The Death Fourth

.

.

.

Main Cast : Oh Sehun , Xi Luhan, Kim Jongin, and Park Chanyeol

Pairing: HunHan/KaiSoo/ChanBaek

Genre : Romance, Action, Friendship, Hurt/Comfort

Rate : T-M

Length : Chapter

YAOI. Typo (s)

HUNHAN STORY!


.

.

.

"Aku pulang" Sehun membuka pintu rumah mereka dan mendapati Luhan sedang duduk di sofa bermain dengan laptopnya.

"Hay Lu, kau sendirian?" Tanya Sehun mengernyit bingung karena rumahnya tampak sepi dan hanya Luhan yang kelihatan bosan menunggu dirumah mereka sendirian.

Luhan meletakkan laptop yang berada di pahanya dan berjalan mendekati Sehun "Sehunnie" rengeknya memeluk Sehun erat sedikit mencengkram punggung Sehun "Kau kenapa hmm?" Sehun yang bingung bertanya sambil mengecupi pucuk kepala Luhan.

"Mana Kai dan Chanyeol?" Tanyanya lagi karena tetap tidak menemukan kedua sosok itu di rumah mereka.

"Mereka kencan" lirih Luhan namun tersenyum bahagia. "Kencan? Dengan teman-temanmu? Kau mengijinkannya?" Tanya Sehun memastikan kalau dia tidak salah dengar. Luhan hanya mengangguk dalam pelukan Sehun memberikan jawaban,

"Kau sudah melakukan hal yang benar sayang, aku bersamamu dan terus menemanimu hmm" katanya tersenyum mengetahui ketakutan terbesar Luhan adalah kembali ditinggalkan sendiri. Luhan hanya kembali mengangguk mengeratkan pelukannya pada Sehun karena setelah ini dia tahu akan bagaimana hidupnya karena kedua temannya memang sudah harus menjaga Kyungsoo dan Baekhyun yang selama ini dia jaga.

Flashback

Minggu pagi ini, rumah Luhan dan teman-temannya tampak sepi karena penghuninya masih terlelap tidur, terkecuali untuk Sehun. Sehun memang mengatakan ada hal yang perlu ia urus maka dari itu dia tidak pulang dari semalam membuat Luhan sedikit kesal namun kesalnya hilang saat Sehun menelponnya dan menyanyikan lagu tidur untuknya.

Luhan sendiri keluar dari kamarnya untuk mengambil minum namun dahinya mengernyit mendapati Kai dan Chanyeol mengendap ke pintu dengan pakaian rapih di pagi-pagi buta seperti ini

"Kalian mau kemana? Kenapa mengendap?" Tanya Luhan mengucak matanya dan menuruni tangga.

Kai dan Chanyeol menatap kaget karena tidak menyangka Luhan akan bangun sepagi ini.

"Kalian mau kemana? Kenapa tak menjawab?" Tanya Luhan melewati keduanya menuju dapur dan menuang air kedalam gelas.

Kai mendekati Luhan yang sedang bersender di meja dapur sambil meminum airnya. "Lu" gumam Kai mendekati Luhan agak ragu "Hmm" balas Luhan masih meminum airnya.

"Lu, kami keluar kencan dengan kedua temanmu hari ini" Chanyeol berkata langsung memberitahu Luhan.

Uhuk!

"Mwo? Kenapa mendadak?" Tanya Luhan bingung. "Harusnya semalam kami memberitahumu, tapi mood mu sedang tidak bagus karena Sehun pergi. Bolehkan kami pergi?" Tanya Kai penuh harap.

"Kalian mau kemana?" Tanya Luhan dengan nada yang dibuat sebiasa mungkin. "Entahlah, mungkin hanya nonton dan makan, tapi kalau kau tidak mengi..."

"Bagaimana jika aku tidak mengijinkan?" Tanya Luhan memotong ucapan Chanyeol. Tidak ada yang menjawab dari keduanya, mereka hanya berbalik badan menuju kekamar masing-masing.

"Ish, aku kan tidak melarang" gumam Luhan kesal dan berlari mendului kedua temannya "Kalian mau kemana?" Tanya Luhan merentangkan tangannya.

"Kau tidak mengijinkan kami pergi kan? Yasudah kami mau tidur lagi" balas Kai enggan menatap Luhan begitupula Chanyeol yang juga enggan menatap Luhan "Kenapa begini lagi" gerutu Luhan dalam hati.

"Yak! Kalian berdua lihat aku" protes Luhan berkacak pinggang. Kai dan Chanyeol pun melihat ke arah Luhan tidak mau membuat Luhan menjadi kesal.

"Tiga syarat" Luhan mengangkat tiga jarinya kedepan Kai dan Chanyeol "Apanya yang tiga syarat" tanya Chanyeol bingung

"Kalian boleh berkencan dengan temanku tapi harus dengan tiga syarat" Luhan menjelaskan maksudnya.

"Sebutkan" ujar Kai dan Chanyeol bersemangat.

"Pertama! Setelah ini kalianlah yang akan menjaga kedua temanku. Aku tidak mau kalian mempermainkan mereka atau membuat mereka merasa sedih. Aku akan membenci kalian jika kalian melakukan itu. Kalian sanggup" tanya Luhan

"Kami sanggup..sangat" Kai menjawab dengan cepat sementara Chanyeol mengangguk penuh semangat.

Luhan mau tak mau tersenyum karena sepertinya Kai dan Chanyeol benar-benar menyukai kedua temannya. "Kedua! Jangan berbuat macam-macam pada mereka. Kedua temanku sangat polos. Mengerti kan?" Katanya menekuk jari telunjuknya menyisakan dua jari di wajah Kai dan Chanyeol.

"Macam-macam kami tergantung keadaan" kekeh Kai yang tidak berani menjamin tidak melakukan apa-apa pada Kyungsoo. "Yasudah tidak boleh" balas Luhan berniat meninggalkan keduanya.

"Kami mengerti Lu" Chanyeol menarik lengan Luhan mencegahnya pergi "Kau?" Selidik Luhan pada Kai. Kai masih belum bisa memberi jawaban sampai Chanyeol menginjak kakinya "Formalitas, cepat katakan" bisik Chanyeol sangat pelan

"Hah.. Baiklah, aku tidak akan melakukan macam-macam pada Kyungsoo.. Tidak janji" kalimat terakhir diucapkan sangat pelan agar Luhan tak mendengar.

"Apa yang ketiga Lu?" Tanya Chanyeol tak sabar.

"Ummh" Luhan tampak berfikir dan berjalan mendekati keduanya "yang ketiga" gumam Luhan memeluk Kai dan Chanyeol "Jangan lupakan aku sepenuhnya, aku masih membutuhkan kalian" lirih Luhan meletakkan wajahnya diantara bahu kai dan Chanyeol.

"Hey, kau tetap prioritas kami Lu, sampai Sehun benar-benar bertanggung jawab sepenuhnya atas dirimu, kau tetap prioritasku, prioritas kami. Aku selalu memperhatikanmu hmm" ujar Kai mencium kening Luhan, menenangkan Luhan yang mulai bergetar.

"Lu, kenapa kau mengira kami akan melupakanmu, dasar rusa jelek. Aku tidak akan pernah melakukannya walau kau sudah memiliki selusin anak dari Sehun. Jangan membuatku sedih hmm" kini Chanyeol mengambil Luhan dari pelukan Kai dan memeluknya erat "Kami menyayangimu Lu, sangat menyayangimu" gumam Kai yang ikut memeluk Luhan dipelukan Chanyeol.

Luhan tersenyum lega mendengarkan semua ucapan Kai dan Chanyeol, walau setelah ini ia tahu dirinya dengan Kai dan Chanyeol tak akan sama lagi.

