Cinderella of Darkness
My 1'st kyumin story
Warning: Kyumin, GS, School Life, Romance/Drama, typo (es), rate T
Disclaimer: this fic is mine, inspiration of manga
"perfect girl evolution"
No copas, Bash and Flame
Don't like, just click close (X)
Main cast: Cho Kyuhyun and Lee Sngmin
Support cast: other member Super junior and idol Kpop's
Summary: metamorfosis Lee Sungmin / "Kau lebih pantas disebut Cinderella dari kegelapan" / "Tidak bisakah aku berubah menjadi lady tanpa harus bersama kalian?" / "kami akan menjadikanmu Cinderella" / "Berhentilah menganggap dirimu buruk" / "Kesederhanaanmulah yang membuatmu cantik".
Happy Reading and enJOY
Chapter 10 : Stay with me
Setiap restoran bintang lima pasti memiliki ruang VIP. Hal itu seperti sudah menjadi hukum wajib, karena banyak orang terutama pelanggan dari kelas atas yang ingin menikmati hidangan dengan tenang dan lebih privasi. Tidak hanya itu, kalangan atas suka mengadakan pertemuan di ruang VIP untuk menghindari sorotan kamera dan gosip diluaran.
Seperti halnya yang dilakukan Choi Siwon saat ini. Keluarganya sudah memesan tempat di Restoran Itali terbaik di Seoul untuk pertemuan ini. Alasannya simple, mereka tidak ingin berita pertunangan ini tersebar sebelum waktunya.
Siwon sudah datang lima menit yang lalu. Dia mengenakan kemeja warna hitam digulung sampai siku dan celana kain senada dengan kemejanya. Sebenarnya ibunya sudah mengirimkan setelan jas resmi dari perancang terkenal langganan mereka, tapi dia tidak mau berlebihan dalam berpenampilan. Ini hanya pertemuan empat mata dirinya dengan calon tunangan yang sampai sekarang masih belum dia ketahui nama dan wajahnya.
Siwon kembali melihat jam tangannya, sudah sepuluh menit dan calon tunangannya belum juga datang. Dia sudah sengaja datang tepat waktu karena ibunya mengancam akan menarik kembali ferarri yang baru datang kemarin. Mana mungkin dia mau kehilangan mobil yang sudah lama dia inginkan?. Sejak dia tinggal di Seoul dia harus pergi dengan taksi saat ingin kencan karena mobil Van dibawa Supir pergi setelah mengantar mereka semua sampai di Mansion.
"Dia masih belum datang." Suara Siwon terdengar bosan. Dia kembali meminum air putih yang tersedia di meja. Dia sengaja belum memesan apapun. Menunggu sang calon tunangan datang.
"Bersabarlah sebentar, seorang perempuan butuh waktu lebih lama untuk mempersiapkan diri." Terdengar suara dari ear microphone yang terpasang disalah satu telinga Siwon. Benar, teman-temannya berada diruang sebelah. Untuk menjalankan misi pembatalan pertunangan ini tentu saja. Terima kasih dengan keahlian Yesung yang juga sudah memasang kamera tersembunyi disudut yang pas hingga memudahkan mereka memantau dari sebelah.
.
Ruangan sebelah yang juga termasuk ruang VIP itu sudah terhidang berbagai macam jenis makanan Italia yang sungguh menggiurkan. Duduk mengelilingi meja Yesung, Donghae, Kyuhyun dan Sungmin. Sebenarnya Sungmin terpaksa ikut. Dia sudah menolak mati-matian ide Kyuhyun ini. Ya..ini ide konyol Kyuhyun. Dan dengan sama konyolnya didukung yang lain.
"Aku seperti agen 007" Donghae terlihat antusias. Dia tidak berhenti menatap layar laptop Yesung.
"Memangnya kau tau siapa itu agen 007?" tanya Kyuhyun meremehkan. Donghae memasang wajah tersinggung.
"Tentu saja. Itu salah satu film terfavoritku." Semua memandang Donghae tidak percaya.
"Apa-apaan tatapan itu?. Kalian tidak percaya?. Aku tahu…agen 007 itu Sherlock Holmes!. Aku sudah menonton film itu beberapa kali." Jawab Donghae sambil menepuk dadanya dengan wajah puas.
"Sudah ku duga." Respon Kyuhyun malas.
Donghae cemberut. Kenapa mereka tidak ada yang percaya padanya?. Yesung hanya memandangnya datar dan mengelus kepalanya pelan. Sepertinya namja tertua itu juga kehabisan kata-kata.
"007 itu James Bond ikan." Sahut Siwon dari seberang ruangan hingga membuat Donghae terkekeh malu.
"Berhenti bicara tidak penting. Kalian membuatku semakin gugup."
"Playboy sepertimu bisa gugup juga?" ejek Kyuhyun.
"Hyung tolong jauhkan setan kecil itu. Dia sama sekali tidak membantu."
"Jangan dengarkan dia. Fokus saja dengan rencana kita." Jawab Yesung datar. Dia sedikit kesal sebenarnya. Menyadari bahwa dia punya bakat dalam hal mengintai seperti halnya Sang Jenderal dimasa muda. Moodnya memburuk ingat kemarahannya terhadap sang Ayah. Dialihkannya pikirannya fokus pada layar kecil didepannya.
.
Tiba-tiba terdengar ketukan di pintu. Setelah Siwon mempersilahkan pintu terbuka dan masuklah seorang yeoja yang sudah pasti adalah calon tunangannya. Terdengar seruan kaget teman-temannya, dia sedikit mengumpat karena kaget dengan suara berisik yang tiba-tiba terdengar di ear microphonenya.
Sosok didepannya membungkuk sopan hampir 90 derajat kalau Siwon tidak salah. Sungguh menunjukkan bahwa dia terdidik dengan baik. Siwon yang berdiri juga menyambut salam itu dengan sama sopannya. Kemudian dengan langkah anggunnya yeoja itu mendekat dan duduk dikursi yang sudah ditarik keluar oleh Siwon. Meskipun dia tidak suka dengan ide pertunangan ini, tapi sudah menjadi kebiasaannya memperlakukan wanita dengan sopan dan gentle.
"Terima kasih." Suara itu selembut gerakan empunya saat duduk. Siwon terkesima, cepat-cepat dia kembali duduk dikursinya karena gugup. Siwon sudah terbiasa bersama wanita jadi dia bisa dengan mudah menutupi rasa gugupnya.
"Silahkan memesan. Aku akan memakan apapun yang kau pesan." Siwon melancarkan rencana pertama.
"Benar, biarkan dia memilih. Kita harus tahu bagaimana seleranya." Suara Kyuhyun berkomentar. Siwon sudah lebih terbiasa mendengar celetukan teman-temannya sekarang.
Pelayan datang dan mencatat pesanan yang disebutkan sang tunangan dengan suara yang nyaris berbisik itu. Saat itu, Siwon berusaha memperhatikan sosok didepannya secepat mungkin. Dia tidak mau ketahuan mencuri pandang tentu saja.
