Disclaimer : DMC dan DXD bukan punya saya
Rate : M
Genre : Advanture, Action, Family, Romance
Pair : ?
Warning : insides


Life 10 : Reunion


- Dante P.O.V -

Saat ini aku berada di alam bawah sadarku. Ya, aku menemui Ddraig yang kemarin tiba-tiba terbangun saat aku melawan Yakitori itu. Sekarang, di hadapanku sesosok naga merah yang tertidur dengan mata terpejam. Oh ayolah Ddraig jangan pura-pura.

[Ghehe maaf patner. Jadi ada apa menemuiku? Apa kau mau meminjam kekuatan lagi seperti waktu melawan Numbus?]

Pinjam? Hei! Bukannya kau sendiri yang bilang kita ini Patner? Itu berarti kita bekerja sama kan? Huh.

[Khukhukhu... Ya, kau benar! Maaf soal itu. Aku terlalu terbiasa dianggap kekuatan oleh para pemilik sebelumnya. Jadi mereka selalu bergantung pada kekuatanku.]

Dianggap kekuatan?

[Ya. Naga langit disimbolkan sebagai kekuatan. Bahkan kau tahu kemampuan dasarku menggandakan kekuatan sedangkan kemampuan Albion membagi kekuatan. Karena kemampuan kami yang saling berlawanan maka kami menjadi rival abadi.]

Ya ya aku tahu soal itu semua. Tapi kau belum menjawab pertanyaanku, apa yang kau maksud simbol kekuatan tadi, Ddraig?

[Simbol kekuatan ya. Jadi begini patner. Naga. Kususnya naga yang sekelas naga langit sepertiku. Naga memiliki simbol-simbol tertentu. Dan naga langit, simbolnya adalah kekuatan.]

Hm, kenapa begitu? Apa itu artinya naga langit adalah naga yang terkuat diantara para naga lain?

[Bisa dibilang, iya. Naga kelas tertinggi adalah naga langit. Namun ada lagi yang diatasnya, yaitu 2 dewa naga. Tapi mereka tidak bisa dikategorikan naga lagi karna dari awal mereka berdua lahir dari kehampaan dan ilusi yang berasal dari celah dimensional. Jadi, Naga langit lah kelas tertinggi dari para naga, bahkan di atas Dragon king.]

Begitu. Lalu apa untungnya disebut sebagai simbol kekuatan seperti itu? Apa cuma untuk harga diri?

[Itu salah satunya. Tapi sebenarnya, kekuatan besar akan menarik kekuatan-kekuatan besar lainnya. Dengan kata lain, akan ada banyak orang-orang berkekuatan besar berkumpul di sekitarmu, ntah itu lawan, ataupun lawan.]

M-mengerikan! Jadi teman-temanku akan mendapat kekuatan besar tapi di sisi lain lawan-lawan kuat datang padaku?

[Tepat sekali.]

Cih, merepotkan. Padahal aku cuma ingin hidup tenang bersama keluarga dan teman-temanku. Makan pizza sepuasku, ditemani gadis-gadis beroppai besar, hanya itu. Kalau lawan kuat, aku rasa cukup Vergil saja sebagai rival abadiku.

[Soal itu kau tenang saja patner. Kekuatan juga membawa kejayaan dan pesona. Jadi tanpa sadar, akan banyak lawan jenis yang akan tertarik padamu. Aku maklum di usiamu yang masih remaja pasti mau melakukan itu kan?]

Tentu saja Ddraig! Baiklah, tak peduli berapa banyak lawan kuat yang harus kuhadapi asal di sisi lain aku juga bisa berhubungan seks dengan wanita berdada besar yang kusukai!

[Khukhukhu... Baru pertama kali ini aku memiliki patner seunik kau, Dante Hyoudou]

Huh, apa iya?

[Para pemilikku sebelumnya begitu angkuh karna tenggelam dalam kekuatan besar. Mengamuk sesuka mereka hingga banyak yang cepat mati. Namun ada juga pemilik yang berumur panjang, tapi tetap saja mati karena lepas kendali.]

Jadi, mereka mati karena memakai Juggurnaut sembarangan?

[Begitulah. Kau juga tahu sendiri seberbahaya apa Juggernaut Drive. Jadi aku sarankan, jangan gunakan itu lagi kalau kau tak ingin bernasip sama seperti mereka, patner]

Tentu saja, lagipula aku cukup percaya diri dengan kekuatan kita sekarang, Ddraig. Tapi tetap saja aku akan melatihnya agar bisa lebih kuat lagi.

