Glare, hold, love and song

Chapter 10

Disclaimer: FF ini punya saya loh *terus kenapa?* Sungmin punya orang tuanya, keluarganya dan biasnya, kalo Kyuhyun baru punya akuuu *ditimpuk batu sama SparKyu* hahahha

Happy reading, jangan lupa RnR ya chinggu!

Cast: Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, Victoria, Choi Siwon, Lee Hyuk Jae, Kim Ryewook, Kim Jong Woon, Lee Donghae, Kim Heechul, Hankyung, Lee Teuk, Kangin

Summary: aku merindukanmu sampai duniaku berhenti berputar dan hanya kau yang bergerak tanpa pernah bisa aku tangkap.

Aku mencintainya tapi aku sadar kaulah nafasku

.

.

.

Sungmin masih tertawa ketika melihat Kyuhyun sedang berdiri tak jauh dari tempatnya. Dia refleks mendekati Kyuhyun yang sedang terdiam sendirian.

"Kyu.." panggilnya ramah. Kyuhyun menatap Sungmin dalam tanpa berkata apapun. Tatapannya seolah bertanya 'apa yang kau lakukan di sana?'

"Kyu, kau kenapa?" tanya Sungmin lagi sambil menarik lengan kemeja Kyuhyun.

Kyuhyun tersadar lalu berpura-pura memasang wajahnya yang biasa "Ah, Kau Lee Sungmin, sedang apa?"

'oke aku tahu itu pertanyaan bodoh' kata Kyu dalam hati

Sungmin menatap namja itu dengan aneh "Menurutmu apa yang aku lakukan di sini kalau bukan mengajar?"

"Ah, iyaa~ kulihat kau tadi sedang menari-nari" jawabnya singkat

"Aku sedang mengajar bahasa inggris, apa yang membawamu kesini?"

Kyuhyun menunjuk ke arah Victoria yang sedang mengajari anak muridnya melukis. Sungmin mengangguk paham.

Siwon datang mendekati mereka berdua yang sedang berbicara. Kyuhyun menatap orang itu lekat-lekat seakan dia adalah serangga yang akan mengusik hidupnya. Siwon tersenyum ke arah Kyuhyun yang terus menatapnya.

"Ah, Kyu kenalkan ini adalah donatur baru panti asuhan, Choi Siwon"

Siwon menunduk memberi salam, Kyuhyun tersenyum sedikit lalu ikut membungkuk. "Cho Kyuhyun-imnida"

"Kau mengajar di sini juga?" tanya Kyuhyun agak ramah

"Tidak, dia hanya mampir ke sini" jawab Sungmin

"Aku bertanya pada Siwon-ssi, Lee Sungmin" Kata Kyuhyun sambil melirik tajam. Sungmin lalu diam.

"Minnie-ssi benar, aku hanya mampir. Aku senang di sini, kau juga?"

"Ah, aku hanya mampir sebentar untuk melihat.."

"Kyu, aku sudah selesai"

Victoria menghampiri ketiga orang yang sedang bicara, Sungmin tersenyum senang melihat kedatangan Victoria, sudah beberapa hari ini mereka tidak bicara langsung. "Minnie-ya, aku rindu padamu" Vic memeluk Sungmin erat

"Aku juga, bagaimana muridmu? Apa kubilang, mereka sangat menyukai lukisanmu" kata Sungmin disela-sela pelukannya. Dua namja yang ada di depan mereka hanya memperhatikan

"Aku sangat menyukai mereka, mereka juga sangat berbakat Minnie-ya"

"Tentu saja, mereka hanya perlu orang-orang yang melatih bakatnya dan kau orang yang tepat" puji Sungmin tulus. Victoria tampak tersipu

"Kau juga Minnie, kau adalah guru yang sangat tahu bagaimana caranya membuat muridmu bermimpi dan mengejar mimpinya" balas Vic sambil menggandeng Sungmin erat

"Kau benar, aku setuju" kata Siwon tiba-tiba. Kyuhyun menoleh ke arah Siwon dengan tatapan yang aneh.

Sungmin tertawa lagi tanpa memperhatikan wajah Kyuhyun yang mulai berubah mood-nya "Siwon-ssi, Vicky-ya, kalian berlebihan..oh, kenalkan ini Choi Siwon, dia donatur baru panti ini"

Siwon membungkukkan tubuhnya memberi salam. Victoria mengikuti.

"Aku Victoria. Panggil saja aku Vic" katanya ramah. Siwon membalas dengan senyuman.

"Kalian tampak akrab, iya kan Kyu?" Vic menyenggol lenganku pelan membuat namja itu sedikit sadar dari tatapannya ke arah Siwon yang aneh. Sungmin menatap Kyuhyun, berharap jawaban namja itu tidak membuatnya marah.

Kyuhyun tersenyum evil tanpa menjawab "Vic, kau sudah selesai?" kyuhyun mengalihkan pandangan ke Victoria

"Ah, sudah. Aku duluan ya Minnie"

Sungmin tersenyum sendu melihat Victoria menggandeng tangan Kyuhyun dengan erat dan Kyuhyun tersenyum padanya. Ada perasaan iri juga sakit yang belum dapat dia sembuhkan dan tampaknya itu bukanlah hal yang dapat disembuhkan dengan cepat.