"Pergilah. Kalian bisa terlambat di kencan pertama kalian. Aku sudah tak apa" balas Luhan tersenyum menghapus air matanya yang menggenang di kelopaknya.

"Kalau kau keberatan kami akan disini menemanimu" Kai menghapus pipi Luhan lembut "Aniya, aku baik-baik saja. Kalian cepat pulang hmm" pesan Luhan mencium pipi Kai dan Chanyeol

"Kami akan segera pulang" ujar Chanyeol mengusak sayang kepala Luhan. "Sehun sebentar lagi pulang, kau hati-hati dirumah sendirian hmm" pesan Kai memastikan Luhan menuruti perkatannya.

"Araseo, kalian cerewet sekali, cepat pergi. Sukses untuk kencan pertama kalian. Sampai nanti" Luhan mendorong Kai dan Chanyeol keluar pintu dan mengantar kepergian mereka sampai mobil mereka tak terlihat lagi.

Senyum di wajah Luhan memudar saat mobil Kai dan Chanyeol meninggalkan hutan dengan cepatnya "Selamat bersenang-senang, cepat pulang dan jangan lupakan aku" gumam Luhan tak yakin pada dirinya sendiri, namun walau begitu dia senang membayangkan wajah bahagia keempat sahabat yang sudah menjadi keluarganya itu.

"Baiklah, kita tunggu Sehunnie pulang saja" Luhan kembali masuk kedalam rumahnya dan mengambil laptopnya untuk sekedar bermain atau mencari sesuatu.

End of Flashback

"Mongguya, mana Kai dan Chanyeol? Ini sudah jam sepuluh tapi mereka belum pulang" gumam Luhan menciumi Monggu membuat si anjing cantik itu menggeliat lucu. "Mongguya kita harus bagaimana kalau Kai dan Chanyeol sudah punya kekasih? Apa kau takut mereka lupa padamu?" Tanya Luhan menerawang, Monggu menggongong kecil seperti menjawab.

"Aku takut.. Takut ditinggalkan dan takut dibuang lagi" lirihnya tersenyum pahit sambil mengelus Monggu dengan sayang. Monggu si anjing piaraan hanya menjilati wajah Luhan seakan menenangkan pemiliknya yang cantik ini.

"Gomawo Mongguya.. Kau benar, aku masih memiliki Sehun dan kau juga Janggu. Aku tidak perlu khawatir kan" ujar Luhan gemas menciumi Janggu.

Drrt.. Drttt

Luhan terdiam saat membaca pesan dari Kai yang berisi "Lu, aku dan Chanyeol. Kami sudah meresmikan hubungan kami dengan Kyungsoo dan Baekhyun, terimakasih untukmu. Aku menyayangimu" setelah membaca pesan Kai berulang-ulang dan mencerna isinya, Luhan meletakkan ponselnya sembarangan dan menurunkan Monggu dari pangkuannya, kemudian dia mengangkat kedua kakinya ke atas sofa dan meletakkan kepalanya bertumpu di tumitnya yang berada di sofa

"Hmm.. Chukae Kaiya-kyungie, Baekie-yeolie" gumam Luhan tersenyum menyembunyikan wajahnya di tengah-tengah tumitnya. "Kenapa jadi sepi sekali rasanya" lirihnya yang entah kenapa menjadi bergetar sangat kesepian.

"Lu, ayo kita makan. Aku membuatkan spageti enak untukmu" Sehun memanggil Luhan namun tak ada jawaban membuat Sehun menoleh ke arah sofa dan mengernyit bingung karena Luhan menyembunyikan wajahnya di lekukan tumitnya, awalnya dia mengira Luhan hanya tertidur namun dia bingung saat melihat bahu Luhan bergetar, Sehun dengan cepat menghampiri Luhan.

"Lu, hey sayang kau kenapa? Kenapa menangis?" Tanya Sehun panik berjongkok didepan Luhan "Kau sakit? Katakan padaku mana yang sakit" pinta Sehun memaksa Luhan agar menatapnya. Luhan semakin bergetar karena Sehun memanggilnya. "Huwaaa Sehunna, sekarang hanya aku yang tidak memiliki kekasih"

..

..

..

"Jadi kau menangis karena Kai memberitahumu kalau mereka berempat sudah resmi menjadi sepasang kekasih?" Tanya Sehun yang kini sedang menggendong Luhan dan menenangkan pria manja di gendongannya ini "hmm" balas Luhan yang mengapitkan kakinya di pinggang Sehun.

"Kau tidak suka mereka bersama?" Tebak Sehun "Aku suka" balas Luhan meletakkan dagunya di bahu Sehun "Lalu kenapa menangis?"

"Aku hanya iri pada Baekhyun dan Kyungsoo sekarang mereka sudah punya kekasih sementara aku sendirian" lirihnya memeluk erat leher Sehun. Sehun pun secara otomatis menghentikan langkahnya yang sedang mondar mandir menenangkan Luhan sambil menggendongnya, kemudian dia merasa lehernya basah karena sepertinya Luhan benar-benar takut sendirian. "Lu" panggil Sehun menyapanya "Hmmm"gumam Luhan menjawab.

Sehun tersenyum dan kembali mendudukan Luhan di sofa kemudian ia berjongkok didepan Luhan. "Aku masih mau digendong" protes Luhan merengek "Ayo resmikan" Sehun mengabaikan rengekan Luhan dan menatap lembut Luhan

"Resmikan apa?" Tanya Luhan masih sesunngukan. "Aku sedang memintamu menjadi kekasihku rusa sayang"ujar Sehun tersenyum menghapus air mata Luhan.

"Eh?" Luhan salah tingkah dengan ucapan Sehun "ini pasti mimpi" gumam Luhan menundukkan kepalanya sambil memukul kencang kepalanya. Sehun menghentikan gerakan bodoh Luhan dan mengecup bibirnya telak.

Luhan membelalakan matanya saat Sehun sedikit melumat bibirnya namun dengan cepat dia melepas lumatannya di bibir Luhan "Jangan bodoh, Ini bukan mimpi sayang. Kau juga sudah menungguku dua tahun. Jadi kau mau kan menjadi kekasihku?" Tanya Sehun mengusap lembut pipi Luhan

Tes!

Air mata Luhan kembali menetes, tapi kali ini bukan airmata kesepian yang ia takuti, ini air mata bahagianya, dia benar-benar bahagia mendapati hari yang ia tunggu selama dua tahun ini akhirnya datang, hari dimana Sehun memintanya menjadi kekasihnya, Luhan tidak bisa berkata apa-apa mulutnya terasa lemas untuk membuka tapi air matanya terus bergenang di kelopaknya. "Lu, jangan menangis sayang" katanya menghapus airmata Luhan

"Kalau kau belum siap, aku yang akan menunggumu kali ini hmm" katany mengecup mata Luhan yang basah

Luhan yang mendengar ucapan Sehun membelalakan matanya dan langsung menerjang Sehun membuat Sehun terduduk karena sekarang Luhan duduk di pangkuannya dan memeluknya erat."Huwaaaa.. Jangan suruh menunggu lagi, aku bisa jadi perawan tua kalau kau terus menerusan menyuruhku menunggu. Pokonya hari ini kita resmi sepasaang kekasih" katanya memaksa Sehun.

Sehun terkekeh mendengarnya, dia memaksa Luhan menatapnya dan menciumi pipinya bergantian "Sekarang aku kekasihmu sayang, aku sepenuhnya milikmu dan kau milikku" ujar Sehun membawa Luhan mendekat dan mencium bibir rusanya yang kini telah menjadi kekasihnya.

..

..

..

Cklek!