[Ya. Dan karena kau benar-benar menganggapku sebagai mahluk, jadi dengan senang hati aku akan membantumu sebagai patnermu.]

Huh? Apa maksudmu? Kau memang mahluk kan? Memang sih kau dikalahkan lalu jiwamu disegel disini. Tapi tetap saja kau ini seekor naga kan?

[Khukhukhu,, lupakan. Sebaiknya kau bangun. Sekarang sudah pagi.]

Oke, sampai jumpa. Aku kembali ke alam nyataku, oh ternyata aku tertidur di kamarku. Aku membuka mataku dan yang kulihat adalah,,

SEPASANG OPPAI!

A-apa ini mimpi? Lalu ku beranikan membenamkan wajahku disitu. L-lembut dan padat!

"Fuu... mmh... mmh..."

Desah nafas lembut terasa mengenai rambutku. Kemudian kudongakan wajahku ke atas dan yang kulihat wajah cantik dihiasi rambut merah crimson yang tengah tertidur. R-Rias?! A-apa ini masih mimpi?! Kemudian pandanganku kembali turun ke oppai lalu turun lagi ke perut hingga berhenti pada celah diantara kedua pahanya, tanpa bulu! T-tidak, itu daerah terlarang! J-jadi Rias telanjang bulat?! I-ini pasti mimpi!

"Fuaaa sudah pagi ya? Umm, Dante? Apa yang kau liat?"

! Suara Rias! Aku mendongakan kepalaku melihat wajah Rias yang baru bangun. T-tapi kenapa dia bersikap biasa-biasa saja?

"Gyaaa...!"

Aku langsung sedikit menjauh dari tubuh polos Rias! Ke-kenapa begini?! Seingatku semalam aku tidur sendirian, tapi kenapa ada Rias disini?! Aku lalu melihat diriku sendiri. Baju, ah aku tidak pakai karena sudah kebiasanku di rumah bertelanjang dada. Celana, huft masih terpakai. L-lagipula aku juga tidak ingat kalau melakukan 'itu' dengan Rias, mimpi pun tidak!

"Umm kenapa kau begitu panik, Dante? Ada yang salah?"

A-apa-apaan pertanyaan itu?! A-apa dia tak sadar akan situasi ini?!

"R-Rias! K-kenapa kau disini?! Bukan-bukan, kenapa kau telanjang di kamarku?!

"Mou, kau lupa aku semalam sudah izin kaa-sama untuk tinggal disini? Soal kenapa aku telanjang saat tidur itu memang kebiasanku saat tidur. Kau tak keberatan kan?"

"Tidak, itu yang terbaik! Eh bukan-bukan, kenapa kau disini?! Kamarmu kan ada di sebelah!"

"Yah, semalam aku susah tidur. Jadi aku menyelinap kesini saat kau sudah tertidur dan menjadikanmu guling pelukku."

"G-guling peluk?"

"Fufufu, tenang saja. Bibir yang ini masih perawan. Tapi kalau mau, kau boleh me-nye-rang-ku disini."

S-suara Rias begitu menggoda. Juga jari telunjuknya yang menunjuk daerah terlarangnya, itu benar-benar erotis! Aku harus bertahan! Aku harus bertahan! Oh sial, aku mulai mimisan, huh! Tidak, aku harus bertahan!

"Dante? Kau baik-baik saja kan? Sini."

Rias langsung menarikku ke dalam pelukannya! L-lembut! T-tubuh polos Rias benar-benar bersentuhan denganku! Terasa begitu lembut saat oppai besar padat nan elastis itu menekan-nekan dada bidangku! A-apa ini saat pertamaku?! J-jika memang Rias lah yang akan meluluskan keperjakaanku maka inilah yang terbaik! Baiklah, aku ini lelaki jantan, aku harus bisa!

Saat aku telah membulatkan tekatku, terdengar suara teriakan dari luar kamarku.

"Dante! Sudah pagi! Cepat bangun! Ah, aku harus membangunkan Rias-chan juga."

Itu suara kaa-san, huh, mengganggu saja. Apa-apaan bilang mau membangunkan Rias juga? Rias kan ada disini. Eh?! Ini gawat! Jika sampai kaa-san tahu aku sekamar dengan Rias yang telanjang, ini akan gawat!