"Kau sangat mudah tersenyum tapi juga sangat mudah bersedih ya?"

Sungmin sadar dari lamunannya lalu tersenyum heran "Maksudmu?"

" Minnie-ssi, kau tahu tidak? ada pepatah yang berkata kalau senyummu akan membawamu terus bahagia"

Sungmin menggelang sesaat "Aku belum pernah dengar"

Siwon tertawa lebar "Sekarang kau sudah dengar kan? Maka jangan bersedih lagi, lebih baik kau tersenyum"

"Aku tidak bersedih, hanya saja.." Sungmin sadar kalau dia tidak bisa berkata apapun lagi, Siwon hanyalah seseorang yang baru hadir di hidupnya dan dia tak harus menceritakan semuanya.

"Siwon-ssi, aku baik-baik saja. Sudah sore, aku duluan ya." Sungmin berjalan membereskan semua barang bawaannya yang berserakan di taman. Siwon membantunya.

"Kau marah padaku?" tanya Siwon lembut

"Mengapa aku harus marah?" Sungmin menatap Siwon heran.

"Karena aku telah lancang menebak perasaanmu"

"Bukan begitu, hanya saja aku takut kau berfikiran yang salah. Kau belum mengenalku Siwon-ssi" Yeoja kelinci itu membetulkan posisi tasnya

"Kalau begitu izinkan aku untuk mengenalmu lebih jauh lagi, bagaimana?" Siwon tersenyum penuh arti.

"Setelah tahu lalu apa yang ingin kau lakukan?"

"Setelah tahu aku akan bertanya padamu apa yang kau ingin aku lakukan"

Sungmin menatap siwon dengan heran, lagi-lagi kata-kata Siwon sangat ambigu untuk dimengerti "Siwon-ssi, aku bukan penyair jadi berhentilah memakai bahasa seperti itu" kata Sungmin dengan mimik yang kesal

"Ah ya, jadi bagaimana?"

"Apanya yang bagaimana?"

"Apa aku boleh mengenalmu lebih jauh?"

"Kemarin kau baru saja meminta izin untuk bercerita denganku, sekarang ingin mengenalku, lalu besok apalagi?"

"Kau ingin tahu?" lagi-lagi Siwon tersenyum penuh arti, Sungmin menarik nafas begitu melihat Siwon yang memang tak bisa dipungkiri sangat tampan sekali apalagi ketika sedang tersenyum

"Ya, baiklah Tuan Muda Choi, lakukan sesukamu"

Sungmin beranjak pergi keluar panti asuhan dan Siwon mengikutinya lagi "Aku mau pulang, kau mau ikut?" Sungmin merasa grogi diperlakukan seperti itu oleh Siwon.

"Apa aku boleh mengantarmu pulang?"

Sungmin tertawa "kita belum cukup saling mengenal, selamat sore Siwon-ssi"

Sungmin mempercepat langkahnya untuk mengejar bis sore sedangkan Siwon hanya memperhatikan yeoja kelinci itu sampai dia menghilang di balik tikungan.

"Kau menyukainya?"

Siwon menoleh dilihatnya Eunhyuk sedang menatapnya menunggu jawaban "Apa aku tidak bisa menyukainya?"

"Mengapa tidak? hanya saja jangan pernah memberikan harapan palsu untuk Minnie, aku tidak akan menerimanya" Ucap Eunhyuk dengan nada sedikit protektif terhadap Sungmin

Dengan wibawanya Siwon tersenyum "Lee Hyuk Jae-ssi, kau tak perlu khawatir"

"Baiklah, aku akan memegang kata-katamu"

Eunhyuk meninggalkan Siwon setelah sebelumnya membungkuk memberi salam. 'Kau belum tahu apapun Siwon-ssi. Kau mungkin bisa saja menjanjikan apapun padanya dan menepatinya, tapi aku tidak yakin kalau itu akan membuatnya bisa melupakan Kyuhyun. Bahkan aku tahu semua rasa sakit Minnie hanya dengan melihatnya yang sedang menatap Kyuhyun dari jauh, semoga kau berhasil' Kata Eunhyuk dalam hati.

"Aku akan membahagiakan wanita itu. Sejak pertama melihatnya aku sudah berjanji pada diriku kalau aku akan melindunginya, aku akan mencintainya dengan semua hal yang ada di duniaku. Bahkan aku rela meninggalkan semuanya hanya untuk menunggunya di sini setiap hari. Aku yakin Tuhan akan berpihak padaku"

Siwon berjalan pelan meninggalkan tempat dimana tadi dia berdiri, setelah merogoh kuncinya dia lalu membuka pintu mobil. Namja itu memang sangat sempurna dilihat dari sudut pandang manapun dari segala macam yang dia lakukan semuanya membuat orang terpesona.

.

.