Secepat yang dia perhatikan sosok didepannya berkulit seputih salju dengan rambut hitam legamnya yang terurai bebas dipunggung sempitnya. Wajahnya kecil dengan hidung bangir dan bibir semerah darah. Benar-benar wajah yang mengagumkan. Meskipun gesture-nya sedikit dingin dan kaku, mungkin dia juga gugup seperti dirinya. Siwon tersenyum kecil memikirkannya.
"Berhenti tersenyum bodoh, dia memperhatikanmu." Suara Yesung menyadarkannya bahwa dia masih bersama orang lain disini. Sedikit berdehem dia kembali fokus pada rencana.
"Tidak kah anda ingin memperkenalkan diri?" tanya Siwon dengan wajah datar. Sosok didepannya menatapnya sama datarnya. Bukankah seharusnya pihak laki-laki yang harus memperkenalkan diri lebih dahulu?. Jeda beberapa saat.
"Kim Kibum imnida." Jawab yeoja itu sambil menganggukkan kepala sopan.
"Choi Siwon imnida. Anda sedikit terlambat Kim Kibum-ssi." Rencana kedua. Siwon akan bertingkah menyebalkan. Terdengar seruan protes dari teman-temannya. Entah karena apa, dia tidak mendengar dengan jelas karena mereka sangat berisik.
"Maafkan saya. Abeoji menyuruh saya datang lebih lambat sepuluh menit. Beliau bilang anda butuh waktu untuk mempersiapkan diri." Tenang dan datar. Siwon sedikit kaget melihat respon yang diterimanya. Seharusnya yeoja lain akan tersinggung dengan kata-katanya. Sekarang bahkan dialah yang tersinggung. Mempersiapkan diri huh?. Apa segugup itukah dirinya dimata yeoja ini?.
Hening. Mereka terdiam, memilih saling memperhatikan dengan ketenangan yang bersaing. Siwon merasa Kibum adalah yeoja terdingin yang pernah ditemuinya. Dia bahkan tidak menutupi tatapan menilainya. Siwon tersenyum kecil, sepertinya akan mudah membuat yeoja ini menyerah. Dilihat dari bagaimana dia menjawab tadi menunjukkan Kibum adalah seorang yang tidak suka ketidak teraturan.
Makanan datang, sepertinya Kibum sengaja memilih appettiser, maincorse, dan dessert sekaligus. Mungkin dia tidak menyukai pelayan keluar masuk ruangan saat menghidangkan makanan. Dimeja ada Bruschetta, Chicken Parmigiana, dan Panna Cotta. Tidak lupa Wine terbaik juga terhidang. Meskipun ini bukan makan malam, Wine tidak buruk.
Siwon tersenyum, seleranya boleh juga. Mereka makan dalam diam, etika sangat penting bukan?. Tapi bukan berarti Siwon tidak akan bertingkah.
"Ini makanan sampah. Apa kau tidak diberi tahu bahwa aku sangat membenci sayuran?." Siwon menggerutu. Dia menyingkirkan semua jenis sayuran yang terdapat di setiap hidangan. Dia bahkan hanya memainkan makanan dengan santainya. Untung dia sudah menghabiskan sarapan buatan Sungmin dalam jumlah banyak. Kalau tidak dia akan kelaparan melihat makanan yang sangat menggugah selera ini. Terdengar ditelinganya Kyuhyun mengumpat.
Kibum terlihat sedikit terganggu, tapi dia bahkan tidak berkomentar. Siwon tersenyum kecut. Cara menyebalkan Kyuhyun tidak berhasil. Dia harus merubah strategi. Mereka selesai makan dan menikmati Wine. Melihat bagaimana Kibum memegang gelas dan mencicipi Wine sedikit demi sedikit membuat Siwon lagi-lagi tersenyum. Yeoja ini sangat menarik sebenarnya, tapi dia masih tidak setuju dengan pertunangan saat ini.
"Sebenarnya aku sangat menyukai Wine, tapi Umma bilang aku belum boleh meminum alkohol. Jadi silahkan nikmati sendiri." Siwon memasang senyum lebarnya saat terdengar batuk masal dari ear microphone-nya. Kibum meletakkan kembali gelasnya dan menatap Siwon dalam, kemudian dia mengangguk paham.
"Itu terdengar bagus. Anda juga harus mengemudi nanti, sepertinya saya sudah salah memesan minuman." Lagi-lagi jawaban tenang yang diterimanya. Siwon ternganga, harus bagaimana lagi sekarang?. Apakah harus dengan cara itu?. Bukankah akan sangat tidak sopan?. Ah..bukankah dia memang ingin agar Kibum juga menolak pertunangan ini?. Baiklah, Choi Siwon lakukan sekarang atau tidak sama sekali. Mantapnya dalam hati.
"Sepertinya aku harus pergi, ada janji dengan kenalan yang lain. Maaf aku tidak bisa mengantar anda pulang Kibum-ssi. Permisi." Tanpa menunggu reaksi Kibum, Siwon berdiri merapikan jasnya. Mengabaikan seruan protes teman-temannya Siwon keluar tanpa menoleh lagi pada Kibum yang masih terpaku menerima ketidaksopanan calon tunangannya. Tapi bukannya pergi, dia masuk keruang sebelah dimana teman-temannya memantau.
.
Saat Siwon memasuki ruangan dia disambut berbagai macam tatapan. Yesung dengan tatapan dinginnya, Kyuhyun dengan tawa mengejeknya, Donghae tatapan kesalnya dan Sungmin yang terlihat sangat kecewa. Siwon mengabaikan mereka dan ikut duduk disalah satu kursi dan menatap laptop Yesung yang masih menampilkan gambar Kibum yang terlihat menunduk tanpa beranjak dari duduknya.
"Sebaiknya kau benar-benar berhasil kali ini. Aku tidak akan mau membantu lain kali." Suara Yesung terdengar sangat datar.
"Kau lebih kasar dariku Hyung." Kali ini Kyuhyun yang berkomentar.
Siwon diam saja, bukankah mereka sudah setuju membantunya? Kenapa sekarang mereka terlihat sangat marah? Bahkan Donghae dan Sungmin tidak mau melihatnya kali ini. Dia kembali melihat Kibum yang masih belum beranjak pergi. Bahkan sekarang sosok cantik itu terlihat mengusap pipinya seperti menangis.
"Dia terlihat sangat kecewa." Donghae berujar sedih, dia paling sensitif dari yang lain memang.
"Tapi kenapa?. Dia bahkan bersikap dingin dan tidak peduli tadi. Kalian lihat sendiri kan?." Siwon membela diri.
"Kau hanya melihat dari sudut pandangmu. Seharusnya kau mendengarkan kata-kata kami tadi. Aku yakin kau tidak memperhatikan pendapat kami." Melihat tatapan bingung Siwon, Yesung kembali bicara.
"Sekarang perhatikan lebih jelas, tangan Kibum-ssi selalu meremas ujung gaunnya dari tadi. Dia sangat gugup asal kau tahu, dan dia memilih semua makanan yang sangat kau sukai tanpa bertanya lebih dulu karena dia memang mengetahuinya. Entah itu dari ibumu atau orang lain. Aku yakin dia sudah mempersiapkan semuanya dengan baik sebelum kesini."