"Fufufu... Maaf Dante, sepertinya ini harus kita tunda dulu." ucap Rias melepaskan pelukannya.

"Huh, padahal ini kan hari libur." ucapku menggerutu karena saat-saat yang indah ini akan berakhir begini saja.

"Memang. Tapi semalam saat kau sudah tidur, Beelzebub-sama menghubungi Tou-sama dan bilang kalau Yondai Maou-sama mau bertamu kesini hari ini."

"Jadi mereka serius mau kesini? Mau apa mereka?"

"Entahlah. Sepertinya akan ada pertemuan penting. Sebaiknya kau bersiap-siap. Mungkin sebentar lagi Akeno dan yang lainnya akan datang mengantar mereka ke rumah ini."

"Baiklah. Lalu kau sendiri bagaimana?"

"Aku juga akan kembali ke kamarku. Lagipula baju-bajuku ada disana."

"Eh?! T-tunggu! Jangan seenaknya keluar dalam keadaan telanjang seperti itu!"

"Fufufu... Dasar bodoh, aku kan bisa memakai lingkaran sihir-"

'Cup

"-tunggulah di ruang tamu, oke?"

Setelah mencium pipiku dan mengatakan itu, Rias menghilang dalam lingkaran sihir. Aku jadi diam mematung memikirkan kejadian yang ku alami tadi. Kenapa Rias semakin bertingkah berani seperti itu kepadaku? Apa karena sekarang aku budaknya? Ah, kurasa tidak, lagipula Kiba juga budak Rias tapi Kiba bukan tipe orang mesum sepertiku. Jadi tak mungkin Rias melakukan ini juga pada Kiba. Lalu, apa alasannya karena aku menolongnya dari pernikahan itu? Hm, mungkin memang itu alasannya. Ah sudahlah, sebaiknya aku mandi dan bersiap-siap.

.

.

Saat ini aku tengah berada di ruang tamu. Yah, aku memakai kaos hitam dan celana hitam panjang. Soalnya nanti akan ada banyak tamu di rumah ini, jadi aku tak mungkin bertelanjang dada seperti biasanya. Oh iya, disini selain aku juga ada Rias, Ayah dan Ibu. Hm, ada yang kurang.

"Kaa-san, Vergil dan Asia kemana?"

"Oh, mereka latihan di Basement 1. Panggil mereka, Dante. Suruh bersiap-siap."

"Hm."

"Aku ikut!."

Lalu aku dan Rias pun turun ke basement 1.

Di sana, terlihat Asia berhadapan dengan Vergil yang sudah mengaktifkan sayap cahayanya, Divine Divining. Rias yang berjalan di sampingku juga tidak terkejut melihat sayap milik Vergil, yah semua orang kini sudah tahu kalau aku dan Vergil adalah 2 naga langit. Tapi, sedang latihan apa mereka berdua? Aku mendengarkan percakapan mereka sambil berjalan ke arah mereka.

"Asia, setelah latihan yang tadi, kini kau sudah tahu kan peranmu sebagai peluncur yang mana meningkatkan kekuatan sihirmu. Sekarang, kita lanjutkan tingkat selanjutnya." ujar Vergil

"Apa yang harus kulakukan Vergil-nii?"

"Sekarang, pancarkan aura penyembuhmu sekuat mungkin. Lalu aku akan membagi aura penyembuhmu. Tapi ingatlah, setelah auramu berkurang karena kubagi nanti, segeralah perbaiki dan tingkatkan lagi jumlah aura penyembuhmu ke jumlah yang sama dengan sebelumnya, tak boleh kurang juga tak boleh kelebihan. Mengerti?"

"Ha'i!"

Lalu Asia mulai berkonsentrasi, aura hijau menyelimuti Asia. Asia terdiam berkonsentrasi mempertahankan jumlah aura hijau di tubuhnya. Benar-benar aura yang stabil dan tak goyah sedikitpun. Lalu 10 detik kemudian,,

[divide]

Aura hijau yang menyelimuti Asia memudar, namun dalam sekejap, aura itu langsung pulih seperti semula! Benar-benar pengendalian yang hebat, Asia ku!