"Chagiya, gumawoo" Vic tersenyum manja ke arah Kyuhyun yang menatapnya lembut.

Mereka baru saja sampai beberapa menit dan mengobrol di dalam mobil

"Apakah kau mengajar setiap hari?"

"Tidak, hanya hari jumat saja. Itupun kalau aku sedang tidak sibuk bekerja"

"Sebaiknya jangan memaksakan dirimu, nanti kau bisa sakit Vic"

Kyuhyun mengelus rambut kekasihnya dengan lembut "Aku kuat, sangat kuat. Apalagi jika ada dirimu" ucapnya sambil tersipu

Kyuhyun tertawa lucu "Benarkah?"

"Tentu saja, aku ingin seperti Minnie yang kuat. Dia wanita yang sangat hebat, iya kan?"

Kyuhyun tak menjawab,ingatannya kembali saat dia melihat Sungmin sedang tersenyum, tertawa dengan orang yang bernama Siwon tadi, perasaannya mendadak kacau.

"Ah, Choi Siwon tampaknya menyukai Minnie, kau lihat bagaimana cara dia menatap Minnie? Wah, dia sungguh namja yang sempurna ya? Dia sangat baik, masih muda sudah mau menjadi donatur panti asuhan. Kurasa mereka berdua sangat cocok, Minnie sudah harus mempunyai kekasih yang bisa melindunginya" celoteh Victoria lagi. Lagi-lagi Kyuhyun diam tak menjawab.

"Kau kenapa?" tanya Vic tak mengerti

"Tidak ada" jawab Kyuhyun singkat "Baiklah, sampai jumpa besok" Kyuhyun memasang senyum terbaiknya, meskipun agak heran Victoria mengangguk lalu keluar dari mobil.

"Hati-hati dijalan Kyu"

Kyuhyun mengangguk dari dalam mobil, tak lama mobil itu bergerak menjauh dari kapel. Dia tak menoleh ke arah Vic yang melambaikan tangannya karena sedang sibuk dengan pikirannya sendiri.

*Kyuhyun pov*

Dia menyukai Lee Sungmin? Apa yang membuat namja itu menyukai Sungmin? dia hanya wanita biasa yang mungkin agak ceria dan enerjik tapi, mereka bukankah baru saja saling mengenal? Bahkan Sungmin tidak memperkenalkan kepada orang itu kalau aku adalah suaminya. Apa-apaan dia? Bagaimanapun juga dia harus menghargai aku. apa benar mereka berdua saling menyukai? Mengapa tadi Sungmin terlihat bahagia sekali? Lalu mengapa aku seperti orag bodoh sedari tadi memikirkan mereka? Padahal belum tentu semua itu benar.

Sekarang pikirkan Cho Kyuhyun, apa yang kau rasakan sekarang? Entahlah mendadak aku sangat kesal dengan Sungmin.

Mengapa kau kesal padanya? Karena sepertinya dia senang sekali bisa dekat dengan namja aneh itu.

Memangnya mengapa kalau dia senang? namja itu memang tampan kan? Iya, tapi tetap saja aku tak menyukainya.

Mengapa kau tidak menyukainya? Aku tidak suka caranya menatap Sungmin.

Memangnya ada apa dengan caranya menatap Sungmin? Sepertinya namja itu menyukai Sungmin. Lalu apa masalahnya kalau dia menyukai Sungmin? Aku..

*kyuhyun pov end*

Benar, lalu apa masalahnya kalau dia menyukai Sungmin?

Kyuhyun tak bisa menjawab, pikirannya mendadak buntu. Memangnya mengapa kalau namja itu menyukai Sungmin? toh memang sudah saatnya Sungmin belajar mencintai seseorang dan Siwon bukankah orang yang tepat?dilihat dari sudut pandang manapun namja itu memang sempurna, dibalik kemeja kerjanya yang ketat pasti dia mempunyai bentuk tubuh yang sangat manly, jangankan itu lihat saja dari caranya berjalan dan berbicara apalagi tersenyum, yeoja mana yang tidak menyukainya? Yeoja mana yang tidak akan terpesona padanya?

Kyuhyun memukul-mukul setirnya dengan frustasi karena tidak menemukan jawaban dari dalam dirinya.

Sesampainya di apartemen, Sungmin sedang memasak untuk makan malam. Kyuhyun yang baru datang memperhatikan wajah Sungmin yang sering tersenyum sendiri bahkan terkadang dia bersenandung lagu-lagu orang yang sedang jatuh cinta. Dengan bertolak pinggang dia menghampiri yeoja kelinci yang sedang asyik memasak.

"Kyu, kapan kau sampai?" tanya Sungmin sambil mengaduk tumisannya

"Baru saja" jawab Kyuhyun singkat dengan nada yang tidak begitu enak.

Mendengar jawaban yang aneh di telinganya Sungmin pun menoleh dan menatap ke arah namja stoic yang sedang meneguk air minum "Kau kenapa? Sudah makan?"