Siwon masih diam, dia memperhatikan Kibum yang masih meremas ujung gaunnya dengan sangat keras. Kemudian Kibum berdiri dengan perlahan dan beranjak keluar ruangan dengan tenang benar, Kim Kibum butuh waktu untuk mempersiapkan diri. Entah itu datang atau pergi, dia harus berusaha sangat keras memasang wajah tenangnya agar orang lain tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
"Aku membencimu." Kata-kata pedas Sungmin membuat Siwon membeku.
Sungmin keluar ruangan disusul Kyuhyun dan yang lain. Siwon butuh waktu untuk memikirkan kesalahannya kali ini.
O_O
Sungmin sudah terlelap saat sosok tinggi itu masuk kekamarnya. Sungmin memang tidur lebih awal tadi, dia masih kesal dengan sikap egois Siwon tadi siang. Dia bahkan tidak mau bicara dengannya saat makan malam.
Sosok yang ternyata adalah Siwon itu duduk dilantai dekat tempat tidur Sungmin. Melihat tidur Sungmin yang sangat pulas, dia sedikit tidak enak. Tapi dia butuh teman bicara saat ini. Dia meminjam kunci cadangan dari Yesung tadi, dengan penjelasan panjang lebar tentu saja.
"Min..ireonna.." panggil Siwon sambil menusuk-nusuk lengan Sungmin dengan telunjuknya. Sungmin langsung terbangun, hampir saja dia teriak kalau Siwon tidak dengan sigap menutup mulutnya.
"Jangan teriak, ini aku Siwon."
Sungmin langsung beringsut menjauh, dia masih kaget sekali. Siwon kembali duduk dilantai dengan wajah kusutnya. Sungmin menatapnya penuh tanya.
"Aku tahu kau pasti sangat membenciku sekarang. Tapi tidak ada yang bisa aku ajak bercerita selain dirimu. Aku tidak bisa tidur. Wajah kecewa Kim Kibum masih terbayang dimataku sampai sekarang." Suara Siwon benar-benar terdengar frustrasi. Sungmin yang sudah lebih tenang mendekat, meski dia tetap diatas tempat tidur. Melihat Sungmin mendekat Siwon mengerti, bahwa Sungmin ingin mendengarkan ceritanya.
"Kau tahu Min, tadi ibuku menelpon. Dia sangat senang, karena Kibum menceritakan aku memperlakukannya dengan sangat sopan tadi. Bukankah ini sangat lucu?"
"Aku tidak bermaksud ikut campur tapi aku tidak melihat hal buruk di dirinya. Dia sangat cantik, aku yang seorang yeoja saja sangat iri denganmu. Dia sangat cocok denganmu. Dan sepertinya dia sangat menyukaimu." Sungmin bicara masih dengan terselip nada sinis didalamnya.
"Aku juga berpikir dia sangat menarik. Tapi aku tidak merasakan apapun padanya. Meskipun aku suka gonta ganti teman kencan, aku tetap ingin menghabiskan hidupku dalam sebuah perkawinan dengan orang yang ku cintai."
"Kau tidak merasakan atau kau pura-pura tidak merasakan? Kau tahu, seorang kenalanku bilang tubuh kita lebih jujur dari apa pun juga. Bahkan dia lebih jujur dari mulut dan pikiran kita."
Siwon diam, dia kembali berpikir. Benarkah dia pura-pura tidak merasakan seperti kata-kata Sungmin tadi?. Saat tidak menemukan apa yang ingin dia tahu, dia menghela nafas lelah. Dia berdiri dan hendak keluar dari kamar Sungmin.
"Terima kasih Min. Mungkin aku memang harus lebih memikirkan hal ini lagi. Kau tidurlah. Maaf sudah mengganggu tidurmu."
Setelah Siwon keluar kamar, Sungmin beranjak turun. Dia sudah tidak bisa tidur sekarang. Sepertinya lagi-lagi dia butuh susu hangat. Dia segera membuat segelas susu vanilla hangat di dapur. Dan meminumnya diruang keluarga, dia sengaja tidak menyalakan lampu. Meski begitu ruangan itu tidak terlalu gelap karena masih mendapat pancaran sinar lampu dari koridor atas.
"Disini kau rupanya." Suara Kyuhyun mengagetkan Sungmin. Dia menatap kekasihnya dengan mata bulatnya yang melebar lucu.
"Jangan menatapku seperti itu. Kau membuatku ingin mengigitmu. Kenapa kau tidak tidur? Aku mencarimu dikamar tadi." Gerutu Kyuhyun sambil duduk disamping Sungmin dan mengambil gelas yang dipegangnya. Susu yang masih tersisa setengah dia habiskan membuat Sungmin mempoutkan bibir.
"Aku tidak bisa tidur, dan susu yang seharusnya membantuku terlelap sudah kau habiskan." Mendengar Sungmin merajuk Kyuhyun terkekeh dan menarik Sungmin dalam pelukannya.
"Aku akan menemanimu tidur. Lenganku lebih hangat dari pada segelas susu Ming."
"Shireo…kau selalu saja mencuri kesempatan tidur dikamarku. Tidurlah dikamarmu sendiri." Tolak Sungmin, meski wajahnya sudah memerah tanpa bisa ditahan.
"Itu karena kau tidak pernah mau masuk kekamarku. Sekali-kali kau harus menemaniku tidur dikamarku." Kyuhyun yang gemas dengan sikap lucu Sungmin memeluknya lebih erat.
"Kamarmu sangat berantakan Kyu, kau harus lebih sering membersihkannya."
"Kenapa kau tidak membantuku?" rayu Kyuhyun.
"Sudah cukup aku memasak dan mengurus pakaian kotor kalian. Apakah kebersihan kamar juga tugasku?." Cara Sungmin protes sangat lucu. Dia selalu menggerak-gerakkan tangan saat kesal.
"Tidak sunshine…tugasmu sekarang adalah menemaniku tidur." Kyuhyun memasang senyum menyebalkan tapi tampannya. Dia seperti om-om mesum saat ini.
"Sudah aku bilang aku tidak mau!" semakin lama Sungmin semakin berani padanya. Kyuhyun menghela nafas menyerah.
"Oke..oke..kita tidur disini saja. Sekali-sekali tidur ditempat terbuka cukup menyenangkan." Tanpa menunggu protes Sungmin, Kyuhyun membaringkan tubuh keduanya dikarpet bulu dan menyelimuti tubuh mereka dengan selimut yang tersedia didekat sofa. Terima kasih pada Donghae yang sangat suka menonton film, selalu menyiapkan selimut disana untuk menghangatkan tubuh saat harus bergadang menyelesaikan film yang ditontonnya.
"Aku tidak bilang mau tidur disini Kyu."
"Aku tidak bilang kau boleh menolak Ming."
"Kyu.."
"Tidurlah.."
"Kyunie…"
"Yak..kelinci nakal. Aku bilang cepat tidur."