Pintu kamar mandi di kamar Sehun terbuka dan menampilkan sosok Sehun yang sangat seksi karena baru selesai mandi dan hanya memakai handuk di pinggangnya, Sehun berjalan ke lemari bajunya dan dengan santai melepas handuk yang melilit tubuhnya dan memakai kaos oblong serta celana pendek selutut yang biasa ia gunakan untuk tidur. Luhan, yang baru menyandang gelar kekasih Sehun selama satu jam ini merona bukan main menyaksikan acara ganti baju Sehun yang entah kenapa menjadi sangat mendebarkan untuk disaksikan.

"Kau kenapa merah begitu Lu?" goda Sehun berjalan ke ranjangnya dan berbaring disamping Luhan mengecup bibirnya sekilas. "Aku malu melihatmu ganti baju seperti tadi" gumam Luhan benar-benar imut sambil mendekap tubuh Sehun yang sangat harum.

"Malu? Kau bahkan sudah melihatnya setiap hari sayang" gemas Sehun membawa Luhan ke pangkuannya dan menciumi bibirnya berkali-kali. "Kekasihku tampan" ujar Luhan menangkup wajah Sehun dan mengagumi seluruh ketampanan Sehun yang terpampang jelas di depan matanya "Kekasihku juga cantik" balas Sehun memuji mengelus lembut pipi Luhan dan tak pernah bosan mengagumi kecantikan dan kelucuan Luhan yang begitu polos.

"Mata ini, hidung ini dan bibir seksi ini sekarang semuanya milikku. Ah aku masih tidak percaya sekarang aku kekasihmu" gumam Luhan malu-malu mengabsen wajah Sehun dan memeluk leher Sehun dengan erat "Aku sebenarnya agak takut dengan status kita yang baru ini Lu" Sehun tersenyum pahit mengelus punggung Luhan.

"Wae? A-apa kau menyesal?" tanya Luhan menatap berkaca-kaca Sehun "Aku tidak menyesal sayang, aku hanya takut tidak bisa menjagamu, aku takut kau terluka, aku takut kau mengeluarkan darah dari tubuhmu karena kelalaianku. Aku tidak bisa kehilanganmu sayang, aku benar-benar tidak bisa" gumam Sehun tercekat menatap Luhan dengan takut.

"Sehunnie, aku janji akan menjaga diriku, kau tidak perlu mencemaskan aku secara berlebihan, aku sangat mencintaimu" ujar Luhan menenagkan Sehun dan mencium bibir Sehun sekilas. "Berjanji kau akan selalu baik-baik saja saat aku tidak bisa menjagamu Lu" pinta Sehun sungguh-sungguh. "Aku janji sayang" balas Luhan tersenyum dan kembali memeluk Sehunnya "Aku akan mati jika sesuatu yang buruk terjadi padamu. Aku mencintaimu Lu, sangat mencintaimu" gumam Sehun yang dibalas pelukan erat Luhan di tubuhnya "Aku juga sangat mencintaimu" gumam Luhan menciumi tengkuk Sehun. Mereka berada dalam posisi saling memeluk untuk beberapa menit sampai akhirnya Luhan meminta sesuatu dari Sehun

"Umhh Sehunnie" Luhan tiba-tiba mengganti suaranya menjadi sangat manja dan menggoda menurut Sehun "Hmm ada apa cantik" katanya menjawab Luhan yang entah kenapa menggigiti bibir bawahnya membuat Sehun ingin mengambil alih gigi Luhan yang sedang menggigit bibir favoritnya itu. "Jangan menggigiti bibirmu Lu, hanya aku yang boleh melakukannya" Sehun mengingatkan Luhan

"Ayo kita bercinta" bisik Luhan di telinga Sehun dengan menggoda "Mwo? Sejak kapan rusaku jadi agresif sekali" gemas Sehun mencubit pipi Luhan.

"Ish aku sedang ingin mendesah namamu sayang. Ayo puaskan aku" rengek Luhan yang menarik-narik kaos Sehun meminta Sehun melayaninya. "Ani, jahitanmu belum mengering, bagaimana kalau terbuka lagi dan darah keluar dari perutmu. Andwae" balas Sehun kelewat tegas membuat Luhan mengerucut sebal

"Sehunnie. Satu ronde saja, ya ya yaa" Luhan menggunakan mata melasnya "Ani" Sehun menolak menatap Luhan karena takut tergoda.

"Ish, nanti kau juga menikmatinya" Luhan bersikeras ingin bercinta malam ini dengan gerakan seduktif ia melepas satu persatu kancing kemeja tidurnya membuat Sehun mau tak mau menelan air liurnya karena Luhan tampak begitu seksi

"Ayo kita main sayang" bisik Luhan menjilati telinga Sehun menggoda Sehun yang masih tidak mau menanggapi permainan Luhan, tapi Luhan tidak kehabisan akal dia tidak akan menyerah dan akan membuat Sehun menikmati percintaan mereka malam ini.

Kini tubuh polos Luhan yang hanya mengubakan kemeja putih yang kancingnya telah ia lepas semua pun terpampang indah di depan Sehun membuat namja tampan didepannya tak dapat fokus dengan pikirannya apa lagi saat Luhan kembali mendudukan tubuhnya di atas paha Sehun yang masih berlapis celana itu.

"Suka dengan apa yang kau lihat sayang?" Tanya Luhan dengan suara menggodanya. Namja cantik tadi kembali mengeluarkan junior Sehun dari celananya dan memainkan junior Sehun bersamaan dengan juniornya,Luhan menempelkan junior mereka menggunakan kedua tangannya kemudia ia sedikit mengocoknya membuat sensasi yang luar biasa sangat nikmat yang dirasakan keduanya.

Luhan melakukan kegiatan menempelkan seraya mengeluarkan desahan-desahan erotis yang tentu saja semakin membuat Sehun terangsang hebat. Precum keluar dengan cukup banyak dari junior Sehun dan Luhan membasahi kedua junior mereka yang sudah menegak terangsang. Luhan tampak sedikit tak sabaran karena ia sudah terangsang berat dengan apa yang ia lakukan pada tubuh Sehun yang pasrah ia jamah itu, perlahan Luhan mengesekkan junior Sehun pada pintu masuk holenya membuat keduanya mengerang kecil. Sementara Sehun masih sengaja berdiam diri menahan mati-matian hasratnya yang sudah di puncaknya, ia ingin kekasih manjanya ini yang memuaskannya malam ini.

"Argh..." Setetes air mata jatuh dari kedua manik-manik indah Luhan saat dengan perlahan ia memaksa junior besar Sehun masuk ke dalam hole sempitnya, mau berapa kalipun mereka melakukan hubungan panas di ranjang, Luhan selalu meringis kesakitan padahal baru seperempat milik Sehun yang masuk ke dalam tubuhnya tapi rasanya sudah terlalu sakit bagi Luhan, tapi Luhan menyadari semua rasa sakit ini hanya terasa pada awalnya karena dia akan kenikmatan pada akhirnya, Luhan tentu saja tidak menyerah dengan rasa sakit itu, untuk mengurangi rasa sakitnya Luhan dengan sengaja menghetakkan tubuhnya ke bawah membuat kejantanan Sehun tertanam sempurna di dalam holenya yang terasa robek karena ia terlalu kasar menghentakannya dan juga karena milik Sehun yang terlalu besar.

"Ahh..." Erang Luhan dan Sehunn bersamaan saat kejantanan Sehun akhirnya masuk ke dalam hole Luhan. Luhan mendiamkan tubuhnya sesaat mencoba terbiasa dengan ukuran Sehun yang terlalu besar untuk holenya itu. Merasa rasa sakit di holenya sudah hilang Luhan mulai mengerakan tubuhnya naik turun mengenjot junior Sehun yang bersarang di holenya tadi.

