Author : Byun Lalla Chan EXOtics

Pair : EXO

Genre : Adventure, Supranatural, Friendship, Romance

Warning : YAOI, OOC, gak sesuai EYD, ngaco, ngawur, gak mutu, typo(s) yg bertebaran layaknya tomcat(?)

Rating : T

Length : 10 of (?)

Annyeong ^^ YAK! Readers tercinta semuanya… Berdasarkan hasil voting, FF yang menang adalah… Eng ing eng #plak# Heaven Sweet (Danger)! Yey! \^o^/ #niup terompet# Ini jadi Lalla bawa lanjutannya ne… Silahkan baca… Jangan lupa tinggalkan jejak :P

This YAOI fanfic

.

.

Don't read if u hate the casts or u hate the genre of this fict

.

.

Don't like don't read

.

.

Lalla Present

.

.

Heaven Sweet

.

.

Happy reading ^^

.

.

CHAPTER 10

"Jika sudah seperti ini, hal ini akan sulit untuk tidak terjadi." Ucap Kris.

"Apa yang harus kita lakukan hyung?" tanya Sehun kepada Suho.

"Entahlah." Suho menggeleng.

+-+-+-EXO-+-+-+

+At Heaven Sweet+

"Harabeoji, bisakah kau meramal bagaimana keadaan mereka sekarang?" tanya Sunny. Kini Sunny, Sooyoung, dan Soo Man harabeoji sedang berada di sebuah ruangan kecil tapi indah. Mereka sedang menikmati teh bersama.

"Kkk~ Kau terlihat sangat khawatir Yang Mulia. Padahal mereka baru saja meninggalkan istana." Soo Man terkekeh.

"Tapi harabeoji, aku sangat mengkhawatirkan mereka. Bagaimana kalau Seohyun tau mereka telah bergerak? Bagaimana kalau ia mengirim anak buahnya untuk mencelakai mereka? Lalu bagaimana jika-"

"Sssttt! Sunny! Sejak kapan kau jadi sangat over protective begini?" potong Sooyoung. Sunny terdiam dan hanya bisa mengerucutkan bibirnya imut. Soo Man terkekeh melihat tingkah Ratu-nya yang kadang akan sangat berwibawa dan bijaksana, tapi terkadang juga bisa bertingkah imut seperti ini.

"Haish! Ayolah harabeoji. Ramal sekali saja! Aku benar – benar ingin tau!" pinta Sunny lagi.

"Baiklah, baiklah." Soo Man tersenyum lalu mulai memfokuskan pikirannya. "Jangan khawatir Yang Mulia. Mereka sudah berhasil mengalahkan troll yang sempat menghalang mereka tadi. Dan sekarang mereka sedang beristirahat di dekat sebuah sungai. Dan tanpa mereka semua ketahui, sungai itu adalah sungai Desort." Jelas Soo Man.

"Jinjja?" tanya Sunny yang kurang percaya tersebut.

"Apa wajahku ini menampakkan raut kebohongan Yang Mulia?"

"Ah, anieyo. Aku percaya padamu harabeoji." Sunny tersenyum manis. Soo Man balas tersenyum.

Tiba – tiba, kepala Soo Man harabeoji terasa berdenyut sakit. Soo Man harabeoji meringis dan memegang kepalanya tersebut. Sooyung dan Sunny yang meihat tingkah Soo Man langsung merasa khawatir.

"Ada apa harabeoji?" tanya Sunny.

"Apa kau tidak apa – apa?" timpal Sooyoung.

"Akh!" Soo Man harabeoji terus meringis. Tak lama kemudian, Soo Man berhenti dan matanya langsung membulat kaget.

"Astaga!" katanya.

"Ada apa harabeoji?" tanya Sunny kalut.

"Peri istana yang di culik, Lay dan Luhan, telah di ubah oleh Seohyun menjadi Black EXOpixie." Ujar Soo Man harabeoji.

"MWO?" pekik Sunny dan Sooyoung kaget.