"Jaljayo…"
"Heemm"
"Saranghae"
"Nado saranghae. Cepat tidur atau ku buat kau menyesal."
Akhirnya mereka tidur sambil berpelukkan seperti biasa. Sungmin tersenyum dalam tidurnya, Kyuhyun benar, lengan Kyuhyun lebih hangat dari susu vanilla.
O_O
Sebuah mobil sedan hitam berhenti dihalaman Mansion Kim pagi itu. Dua orang keluar dari dalamnya. Sepasang orang paruh baya tampak sangat tergesa-gesa saat memasuki Mansion Kim. Dengan kunci ditangan seorang yang berjenis kelamin pria, mereka bisa dengan mudah membuka pintu yang pastinya terkunci itu.
Mereka segera masuk dan memeriksa segala penjuru Mansion. Mansion masih sepi, sepertinya semua orang kesiangan kali ini. Sampailah sepasang suami istri itu diruang keluarga dimana Sungmin masih bergelung nyaman dipelukkan Kyuhyun. Dilihat dari pakaian yang masih lengkap mereka tidak berbuat yang macam-macam. Tapi karena posisi pelukkan mereka yang sangat intim dengan saling berhadapan membuat dua orang itu terkejut bukan main. Sungmin dan Kyuhyun terlihat sangat lelap. Mereka tidak terganggu dengan suara-suara langkah pria paruh baya yang mendekati mereka dengan emosi tingkat dewa.
"LEE SUNGMIN! APA YANG KAU LAKUKAN?" bentakan itu sangat keras sampai sepasang kekasih yang terlelap itu terbangun sambil memegangi kepala karena pusing mendadak.
"JELASKAN PADAKU SEKARANG LEE SUNGMIN!" sosok bertubuh subur itu masih berteriak marah. Istrinya mendekat dan menahan lengannya agar tidak berteriak keras terhadap putri kesayangannya.
"Appa.. eomma…" cicit Sungmin. Wajahnya pucat pasi. Kyuhyun yang mendengar Sungmin memanggil sosok itu Appa juga ikut memucat.
"Ya..aku Appamu. Sekarang jelaskan pada kami. Kenapa kau bisa tidur disini dengan pria asing?" saat mengatakan hal itu mata ayah Sungmin yaitu Lee Youngwoon tertuju pada Kyuhyun yang masih memasang wajah syoknya.
"Ini..ti..tidak seperti yang Appa pikirkan." Sungmin mencoba berdiri meskipun kakinya berubah menjadi jelly saat ini. Nyonya Lee segera memeluk tubuh putrinya yang gemetar.
"Memangnya kau tahu apa yang aku pikirkan sekarang?" suara Tuan Lee sangat dingin saat ini.
"Maafkan sikap lancang saya tuan. Tapi kami memang tidak melakukan hal diluar batas." Kyuhyun yang melihat Sungmin sangat ketakutan mencoba menjelaskan pada –ehem- calon ayah mertuanya.
"Siapa kau berani memeluk putriku seperti itu?" tuan Lee tidak menutupi rasa tidak suka diwajahnya. Kyuhyun mencoba tenang.
"Saya…" belum selesai Kyuhyun bicara tuan Lee sudah kembali menyelanya.
"Kau tahu?. Sungmin sudah ditunangkan. Dan lusa malam pesta pertunangannya diadakan. Tapi sekarang aku harus melihat kalian tidur dalam satu selimut sambil berpelukkan?. Hah?."
Jder..
Seperti disambar petir disiang bolong, Kyuhyun menegakkan tubuhnya karena kaget. Sungmin bahkan sudah menangis keras dipelukkan sang ibu. Kyuhyun berusaha mengeluarkan suaranya. Tapi mulutnya hanya membuka dan menutup tanpa keluar sepatah kata pun.
"Dan kau Lee Sungmin. Appa kesini untuk membawamu pergi. Kau harus mempersiapkan diri untuk pertunangan besok." Tuan Lee menarik lengan Sungmin dengan keras dan menyeretnya keluar.
Sungmin berteriak histeris, dia ingin menolak. Tapi cengkraman dilengannya sangat kencang. Ibunya hanya bisa terisak dibelakangnya. Sebagai seorang Ibu pasti tidak tega melihat putrinya menangis seperti itu. Tapi suaminya benar, Sungmin sudah mempunyai tunangan. Dan mereka tidak bisa membiarkan pertunangan ini batal.
"Tidak..appa. Aku tidak mau. …ummaaa…tolong aku." Tangisan Sungmin tidak membuat tuan Lee menghentikan langkahnya.
"KYU…TOLONG AKUU…KYUNIEEE." Jeritan Sungmin menyadarkan Kyuhyun dari keterkejutannya.
Kyuhyun berlari keluar, dilihatnya tuan Lee sudah memaksa kekasihnya masuk ke dalam mobil disusul Ibunya. Kyuhyun berteriak memanggil Sungmin, berusaha mengejar mobil yang mulai menyala mesinnya. Saat tangan Kyuhyun hampir memegang handle pintu mobil tangannya ditahan seorang laki-laki berseragam serba hitam.
"Lepaskan aku!" desis Kyuhyun berbahaya. Tapi laki-laki yang notabene-nya adalah bodyguard itu semakin mencengkram lengannya keras.
"Aku bilang LEPASKAN AKUU!" Kyuhyun kalap, karena mobil yang membawa kekasihnya sudah keluar dari Mansion.
"Aku tidak akan membiarkan kau mengacaukan semuanya bocah setan." Kyuhyun menatap sosok didepannya marah.
Kim Heechul berdiri didepannya dengan angkuh. Entah kapan sosok cantik ini datang. Dengan gerakan tangan dia memerintahkan pengawalnya membawa Kyuhyun masuk dengan paksa. Bahkan bukan hanya satu tapi dua orang sekaligus. Berontakkan Kyuhyun tidak berarti apa-apa.
Di ruang tamu berdiri ketiga temannya dengan wajah yang sama pucatnya dengan Kyuhyun. Mungkin mereka juga menyaksikan adegan menggemparkan tadi. Kim Heechul duduk dikursi tunggal dengan anggunnya. Dan Kyuhyun dipaksa duduk dan tetap harus ditahan seperti tadi.
"Kalian juga duduklah." Perintah Heechul pada Yesung, Siwon dan Donghae. Dan tanpa menunggu perintah kedua mereka duduk dalam diam.
"Apa yang terjadi Heenim-ssi?. Kenapa kau menahanku? Aku harus mengejar Sungmin-ku. Dia pasti sangat ketakutan sekarang." Kyuhyun masih berusaha lepas dari kekangan pengawal berwajah datar itu.
"Bukankah sudah jelas? Sungmin ditunangkan. Dan ku ingatkan, Sungmin bersama kedua orang tuanya. Itu jauh lebih aman dari apa yang kau pikirkan." Jawab Heechul tenang.
"Tapi dia adalah kekasihku. Bagaimana bisa mereka berbuat sesukanya?." Suara Kyuhyun terdengar sangat marah saat ini.