"Aaahhh... Sehunnie... Aaahhh... Ohhh... Ohhh... Kenapa aaahh... Milikmu besar aaahhh... Sekali aaaahhh..." Racau Luhan di tengah-tengah kenikmatan yang timbul akibat gesekan antara junior Sehun dan juga dinding holenya yang dengan rapat memijat-mijat junior Sehun yang berada didalamnya. Sehun tak menjawab racauan Luhan, ia memegang pinggang Luhan untuk membantu kekasihnya ini menaik turunkan genjotannya pada juniornya. "Lebih dalam Lu…ahhhhh" perintah Sehun yang malam ini menjadi penikmat kegiatan panas mereka.

"Argh... Sehunnie... Aahhh... Aaahhh... Aahhh..." Luhan mengerang hebat setiap kali junior Sehun mengenai sweet spotnya dengan brutal. Ia pun semakin mengerakan tubuhnya naik turun dengan cepat membuat junior Sehun menghantam sweet spotnya tadi berkali-kali membuat ia melayang. Luhan yang sudah merasakan kenikmatan bercinta dengan Sehun sampai tak menyadari ternyata Sehun pun mulai ikut mengerakan pinggulnya berlainan arah dengan gerakan yang Luhan buat, membuat keduanya memejamkan matanya kenikmatan.

"A-akuuu... aaahhh... tak tahan lagi aaahhhh... aaaahhhh... uuugghhh..." Ucap Luhan yang semakin cepat mengerakan tubuhnya naik turun, "Tahan sayang, ini masih nikmat" ujar Sehun yang tampaknya merasakan hal yang sama dengan Luhan.

" Aku tidak tahan lagi sayang..ARGHH..." Erang Luhan keras seraya mengeluarkan cairan cintanya yang membasahi perut dan dada Sehun.

"Lu, aku datang…hmhhhhh" Tak lama Sehun pun mengerang dan mengeluarkan benihnya di titik terdalam Luhan saat ia tak tahan dengan remas-remasan yang di ciptakan dinding hole Luhan pada juniornya. Luhan menjatuhkan tubuhnya di dada Sehun seraya mengatur nafasnya yang tak teratur setelah orgasmenya tadi.

Beberapa menit kemudian kedua sejoli ini sudah dapat mengatur nafas mereka, Luhan langsung beranjak dari atas tubuh Sehun membuat junior namja tampan tadi terlepas dari holenya yang kini tampak meneteskan cairan kental berwarna putih yang tak lain adalah sperma Sehun tadi.

Luhan menjatuhkan tubuhnya disamping Sehun dan merangkak sedikit kesakitan memeluk Sehun "Apa aku bilang kau pasti akan menikmatinya" ujar Luhan mendongak menciumi bibir Sehun "Kau memang selalu memuaskan Lu," ujar Sehun yang mengakui Luhan memang selalu berhasil membuatnya terjatuh dalam pesonanya dan semakin dalam setiap harinya "Aku mencintaimu" ujarnya mencium bibir Luhan sekilas "Aku juga mencintaimu" balas Luhan tersenyum sangat bahagia dan memejamkan matanya untuk beristirahat. "Selamat tidur sayang" Sehun mengeratkan dekapannya pada Luhan membenarkan selimut mereka dan tak lama ikut tertidur dengan Luhan.

..

..

..

Keesokan paginya Luhan bangun dan mendapati Kai dan Chanyeol yang sedang bersenandung riang dengan wajah sangat berseri. Luhan menebak itu karena sekarang kedua temannya sudah mendapatkan seseorang yang akan mereka sayangi dan menyayangi mereka. keduanya bahkan bangun pagi-pagi dan sudah rapih dengan pakaian mereka, Luhan menebak lagi kalau Kai dan Chanyeol pasti akan menjemput Kyungsoo dan Baekhyun untuk mengantar mereka pergi ke kampus. "Hay lulu sayang sudah cantik sekali hari ini" puji Kai mendekati Luhan dan mencium pipi Luhan sekilas. "Hanya Sehun yang boleh bilang aku cantik" Luhan kembali mengoreksi Kai dan merangkul pinggang Kai menuju meja makan.

"Hay Lu, selamat pagi" kini Chanyeol yang menyapa Luhan dan memeluknya sekilas "Pagi yeol. Kalian tampak sangat bahagia" ujar Luhan menatap keduanya penuh arti "Ya, tentu saja kami selalu bahagia" balas Kai menarik kursi untuk Luhan dan duduk disamping Luhan. "Mana si albino? Kau tidur dengan Sehun semalam?" tanya Chanyeol.

"Hmm kami tidur bersama, Sehun masih tidur dikamar. Oia,apa kalian tahu?" tanya Luhan pada keduanya "Tahu apa?" tanya Kai penasaran sambil memakan makanannya "Aku dan Sehun kami sudah berpacaran" katanya memberitahu Kai dan Chanyeol, namun tidak ada respon berarti dari Kai dan Chanyeol. Kai masih sibuk mengunyah dan Chanyeol masih sibuk menyuapi Luhan nasi gorengnya. "Yak!.. uhuk" Luhan berteriak membuatnya tersedak nasi gorengnya.

"Ishh rusa ini, makan pelan-pelan" tegur Kai memberi Luhan segelas air "Kenapa kalian tidak merespon?" protes Luhan "Respon apa? Kau dan Sehun berpacaran? Kau selalu mengatakan itu setiap hari Lu" kekeh Kai tak percaya. "Tapi aku sungguh-sungguh" kesal Luhan karena Kai dan Chanyeol tak mempercayainya. "Habiskan sarapanmu Lu, kau sudah terlambat" Chanyeol mengingatkan Luhan.

"Aku sudah meresmikannya semalam, dan benar. Kami sekarang sepasang kekasih seperti kalian berdua dengan Kyungsoo dan Baekhyun" suara yang membenarkan terdengar di belakang mereka saat Sehun sudah berdiri disana berpakaian lengkap.

Uhuk!

"Mwo?' Kali ini Kai dan Chanyeol yang tersedak, karena jika Sehun yang mengatakan itu berani benar mereka sudah menjadi sepasang kekasih "Kau tidak sakit kan? Otakmu baik-baik saja kan?" Kai mendekati Sehun dan memukul pelan kepala Sehun namun berkali-kali membuat Sehun geram karenanya "Hen-ti-kan" desis Sehun melirik tajam kearah Kai.

"Araseo. Cepat katakan kalau kau berbohong" paksa Kai menyenggol bahu Sehun membuat Sehun kembali menatap tajam dirinya. "Luhan ke-ka-sih-ku" Sehun memprjelas kalimatnya membuat Kai benar-benar membelalak "Kau serius?" tanya Kai namun Sehun mengacuhkannya dan berjalan menghampiri Luhan "Hey sayang" sapa Sehun mencium bibir Luhan sekilas "Hay juga Sehunnie" Luhan merona menjawab sapaan Sehun yang kini berstatus kekasihnya.

"Tidak mungkin" gumam Kai dan Chanyeol merasa tak rela

"Yak Sehunna! Aku kesal mengatakan ini. tapi terimakasih tidak membuat luluku menunggumu lagi. Dasar menyebalkan, kenapa lama sekali baru meresmikannya" Kai berlari menubruk Sehun dan memeluknya erat "Selamat untuk kalian. Awas kalau kau membuat luluku menangis. Aku akan membawanya pergi" ancam Kai masih memeluk Sehun "Kalau kau membawanya pergi aku akan mendapatkannya kembali" kekeh Sehun membalas pelukan Kai "Terserah. Pokoknya kalian harus bahagia" Kai meremat lengan Sehun dengan semangat, membuat Sehun mau tak mau tertawa karenanya.