"Ne. Dan buruknya lagi, mereka sudah menuruti semua keinginan Seohyun. Termasuk, mencelakakan Para Manusia Penyelamat tersebut."

+-+-+-EXO-+-+-+

"Sudahlah semua! Tidak usah terlalu di pikirkan. Lebih baik kita lanjutkan perjalanan. Bagaimana?" usul Kris.

"Uhm! Aku setuju!" Kyungsoo mengangguk. "Lagi pula kita sudah berada di gunung Sidfey. Menurut insting ku, sungai Desort tidak jauh dari sini."

"Baiklah!" semua mengangguk setuju dan mulai melanjutkan perjalanan. Saat akan menyebrangi sungai tadi, tiba – tiba masing – masing dari mereka merasakan ada hawa yang tidak enak.

"Guys! Aku merasa tidak enak!" ujar Chanyeol lalu mengusap tengkuknya. Semua pasang mata menatap kearahnya. Sebenarnya mereka juga merasakan hal yang sama. Tiba – tiba air sungai yang awalnya tenang, berubah menjadi agak deras dan menimbulkan gemercik. Air yang awalnya jernih, berubah menjadi keruh. Semua melotot menatapnya.

"Ada apa ini?" tanya Baekhyun, entah pada siapa. Tiba – tiba air sungai itu membentuk sebuah pusaran yang sangat mengerikan.

"SEMUA! JAUHI SUNGAI!" perintah Kris dan langsung mengendarai unicorn-nya menjauh dari sungai, diikuti yang lain. Kecuali Tao, Tao tetap berada di pinggir sungai tersebut. Pandangan matanya terlihat kosong menatap pusaran air tersebut.

"TAO!" panggil Kris dari kejauhan. Tapi Tao tidak menggubrisnya. Ia malah berjalan terbang menuju pusaran air itu dan masuk ke dalamnya.

"TAO!" seru mereka semua.

"Tao! Hiks…" Baekhyun mulai menangis. Tiba – tiba pusaran air itu mengamuk dan mengucur ke atas dengan sangat keras. Semua kaget melihatnya. Tiba – tiba mereka melihat bayangan tubuh Tao yang ada di dalam air itu. Mata Tao terlihat bercahaya dan pandangannya menatap tajam.

"T-Tao…" kaget Kyungsoo.

"Siapa kalian? Dan mau apa kalian datang ke rumahku, sungai Desort?" tanya bayangan Tao tersebut. Tapi suaranya berbeda, bukan seperti suara milik Tao. Suara itu terdengar sedikit berat dan menyeramkan. Tidak ada yang menjawab pertanyaan bayangan itu.

"Ouh, sepertinya aku memiliki insting yang salah saat ku bilang sungai Desort sudah tidak jauh dari sini. Ternyata ini lah sungai Desort." Ucap Kyungsoo pelan, malah mirip seperti bisikan.

"JAWAB AKU!" gertak bayangan itu karena tidak ada yang menjawabnya.

"Kami ingin mengambil 6 kristal bening yang katanya tersimpan di sungai ini." kata Kris berani.

"APA?" tanya bayangan Tao itu dengan marah. "Kalian pikir akan mudah mendapatkan kristal milikku itu eoh? Kalian harus mengalahkanku lebih dulu." Tantangnya.

"Oh ayolah! Kami sama sekali tidak memiliki waktu untuk permainan bodohmu itu. Ayo cepat berikan kristalnya." Ujar Baekhyun berani yang tiba – tiba langsung berdiri di depan. Teman – temannya melotot menatapnya. Bukankah dengan berkata begitu, Baekhyun artinya menantang bayangan itu?

"Apa dia sudah gila?" batin Chanyeol.

"Kurang ajar! Kau berani menantangku?!" tanya bayangan Tao itu marah.

"Memangnya kau siapa? Cih! Gila!" Baekhyun meremehkan.