"Cih..kalianlah yang sudah berbuat sesukanya. Kalian pikir aku tidak tahu apa yang sudah kalian lakukan dibelakangku?. Seingatku tugas kalian adalah mengubah Lee Sungmin menjadi seorang Lady. Dan sekarang kau bahkan mengklaimnya sebagai kekasih? Hah..lucu sekali." Heechul masih tenang, tapi dari sorot matanya ada api yang siap membakar mereka kapan saja.
Semua terdiam. Mereka tidak tahu harus melakukan apa saat ini. Heechul mendengus dan berdiri meninggalkan keempatnya disana. Dia sempat memerintahkan pengawalnya untuk mengawasi mereka. Mereka bahkan sempat mendengar Heechul akan mengirim lebih banyak pengawal lagi. Kyuhyun berteriak frustasi, dia marah. Sangat marah, baru tadi malam dia memeluk kekasihnya sekarang mereka harus dipisahkan seperti ini. Teman-temannya hanya menatapnya iba. Mata mereka memerah menahan tangis, tidak mereka tidak boleh menangis didepan Kyuhyun. Kyuhyun yang berteriak histeris membutuhkan mereka. Donghae bahkan harus menggigit bibirnya menahan isakan yang memaksa keluar. Magnae mereka terlihat sangat menyedihkan saat ini.
O_O
Sungmin masih terus menangis. Sang ayah memesan sebuah Penthouse di Hotel terbaik di Seoul. Uang bukan masalah bagi tuan Lee tentu saja. Dan saat ini dia berada disalah satu kamar dalam Penthouse tersebut. Tangisannya bahkan tidak berhenti sejak dia dibawa masuk sampai saat ini.
Sungmin merasa jantungnya ditarik paksa dari tubuhnya. Rasa takut tidak akan pernah bertemu lagi dengan Kyuhyun membuatnya terus menerus mengeluarkan air mata. Nyonya Lee bahkan sudah berulang kali membujuknya untuk berhenti menangis. Tapi tangisan Sungmin semakin menyayat hati.
"Chagiyaa…Minnie Chagi…Eomma mohon. Uljima chagi…Eomma mohon." Leeteuk juga ikut meneteskan airmata. Dia juga terluka melihat bagaimana putri yang sudah enam bulan tidak dilihatnya menangis sampai terbatuk-batuk.
"Eomma..hiks..hiks…biarkan aku menemui Kyunie. Eomma..aku..hiks..hiks..mohon" bahkan sekarang suara Sungmin sudah hampir habis. Leeteuk meraih tubuh Sungmin yang meringkuk diranjang ke dalam pelukannya. Dengan sayang dielusnya rambut Sungmin yang sehitam warna matanya.
"Mian chagi…maafkan eomma. Tapi Appamu benar. Kau sudah mempunyai tunangan. Dia putra dari kolega bisnis Appamu." Jelas Leeteuk dengan suara lembutnya. Tapi bukannya tenang Sungmin kembali menangis.
"Shireo..aku tidak mau meninggalkan Kyunie. Kami sudah berjanji untuk tidak akan saling meninggalkan eomma. Hiks..hiks..Kyunie..aku…" Tangisan Sungmin kembali pecah. Dia ingat bagaimana mereka mengikat janji malam itu, dan dia ingat bagaimana pucatnya wajah kekasihnya tadi. Ini sangat kejam.
"Tenangkan dirimu. Eomma harus menenangkan Appamu yang masih sangat marah chagi. Dia tidak bisa menerima kejutan pagi ini. Kau tahu bagaimana protectivenya Appamu itu padamu kan?. Eomma mohon, berhenti menangis. Heem.." meski Sungmin tidak menjawabnya Leeteuk melepaskan pelukkannya dan beranjak keluar kamar. Dia masih harus menenangkan racoon gendutnya sekarang. Haah…Leeteuk merasa umurnya berkurang sepuluh tahun karena kejadian yang terjadi pagi tadi.
O_O
Sungmin memang berhenti menangis. Tapi tatapannya kosong, mata secantik rubah itu tidak menampakkan kehidupan didalamnya. Sudah lebih dari satu jam dia duduk dibalkon kamar tanpa beranjak dari duduknya sedetikpun. Dia menatap langit yang sangat cerah dimusim panas ini, tidak sebanding dengan hatinya yang bahkan masih menjeritkan nama Kyuhyun setiap detiknya.
Sungmin memang sudah tidak menangis. Tapi jiwa dan pikirannya tidak berhenti menangisi kisah cintanya yang bahkan baru dimulai. Dia tidak pernah membayangkan hal ini akan menimpa mereka. Meskipun malam itu Kyuhyun sudah mengingatkannya, tapi tidak secepat ini seharusnya.
Mereka bahkan belum sempat pergi kencan. Dia belum tahu makanan kesukaan kekasihnya, warna kesukaan, cerita masa kecilnya, bahkan tanggal ulang tahunnya pun dia belum tahu. Dan sekarang mereka harus dipisahkan seperti ini. Disaat cinta sudah berkembang dalam hatinya?
Dia tidak tahu sejak kapan sosok Kyuhyun menjadi sangat berarti untuknya. Seingatnya diawal pertemuan dia sangat membenci namja yang dia juluki namja menyilaukan itu. Kyuhyun yang selalu membentak dan berteriak padanya sangat menyebalkan. Tapi saat Kyuhyun menolongnya di atap dia merasa bahwa Kyuhyun tidak sejahat yang terlihat. Ada rasa hangat dari pelukkannya. Dan bagaimana namja itu bertingkah untuk mengambil perhatiannya sangat lucu dan menjengkelkan disaat yang sama. Sekarang Sungmin tahu bagaimana perhatiannya kekasihnya itu. Sungmin menyesal selalu tidak paham dengan maksud dan keinginan kekasihnya.
Haah.. Sungmin menghela nafas panjang. Masih jelas diingatannya saat dia terpuruk menangisi masa lalunya, Kyuhyun selalu berada disampingnya menguatkannya. Dia percaya padanya, tidak menghakimi dan menyalahkannya. Kyuhyun adalah tumpuan kekuatannya.
Sungmin bertanya-tanya apa yang sedang kekasihnya lakukan saat ini. Apakah marah-marah?. Atau malah menangis seperti dirinya?. Sungmin tidak bisa membayangkannya. Dia kembali meneteskan airmata, meski tanpa ada isakan yang keluar.
"Butuh pelukan?" suara dari belakangnya membuyarkan lamunan Sungmin. Dia berbalik untuk melihat suara siapa itu. Mata kelincinya yang bengkak menyipit karena pandangannya kabur karena menangis terlalu lama. Saat tahu siapa gadis yang berdiri didepannya dengan senyuman lebarnya Sungmin berdiri dan segera memeluknya erat.
"Hyukjae.."panggilnya lemah. Suaranya benar-benar habis karena menangis dalam waktu yang lama.
"Yak..jangan panggil aku begitu. Aku benci nama itu!" gerutu gadis itu kesal. Tapi dia tetap membalas pelukan Sungmin sama eratnya. Dia sangat merindukan sepupu kelincinya ini.