"Hey, jadi aku rasa kau juga sedang berbahagia ya?" Chanyeol menggoda Luhan yang hanya diam karena malu "Yeoliee" rengek Luhan agar tidak digoda "Aigoo, lulu imut sekali. Selamat untukmu Lu" Chanyeol memeluk Luhan dan mengelus sayang rambut Luhan memberinya ucapan selamat, Luhan mengangguk dalam pelukan Chanyeol "Kau juga selamat dengan Baekhyun, ingat jaga temanku" gumam Luhan dalam pelukan Chanyeol. "Araseo" balas Chanyeol tersenyum bahagia.

"Dan kau juga selamat dengan Kyungsoomu itu, ingat janjimu pada Luhan. kau tidak boleh menyentuhnya" kekeh Sehun yang sangat yakin Kai tidak akan pernah bisa menahan dirinya pada Kyungsoo mengingat bagaimana dia selalu menggoda Luhan. "Kau tahu aku kan?" Kai merangkul pundak Sehun dan berjalan ke meja makan.

"Hay little Lu. Jangan merona seperti itu cantik" Kai mencium pipi Luhan dan mengusak rambutnya sekilas "Selamat ya, kau tetap dalam pengawasanku" bisik Kai memeluk Luhan "Araseo. Kau juga harus menjaga Kyungsoo" pesan Luhan membalas pelukan Kai "Iya lulu sayang, aku sangat menyayangimu" gumam Kai sedikit mengeratkan pelukannya pada Luhan "Aku juga menyayangimu" balas Luhan dan semua tampak bahagia karena memang tidak ada yang berubah pada mereka walaupun mereka sudah memiliki pendamping masing-masing.

..

..

..

Seminggu telah berlalu dan tidak ada yang berubah dari keempatnya. Mereka masih mengerjakan tugas mereka dan semalam mereka baru saja mengadakan pesta karena Luhan dan Chanyeol memenangkan judi senilai 10 juta won yang bisa membuatmu memiliki apapun yang kau mau dalam waktu semalam. Mereka juga masih makan malam bersama, walaupun terkadang Chanyeol atau Kai bergantian meminta izin untuk makan malam dengan kekasih mereka, tapi mereka tetap mempriotitaskan bahwa makan malam berempat adalah peraturan wajib dirumah mereka. Ya, tidak ada yang berubah kecuali satu hal, Sehun beberapa hari ini tampak sibuk dengan hal yang tidak ia ceritakan pada kekasih dan kedua temannya, walaupun begitu ketiganya terutma Luhan tidak pernah memaksa Sehun untuk bicara, karena Sehun juga tidak melupakan kewajibannya untuk tetap memasak dan berkumpul dengan mereka. Seperti malam ini misalnya semuanya berkumpul di ruang santai, dan seperti biasa Luhan bersender di paha Kai sementara Chanyeol memijat kakinya dan Luhan duduk dibawah sofa bersender tak jauh dari Luhan.

"Kami akan mengantar data Sangchul pada Sungtae besok, jadi kau berangkat kekampus sendiri dan langsung pulang setelahnya, mengerti kan?" Kai bertanya sambil memberitahu Luhan "Kemana? Apa jauh?" tanya Luhan "Ani, hanya di Myeongdu Lu" Chanyeol yang menjawab.

"Aku tidak akan makan malam sendirian kan?" tanya Luhan memastikan "Tentu saja tidak, kami akan makan malam denganmu sayang" Sehun mendongak melihat kekasihnya yang tampak kesal karena tidak ikut mengantar paket esok hari. "Araseo" gumam Luhan menjawab karena dia sedang malas bedebat.

"Kalau begitu ayo kita tidur" Sehun berdiri dan membawa Luhan ke dalam gendongannya "Malam ini tidur dikamarmu atau dikamarku?" tanya Sehun berjalan menaiki tangga meninggalkan Kai dan Chanyeol yang juga bersiap-siap masuk kedalam kamar

"Aku ingin tidur dikamarku sendiri malam ini. bolehkan?" tanya Luhan yang sebenarnya sedang dalam mood yang tidak bagus. "Tentu saja boleh sayang" Sehun mencium pipi Luhan dan mengantarnya kedalam kamarnya. "Selamat tidur Lu, mimpi indah hmm" ujar Sehun mengecup kening Luhan "Sehunnie juga selamat beristirahat" gumam Luhan tersenyum sambil memejamkan matanya. Setelah memastikan Luhan tertidur, Sehun mengecup kening kekasihnya ini sekilas Sehun keluar dai kamar Luhan menuju kamarnya untuk istirahat.

..

..

..

Keesokan harinya, Luhan baru saja sampai dirumahnya setelah mendapat 20 pesan dari Sehun yang menyuruhnya untuk segera pulang, Luhan baru saja merebahkan dirinya dikasur dan berniat menghubungi Sehun beberapa menit lagi.

Drrtt drrtt

Saat sedang memejamkan matanya ponselnya bergetar dan menampilkan nama Kai di layarnya.

"Iya Kai ada apa?" Tanya Luhan menjawab ponselnya.

"Lu, kau dimana?" Tanya Kai "Aku dikamar, Sehun menyuruhku..."

"Lu, boleh aku minta tolong" Kai memotong ucapan Luhan dan Luhan baru menyadari kalau suara Kai terdengar tidak fokus dan terburu-buru.

"Kalian baik-baik saja kan?" Tanya Luhan bangun dari tidurnya dan memasang telinganya baik-baik karena dia mendengar begitu banyak suara di ponselnya.

"Kami ada sedikit kendala Lu, sepertinya anak-anak Sangchul kembali membuat kami kesal, tapi kami bisa menanganinya, aku.."

"Aku akan kesana kalau begitu" Luhan bersiap-siap memotong ucapan Kai.

"Andwae! Kami baik-baik saja Lu, kau cukup menolongku dan Chanyeol, kami bertiga benar-benar kewalahan sekarang"

DOR!

"KAI" pekik Luhan histeris mendengar suara tembakan "Aku yang menembak Lu" Kai masih sempat terkekeh mendengar pekikan Luhan

"Aku bisa gila jika hanya disini" kesal Luhan yang sudah mengobrak abrik mencari pakaiannya. "Lu, aku minta tolong" Kai yang tampak kesusahan mengalihkan perhatian Luhan.

"Minta tolong apa?" Tanya Luhan yang sudah sedikit berteriak. "Jemput Kyungsoo dan Baekhyun di tempat les mereka. Katakan pada mereka kami akan menemui mereka nanti malem, tolong ya. Aku sayang padamu" ujar Kai terburu-buru dan

Tut tut tut

Kai memutuskan saluran teleponnya. "Ishh, apa-apaan mereka, aku kan harusnya kesana bukan menjemput kekasih mereka." Gumam Luhan berganti baju dan berniat menjemput kedua temannya. "Aku akan menyusul kalian" gumamnya mengambil kunci mobil dan menuruni tangga dengan cepat.

..

..

..

"Jongina bagaimana? Lulu mau menjemput Baekie dan Kyungie?" Tanya Chanyeol di mobil sebelah menggunakan handsfreenya.

Kai yang mendengar ada suara di handsfreenya memakai handsfree yang menggantung dilehernya "Hmm. Luhan akan menjemput mereka" Kai memberitahu Chanyeol

"Sial! Kenapa mereka semakin banyak. Sehun posisimu dimana?" Tanya Kai yang tidak melihat mobil Sehun.