"Mengapa di kepalamu hanya ada kata itu? Makan dan memasak"

Sungmin menatap Kyuhyun dengan heran "Kau ini kenapa? Aku hanya bertanya apa kau sudah makan atau belum, mengapa kau marah? Kalau kau tidak mau makan yasudah, tidak perlu berkata seperti itu" Sungmin mematikan kompornya lalu melempar celemek yang menempel di badannya dengan kesal.

"Ya! Mengapa kau marah?" Kyuhyun mengikuti Sungmin yang sedang beranjak ke kamarnya

"Mengapa aku marah? Harusnya aku yang bertanya seperti itu, selain membuatku kesal apalagi yang kau bisa?" Sungut Sungmin

Kyuhyun diam tak menjawab. "Mianhae" katanya pelan

Sungmin menarik nafas berat. 'Tuhan, jangan biarkan aku terus-terusan kecewa padamu karena kau telah menciptakan namja yang sangat menyebalkan seperti dia' batin Sungmin frustasi

"Kau kenapa Tuan Muda Cho? Bertengkar dengan Vic?" tanya Sungmin melunak

"Tidak, dia tidak pernah membuatku marah seperti ini"

"Lalu? Ada yang membuatmu kesal? "

"Entahlah, mendadak aku membenci diriku sendiri"

Sungmin tertawa keras "Ya Cho Kyuhyun, kau ini aneh sekali sih" goda Sungmin

'Kau tertawa karena aku dan aku merasa lebih baik sekarang. Sebenarnya aku kenapa? Ini semua sangat aneh' batin Kyuhyun

Sungmin masih tertawa sewaktu Kyuhyun mengelus rambutnya sambil tersenyum dan menatapnya lembut "Aku lapar" katanya pelan

Sungmin menjawabnya dengan senyuman lalu kembali memasak "Kau mandi saja dulu, aku sudah membuatkan air panasnya"

"Ah, baiklah, gumawo"

Kyuhyun masuk ke kamar mandi dan Sungmin melanjutkan aktivitasnya sampai beberapa menit kemudian semua masakannya terkumpul di atas meja. Kyuhyun yang baru saja keluar dari kamar mandi, mengendus wangi masakan yang seakan menarik-narik dirinya ke meja makan.

Sungmin tersenyum puas melihat hasil masakannya dan senyum itu berhenti ketika dia melihat Kyuhyun dengan rambut yang masih basah serta banyak titik air yang menetes di wajah stoicnya.

'Tuhan, mengapa di mataku hanya ada dia?' batin Sungmin sendu

"Kajja kita makan" Kyuhyun duduk di depan Sungmin yang masih terdiam karena terpesona.

Mereka berdua makan tanpa bicara, Sungmin tersenyum melihat Kyuhyun makan dengan lahap "Ya! Kau tidak pernah melihat orang makan ya?" sindir Kyu sambil melirik tajam

"Aku hanya heran saja, mengapa kau punya gengsi yang sangat tinggi? Hanya bilang aku lapar saja seperti kau membanting harga dirimu"

"Aku tidak seperti itu Lee Sungmin!" elaknya sambil terus makan

Sungmin tak menjawab, dia meneruskan makannya. Kyuhyun tiba-tiba ingat sesuatu, dia menaruh sendoknya di meja "Lee Sungmin" panggilnya pelan

"Hmm?"

"Laki-laki yang bermarga Choi tadi kenalanmu? Kau sudah mengenalnya berapa lama?" tanya Kyuhyun hati-hati

"Belum lama, mungkin sebulan yang lalu. Ada apa Kyu?"

"Ah tidak, kalian tampak akrab sekali aku pikir kalian teman lama" kata Kyu lagi tanpa menatap Sungmin yang penasaran mengapa tiba-tiba namja cuek yang ada di depannya bertanya seperti itu.

"Memangnya kenapa kalau aku akrab dengannya?"

Kyuhyun berhenti mengunyah, "Oh, emm kurasa itu bagus. sepertinya dia namja yang baik" jawab Kyuhyun singkat dan entah mengapa dia merasa seperti sedang berbohong sewaktu mengatakannya.

Sungmin tersenyum sendu 'Apa aku memang orang yang sungguh tidak tahu diri ya? Mengharapkan dia cemburu pada Siwon'

"Kau menyukainya Lee Sungmin?" tanya Kyu lagi

"Aku tidak tahu, aku kan baru mengenalnya. "

"Sepertinya dia menyukaimu" kata Kyuhyun pelan.

"Bagaimana kau bisa tahu?"

"Aku ini laki-laki, tentu saja aku tahu" jawabnya asal

"Kyu.." panggil Sungmin pelan

"Ya?"

"Jika dia menyukaiku apa aku boleh menyukainya?" tanya Sungmin

Kyuhyun diam. Seperti ada yang meninju hatinya dengan keras dan itu agak terasa sakit. Dia menatap yeoja bermata foxy yang ada di depannya, merasa aneh mengapa hatinya seperti tidak rela.

Mendadak Kyuhyun tertawa "Mengapa bertanya padaku? itu hak mu Lee Sungmin. kalau namja itu membuatmu bahagia dan membuatmu seperti berlari dengan satu kaki, mengapa tidak?"