"Cukup Asia." mendengar perintah Vergil, Asia menghilangkan aura hijaunya. Lalu Vergil kembali memberi arahan,

"Setelah ini, keluarkan lagi aura yang sama seperti tadi. Namun kali ini aku tak membaginya. Jadi pertama-tama pertahankan auramu selama 10 detik. Setelah ku beri aba-aba, tingkatkanlah jumlah auramu seperti saat ku bagi tadi. Mengerti kan?"

"Ha'i!"

Asia melakukan hal yang sama seperti tadi, yaitu melapisi seluruh tubuhnya dengan aura hijau yang jumlahnya seperti tadi dan mempertahankannya. Setelah 10 detik,

"Sekarang!"

Mendengarkan aba-aba Vergil, jumlah kadar aura hijau Asia langsung meningkat 2 kali lipat! Wow, hebat!

"Tetaplah pertahankan jumlah itu, Asia! Jangan sampai menurun!"

"Ha'i!"

Menuruti Arahan Vergil, Asia terus mempertahankan jumlah auranya yang sudah meningkat selama beberapa saat, lalu Vergil menghentikannya.

"Cukup Asia."

Mendengar itu, Asia kembali menghilangkan auranya.

"Bagus, sekarang kita lanjutkan tahap penutup. Asia, setelah ini langsung keluarkan aura penyembuhmu yang sudah meningkat tadi. Ingat, ini bukan bertahap seperti sebelumnya. Tapi harus langsung kemudian pertahankan selama yang kau bisa. Sekarang, lakukan!"

"Ha'i!"

Asia kembali mengeluarkan aura hijau yang menyelimuti seluruh tubuhnya. Namun jumlahnya bukan seperti yang pertama, melainkan langsung dengan jumlah yang sudah meningkat! Woah, benar-benar hebat! Tak hanya itu, Asia juga mempertahankan jumlah itu cukup lama! Luar biasa! Lalu Rias yang ada di sampingku juga berkomentar,

"Pelatihan yang diberikan kakakmu sungguh hebat, Dante. Hanya dalam waktu sebentar, kekuatan Sacred Gear Asia meningkat sepesat itu."

"Yah memang. Lagipula Vergil dibesarkan oleh penggila Sacred Gear. Jadi dia tahu materi latihan yang pas untuk pengguna Sacred Gear termasuk Asia. Dia bahkan juga menyarankanku untuk lebih mengenal Ddraig agar penggunaan Boosted Gearku bisa lebih efektif."

"Dibesarkan penggila Sacred Gear?"

"Nanti kau akan tahu, Rias."

Aku lalu kembali berjalan ke arah mereka dengan Rias yang mengikutiku. Sepertinya Asia sudah menyelesaikan latihannya, nafasnya sedikit terengah-engah karena kelelahan. Lalu aku mengambilkan minum yang ada di meja dekat mereka dan memberikannya ke Asia.

"Kau semangat sekali, Asia. Tapi yang tadi itu benar-benar hebat."

"... Hah... Hah... Terimakasih Dante-san." jawab Asia lalu meminum minuman yang kuberikan.

"Jadi bagaimana latihannya, Asia, Vergil?" tanya Rias

"Seperti yang kau lihat. Jangkauan dan kecepatan penyembuhan Asia meningkat 2 kali lipat dari sebelumnya. Tapi karena terbatas stamina, aku rasa cukup dulu untuk hari ini. Selanjutnya pasti bisa meningkat lagi." jawab Vergil

"Itu sangat bagus, Vergil. Terima kasih telah melatih Asia." ucap Rias membungkukan badan

"Tak perlu seperti itu. Lagipula Asia adalah adikku yang pintar. Tak seperti adikku yang bodoh itu." tunjuk Vergil ke arahku, Hey!

"Nah sebaiknya kalian berdua bersiap-siap. Sebentar lagi para tamu datang." ucapku

Lalu kami berempat keluar dari basement ini. Aku dan Rias kembali ke ruang tamu, sedang kan Vergil dan Asia ke kamar masing-masing untuk menyiapkan diri.

.