"Aku di barat, dua mobil, empat motor mengejarku dan... o-ow" gumam Sehun takjub melihat sesuatu "Ada apa?" Tanya Chanyeol yang sedang menghindari tembakan serta tubrukan di mobilnya

"Kalian cepat susul aku. Kita buat formasi, satu tank besar entah darimana mengejarku dan menembakiku terus. Kita bertemu di pusat kota, Cepat" teriak Sehun yang setelahnya membuang asal ponselnya yang ia gunakan untuk mengirim pesan ke Luhan ke bangku samping kemudi dan menghindari beberapa mobil dan motor yang terus mengejarinya.

Kai dan Chanyeol pun mengerti, mereka langsung memutar arah ke pusat kota untuk memback-up Sehun "Kami dibelakangmu" Kai memberitahu Sehun "Kai maju ke sampingku. Aku minta senjata, punyaku terlalu berat" ujar Sehun memberitahu Kai, Kai yang mengerti pun memposisikan mobilnya ke samping Sehun dan membuka kaca mobilnya.

"Ready hmm?" Tanya Kai saat melemparkan senjata kecil yang ditangkap mulus oleh Sehun "Ready" seringai Sehun dan keduanya kembali menutup pintu kaca mobil mereka.

"Bentu formasi, Sehunna kau ditengah, kami membackup mu, Kai kau dibelakang dan aku didepan Sehun" Chanyeol memberitahu kedua temannya. "Oke" balas Kai dan Sehun yang langsung membuat formasi.

Setelah itu ketiganya membuka kaca mobil mereka dan mulai menembaki semua yang mengejar mereka. "Apa ini ulah Sangchul?" Tanya Chanyeol yang mulai kesal karena transaksi yang diberikan kepada Sungtae bocor.

"Aku rasa bukan yeol" Kai terkekeh menyadari satu hal "Apa maksudmu bukan?" Tanya Chanyeol bingung

"Kau lihat mobil yang berada tepat dibelakangku, itu Kihyun?" Kai menyadari bahwa yang ada di mobil paling depan adalah Kihyun kaki tangan Sungtae.

"Sungtae keparat!" Geram Sehun yang merasa dikhianati Sungtae setelah memberikan data Sangchul.

..

..

..

Blam!

Luhan keluar dari mobilnya dengan terburu-buru dan mendekati Kyungsoo dan Baekhyun yang memang sepertinya sedang menunggu Kai dan Chanyeol

"Lu" Kyungsoo berdiri dan mengernyit bingung karena kedatangan Luhan "Sedang apa kau di..."

"Aku menjemput kalian, ayo kita pulang" Luhan menarik lengan Kyungsoo dan Baekhyun agak terburu-buru dan membawa mereka ke dalam mobil.

"Lu, mana yeolie?" Tanya Baekhyun yang duduk disamping Luhan "Kai juga dimana? Kenapa kau yang menjemput kami?" Tanya Kyungsoo bingung.

"Ish kenapa tak diangkat" gerutu Luhan yang semakin khawatir karena tidak ada satupun dari ketiga temannya yang mengangkat telponnya

"Lu!" Baekhyun dan Kyungsoo mulai kesal karena Luhan sibuk sendiri dengan ponselnya.

"Ah mian, mereka akan menemui kalian nanti malam. Oia Baek, kau bawa laptopmu?" Tanya Luhan pada Baekhyun "Aku bawa, kenapa?" Tanya Baekhyun bingung.

"Nyalakan. Kau bawa Kyung?" Tanya Luhan pada Kyungsoo "Hmm.. Ada, apa aku harus menyalakannya juga?" Tanya Kyungsoo yang sudah membuka laptopnya, "hmm nyalakan" pinta Luhan yang kini menghubungi seseorang.

"Dongieya" Luhan menghubungi Thunder "Ada apa Lu?" Tanya Thunder yang bingung karena suara Luhan terburu-buru.

"Apa kau didepan laptopmu?" Tanya Luhan "Hmm kenapa?" Balas Thunder "Tolong aku, lacak mobil Sehun, Chanyeol dan Kai, berikan rutenya ke email kedua temanku. Sekarang" pinta Luhan terburu-buru.

"Sebentar" Thunder terdengar sedang mengetik dengan cepat di laptopnya. "Mereka ada di selatan Myeongdu, Lu. Untuk apa mereka disana?" Thunder mengernyit bingung. "Kirimkan track nya sekarang ke teman-temanku" balas Luhan mengabaikan pertanyaan terakhir Thunder.

"Sudah" Thunder mengirim gps tracknya ke Kyungsoo dan Baekhyun dengan cepat "Lu, apa in?" Tanya Kyungsoo memperlihatkan jalur berwarna merah yang tiba-tiba masuk kedalam laptopnya.

"Yang berwarna merah mobil Kai, kita akan mengikuti mereka kesana" Luhan memberitahu kedua temannya. "Ini apa Lu?" Baekhyun bertanya lagi karena tiba-tiba laptopnya juga menampilkan jalanan yang Baekhyun tebak memang di sekitar Myeongdu.

"Itu visualnya Baek, ikuti jalur merahnya juga, beritahu aku" Luhan memerintah dan tanpa banyak bertanya Baekhyun dan Kyungsoo menuruti ucapan Luhan.

"Kekanan Lu" Kyungsoo memberitahu dan dengan cepat Luhan menginjak pedal gasnya dan menambah kecepatan mobilnya "Pasang sabuk pengaman kalian." Ujar Luhan memberitahu Baekhyun dan Kyungsoo. Keduanya langsung memasang sabuk pengaman mereka, mereka memang sudah sedikit mual karena Luhan membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi.

..

..

..

"Sehunna! Aku terdesak, aku ditembaki terus mereka mengincar ban belakangku" Kai menggerutu karena terus ditembaki, "Ubah posisi Kai, injak rem mu" dengan instruksi Sehun, Kai tiba-tiba menginjak remnya membuat Sehun otomatis mundur ke belakang dan.

DOR!

"Nice shoot albino!" cengir Kai memuji Sehun dan mereka kembali ke posisi awal.

"Yeol, disampingmu" teriak Sehun memberitahu Chanyeol yang sedang fokus menembaki musuh didepannya.

DOR!

Dengan cepat Chanyeol membuka kaca mobilnya, menembak sekali dan kemudian kembali menutup kaca mobilnya "Nyaris saja" kekeh Chanyeol yang hampir kecolongan.

Ckitt!

Chanyeol mengerem mendadak membuat Sehun dan Kai otomatis ikut mengerem "Kenapa yeol" tanya Kai yang tidak bisa melihat situasi didepan.

"Umhh, Sehunna! Aktifkan gps, kita terkepung dideppan" ujar Chanyeol yang melihat didepan ada enam mobil dan sekitar sepuluh motor yang menghadang.

"Awas bajingan itu! Aku akan membuat perhitungan dengannya" geram Sehun yang mulai menyalakan gps di mobilnya. "Ke kiri yeol, ada gang kecil menuju timur, itu track lurus kita bisa manfaatkan" Sehun memberitahu Chanyeol dan Kai.

"Oke" ketiganya memasukkan gigi mobil dan menginjak pedal gas ke arah kiri memasuki gang kecil yang otomatis diikuti oleh semua anak buah Sungtae yang dipimpin oleh Kihyun.

..

..

..

"Disini Lu, mereka baru saja memasuki gang kecil itu" Baekhyun memberitahu Luhan arah Sehun, Kai dan Chanyeol.

Ckit!

Luhan otomatis memberhentikan mobilnya ke tepi jalan dan memeriksa laptop Baekhyun dan Kyungsoo "Ish, mereka bilang baik-baik saja, tapi banyak motor dan mobil terbakar disini" gerutu Luhan kesal pada kekasih dan teman-temannya.

Ketika sedang menggerutu Luhan melihat dari spion mobilnya, ada sebuah motor yang ia tebak sedang mengejar ketiga temannya karena terlihat terburu-buru sambil memegang pistol, kemudian dia menyeringai dan menoleh ke teman-temannya.