"Lihat saja apa yang akan ku lakukan padamu!" ujarnya. Lalu membuang tubuh Tao yang semula ada di dalam air itu. Dan syukurlah, Kris berhasil menangkap tubuh namja manis itu sebelum tubuh itu menyentuh tanah. Tao terbatuk – batuk karena efek air tadi, dan Kris segera membawanya kearah pohon besar yang agak jauh dari tempat ia dan teman – temannya berdiri barusan.

Setelah mengeluarkan tubuh Tao, pusaran air itu berputar dengan sangat keras. Dan lama – kelamaan pusaran air itu menjadi lebih besar. Baekhyun cengo melihatnya. Tiba – tiba di dalam pusaran air itu nampak sebuah siluet seseorang yang lama kelamaan bentuk badannya berubah aneh. Baekhyun dan kawan – kawannya melotot menatap hal tersebut.

"GGGGRRRAAAHHH!" tiba – tiba sesuatu itu segera keluar dari air dan jelaslah bagaimana bentuk sesuatu tersebut. Badannya memiliki banyak akar, seperti ganggang. Seluruh tubuhnya berwarna hijau dan basah. Satu – satunya yang berwarna putih hanyalah matanya. Sedangkan pupil matanya berwarna hijau zamrud. Jangan lupakan bahwa sesuatu itu bertubuh sangat besar. Baekhyun menahan nafasnya melihat monster di hadapannya kini.

"O..ow!" rutuk Baekhyun karena kebodohannya menantang makhluk ini.

"Ya! Apa yang harus aku lakukan?" tanya Baekhyun kepada teman – temannya di belakang.

"Kau bodoh Baekhyun! Kau yang mencari masalah dengannya!" rutuk Chanyeol pada Baekhyun. Sementara Baekhyun mengerucutkan bibirnya.

"Kita lawan bersama." Tiba – tiba Kyungsoo memposisikan dirinya di samping Baekhyun. Baekhyun tersenyum senang melihat temannya yang sangat setia kawan tersebut.

"Terima kasih Kyungsoo. Kau memang setia kawan." Baekhyun menepuk – nepuk pundak Kyungsoo seraya tersenyum.

"Aku hanya tidak mau mati di tangan monster ini karena ulahmu!" rutuk Kyungsoo. Baekhyun kembali mempoutkan bibirnya.

"Akan ku habisi kalian! GGGRUUAHH!" monster itu segera berlari kearah Baekhyun dan Kyungsoo. Dan dengan sigap Baekhyun dan Kyungsoo terbang menghindar dan Baekhyun lalu melayangkan kekuatannya ke monster tersebut. Membuat monster itu tersungkur karena dorongan di punggungnya.

Chanyeol, Suho, Kai dan Sehun yang mendapati monster itu di hadapan mereka sekarang hanya dapat menahan nafas mereka dan mundur beberapa langkah. Monster itu segera bangkit dari jatuhnya dan menatap garang Baekhyun serta Kyungsoo.

Sret!

Monster itu memanjangkan akar yang menempel di tubuhnya dan mengarahkannya kearah Baekhyun. Melilitkan akarnya yang mirip ganggang itu ke tubuh namja manis tersebut sehingga Baekhyun terjatuh ke tanah dan meringis saat monster itu mengeratkan lilitannya. Semua yang menatap Baekhyun melotot kaget dan khawatir.

"Baekhyun-ah…" ucap Chanyeol kalut. Dia berusaha mencari cara untuk menolong Baekhyun. Tapi apa yang harus dia lakukan? Dia tidak akan mampu melawan monster itu. Dia hanyalah manusia biasa yang tidak memiliki kekuatan super seperti Kyungsoo maupun Baekhyun.

Krakk!

Kyungsoo segera memotong akar yang melilit tubuh Baekhyun itu dengan kekuatannya.

"ARRGHH!" monster itu meringis karena rasa sakit yang ia rasakan saat Kyungsoo memotong akarnya itu. Baekhyun segera bangkit dan terbatuk – batuk karena efek sangking eratnya lilitan tadi di tubuhnya.