Lagi-lagi Kyuhyun diam setelah tertawa, lagi-lagi dia merasa sedang berbohong.

Sungmin tak menjawab 'Aku sudah terlanjur letih berlari Kyu dan itu benar-benar dengan satu kaki, hasilnya hanya bertepuk sebelah tangan.' Batin Sungmin sedih.

Mereka berdua tidak bicara lagi, suasana mendadak kaku. Sungmin langsung bergerak ke bak cuci piring untuk membereskan sisa-sisa makanan dan piring-piring kotor setelah makan. Kyuhyun duduk di sofa sambil menonton TV.

'Lee Sungmin, kalau aku bilang tidak boleh apakah kau akan tetap menyukainya?'

.

.

.

Kuliah Sungmin baru saja selesai beberapa menit yang lalu, seperti biasa mereka sedang berkumpul di taman. Membahas apa saja resolusi panti asuhan untuk ke depannya.

"Minnie-ya, kami akan mengembalikan surat-suratmu" kata Hyukkie

"Menagapa kalian tidak mau menyimpannya?"

"Bukan begitu, itu kan milikmu.. kami hanya.."

"Lalu aku harus menaruhnya dimana selain di tempat kalian? Atau kubakar saja ya?" Sungmin tertawa lebar

"Jangan membuang sesuatu yang nantinya akan kau cari lagi Minnie-ya" ucap Yesung

"Aku tak ingin mencarinya lagi, sama saja itu membunuh diriku sendiri"

"Tak perlu membuangnya Minnie-ya, hidupmu akan lebih bermakna jika kau tetap menyimpannya, buktikan pada dirimu tanpa membuangnya pun kau bisa untuk tidak mencarinya lagi" tambah Wookie sambil tersenyum penuh kasih sayang ke arah Sungmin

Sungmin mengangguk "Gumawo" kata Sungmin terharu.

Mendadak suasana menjadi ramai di sekitaran kampus, ada beberapa wanita berbisik-bisik ke arah mereka berlima. Sungmin menatap dengan heran. Donghae mengajak mereka untuk melihat apa yang terjadi dan di depan kampus mereka melihat banyak orang yang mengerubungi sesuatu.

Ketika mereka mendekat, orang-orang perlahan menyingkir hingga mereka melihat apa yang menjadi objek keramaian ini.

"Choi Siwon-ssi? Kau di sini?" Wookie hampir memekik karena terkejut dengan apa yang dilihatnya.

Namja yang sedang berada di tengah kerumunan wanita itu tersenyum lalu mendekat, beberapa orang mulai bubar dan beberapa ada yang masih penasaran dengan laki-laki tampan yang datang ke kampus dengan mobil yang sangat keren pula.

Siwon berjalan ke arah mereka, seakan ketika dia berjalan angin-angin menuntunnya hingga membuat semua orang khususnya para wanita yang ada di sana mendadak seperti orang yang sedang melihat malaikat turun dari langit. Donghae dan Yesung hanya tersenyum kecut melihat kekasihnya juga turut terpesona. Sedangkan Sungmin? dia hanya tersenyum memperhatikan orang-orang di sekitarnya yang memasang tampang aneh.

"Siwon-ssi, apa yang membawamu kesini?" tanya Donghae ramah

"Ah, begini.. aku ada perlu dengan Minnie, bisakah aku meminjamnya sebentar?" tanya Siwon sambil melirik ke arah Sungmin. yeoja itu mendelik kaget.

"Aku?"

"Iya, aku butuh bantuanmu Minnie, ada beberapa hal yang ingin aku beli untuk acara di kantor dan aku butuh idenya"

"Terserah Minnie, kami sedang tidak sibuk, lagipula hari ini kan bukan jadwalnya mengajar"

"Bagaimana Minnie?"

Sungmin menggaruk kepalanya yang tidak gatal lalu tersenyum kecil "Baiklah"

"Kalau begitu aku permisi dulu" kata Siwon sambil tersenyum penuh kemenangan. Empat orang yang lain hanya tertawa maklum melihat perjuangan namja sempurna itu.

"Aku pergi dulu ya.. nanti aku akan mampir" kata Sungmin sambil berjalan menuju mobil Siwon yang belum sempurna terparkir karena ada banyak orang yang mengerumuni. Ketika Sungmin lewat, semua orang memandangnya dengan tatapan iri.

Empat orang sahabat itu menatap Sungmin dan Siwon dari jauh "Ternyata dia serius dengan ucapannya" gumam Hyukkie pelan

"Maksudmu chagiya?" tanya Donghae

"Kemarin aku menanyakan kepada Siwon apa dia menyukai Minnie dan dia menjawab iya. Dia bilang dia tidak akan mengecewakan Minnie" tutur Eunhyuk

"Laki-laki itu benar-benar serius rupanya, lihat saja tatapannya ke arah Minnie" Tambah Yeye

sambil terus memperhatikan mobil Merci yang membawa Sungmin sampai hilang di balik tikungan.