"Baek, Kyung, setelah aku pergi jangan bukakan pintu mobil apapun yang terjadi. Kalian tetap disini sampai aku atau Kai dan Chanyeol yang datang, mengerti kan?" tanya Luhan memastikan kedua temannya mengerti.

"Kau mau kemana?" tanya Kyungsoo bingung "Aku akan menyusul teman-temanku. Ingat jangan bukakan pintu, mengerti kan?" Luhan bertanya sedikit mendesak.

"Araseo, kami mengerti" balas Baekhyun dan Kyungsoo mnegerti. Luhan tersenyum mendengar jawaban kedua temannya kemudian matanya melirik ke spion lagi dan melihat motor yang mengejar ketiga temannya mendekat "Aku akan segera kembali hmm" katanya memberitahu kedua temannya dan

BRAK!

Luhan dengan sengaja membuka pintu mobilnya saat motor tersebut mendekat, membuat motor tersebut jatuh dan dengan cepat Luhan keluar dari mobilnya, memukul si pria yang baru saja terjatuh dari mobil hingga pingsan.

"LUHAN!" pekik Baekhyun dan Kyungsoo takut melihat apa yang Luhan lakukan. "hehe, maaf membuat kalian takut" cengir Luhan menggaruk tengkuknya yang tak gatal "Kyungie pindah kedepan" Luhan membuka pintu belakang Kyungsoo dan Kyungsoo langsung berpindah ke bangku kemudi

"Aku akan segera kembali, kalian tunggu disini" Luhan menutup pintu mobilnya dan mengambil sesuatu yang dari dalam bagasi mobilnya.

BRAK!

Luhan menutup kasar bagasi mobilnya, dan menghampiri pria yang baru saja ia buat pingsan, dengan cepat Luhan memakai jaketnya dan mengambil helm yang dipakai si pria tersebut "Lu, kau mau apa?" tanya Kyungsoo membuka kaca mobilnya "Tutup kacanya" perintah Luhan namun Kyungsoo tak mau menutup sebelum Luhan menjawab

"Lu, memang kau bisa membawanya?" Tanya Baekhyun membelalak saat Luhan menaiki motor balap si pria yang baru saja ia buat pingsan.

"Entahlah. Aku belum pernah mencobanya, tapi aku rasa tidak sulit. Aku pergi" ujar Luhan menutup kaca helmnya dan

BRMMM!

Dia membawa motor balap itu ke gang yang belum lama dilewati ketiga temannya.

"Baek, itu seperti bukan Luhan, dia terlihat sangat erh…. Manly" kekeh Kyungsoo menutup kaca mobilnya dan kembali fokus ke gps yang mengikuti mobil kekasihnya.

"Sebenarnya mereka sedang melakukan apa sih?" tanya Baekhyun penasaran dan ikut kembali fokus pada laptopnya.

..

..

..

"Sial! Aku kehabisan peluru" gerutu Chanyeol "Aku juga" balas Kai yang kini hanya bisa menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

"Hey apa mereka tidak bisa berhenti menembaki kita" geram Kai yang berada di belakang dan merupakan umpan mentah karena gampang terkena tembakan.

"Ada motor mendekat" Sehun memberitahu kedua temannya "Sial! Kenapa dia cepat sekali, aku akan menembaknya" Kai bersiap mengokang senjatanya yang hanya tersisa dua peluru.

"Jangan Kai, biarkan dia melewatimu. Aku yang akan menembaknya dari jarak dekat, kita bisa manfaatkan senjatanya nanti" Sehun memberi instruksi. "Ide bagus Sehunna" balas Kai yang mengerti rencana Sehun

BRMMM!

Motor itu semakin mendekat "Sehun bersiap, dia semakin mendekat" Kai memberitahu Sehun "Aku sudah siap" seringai Sehun yang siap menembakkan pistolnya ketika pria di motor itu mendekat.

DOR!

"Aku benar-benar akan membunuh Sungtae setelah ini" geram Kai yang merunduk karena mobilnya sudah terkena peluru berkali-kali.

BRRMM!

"Sehunna bersiap!" Kai memberi instruksi saat si pria bermotor melewati mobilnya, namun Kai membelalakan matanya ketika si pria membuka kaca helm nya dan mengerling padanya "Lu-Luhan?" gumam Kai membeku

"Aku sudah siap Kai" Sehun membuka kaca mobilnya dan mengarahkan senjata ke arah si pria bermotor yang ternyata Luhan. "Mati kau!" seringai Sehun yang sedetik lagi akan menarik pelatuknya

"SEHUN! ITU LUHAN, JANGAN TEMBAK!" Kai berteriak histeris di handsfreenya takut jika Sehun menarik pelatuknya.

"MWO?" teriak Chanyeol dan Sehun

Sehun benar-benar sudah akan menarik pelatuknya jika Kai terlambat sedetik saja memberitahunya.

Sementara Luhan, dengan tiba-tiba memutar arah motornya ke arah lawan, dia sedikit menyeringai kemudian menggigit sumbu pengaman dari granat yang ada di tangannya, dia sengaja menjatuhkan diri ke jalan berlari mendekati lawan dan

DUAR!

Dalam waktu kurang dari lima detik, granat yang dipegang Luhan meledak dan membuat semua mobil yang mengejar ketiganya meledak dan membuat mobil dibelakangnya ikut meledak juga, sementara Luhan sedikit terjatuh dari karena efek ledakan, ia kemudian bergegas bangun mengambil senjata yang ada di belakangnya dan menembaki mobil berwarna merah yang berhasil kabur.

DOR! DOR

Ternyata tidak semua mobil hancur terbakar, beberapa mobil terlihat baik-baik saja dan kini mengejar Luhan menembakinya "Ish, kenapa masih ada yang menembak" gerutu Luhan membuka helm motornya dan berlari menjauh.

"KAI JEMPUT LUHAN!" teriak Sehun yang menyaksikan semuanya terjadi begitu cepat dia benar-benar gemetar ketakutan melihat Luhan yang kembali membuatnya hampir mati karena serangan jantung dengan aksi nekatnya.

Ckit!

Kai menghentikan mobilnya dan dengan terengah Luhan memasuki mobil Kai

Blam!

"KAU BENAR-BENAR GILA, LU!" Kai memaki Luhan didalam mobil, membuat Luhan meneguk kasar air liurnya karena takut.

"Ke kanan!" teriak Chanyeol memberi instruksi, kentara sekali dari suaranya Chanyeol juga sangat marah "Aku pasti mati setelah ini" gumam Luhan yang keringat dingin karena ketiga temannya kembali marah dan kesal padanya.

Ckit!

"Kenapa lagi yeol?" tanya Sehun karena Chanyeol menghentikan mobilnya tiba-tiba "Kita terkepung" Chanyeol memberitahu ketiga temannya. "Cih, sungguh sial hari ini" geram Kai memukul kemudi mobilnya dengan marah.

"Tunggu! Mereka melewati kita" Chanyeol mengernyit bingung saat enam mobil yang mengepung mereka dari depan melewati mereka begitu saja dan membentuk formasi kesamping untuk menghadapi lawan yang masih mengejar keempatnya.

"Itu mereka" Sehun menyadari kalau keenam mobil yang sedang membackup mereka adalah teman-temannya "Apa kita selamat?" tanya Luhan bertanya "Kau diam disini!" Kai melotot pada Luhan dan keluar dari mobil mengikuti Sehun dan Chanyeol yang juga keluar dar mobil.

Setelahnya suara tembakan berhenti menandakan bahwa paling tidak keempatnya menang karena dibantu oleh keenam teman mereka.