"Sialan!" ujar monster itu lalu langsung mengarahkan dua akarnya sekaligus kearah Baekhyun dan Kyungsoo. Dengan gesit Baekhyun dan Kyungsoo menghindar. Tapi Kyungsoo tidak melihat bahwa monster itu ternyata mengarahkan salah satu akarnya lagi kearah tubuhnya. Akhirnya Kyungsoo bernasip sama seperti Baekhyun tadi.

"KYUNGSOO-AH!" seru Kai panik saat melihat Kyungsoo. Kyungsoo terus meringis karena sakit dan juga panas yang ia rasa.

"YA! MONSTER SIALAN!" Baekhyun segera terbang melesat cepat menuju monster itu dan melayangkan bogemnya ke rahang monster itu, membuat monster itu melepaskan lilitannya pada tubuh Kyungsoo.

Monster itu sedikit mundur ke belakang karena pukulan dari Baekhyun tadi. Tiba – tiba…

BUK!

Monster itu merasakan 2 tendangan telak di punggungnya. Kai dan Chanyeol yang melakukan tendangan itu. Monster itu segera membalikkan badannya dan mendapati Suho, Kai, Sehun, dan Chanyeol yang memasang kuda – kudanya.

"Ayo! Kita lawan bersama!" intruksi Suho. Semua mengangguk mantap. Mereka segera berlari menuju monster tersebut.

"GRRUUAHHH!" monster itu tidak tinggal diam. Ia meluncurkan 5 akarnya (akarnya berjumlah 6 dan telah di potong 1 oleh Kyungsoo) kearah namjanamja tersebut. Namun dengan gesit mereka menghindarinya sehingga monster itu malah melilit pohon – pohon yang ada di sekitarnya. Ini menjadi kesempatan bagus bagi Sehun, Kai, Suho, dan Chanyeol.

Bug!

Duagh!

Buk!

Terdengar suara pukulan yang di layangkan oleh keempat namja tersebut. Monster itu sudah lemah karena pukulan – pukulan yang di layangkan oleh namjanamja itu. Kyungsoo dan Baekhyun juga mulai melawan menggunakan kekuatan mereka.

CLING!

Baekhyun dan Kyungsoo mengarahkan kekuatan mereka berdua kearah monster itu saat Suho, Sehun, Kai, dan Chanyeol telah menyingkir.

"AARRGGHH!" erang monster itu. Dan setelahnya, hanya abu yang terlihat. Mereka berenam terlihat terengah – engah terutama Baekhyun dan Kyungsoo.

"Kyungsoo-ah, gwaenchanayo?" tanya Kai khawatir.

"Nan gwaencahana Kai." Ucap Kyungsoo lemas saat sudah menapakkan dirinya di tanah.

"Baekhyun, ini semua salahmu!" ujar Chanyeol. Baekhyun menunduk bersalah.

"Chanyeol-ah, sudahlah! Ini bukan salah siapa – siapa! Tidak ada yang harus di salahkan!" kata Suho menengahi. Baekhyun terus menunduk dan tanpa ada yang menyadari, setetes air mata sudah jatuh dari matanya.

"Suho hyung benar! Lagi pula tidak ada yang terluka kan?" timpal Sehun. Chanyeol hanya mendengus kesal lalu pergi meninggalkan mereka untuk melihat Kris dan Tao.

Setelah Chanyeol pergi, Baekhyun mulai mengangkat wajahnya. Dan betapa terkejutnya teman – temannya saat melihat mata Baekhyun bengkak dan sembab, juga anak sungai yang tercipta di pipinya.

"Baekhyun-ah, kau menangis?" tanya Suho lalu mendekatinya.

"A-aku tidak apa – apa." Kata Baekhyun dengan suara seraknya lalu menghapus air matanya itu.

"Chanyeol hyung memang keterlaluan!" Sehun terlihat kesal.

"Sudahlah, dia memang benar. Ini semua salahku. Andai saja aku tidak menantang monster tadi, semua tidak akan terjadi." Ucap Baekhyun lalu menunduk kembali.