"Apa dia sudah tahu kalau Sungmin dan Kyuhyun adalah suami istri?" tanya Wookie

"Mungkin saja, melihat Siwon adalah seorang eksekutif yang bisa membayar orang untuk mencari tahu tentang Minnie" kata Euhyuk lagi

"Harusnya Minnie sekarang bahagia karena ada namja sempurna yang sangat perhatian padanya" gumam Donghae

"Semoga saja"

Mereka menarik nafas panjang.

.

.

Kyuhyun sedang memeriksa beberapa laporan yang sudah di siapkan oleh Manajer Lee. Manajer Lee ini adalah orang kepercayaan Kyuhyun di kantor. Selain orangnya pintar, dia juga banyak berpengalaman dan tidak sungkan untuk membagi pengalamannya dengan Kyuhyun yang masih baru dalam hal bisnis. Meskipun tidak bisa dipungkiri Kyuhyun adalah laki-laki yang jenius tapi tetap saja pengalaman adalah guru yang berharga.

"Manajer Lee, akhir-akhir ini kau tampak lesu. Ada masalah?" tanya Kyuhyun sambil memeriksa berkas

Manajer handal itu tersenyum "Ah, tidak ada Sajangnim"

"Katakan saja, apa gajimu kurang?" goda Kyuhyun sambil tersenyum evil

Manajer Lee tertawa "Annimida, ini bukan masalah kantor"

"Lalu?" pancing Kyuhyun

"Beberapa hari ini istriku selalu pulang malam dan aku pernah melihatnya berjalan dengan seorang laki-laki"

Kyuhyun tertawa keras "Yaa! Aku tak menyangka Manajer Lee punya masalah seperti itu, ah maaf aku tak bermaksud untuk menyinggungmu" kata Kyu sambil memperkecil suaranya

"Tidak apa-apa Sajangnim, ini semua menyita pikiranku"

"Apa kau tidak mencoba bertanya pada istrimu? Jangan sampai kau berburuk sangka"

"Aku sudah menanyakan padanya dan memang dia jujur soal pergi bersama laki-laki lain, dia bilang itu teman sekolahnya dulu karena mereka mau membuat acara reuni" jelas Manajer Lee

Kyuhyun mengangguk "Apa aku terlalu banyak memberimu tugas sampai kau tak bisa punya waktu banyak dengan istrimu?"

"Ah tentu tidak, semua pekerjaan yang diberikan Sajangnim memang kewajibanku"

"Kalau kau ingin cuti silahkan saja, ambilah waktu beberapa hari untukmu dan istrimu"

"Tidak perlu, mungkin aku hanya terlalu cemburu pada istriku"

Kyuhyun tertawa lagi "Kau pasti sangat mencintai istrimu ya? Cemburu itu tandanya kau cinta padanya dan takut kehilangannya" katanya polos

"Mungkin aku memang pencemburu tapi itu karena aku sangat mencintainya, dari dulu sebelum menikah aku tidak pernah suka jika melihatnya bicara dengan namja lain, apalagi bercanda dan tertawa, melihatnya tersenyum dengan namja selain aku saja sudah membuatku marah seakan aku merasa dikhianati dan rasanya sangat sakit sekali seakan ada yang meninju hatiku. Aku konyol ya?" Manajer Lee sedikit menertawakan dirinya.

Kyuhyun diam tak menjawab. mendadak seperti ada yang memukul kepalanya dengan palu "sakit, dikhianati?" tanyanya kaku

"Iya, aku tidak rela jika dia bahagia dengan orang lain selain aku, hanya aku yang boleh membuatnya tertawa dan bahagia" lanjutnya lagi. Kyuhyun tambah membeku di tempatnya

"Apa kau pernah cemburu pada Nyonya Cho, Tuan?"

*Kyuhyun pov*

Sakit? Dikhianati? Aku kembali pada pikiranku kemarin

Sekarang pikirkan Cho Kyuhyun, apa yang kau rasakan sekarang? Entahlah mendadak aku sangat kesal dengan Sungmin.

Mengapa kau kesal padanya? Karena sepertinya dia senang sekali bisa dekat dengan namja aneh itu.

Memangnya mengapa kalau dia senang? namja itu memang tampan kan? Iya, tapi tetap saja aku tak menyukainya.

Mengapa kau tidak menyukainya? Aku tidak suka caranya menatap Sungmin.

Memangnya ada apa dengan caranya menatap Sungmin? Sepertinya namja itu menyukai Sungmin. Lalu apa masalahnya kalau dia menyukai Sungmin? Aku..

Aku.. Mungkinkah? Mungkinkah aku mencintai Sungmin? Mungkinkah itu karena.. ah tidak mungkin, perasaanku padanya hanya sebatas teman. Aku pasti begini karena aku terbiasa bersamanya. Tunggu, sekalipun aku tak pernah merasa begini kepada Vic, padahal dia sering pergi keluar bersama teman-teman melukisnya, dia juga sering melukis bersama dengan teman namjanya yang lain. Dan aku tidak pernah merasa seperti ini atau cemburu dan apalah itu namanya.