- skiptime, ruang tamu -

Saat ini, aku tengah membantu Tou-san menata ulang ruang tamu. Tak banyak berubah sih, cuma menggelar karpet di hamparan lantai ruang utama lantai 1 yang luas ini. Sebenarnya ada sih sofa di ruang tamu, tapi dengan banyaknya tamu yang datang nanti. Menurut Rias tadi, nanti Ketua Osis, Sona Sitri dan para osis lain yang merupakan budaknya juga akan datang. Yah, sebenarnya aku juga tahu sih kalau para Osis adalah iblis keluarga Sitri. Hanya saja aku jarang melakukan kontak dengan mereka, jadi mereka tak menyadari tentangku. Namun, karena aksiku menggagalkan pernikahan Rias dan semua hal di waktu itu, berita itu menyebar sangat cepat, jadi Sona Sitri juga akhirnya tahu dan ingin datang kesini juga. Ah itu Asia sudah selesai mandi dan ganti baju.

"Asia, pergilah ke dapur untuk membantu Kaa-san dan Rias mempersiapkan makanan."

"Ha'i Dante-san."

Asia langsung ke dapur. Lalu aku melanjutkan kembali pekerjaanku bersama Tou-san. Lalu Vergil yang juga muncul. Tanpa diminta, dia langsung ikut membantu kami menata ruang ini, dengan begitu pekerjaan kami bisa cepat selesai. Setelah dekorasi ruang utama selesai, Aku, Tou-sama dan Vergil pergi ke dapur untuk mengambil makanan-makanan yang sudah dipersiapkan Kaa-sama, Rias dan Asia, lalu membawa makananan-makanan itu dan menatanya di karpet yang sudah kami gelar di lantai ruang tengah. Sebenarnya sih makanan itu tergolong cemilan yang berupa kue-kue serta makan kecil lainnya, tentunya minuman-minuman juga ada. Setelah semua selesai, kami berenam menunggu para tamu di ruang tengah.

'Ting Tong

Bel pintu berbunyi.

"Biar aku saja."

Aku lalu beranjak untuk membuka pintu. Pintu kubuka, banyak sekali orangnya, umm maksutku iblis. Diantaranya ada Sensei dan 3 Maou lainnya, lalu Akeno dan lainnya, juga Sona-kaichou dan para osis lainnya.

"Uh, sensei, juga, kalian." ucapku lesu

"Apanya yang uh? Jadi, boleh kami masuk?" tanya Sensei

"Tidak." jawabku segera

"Terimakasih." tanpa menghiraukanku, Sensei langsung masuk begitu saja diikuti yang lainnya. Hei! Huh, setelah semuanya masuk, aku menutup pintu dan kembali ke ruang tengah bersama mereka semua.

"Selamat datang, Ajuka. Juga kalian semua. Duduklah." ucap Tou-san mempersilakan

Kami semua duduk di ke empat sisi karpet. Sisi pertama ada aku, Asia, Kaa-san, Tou-san dan juga Vergil. Lalu di sisi kananku ada Rias, Akeno, Kiba dan Koneko-chan. Lalu di sisi seberangku ada Sensei dan 3 Maou lainnya. Dan terakhir di sisi kiri di tempati para Osis. Makanan cemilan dan minuman juga sudah tersedia. Jadi kalau mau tinggal ambil saja.

"Mari silakan, jangan sungkan." ucap Kaa-san mempersilakan

Tanpa pikir panjang aku langsung memakan beberapa camilan di dekatku. Rekanku tim Gremory juga makan dan minum tanpa sungkan. Bahkan Koneko-chan langsung mengambil 1 toples kue untuk dimakan sendiri. Di sisi para Maou, cuma Sensei yang minum teh dengan santai. Sementara 3 Maou lain dan kelompok Osis masih diam saja sambil memperhatikan makanan dan minuman di dekat mereka.

"Tenang saja, tak ada racunnya." celetuk Vergil yang membuat mereka semua semakin sungkan

"Ara-ara, kau tidak boleh begitu Vergil-kun." potong Akeno-san tersenyum seperti biasanya. "Nah mari semuanya, jangan sungkan." lanjutnya lalu semuanya pun mulai berani untuk mengambil makanan atau minuman yang tersedia. Kemudian,

'Ting tong

Bel pintu kembali berbunyi. Huh? Siapa lagi? Semua tamu sudah ada disini. Atau jangan-jangan?

"Hey Vergil. Apa ini orang itu?" tanyaku

"Bukan. Walau dia tahu pertemuan ini tapi dia tak akan datang." jawab Vergil

"Dia siapa, Dante?" tanya Rias

"Entahlah, biar ku buka dulu." aku lalu beranjak untuk membuka pintu.