"Kalian tidak apa?" tanya Yunho membuka kacamata hitamnya menghampiri Sehun yang sedang berjalan ke arahnya "Kalian tahu kami disini darimana hyung?" tanya Sehun bingung "Luhan meminta Dongie melacak kalian, kami langsung mengikuti jejak kalian juga saat Luhan menutup telponnya" Yunho memberitahu Sehun.

"Rusa itu!" geram Sehun berjalan mendekati mobil Kai dan membuka kasar mobil Kai menarik Luhan keluar dari dalamnya. "Mau berapa kali kau membuatku ingin mati" desis Sehun menghimpit Luhan di mobil Kai.

"Kau yang membuatku khawatir" balas Luhan tak mau kalah "AKU HAMPIR MEMBUNUHMU, Lu!" teriak Sehun memukul mobil Kai yang dibuat bersandar oleh Luhan. Luhan tertunduk setelahnya dia tidak mau membuat Sehun tambah marah lagi.

"Sehunna jangan marahi Luhan, kalian harusnya berterimakasih padanya" Thunder mengingatkan Sehun agar tidak melakukan kesalahan yang sama karena membuat Luhan merasa sendirian.

Sehun yang melihat Luhan tiba-tiba terdiam pun mengerang kesal dan membawa Luhan ke pelukannya "Kau tidak apa kan? Tidak ada yang terluka kan?" tanya Sehun yang kini khawatir mendekap Luhan "Hanya lecet, tidak luka" gumam Luhan yang ikut melingkarkan tangannya di pinggang Sehun. "Aku takut sekali Lu, aku benar-benar hampir membunuhmu tadi" gumam Sehun bergetar memeluk Luhan erat.

"Aku baik sayang, aku baik-baik saja" Luhan mengelus punggung Sehun menenangkannya.

"Kau benar-benar membuatku gila Lu, kenapa kau selalu seperti ini hmm" Chanyeol mengusak rambut Luhan yang sedang memeluk Sehun "Mianhae" lirihnya pada Chanyeol.

"Yang penting kau baik-baik saja rusa nakal" gemas Kai mencubit lengan Luhan kencang "Oia kau sudah mengantar Kyungsoo pulang kan?" tanya Kai membuat Luhan membelalakan matanya karena lupa membuat Baekhyun dan Kyungsoo menunggu lama.

"Ki-kita harus kesana. Mereka menunggu kalian" Luhan melepas pelukan Sehun memberitahu Kai dan Chanyeol "Mereka siapa? Baekhyun dan Kyungsoo?" tanya Chanyeol takut "Iya yeol" jawab Luhan agak takut dengan ekspresi Kai dan Chanyeol.

"Sial!" geram Kai masuk kedalam mobilnya dan memutar mobilnya menuju ke tempat Kyungsoo, begitupula dengan Chanyeol yang diikuti keenam temannya "Kita kesana juga" Sehun menggenggam tangan Luhan masuk kedalam mobil dan menyusul teman-temannya.

..

..

..

Blam!

Kai dan Chanyeol keluar dari mobil dan menutup kasar mobil mereka. Mereka menggeram kesal karena ada beberapa orang yang menggedor-gedor mobil Luhan memaksa Baekhyun dan Kyungsoo yang tampak ketakutan didalamnya. Terdengar suara mengancam dari kesembilan pria yang mengerubungi mobil Luhan "Cepat keluar cantik, mobil kalian bagus. Ayo kita bersenang-senang" si pria dengan badan paling besar menyeringai menakuti Baekhyun dan Kyungsoo membuat keduanya memejamkan mata mereka erat, karena orang-orang tersebut menggedor mobil Luhan dengan kencang.

"Mereka cari mati" geram Chanyeol mengepalkan tangannya kuat diikuti Kai yang tak kalah kesal melihat kekasihnya ditakuti seperti itu,

"Hey" panggil Kai menepuk bahu si pria paling besar dan

BUGH!

Pria tersebut tersungkur dengan satu kali pukulan telak dari Kai.

"Jangan main-main dengan mereka" geram Chanyeol dan

BUGH!

Pria yang lainnya ikut tersungkur karena Chanyeol memukulnya keras. Tidak perlu waktu lama mengalahkan kesembilan pria yang mengerubungi mobil Luhan karena mereka tersungkur cepat dengan bantuan Yunho dan yang lainnya.

"Baek, ini aku buka pintunya" Chanyeol menggedor pintu mobil Luhan agar Baekhyun membukakan pintu mobilnya "Kyungie ini aku sayang" Kai ikut menggedor mobil Luhan pelan agar kekasihnya tidak ketakutan.

Baekhyun dan Kyungsoo perlahan membuka mata mereka dan sangat lega mengetahui Kai dan Chanyeol lah yang kini menggedor pintu mereka "Syukurlah" gumam Kyungsoo keluar dari mobil Luhan dan memeluk Kai erat "Aku senang kau datang sayang" Baekhyun juga keluar dari mobilnya dan memeluk Chanyeol erat.

"Kita pulang hmmm" Kai menenangkan Kyungsoo memeluknya erat "Aku takut" rengek Kyungsoo di pelukan Kai "Aku disini sayang, semua sudah aman. Kita pulang hmm" Katanya membujuk Kyungsoo dan Kyungsoo mengangguk perlahan.

"Aku antar kau pulang sayang" Chanyeol mencium kening Baekhyun dan menggenggamnya masuk kedalam mobilnya.

"Lu, kita bertemu dirumah" Kai berteriak memberitahu Luhan yang sedang berdiri dipeluk Sehun "Kalian hati-hati" balas Luhan melambai pada keempat temannya yang sudah menjalankan mobilnya pergi.

"Kami juga pulang" TOP berpamitan memberitahu Luhan dan Sehun "Kenapa terburu-buru? Kalian tidak mampir kerumah kami?" tanya Luhan tampak kecewa "Kami ada pekerjaan lulu sayang" balas Kikwang mengusak rambut Luhan.

"Mainlah kerumah kami jika ada waktu" pinta Luhan berteriak melihat keenam temannya memasuki mobil masing-masing "Kami akan main Lu, kau harus masak saat kami main" teriak Siwon membalas dan disetujui oleh yang lainnya.

"Sampai jumpa" Joon melambai pada Sehun dan Luhan dan tak lama keenam mobil tersebut beranjak pergi meningalkan Sehun dan Luhan yang melambai pada mereka.

"Kita pulang juga hmm" tanya Luhan pada Sehun. Sehun menggenggam tangan Luhan, mengantar Luhan masuk kedalam mobil miliknya dan menutup pintu mobil Luhan "Ikuti aku dari belakang. Kita akan ke suatu tempat" Sehun mencium kening Luhan memberitahu kekasihnya.

"Kita mau kemana?" tanya Luhan bingung "Membalas Sungtae" balas Sehun yang tidak berniat menyembunyikan apapun lagi dari kekasihnya. "Sungtae? Dia yang melakukan serangan ini?" tanya Luhan tak percaya "Si brengsek itu salah bermain dengan kita Lu" geram Sehun memberitahu Luhan.

"Baiklah, aku dibelakangmu" cengir Luhan merasa senang bisa menemani Sehun "Aku mengawasimu hmm" balas Sehun berjalan ke arah mobilnya dan tak lama menjalankan mobilnya dengan Luhan yang mengikuti dirinya di belakang. "Let's play babe" gumam Luhan menyeringai menjalankan mobilnya mengikuti Sehun.


tobecontinued..


mumpung ada waktu chap 10 nya di fast update nih :D hunhannya udah ga gantung kaya jemuran kan akhirnya wkwkwk...

semoga suka.. seeya di chap 11

.

happy reading and review..