*Kyuhyun pov end*

Manajer Lee menatap Kyuhyun dengan aneh "Sajangnim, anda baik-baik saja?"

Kyuhyun tersadar dari lamunannya "Ah, aku baik-baik saja. Tadi sampai mana?"

"Aku bertanya padamu apa kau pernah cemburu pada istrimu? Bagaimanapun Nyonya Cho adalah wanita yang sangat cantik dan baik. Wajar saja mungkin jika kau cemburu pada namja yang ada di dekatnya, kuakui jatuh cinta pada Nyonya Cho sangatlah mudah karena dia wanita yang bisa menebar kebahagiaan dimanapun dia berada"

Kyuhyun semakin gila, wajah stoicnya semakin merah dan kaku. Dia langsung bangun dari tempat duduknya, mengambil jas kerjanya dan tasnya.

"Sajangnim, ada apa?" Tanya Manajer Lee heran.

"Aku harus pergi"

Kyuhyun segera berlari keluar kantor dan menyalakan mobilnya. 'Aku menyukai Sungmin? sejak kapan? Mengapa aku seperti orang bodoh? Apa benar aku menyukainya?'

Dalam pikirannya terputar lagi saat Sungmin menangis dan saat Sungmin menatapnya dengan dalam. Saat Sungmin tertawa bersamanya, memainkan piano bersama sampai kemarin saat dia tidak rela Sungmin bahagia bersama orang lain.

Mobil Kyuhyun melesat dengan cepat ke arah panti asuhan. Dia harus bertemu dengan Sungmin, dia harus bertemu dengan yeoja kelinci itu dan mencoba membuktikan perasaan anehnya selama ini, benarkah itu cinta?

Sesampainya di sana Kyuhyun langsung berlari ke tempat biasanya Sungmin sedang mengajar. Tidak ada. Lalu dia beralih ke taman, tidak ada juga. Dia berjalan di lorong-lorong kelas dan mendengar beberapa orang sedang berbincang dan tertawa hingga Kyuhyun bisa mendengar suara mereka. Dia tahu di sana ada Sungmin dan yang lainnya.

"Eh? Benarkah Minnie-ya?" dari dalam terdengar suara Hyukkie yang setengah kaget

Kyuhyun hendak membuka pintu sewaktu ada seorang namja jangkung yang mendekatinya.

.

.

.

-Flash back-

Sudah sejam yang lalu Sungmin berputar-putar untuk membantu Siwon mencar hadiah yang akan diberikannya kepada beberapa stafnya yang berulang tahun. Dalam pikiran Sungmin, sungguh Siwon adalh direktur yang aneh, mengapa perduli dengan stafnya sampai seperti ini? Bukankah dia bisa menyuruh orang lain untuk membelikannya dan tak perlu repot-repot menyusuri toko-toko yang ada di pusat perbelanjaan?

Tapi dibalik itu semua Sungmin juga sangat bangga melihat Siwon sebagai doirektur yang sangat perhatian terhadap stafnya. Sungmin memijat kakinya pelan, lumayan juga berjalan-jalan daritadi.

Tingkahnya yang mulai kelelahan diketahui oleh Siwon yang sedang melihat-lihat berbagai macam dasi.

"Kau lelah ya? Bagaimana kalau kita makan dulu saja sekalian istirahat?" tanya Siwon dengan lembut.

"Ah, tidak perlu. Aku masih kuat berjalan" tolak Sungmin dengan halus

"Mungkin kau masih kuat tapi kakimu tidak"

Sungmin tertawa dan menuruti ajakan Siwon. Siwon meraih tangan Sungmin dan menggandengnya. Sungmin kaget begitu merasakan tangan kuat tapi lembut menyentuh tangan mungilnya. Sungmin merasa tidak enak jika melepaskan tangannya tapi jika tidak dilepas Siwon pasti berfikir yang tidak-tidak. Akhirnya sampai mereka tiba di sebuah restoran Siwon baru melepaskan tangannya lalu tersenyum. Dengan kaku Sungmin membalas.

"Kau ingin makan apa Minnie-ya?" tanya Siwon lembut

"Terserah kau saja" Kata Sungmin asal. Hatinya sangat kikuk mendapat perhatian yang istimewa dari Siwon. Setelah memesan Siwon menatap Sungmin dengan dalam.

"Siwon-ssi, mengapa kau lakukan ini padaku?" tanya Sungmin polos

Siwon tertawa kecil "Maksudmu?"

"Mengapa kau memperlakukan aku seperti tadi?"

"Memangnya kenapa? Bukankah kau sudah mengizinkan aku untuk lebih mengenalmu?"

"Aku mengerti, tapi bukan ini maksudku, bahkan kau tidak tahu latar belakangku"

"Aku tahu semuanya Lee Sungmin. Aku tahu."

Sungmin sedikit kaget dan tidak percaya "Kau belum tahu.. percayalah"

"Apa? Kau sudah menikah? Cho Kyuhyun adalah suamimu kan? Tapi kalian tidak saling mencintai"

JDER!