"Hyukie..kau..kau..disini?" Sungmin harus memaksakan suara agar mau keluar.
"Aku baru sampai tadi pagi. Imo bilang kau akan ditunangkan. Jadi aku disuruh pulang. Tapi kenapa dengan tangisan ini?. Hem?" gadis bernama lengkap Lee Hyukjae aka Hyukie itu melepaskan pelukannya dan memegang wajah Sungmin dengan dua tangannya. Dari kecil mereka sangat dekat. Karena mereka sama-sama anak tunggal.
"Aku..tidak mau ditunangkan. Aku benci Appa..hiks..aku ingin Kyunie..hiks.." tangisan kembali pecah dikamar tersebut. Hyukie kembali memeluknya erat. Dia sangat menyayangi sepupunya ini. Dia merasakan bagaimana hancurnya perasaan Sungmin saat ini.
"Sstt..dengarkan aku. Kau harus tenang. Aku akan membantumu. Aku sudah dengar dari imo tadi. Dan aku janji kau tidak akan pernah kehilangan namja itu. Kau percaya padaku?" Hyukie terlihat sangat yakin. Sungmin melihat tatapan sayang Hyukie padanya. Selama ini Hyukie selalu bersikap sebagai seorang kakak perempuan padanya. Padahal dialah yang lebih tua. Sungmin mengangguk pelan.
"Hem..kau tidak pernah bohong padaku."
"Tentu saja. Sekarang kau cuci muka dulu. Aku takut melihat matamu membengkak seperti itu. Aku yakin, saat namja bernama Kyu Kyu itu melihatmu seperti ini dia akan ketakutan dan kabur." Hyukie tertawa lepas dan mendorong Sungmin yang menggerutu kedalam kamar mandi. Setelah Sungmin menghilang dibalik pintu Hyukie menghela nafas lega.
"Maafkan aku Min…tapi ini kulakukan untukmu. Jadi setelah ini jangan membenciku tapi berterima kasihlah padaku." Monolog Hyukie.
O_O
Lee Youngwoon yang biasa dipanggil Kangin itu masih mengamuk dikamar yang juga berada di Penthouse. Leeteuk yang berusaha menenangkannya sudah kehabisan akal. Dia sudah berusaha menjelaskan pada suaminya bahwa Sungmin tidak melakukan hal yang tidak-tidak. Kalau berpelukkan tidak disebut hal yang salah. Dia yakin putrinya tidak mungkin melakukan hal akan mempermalukan keluarganya.
Tapi namja bertubuh subur itu tetap saja meradang. Dia tidak menyangka putri kecilnya yang selalu dia jaga bisa tidur dalam pelukan namja yang tidak dikenalnya. Dia kecewa, bagaimana bisa dia kecolongan?. Ah..benar ini karena keisengan adik iparnya Kim Heechul yang dengan seenaknya membawa Sungmin ke Seoul tanpa izin darinya.
Heechul berkilah karena dia meninggalkan Sungmin sendirian di Ilsan sedangkan dia berlibur ke Afrika. Sial..dia pikir dia membiarkan putri semata wayangnya sendiri tanpa pengawasan dan pengawalan darinya?. Dia mengirim pengawal dan menyiapkan semua pelayan dirumahnya untuk menjaga dan mengawasi Sungmin. Jadi dari mananya dia menelantarkan putrinya?.
Kangin kembali mengumpat. Kali ini dia melempar sebuah vas bunga yang menghiasai meja nakas. Leeteuk segera menghampirinya dan memeluknya dari belakang. Kembali berbisik menenangkannya. Istrinya kembali menangis. Saat itulah sosok yang sudah membuat keadaan seperti ini muncul dengan santainya. Kim Heechul berdiri didepan pintunya dengan wajah angkuh seperti biasa.
"Untuk apa kau kesini? aku muak melihat senyum iblismu itu." ketus Kangin. Heechul hanya mengendikkan bahu santai.
"Aku hanya ingin mengingatkanmu akan kesalahan yang sudah kau lakukan hari ini." dengan santai heechul duduk di sofa panjang yang berada disudut kamar.
"Apa maksudmu?" Tanya Kangin yang masih menatapnya marah.
"Kau tahu bagaimana keras kepalanya Sungmin. Dia sangat persis sepertimu saat menginginkan sesuatu. Dan kali ini kau bertindak gegabah tuan." Tanpa takut dengan aura membunuh Kangin, Heechul kembali bicara.
"Sungmin mungkin akan memberontak lagi kali ini. Seperti lima tahun lalu. Kau tidak mau dia mengalami keterpurukkan seperti saat itu kan?"
"Aku tanya apa maksudmu iblis?" didunia ini hanya Kangin lah yang tidak takut dengan yang mulia Kim Heechul. Dari dulu dia memang selalu bersebrangan pendapat dengan adik iparnya ini.
"Chullie-yaa..tolong jelaskan pada kami. Jangan semakin membuatku pusing." Dan di dunia ini hanya Leeteuk lah yang bisa memerintah Kim Heechul. Mungkin.
"Sekarang dengarkan aku baik-baik. Aku tidak mau mengulanginya." Kemudian Heechul menjelaskan semuanya dengan gamblang. Melihat bagaimana wajah Kangin dan Leeteuk saat ini terlihat jelas bagaimana mereka merasa bersalah dan lega bersamaan. Kangin terduduk di sofa dengan lemas dan Leeteuk memeluknya dengan keharuan yang tak ditutup-tutupi.
O_O
Lagi-lagi Mansion Kim kedatangan mobil mewah. Kali ini tidak hanya satu tapi ada empat mobil yang menunjukkan seberapa kaya pemiliknya dilihat berbagai merek terkenal yang terlihat dibody mobil itu. Rombongan mobil mewah itu berhenti tepat di depan pintu utama Mansion dan terparkir berjejer.
Penumpang didalamnya segera keluar dan memasuki Mansion dengan gaya bangsawan kaya tentu saja. Mansion yang masih terlihat suram menyambut kedatangan mereka. Tanpa permisi mereka juga langsung memasuki Mansion dan menuju keruang keluarga dimana keempat namja tampan kita berkumpul seperti yang sudah dilaporkan pengawal didepan tadi.
Benar saja, diruangan yang terlihat berantakan itu ada Kyuhyun yang sedang mengamuk dengan melempar segala benda yang ada didekatnya dan Siwon yang berusaha menenangkannya, Donghae yang akhirnya tidak bisa menahan kesedihannya sudah menangis, dan Yesung yang terlihat duduk terpekur sedang berpikir sangat keras terlihat dari kerutan dikeningnya. Sepertinya dia berusaha mencari jalan keluar dari masalah ini.
Saat menyadari kedatangan rombongan tak terduga didepannya membuat mereka terpaku. Bagaimana bisa mereka disini? Apakah terjadi sesuatu sampai mereka bisa datang bersamaan seperti ini?. Donghae yang pertama kali berteriak senang dan memeluk Eomma nya erat. Ya benar, rombongan itu adalah orang tua dari keempat namja menyilaukan.
….