Saat pintu kubuka,,

'Bruaakk

Sebuah bogem mentah mendarat di wajahku! Begitu keras hingga membuatku terpental beberapa meter lalu membentur dinding! Ini sakit, sialan! Melihatku seperti ini, tatapan semua orang menjadi waspada, bahkan Kiba sudah menciptakan pedang di tangannya. Eh? Tunggu!

"T-tahan, kalian semua!" cegahku sehingga semuanya kembali tenang.

"Kauu!" seorang wanita muda berambut pendek hitam kecoklatan mengenakan dress putih dan hot pant hitam juga berbagai senjata yang dibawanya juga tampak menambah kengerian gadis itu. Iris matanya yang beda warna antara merah di kanan dan biru di kiri itu menatapku tajam. D-dia kan?!

"L-Lady?!"

"Berani-beraninya kau meninggalkan begitu saja tanpa meninggalkanku tanpa pesan apapun, hah?!" ucap Lady begitu marah

S-sial! K-kenapa dia disini?! Bagaimana dia tahu aku disini?! Tidak, itu tidak penting, dia akan benar-benar membunuhku!

"Mary... Kau Mary kan?"

Itu suara kaa-san. Mendengar nama aslinya dipanggil, Mary, atau yang kusebut Lady, menoleh ke asal suara itu dan betapa terkejutnya Lady melihat siapa yang memanggilnya.

"O-oba-san?! S-Sparda dan Vergil?! Dante! Bisa jelaskan ini semua!" seru Lady kebingungan

"Huh, makanya dengarkan aku dulu. Ayo ikut." ajakku

Aku kembali duduk di karpet, namun kini pindah disamping Rias. Lalu Asia menggeser duduknya ke kanan sehingga Lady bisa duduk di samping Kaa-san.

"O-oba-san! Bagaimana mungkin anda disin?! Bukankah anda sudah-"

"Banyak yang terjadi, Mary. Nanti aku jelaskan. Sebelumnya, aku ingin minta maaf padamu mengenai Arkham. Aku tahu kau begitu membencinya dan tak mengakuinya sebagai ayah. Tapi walau bagaimanapun dia juga kakakku. Aku sungguh minta maaf mengenai ini, Mary." ucap Kaa-san menunduk sedih. Oh, jadi si botak itu pamanku ya? Ah, dia kan sudah kubunuh. Lagipula dia memang pantas mati.

"Tak apa, Oba-san. Lagipula dia sudah mati. Dengan begitu, ibuku sudah bisa beristirahat dengan tenang di alam sana." ucap Lady dengan sendu

"Aku turut berduka cita atas apa yang menimpa ibumu, Mary. Itu juga salahku karna aku tak ada disana." ucap Kaa-san

Huh, aku mulai muak dengan atmosfir seperti ini.

"Jadi, ada perlu apa, sensei? Ini bukan soal ulahku yang menghajar Yakitori itu kan?"

"Itu salah satunya. Raiser Phenex jadi begitu depresi setelah kalah darimu. Tapi walau begitu, keluarga Phenex tak menyalahkanmu. Justru mereka berterimakasih karena sudah memberikan pelajaran untuk Raiser, begitulah."

"Oh, ya sama-sama. Lalu?"

"Dan ini topik utama, mengenai keluargamu. Ya walaupun aku sudah tahu, tapi 3 Maou di sampingku ini ingin tahu. Tak apa kan? Sparda?"
Sensei kemudian melirik ke ayahku.

"Ya, tak masalah. Jadi, apa yang ingin kalian tanyakan, Sirzechs, Serafall, Falbium?"

Oh, jadi ayah sudah mengenal mereka bertiga? Sudah sewajarnya sih mengingat ayah adalah mantan kesatria iblis. Aku juga sudah dengar dari Sensei kalau Yondai Maou saat ini juga merupakan kesatria di jaman yang sama dengan Ayah. Menjawab itu, Maou Sirzechs angkat bicara.

