadian yang aku alami hari ini?" Sehun kembali bertanya pada dirinya sendiri. "Kenapa aku seperti melupakan beberapa hal yang aku lakukan?"
Sehun terus bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Namun kegiatan bermonolognya itu terhenti seketika karena pintu kamarnya yang terbuka tanpa aba-aba. Sehun terkejut saat menatap keluar kamarnya. Tidak ada siapa-siapa di sana. Sehun segera bangun dari posisi tidurnya. Namun keterkejutannya segera hilang saat Kai muncul di depan pintu kamarnya.
"Kau berhasil membuat jantungku hampir keluar, Hyung." Kata Sehun pada Kai.
"Kenapa tidak dikeluarkan? Aku ingin melihat jantung manusia asli." Balas Kai.
"Ada apa?" Tanya Sehun.
"Besok sepertinya aku akan telat. Jadi tak perlu menungguku." Kata Kai.
"Baiklah.." Sehun mengangguk. "Aku akan pergi sendiri besok."
.
.
"Hyung.. Kau belum setua ayahmu, kan?" Kai bertanya pada Kris tiba-tiba saat mereka sedang di ruang makan. "Kau tidak lupa apa yang kau janjikan kemarin, kan?"
"Aku bilang aku akan mengatakannya saat hanya ada kita berdua di rumah, Kai-ya.." Kris menatap Kai malas sambil memasukkan sepotong pancake ke dalam mulutnya. "Bagaimana jika Sehun mendengarnya. Ia akan mengira kita berdua gila."
"Tidak.. Sehun sekarang tidak ada disini. Dia sudah pergi ke sekolah." Kata Kai lagi. "Jadi jelaskan padaku siapa yang Hyung maksud dengan 'dia' kemarin."
"Kau tau kan kita mencari pemilik dua batu itu? Dia berada di pihak kita, itu sudah pasti. Dan karena ia adalah pemilik Black Pearl dan White Pearl, maka kita bisa mengalahkan Klan FiemBat. Dan tentu saja, pemimpin mereka tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Prioritas mereka adalah untuk mengambil alih kekuasaan ayahku dan menjadikan kita budak mereka." Kris mulai menjelaskan kepada Kai apa yang ia ketahui. Kai tetap melanjutkan sarapannya sambil mendengar penjelasan dari Kris.
"Itulah masalahnya. Pemimpin Klan FiemBat pasti tidak akan membiarkan kita menemukan pemilik kedua batu itu sebelum ia berhasil menguasai Fielume. Makanya ia mengirim utusannya untuk menghalangi kita." Lanjut Kris.
"Jadi, maksud Hyung, utusan dari klan itu sudah mulai menghalangi kita?" Kai menyimpulkan penjelasan Kris kepadanya tadi. "Aishh.. Tanpa ada yang menghalangi saja sudah sangat sulit. Waktu kita juga sudah tinggal sebentar lagi. Dan aku harus mencarinya seorang diri."
"Dan juga, aku dengar, klan mereka sudah mengetahui siapa pemilik Black Pearl dan White Pearl itu." Kata Kris lagi.
"Ne?! Mereka sudah tahu?" Kedua bola mata Kai terasa seperti ingin keluar saat mendengar ucapan Kris. "Aigoo.. Bagaimana jika mereka menculiknya? Lalu kita tidak bisa menemukan orang itu sampai batas waktu yang sudah di tentukan?"
"Hyung.. Klan kita sudah berkurang banyak saat perang waktu itu. Kalau mereka menyerang nanti, bagaimana jika kita kalah?" Kai berbicara dengan cepat. Kris terkekeh kecil melihat tingkah sepupunya yang seperti anak kecil itu. Ia tahu Kai hanya akan bertingkah seperti itu dihadapannya.
"Hyung.. Bagaimana ini? Aku tidak mau menjadi budak mereka.. Dari aku lahir sampai sekarang aku sudah ditakdirkan menjadi seorang pangeran, Hyung.. Bagaimana bisa takdirku nanti berubah menjadi budak dalam sekejap hanya karena kita tidak bisa menemukan orang yang kita butuhkan itu?" Kai berbicara bagaikan kereta api yang sedang berjalan. Ia bahkan tidak membiarkan Kris menghentikan ucapannya itu.
"Hyung? Apa tidak ada yang bisa ayahmu lakukan untuk mengulur waktu penyerangan dari FiemBat? Kenapa dunia kita rumit sekali? Ayahmu adalah pemimpin paling tinggi di dunia kita, tapi seperti tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa menunggu kita mendapatkan orang itu." Kai memotong pancakenya dan memasukan potongan itu kedalam mulutnya dengan wajah kesal. "Kenapa Hyung hanya diam saja? Jawablah pertanyaanku itu.."
"Kau bahkan tidak memberiku waktu untuk menarik napas, Jongin-ah.." Kris terkekeh kecil melihat tingkah Kai. "Aku tidak tahu harus menjawab apa karena kau terlalu banyak bertanya. Kalau aku menjawab semua pertannyaanmu itu, kau akan menjadi lebih cerewet dari ini. Jawabannya akan sangat rumit untuk dicerna anak kecil sepertimu."
"Aku sudah dewasa, Hyung!" Kai mengelak ucapan Kris.
"Kau akan mendapat jawaban dari semua pertanyaanmu itu jika waktunya sudah tiba." Kris beranjak dari kursinya dan mengambil setelan jas yang dia gantung di belakang kursinya. "Aku pergi ke kantor dulu. Kau cepat habiskan sarapanmu dan pergi ke sekolah. Jangan sampai telat atau aku akan mengurangi uang bulananmu."
.
.
Kai mengendarai mobilnya masuk ke sekolah mereka dan memarkirkan mobilnya di tempat parkir khusus murid sekolah itu. Ia keluar dari mobilnya, lalu berjalan masuk ke dalam gedung sekolahnya.
"Kim Jongin Haksaeng.." Panggil seseorang saat Kai sedang melangkahkan kakinya menuju kelasnya yang berada di lantai dua. Kai menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya untuk melihat orang yang memanggilnya.
"Ne, Jeon Seonsaengnim?" Kai menundukkan kepalanya sebentar saat melihat orang yang memanggilnya.
"Ikut aku sebentar." Kata guru itu. Kai lalu mengikuti Jeon Seonsaengnim masuk ke dalam ruang guru.
.
.
TBC
a.n : Chapter ini dilanjutkan di wordpress drumstick99*wordpress*com bisa minta passwordnya di fb (Drumstick Drumthor) atau twitter (drumthor)
Chapter 10 akan diupdate seperti biasa di ffn.. Yang bisa dapet password cuma yang udah review.. Jadi jangan lupa tinggalkan review ya..