Saat ini mereka sudah berada dikamar masing-masing bersama kedua orang tua yang sudah mengejutkannya dengan datang tiba-tiba. Dikamar pertama yaitu kamar Yesung terlihat Sang Jendral Kim Seunghyun duduk dengan gagahnya di sofa dekat balkon bersama sang istri Kwon Jiyong. Yesung masih menatap mereka tidak mengerti. Dia bahkan masih berdiri dari tadi.
"Bagaimana Eomma bisa datang bersama Abeoji?" akhirnya setelah diam cukup lama Yesung bertanya.
"Chagi..Eomma minta maaf sudah membuatmu khawatir. Eomma sudah pulang kemarin. Ayahmu bilang kau juga pergi dari rumah sebelum ini. Apa itu benar?" Tanya Jiyong sambil menatap Yesung penuh kelembutan. Seunghyun hanya diam tanpa ingin menyela dua orang yang paling disayangnya bicara.
"Aku tidak mau tinggal ditempat itu karena Eomma juga tidak disana." Jawab Yesung sambil memalingkan wajahnya kearah mana saja asal tidak pada kedua orang tuanya. Jiyong tersenyum sendu, melihat istrinya hampir menangis Seunghyun segera menggenggam tangannya member dukungan.
"Maafkan Eomma chagi..hiks..Eomma egois meninggalkanmu dan ayahmu. Eomma bersalah padamu dan ayahmu. Maafkan Eomma."
"Kenapa Eomma minta maaf? Bukankah Abeoji yang sudah mengusir Eomma?" kali ini Yesung terlihat emosi tidak seperti biasanya yang selalu tenang.
"Tidak..tidak chagi..ayahmu tidak pernah mengusir Eomma. Eomma lah yang ingin pergi." Seunghyun akhirnya memeluk sang istri lembut dan mengelus-elus punggungnya. Yesung kebingungan melihat adegan mesra didepannya.
"Apa yang sebenarnya terjadi yang aku tidak tahu?"
"Eomma meninggalkan rumah karena Eomma ingin berkarier didunia music yang menjadi cita-cita Eomma sejak kecil. Selama ini kakekmu melarang keras Eomma terjun didunia musik karena kita dari keluarga militer terpandang. Ayahmu tahu bagaimana sedihnya Eomma selama ini. Dan setelah kematian kakekmu, ayahmu memberi izin pada Eomma untuk melanjutkan mimpi tertunda eomma. Dan dengan egoisnya, eomma pergi ke Amerika untuk bergabung dengan seniman kenalan Eomma disana. Ayahmu selalu memastikan Eomma meraih mimpi eomma chagi. Hiks..maafkan eomma." Penjelasan eomma-nya membuat Yesung terpaku. Jadi selama ini dia salah paham terhadap ayahnya?. Dia menatap ayahnya yang sedang menenangkan ibunya. Mata tajam ayahnya tertuju padanya, dan senyum lembut yang selalu diterimanya selama ini kembali tersungging dibibir tipisnya.
Yesung ingin menangis, tapi tidak ada air mata yang bisa keluar. Ayah yang selama ini dibencinya, ternyata sangat menyayanginya. Ternyata dialah yang sudah menyakiti orang tua yang selalu mendukungnya dibalik sikap diamnya. Yesung mendekat dan memeluk kedua orang tuanya erat. Dia sangat menyesal saat ini. Sungguh.
…
Dikamar Siwon, hanya obrolan biasa tentang kabar dan kesibukan masing-masing. Tidak terlewat pertanyaan tentang calon tunangan Siwon yang sudah ditemuinya.
"Kau tahu sayang…eomma sangat senang mendegar cerita dari Kibum. Dia terlihat sangat menyukaimu, dia bersedia menerima pertunangan ini lalu bagaimana denganmu?" sang ibu Lee Taemin bertanya dengan antusias. Choi Minho hanya diam mendengarkan dengan tenang. Dia sangat tahu istrinya akan seperti ini. Bicara tanpa memberinya kesempatan.
Siwon hanya menanggapinya dengan senyum simpul penuh paksaan. Dia merasa sangat berdosa sudah membohongi ibu yang sudah sangat menyayanginya. Meskipun sebenarnya Kibum lah yang sudah berbohong. Tapi sebagai laki-laki dialah yang seharusnya menjelaskan yang sebenarnya.
Tapi, melihat bagaimana senangnya sang ibu membuat Siwon mengurungkan niatnya untuk bicara yang sebenarnya. Biarlah untuk sementara seperti ini. karena dia masih belum yakin dengan apa yang sedang dia rasakan sekarang.
…..
Donghae menangis saat menceritakan apa yang sudah terjadi selama ini dan pagi tadi pada sang umma yang dengan sabar mendengarkan celotehan putra kesayangannya itu. Kim Junsu senang melihat bagaimana putra manjanya menceritakan kehidupannya selama di Seoul. Baik itu hal yang lucu maupun yang menyedihkan. Sepertinya dia tidak menyesal mengikuti ide konyol Kim Heechul ini. Lee Donghae yang manja sedikit demi sedikit berubah, bukan dalam hal manja kepadanya tapi lebih pada rasa berbagi dan kepeduliannya.
…..
Sedangkan dikamar bernuansa hitam, Kyuhyun masih saja mengamuk dengan membanting semua yang ada didekatnya. Kehadiran kedua orang tuanya tidak membuat dia berhenti melampiaskan rasa marah dan kecewanya. Sang Umma Kim Jaejoong hanya menangis didalam pelukan sang suami. Cho Yunho sudah sangat mengenal bagaimana istrinya ini, drama queen sepanjang masa. Hanya melihat seekor semut mati terinjak saja dia bisa menangis seharian. Dan sekarang, melihat bagaimana sang putra tunggalnya mengamuk didepan matanya. Cho Yunho sudah menampilkan wajah muramnya. Sepertinya kesabarannya juga sudah diambang batas.
"Jangan kekanak-kanakkan Cho!" suaranya dingin membuat sang istri semakin menangis dan Kyuhyun berhenti berteriak. Kyuhyun menatap sang appa berani.
"Aku tidak sedang ingin mendengar ceramah darimu appa. Dan jangan memanggilku seperti itu. Karena kau juga Cho." Kyuhyun sedang emosi tingkat dewa saat ini. Jadi dia tidak akan takut dengan tatapan tajam yang diterimanya dari namja yang dijulukinya Appa Bear itu.
"Kyu-kyu chagi…apa yang terjadi? Appa dan Umma jauh-jauh kesini tapi ini sambutan yang kami dapat? Hiks..hiks…Umma sangat merindukanmu chagi." Melihat bagaimana sang umma menangis membuat Kyuhyun menghembuskan nafas panjang dan merebahkan tubuhnya ditempat tidur dengan kasar hampir seperti meloncat.
"Mianhae Umma.." jawab Kyuhyun lirih. Jaejoong segera keluar dari dekapan sang suami dan mendekat ke tempat tidur berukuran King itu. Dia duduk disamping tubuh Kyuhyun dan mengelus rambutnya lembut. Merasakan usapan lembut dari sang umma membuat Kyuhyun sedikit lebih tenang.