"Sparda, aku sudah mendengar alasanmu meninggalkan dunia iblis. Aku baru tahu kemarin dari Ajuka, dan aku juga menyetujui keinginanmu yang ingin melindungi dunia manusia. Tapi Sparda, setelah kami menjadi Maou yang baru, aku yakin kau tahu mengenai sistem baru iblis yang tak akan menyakiti manusia. Namun, kenapa kau tak pernah kembali ke Dunia bawah? Sebagai cucu Lucifer asli, kau seharusnya mendapat tempat yang layak di sisi kami." ucap Maou Sirzechs dengan nada penyesalan. Mendengar itu, Ayah menghela nafas lalu menjawab,

"Kau mungkin benar Sirzechs. Memang tak ada 1 pun iblis yang berada di bawah kepemimpinanmu yang menyerang dunia manusia, kalaupun ada itu hanyalah iblis liar. Dan juga Sirzechs, walau saat ini sistem iblis sudah banyak perubahan, namun itu tak semuanya. Banyak tetua dan bangsawan yang masih memegang erat arti harga diri tinggi, adat budaya lama, serta pentingnya garis keturunan darah murni. Walau aku darah murni yang merupakan cucu Lucifer asli, tapi aku muak itu semua. Para iblis reinkarnasi dan darah separuh iblis hanyalah menerima diskriminasi yang begitu keras, bahkan kedua anakku juga mengalami itu. Aku benar-benar tak bisa menerima semua itu, jadi aku tinggal di dunia manusia. Yah, cukup beruntung para iblismu tak ada yang menyerang dunia manusia."

"Aku mengerti itu, maafkan aku, butuh waktu yang lama untuk bisa mengubah itu semua. Aku yakin kau mengerti ini. Tapi Sparda, ada yang mengganjal dalam pikiranku. Jika tak ada dari golonganku yang menyerang, lantas siapa?"

Pada pertanyaan Maou Sirzechs, Ayah memejamkan mata. Setelah beberapa saat, Ayah membuka mata dan tatapannya menjadi tajam kemudian menjawab,

"Rizevim Livan Lucifer!"

Mendengar itu, semua orang kecuali keluargaku dan Sensei, begitu terkejut. Oh, jadi nama si brengsek itu begitu terkenal ya? Heh, aku jati tak sabar ingin segara menghabisinya.

"B-bagaimana mungkin?! D-dia kan putra Lucifer yang merupakan ayahmu sendiri, Sparda?!"

"Dengar, kalian semua. Ini akan jadi cerita yang panjang. Sebuah kisah cinta antara iblis dengan manusia dimana seluruh dunia menolaknya-"

.

-TBC-


A/N : Selesai juga untuk update hari ini -"
Tapi tenang, nanti pasti lanjut lagi kok. Chapter 11 juga sedang saya garap, tapi belum selesai, jadi belum bisa di post sekarang. Yah, nantilah sekalian chapter 12 dan 13 mungkin, tergantung waktu luang juga sih, bahkan bisa sampai chapter 15 kalau memang bener-bener banyak waktu luang ^_^
Juga menanggapi sebuah saran dari,, umm, gak ada namanya -.-
Intinya yang menyarankan :
Guest chapter 7 . Jun 13

sebenar nya ff ini bagus, tapi mungkin anime yang di corosefer kan sama hsdxd gax banyak yang suka, makan nya jumlah rivew nya sedik, tapi kalo mungkin senpai buat nya corosover naruto dan hs dxd pasti riview nya banyak! (cuma sekedar saran, kalo emang senpai gax suka abaikan aja, yang penting terus berkarya)

Answer : Terimakasih banyak atas sarannya ^_^ Saya akui memang benar kalau anime DxD dan DMC memang terbilang fandom sepi yang bahasa indonesia. Bahkan fic ini adalah Crossover DxD - DMC bahasa indonesia yang pertama di FFN ^o^ Yah, memang sih ada Crossover DxD - Naruto yang semuanya ramai dan banjir Review, sudah sewajarnya memang. Tapi mau bagaimana lagi? Fict ini hadir karena yang ada di inspirasi saya adalah DxD dan Devil May Cry, jadi, ya jadilah fict ini. Untuk Naruto, umm, sama sekali belum ada inspirasi -_- Yah, kapan-kapan ya. Tapi, terimakasih banyak sarannya :)

Juga terimakasih untuk , HarisHeavenStar, Rinnegan, serta Reader-san lainnya yang membaca dan menyukai fict saya ini. Dan tetap ikuti ya karna saya pastikan fict ini akan terus saya update ^_^ walau jadwalnya gak tentu sih -,-
Akhir kata, Review ^_^
v
v
v