"Anieyo. Tidak ada yang patut di salahkan." Suho mengelus – elus bahu Baekhyun, mencoba menenangkan. Sehun mengangguk menyetujui perkataan Suho barusan.

"Gomawo." Ujar Baekhyun. Suho dan Sehun pun mengangguk.

+-+-+-EXO-+-+-+

"Hyung, bagaimana keadaan Tao?" tanya Chanyeol yang menghampiri Tao dan Kris itu.

"Dia tidak apa – apa. Hanya saja tubuhnya tadi banyak kemasukan air." Jelas Kris. Chanyeol menatap Tao yang terlihat lemas itu.

"Bagaimana yang lain?" tanya Kris.

"Semua baik – baik saja. Hanya terjadi sedikit insiden tadi." Kris hanya mengangguk – angguk mengerti.

"Kris, aku mau ke tempat mereka." Ucap Tao lemas.

"Tapi kau masih lemas Tao. Apa tidak apa – apa?" tanya Kris.

"Tidak apa. Aku sudah agak merasa baikan."

"Ya sudah!" Kris langsung membopong Tao dan membawanya ke tempat teman – temannya. Sementara Chanyeol mengikuti dari belakang.

.

.

"Bagaimana? Apa kalian tidak apa – apa?" tanya Kris yang baru saja datang seraya membopong Tao.

"Ne, kami tidak apa – apa. Tidak usah terlalu khawatir." Jawab Suho.

"Tao kau sudah tidak apa – apa kan?" khawatir Kyungsoo.

"Ne, hanya merasa sedikit pusing saja." Kyungsoo bisa sedikit bernafas lega.

"Eh? Apa itu?" tiba – tiba Sehun menatap kearah sungai yang airnya sudah kembali seperti biasa. Dia mendapati ada cahaya yang keluar dari air itu. Baekhyun segera berlari kearah sungai. Matanya sontak membulat saat melihat benda apa yang mengeluarkan cahanya itu. KRISTAL BENING!

Baekhyun segera mengambil 6 buah kristal itu dan menunjukkan kepada teman – temannya.

"Kita berhasil!" ujarnya sembari tersenyum lebar. Semua juga ikut tersenyum lebar dan sedikit ada rasa tidak percaya bahwa mereka telah melakukannya.

+-+-+-EXO-+-+-+

+At Dark Castle+

Xiumin memasuki kamar Chen. Ia mendapati namja tampan itu sedang duduk di ranjang seraya menatap seisi ruangan itu.

"Kenapa Chen?" tanya Xiumin lalu duduk di pinggir kasur.

"Eh Xiumin-ah!" Chen mengembangkan senyumnya saat melihat Xiumin masuk ke kamarnya.

"Kau kenapa Chen?" Xiumin mengulang pertanyaannya yang tadi tidak di jawab oleh Chen itu.

"Ah, aku hanya merasa sedikit… bosan. Berada di dalam kamar seperti ini setiap saat dan setiap waktu. Aku merasa bosan. Kenapa aku tidak boleh keluar Xiu?" tanya Chen seraya menatap Xiumin. Xiumin terdiam.

"Xiu?" Chen sedikit bingung menatap Xiumin. Tiba – tiba Xiumin tersenyum.

"Mau jalan – jalan?"

.

.

Di sinilah mereka berdua sekarang berada. Di pinggir sungai di hutan yang indah. Beberapa kali Chen tersenyum dan menghembuskan nafasnya. Dia merasa benar – benar bebas saat ini.

"Chen-ah…" panggil Xiumin.

"Ne?" Chen menoleh.

"Apa kau percaya pada peri?" tanya Xiumin, membuat Chen sedikit mengerutkan keningnya.

"Sebenarnya aku percaya tidak percaya. Aku tidak begitu yakin. Karena aku belum melihatnya. Memangnya kenapa?"

"Apa kau percaya kalau aku menunjukkannya?"