"Ceritalah..Umma akan mendengarnya."
"Tidak sekarang Umma."
"Baiklah…kau ingin istirahat? Kalau begitu kami keluar saja hem.." Jaejoong hampir berdiri saat tangan Kyuhyun menahannya. Jaejoong kembali duduk dan melempar tatapan bertanya pada Kyuhyun yang bangun dari rebahannya berganti posisi duduk.
"Kenapa Appa dan Umma datang kesini bersama Bumonim? Ini bukan kebetulan kan?"
"Tentu saja kami kesini untuk menghadiri acara pertunangan keponakan Kim Heechul. Apa lagi?" bukannya Jaejoong yang menjawab, tapi Yunho lah.
"Pertunangan? Kalian juga tahu? Tapi bagaimana bisa?" kali ini Kyuhyun kembali emosi, mendengar pertunangan sang kekasih membuatnya kehilangan pikiran dan logika.
"Tentu saja, Kim Heechul adalah teman kami chagi. Dia mewajibkan kami semua datang." Jaejoong bergerak memeluk sang anak dari samping.
"Kalian tidak usah datang." Suara Kyuhyun sangat dingin saat ini, membuat Jaejoong dan Yunho mengeryit bingung.
"Bicara apa kau Cho?" Yunho meninggikan suaranya.
"Pokoknya kalian tidak boleh datang!" kini Kyuhyun dengan berani berdiri dihadapan sang Appa dan menatapnya tanpa rasa takut. Sudah jelaskan, Kyuhyun sekarang sedang kehilangan pikirannya.
"Cih..dasar bocah. Kalau tidak ada alasan yang jelas bagaimana kami bisa menolak perintah ratu iblis itu? Kau mau merasakan neraka karena kesadisan Kim Heechul? Appa memilih tidak membuatnya marah Cho!"
"Sudah ku bilang jangan panggil aku begitu beruang gendut!" teriak Kyuhyun frustasi. Appa-nya ini benar-benar tidak mengerti perasaannya sama sekali. Yunho hampir ikut berteriak saat Jaejoong menatapnya tajam. Dengan wajah masam karena dibilang gendut oleh anaknya sendiri Yunho memilih duduk disofa disamping jendela.
"Chagii..dengarkan Umma. Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kau sangat marah seperti ini? hem?" Jaejoong mencoba lembut.
"Pertunangan itu..kekasihku lah yang akan ditunangkan iblis brengsek itu Umma." Kyuhyun menjawab dengan sedikit geraman marah. Ingin rasanya dia menarik semua rambut indah Kim Heechul kalau tidak ingat itu sangatlah tidak keren. Cih, dia adalah Cho Kyuhyun yang mempesona.
"Omong kosong." Sepertinya Yunho masih tidak terima dengan ejekan sang anak tadi.
"Diamlah bear! Kalian ini benar-benar tidak berubah. Selalu saja bertengkar. Dan kau Cho Kyuhyun, sejak kapan kau punya kekasih? Kenapa kami tidak tahu?" Kyuhyun menatap sang Umma bingung, kenapa sekarang Umma-nya terlihat sedikit emosi?
"Oh ayolah Umma, itu tidak penting. Sekarang Umma harus membantuku membatalkan pertunangan Lee Sungmin. Aku tidak akan membiarkannya, saat ini si cengeng itu pasti sedang menangisiku." Kyuhyun yang narsis dan egois tentu saja.
"Siapa bilang kau bisa membatalkan pertunangan ini Cho?" Yunho berdiri dengan emosi yang meluap. Kyuhyun kembali menatapnya tajam. Kedua ayah dan anak itu sekarang saling berhadapan dengan wajah yang sama merahnya.
"Aku tidak butuh izin darimu Appa. Aku akan tetap membatalkan pertunangan ini."
"Umma tidak akan mengizinkanmu Cho Kyuhyun. Kalau perlu Umma akan menguncimu dikamar ini." Jaejoong berdiri membelakanginya saat ini, jadi Kyuhyun tidak bisa melihat bagaimana wajah sang Umma saat ini.
"Umma!"
"Jangan membentak Ummamu Cho!" wajah Yunho semakin merah bahkan urat dipelipisnya terlihat tanda dia sangat berusaha menahan emosinya.
"Appa..aku.."
"Berhenti, Appa tidak mau mendengar apapun lagi. Sudah cukup, sekarang kau istirahat. Besok kau harus ikut kami menghadiri pertunangan itu. Dan satu lagi Cho…Kau juga sudah aku jodohkan dengan putri rekan bisnisku di Jepang. Jadi jangan harap kau bisa mengacaukan rencana ini." Yunho keluar dari kamar bernuansa hitam itu diikuti Jaejoong yang menutupi wajahnya dengan tangan.
Kyuhyun masih berdiri dengan kaku. Apa yang barusan dikatakan sang Appa masih mengagetkannya. Jadi bukan hanya Sungmin yang ditunangkan, sekarang dia pun juga ditunangkan? Brengsek, Kyuhyun memaki dalam hati. Apa-apaan ini semua? Tidak cukupkah tragedy tadi pagi? Sekarang dia merasa terbunuh dua kali. Dengan lemas Kyuhyun terduduk dilantai kamarnya, bagaimana ini bisa terjadi padanya?
Tanpa sadar air mata mengaliri pipinya, dia tidak berniat menghapusnya. Persetan dengan ungkapan hanya laki-laki lemah yang menangis. Karena dia benar-benar tidak tahu harus berbuat apa saat ini. Apakah ini akhir kisah cinta Cho Kyuhyun dan Lee Sungmin? Air matanya kembali mengalir, kali ini disertai isakan dan umpatan. Cho Kyuhyun yang mempesona berteriak frustasi diselingi isakan yang menyayat hati siapun yang mendengarnya. Meskipun itu hal yang mustahil, terima kasih pada kamar yang kedap suara. Sehingga Kyuhyun bisa meluapkan semua sesak didalam dadanya.
*tebece*
A/N:
Minal Aidzin Wal Faidzin Yeorobuunnnn… ^O^
Maaf baru bisa update. Semoga belum lupa dengan cerita ini yaaa. Saya sangat minta maaf, banyak kendala dalam menyelesaikan cerita ini. 80% karena kehidupan pribadi dan selebihnya mood yang memburuk. Dan maaf kan saya sekali lagi, untuk menebusnya saya memperpanjang chap ini dan ada oneshoot untuk chingudeul sebagai permintaan maafku (sebenarnya sogokan sih :D) dan maaf buat abilhikmah yang udah pm saya tapi blom saya bales…ini sudah saya update…semoga memuaskan yaaa
Semoga suka dengan chap ini yaa…dan maaf kalo ada typo ya chinguu maklumi mata tua saya. Happy reading n jangan lupa review yaa. Gomawooooo
BIG THANKS TO:
PumpkinEvil137, TiffyTiffanyLee, ovallea, raya137, dewi. , abilhikmah, orange girls, fitri, hanna, gaemssi, SuniaSunKyu, bluepink137, nurindaKyumin, Lee Minry, and guest