Sungmin terdiam kaku "Bagaimana.. ?"

"Aku tahu semuanya dan aku akan jujur satu hal padamu. Aku menyukaimu Lee Sungmin, sejak pertama kali aku melihatmu sewaktu festival panti yang ke sepuluh. Aku ingin lebih dekat denganmu, Aku ingin mengenalmu, dan setelah aku tahu kalian dijodohkan, aku lega sekali bahkan suamimu sudah mempunyai kekasih"

Sungmin tidak menjawab, dia tidak kuat 'Lee Sungmin, kau dijodohkan tapi tidak saling mencintai, bahakn suamimu sudah mempunyai kekasih. Ya, kau benar. Bagian yang salah adalah bahwa aku mencintai suamiku dan dia tidak.' batin Sungmin

"Eh? Apa aku terlalu lancang? Maafkan aku Minnie-ya, aku tak bermaksud seperti itu"

"Tidak, kau benar Siwon-ssi"

Siwon tersenyum lega "Lalu setelah aku tahu apa aku boleh mengajakmu berkencan?"

-Flashback end-

.

.

Kyuhyun menoleh ke arah orang yang ada di belakangnya. Suara sungmin dan teman-temannya masih terdengar jelas. Siwon tersenyum akrab padanya.

"Apa aku boleh bicara denganmu sebentar?" tanya Siwon. Kyuhyun mengangguk pelan tanpa curiga. Mereka pergi ke salah satu kelas yang sudah kosong dan mulai berbicara.

"Aku tahu kau adalah suami Sungmin" kata Siwon dengan lancar. Kyuhyun menatap Siwon dengan intens tanpa menjawab.

"Aku juga tahu kalau kalian dijodohkan dan tidak saling menyukai"

DEG! Kyuhyun merasa benda tumpul yang tidak berwujud menghantam hatinya lagi.

"Aku pun tahu kau sudah mempunyai orang yang kau cintai"

"Apa maumu?" tanya Kyuhyun dengan cepat, merasa akan semakin sakit jika namja itu bertele-tele

"Aku ingin meminta izinmu untuk berkencan dengan Lee Sungmin"

*Kyuhyun pov*

Berkencan? Dengan Sungmin? bagaimana bisa dia mengatakan itu di depanku? Dan bagaimana bisa Sungmin melakukan ini padaku? hatiku mendadak sangat sakit sekali. Entah apa ini, rasanya mata dan hatiku sangat kompak, mataku mendadak panas seiring dengan hatiku yang teriris-iris

"Aku sudah lebih dulu mengatakan itu pada Sungmin dan dia memintaku untuk bertanya dulu padamu, jika kau mengizinkan dia juga akan setuju"

Lee Sungmin.. ada apa denganmu? Mengapa kau lakukan ini padaku? ini akan membuatku semakin sadar kalau aku menyukaimu kalau aku tak ingin kau pergi dariku. Mengapa kau lakukan ini padaku? mengapa kau minta laki-laki ini untuk bertanya padaku? kau benar-benar ingin membuatku mengakuinya? Entah sudah berapa kali aku merasa hatiku seperti terhantam oleh batu yang sangat besar dan itu menyiksaku. Aku juga mulai merasa ada air mata yang akan turun di pipiku. Sepertinya aku memang menyukaimu, aku telah jatuh cinta padamu, entah darimana mungkin dari sikapmu, senyummu, tatapanmu, tawamu, mungkin juga karena semuanya yang telah kau korbankan demi aku sampai aku tak sadar kalau rasa nyaman yang aku rasakan jika ada di dekatmu bernama cinta.

*kyuhyun pov end*

Huaaa, akhirnya oppaku nyadar jugaa yaaa

Bener-bener butuh waktu yang lama :33

Ketauan readers pasti loncat-loncat habis baca yang ini

'hiihiihi *author dilemparin sepatu karna kepedean*

Aku baru bisa cuap-cuap nih

Aku mau jelasin kenapa aku pindah, aih capek kali ya ff-nya di apus teruusss, mas aku mesti repost berulang-ulang. Sediiihh T_T

Tapi senengnya kalian masih mau nunggu dan ikutan pindah, wah~ aku terharu lohh

Dan maaf ya, blog aku masih gembel banget, maklum saya ini gaptek kekekke

Sudahlah, happy reading dan jangan lupa tinggalkan komentar, aku tunggu lohh

Kelanjutan ff ini dari komentar dan semangat kalian juga sama akuuu

Yang udah ngefollow makasiii yaa :3 aku seneng bangettt

Twitter aku juga jadi rame deh hahah *seneng*

Aku sayang kaliaaan :3 muuah muaahh

Ikutin terus ceritanyaa :3 dan maaf kalo komennya gak aku bales satu-satu tapi percayalah aku selalu nungguin komen kalian sebagai semangatku~~

See ya next chapter :B

Nb: lama dalam proses update dikarenakan inet saya sangat minta perhatian T_T