"Hmmm, tergantung. Memangnya di sini ada peri?" tanya Chen pada Xiumin. Xiumin tersenyum lalu bangkit dari duduknya. Chen terus menatap XIumin. Tiba – tiba XIumin memeluk dirinya sendiri dan memejamkan matanya. Cahaya menguar dari tubuhnya dan perlahan tampaklah sayap gagak hitam di punggungnya. Chen menganga kaget melihatnya.

"Bagaimana? Apa kau percaya sekarang?" tanya Xiumin.

"Xiumin… kau… Kau peri?" tanya Chen sedikit tidak percaya. Xiumin pun mengangguk.

"Tapi… kenapa kau tidak memberitahukanku dari awal?" Xiumin kembali duduk di samping Chen, masih dengan sayapnya.

"Uhmmm, aku hanya menunggu waktu yang tepat. Dan menurutku sekarang adalah waktu yang tepat. Hehe…"

Chen tersenyum mendengar jawaban dari Xiumin.

"Xiumin-ah, sebenarnya, kenapa kau terus mengurungku di dalam kamar itu? Kau tidak pernah mengajakku keluar dari kamar sebelum ini. Dan kau juga lebih sering pergi dari pada menemaniku. Jujur, aku merasa bosan Xiu. Sebenarnya aku dimana?"

DEG!

"Oh, aku mohon jangan pertanyaan itu!" kalut Xiumin dalam hati.

"Nggg, yah kau taulah… A-aku sangat sibuk akhir – akhir ini. Dan aku tidak bermaksud mengekangmu. Aku hanya tidak mau jika membiarkanmu keluar, kau akan bingung dengan tempatmu. Jadi aku memutuskan agar aku selalu menemanimu saat keluar." Bohong Xiumin. Chen mengangguk ragu.

Mereka pun terdiam, cukup lama.

"Xiumin."

"Chen." Mereka memanggil nama lawan masing – masing secara bersamaan dan mengalihkan pandangannya kearah lawan secara bersamaan juga.

Deg

Deg

Deg

Wajah mereka saat ini berjarak sangat dekat. Bahkan ujung hidung mereka sampai bersentuhan. Wajah Xiumin merona melihat wajah tampan milik Chen yang sangat dekat dengan wajahnya ini. Chen memegang pipi kiri Xiumin dengan salah satu tangannya dan dengan perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah Xiumin. Xiumin telah menutup matanya saat merasakan nafas hangat Chen yang menerpa wajahnya.

Chup~

Chen menempelkan bibirnya ke bibir Xiumin. Ia melumat bibir itu dengan sedikit bersemangat. Menimbulkan lumatan ganas. Xiumin pun balas melumat bibir Chen dan mengalungkan kedua tangannya di leher Chen. Suara kecipak ciuman mereka mulai terdengar. Sayap Xiumin tiba – tiba semakin membesar dan menutupi mereka berdua yang sedang berciuman itu. Sungguh indah!

+-+-+-TBC-+-+-+

Huwaaaa ini TBC di tempat yang sah(?) kah? Huweeee mianhae kalau gak memuaskan… TT^TT Lalla ngetiknya malam dan sekarang udah jam 10:35 PM… Lalla gak kuat di tambah semua orang di rumah Lalla udah tidur… Lalla ngebut buatnya… Jadi maklumi kalau masih banyak typo-nya… Oh iya, makasih banget nget nget nget(?) untuk :

Kim Haerin-ah, Kan Rin Min, Hostoria Rain, Shin SeungGi huahuachi, KaiDo Ship Fanboy, BabySuLayDo, NanaFujoshi, BlackSky2910, Rio, christina, CrayonThat XX, dan BlueHae1409

Yang udah nge-review di chap kemarin… Lalla seneng baca responnya =3… Dan Lalla juga berterima kasih buat yang udah ngasih semangat Lalla pas ulangan… Love you~ :*… Sekali lagi mian gak bisa balas review soalnya ini ngebut buatnya… Last word, review juseyoGomawo… :D